cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
UPAYA MENINGKATKAN ASPEK PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI GAME TEKA-TEKI SILANG BERBASIS PEMBELAJARAN STEAM Tutin Priatin; Ronny Mugara; Agus Sumitra
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i4.p%p

Abstract

Cognitive development is a very significant aspect. Cognitive processes are related to the level of intellectual intelligence which refers to the thinking, knowledge, and reasoning where this cognitive is concerned with the development of the child's thinking. Efforts in improving cognitive development in Early Childhood are one of them by providing activities in the form of games or games, namely crossword puzzle activities based on STEAM, crossword games through the steam method with technology, and the provision of worksheets made as interesting as possible to attract the interest of students studied. Based on the observations, crossword puzzle games conducted in PAUD Bina Karya, still use the classic way of providing worksheets without any pictures and colors so that researchers research steam-based crossword puzzle games. The research method the subjects studied were 20 children, 10 men and 10 women in the 5-6-year-old age group. The data collection technique carried out in this study is observation, for technical data analysis used namely qualitative data analysis. After the implementation of the study, there are some children whose aspects of cognitive development appear to develop as researchers hope, after being given crossword worksheets and games that use electronic media, it can be said that crossword puzzle games can improve aspects of cognitive development in Early Childhood.Perkembangan Kognitif merupakan aspek yang sangat berarti. Proses kognitif berhubungan dengan tingkat kecerdasan intelektual yang merujuk pada pemikiran, pengetahuan, dan penalaran dimana kognitif ini menyangkut pada perkembangan berpikir anak. Untuk meningkatkan aspek perkembangan kognitif pada anak usia dini salah satunya dengan memberikan kegiatan berupa permainan ataugame, yaitu teka-teki silang yang berbasis STEAM, permainan teka-teki silang melalui metode STEAM  menggunakan media teknologi   dan pemberian lembar kerja yang dibuat menarik sehingga aspek perkembangan kognitif anak meningkat. Berdasarkan hasil pengamatan, permainan teka-teki silang yang dilakukan di PAUD Bina Karya, masih menggunakan cara klasikal yaitu dengan memberikan lembar kerja tanpa ada gambar-gambar dan warna-warna sehingga peneliti melakukan penelitian  melalui gameteka-teki silang berbasis STEAM. Metode penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas, subjek yang diteliti yaitu 20 anak, laki-laki berjumlah 10 orang dan perempuan berjumlah 10 orang pada kelompok usia 5-6 tahun. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu observasi, untuk teknik analisis data yang digunakan yakni analisis data kualitatif. Setelah dilaksanakannya penelitian ada beberapa anak yang aspek perkembangan kognitifnya  terlihat berkembang sebagaimana harapan peneliti, setelah diberikan lembar kerja teka-teki silang dan permainan yang menggunakan media elektronik, dapat dikatakan melaluigameteka- teki silang berbasis STEAM dapat meningkatkan aspek perkembangan kognitif pada Anak Usia Dini.
MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI DALAM KECERDASAN INTRAPERSONAL MELALUI KEGIATAN MARKET DAY Lasmini Lasmini; Chandra Asri Windarsih
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i5.p%p

Abstract

The formation of creativity and character has begun since childhood. Creativity and strong character are the first assets to survive in modern times. Market Day is one of the activities that need to be introduced since early childhood. And this research is one of the government programs regarding the development of entrepreneurial mental education, namely the collaboration of entrepreneurship education with character education in fostering intrapersonal intelligence by increasing children's creativity through Market Day activities. The reason this research was conducted was that the researchers saw that the activity of increasing creativity in growing intrapersonal intelligence at TK Bandung Barat Foundation-1 had not been running optimally. This research aims to increase children's creativity in intrapersonal intelligence through Market Day creativity activities. This research is a classroom action research based on real things that are experienced directly by the child. The subjects of this study were group B students totaling 15 people. Data collection techniques used were observation and analysis of qualitative data through field notes, interviews, and documentation, with data sources from the principal and homeroom teacher group B. The results of this study indicate that there is an increase in creativity and intrapersonal intelligence found in children when doing activities Market Day includes children can be creative, innovate, dare to take risks, independent, and responsible. Pembentukan kreativitas dan karakter sudah di mulai sejak masa anak-anak. Kreativitas dan karakter yang kuat merupakan modal pertama untuk bertahan hidup di jaman moderen saat ini. Market Day adalah salah satu kegiatan yang perlu di kenalkan sejak anak usia dini. Dan penelitian ini merupakan salah satu program pemerintah mengenai pengembangan pendidikan jiwa kewirausahaan yaitu kolaborasi pendidikan kewirausahaan dengan pendidikan karakter dalam menumbuhkan kecerdasan intrapersonal dengan cara meningkatkan kreativitas anak melalui kegiatan market day. Alasan dilaksanakan penelitian ini dikarenakan peneliti melihat   bahwa kegiatan meningkatkan kreativitas dalam menumbuhkan kecerdasan intrapersonal di TK Bandung Barat Foundation-1 belum berjalan secara optimal.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak dalam kecerdasan intrapersonal melalui kegiatan kreativitas market day. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas berdasarkan hal-hal yang nyata yang di alami langsung oleh anak. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelompok B berjumlah 15 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kreativitas dan kecerdasan intrapersonal yang terdapat pada diri anak ketika melakukan kegiatan Market Day diantaranya anak dapat berkreativitas, berinovasi, berani mengambil resiko, mandiri, dan tangung jawab.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROSES SAINS AUD MELALUI PEMBELAJARAN PENGENALAN PENCAMPURAN WARNA DI RA AL-MUBAROK Ayi Ida Solihat; Arifah A Riyanto; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i6.p%p

Abstract

It takes skills that are enhanced by science skills that can be developed through learning to strengthen color mixing. Problems that occur in the field are cognitive abilities that have not improved properly. This is interesting because the use of media and learning used by teachers is less attractive. In the end, the child is less successful and bored. The purpose of this study is to get a picture of the presence/absence of improvement in process capability. The research method used is a qualitative research method through classroom action research (CAR). Data collection techniques consist of study documentation, observation, and interviews. The data used in the form of descriptive, consisting of words that are described according to data in the field. The data analysis technique is a qualitative descriptive technique, the data obtained from the results of observations and research results of children in the daily implementation plan (RPPH). The results showed the value in cycle 1 was 44% and cycle 2 was 94%. This shows a significant increase in each cycle. Based on the results of this study, color mixing learning can improve the ability of AUD cognitive development in RA Al-Mubarok.Dalam aspek kognitif terdapat keterampilan yang perlu ditingkatkan yaitu keterampilan sains yang bisa dikembangkan melalui pembelajaran pengenalan pencampuran warna. Permasalahan yang terjadi di lapangan adalah kemampuan kognitif yang belum meningkat dengan baik. Hal ini disebabkan karena penggunaan media dan pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang menarik. Pada akhirnya anak kurang bersemangat dan bosan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang ada/tidaknya peningkatan kemampuan proses sains anak dalam pembelajaran pengenalan pencampuran warna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan datanya berupa studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data yang digunakan berbentuk deskriptif, yaitu berupa kata-kata yang diideskripsikan sesuai data di lapangan. Teknik analisis datanya adalah teknik deskriptif kualitatif, data-data diperoleh dari hasil observasi dan hasil penlitian anak pada rencana pelaksanaan harian (RPPH). Hasil penelitian menunjukkan perolehan nilai pada siklus 1 sebesar 44% dan siklus 2 sebesar 94%. Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan yang cukup signifikan di setiap siklus. Berdasarkan hasil penelitian ini, pembelajaran pencampuran warna bisa meningkatkan kemampuan perkembangan kognitif AUD di RA Al-Mubarok.
PENGEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA FLASHCARD Evin Evianti; Ayu Rissa Atika
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i1.p%p

Abstract

Cognitive development in early childhood is a strategic part of aspects of its development. The cognitive aspects of early childhood include learning to master vocabulary, memory, problem solving, logical thinking, and symbolic thinking. Piaget (in Khadijah, 2016). The importance of cognitive development in children can hone their intelligence early on. This study aims to describe cognitive development in early childhood with a vulnerable age of 5-6 years through flashcard media. Data collection techniques are by observation, interview, and documentation. This study used the descriptive qualitative method. The results showed that some children had an optimal cognitive ability improvement, children could process information obtained from their learning, children were able to solve problems in their daily lives and could develop the ability to receive and remember oral stories, recognize visual displays containing pictorial stories, count and combine words and numbers, mentioning 5 words and numbers, memorize the number of 5 objects in front of them. Based on the results of this study, flashcards media can improve the cognitive development of early childhood if done with well-planned planning and implementation. This research is expected to be able to provide a reference for educators to stimulate children to practice cognitive abilities and improve vocabulary, practice independence, and develop a memory for children aged 5-6 years.Perkembangan kognitif pada anak usia dini merupakan bagian strategis dalam aspek perkembangannya. Aspek kognitif pada anak usia dini mencakup belajar dalam menguasai kosa kata, daya ingat, pemecahan masalah, berfikir logis dan berfikir simbolis, Piaget (dalam Khadijah, 2016). Pentingnya perkembangan kognitif pada anak bisa mengasah kecerdasannya sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangkan kognitif pada anak usia dini dengan rentan usia 5-6 tahun melalui media flashcard. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan ada sebagian anak  mengalami peningkatan kemampuan kognitif secara optimal, anak dapat mengolah informasi apa yang diperoleh dari belajarnya, anak mampu memecahkan masalah dalam kesehariannya dan dapat mengembangkan kemampuan menerima dan mengingat cerita lisan,  mengenal tampilan visual berisi cerita bergambar, menghitung dan menggabungkan kata dan angka, menyebutkan lima kata dan angka, menghafal jumlah lima benda yang ada dihadapannya. Berdasarkan hasil penelitian ini, media fashcard dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak usia dini apabila dilakukan dengan perencanaan dan pelaksanaan yang terprogram dengan baik. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan referensi bagi pendidik untuk menstimulus anak guna melatih kemampuan kognitif dan meningkatkan kosa kata, melatih kemandirian serta mengembang daya ingat untuk anak usia 5-6 tahun.      
PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL BAKIAK UNTUK MELATIH KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK KELOMPOK B Neng Anggraeni; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i2.p%p

Abstract

Early childhood usually develops their social activities by playing using games or media to sup- port social activities with their friends. These activities can be obtained through traditional games. Many traditional games can stimulate children's social activities. Traditional types of games that can be applied are through clogs. The purpose of implementing this game is to train the child's emotional social abilities. The method chosen was classroom action research. Data obtained through interviews, observations, documentation studies. The subjects in the study were 20 children. Data analysis using descriptive analysis based on data in the field. Data ob- tained in two cycles with four meetings. Each cycle consists of two meetings. The results of the study in cycle one obtained 66%, while in the second cycle data obtained 96%, thus there was a significant increase in the application of traditional clogs learning. Based on the data in the two cycles, it can be concluded that this study found that training children's social-emotional intelli- gence, one of which is through the traditional game of clogs.Anak usia dini biasanya mengembangkan akivitas sosialnya dengan bermain menggunakan permainan atau media untuk menunjang aktivitas sosial bersama teman-temannya. Aktivitas tersebut dapat diperoleh melalui permainan tradisional. Banyak permainan tradisional yang dapat menstimulus aktivitas sosial anak. Di luar jenis permainan tradisional yang dapat diterapkan adalah melalui bakiak. Tujuan penerapan permainan ini adalah untuk melatih kemampuan sosial emosional anak. Metode yang dipilih adalah penelitian tindakan kelas. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi. Subyek dalam penelitian adalah sebanyak 20 orang anak. Analisis data dengan menggunakan deskriptif analisis berdasarkan data di lapangan. Data diperoleh dalam dua siklus dengan empat pertemuan. Setiap satu siklus terdiri dari dua pertemuan. Hasil penelitian pada siklus satu diperoleh 66%, sementara pada siklus kedua diperoleh data sebesar 96%, dengan demikian terjadi peningkatan yang signifikan terhadap penerapan pembelajaran permainan tradisional bakiak. Berdasarkan data pada kedua siklus tersebut diperoleh kesimpulan bahwa penelitian ini diperoleh bahwa melatih kecerdasan sosial emosional anak salah satunya adalah melalui permainan tradisional bakiak. 
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN ANGKLUNG UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SENI ANAK USIA DINI Sri Nursanti; Enceng Mulyana; Fifiet Dwi Tresna Santana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i3.p%p

Abstract

Early childhood education learning is carried out through providing educational stimulation to assist growth and development. Angklung learning activities are an effort to increase success in achieving learning objectives. This study aims to describe the implementation of angklung learning to improve the creativity of early childhood in Kober the group of foster parents Al-Hidayah Sumber Sari Indah Bandung. This research used a qualitative approach with a case study method to gain more in-depth data with the subject of research are managers, teachers, students, and caregivers. Data collection is done by interview, observation, and documentation. In this study, data analysis was carried out by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of this study indicate that: (1) The planning is done by the principal, teachers, and caregivers. The learning process is carried out in a group with angklung activities the opening prayer, the core activities direct play angklung appropriate referrals from the coach, and concludes with a prayer as well as greetings. Model learning using a model cooperative. Learning assessment angklung is performed by looking at the indicator guidelines play angklung (2) Children's understanding of angklung increased after following activities angklung (3) Factors supporting learning, angklung is the facilities and infrastructure in use to learn already adequate, angklung is comfortable and spacious. Factors restricting learning angklung is coach come late, children do play, don't pay attention to the instruction from the coach, the child does not want to ring the angklung.Pembelajaran pendidikan anak usia dini dilaksanakan melalui pemberian stimulasi pendidikan dalam rangka membantu pertumbuhan dan perkembangan. Kegiatan pembelajaran angklung merupakan suatu upaya untuk meningkatkan keberhasilan dalam pencapaian tujuanpembelajaran. Penelitian ini bertjuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran angklunguntuk meningkatkan kreativitas seni anak usia dini di KOBER Kelompok Orangtua Asuh Al-Hidayah Sumber Sari Indah Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang bertujuan untuk mendapatkan data secara mendalam dengan subjek penelitian adalah pengelola, guru, peserta didik, dan wali murid.  Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan dilakukan oleh kepala sekolah, guru, dan wali murid. Proses pembelajaran angklung dilaksanakan secara berkelompok dengan kegiatan pembuka yaitu berdoa, kegiatan inti yaitu langsung bermain angklung sesuai arahan dari pelatih, dan diakhiri dengan berdoa serta memberi salam. Model belajar menggunakan model kooperatif. Penilaian pembelajaran angklung dilakukan dengan melihat pedoman indikator bermain angklung (2) Kreativitas seni anak meningkat setelah mengikuti kegiatan pembelajaran angklung (3) Faktor pendukung pembelajaran angklung adalah sarana dan prasarana yang digunakan untuk belajar angklung sudah memadai, nyaman serta luas. Faktor penghambat pembelajaran angklung yaitu pelatih datang terlambat, anak tidak memperhatikan instruksi dari pelatih, anak tidak mau membunyikan angklungnya.
ANALISIS KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA AL-IKHWAN Nida Hasanatul Faidah; Sima Mulyadi; Elan Elan
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i4.p%p

Abstract

Early education is very important. At an early age, children are undergoing a process of growth and development. There are six aspect development in children, one of which is the cognitive aspect. Development in children can develop optimally, if the people around the child provide the right stimulation at each stage of its development. This study aims to determine the ability number symbols in childen aged 5 to 6 years in RA Al-Ikhwan, Cikalong District. The type of research conducted in this research is qualitative. The subjects in this study were children aged 5 to 6 years at RA Al-Ikhwan. The data collection technique used in this study is observation and interview. Observation here is by making direct observations during the learning process on the ability of children aged 5 to 6 years to recognize number symbols.  The data analysis technique used is descriptive qualitative data analysis. This study found that the ability to recognize number symbols was not optimal, indicated by the scores obtained by children on each question an average of 2 with the category Starting to Develop. Based on the results of interviews, one of the factors that influence this is the lack of availability of learning media that can facilitate the ability to recognize number symbols. Pendidikan sejak dini sangat penting untuk diperhatikan. Pada usia dini,  anak sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Terdapat enam aspek perkembangan pada anak, salah satunya yaitu aspek kognitif. Perkembangan pada anak dapat berkembang secara optimal, jika orang-orang yang berada disekitar anak memberikan stimulasi yang tepat pada setiap tahapan perkembangannya. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak usia 5 sampai 6 tahun di RA Al-Ikhwan kecamatan Cikalong. Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu kualitatif. Subjek pada penelitian ini yaitu anak-anak yang berusia 5 sampai 6 tahun di RA Al-Ikhwan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu observasi dan wawancara. Observasi disini yaitu dengan melakukan pengamatan secara langsung pada saat proses pembelajaran terhadap kemampuan anak dalam mengenal lambang bilangan.Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data deskriptif kualitatif. Penelitian  ini mendapatkan hasil bahwa kemampuan anak usia 5 sampai 6 tahun di RA Al Ikhwan dalam mengenal lambang bilangan belum optimal, ditunjukkan dengan hasil skor yang didapatkan oleh anak pada setiap pertanyaan rata-rata 2 dengan kategori MB (Mulai Berkembang). Berdasarkan hasil wawancara, salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut yaitu kurangnya  ketersediaan media pembelajaran  yang  dapat memfaslitasi kemampuan mengenal lambang bilangan. 
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MANAJEMEN SOFT SKILLS GURU PAUD MELALUI KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI Upik Elok Endang Rasmani; Anayanti Rahmawati; Warananingtyas Palupi; Jumiatmoko Jumiatmoko; Nurul Shofiatin Zuhro; Anjar Fitrianingtyas
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i5.p%p

Abstract

Efforts to improve the quality of education in the 21st century are not only seen in the input and output aspects, but what is more important is the process aspect which cannot be separated from the soft skills management capabilities carried out by teachers. Higher order thinking skills are one of the important soft skills components, especially in improving the quality of education carried out by teachers through soft skills management abilities.  The method used in this research is descriptive qualitative research, starting with a literature review in the form of collecting data from both books and journals, then analyzing the data using interactive data analysis.  This research was conducted for 7 months in one of the leading private kindergartens in Surakarta with the interview sample used as many as 16 teacher respondents.  Higher-order thinking skills become one of the indispensable components in the soft skills management ability of teachers in an effort to improve the quality of education, with these skills teachers are able to understand the problems they face, analyze and make wise decisions.  The improvement of higher order thinking skills possessed by teachers is also expected to be able to improve the soft skills management abilities of teachers so that efforts to improve the quality of education are also carried out in full and optimallyUpaya peningkatan kualitas pendidikan pada abad 21 tidak hanya dilihat pada aspek input dan output saja, akan tetapi yang lebih penting adalah pada aspek proses yangtidak terlepas dari kemampuan manajemen soft skillsyang dilakukan oleh guru.Keterampilan berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu komponen soft skillsyang penting terutama dalam peningkatan kualitas pendidikan yang dilakukan oleh guru melalui kemampuan manajemen soft skills. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dimulai dengan kajian literatur berupa pengumpulan data baik dari buku maupun jurnal, kemudian dilakukan analisis data menggunakan analisis data interaktif. Penelitian ini dilaksanakan selama 7 bulan di salah satu TK swasta unggulan diSurakarta dengan sampel wawancara yang digunakan sebanyak 16 responden guru. Keterampilan berpikir tingkat tinggi menjadi salah satu komponen yang sangat diperlukan dalam kemampuan manajemen soft skillsguru dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan, dengan keterampilan tersebutmaka guru mampumemahami persoalan yang dihadapi, menganalisisdan mengambil keputusan yang bijaksana. Peningkatan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang dimiliki oleh guru diharapkan juga mampu meningkatkan kemampuan manajemen soft skills yang dilakukan guru sehingga dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan juga terlaksana secara penuh dan optimal. 
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN KELUARGA MELALUI KERJASAMA ORANGTUA DAN GURU DI PAUD AL-MUTADARISIN Neng Eva Vauziah; Rohmalina Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i5.p%p

Abstract

Character education an educator who teaches a process story moral behavior and personality. The family was a major role in developing character education for the son of his daughter. In the context of PAUD young kids very well in a stimulus on strengthening character education. Backgrounds encourage research on the importance of strengthening character education for early childhood in the family environment through cooperation between parents and teachers. The problems in the lift in this research aim to improve strengthening character education young kids in the family environment through cooperation parents and teachers in PAUD Al-Mutadarisin. This research in research deskriftif qualitative thought data collection with observation interview documentation and withdrawal o conclusion. The conclusion from the study there is some changes in School tuition afterward applied to strengthen character education in the neighborhood of household through daily activities participants. A character who is more apparent in school tuition namely independence discipline religious and operationCharacter education an educator who teaches a process story moral behavior and personality. The family was a major role in developing character education for the son of his daughter. In the context of PAUD young kids very well in a stimulus on strengthening character education. Backgrounds encourage research on the importance of strengthening character education for early childhood in the family environment through cooperation between parents and teachers. The problems in the lift in this research aim to improve strengthening character education young kids in the family environment through cooperation parents and teachers in PAUD Al-Mutadarisin. This research in research deskriftif qualitative thought data collection with observation interview documentation and withdrawal o conclusion. The conclusion from the study there is some changes in School tuition afterward applied to strengthen character education in the neighborhood of household through daily activities participants. A character who is more apparent in school tuition namely independence discipline religious and operation
MENGENALKAN LITERASI ANAK DALAM KEMAMPUAN KOGNITIF DI KELUARGA MELALUI APLIKASI GAME ANAK EDUKASI HEWAN LAUT Siti Jamilah; Andrisyah Andrisyah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i6.p%p

Abstract

Literacy needs to be done early to become an active reader in the future, so the family plays an important role in growing literacy. The family is the main holder of being the most important spearhead providing stimulations that are important for the growth of children's literacy. The family is the beginning of life, with our families starting real life. The ultimate family of capital starts the life of someone who Allah has bestowed upon us to go through every life process. This education is not always from the sources of the books we read but in everyday life that we find can be a source of education. This research uses descriptive qualitative method, which is a study by collecting data or information about problems that exist in the community or a family. The data needed in the form of primary data and secondary data. The analysis used in this research is content analysis. The data obtained from primary and secondary data are narrated descriptively and then coding thematically. This article explains game education in which a game that is specifically designed to teach particular learning through applications in addition to testing the cognitive abilities of children also tests the ability of children's creativity. Based on observations have been described to formulate that the existence of family cooperation in stimulating children can be done that originally did not know to want to know.Literasi perlu dilakukan sejak dini agar menjadi pembaca aktif dimasa depannya, maka keluarga berperan penting untuk menumbuhkan literasinya. Keluarga adalah pemegang utama menjadi ujung tombak terpenting memberikan stimulasi-stimulasi yang penting bagi pertumbuhan lit- erasi anak. Keluarga adalah awal memulai kehidupan, dengan keluarga kita memulai kehidupan sebenarnya. Keluarga modal utama memulai kehidupan seseorang yang telah Allah SWT berikan anugrahkan kepada kita untuk menjalani setiap proses kehidupan. Edukasi ini tidak se- lalu dari sumber buku yang kita baca melainkan dalam kehidupan sehari-hari yang kita temukan bisa menjadi sumber edukasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu sebuah penelitian dengan cara mengumpulkan data atau informasi mengenai permasalahan yang ada di dalam masyarakat atau sebuah keluarga. Data yang dibutuhkan berupa data primer maupun data sekunder. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Data yang diperoleh data primer dan data sekunder dinarasikan secara deskriptif dan selanjutnya di- lakukan pengkodean secara tematik. Diartikel ini menjelaskan tentang edukasi game dimana game yang di rancang khusus untuk mengajarkan suatu pembelajaran tertentu melalui aplikasi selain menguji kemampuan kognitif anak juga menguji kemampuan kreativitas anak. Berdasarkan observasi telah diuraikan merumuskan bahwa adanya kerjasama keluarga dalam menstimulus anak dapat dilakukan yang asalnya tidak tahu menjadi ingin tahu.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue