cover
Contact Name
Sukma Murni
Contact Email
sukmamurni@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
collase.journal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)
ISSN : 26144085     EISSN : 26144093     DOI : -
Core Subject : Education,
Collase Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and learning in Primary Teacher Education study program of IKIP Siliwangion current science issues, namely: -Teacher of Primary School. -Observers and Researchers of Primary School. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 885 Documents
Pengaruh model pembelajaran group investigation terhadap pemahaman konsep matematis siswa SD Hartiani, Devi; Eka Putri, Hafiziani; Iskandar, Sofyan
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.20087

Abstract

The importance of understanding the concept because understanding is a fundamental ability that students must have to learn more advanced concepts, so that students can develop their abilities. The purpose of this study was to determine the effect of the Investigation learning model on elementary students' understanding of mathematical concepts. This research is included in the quasi-experimental research with nonequivalent control group design. This design divides into two classes, namely the experimental class and the control class. Based on the research results, there is a significant influence from the use of the Group Investigation learning model of 71.6%. So that the Group Investigation learning model has an influence on students' understanding of mathematical concepts. This can be seen from the average n-gain score in the experimental class of 0.601 while the average n-gain in the control class is 0.442. In the interpretation of the average n-gain of the two classes it has moderate criteria, but the average score of the experimental class is higher than that of the control class. So that students' understanding of mathematical concepts using the Group Investigation learning model is better than students using conventional learning models.
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa kelas I: Penelitian Tindakan Kelas pada Pembelajaran Matematika di Kelas I SDN 6 Nagrikaler Yulianti, Yena; Putri, Hafiziani Eka; Nuraeni, Fitri
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.20089

Abstract

This research was motivated by the low mathematical connection ability of the first-grade students’ at SDN 6 Nagrikaler. Cooperative learning model Teams Games Tournament type is one model that can be applied to improve students’ mathematical connection abilities through games, tournaments, and group collaboration. This study aims to determine the initial conditions of students’ mathematical connection abilities, teacher and student activities during learning, and to determine the increase in students’ mathematical connection abilities after applying cooperative learning model Teams Games Tournament type. This research is Classroom Action Research (PTK) using the Kemmis and Taggart designs for 2 cycles, which contain aspects of planning, action, observation, and reflection. The research subjects consisted of 29 students. The research instruments used were observation sheets and tests. The results showed an increase in teacher activity and student learning activity when applying cooperative learning model Teams Games Tournament type. In first cycle, teacher activity reached an average percentage of 64.28% and increased in second cycle to 78.57%. Student learning activities in first cycle reached an average percentage of 67.50% and increased in second cycle to 82.50%. Students’ mathematical connection ability also increases. The results of the students’ mathematical connection ability test before implementing cooperative learning model Teams Games Tournament type obtained an average score of 59.31. In first cycle, the average class value was 69.65 and increased in second cycle to 83.44. Based on the research results, it can be concluded that the application of the cooperative learning model Teams Games Tournament type can be an alternative to increase students’ mathematical connection abilities. Keywords: Cooperative Learning Model, Teams Games Tournament, Mathematical Connection Ability
Pembelajaran mandiri melalui model flipped classroom berbantuan google sites pada materi kenampakan alam kelas V sekolah dasar Fadhilah S.R, Shifa; Lidinillah, Dindin Abdul Muiz; Nuryadin, Asep
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.20112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan rancangan pengembangan Google Sites yang digunakan sebagai platform Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS) untuk mengorganisir dan menyajikan materi pembelajaran yang sudah dibuat. Penggunaan Google Sites sebagai aplikasi pengembang, dikarenakan mudah diakses tanpa memerlukan bahasa pemograman untuk membuatnya serta tidak memerlukan penyimpanan perangkat karena mengandalkan web browser untuk mengaksesnya, selain itu materi dapat diperbaharui sesuai dengan kebutuhan sehingga pembelajaran menjadi kompleks untuk dipelajari.Penelitian ini melibatkan peserta didik kelas V sebagai pengguna pada produk yang sudah dikembangkan. Model pembelajaran ini bertujuan untuk mendorong kemandirian peserta didik dalam belajar dengan adanya pemisahan waktu dalam menyampaikan materi, sehingga saat di dalam kelas dapat dimanfaatkan untuk diskusi mendalam. Metode penelitian yang digunakan adalah Design and Development menggunakan model ADDIE dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan penyebaran angket. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan model Miles & Huberman. Perancangan Google Sites dimulai dengan menganalisis kebutuhan lapangan,menentukan aplikasi yang dibutuhkan,dan menyusun Storyboard pada setiap halaman pada Google Sites. Tujuannya untuk memberikan implikasi praktis bagi pengembangan pembelajaran di sekolah dasar dengan memanfaatkan teknologi dan membantu peserta didik dalam memahami materi kenampakan alam. Bahan ajar ini diharapkan mampu mendorong kemandirian peserta didik dalam belajar serta memberikan kontribusi pada pemahaman tentang integrasi pembelajaran mandiri Kata Kunci: Bahan Ajar, Pembelajaran Mandiri, Kenampakan Alam.
Pengembangan media kartu kuartet sifat-sifat bangun ruang untuk peserta didik kelas V sekolah dasar Maulani, Dena; Karlimah, Karlimah; Apriani, Ika Fitri
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i1.20350

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media kartu kuartet sifat-sifat bangun ruang untuk peserta didik kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode Educational Design Research (EDR) dengan model McKenney & Reeves yang terdiri dari analisis dan eksplorasi, desain dan kontruksi, serta evaluasi dan refleksi. Penilitian ini meperoleh penilaian melaui tahap validasi produk oleh ahli materi mendapatkan persentase 90% dengan kriteria “Sangat Baik” dan ahli media mendapatkan persentase 94% dengan kriteria “Sangat Baik”. Dapat disimpulkan hasil validasi produk media kartu kuartet dikatakan layak untuk diuji cobakan, selanjutnya tahap uji coba produk dilakukan sebanyak dua kali. Hasil Uji coba pertama di kelas V A respon peserta didik mendapatkan persentase 93,07% dengan kriteria “Sangat Praktis” dan respon guru 92,8% dengan kriteria “Sangat Praktis”. Selanjutnya, uji coba kedua di kelas V B respon peserta didik mendapatkan persentase 94,61% dengan kriteria “Sangat Praktis” dan respon guru 90,67% dengan kriteria “Sangat Praktis”. Sehingga produk akhir pada penelitian ini adalah media kartu kuartet berisi materi sifat-sifat bangun ruang untuk peserta didik kelas V Sekolah Dasar yang disesuaikan dengan Capaian Pembelajaran dan Tujuan Pembelajaran. Diharapkan media kartu kuartet menjadi opsi pemilihan media pembelajaran pada materi sifat-sifat bangun ruang di kelas V Sekolah Dasar karena layak digunakan sebagai media pembelajaran.
Penguatan gerakan literasi sekolah melalui program pembiasaan one day one book di sekolah dasar Amalia Rahmatika; Hidayat, Syarip; Alia, Dwi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.20441

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya minat baca masyarakat Indonesia khususnya dikalangan pelajar yang makin memprihatinkan. Gerakan literasi merupakan sarana yang dikeluarkan Pemerintah guna menunjang minat baca generasi muda, namun dalam pelaksanaannya belum mendapatkan hasil yang maksimal sehingga perlu adanya terobosan baru dalam penguatan gerakan literasi. Program one day one book menjadi salah satu upaya dalam memfasilitasi siswanya menumbuhkan minat baca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, hasil, faktor pendukung dan faktor penghambat penguatan gerakan literasi sekolah melalui program one day one book. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Instrumen yang digunakan yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perencanaan program one day one book telah sesuai dengan pedoman yang ada dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 dan kurikulum yang telah disesuaikan dengan kemampuan siswa. Pelaksanaan program pembiasaan one day one book terbagi dalam tiga fase yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Hasil yang didapatkan selama kegiatan berlangsung cukup efektif dalam menumbuhkan minat membaca siswa. Siswa sudah mulai terbiasa untuk membaca buku dan sudah mulai terlatih dalam membuat resensi dari buku yang dibacanya sehingga siswa mampu menamatkan 6 buku dalam satu minggu. Kata Kunci: Gerakan literasi, karakter gemar membaca, pembiasaan one day one book, sekolah dasar
Analisis kesulitan belajar pembagian pada peserta didik kelas IV SDN 3 Tugu Al Warid, Muhammad Habib
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.20454

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu oleh adanya peserta didik kelas IV SDN 3 Tugu yang mengalami kesulitan dalam belajar pembagian. Permasalahan ini menjadi motivasi bagi peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap kesulitan belajar pembagian yang dihadapi oleh peserta didik. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian melibatkan 27 peserta didik yang mengalami kesulitan dalam belajar pembagian dan seorang guru sebagai narasumber. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, langkah analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar pembagian disebabkan oleh: 1) pemahaman yang kurang terhadap konsep pembagian; 2) kesulitan dalam memahami nilai tempat; 3) kesulitan dalam menerapkan prinsip-prinsip pembagian dan 4) kurangnya pemahaman terhadap prosedur penyelesaian pembagian.
Pembelajaran daring untuk mengukur kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN Sukamukti melalui model PQ4R Andi, Andi; Ronny Mugara
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.20573

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil skenario dan implementasi, serta kesulitan-kesulitan yang dialami siswa pada pembelajaran daring untuk mengukur kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN 1 sukamukti melalui metode PQ4R. Melalui model PQ4R ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada siswa agar mereka dapat mengetahui, menjelaskan dan belajar dari apa yang telah mereka ketahui. Metode yang dipakai dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif deskriptif., sedangkan alat yang digunakan adalah lembar observasi guru dan siswa, lembar survei guru dan siswa, lembar survei guru dan siswa, wawancara guru dan siswa, dan lembar tes soal. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV di salah satu sekolah dasar negeri di SDN 1 Sukamukti dengan 20 siswa sebagai sempel yang terdiri 9 siswa laki-laki dan 11 siswi perempuan. Instrument yang digunakan dalam peneltian ini yaitu lembar observasi guru dan siswa, wawancara guru dan siswa, angket guru dan siswa serta soal uraian pemahaman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat adanya pengaruh pembelajaran menggunakan model PQ4R. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya peningkatan presentase dari nilai hasil lebar soal tes sebesar 91%.
Analisis miskonsepsi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan melalui tes essay tertulis disertai CRI di kelas V sekolah dasar Febrianti Rahmawati, Syifa; Karlimah, Karlimah; Putri, Agnestasia Ramadhani
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.20843

Abstract

Pemahaman suatu konsep perlu diperhatikan dengan benar sebab apabila salah dalam penerapan konsep maka dapat menyebabkan miskonsepsi seperti yang sempat ditemui permasalahan tersebut dalam suatu tes di SDN Sukahurip. Miksonsepi yang terlihat yaitu dalam konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan berpenyebut berbeda. Maka diadakan penelitian lebih lanjut mengenai materi matematika pada operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan melalui tes essay tertulis agar dapat terlihat jelas bagaimana pengerjaan peserta didik dalam menerapkan konsep tersebut. Agar mendukung dalam penelitian ini juga menggunakan CRI sebagai tolak ukur dalam menganalisis miskonsepsi peserta didik. Analisis ini juga dibagi kedalam 3 kategori yaitu peserta didik peringkat tinggi, sedang, dan rendah sebagai pembeda dari penelitian-penelitian yang sudah ada. Sehingga dengan pengkategorian tersebut dapat memudahkan penulis untuk mengetahui miskonsepsi antar ketiga kategori itu terdapat persamaan atau tidaknya
Analisis implementasi hidden curriculum dalam pembentukan karakter peserta didik (studi kasus SDN 3 Sukasari) Apriliani, Rita
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i1.22646

Abstract

Abstrak Education aims to develop the character of students to become better individuals. However, in fact the very rapid development of technology has an impact on various aspects such as the character crisis that occurs in the world of education which is increasingly complex, namely the occurrence of violence, bullying and so on which tarnish the word of education. This research was conducted at SDn 3 Sukasari. the aim of this research is to analyze the implementation of the hidden curriculum as a school characteristic and its impact on student character, especially religious character and responsibility. The research method is a descriptive qualitative approach with analytical techniques and case study methods. Data collection in this research used observation, documentation and interview methods. Base on the research results found, it shows that the implementation of the hidden curriculum at SDN 3 Sukasari has 3 organizztional variables, social system variables, cultural system variables. The hidden curriculum at SDN 3 Sukasari is running well, this has an impact on the formation of students’ character. Many of these characters are formed from habituation activies such as activities as midday prayers, midday prayers in congregation, reading short letters from the al-quran, celebrating Islamic holidays, and other activities that shape students’ character. Religious character is shown by students’ obedience to always carry out the commands of Allah SWT. The character of student responsibility is shown by the student;s responsibility to carry out the activities and tasks given. Keywords: Hiden Curriculum, Implementation, Character Abstrak Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan karakter peserta didik agar menjadi individu yang lebih baik. Namun nyatanya perkembanagan teknologi yang sangat cepat membawa dampak terhadap berbagai aspek seperti krisis karakter yang terjadi di dunia pendidikan semakin kompleks yaitu terjadinya kekerasan, bullying dan lain-lain yang mencoreng dunia pendidikan. Penelitian ini dilakukan di SDN 3 Sukasari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi hidden curriculum sebagai karkteristik sekolah serta dampaknya terhadap karakter siswa terutama karaker religius dan tanggung jawab. Metode penelitian yaitu pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik analisis dan metode studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan menunjukan bahwa Dalam pelaksanaan hidden curriculum di SDN 3 Sukasari memiliki 3 variabel organisasi, variabel sistem sosial, variabel sistem budaya. Hidden curriculum di SDN 3 Sukasari berjalan dengan baik hal ini berdampak dalam pembentukan karakter peserta didik. Karakter tersebut banyak terbentuk dari kegiatan pembiasaan seperti kegiatan seperti shalat dhuha, kultum, shalat dzhur berjamaah, membaca doa, membaca surat pendek al-quran, perayaan hari besar islam, dan kegiatan lain yang membentuk karakter siswa. Karakter religius ditunjukan dengan adanya kepatuhan siswa untuk senantiasa melaksanakan perintah Allah SWT. Karakter tanggung jawab sisiwa ditunjukan dengan adanya tanggung jawab siswa untuk menjalankan kegiatan dan tugas yang diberikan. Kata Kunci : Hidden Curriculum, Implentasi, Karakter
Analisis peran guru dalam mengimplementasikan pendidikan karakter disiplin peserta didik kelas VI A SDN 3 Tugu Kecamatan Cihideung Rismawati, Ima; Rakhmat, Cece; Nugraha, Fajar
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i1.22659

Abstract

Abstract Schools as a place to realize national education goals have an important role in educating the character of students. The task of teachers in schools is not only to teach related knowledge but also to shape students' attitudes and behavior, one of which is disciplinary character. The purpose of this research is to determine student discipline and the role of teachers in disciplining students. The method used in this research is a descriptive qualitative method. Data collection techniques were obtained through interviews, observation and documentation. Based on research results, student discipline is in the medium category, where students are still not completely orderly during the learning process, such as liking to chat and joke, and when obeying rules, such as not implementing class rules. The teacher's task in disciplining students is to familiarize themselves with order in every activity carried out at school, such as being solemn during the flag ceremony, and praying before and after studying. The role of the teacher in carrying out this task is as a role model, the teacher provides an example in punctuality, how to dress, as well as in behavior and speech. As a supervisor, the teacher directs/guides students to be able to comply with every activity carried out at school. And as a motivator, teachers provide advice and encouragement to students in learning and outside of learning. Keywords: Teacher's Role, Implementation, Student Discipline Abstrak Sekolah sebagai tempat mewujudkan tujuan pendidikan nasional mempunyai peran penting dalam mendidik karakter peserta didik. Tugas guru di sekolah tidak hanya mengajarkan terkait dengan pengetahuan saja tetapi juga dapat membentuk sikap dan perilaku peserta didik, salah satunya karakter disiplin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kedisiplinan peserta didik serta peran guru dalam mendisiplinkan peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi serta dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian kedisiplinan peserta didik berada pada kategori sedang, dimana peserta didik masih belum sepenuhnya tertib saat proses pembelajaran seperti suka mengobrol dan bercanda, serta saat mematuhi peraturan seperti tidak melaksanakan tata tertib kelas. Tugas guru dalam mendisiplinkan peserta didik yaitu dengan membiasakan tertib pada setiap kegiatan yang dilaksanakan di sekolah, seperti khidmat saat upacara bendera, dan berdoa sebelum dan sesudah belajar. Adapun peran guru dalam melaksanakan tugas tersebut yaitu sebagai teladan guru memberikan contoh dalam ketepatan waktu, cara berpakain, serta dalam bersikap dan bertutur kata. Sebagai pembimbing guru mengarahkan/membimbing peserta didik untuk dapat mematuhi setiap kegiatan yang dilaksanakan di sekolah. Dan sebagai motivator guru memberikan nasihat dan semangat kepada peserta didik dalam belajar juga di luar pembelajaran. Kata Kunci: Peran Guru, Implementasi, Disiplin peserta didik.