cover
Contact Name
Sukma Murni
Contact Email
sukmamurni@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
collase.journal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)
ISSN : 26144085     EISSN : 26144093     DOI : -
Core Subject : Education,
Collase Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and learning in Primary Teacher Education study program of IKIP Siliwangion current science issues, namely: -Teacher of Primary School. -Observers and Researchers of Primary School. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 885 Documents
Media kartu kata dalam melatih keterampilan membaca permulaan siswa kelas II SDN Sendangmulyo 02 Kota Semarang Aprilia Pangestuti; Qoriati Mushafanah; Rafika Nuriafuri
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i3.22806

Abstract

Membaca merupakan keterampilan berbahasa yang sama pentingnya dengan menulis, berbicara, dan mendengarkan dari sudut pandang bahasa lain. Membaca merupakan hal yang sangat penting bagi setiap siswa karena tanpa membaca siswa tidak dapat menguasai pelajarannya dengan baik. Ada beberapa jenis media yang dapat membantu siswa melatih keterampilan membaca. Salah satu media yang dimaksud adalah media kartu kata. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan media kartu kata sebagai salah satu alternatif untuk melatih keterampilan membaca permulaan, khususnya bagi siswa kelas rendah. Dengan menggunakan kartu kata, siswa juga menjadi lebih mudah dalam memahami makna kata yang dimaksud. Objek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas II B SDN Sendangmulyo 02 yang keseluruhannya adalah 27 siswa. Metode yang digunakan peneliti pada penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dan jenis telaahnya menggunakan penelitian deskriptif. Teknik yang digunakan yaitu non tes berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data observasi dan pengamatan diperoleh dari PPL 1 pada semester 1, tepatnya ketika peneliti melaksanakan praktik mengajar. Sedangkan dokumentasi adalah penghimpunan data terhadap segala kegiatan yang siswa lakukan ketika pengajaran berlangsung. Kesimpulan dalam penelitian ini dapat diambil dari pengaplikasian media kartu kata untuk kelas II B SDN Sendangmulyo 02 yaitu dalam perkembangannya siswa memahami makna dari kata menjadi lebih baik. Selain itu, siswa juga terlibat aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran sehingga pembelajaran yang dilakukan terasa menyenangkan. Kata Kunci: media kartu kata, membaca permulaan
Deskripsi profil kemampuan metakognisi ditinjau dari level kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matematika Yuni Wahyuningsih Baiq; Vivi Rachmatul Hidayati
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i3.22812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang bagaimana profil kemampuan metakognisi yang dimiliki oleh siswa dengan tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Adapun kemampuan metakognisi yang akan diteliti adalah pengetahuan metakognisi, perencanaan, monitoring pemahaman, pemilihan strategi dan evaluasi dalam aktivitas pemecahan masalah. jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif eksploratif.. Tahapan penelitian dilakukan dengan observasi, penentuan sampel, tes metakognisi, wawancara dan terakhir adalah analisis data. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahl tes yang terdiri dari 2nomer untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan metakognisi siswa serta pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: a) Siswa R1 yang memiliki level kemampuan tinggi memiliki profil metakognisi yang sangat baik. Siswa memunculkan aspek pengetahuan metakognisi dan keterampilan metakognisi yang meliputi perencanaan, monitoring pemahaman, pemilihan strategi dan evaluasi dilakukan secara sistematis; b) Siswa R2 dengan level kemampuan sedang memiliki profil metakognisi yang baik dalam aspek pengetahuan metakognisi, perencanaan, monitoring pemahaman serta pemilihan strategi, namun kurang baik dalam aspek evaluasi dan c) Siswa R3 dengan level kemampuan rendah menunjukkan profil metakognisi yang kurang baik dalam semua aspek baik itu pengetahuan metakognisi dan keterampilan metakognisi. Siswa tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk dikaitkan dengan masalah sehingga tidak mampu menyusun perencanaan yang sistematis dan tepat.
Peningkatan hasil belajar kognitif IPAS siswa kelas IV dengan model PBL berbantuan canva Anis Widyastuti; Agnita Siska Pramasdyahsari; Ervina Eka Subekti; Donis Sanjaya
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i3.22857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tantangan dalam pembelajaran IPAS dengan menerapkan model pembelajaran problem based learning (PBL) berbantuan media canva di SDN Sawah Besar 01. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa pembelajaran masih kurang interaktif dan cenderung monoton, serta hasil belajar kognitif siswa belum memenuhi KKM. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan PBL dengan media Canva dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa kelas IV. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Subjek penelitian adalah 29 peserta didik kelas IV di SDN Sawah Besar 01. Data dikumpulkan melalui tes dan observasi. Hasil Siklus I menunjukkan bahwa 55,2% peserta didik mencapai ketuntasan belajar dengan rata-rata nilai 71,4. Pada Siklus II, persentase peserta didik yang mencapai ketuntasan meningkat menjadi 82,8% dengan rata-rata nilai 86,6. Dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning (PBL) berbantuan canva efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif, terutama dalam mata pelajaran IPAS untuk siswa kelas IV di SDN Sawah Besar 01.
Pengaruh model pembelajaran RADEC terhadap kemandirian belajar dan pemahaman konsep siswa kelas V sekolah dasar Alya Syifani; Atep Sujana; Enjang Yusup Ali
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i3.22894

Abstract

Salah satu sikap yang harus dimiliki oleh siswa adalah kemandirian belajar. Melalui sikap mandiri belajar, siswa dapat lebih bertanggung jawab terhadap proses dan hasil belajarnya. Namun pada realitasnya, kemandirian belajar siswa masih terbilang rendah. Padahal, hasil belajar siswa pada ranah kognitif dipengaruhi oleh tingkat kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh penggunaan model pembelajaran RADEC terhadap kemandirian belajar dan pemahaman konsep siswa pada topik bencana alam. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan design non-equivalent pretest and posttest control group design. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas V di salah satu sekolah dasar negeri yang berada di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Hasil menunjukkan adanya pengaruh berupa kenaikan nilai pretest pada posttest, baik pada kelas eksperimen ataupun kelas kontrol. Hal ini terlihat dari hasil uji Wilcoxon dengan signifikansi < 0,005. Namun, persentase kenaikan nilai tes pada kelas kontrol lebih besar daripada kelas eksperimen. Sedangkan untuk kemandirian belajar, persentase kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, yaitu 89,78%. Maka, penggunaan model RADEC tidak lebih baik dari pembelajaran konvensional berupa ceramah untuk meningkatkan pemahaman konsep pada topik bencana alam. Namun, sangat efektif guna memunculkan sikap kemandirian belajar pada siswa, jika dibandingkan dengan kelas kontrol. Kata Kunci: RADEC, kemandirian belajar, pemahaman konsep
Penggunaan model discovery learning berbantuan media cerita fiksi untuk meningkatkan membaca cerita siswa kelaS IV sekolah dasar Sinta Rosita; Agni Muftianti; Ruli Setiyadi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i5.22922

Abstract

This research shows that the reason that grade 4 students do not show interest in reading fiction stories in elementary school is because the learning model is monotonous, not suitable for grade 4 students, so students get bored quickly when studying. This can happen. Researchers use mixed methods that combine explanatory sequential design and discovery learning models to increase students' interest in reading fiction stories. Various tools are used to collect data, such as tests, student questionnaires, teacher questionnaires, teacher interviews, teacher observation forms, and student observation forms, which are processed quantitatively and qualitatively. Research samples consisting of 36 students at Sukasari Elementary School, Sukasari Village, Gununghar District, West Bandung Regency. From the research results we can conclude that the learning model was found to be very good in the novel content reading abilities of class IV students. It can be proven that the post-test results are good and increase significantly at the end of student learning.
Efektivitas model kooperatif tipe TGT (team game tournament) berbantuan kartu soal terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas IV SD Muhammadiyah Gribig Nidaul Afidah; Amalia Rahmawati; Septina Rahmawati; Yoga Awalludin Nugraha; Dhina Cahya Rohim
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i3.22938

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran TGT (Team Game Tournament) berbantuan kartu soal terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV. Hasil belajar matematika peserta didik kelas IV masih tergolong rendah, yang sudah mencapai KKTP ada 13 peserta didik atau 32%, sedangkan peserta didik yang belum mencapai KKTP ada 28 peserta didik atau 68%. Selain itu penggunaan media pembelajaran saat pembelajaran matematika jarang digunakan, begitupun dengan metode pembelajaran yang masih konvensional. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah metode kuantitatif dalam bentuk Quasy Experimental Design (eksperimen semu). Desain yang digunakan dalam penelitian ini Nonrandomized pretest-posttest control group design, dalam penelitian ini terdapat dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil belajar pretest kontrol dan pretest eksperimen memiliki nilai sig 0,05, data tersebut berdistribusi normal. nilai (Sig.) Based on Mean sebesar 0,109 < 0,05 disimpulkan varians data Post-Test eksperimen dan Post-Test kontrol adalah homogen. Adanya pengaruh atau keefektifan yang signifikan sebelum dilakukan pembelajaran TGT dan setelah dilakukan pembelajaran TGT (Team Game Tournament) terhadap hasil belajar matematika kelas IV. Model kooperatif tipe TGT (Team Game Tournament) berbantuan kartu soal memberikan efek yang baik dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Kata kunci: Hasil Belajar, Kartu Soal, TGT
Meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran geoboard pada mata pelajaran matematika di kelas IV sekolah dasar Susi Setiawati; Hajah Raafi Iman; Dewi Santi; Rahma Rahadiana; Ryan Dwi Puspita
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i4.23001

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman siswa tentang materi bangun datar yang menyebabkan rendahnya hasil belajar matematika, salah satu penyebabnya adalah penggunaan media dan metode pembelajaran yang kurang bervariasi. Dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa, perlu dilakukan perbaikan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan alat peraga geoboard. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada luas keliling dan luas bangun datar dengan menggunakan media geoboard. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilakukan dalam dua kali pertemuan, sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV di salah satu SDN yang ada di Kota Cimahi yang berjumlah 10 orang. Desain penelitian ini adalah One group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan adalah soal pretest dan posttest yang berjumlah 5 soal. Uji yang dilakukan adalah uji normalitas dan uji t. Hasil belajar siswa dilihat dari nilai rata-rata tes belajar siswa sebelum dan sebelum menggunakan media geoboard yaitu 27 dan 65. Dari hasil analisis yang diperoleh, data yang diperoleh berdistribusi normal dengan hasil uji t diperoleh thitung sebesar 28,502 dengan signifikansi taraf = 5% = 0,05 dan ttabel = 0,45, maka thitung ttabel. Jadi dapat dikatakan H0 ditolak maka dapat dikatakan penggunaan media geoboard meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi bangun datar. Kata Kunci: Media Geoboard, Matematik, Siswa Sekolah Dasar.
Penggunaan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas V sekolah dasar Astri Dewi; Anugrah Ramadhan Firdaus; Linda Hania Fasha
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i5.24282

Abstract

This research investigates the development of creative thinking capacity in students in specific science material about ecosystems. There are several targets aimed at by this research, namely: (a) measuring the increase in Creative Thinking capacity through the implementation of the Problem Based Learning method, (b) evaluating student reactions to the Problem Based Learning method in order to hone Creative Thinking, and (c) recording the obstacles that arise. faced by teachers in applying the Problem Based Learning method to strengthen Creative Thinking. This research uses a quantitative and qualitative approach with a sequential explanatory framework. The research was carried out at an elementary school located in Ngamprah, involving 31 students and a class teacher. Data collection was carried out through observation, student reaction surveys, and interviews with teachers. Data analysis used the normality test, N-gain test, and t test assisted by SPSS 23 software. The findings from this study show that: (a) the implementation of the Problem Based Learning method is effective in increasing students' Creative Thinking capacity, as evidenced by an increase in N scores -gain of 0.58 in the medium category, starting from a pretest score of 33% which rose to 77% in the posttest, where this learning model is considered successful if the N-gain score obtained is more than 0.3 in the same category, (b) students expressed positive reactions to the application of the Problem Based Learning method based on survey data, (c) challenges faced by teachers during the application of the Problem Based Learning method included a lack of collaboration between students and difficulties for teachers in managing students who were less active in helping their classmates because they were more focused on their individual activities.
Penggunaan model problem based learning berbasis socio scientific issue untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV sekolah dasar Rahmi Sintika; Wahyu Hidayat; Trisna Nugraha
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i5.24396

Abstract

Belum optimalnya kemampuan berpikir kritis siswa khususnya di SD melatar belakangi penelitian ini, sehingga untuk mengatasinya diperlukan model pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan model Problem Based Learning (PBL) berbasis Socio Scientific Issue (SSI) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV di SDN Mekarsari. Model PBL berbasis SSI ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan memecahkan masalah yang kaitannya dengan isu sosial. Penelitian ini menggunakan metode mix methode dengan jenis penelitian one group pretest dan posttest, yang sampelnya berjumlah 25 siswa. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes, angket, wawancara, dan observasi. Hasil data kuantitatif memperoleh n-gain skor sebesar 0.63 dengan interpretasi cukup efektif dan dikuatkan oleh uji Cohen Effect Size dengan perolehan hasil 2.91 artinya bahwa pengaruh model tersebut tergolong dalam kategori tinggi. Hasil data kualitatif berdasarkan angket kesulitan siswa yaitu sebagian kecil siswa sulit dalam menyimpulkan, menjelaskan permasalahan lebih rinci bersama kelompok, dan memahami materi secara kritis. Adapun hasil observasi dan wawancara kesulitan guru yaitu guru sulit mengkondisikan siswa secara kelompok ketika diberikan permasalahan isu sosial. Kesulitan siswa dan guru tersebut hanya sebagian kecil, sehingga dapat teratasi. Model ini diharapkan dapat menjadi variasi pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sehingga pembelajaran menjadi bermakna.
Meningkatkan kemampuan membaca permulaan dengan pendekatan quantum learning berbantuan aplikasi Canva pada siswa kelas II Popong Hoerun Nisa; Ryan Dwi Puspita; Yeni Hadianti
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i5.24731

Abstract

This study aimed to investigate the effectiveness of the quantum learning model assisted by Canva application in improving the early reading skills of grade 2 students. The use of this model was based on the problem of low motivation, interest, and less engaging learning activities. This research employed a quantitative descriptive method with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 22 grade 2 students at SDN Cibeber 3, Cimahi City. Data analysis was conducted using a paired sample t-test, normalized gain (N-Gain) test, and a questionnaire to assess students' responses after following this learning model. The results showed that: 1) There was a significant increase in students' early reading skills after following the quantum learning model assisted by Canva application; 2) The N-gain score of 0.46 or 46% was categorized as less than effective; 3) Further development and efforts are needed to improve the effectiveness of using the quantum learning model; and 4) The results of the student questionnaire indicated that the illustrations on the learning texts helped students become more enthusiastic during the learning process.