cover
Contact Name
Muh. Subair
Contact Email
ingatbair@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pusaka : Jurnal Khazanah Keagamaan
ISSN : 23375957     EISSN : 26552833     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan memiliki Periode penerbitan 2 kali dalam setahun yakni pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 240 Documents
Values Of Religious Education in Begalan Tradition from Banyumas District, Central Java Province Rachmadhani, Arnis
PUSAKA Vol 9 No 1 (2021): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v9i1.483

Abstract

Begalan is an original tradition of Banyumas, Central Java which is performed in a series of wedding ceremonies. Begalan is a combination of dance, speech, and comedy, which is performed with musical accompaniment. The Begalan tradition contains the values of religious education which is full of advice and teaching. Community life is closely related to culture or tradition, including Javanese culture. The interrelation between Islamic teachings and Javanese culture includes the meaning of the contents of brenong kepang, including ilir, ian, cething, kusan, centhong, irus, siwur, tampah, pari, ciri-muthu, suket, suluh, kendil, and broom stick. In each of these household appliances, there is a meaning of religious knowledge. This research was conducted with a qualitative approach. Data obtained through interviews, observation, documentation, and FGD. The purpose of this study was to reveal the values of religious education in the begalan tradition along with the preservation challenges it faces. The begalan tradition has Islamic educational values, such as the value of monotheism education, the value of religious education, the value of moral education, and the value of social education. Everything related to this tradition certainly needs to be done by all parties so that this divine heritage can be preserved and not extinct.
Karakteristik Ulama Penyiar Agama Islam di Palu Haliadi, Haliadi
PUSAKA Vol 9 No 1 (2021): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v9i1.484

Abstract

Agama Islam yang masuk ke wilayah Palu Sulawesi Tengah di Indonesia dilakukan oleh ulama-ulama dari berbagai pelosok Nusantara. Ulama yang mengembangkan Islam di Palu berlangsung dalam tiga periode, yakni periode Islam mitologis, Islam Ideologis, dan Islam Ilmupengetahuan. Islam mitologis dilakukan oleh Abdullah Raqiy dari Minangkabau, Daeng Konda dari Mandar, dan Syekh Lokiya dari Donggala, sementara Islam ideologi dikembangkan oleh La Iboerahima Wartabone dari Gorontalo termasuk Ahmad Lagong dari Wajo, Yodo Rajalangi dari Mandar, Sayyed Aqil Al Mahdali dari Hadramaut, Sayyed Baharullah Al Aidid dari Cikoang Makassar, La Satande Dunia dari Tatanga Palu, Yojofuri dari Besusu Palu, Pue Lasadindi dari Enu. Kemudian Islam Ilmu pengetahuan dilanjutkan oleh Sayyed Idrus bin Salim Al Jufri dari Hadramaut, Imam Lapeo dari Mandar, Rusdi Toana dari Palu, dan Ambo Dalle dari Barru. Ulama-ulama Islam di Lembah Palu mengembangkan Islam secara Sufisme dan Syariat serta menjadi pemicu perjuangan Islam menentang Kolonialisme Belanda di Abad ke-20. Tulisan ini menggunakan metodologi sejarah.
Moderasi Beragama di Kota Palopo: Analisis Gauk Lao Tengngae dalam Lontara Luwu Mustafa, Muhammad Sadli
PUSAKA Vol 9 No 2 (2021): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v9i2.521

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap manuskrip yang bermuatan moderasi beragama, mengungkap dan mendeskripsikan nilai-nilai dalam manuskrip yang relevan dengan konsep moderasi beragama, dan mendeskripsikan interpretasi dan implementasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan masyarakat tana Luwu, khususnya di Kota Palopo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan sejarah, filologi, dan antropologi. Observasi dan wawancara digunakan dalam mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manuskrip bermuatan moderasi beragama yang ditemukan adalah lontara Luwu yang terdiri dari dua versi. Pertama lontara Luwu milik A. Mattangkilang Opu to Tenriesa. Kedua, lontara Luwu yang telah ditransliterasi dan diterjemahkan oleh Pananrangi Hamid dkk. Beberapa bagian dari isi teks kedua versi lontara Luwu tersebut secara umum sangat relevan atau memuat konsep moderasi beragama. Lontara yang secara eksplisit menyebut kata moderasi dengan bahasa lokal (gauk lao tengngae) adalah versi yang kedua. Di versi yang kedua ini pula ditemukan keterangan tentang pola perawatannya yaitu dengan cara diwariskan secara turun temurun. Bagi warga tana Luwu khususnya Kota Palopo, saling menghargai, saling mengasihi dan saling menyayangi merupakan sikap yang perlu dikedepankan dalam berinteraksi antar sesama manusia meskipun berbeda latar belakang suku maupun agama. Sebagai manifestasi dari sikap gauk lao tengngae yang dalam istilah sekarang disebut moderasi beragama. Pada tataran praksisnya, warga Kota Palopo, masih mempraktikkan sikap itu dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga toleransi antar umat beragama masih tetap terjaga hingga kini sebagai wujud dari sikap moderat yang mereka miliki dan diwariskan turun temurun.
Literasi Keagamaan Berbasis Inklusi Sosial Melalui Manajemen dan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Perpustakaan Maknun, Moch Lukluil; Muna, Muhamad Khusnul; Prasetyo, Andjar; Eliza, Milta
PUSAKA Vol 9 No 2 (2021): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v9i2.522

Abstract

Tujuan studi untuk mendeskripsikan sumber daya manusia di perpustakaan dan menganalisis manajemen dan pengembangan sumber daya manusia di perpustakaan dalam literasi keagamaan berbasis inklusi sosial. Kualitatif ekploratif digunakan sebagai metode penelitian dalam mendeskripsikan studi ini. Lokus studi di Desa Ngablak Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang dengan fokus pada sumber daya manusia terkait literasi keagamaan berbasis inklusi sosial. Waktu penelitian dilaksanakan sejak bulan Mei sampai dengan Juni 2021 dengan melakukan survey dan wawancara terhadap responden yang mendukung studi ini. Pengumpulan data dilakukan dengan parameter manajemen dan pengembangan sumber daya manusia. Temuan dalam studi ini Demografi di lokus studi ini didominasi oleh penduduk yang menganut agama Islam dengan derajat Pendidikan pada level menengah ke bawah. Upaya literasi keagamaan memiliki interaksi yang belum maksimal meskipun telah ada beberapa masyarakat yang mengakses literasi keagamaan berbasis inklusi sosial. Peningkatan literasi keagamaan berbasis inklusi sosial dapat ditingkatkan dengan penguatan kapasitas SDM dengan parameter manajemen sumber daya manusia ditinjau dari 1) Rekrutmen, keragaman SDM, dan keahlian; 2) Peran, tanggung jawab dan deskripsi pekerjaan; 3) Data personel; 4) waktu layanan; 5) Relawan/Magang; 6) Disiplin, keluhan dan resolusi konflik, sedangkan untuk pengembangan sumber daya manusia diukur dengan 7) Evaluasi kinerja SDM; dan 8) Pengembangan SDM dengan mengacu pada indikasi yang ada dalam level yang telah dibahas di atas. Peningkatan kapasitas SDM dengan parameter tersebut juga dapat bermanfaat untuk literasi bidang lain berbasis inklusi sosial secara bertahap.
Pesan-pesan Toleransi dalam Khotbah Jumat di Parepare Sulawesi Selatan Subair, Muh; Rismawidiawati, Rismawidiawati
PUSAKA Vol 9 No 2 (2021): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v9i2.523

Abstract

Mimbar khutbah Jumat kerap dianggap menjadi salah satu media penyebaran hoax atau informasi yang tidak benar. Khotbah Jumat diasumsikan ada yang berisi pesan-pesan yang tidak sejalan dengan pesan takwa, yaitu pesan-pesan yang bernada mencela, mencaci-maki dan menyalahkan kelompok lain. Berdasarkan kenyataan tersebut, tulisan ini memfokuskan kajiannya terhadap konten khotbah Jumat disertai analisa tingkatan toleransi khatib berdasarkan isi pesannya. Kualitatif konten analisis adalah pendekatan yang dipilih untuk menggambarkan topik-topik yang terkandung dalam khotbah Jumat, dengan menggunakan Teknik kajian teks, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan khotbah Jumat secara kultural tidak mudah untuk dimanfaatkan sebagai media penyebaran hoax. Bahkan pelaksanaan khubtah Jumat secara prosedural ada yang didukung oleh Lembaga Dakwah, Pengurus Masjid dan Instansi Pemerintah. Dukungan tersebut antara lain berbentuk pengaturan jadwal khatib dan kontrol terhadap tema atau topik kutbah Jumat. Pengaturan khotbah Jumat kadang terkendala karena kurangnya tenaga khatib untuk naib, dan minimnya peran Lembaga Dakwah, dan instansi terkait dalam proses pembinaan khatib, yang kemudian berpengaruh terhadap bentuk penyampaian khotbah Jumat yang mayoritas dilakukan tanpa membaca teks. Penelitian ini menemukan adanya pesan-pesan toleransi dalam dua khutbah dari tujuh khutbah yang menjadi sasaran kajian. Pesan-pesan tersebut adalah pesan kemaslahatan umat, persatuan umat, pentignya memberi rasa aman kepada sesama, dan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.
Kemampuan Baca Kitab Kuning di Pesantren (Studi Komparatif Metode Mumtaz dan Metode Qawaid wa Tarjamah pada Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Awaluddin, A Fajar
PUSAKA Vol 9 No 2 (2021): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v9i2.524

Abstract

Meskipun penelitian tradisi kemampuan baca kitab kuning sudah banyak dilakukan para ahli, namun masih sedikit yang membahas tentang metode kontemporer dalam meningkatkan tradisi kemampuan baca kitab kuning terbukti dengan kemampuan baca kitab kuning santri di Indonesia masih sangat rendah. Untuk mengisi kekosongan riset ini, Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan metode Mumta>z dalam meningkatkan tradisi kemampuan baca kitab kuning santri. Secara khusus, tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi perbedaan yang signifikan antara santri yang belajar melalui metode Mumta>z dan metode Qawa>id wa Tarjamah. Ini adalah eksperimen semu dengan desain pra dan pasca tes. Populasi penelitian ini adalah siswa-siswi Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya salah satu pesantren yang ada di Sulawesi Selatan, Indonesia. Peserta didik kelas XI a (Eksperimen 1) dan XI b (Eksperimen 2) berjumlah 42 siswa. Analisis data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t sampel berpasangan, analisis deskriptif komparatif, dan desain campuran ANOVA dengan menggunakan SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kelompok metode Mumta>z memiliki perbedaan yang signifikan pada tingkat kemampuan baca kitab kuning (sig .0000); (2) metode Mumta>z merupakan model yang paling efektif untuk meningkatkan tradisi kemampuan baca kita kuning dengan perolehan skor .207 (rendah). Pembelajaran dengan metode Mumta>z dapat menjadi alternatif bagi pembuat kebijakan dan guru untuk meningkatkan minat serta motivasi pada tradisi baca kitab kuning.
Peran Migran Bugis dalam Pengembangan Pendidikan Keagamaan bagi Warganya di Tanjung Selor Lisdamayana, Lisdamayana; Hamsiati, Hamsiati
PUSAKA Vol 9 No 2 (2021): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v9i2.525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap gambaran tentang kehidupan migran Bugis di Tanjung Selor-Kalimantan Utara. Mengungkap peran migran Bugis dalam bidang sosial keagamaan, khususnya pengembangan pendidikan keagamaan di Tanjung Selor. Serta, untuk melihat dukungan dan hambatan yang diperlukan untuk mengoptimalkan pengembangan pendidikan keagamaan di Tanjung Selor. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya Migrasi Orang Bugis ke Tanjung Selor sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu. Pada umumnya mereka tinggal di wilayah pesisir sungai Kayan dan sekitarnya. Hubungan mereka dengan warga lokal dan pendatang lainnya cukup harmonis. Semangat keagamaan migran Bugis yang tinggi membawa mereka aktif dalam pembinaan atau pengembangan pendidikan keagamaan di tempat mereka bermigrasi. Di antaranya ada yang berperan sebagai fasilitator atau motivator seperti dalam pembangunan rumah ibadah, pembentukan Majelis Taklim atau TK-TPA. Ada pula bertindak sebagai eksekutor dalam hal ini sebagai tenaga pengajar pada lembaga pengajian seperti TK-TPA, Rumah Tahfiz, atau memberi pencerahan agama. Peran para legislator dari kalangan Bugis juga setidaknya membantu sejumlah Majlis Taklim yang membutuhkan bantuan dana operasional dalam penyelenggaraan kegiatannya. Kekurangan sumber daya masih menjadi faktor utama dalam penghambat pembinaan atau pengembangan pendidikan keagamaan. Selain itu, lembaga yang menaungi dan membina kegiatan pendidikan keagamaan untuk orang dewasa (Majelis Taklim) pada level Kabupaten juga belum terbentuk.
Inovasi Pembelajaran Moderasi Beragama Melalui Media Kreatif pada Sekolah Umum/Madrasah di Kabupaten Bone Mujizatullah, Mujizatullah
PUSAKA Vol 9 No 2 (2021): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v9i2.526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana inovasi pembelajaran moderasi beragama melalui media kreatif. Penelitian ini deskriktif kualitatif. Hasil penelitian: media kreatif yang digunakan dalam pembelajaran moderasi beragama di SMA 1, dominan guru menggunakan media tatap maya dan non-tatap maya. Ketika pembelajaran non-tatap maya, pada kegiatan pembelajaran pendahuluan, guru dominan menggunakan media visual dengan aplikasi google form untuk mengecek kehadiran siswa. Pada kegiatan inti menggunakan media Visual melalui aplikasi padlet, untuk mengunggah materi dan tugas. Keunggulan aplikasi Padlet karena lebih mudah dimanfaatkan peserta didik kemudian lebih efisien dari penggunaan data internet, aplikasi tersebut memudahkan peserta didik untuk saling berinteraksi karena semua berbasis daring, peserta didik dapat berinovasi dan memilih templete yang ada. Pada kegiatan evaluasi, dominan guru menggunakan aplikasi quisizz untuk ulangan harian. Pembelajaran tatap maya, guru menggunakan zoom meet dan google meet. Penggunaan media kreatif di kalangan guru sekolah dan madrasah dominan menggunakan media yang sama hanya aplikasi padlet yang belum di gunakan di Madrasah. Intensitas penggunaan media online di kalangan guru Sekolah dan Madrasah meningkat dalam masa pandemi 85 % sebelumnya hanya 45%, namun efektifitas kegiatan jam pembelajaran berkurang waktunya maksimal hanya 30 menit setiap jam pembelajaraan, karena durasi pembelajaran dengan tatap maya dibatasi untuk efisiensi penggunaan data internet siswa, sehingga pembelajaran kurang maksimal, ketercapaian pembelajaran hanya maksimal 75 persen dari seluruh materi yang diajarkan. Media offline dominan guru menggunakan buku-buku pelajaran yang ada di perpustakaan sekolah, surat kabar, majalah serta lingkungan sekolah.
Membangun Toleransi Antar Umat Beragama Sebagai Tanggung Jawab Sosial Kehidupan Kekristenan di Era Pandemi Covid 19: Studi Kasus Masyarakat Rusunawa Rawabebek Eunike, Pratiwi; Putrawan, Bobby Kurnia
PUSAKA Vol 9 No 2 (2021): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v9i2.527

Abstract

Inklusivisme dalam agama-agama salah satunya ditandai dengan adanya toleransi antar umat beragama. Toleransi tujuannya untuk bekerjasama membangun peradaban bangsa juga merupakan modal sosial untuk terciptanya integrasi bangsa dengan membentuk relasi harmonis antar umat beragama. Selain itu dalam perspektif kekristenan membangun toleransi merupakan tanggung jawab sosial dan landasan untuk terjadinya pembaruan tatanan sosial melalui kehidupan orang kristen yang akan menghasilkan perbaikan dan menjawab persoalan-persoalan sosial masyarakat secara khusus dalam konteks pandemic Covid 19. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan toleransi antar umat beragama sebagai tanggung jawab sosial kekristenan di era pandemic Covid 19. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan data-data diambil dari fenomena yang ada di lingkungan masyarakat rusunawa rawa bebek dan wawancara dengan warga dari berbagai latar belakang serta dilengkapi buku-buku dan jurnal-jurnal yang mendukung untuk penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya toleransi antar umat beragama yang dideskripsikan melalui hubungan yang harmonis dan kerjasama dalam mengatasi pandemic Covid 19 serta dampaknya pada masyarakat Rusunawa di Rawabebek.
Bermoderasi ala Kajao Laliddong (Kajian Moderasi Beragama melalui Naskah Latoa) Syahruddin, Syahruddin
PUSAKA Vol 9 No 2 (2021): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v9i2.528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplor nilai moderasi beragama ala pasengna Kajao Laliddong yang termuat dalam naskah Latoa dengan mengkorelasikan konsep moderasi beragama yang ditawarkan oleh Kementerian Agama. Kajao Laliddong merupakan cendikiawan, negarawan dan diplomat dari Tana Bone yang dikenal pada masa kecilnya dengan La Mellong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah, filologi, dan antropologi. Penelitian ini berfokus pada moderasi beragama yang terdapat dalam manuskrip yang tersimpan pada koleksi lembaga maupun pribadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya Kajao Laliddong memiliki paseng yang sampai saat ini paseng ini terjiwai dalam diri masyarakat khususnya masyarakat Bugis. Paseng tersebut termuat dalam naskah Latoa sebagain termuat dalam Boeginische Chrestomatthie (B.CHr) dan tersimpan dengan cermat pada perpustakaan Universitas Leiden. Pappaseng yang diberikan Kajao Laliddong kepada Arumpone mengupayakan sebuah internalisasi nilai-nilai agama yang kemudian menjadi sebuah landasan moral, etika, spiritual dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Paseng itu termuat dalam naskah Latoa sebanyak 31 alinea yang saling berkesinambungan satu sama lain. Interpretasi dan implementasi moderasi beragama dalam Pasengna Kajao Laliddong yang termuat pada naskah latoa memuat pesan keagamaan yang dapat dijumpai pada beberapa Alinea pada pasengna Kajao Laliddong yang termuat dalam Latoa. Seperti mewujudkan perdamaian, menjunjung tinggi keadaban mulia, menjaga keselamatan jiwa dan sebagainya.