cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Pemetaan Publikasi Literasi Media di Scopus Tahun 2019-2023 Khairunnisa, Farah Nabila; Rizal, Edwin; Winoto, Yunus
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.31935

Abstract

The urgency of media education skills in the modern era has made media literacy research increasingly diverse. However, this diversity needs to be matched with adequate information regarding publication mapping. Therefore, this research aims to analyze trends in media literacy research to identify the direction of trends and future research opportunities using bibliometric analysis and a quantitative approach. The population includes 1,786 scientific publications on media literacy from 2019 to 2023 after filtering based on document type and keywords, resulting in a sample of 1,046 articles. The research findings indicate a positive trend, with an increase in publication frequency each year from 2019 to 2023. Through VOSViewer analysis, 51 keywords appeared in at least ten documents, then grouped into seven clusters. In general, media literacy research each year focuses on discussing misinformation and disinformation issues. In addition, the analysis also revealed the presence of rarely discussed keywords, such as "Body Image," "Privacy," "Adolescents," "Children," and "Teacher Training," indicating that there are still many potential research topics that can be further explored in the future. Urgensi keterampilan pendidikan media di era modern membuat penelitian literasi media semakin beragam. Namun, keberagaman ini belum diimbangi dengan informasi yang memadai terkait pengetahuan pemetaan publikasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren riset literasi media, guna mengidentifikasi arah tren dan peluang penelitian di masa depan. Menggunakan metode analisis bibliometrik dan pendekatan kuantitatif, teknik analisis data yang digunakan adalah teknik co-word melalui aplikasi VOSviewer dan sumber data pada penelitian ini berbasiskan data pada laman Scopus. Populasi data yang diperoleh dari sumber mencakup 1.786 publikasi ilmiah mengenai literasi media yang rentang waktunya telah dibatasi dari tahun 2019 hingga 202. Setelah mendapat populasi, kemudian dilakukan proses filtrasi data berdasarkan jenis dokumen serta kata kunci hingga dihasilkan sampel sebanyak 1.046 artikel. Hasil penelitian menunjukkan tren yang bergerak positif, dengan peningkatan frekuensi publikasi setiap tahunnya dari 2019 hingga 2023. Melalui analisis VOSViewer, ditemukan 51 kata kunci yang muncul dalam kriteria ambang batas sepuluh dokumen, lalu kemudian 51 kata kunci tersebut dikelompokkan ke dalam tujuh klaster. Secara garis besar penelitian literasi media setiap tahunnya berpusat pada pembahasan isu misinformasi dan disinformasi. Selain itu, analisis juga mengungkapkan adanya kata kunci yang jarang dibahas, seperti "Body Image," "Privacy," "Adolescents," "Children," dan "Teacher Training," yang menunjukkan bahwa masih terdapat banyak potensi topik penelitian baru yang dapat dieksplorasi lebih lanjut di masa depan.
Back Matters Vol. 8 No. 2 Irena, Lydia
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.32111

Abstract

Back Matters Vol. 8 No. 2
Cover Vol. 8 No. 2 Irena, Lydia
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.32112

Abstract

Cover Vol. 8 No. 2
Front Matters Vol 8 No 2 Irena, Lydia
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.32245

Abstract

Front Matters Vol 8 No 2
Representasi Feminisme dalam Serial Drama Lokal Induk Gajah (Analisis Wacana Kritis Model Sara Mills) Sthevani, Kezia; Azeharie, Suzy
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.27745

Abstract

Amazon Prime Video is a streaming service that provides local and international movies. On March 23, 2023, Amazon Prime Video officially released a local drama series entitled "Induk Gajah." The drama tells the story of an only daughter who is often pressured and forced by her mother to have a partner by the age of 30. Her mother considers her daughter's large body to be one of the reasons why her daughter does not have a partner, so the mother makes an arranged marriage without her daughter's consent. This research was conducted to find out how the representation of feminism is shown in the Induk Gajah drama series. By using a qualitative approach, this study uses the critical discourse analysis method of Sara Mills's model to find out the position of the subject, the position of the object, and the position of the audience of each scene analyzed in the study through the actions or discourse in the scene. The results show that the representation is shown in several scenes, such as the courage of girls to express opinions to parents, the courage to reprimand men, the image of women who have the same intelligence as men and are responsible for work, and helpers for men. Amazon Prime Video merupakan salah satu layanan streaming yang menyediakan film lokal dan internasional. Pada 23 Maret 2023 Amazon Prime Video secara resmi merilis serial drama lokal yang berjudul “Induk Gajah”. Drama ini menceritakan seorang anak perempuan tunggal yang kerap mendapatkan tekanan dan paksaan oleh sang ibu untuk memiliki pasangan di umur 30 tahun. Ibunya menganggap badan besar yang dimiliki oleh anaknya menjadi salah satu penyebab anaknya tidak memiliki pasangan, maka itu sang ibu membuat perjodohan tanpa persetujuan dari anak perempuannya. Penelitian ini dibuat dengan tujuan mengetahui bagaimana representasi feminisme ditunjukkan dalam serial drama Induk Gajah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis model Sara Mills untuk mengetahui posisi subjek, posisi objek dan posisi penonton dari setiap adegan yang dianalisis dalam penelitian melalui tindakkan ataupun wacana dalam adegan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa representasi ditunjukkan dalam beberapa adegan seperti: keberanian anak perempuan menyampaikan pendapat kepada orang tuanya, keberanian menegur laki-laki, gambaran perempuan memiliki intelektualitas yang sama dengan laki-laki dan bisa bertanggung jawab dengan pekerjaan, dan penolong bagi laki-laki.
Komunikasi Interpersonal: Memotivasi Kinerja Pemain pada Tim Alter Ego Esports Agatha, Angelia; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.27778

Abstract

This study aims to explain the interpersonal communication patterns between coaches and athletes in the Alter Ego esports team in the context of athlete performance motivation. This research uses a qualitative approach with a case study method. The data collection techniques applied were in-depth interviews, non-participant observation, and documentation. The analysis technique used was proposed by Neuman (2014) and consists of three stages, namely Conceptualisation, Coding Qualitative Data, and Outcroppings. The results showed that there was communication between instructors and members, starting from the introduction stage of each character or person. As a result, communication between personal coaches and esports players can motivate players in the team to continue to be enthusiastic. Important elements include communication through specialised groups on messaging platforms and regular meetings. The findings also show that coaches act as leaders who can understand the psychological and emotional aspects of players. Openness in interpersonal communication creates space for players to share their feelings and needs, which in turn, can build trusting relationships. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pola komunikasi interpersonal antara pelatih dan atlet dalam tim esports Alter Ego dalam konteks motivasi kinerja atlet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang diterapkan yaitu wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dikemukakan oleh Neuman (2014), terdiri dari tiga tahap yaitu Conceptualization, Coding Qualitative Data, dan Outcroppings. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjalin komunikasi antara instruktur dengan anggota, diawali dari tahap pengenalan dari karakter atau pribadi masing-masing. Hasilnya, komunikasi antar pribadi pelatih dan pemain esports bisa memotivasi pemain dalam tim untuk terus bersemangat. Elemen penting yaitu komunikasi melalui grup khusus di platform pesan dan pertemuan rutin. Hasil temuan juga menunjukkan bahwa pelatih berperan sebagai pemimpin yang dapat memahami aspek psikologis dan emosional pemain. Adanya keterbukaan dalam komunikasi interpersonal menciptakan ruang bagi pemain untuk berbagi perasaan dan kebutuhan, yang pada gilirannya, dapat membentuk hubungan saling percaya.
Personal Branding Dancer Laki-laki di Media Sosial TikTok Teodorus, Reynald Adril; Aulia, Sisca
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.27783

Abstract

A dancer, regardless of gender, must do personal branding on social media. This research wants to know the strategies male dancers use in building personal branding and the impact of personal branding on male dancers' career opportunities. The method used in this research is descriptive qualitative. The data collection methods are interviews, observation, literature study, and documentation. The results show the strategies used by male dancers in this study when building personal branding, namely being consistent and committed to maintaining quality, collaborating with brands, and uploading content on accounts regularly. Personal branding built through social media can open career opportunities such as dancer content creators. Seorang penari atau dancer, terlepas dari gender, perlu melakukan personal branding di media sosial. Penelitian ini ingin mengetahui strategi yang digunakan dancer laki-laki dalam membangun personal branding dan mengetahui dampak personal branding terhadap peluang karir dancer laki-laki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, studi kepustakaan dan dokumentasi. Hasil menunjukkan strategi yang digunakan dancer laki-laki pada penelitian ini saat membangun personal branding yakni konsisten dan berkomitmen menjaga kualitas, berkomitmen terhadap brand yang bekerjasama, mengunggah konten pada akun secara berkala. Personal branding yang dibangun melalui media sosial bahkan mampu membuka peluang karir seperti dancer content creator. 
Bergelut di Dunia Fanwar: Komunikasi Kelompok Penggemar K-Pop EXO-L dan ARMY di Twitter Jesica, Kezia; Utami, Lusia Savitri Setyo
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.27816

Abstract

This research delves into the fanwar phenomenon involving two K-Pop fan groups, namely EXO-L and ARMY, adopting a qualitative approach. The research focuses on the complex dynamics of group communication on social media, particularly on platforms like Twitter. The fanwar phenomenon emerges because of intense interaction between these two fan groups, involving differences of opinion, competition, and provocation. A qualitative approach is chosen to deeply understand group interactions, with interviews as the primary method of data collection. The analysis of group communication and the impact of social media on fan group dynamics are key concepts in this research. The research findings indicate that Twitter serves as a central space for group interactions, creating dynamics that encompass both positive and negative aspects. Fanwar becomes a primary focus in the research results, highlighting differences in opinions and competition. Conflict management strategies, including conflict avoidance policies, emerge as crucial approaches in responding to fanwar. Moreover, the presence of the fanwar phenomenon in this research explains the cohesion of the group and the potential for division. By delving into the fanwar phenomenon, this research provides insights into the complexity of interactions among K-Pop fan groups in the era of social media. This phenomenon not only reflects the internal dynamics of fan groups but also underscores the significant role of social media in shaping group interactions and perceptions in the contemporary era. Penelitian ini membahas secara mendalam fenomena fanwar yang melibatkan dua kelompok penggemar K-Pop, yaitu EXO-L dan ARMY, dengan mengadopsi pendekatan kualitatif. Fokus penelitian tertuju pada dinamika kompleks komunikasi kelompok dalam media sosial, terutama di Twitter. Fenomena fanwar muncul sebagai hasil dari interaksi intensif antara kedua kelompok penggemar yang melibatkan perbedaan pendapat, persaingan, dan provokasi. Pendekatan kualitatif dipilih untuk memahami secara mendalam interaksi kelompok, dengan wawancara sebagai metode utama pengumpulan data. Analisis komunikasi kelompok dan dampak media sosial pada dinamika kelompok penggemar menjadi konsep utama dalam penelitian ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Twitter menjadi wadah sentral bagi interaksi kelompok, menciptakan dinamika yang mencakup aspek positif dan negatif. Fanwar menjadi fokus utama dalam hasil penelitian, menyoroti perbedaan pendapat dan persaingan antarkelompok. Strategi manajemen konflik, menjadi salah satu kebijakan menghindari konflik yang penting sebagai pendekatan dalam merespon fanwar. Selain itu, adanya fenomena fanwar dalam penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat kohesivitas kelompok dan potensi perpecahan. Dengan mendalami fenomena fanwar, penelitian ini memberikan pemahaman tentang kompleksitas interaksi kelompok penggemar K-Pop dalam era media sosial. Fenomena ini tidak hanya mencerminkan dinamika internal kelompok penggemar, tetapi juga mencerminkan peran penting media sosial dalam membentuk interaksi dan persepsi kelompok di era kontemporer. 
Komunikasi Keluarga dalam Mencegah Pergaulan Bebas Weenas, Joshua; Loisa, Riris
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.27817

Abstract

Promiscuity is a behaviour that deviates from or violates the norms in society. Promiscuity in adolescents has an impact on the emergence of HIV AIDS and unwanted pregnancies. Healthy and constructive family communication can help prevent teenagers from falling into promiscuity. This research wants to know how family communication can prevent promiscuity in teenagers. Researchers used the concepts of interpersonal communication and persuasive communication. This research was conducted using a qualitative approach, interviews with three families that have teenage children. As a result, it appears that to prevent promiscuity, interpersonal communication has an important role. Intimate communication between parents and teenagers makes children more open so that they can pass the persuasive communication stage. Here, parents invite or persuade children by giving advice so that children avoid promiscuity. It can also be seen that healthy communication within the family is important for the prevention of promiscuity in teenagers. Pergaulan bebas merupakan sebuah perilaku yang menyimpang atau melanggar norma-norma yang ada di masyarakat. Pergaulan bebas pada remaja berdampak pada munculnya penyakit HIV AIDS dan kehamilan yang tidak dikehendaki. Komunikasi keluarga yang sehat dan konstruktif dapat membantu dalam mencegah remaja terjerumus dalam pergaulan bebas. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana komunikasi keluarga dapat mencegah pergaulan bebas pada anak usia remaja. Peneliti menggunakan konsep komunikasi interpersonal dan komunikasi persuasif. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara kepada tiga keluarga yang memiliki anak usia remaja. Hasilnya, tampak bahwa untuk mencegah pergaulan bebas, komunikasi interpersonal memiliki peran penting. Komunikasi secara intim antara orangtua dan anak remaja membuat anak lebih terbuka sehingga mampu melewati tahap komunikasi persuasif. Di sini, orang tua mengajak atau membujuk anak dengan memberikan nasihat agar anak menghindari pergaulan bebas. Dapat dilihat juga bahwa komunikasi yang sehat di dalam keluarga merupakan hal yang penting untuk pencegahan pergaulan bebas pada anak usia remaja.
STAY dan Fenomena Interaksi Parasosial pada Aplikasi Bubble For JYPnation Tendean, Maria Angelica; Utami, Lusia Savitri Setyo
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.27823

Abstract

Parasocial interactions are interactions that occur between ordinary individuals and artists or media figures they admire. Stray Kids is a boy group from South Korea and is under JYP Entertainment. Stray Kids has fans with the nickname STAY. The Bubble for JYPnation application is an application used by Stray Kids members to communicate and interact with their fans. This research analyses the phenomenon of parasocial interaction that occurs between STAY and Stray Kids members through the Bubble for JYPnation application. The theories and concepts used in this research are uses and gratification theory, new media, parasocial interaction, and fans. The approach used is a qualitative approach with phenomenological methods. The data in this study were collected through observation, interviews, literature study, and documentation. When using the bubble for the JYPnation application, STAY can fulfill their social interaction needs because Stray Kids members are quite active in it. In addition to getting the latest information, STAY can also feel closer to the personnel, like a friend. Interaksi parasosial adalah interaksi yang terjadi antara individu biasa dengan artis atau tokoh media yang mereka kagumi. Stray Kids merupakan boygroup yang berasal dari Korea Selatan dan berada di bawah naungan JYP Entertainment. Stray Kids memiliki penggemar dengan julukan STAY. Aplikasi Bubble for JYPnation merupakan sebuah aplikasi yang digunakan oleh para anggota Stray Kids untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan penggemar mereka. Penelitian ini menganalisis tentang fenomena interaksi parasosial yang terjadi antara STAY dengan para anggota Stray Kids melalui Aplikasi Bubble for JYPnation. Teori dan konsep yang digunakan di dalam penelitian ini adalah teori uses and gratification, new media, interaksi parasosial, dan penggemar. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dalam penelitian ini diambil melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Ketika menggunakan Aplikasi Bubble for JYPnation, STAY dapat memenuhi kebutuhan interaksi sosial yang mereka butuhkan karena para anggota Stray Kids cukup aktif di dalamnya. Selain mendapatkan informasi terbaru, STAY juga dapat merasa lebih dekat dengan para personel sepertihalnya seorang teman.