cover
Contact Name
Sukma Murni
Contact Email
sukmamurni@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
collase.journal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)
ISSN : 26144085     EISSN : 26144093     DOI : -
Core Subject : Education,
Collase Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and learning in Primary Teacher Education study program of IKIP Siliwangion current science issues, namely: -Teacher of Primary School. -Observers and Researchers of Primary School. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 885 Documents
Monotun: monopoli pantun sebagai media pembelajaran di kelas V sekolah dasar Permatasari, Intan; Saputra, Erwin Rahayu; Alia, Dwi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i1.22675

Abstract

Abstract This research aims to develop monotun media for learning to write rhymes in class V elementary school. With this research, we can find out the process of developing monotun media, determine the suitability of the media and user responses to monotun media, and find out the evaluation of monotun learning media on rhyme writing material in class V elementary school. This research isresearch and development (R&D) with the ADDIE model which consists of five stages, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation.This research was carried out at SDN 5 Mekarsari, Banjar City involving class teachers and 46 class V students. Data collection techniques in this research were interviews, observation, questionnaires and documentation studies. The data analyzed is in the form of qualitative and quantitative data. Qualitative data was obtained from interviews, comments and suggestions from experts. Quantitative data was obtained from expert assessment scores and user questionnaires. The results of the expert validation test get an average value 89.1% category is very good or very suitable for use. Then the response from users in the first trial from a teacher got a percentage of 100% and the assessment from 22 students got an average score of 99.64%. In the second trial, two teachers got a percentage of 100% and the assessment of 46 students got an average score of 96.81%. It can be concluded that monotunal media in learning to write rhymes is suitable for use in learning. Keywords: Media, Writing, Poem.
Analisis kesulitan menulis karangan sederhana pada peserta didik kelas V di SDN Sukamenak Indah Ispandi, Sri Noviandini; Suryana, Dudung; Chandra, Deni
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i1.22725

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi adanya peserta didik yang masih belum bisa menulis karangan sederhana, berbagai masalah yang dihadapi oleh peserta didik sangat beragam seperti, adanya rasa bingung untuk menentukan judul karangan, mengulang-ngulang kalimat agar terlihat panjang, sulit menuaangkan ide maupun gagasan ke dalam bentuk tulisan, dan penggunaan tanda baca yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana analisis kesulitan menulis karangan sederhana pada peserta didik kelas V di SDN Sukamenak Indah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyampaikan analisis Kesulitan Menulis Karangan Sederhana Pada Peserta Didik Kelas V SDN Sukamenak Indah bahwasannya peserta didik, lebih banyak terdapat pada sulitnya mengungkapkan ide pikiran dalam tulisan, kesulitan dalam pemakaian tanda baca, kesulitan dalam menentukan judul, Oleh karena itu, guru mencontohkan karangan sederhana dan memberikan stimulus kepada peserta didik dengan adanya belajar tambahan sebelum pulang sekolah. Dari uraian di atas faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar itu diantaranya, minat dan motivasi belajar membaca yang rendah karena dengan membaca akan terbiasa membaca dengan pelafalan bacaan sesuai dengan tanda baca koma, titik, dan huruf kapital. Faktor selanjutnya kemampuan visual memori yang lemah, dimana peserta didik kesulitan dalam mengungkapkan gagasannya. Faktor lainnya, kondisi lingkungan sekitar, dimana peserta didik selalu mengutamaakan bermain yang cenderung saran dari orangtua tidak didengarkan. Kata Kunci: Kesulitan menulis, Kerangka sederhana, Peserta didik. Abstract This research is motivated by the existence of students who are still unable to write simple essays, various problems faced by students are very diverse such as, there is a sense of confusion to determine the title of the essay, repeating sentences to make it look long, it is difficult to put ideas and ideas into written form, and the use of inappropriate punctuation. This study aims to find out how the analysis of the difficulty of writing simple essays in grade V students at SDN Sukamenak Indah. This study used a qualitative descriptive approach. The results of the study conveyed the analysis of the Difficulty of Writing Simple Essays in Class V Students of SDN Sukamenak Indah that students, more in the difficulty of expressing thoughts in writing, difficulties in using punctuation, difficulties in determining titles, Therefore, teachers exemplify simple essays and provide stimulus to students with additional learning before going home from school. From the description above, factors that affect learning difficulties include, low interest and motivation to learn to read because by reading you will get used to reading with reading pronunciation according to punctuation commas, periods, and capital letters. The next factor is weak visual memory skills, where learners have difficulty in expressing their ideas. Another factor, the condition of the surrounding environment, where students always prioritize playing which tends to be advice from parents is not listened to. Keywords: Difficulty writing, Simple outline, Learners.
Peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas V sekolah dasar pada pembelajaran IPS materi masalah sosial dengan menggunakan model problem based learning Devani Rahayu Putri; Muhammad Ghiyats Ristiana; Sofyan Nur Mahardika
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.22810

Abstract

Penelitian ini dimotivasi oleh kurangnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah yang disebabkan karena kurangnya pengalaman mereka dalam kegiatan pembelajaran pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah dengan menerapkan model problem based learning dalam pelajaran ilmu pengetahuan sosial yang membahas masalah sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Partisipan penelitian terdiri dari 28 siswa kelas V di SDN Solokan Jeruk 02. Data dikumpulkan melalui tes uraian pretest-posttest yang menilai kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah sosial dengan mengacu pada empat indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest adalah 50,78 dan posttest adalah 75,07, dengan persentase rata-rata pretest sebesar 60% dan posttest sebesar 89%, menunjukkan peningkatan persentase skor rata-rata sebesar 29%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan model problem based learning dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas V dalam menyelesaikan masalah pada pembelajaran ilmu pengetahuan sosial materi masalah sosial.
Analisis problematika pelaksanaan gerakan literasi sekolah pada tahap pembiasaan di sekolah dasar Tita Kusmaya; Seni Apriliya; Dwi Alia
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.22866

Abstract

Pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah sudah mulai meredup semenjak adanya Covid-19. Dari 14 Sekolah Dasar di Kota Tasikmalaya yang telah di observasi, terdapat 3 Sekolah Dasar yang masih menerapkan kembali program Gerakan Literasi Sekolah, walaupun dalam pelaksanaannya belum sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kendala yang dirasakan 3 Sekolah Dasar di Kota Tasikmalaya dalam melaksanakan kembali program Gerakan Literasi Sekolah pada tahap pembiasaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengambilan data wawancara dilakukan ke beberapa narasumber diantaranya yaitu 3 kepala sekolah, 18 guru kelas, dan 90 peserta didik dari 3 Sekolah Dasar di Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kendala yang sama-sama dirasakan oleh ketiga Sekolah Dasar tersebut dalam melaksanakan kembali program Gerakan Literasi Sekolah pada tahap pembiasaan diantaranya yakni keterbatasan dana sekolah, terkendala waktu, buku bacaan cerita kurang up to date, pelaksanaan pembiasaan Gerakan Literasi Sekolah belum konsisten, dan guru kesulitan memotivasi peserta didik untuk membaca. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pemerintah untuk menggalakkan maupun mendukung kembali program Gerakan Literasi Sekolah. Kata Kunci: Kendala, Sekolah Dasar, Tahap Pembiasaan.
Penerapan media pembelajaran wordwall untuk meningkatkan berpikir kritis matematis siswa kelas V SD Muhammadiyah 22 Sruni Ningrum, Alfika Ardi; Wibowo, Yunus Aris; Rahayu, Widyaningrum Yudi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.22880

Abstract

Untuk menumbuhkan pemikiran kritis matematis siswa, diperlukan motivasi guru. Motivasi guru salah satunya bisa dari penerapan pembelajaran yang kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi seperti wordwall. Masalah yang dialami wali kelas yaitu kesulitan dalam meningkatkan pemahaman dan berpikir kritis siswa ketika mengerjakan soal matematika. Indikator kemampuan berpikir kritis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1) Mempertannyakan permasalahan; 2) Menguji kebenaran permasalahan; 3) Menilai (membandingkan hasil dengan kriteria); 4) Membuat kesimpulan dari solusi permasalahan. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian tindakan kelas (PTK) dan dilaksanakan selama 3 bulan di kelas V SD Muhammadiyah 22 Sruni Surakarta yang terdiri dari 32 siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah media wordwall dapat meningkatkan berpikir kritis siswa kelas V SD Muhammadiyah 22 Sruni Surakarta. Hasil penelitian ini yaitu 1) kemampuan berpikir kritis peserta didik mengalami peningkatan, dengan selisih skor rerata tingkat kemampuan berpikir kritis peserta didik dari Siklus I ke Siklus II sebesar 13,75 poin; 2) Peningkatan yang terjadi pada persentase untuk masing-masing indikator kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus I 58% dengan ketegori sedang, kemudian pada siklus II mengalami peningkatan mencapai 13% yaitu kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus II sebanyak 71% dengan kategori tinggi.
Peningkatan kreativitas siswa sekolah dasar dalam pelatihan pembuatan motif batik ecoprint Sabiela, Royana Nafisa; Wijayanto, Wasis
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.22891

Abstract

Abstract Art learning in elementary schools is part of the process of developing students' creativity. One form of traditional art that arouses interest and creativity is making Ecoprint batik motifs. Ecoprint is a natural batik technique that uses organic materials such as leaves and flowers to create motifs on fabric. The aim is to increase student creativity through making Ecoprint batik motifs. This activity method uses a descriptive qualitative method with preparation, socialization and training at SD 3 Ngembalrejo involving 12 class V students. Results: The implementation of ecoprint training at SD 3 Ngembalrejo has been carried out optimally and students have gained an understanding of ecosystems and natural resources. used in making Ecoprints to increase environmental awareness, provide students with real experience in exploring their creativity, introduce students to various traditional batik techniques and motifs and broaden their insight into Indonesian art and culture. Keywords: Ecoprint, Children's Creativity, Training Abstrak Pembelajaran seni di sekolah dasar merupakan bagian proses dari perkembangan kreativitas siswa. Salah satu bentuk seni tradisional yang membangkitkan minat dan kreativitas adalah pembuatan motif batik Ecoprint. Ecoprint merupakan teknik batik alami yang memakai bahan organik seperti daun dan bunga untuk menciptakan motif pada kain. Tujuan upaya meningkatkan kreativitas siswa melalui pembuatan motif batik Ecoprint. Metode kegiatan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan persiapan, sosialisasi, dan pelatihan di SD 3 Ngembalrejo melibatkan siswa kelas V sejumlah 12 siswa.Hasil : Pelaksanaan pelatihan ecoprint di SD 3 Ngembalrejo telah terlaksana dengan maksimal dan siswa dapat pemahaman tentang ekosistem dan sumber daya alam yang digunakan dalam pembuatan Ecoprint untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam menggali kreativitas mereka, memperkenalkan siswa pada berbagai teknik dan motif tradisional batik dapat memperluas wawasan mereka tentang seni budaya Indonesia.
Penerapan quizizz dalam bentuk QR-Code pada siswa kelas IV untuk meningkatkan motivasi belajar IPAS Asni Widyastuti, Sabrina; Syahputra, Henry Januar
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.22997

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini yaitu karena rendahnya motivasi belajar peserta didik dan pembelajaran IPAS yang masih kurangnya dipahami oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan quizizz dalam bentuk paper mode (QR-Code) untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pelajaran IPAS materi Gaya dikelas IVA SD Islam Al Madina Semarang pada semester ganjil tahunpelajaran 2023/2024. Penelitian ini berjenis Penelitian Tindakan Kelas. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskripstif kuantitaitf dan deskriptif kualitatif. Hasil observasi pada proses pembelajaran di jelaskan bahwa sebagian data kualitatif sedangkan hasil angket dan tes evakuasi peserta didik dibahas sebagai data kuantitatif. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar peserta didik kelas IVA SD Islam Al Madina Semarang pada mata pelajaran IPAS materi Gaya. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya rata-rata motivasi belajar peserta didik dengan kondisi awal sebesar 56% termasuk dalam kategori kurang. Pada siklus I meningkat menjadi 73% dalam kategori cukup, sedangkan pada siklus II rata-rata motivasi belajar peserta didik menjadi 79% dalam kategori baik. Hal tersebut juga didukung dengan hasil evaluasi pada siklus I terdapat 18 peserta didik yang tuntas dan meningkat pada siklus II menjadi 26 peserta didik.
Peningkatan hasil belajar IPAS pada materi keragaman budaya nasional melalui pembelajaran kooperatif tipe make a match Setia Ningrum, Sintya; Nugraheni, Nursiwi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i1.23015

Abstract

Berdasarkan hasil analisis dokumen, observasi, dan wawancara dengan guru kelas, peserta didik memiliki nilai atau hasil belajar yang kurang maksimal dalam mata pelajaran IPAS. Hasil belajar terlihat pada kegiatan pra siklus yang menunjukkan bahwa 15 dari 27 peserta didik memiliki hasil belajar yang belum dapat mencapai KKM yaitu sebesar ≥75. Hanya 44,44% peserta didik yang mendapatkan nilai tuntas. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tidak Kelas dengan model Kemmis & McTaggart. Penelitian ini terdiri dari 4 tahap penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu analisis dokumen, observasi, wawancara dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik meningkat pada setiap siklus dengan rincian ketuntasan hasil belajar klasikal berturut dari siklus I sampai siklus III yaitu sebasar 56%, 67%, dan 89%. Nilai rata-rata kelas juga meningkat dengan rincian secara berturut-turut dari siklus I sampai siklus III yaitu sebesar 70, 78, dan 82. Target yang ditentukan adalah sebanyak 75% dan dapat dikatakan bahwa penerapan model kooperatif tipe make a match dengan menggunakan berbagai media dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Implementasi model problem based learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar IPAS pada peserta didik kelas V SDN Tlogosari Kulon 01 Ismohandoyo, Adiar; Wijayanti, Arfilia; Suyari, Suyari
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.23022

Abstract

Problem Based Learning (PBL) merupakan strategi pembelajaran terpusat dimana siswa bersama-sama memecahkan masalah dan merefleksikan pengalamannya, serta berdiskusi untuk memecahkan masalah (Hotimah, 2020). Dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran di sekolah dasar dapat mempengaruhi perkembangan keterampilan yang akan mempengaruhi kualitas penulisan informasi hasil teknologi pangan yang ditulis siswa. Berdasarkan hasil observasi pembelajaran yang telah dilakukan di kelas V SDN Tlogosari Kulon 01, hasil belajar siswa mengalami penurunan yang terlihat pada ulangan harian yang masih dibawah KKM (75). Selain itu diketahui penyebab menurunnya hasil belajar siswa antara lain guru masih sering menggunakan metode konvensional atau ceramah. Hal ini menyebabkan proses pembelajaran menjadi monoton dan siswa menjadi kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran sehingga hasil belajar dan aktivitas siswa menjadi rendah. Berdasarkan uraian yang ada, peneliti ingin melakukan penelitian eksperimen dengan judul “Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Pada Siswa Kelas V SDN Tlogosari Kulon 01. Berdasarkan hasil penelitian Observasi, Pertemuan I, dan Pertemuan II dapat dibuktikan adanya peningkatan hasil belajar dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas V SDN Tlogosari Kulon 01 .
Analisis kebutuhan pengembangan aplikasi untuk mobile learning bermuatan SDGs tema air bersih dan sanitasi layak di sekolah dasar Risyani, Nina; Hamdu, Ghullam; Nuryadin, Asep
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.23036

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan pengembangan aplikasi untuk mobile learning bermuatan SDGs tema air bersih dan sanitasi layak di sekolah dasar. Penelitian ini memakai metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 5 orang guru sekolah dasar dan 4 orang siswa dasar yang berasal dari sekolah berbeda di Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumentasi. Model Miles dan Huberman digunakan untuk analisis data. Model ini terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data mencakup analisis studi dokumentasi terhadap aplikasi bermuatan SDGs, analisis wawancara kepada siswa sekolah dasar, dan analisis wawancara kepada guru sekolah dasar. Analisis ini menunjukkan bahwa pemanfaatan smartphone dalam pembelajaran di sekolah dasar belum dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan siswa akan belajar mandiri dan optimalisasi fasilitas yang dimiliki siswa. Maka dari itu, dibutuhkan adanya perangkat pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar secara mandiri. Salah satunya yaitu berupa aplikasi untuk mobile learning bermuatan SDGs. Kata Kunci: Analisis kebutuhan, aplikasi, SDGs.