cover
Contact Name
hendra
Contact Email
hendra@urindo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
yeny.sulistyowati@urindo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah RESPATI
ISSN : 14117126     EISSN : 26229471     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Respati (JIR) dengan e-ISSN : 2622-9471 diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Respati Indonesia, Jakarta, Jurnal Ilmiah Respati ini terbit dua kali setiap tahun, yakni pada bulan Juni dan bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
Pengaruh Kombinasi Jarak Tanam dan Perbedaan Diameter Gully Pada Hidroponik Sistem NFT Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kailan (Brassica oleraceae L. var. algoblabra) Utomo, Atthariq; Laksono, Rommy Andhika; Wagiono, Wagiono
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i1.5480

Abstract

Tanaman kailan (Brassica oleraceae L. var alboglabra) merupakan tanaman hortikultura komoditas tanaman sayur yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Permasalahan yang dihadapi praktik budidaya yang kurang maksimal dan keterbatasan lahan akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan. Upaya yang dilakukan adalah urban farming dengan cara melakukan penanaman secara hidroponik sistem Nutrient Film Technique (NFT). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan kombinasi jarak tanam dan diameter gully yang memberikan hasil paling optimal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan (Brassica oleraceae L. var. algoblabra). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 10 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu : (A) 20 cm + Talang Air, (B) 15 cm + 2,0 inci, (C) 15 cm + 2,5 inci, (D) 15 cm + 3,0 inci, (E) 20 cm + 2,0 inci, (F) 20 cm + 2,5 inci, (G) 20 cm + 3,0 inci, (H) 25 cm + 2,0 inci, (I) 25 cm + 2,5 inci, (J) 25 cm + 3,0 inci. Data yang dihasilkan dianalisis menggunakan analisis uji F dan uji lanjut Duncan Multiple Range (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata perlakuan jarak tanam dan diameter gully terhadap hasil tinggi tanaman umur 21 hst, luas daun, panjang akar, bobot segar dengan akar, bobot segar tanpa akar. Perlakuan H (jarak tanam 25 cm + diameter gully 2,0 inci) memberikan hasil tertinggi tinggi tanaman umur 21 hst sebesar 27,720 cm, luas daun sebesar 563,906 cm2, panjang akar sebesar 14,587 cm, bobot bersih dengan akar sebesar 76,267 g, dan bobot bersih tanpa akar sebesar 70,800 g. Kata Kunci : varietas Nita F1, hidroponik NFT, jarak tanam, diameter gully
Kompatibilitas Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana dengan Penambahan Minyak Nabati pada Media Tumbuh Alternatif Jagung Kulsum, Siti Yasmin Fauzia; Afifah, Lutfi; Sugiarto, Sugiarto
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i1.4727

Abstract

Cendawan entomopatogen Beauveria bassiana sebagai pengendalian biologis dapat dijadikan alternatif pengendalian Nilaparvata lugens. Perbanyakan B. bassiana membutuhkan nutrisi yang sesuai untuk pertumbuhan. Media alternatif jagung dengan penambahan minyak nabati, seperti minyak kacang tanah dan minyak biji jarak memiliki nutrisi tambahan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan cendawan entomopatogen. Penelitian ini bertujuan mendapatkan media tumbuh jagung dengan penambahan minyak nabati yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan cendawan entomopatogen B. bassiana. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktor Tunggal terdiri dari 7 perlakuan dalam 4 ulangan: K (Kontrol Jagung); K1 (Jagung + Minyak Kacang Tanah 2 ml/25 g); K2 (Jagung + Minyak Kacang Tanah 5 ml/25 g); K3 (Jagung + Minyak Kacang Tanah 10 ml/25 g); J1 (Jagung + Minyak Biji Jarak 2 ml/25 g); J1 (Jagung + Minyak Biji Jarak 5 ml/25 g); J3 (Jagung + Minyak Biji Jarak 10 ml/25 g). Data penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan apabila uji F taraf 5% signifikan maka dilakukan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media jagung yang ditambahkan minyak kacang tanah memberikan pengaruh nyata terhadap diameter koloni tertinggi yaitu 7,94 cm pada media jagung 25 g + minyak kacang tanah 5 ml. penambahan minyak kacang tanah dengan media alternatif jagung kompatibel untuk pertumbuhan B. bassiana. Kata kunci: Beauveria bassiana, media tumbuh, minyak nabati, diameter koloni
Pengaruh Jenis Media Tanam Organik terhadap Produksi dan Kandungan Klorofil Microgreen Nurjasmi, Reni; Banu, Luluk Syahr; Bees, Desti Maulana
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i2.6328

Abstract

Microgreen merupakan sayuran mini dengan umur panen yang sangat singkat yaitu sekitar 10 sampai 14 hari namun mengandung 4 sampai 6 kali lipat vitamin dan fitokimia dibandingkan dengan yang ditemukan pada daun dewasa dari jenis tanaman yang sama. Microgreen bersifat organik sehingga tidak perlu diberi pupuk kimia. Media tanam yang dapat digunakan adalah media organik antara lain tanah, arang sekam, dan cocopeat. Microgreen tidak membutuhkan pupuk. Bahan makanan diperoleh dari cadangan makanan yang terdapat di dalam biji. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Respati Indonesia pada Agustus 2024 sampai dengan Februari 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor yaitu jenis media tanam organik terdiri atas 3 perlakuan (cocopeat, arang sekam, dan campuran cocopeat dan arang sekam). Setiap perlakuan diulang sebanyak 6 ulangan dan diujikan pada benih pakcoy, caisim, dan selada. Parameter penelitian meliputi berat basah, kandungan klorofil, antosianin, dan karoten. Hasil penelitian menunjukkan jenis media tanam organik berpengaruh sangat nyata terhadap berat basah microgreen caisim yaitu media tanam cocopeat (31,07 gram) dan kandungan antosianin microgreen pakcoy yaitu kombinasi cocopeat dan arang sekam (0,04 mg/100 g) serta berpengaruh nyata terhadap kandungan klorofil a microgreen selada yaitu kombinasi cocopeat dan arang sekam arang (0,34 mg/g) dan kandungan karoten microgreen pakcoy dan selada yaitu masing-masing media arang sekam (0,14 mg/g) dan kombinasi cocopeat dan arang sekam (0,11 mg/g). Kata Kunci:  Jarum Tiram Putih, Serbuk Gergaji, Jerami Padi, Urban Farming 
Persepsi Peternak Terhadap Kinerja Penyuluh di Desa Atmen Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara Sekab, Januario Resky Alexandro; Simamora, Ture; Matoneng, Ody Wolfrit; Sahala, Josua
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i2.5935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik peternak di Desa Atmen, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara dan menganalisis persepsi peternak terhadap kinerja penyuluh di desa tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus hingga September 2024 di tiga kelompok tani di Desa Atmen. Populasi penelitian mencakup seluruh anggota kelompok tani yang masih aktif, sementara sampel penelitian terdiri dari 60 responden yang dipilih menggunakan metode sensus. Jenis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan persentase. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner berbasis skala Likert, wawancara, observasi, dan pencatatan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik peternak berdasarkan usia didominasi oleh kelompok usia produktif (20-64 tahun), dengan persentase sebesar 88,33%. Dari segi pendidikan, tingkat pendidikan peternak tergolong sangat rendah, karena sebagian besar hanya menempuh pendidikan hingga tingkat sekolah dasar. Mayoritas peternak memiliki tanggungan keluarga sebanyak tiga orang atau kurang. Sementara itu, kepemilikan ternak sebagian besar berkisar tiga ekor atau kurang, dengan persentase sebesar 51,67%. Dari segi pengalaman beternak, mayoritas peternak telah memiliki pengalaman lebih dari 16 tahun. Kinerja penyuluh diukur berdasarkan tiga indikator utama, yaitu responsivitas, responsibilitas, dan kualitas layanan penyuluhan. Hasil penelitian mengungkap bahwa persepsi peternak terhadap materi, metode, dan media penyuluhan sudah sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebanyak 100% dari 60 responden menerima materi tentang pengolahan limbah, sementara 93,33% responden menyatakan puas terhadap metode penyuluhan dan materi yang disampaikan. Kata Kunci: Persepsi Peternak, Kinerja Penyuluh
Persepsi Peternak terhadap Kinerja Penyuluh di Desa Letmafao Kecamatan Insana Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara Dan, Gregoriana; Simamora, Ture; Matoneng, Ody Wolfrit; Sahala, Josua
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i2.5970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik peternak di Desa Letmafo serta menilai persepsi mereka terhadap kinerja penyuluh peternakan. Metode yang digunakan adalah survei dan observasi lapangan, dengan instrumen berupa kuesioner berskala Likert untuk mengukur variabel-variabel yang diteliti. Karakteristik peternak yang dianalisis mencakup usia, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, jumlah kepemilikan ternak, dan pengalaman beternak. Selain itu, aspek penyuluhan yang dikaji meliputi materi, media, dan metode yang digunakan, serta responsivitas, tanggung jawab, dan kualitas layanan penyuluh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peternak berada dalam usia produktif (15–64 tahun), berpendidikan minimal enam tahun, memiliki tanggungan 3–4 orang, kepemilikan ternak 3–4 ekor, dan pengalaman beternak 5–10 tahun. Materi penyuluhan yang paling banyak diterima mencakup manajemen pakan (96,9%), strategi pemasaran (98,5%), dan pengendalian penyakit ternak (95,4%). Sebagian besar peternak menilai bahwa materi penyuluhan sesuai dengan kebutuhan mereka. Tingkat kepuasan terhadap responsivitas penyuluh mencapai 80,7%, tanggung jawab penyuluh 83,1%, dan kualitas layanan 96,9%. Secara umum, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja penyuluh di Desa Letmafo dinilai sangat baik dan berkontribusi positif terhadap pengembangan usaha peternakan rakyat. Kata kunci: persepsi petenak, kinerja penyuluh peternakan
Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Giberelin Terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Kakao (Theobroma Cacao L.) Klon Mcc 02 Sitorus, Yohana Dibita; Azizah, Elia; Rahayu, Yayu Sri
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i2.4650

Abstract

Benih kakao merupakan benih rekalsitran yang sangat peka terhadap suhu dan kelembapan, berdaya simpan rendah, dan peka terhadap lingkungan. Masalah benih kakao dapat diatasi dengan invigorasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial pada faktor pertama yaitu konsentrasi giberelin terdapat 4 taraf yaitu 0 ppm (g0), 10 ppm (g1), 15 ppm (g2), dan 20 ppm (g3) sedangkan faktor kedua yaitu lama perendaman terdapat 3 taraf yaitu lama perendaman selama 2 jam (w1), 4 jam (w2), dan 6 jam (w3). Data yang di dapatkan selanjutnya di analisis ragam, apabila hasilnya berbeda nyata dilanjut dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 1%. Hasil penelian yaitu parameter daya berkecambah dengan uji mandiri bahwa konsentrasi giberelin 15 ppm memberikan hasil tertinggi daya berkecambah sebesar 77,78% dan lama perendaman menunjukkan hasil tidak berbeda nyata. Parameter persentase tumbuh kecambah menunjukkan hasil terbaik yaitu konsentrasi giberelin 10 ppm dengan lama perendaman 4 jam sebesar 69,44%, Parameter indeks vigor menunjukkan hasil terbaik yaitu konsentrasi giberelin 20 ppm dengan lama perendaman 4 jam sebesar 86,11% yang tidak berbeda nyata dengan lama perendaman 6 jam. Parameter kecepatan tumbuh dengan knsentrasi giberelin 20 ppm dan lama perendaman 4 jam sebesar 14,51% Parameter keserempakan tumbuh menunjukkan hasil terbaik yaitu konsentrasi giberelin 15 ppm dengan lama perendaman 4 jam sebesar 80,56%, dan konsentrasi giberelin 20 ppm dengan lama perendaman 4 jam sebesar 77,78% yang tidak berbeda nyata dengan lama perendaman 6 jam. Kata Kunci: Kakao, Viabilitas dan Vigor, Perendaman benih
Pengaruh Dosis Pupuk Organik Cair Urin Kelinci Terhadap Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium Cepa L) M. Sholihah, Siti; Banu, Luluk Syahr; Sihite, Bonar Paulus
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i2.6315

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicumL.) merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan nasional yang fluktuatif harga maupun produksinya. Kandungan senyawa bawang merah sangat beragam, di antaranya lemak, protein, kalsium, fosfor, besi,vitamin B1 dan vitamin C. Kegunaan bawang merah juga untuk bumbu masak. Banyaknya manfaat bawang merah menjadikan pasar bawang merah sangat terbuka luas, baik di dalam maupun luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk 1). mengetahui pengaruh dosis POC Urin kelinci terhadap produksi 2 varietas tanaman bawang merah. 2). mengetahui dosis POC urin kelinci yang menghasilkan produksi dua varietas tanaman bawang merah terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Respati Indonesia Jakarta pada bulan Desember sampai bulan Maret 2025. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial terdiri 2 Faktor dan 5 ulangan. Faktor I : Dosis POC urin kelinci (P), terdiri atas 4 taraf, yaitu P0 = 0 ml/tanaman (kontrol), P1 = 100 ml/tanaman, P2 = 200 ml/tanaman, P3 = 300 ml/tanaman. Faktor II : Varietas Bawang Merah (B), terdiri atas 2 taraf, yaitu B1 = Varietas Bima, B2 = Varietas Tajuk. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, diameter umbi, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi dosis POC urin kelinci dan varietas tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, bobot basah tanaman, dan bobot kering tanaman, sedangkan varietas berpengaruh sangat nyata terhadap diameter umbi. Varietas Tajuk memberikan diameter umbi yang lebih besar dari pada varietas Bima. Kata kunci: POC Urin Kelinci, Varietas, Bima, Tajuk , Produksi, Bawang Merah
Analisis Segmenting, Targeting Dan Positioning Pada Gresik Empire Cafe Ayu, Rizky; mubarokah, Mubarokah; Setiawan, Risqi Firdaus
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i2.4593

Abstract

Bisnis cafe di Gresik saat ini semakin berkembang dengan pesat. Banyak cafe yang bermunculan dengan menjual berbagai jenis minuman kopi dan konsep yang berbeda-beda dengan keunikan tersendiri yang menjadikan persaingan semakin ketat. Melihat banyaknya cafe di Gresik membuat Gresik Empire Cafe harus berusaha maksimal dalam memenangkan persaingan yang ada. Dengan mengetahui segmenting, targeting dan positioning, maka dapat ditentukan bagaimana cara menjangkau dan mempertahankan sebuah cafe di tengah banyaknya pesaing. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis segmenting, targeting dan positioning Gresik Empire Cafe. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa segmenting Gresik Empire Cafe berdasarkan geografis yaitu konsumen berdomisili Gresik. Segmenting demografis meliputi pelajar/mahasiswa, usia 17 – 25 tahun, jenis kelamin perempuan, pendidikan akhir SMA, pendapatan Rp 1.000.000 – Rp 2.500.000. Segmenting psikografis adalah kelas sosial menengah. Segmenting tingkah laku yaitu konsumen mengetahui Gresik Empire Cafe dari media sosial dan biasa mengunjungi Gresik Empire Cafe bersama teman. Targeting Gresik Empire Cafe yaitu anak muda yang suka nongkrong. Positioning Gresik Empire Cafe yaitu memposisikan produknya dengan cara menawarkan fasilitas seperti suasana yang nyaman dan konsep cafe yang unik serta harga yang terjangkau. Kata kunci : segmenting, targeting, positioning
Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan (IB) terhadap Peningkatan Populasi Sapi Potong dan Kesejahteraan Peternak Sapi di Kota Tarakan Suyanto, Hari; Mardhiana, Mardhiana; Rahim, Abdul
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i1.5116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan tingkat keberhasilan teknologi inseminasi buatan (IB), menganalisis tingkat kesejahteraan peternak sapi IB, menganalis hubungan antara tingkat keberhasilan IB terhadap populasi ternak, dan menganalisis hubungan antara tingkat keberhasilan IB terhadap kesejahteraan peternak atau akseptor di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode sensus, dimana respondennya adalah seluruh inseminator yang ada pada setiap pos IB di Kota Tarakan. Ternak yang dijadikan sampel adalah 296 ekor, akseptor IB dari 156 peternak. Adapun tenik pengambilan sampel dilakukan secara Proportionate Stratified Random Sampling. Variabel yang diamati dalam melakukan penelitian ini adalah Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR), Calving Interval (CI), dan kesejahteraan peternak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan teknologi IB di Kota Tarakan ditunjukkan dengan nilai Servis per Conseption < 3, menunjukkan angka konsepsi di daerah penelitian sudah sangat bagus, nilai C/R > 75 %, hal ini menunjukkan bahwa tingkat keterampilan inseminator di lokasi penelitian sangat baik. Nilai CI rata-rata di Kota Tarakan adalah 14 bulan, hal ini mengindikasikan bahwa CI di Kota Tarakan kurang bagus. Kemudian terdapat hubungan antara tingkat keberhasilan inseminasi buatan terhadap peningkatan populasi ternak. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa nilai populasi (Y) di pengaruhi oleh nilai S/C dan C/R pada tingkat keberhasilan Inseminasi Buatan. Kata kunci: Calving Interval (CI), Conception Rate (CR), Inseminasi buatan, kesejahteraan, Service per Conception (S/C)
Analisis Ketahanan Pangan terhadap Tingkat Kerawanan Pangan di Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara Suhaeli, Suhaeli; Ismandari, Titik; Pudjiwati, Eko Hary
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i2.5115

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui rasio indikator tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan, dan mengetahui tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan Penelitian dilakukan di semua kecamatan di kabupaten Bulungan menggunakan metode survey instansional Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa nilai NCPR terbesar pada kecamatan Tanjung Palas Timur sebesar 0,90 %, Kemudian aspek keterjangkauan pangan (Persentase penduduk di bawah garis kemiskinan, Persentase rumah tangga dengan proporsi pengeluaran untuk pangan lebih dari 65 % terhadap total pengeluaran, dan Persentase rumah tangga tanpa akses listrik) nilai terbesar yaitu sebesar 0,487 % pada kecamatan Peso Hilir, dan bobot indicator keterjangkauan pangan terendah pada kecamatan Bunyu sebesar 0,025 % Sedangkan rata-rata lama sekolah perempuan di atas 15 tahun, Persentase rumah tangga tanpa akses ke air bersih, Rasio jumlah penduduk per tenaga kesehatan terhadap tingkat kepadatan penduduk, Persentase balita dengan tinggi badan di bawah standar (stunting), dan Angka harapan hidup pada saat lahir) bobot terbesar yaitu 2, 141 % pada kecamatan Tanjung Palas Barat Tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Bulungan tahun 2023 berada pada kategori yang beragam yaitu kategori tahan pangan(4 kecamatan: Tanjung Palas, Tanjung Palas Tengah, Tanjung Palas Utara, dan Bunyu), cukup tahan pangan (4 kecamatan: Peso, Tanjung Palas Barat, Tanjung Selor dan Sekatak), dan 2 kecamatan agak rawan (Peso Hilir dan Tanjung palas Timur) Kata kunci: angka kemiskinan, indikator ketahanan pangan, ketahanan pangan, stunting