cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281321079005
Journal Mail Official
juriskes@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Pajajaran 56 Cicendo Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
ISSN : 25798103     EISSN : 19798253     DOI : 10.34011
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Tehnik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 541 Documents
EFEKTIVITAS PERMAINAN MONOPOLI KESEHATAN GIGI SEBAGAI MEDIA EDUKASI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI Dianaturrohmah, Dianaturrohmah; Nurnaningsih, Hera; Fatimah, Siti; Mulyanti, Sri
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2709

Abstract

Memelihara kesehatan gigi dan mulut sedini mungkin menjadi strategi awal yang baik untuk mengurangi masalah Kesehatan, melalui kegiatan tersebut, mereka akan mendapatkan pengalaman langsung yang secara signifikan meningkatkan efektivitas belajar mereka. Penggunaan media yang menyenangkan serta mudah dipahami dalam pendidikan kesehatan gigi dan mulut tentunya memiliki peranan yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan menggunakan media permainan monopoli dan untuk menilai efektivitas permainan monopoli kesehatan gigi sebagai alat edukasi dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada siswa Kabupaten Bandung Selatan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pre-post test dengan waktu penelitian yaitu dari pukul 8 pagi sampai 12 siang, dengan menggunakan instrument penelitian berbentuk kuesioner. Sampel penelitian terdiri dari 43 siswa dari kelas V dan VI yang dipilih dengan menggunakan total sampling. Sebelum intervensi, tingkat pengetahuan siswa diukur sebesar 93%. Setelah sesi penyuluhan yang menggunakan permainan monopoli sebagai media pembelajaran, tingkat pengetahuan mereka meningkat menjadi 100%. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan (p= 0,000), menunjukkan bahwa penggunaan permainan monopoli kesehatan gigi dan mulut memberikan dampak positif terhadap pengetahuan siswa mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.
EFEKTIVITAS MEDIA FITER PASIR AKTIF DALAM MENURUNKAN KADAR MANGAN PADA AIR BERSIH di PT X Iqbal, Muhamad; Mulyati, Sri Slamet
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2713

Abstract

Clean water pollution at PT X is caused by manganese levels that exceed the safe limit, reaching 2.01 mg/L, which has the potential to endanger the health of employees. This research aimed to evaluate the effectiveness of active sand filter media thickness in reducing manganese levels in clean water at PT X. This research was an experiment with a post-test with a control group design. This type of experiment involves testing certain treatments, with three variations in the thickness of the active sand filter media (60cm,80cm, and 100cm), as well as six repetitions for each treatment. Active sand is prepared by washing, drying, and heating at a temperature of 700-750°C for 2 hours. After use, the sand media is cleaned via backwash to maintain optimal performance during testing. The examination results using the spectrophotometer method showed that a thickness of 100cm was the most effective, reducing manganese levels by up to 97.67%, followed by a thickness of 80cm by 86.19%, and thickness of 60cm with a reduction of 47.97%. The ANOVA test indicated a significant difference in the reduction of manganese levels between the control and treatment groups, with a thickness of 100 cm giving significant results (F=22.054, p=0.003) and a thickness of 60 cm showing the highest F-value (F=481.201). The filter media thickness plays an important role in the effectiveness of manganese reduction, with a thickness of 100 cm proving optimal. It is recommended to use a thickness of 100 cm to ensure clean water quality at PT X.
GIVING OF NIGELLA SATIVA OIL INCREASES BREAST MILK PRODUCTION IN MOTHERS POST CAESAREA SECTIO Aliza, Novalia Nur; Kundarti, Finta Isti; Indriani, Ririn; Rahmawati, Rahajeng Siti Nur
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2716

Abstract

Sectio caesarea merupakan metode persalinan melalui pembedahan dinding abdomen. Salah satu efek samping dari luka sectio caesarea adalah nyeri persisten. Nyeri yang dirasakan oleh ibu akan membuat ibu merasa tidak nyaman sehingga akan mempengaruhi produksi ASI. Produksi Asi yang tidak lancar dapat ditingkatkan dengan konsumsi nigella sativa. Nigella sativa mengandung galaktagog dan polifenol yang merangsang hipotalamus menghasilkan hormon prolaktin, mengaktifkan alveoli dan menurunkan beberapa refleks sehingga produksi ASI lancar. Kandungan ekstrak jinten hitam baik dalam bentuk minyak maupun kapsul, selain untuk memperlancar ASI juga dapat digunakan sebagai kekebalan tubuh dan anti infeksi. Desain penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen dengan pretest posttest control group design. Sampel yang digunakan 32 responden kelompok intervensi di Rumah Sakit Kabupaten Kediri dan 32 responden kelompok kontrol di Rumah Sakit Aura Syifa. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dan uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon signed rank test dan Mann-Whitney test. Pada kelompok intervensi terjadi peningkatan produksi ASI sebesar 68,12  dari 14,38 ml menjadi 82,50 ml. Sedangkan pada kelompok  kontrol peningkatan produksi ASI lebih kecil hanya sebesar 50,63 ml dari 14,06 ml menjadi 64,69 ml. Nilai rata-rata rank dari kelompok intervensi  sebesar 48,06 dan pada kelompok kontrol sebesar 16,94, hal ini menunjukkan jika produksi ASI pada kelompok intervensi lebih unggul dibandingkan dengan kelompok kontrol. Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh pemberian nigella sativa oil terhadap produksi ASI pada ibu post sectio caesarea.
EFEKTIVITAS “BREAST MILK COOKIES®” TERHADAP PENINGKATAN VOLUME ASI IBU POSTPARTUM Ryandini, Gessyla; Wijayanegara, Hidayat; Lestari, Meti Widya; Herawati, Yanti; Sastramihardja, Herri S; Garna, Herry
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2723

Abstract

Berbeda dengan masa kehamilan, ibu menyusui memerlukan lebih banyak energi dan gizi. Pemberian makanan pendamping ASI, mampu meningkatkan produksi ASI. Penelitian bertujuan menganalisis efektivitas “Breast Milk Cookies” untuk meningkatkan volume ASI ibu postpartum. Penelitian ini merupakan kuasi-eksperimen dengan pendekatan desain pretest-posttest dua kelompok, melibatkan 114 ibu pasca melahirkan, terdiri dari 57 ibu dalam kelompok intervensi dan 57 ibu dalam kelompok kontrol. Penelitian dilaksanakan di RSIA Puri Adhya Paramita pada 19 Februari–19 April 2024. Pengambilan sampel menggunakan nonprobability accidental sampling. Analisis unvariat menggunakan statistik deskriptif. Analisis  bivariat menggunakan uji Mann-Whitney, uji independent samples, uji Wilcoxon, dan uji efektivitas menggunakan Gain score. Hasil uji Mann-Whitney U pada saat pretest menunjukkan nilai p=0,167 (>0,05), yang berarti tidak ada perbedaan volume ASI pada tahap pretest. Uji independent samples saat posttest menunjukkan nilai p=0,000 (<0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan volume ASI pada tahap posttest. Uji Wilcoxon pada kelompok “Breast Milk Cookies” saat pretest menghasilkan nilai p=0,000 (<0,05), menandakan bahwa “Breast Milk Cookies” efektif meningkatkan volume ASI ibu postpartum. Uji Wilcoxon pada kelompok cookies yang tersedia di pasaran saat pretest juga menghasilkan nilai p=0,000 (<0,05), menunjukkan bahwa cookies yang tersedia di pasaran juga efektif dalam meningkatkan volume ASI ibu postpartum. Hasil uji efektivitas kelompok “Breast Milk Cookies” diperoleh Gain score sebesar 86,49%, sedangkan kelompok cookies yang tersedia di pasaran diperoleh Gain score sebesar 80,89%, yang berarti keduanya termasuk kategori efektif. Simpulan, pemberian “Breast Milk Cookies” meningkatkan volume ASI ibu postpartum lebih banyak dibanding dengan pemberian cookies yang tersedia di pasaran di RSIA Puri Adhya Paramita Lampung Tengah tahun 2024.
PROTOKOL PERESEPAN LATIHAN FISIK UNTUK PEMULIHAN KEKUATAN OTOT PASIEN GUILLAIN-BARRE SYNDROME: TELAAH LITERATUR Permana, Gilang Pradipta; Laily, Inarota
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2725

Abstract

Pasien Guillain-Barre Syndrome (GBS) fase pemulihan sering mengalami kelemahan otot yang berkepanjangan, yang dapat menurunkan kualitas hidup. Latihan fisik membantu meningkatkan kekuatan otot, tetapi belum ada rekomendasi protokol untuk latihan fisik pada pasien GBS. Studi ini membahas frekuensi, intensitas, jenis, dan durasi latihan fisik untuk meningkatkan kekuatan otot pasien GBS. Penelusuran sistematis dilakukan pada Pubmed, Cochrane, Embase serta hand-searching di Google Scholar menggunakan kata kunci “GBS”, “latihan fisik”, dan “kekuatan otot”. Kriteria inklusi adalah terbit tahun 2013-2023, full-text berbahasa Indonesia atau Inggris, subjek pasien GBS yang diintervensi latihan fisik, luaran kekuatan otot dengan desain: controlled trial, case control, case series, dan laporan kasus. Dari pencarian sistematis,  terpilih 1 studi dari 18 studi, sedangkan dari metode hand-searching didapatkan 6 artikel, sehingga total 7 studi terpilih. Latihan berjenis kekuatan otot dapat meningkatkan kekuatan otot pasien GBS dan perlu ditunjang oleh latihan kardiorespirasi, latihan berjalan, dan latihan keseimbangan untuk mendukung pemulihan pasien GBS. Frekuensi latihan berkisar antara 2-5 kali per minggu, sementara intensitas latihan bervariasi yang disesuaikan dengan kemampuan pasien. Durasi latihan 20-60 menit, dengan lama intervensi 6 minggu-1 tahun. Hasil didapatkan dari studi-studi terbaru. Namun, kurangnya kelompok kontrol serta ukuran sampel yang relatif kecil (4-30 subjek) menjadi keterbatasan. Terdapat faktor perancu kekuatan otot yang meningkat akibat reinervasi alami. Pasien GBS sebaiknya melakukan jenis latihan kekuatan otot, kardiorespirasi, dan latihan fungsional, dengan frekuensi 2-5 kali per minggu, intensitas ringan-sedang yang dinaikkan secara bertahap, 20-60 menit per sesi dengan lama intervensi 6-12 minggu.
PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI PADA PASIEN APPENDIKTOMI DENGAN MASALAH GANGGUAN NYERI POST OPERASI Rahmadhani, Dessy Noor; Purwanti, Okti Sri; Anayanti, Ika Diyah
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2745

Abstract

Apendisitis merupakan peradangan pada usus buntu atau umbai cacing, pada umumnya infeksi ini dapat menyebabkan peradangan akut maka dari itu membutuhkan tindakan bedah apendiktomi untuk mencegah komplikasi. Nyeri menyebabkan pelepasan hormon stres dan menghambat proses penyembuhan sehingga perlu dilakukan penanganan nyeri pada post appendiktomi secara farmakologis dan nonfarmakologis, salah satu terapi nonfarmakologis yang bisa digunakan untuk mengatasi nyeri ialah relaksasi genggam jari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efektifvitas penerapan relaksasi genggam jari dalam meredakan nyeri pada pasien post appendiktomi. Studi kasus ini menggunakan satu subjek dengan kriteria inklusi pasien post appendiktomi yang mengalami nyeri dan kriteria ekslusi pasien post appendiktomi yang mengalami komplikasi yang diberikan intervensi dari evidance based nursing teknik relaksasi genggam jari selama 15 menit masing-masing jari selama 3 menit yang diberikan pada pasien post appendictomy dengan nyeri ringan hingga sedang yang diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0-10. Hasil menunjukkan setelah dilakukan intervensi selama 3 hari diperoleh hasil keadaan pasien membaik dan nyeri berada di skala 3 dengan skala sebelumnya yaitu 5. Relaksasi genggam jari dilakukan selama 15 menit, satu per satu jari digenggam selama 3 menit serta dilakukan selama 3 hari berturut turut dan skala nyeri nya pasien berkurang pada hari ketiga.
BED PORTABLE MASSAGE OKSITOSIN TERHADAP KELANCARAN DAN PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM Metaliasari, Metaliasari; Septiani, Leri; Sastramihardja, Herri S; Sutisna, Ma’mun; Sugih, Siti; Rowawi, Roni
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2756

Abstract

Pemberian ASI masih menjadi tantangan global, dengan hanya 31 dari 194 negara yang berhasil mencapai target pemberian ASI eksklusif sebesar 50%. Salah satu cara untuk meningkatkan kelancaran dan produksi ASI adalah dengan merangsang hormon prolaktin dan oksitosin melalui perawatan payudara, pemijatan, serta pijat oksitosin. Pijat oksitosin dikenal sebagai metode efektif untuk mengatasi kesulitan menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bed portable massage oksitosin terhadap kelancaran dan produksi ASI pada ibu postpartum. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah ibu postpartum yang melahirkan pada periode 1 Juli – 30 Juli 2024, dengan total 72 orang. Sampel sebanyak 60 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling, yang kemudian dibagi menjadi dua kelompok (intervensi dan kontrol). Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung terhadap ibu postpartum dari hari ke-1 hingga hari ke-7, dan analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Bed Portable Massage Oksitosin meningkatkan frekuensi menyusui (>8–12 kali per hari) dengan nilai p = 0,012 (<0,05), yang menunjukkan perbedaan signifikan. Selain itu, setelah penggunaan bed portable massage oksitosin, hampir seluruh responden (28 dari 30 orang) mengalami produksi ASI penuh, dengan nilai p= 0,001 (<0,05), yang mengindikasikan efek signifikan terhadap kelancaran ASI. Terdapat pengaruh signifikan penggunaan Bed Portable Massage Oksitosin terhadap kelancaran dan produksi ASI pada ibu postpartum.
PENILAIAN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN METODE HIRARC PADA PEKERJAAN DI PENGGILINGAN PADI Mayadilanuari, Aerrosa Murenda; Nurvita, Silvia; Kurniawan, Dhieo
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2760

Abstract

Industri penggilingan padi merupakan komponen penting dalam perekonomian nasional dan penyerapan tenaga kerja. Namun, berdasarkan data Kemnaker RI pada tahun 2023, jumlah kasus kecelakaan kerja di Indonesia tercatat sebanyak 370.747 kasus. Hal ini menggambarkan bahwa pekerjaan industri menghadapi berbagai risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sehingga perlu adanya identifikasi bahaya dan penilaian risiko. Penggilingan padi UD. X di Kota Semarang merupakan industri informal dengan jumlah total pekerja sebanyak 16 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko K3 menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). Penelitian ini dilakukan di industri penggilingan padi UD. X di Kota Semarang pada bulan April hingga Mei 2024. Jenis penelitian deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan jumlah responden sebanyak 6 orang yang ditentukan secara purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari lembar wawancara, lembar observasi, dan lembar HIRARC. Teknik wawancara yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan triangulasi sumber. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 21 potensi bahaya dengan risiko tertinggi ditemukan pada proses penggilingan padi tahap 1 pemecah gabah dan tahap pemutih beras 2, serta proses pengemasan beras. Hasil pengendalian risiko potensi bahaya di UD. X belum optimal dan perlu adanya perbaikan segera. Rekomendasi terkait perbaikan lingkungan kerja, pelatihan pekerja secara berkala, dan penerapan standard operational procedure (SOP) yang ketat diperlukan untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja
LITERATURE REVIEW: MOLECULAR MECHANISMS OF ACUPUNCTURE IN MALE INFERTILITY TREATMENT Dwiputri, Rinesia; Darmawi, Darmawi; Afdal, Afdal
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2781

Abstract

Infertilitas adalah suatu kondisi ketidakmampuan pasangan untuk hamil setelah melakukan hubungan seksual selama satu tahun atau lebih tanpa menggunakan kontrasepsi. Pada infertilitas, faktor pria berperan sekitar 30-50%.  Banyak faktor yang mempengaruhi infertilitas pada pria, salah satunya adalah parameter pria yang tidak normal. Terapi untuk mengatasi infertilitas pria dapat berupa farmakologi dan non farmakologi, salah satu terapi non farmakologi adalah akupunktur. Tujuan dari tinjauan pustaka ini adalah untuk mengetahui mekanisme molekuler akupunktur dalam pengobatan infertilitas pria. Jenis penelitian ini adalah tinjauan literatur dengan analisis sistematis. Sumber data penelitian ini berasal dari Google Scholar dengan menggunakan kata pencarian di internet, yaitu molekuler, infertilitas dan akupunktur. Diperoleh 7 artikel yang diterbitkan antara tahun 2005 sampai 2023 dan yang kemudian dianalisis tujuan, kesesuaian topik, dan variabel yang digunakan.  Kriteria inklusi yang digunakan adalah jurnal yang bertemakan infertilitas pria dan akupunktur serta jurnal berbahasa Inggris. Sedangkan kriteria eksklusi adalah jurnal yang tidak ada pembahasan mengenai mekanisme molekuler dan jurnal yang tidak lengkap. Pada infertilitas pria, akupunktur dapat memperbaiki disfungsi seksual pria, analisis air mani yang abnormal, infertilitas imunologi, peradangan genital, varikokel, dan infertilitas pria idiopatik. Mekanisme akupunktur adalah meningkatkan sirkulasi darah pada testis dan epididimis, mengurangi kadar ROS air mani, mengurangi peradangan, memodulasi sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan motilitas sperma dan parameter air mani.
PENGEMBANGAN VIRTUAL BACKGROUND DENGAN VIDEO MAPPING PROJECTION SEBAGAI INOVASI LAYANAN LABORATORIUM Rizqi, M Aris; Khairani, Hilda
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2782

Abstract

Penggunaan teknologi dalam konteks pendidikan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi yang pesat. Dengan menyajikan materi pembelajaran dalam format visual yang menarik dan interaktif, teknologi ini mampu memikat perhatian peserta didik dan membuat mereka lebih aktif dalam proses belajar. Tujuan penelitian adalah Pengembangan virtual background dengan teknik video mapping sebagai inovasi dalam pelayanan laboratorium. Penelitian ini menggunakan metode penenelitian R & D dengan desain sequential exploratory. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2024 di Laboratorium Jurusan Promosi Kesehatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung. Informan penelitian kualitatif dilakukan terhadap 1 ahli video mapping  dan sampel penelitian kuantitatif dilakukan kepada 30 orang. Instrumen penelitian dilakukan validitas dan reabilitas kepada 15 responden. Pengumpulan data penelitian kualitatif dengan cara wawancara mendalam kepada ahli video mapping. Uji kelayakan penelitian kuantitatif dilakukan kepada 30 pengguna dengan menggunakan kuesioner. Hasil peneltian kualitatif didapatkan 5 tema yaitu jenis proyektor, jenis lensa, ruangan, lumens, software. Uji pengguna penelitian kualitatif didapatkan hasil 76,44 % yang artinya media video mapping layak digunakan. Penelitian selanjutnya diperlukan penelitian serupa untuk mendapatkan teknologi yang lebih baik dengan menggunakan LED monitor.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung (In Progress) Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes DepKes Bandung Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 4 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 3 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 4 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 1 (2012): JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Riset Kesehatan Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Riset Kesehatan More Issue