cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
STIMULASI KECERDASAN NATURALIS ANAK MELALUI KEGIATAN BERCOCOK TANAM SELAMA PEMBELAJARAN DARING Hotiah Hotiah; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i3.10967

Abstract

Early childhood is a child who is in need of various efforts to achieve optimal development, both psychological and physical development, especially in stimulating the intelligence possessed by children. One of the intelligences that must be stimulated in early childhood is naturalist intelligence. Stimulating naturalist intelligence during a pandemic requires interesting activities for children, one of which is the application of farming activities. This article aims to analyze the implementation of farming in stimulating naturalist intelligence in children during online learning. The research method used is descriptive qualitative research method with research subjects aged 5-6 years, totaling 12 children in group B in family planning. Thoriqul Atfal. Data collection methods in this study include observation, interview, and documentation techniques. The data analysis technique uses data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. Based on this research, it was found that during online learning the application of farming activities can stimulate children's naturalist intelligence to develop well. The stimulated ability is that the child is able to recognize plants by type, the child is able to take care of the planted plants, and is able to determine the required weather quality.Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan berbagai upaya guna mencapai perkembangan yang optimal, baik perkembangan psikis dan fisik terutama dalam menstimulasi kecerdasan yang dimiliki oleh anak. Salah satu kecerdasan yang harus distimulasi pada anak usia dini adalah kecerdasan naturalis. Menstimulasi kecerdasan naturalis pada masa pendemi membutuhkan kegiatan yang menarik bagi anak, salah satunya yaitu penerapan kegiatan bercocok tanam. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan skenario dan implementasi kecerdasan naturalis anak melalui kegiatan bercocok tanam selama pembelajaran daring. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 12 anak kelompok B di KB.  Thoriqul Atfal. Metode pengumpulan data pada penelitian ini meliputi teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa selama pembelajaran daring penerapan kegiatan bercocok tanam dapat menstimulasi kecerdasan naturalis anak berkembang dengan baik. Kemampuan yang terstimulasi yaitu anak mampu mengenal tanaman berdasarkan jenis, anak mampu merawat tumbuhan yang ditanam, mampu menentukan kualitas cuaca yang dibutuhkan. 
MENGEMBANGKAN KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA DINI MELALUI METODE PERMAINAN TEBAK GAMBAR DALAM PEMBELAJARAN DARING Neni Sunarti; Arifah A Riyanto; Ghina Wulansuci
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i3.10518

Abstract

This study is motivated by the fact in the field that the interpersonal intelligence of early childhood group B Kober Riadul Athfal is still low due to the selection of learning methods that are less interesting and less varied. The method of guessing the game is one of the learning methods chosen in this study. The study therefore aims to describe the scenario and implementation of the method of guessing the game against early childhood interpersonal intelligence in the networking classroom. This study used qualitative descriptive methods with the research subjects of group B kober Riadul Athfal children numbering 12 people. Data collection using interview instruments, observation sheets, and documentation. Data is analyzed through data reduction, data display and verification or withdrawal of conclusions. This study showed the results that children's interpersonal intelligence developed very well after the method of guessing pictures in eight meetings.  Guessing pictures is a fun activity for children so that children are able to express thoughts, able to develop children's knowledge through recognition by guessing images of objects, animals, plants, or people, and can bring up good cooperation relationships between children and parents. The results have implications that children's interpersonal intelligence can be developed through guessing games.   Penelitian ini dilatar belakangi oleh fakta di lapangan bahwa kecerdasan interpersonal anak usia dini kelompok B Kober Riadul Athfal masih rendah dikarenakan pemilihan metode pembelajaran yang kurang menarik dan kurang bervariasi. Metode permainan tebak gambar merupakan salah satu metode pembelajaran yang dipilih dalam penelitian ini. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan skenario dan implementasidari metode permainan tebak gambar terhadap kecerdasan interpersonal anak usia dini dalam pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian anak kelompok B Kober Riadul Athfal yang berjumlah 12 orang. Pengumpulan data menggunakan instrumen wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, display data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukan hasil bahwa kecerdasan interpersonal anak berkembang sangat baik setelah dilakukan metode permainan tebak gambar dalam delapan kali pertemuan. Tebak gambar merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi anak sehingga anak mampu mengekspresikan pikiran, mampu mengembangkan pengetahuan anak melalui pengenalan dengan menebak gambar benda, binatang, tanaman, atau orang, serta dapat memunculkan hubungan kerja sama yang baik antar anak dan orang tua. Hasil tersebut memberikan implikasi bahwa kecerdasan interpersonal anak dapat dikembangkan melalui permainan tebak gambar.  
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKITAR SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERMAIN DI KOBER BINANGKIT DESA CILEULEUY CIGUGUR KUNINGAN Nunung Nuryati; Wulan Susilawati; Setiana Setiana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i3.10792

Abstract

The use of the school environment in the formation of children's character is still limited so that research is needed on the Utilization of the Environment Around the School in the Formation of Early Childhood Character Through the Play method in Kober Binangkit Cileuleuy Cigugur Kuningan Village. Research aims to find out the use of the environment around the school in the formation of early childhood character through play methods; knowing the results of utilizing the environment around the school in the formation of early childhood character through play methods; and obtain data on factors that support the use of the environment around the school in the formation of early childhood character through play methodsKeywords:Environmental Utilization, Character Building, Play Method. The methods and approaches used in research are descriptive methods with qualitative approaches. The population and sample that were respondents in the study were 2 class teachers and 20 children. Qualitative data processing is carried out steps: data reduction; data categorization; synthesis and interpreting data. The results showed the formation of the character of brave children, tolerant, tolerant, empathetic, hard work, mutual cooperation carried out through outdoor learning activities in the open and the environment around the school; there is a change in the attitude of children as a result of outdoor learning activities, children who were originally timid to be brave, who had lacked attention with their friends to be attentive, growing cooperative attitudes, tolerance and so on; and environmental support that allows children to play freely.Pemanfaatan lingkungan sekolah dalam pembentukan karakter anak masih terbatas sehingga perlu dilakukan penelitian tentang Pemanfaatan Lingkungan Sekitar Sekolah Dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini Melalui metode Bermain di Kober Binangkit Desa Cileuleuy Cigugur Kuningan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah dalam pembentukan karakter anak usia dini melalui metode bermain; mengetahui hasil pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah dalam pembentukan karakter anak usia dini melalui metode bermain; dan memperoleh data tentang faktor yang menunjang pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah dalam pembentukan karakter anak usia dini melalui metode bermain. Metode dan pendekatan yang digunakan  dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi dan sampel yang dijadikan responden dalam penelitian adalah guru kelas berjumlah 2 orang dan anak sebanyak 20 anak.Pengolahan data kualitatif dilakukan langkah-langkah: reduksi data; kategorisasi data; sintesisasi dan menafsirkan data. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya karakter anak pemberani, mendiri, toleran, empati, kerja keras, gotong royong yang dilakukan melalui kegiatan pembelajaran outdoor di alam terbuka dan lingkungan sekitar sekolah; adanya perubahan sikap anak sebagai hasil dari kegiatan pembelajaran outdoor, anak yang semula penakut menjadi pemberani, yang tadinya kurang perhatian sama temannya menjadi perhatian, tumbuh sikap kerjasama, toleran dan lain sebagainya; dan daya dukungan lingkungan yang memungkinkan anak dapat bermain secara leluasa.
BERSYUKUR KEPADA ALLAH MELALUI METODE TALQIYAN FIKTIYYAN UNTUK ANAK USIA DINI Lina Aidah; Dedah Jumiatin
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i4.11037

Abstract

This research departs from the ineffective use of methods that have been applied in education in Indonesia, it was marked by the number of children who do not have intelligence in understanding the essence of Allah SWT. The purpose of this study was to investigate the implementation of the talqiyan fikriyyan method in Quranikids Kindergarten. The method used in this research is a descriptive-analytical method with research instruments are observations and interviews with grade A, teachers, principals, and parents of students at Tk Quranikids Cianjur, and the form of data analysis used is reducing data, presenting data (analyzing) and drawing conclusions. The result from the observations at the Quranikids Kindergarten on the talqiyan fikriyyan method seen that students can understand gratitude through sensing the existing facts that make students happy in doing good deeds. Meanwhile, the results from the interviews with the object of research namely, principals, teachers, and parents of students, it can be seen that the talqiyan fikriyyan method is very effective in forming gratitude in early childhood, which makes these students happy in doing good deeds and worship as gratitude to Allah SWT. Penelitian ini bertolak dari kurang efektifnya penggunaan metode yang selama ini diterapkan dalam pendidikan yang ada di Indonesia, hal ini ditandai dengan masih banyaknya anak yang tidak memiliki rasasyukur dalam memahami dzat Allah SWT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menumbuhkan rasa syukur anak dengan menerapkan metode talqiyan fikriyyan di TK Quranikids.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik dengan instrument penelitian berupa observasi dan wawancarapada anak kelas A, kepala sekolah dan orang tua peserta didik di Tk Quranikids Cianjur dan bentuk analisa data yang digunakan yaitu dengan cara mereduksi data, penyajian data (Menganalisa) serta penarikan kesimpulan.  Dari hasilobservasi yang dilakukan di TK Quranikids terhadap metode talqiyan fikriyyanterlihat bahwa anak dapat memahami rasa syukur melalui pengindraan terhadap fakta yang ada sehingga membuat anaksenang dalam melakukan amal shaleh. Sementara dari hasil wawancara terhadap objek penelitian yaitu, kepala sekolah, guru, orang tua dan anak dapat diketahui bahwa, pengaplikasian metode talqiyan fikriyyanini sangat efektif dalam membentuk rasa syukur pada anak usia dini, yang membuat anaktersebut senang dalam melakukan amal shaleh dan beribadah, sebagai rasa syukur kepada Allah SWT.
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA OTORITER TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK Siti Nurjannah; Rohmalina Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i6.12624

Abstract

Authoritarian parenting is a parenting pattern that is applied by parents that limits, punishes, and demands that children always obey the rules that parents give. Parenting patterns that are applied to children will lead to the child's personality in the future. This study was conducted to determine the effect of authoritarian parenting applied by parents on the social-emotional development of children. The research subjects studied were 5 parents and 5 children who were located in Sukapura Village, Purabaya Village, Leles District, Cianjur Regency. In this study, the researcher uses the Ex-post facto method with a quantitative approach, namely research in which an independent variable is an event that has already occurred. The data collection technique that the researcher used was an observation, questionnaire, and documentation, and the data analysis that the researcher did was inferential statistical analysis. The results of the analysis of the data obtained with the correlation test, namely the value of sig data .001 <0.05, which means that there is an influence between authoritarian parenting patterns on children's social-emotional development, and the results of the regression test show that there is an influence between the independent variables on the dependent variable. So, it can be concluded that the more authoritarian parenting is applied, the less good it is for children's social-emotional development. Pola asuh otoriter adalah pola asuh yang di terapkan oleh orang tua yang bersifat membatasi, menghukum, dan menuntut anak agar selalu patuh terhadap aturan yang orang tua berikan. Pola asuh orang tua yang di terapkan kepada anak akan mengarahkan pada kepribadian anak di masa depan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pola asuh otoriter yang diterapkan orang tua terhadap perkembangan sosial emosional anak. Subjek penelitian yang di teliti yaitu 5 orang tua dan 5 orang anak yang tepatnya berada di kampung Sukapura Desa Purabaya Kecamatan Leles Kabupaten Cianjur. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metodeEx-post factodengan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang variabel independenya merupakan peristiwa yang sudah terjadi. Teknik pengumpulan data yang peneliti lakukan adalah teknik observasi, angket dan dokumentasi, dan analisis data yang peneliti lakukan ialah analisis statistik inferensial. Adapun hasil dari analisis data yang di peroleh dengan uji korelasi yaitu nilai sig data .001<0.05 yang artinya terdapat pengaruh antara pola asuh orang tua otoriter terhadap perkembangan sosial emosional anak dan hasil uji regresi menunjukan bahwa terdapat suatu pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Jadi, dapat di simpulkan bahwa semakin pola asuh otoriter di terapkan maka semakin tidak baik untuk perkembangan sosial emosional anak.
MENGEMBANGKAN KECERDASAN LINGUISTIK ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERNYANYI Erni Sumarni; Ifat Fatimah Zahro
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i5.12306

Abstract

The intelligence that must exist in children is linguistic, linguistic intelligence is a person's ability to process or express words, writing, expressing thoughts, desires, and opinions. The purpose of this research is to develop linguistic intelligence in early childhood through the singing method. The method in this research is descriptive and qualitative. Data collection techniques in this study are observation, documentation, and interviews. The subjects in this study were children aged 4-5 years as many as 6 children and 2 teachers, school principals, and parents as informants. The instruments or methods of data collection in this study were observation, interviews, and relevant documentation. Data processing was carried out using qualitative data analysis, namely data reduction, data presentation, conclusion drawing, and verification according to the flow model. The use of qualitative descriptive research in this study is intended for the assessment technique obtained by collecting the results of observations, assessment results, and evaluations of children through developing linguistic intelligence for early childhood through the singing method. The results obtained that the level of children's linguistic achievement through the singing method developed very well and increased, from 6 children studied 5 children developed very well (BSB) in the four indicators studied while 1 child in the last indicator showed development as expected (BSH), this is has proven that there is a positive response from children in the implementation of the singing method.Kecerdasan yang harus ada pada anak adalah kecerdasan linguistik, kecerdasan linguistik adalah kemampuan seseorang untuk mengolah atau mengekspresikan kata-kata, tulisan, ungkapan pikiran keinginan dan pendapat. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengembangkan kecerdasan linguistikanak usia dini melalui metode bernyanyi. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, dokumentasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini anak usia 4-5 tahun sebanyak 6 anak dan 2 orang guru, kepala Sekolah serta orang tua sebagai informan. Instrumen atau metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi yang relevan. Pengolahan data yang dilakukan menggunakan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi sesuai model alir .Penggunaan penelitian deskriptif kualitatif dalam penelitian ini dimaksudkan untuk Teknik penilaian didapatkan dengan mengumpulkan hasil observasi, hasil penilaian dan evaluasi terhadap anak melalui mengembangkan kecerdasan linguistikanak usia dini melalui metode bernyanyi. Diperoleh hasil tingkat pencapaian linguistikanak melalui metode bernyanyi tersebut berkembang sangat baik dan meningkat, dari 6 anak yang diteliti 5 anak berkembang sangat baik (BSB) dalam empat indikator yang diteliti sedangkan 1 anak dalam indikator terakhir menunjukkan berkembang sesuai harapan (BSH), hal ini sudah membuktikan adanya respon positif dari anak dalam pelaksanaan metode bernyanyi tersebut. 
POLA ASUH ORANG TUA PADA ANAK USIA DINI DALAM NOVEL LAYANGAN PUTUS Mariaty Podungge
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i5.12587

Abstract

Layangan Putus is a novel about a divorced husband and wife. The mother maintained custody of the child. Even though they were divorced, the couple kept prioritizing taking care of their children, particularly their young children, Alman and Aby. Alman is five years old and Aby is sixteen months old. This study aimed to describe parenting practices in early childhood in Layangan Putus library research and content analysis was employed as the methodology in this study. The findings revealed that (1) the parenting style employed was democratic parenting in developing children's personality, and (2) There are values of character education in the pattern of parenting, namely religious through example, advice, and control of children's worship by parents, discipline through controlling children's daily activities, independent through giving permission to children to be with relatives and family without the presence of parents, fond of reading through children's recitation activities in the afternoon in the Koran recitation park and love of peace through Alman's togetherness with his friends.Novel layangan putus merupakan novel yang bercerita tentang kehidupan suami dan istri yang telah bercerai. Hak Asuh anak berada pada ibu. Walaupun telah terjadi perceraian, ayah dan ibu tetap mengutamakan pengasuhan pada anak-anak, khususnya pada anak yang berusia dini yakni Alman dan Aby. Alman berusia lima tahun dan Aby berusia enam belas bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh orang tua pada anak usia dini dalam novel layangan putus. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pola asuh ayah dan ibu yang dilakukan adalah pola asuh demokratis dalam membentuk kepribadian anak (2) Terdapat nilai nilai pendidikan karakter dalam pola pengasuhan anak yakni religius melalui keteladanan, nasihat dan pengontrolan ibadah anak oleh orang tua, disiplin melalui pengontrolan aktivitas harian anak, mandiri melalui pemberian izin kepada anak untuk bersama kerabat dan keluarga tanpa kehadiran orang tua, gemar membaca melalui akvifitas pengajian anak ketika sore hari di taman pengajian al-Quran serta cinta damai melalui kebersamaan Alman dengan temannya.
STIMULASI KEMAMPUAN KEAKSARAAN AWAL ANAK USIA DINI MELALUI CELENGAN HURUF DI MASA PANDEMI COVID-19 Fitria Tunnazah; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i4.11021

Abstract

Early literacy is a process of recognizing vowels and consonants in preparation for a child's reading ability. Introducing early literacy to early childhood should be done through fun game activities. Facts in the field show that there are still many early childhood who have difficulty in recognizing early literacy, so researchers are encouraged to conduct research and create an educational media that can stimulate early literacy skills in early childhood, especially during this Covid-19 Pandemic, which requires children to carry out online learning or online at home. The purpose of this study is to stimulate early literacy skills so that children can master the ability to recognize letters, read words, write letters, imitate sentences, and other literacy skills. This study uses a qualitative method with a case study approach. The subject of the study was a 6-year-old boy who was identified as having difficulty recognizing literacy. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation studies. Data analysis used is data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that piggy bank alphabets can stimulate early childhood literacy skills, including children can recognize and name some letter symbols, write their own names and read 1-2 syllables. Keaksaraan awal merupakan suatu proses dalam mengenal huruf vokal maupun konsonan sebagai persiapan untuk kemampuan membaca anak. Mengenalkan keaksaraan awal pada anak usia dini sebaiknya dilakukan melalui aktivitas permainan yang menyenangkan. Fakta dilapangan menunjukkan masih banyaknya anak usia dini yang mengalami kesulitan dalam mengenal keaksaraan awal, sehingga peneliti terdorong untuk melakukan penelitian dan menciptakan suatu media edukatif yang dapat menstimulasi kemampuan keaksaraan awal pada anak usia dini, khususnya di masa Pandemi Covid-19 ini, yang mengharuskan anak untuk melaksanakan pembelajaran secara daringatau online di rumah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menstimulasi kemampuan keaksaraan awalagar anak dapat menguasai kemampuan dalam mengenal huruf, membaca kata, menulis huruf, meniru kalimat dan kemampuan keaksaraan lainnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Subjek penelitian adalah anak laki-laki berusia 6 tahun yang teridentifikasi mengalami kesulitan dalam mengenal keaksaraan.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa celengan huruf dapat menstimulasi kemampuan keaksaraan awal anak usia dini, diantaranya anak dapat mengenal dan menyebutkan beberapa simbol huruf, menulis namanya sendiri serta membaca 1-2 suku kata.  
PEMBELAJARAN KREASI WARNA MELALUI MEDIA CAT DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI Nina Maemunah; Fifiet Dwi Tresna Santana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i5.12471

Abstract

The main cause of inhibition of children's creativity is parenting and the education system in schools that do not provide a stimulus to children's creativity. It is often found that the problem of lack of creative potential in early childhood is due to not getting the opportunity to develop their creative potential. Therefore, learning such as the art of coloring through watercolor games is needed that can increase the creativity of children from pre-school age. The purpose of this study was to describe the color art learning activities through watercolor games in increasing children's creativity. Color art activities provide a means to identify oneself, express oneself, and encourage opportunities for intellectual, emotional, physical, and social development. This study uses a qualitative descriptive research method that analyzes the events of an action taken, with the main research consisting of several randomly selected children. The research instrument uses data collection through observation and documentation. In analyzing the data, the authors perform data reduction, display data, and draw conclusions. The results showed that the color art learning activities through watercolor games could increase children's creativity. Children feel happy and enthusiastic and can produce interesting works of art, can combine colors so that colors become diverse, and show an exploratory attitude and curiosity so that children get used to actively asking questions.Penyebab utama terhambatnya kreativitas anak adalah pola asuh dan sistem pendidikan di sekolah yang tidak memberikan stimulus terhadap kreativitas anak. Sering ditemukan masalah kurangnya potensi berkreasi anak usia dini disebabkan tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi kreatifnya. Karena itu diperlukan pembelajaran seperti seni mewarnai melalui permainan cat air yang dapat meningkatkan kreativitas anak sejak usia pra sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kegiatan pembelajaran kreasi warna melalui media cat air dalam meningkatkan kreativitas anak. Kegiatan kreasi warna mempersiapkan sarana untuk mengenali diri, mengekspresikan diri, dan mendorong kesempatan untuk berkembangnya intelektual, emosional, fisik, serta social. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripstif kualitatif yang menganalisis  peristiwa dari  suatu  tindakan yang dilakukan, dengan pokok penelitian terdiri dari beberapa anak yang dipilih secara acak, Instrumen penelitian yang menggunakan pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Dalam menganalisis data, penulis melakukan pengurangan data, menampilkan data, dan menarik simpulan. Hasil pada penelitian ini menyatakan bahwa aktifitas pembelajaran seni warna melalui permainan cat air dapat meningkatkan kreativitas anak. Anak merasa senang dan antusias serta dapat  menghasilkan karya seni yang menarik, dapat mengkombinasikan warna sehingga warna menjadi beragam, serta menunjukan sikap eksploratif dan rasa ingin tahu sehingga anak mulai terbiasa aktif bertanya.
PEMBELAJARAN DARING UNTUK MENUMBUHKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN BERMAIN PASIR KINETIK Yusti Holidah Agustin; Sharina Munggaraning Westhisi
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i4.11294

Abstract

Creativity is one of the potentials that children have that needs to be developed from an early age. In online learning to foster children’s creativity, methods are needed that can encourage children to be interested, and to create creative ideas. During the process of learning activities at home, children will feel bored with the tasks given, children need fun activities such as playing. Playing for all children is something that is very liked, every day they will not be separated from playing. The purpose of this study was to determine the achievements of online learning development to foster early childhood kinetic sand playing activities in group B at RA As-Sa’idiyyah. The method used in this research is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The subjects of this study were group B children in RA As-Sa’idiyyah with 5 girls and 5 boys. Data analysis techniques in this study are data reduction, data presentation/display, and drawing conclusions or data verification. Online learning to foster creativity in early childhood through kinetic sand playing activities went well and got a good response from children. The results of this study can be concluded that one of the activities that can be done to foster creativity in early childhood is playing with kinetic sand.Kreativitas merupakan salah satu potensi yang dimiliki anak yang perlu dikembangkan sejak dini. Dalam pembelajaran daring untuk menumbuhkan kreativitas anak dibutuhkan metode yang mampu mendorong agar anak berminat, untuk menciptakan ide-ide kreatif. Selama proses kegiatan pembelajaran di rumah, anak akan merasa bosan dengan tugas-tugas yang diberikan, anak perlu kegiatan yang menyenangkan seperti bermain. Bermain bagi semua anak merupakan hal yang sangat disukai, setiap hari mereka tidak akan lepas dari bermain.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui capaian perkembangan pembelajaran daring untuk menumbuhkan kreativitas anak usia dini melalui kegiatan bermain pasir kinetik pada kelompok B di RA As-Sa’idiyyah.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dari penelitian ini adalah anakkelompok B di RA As-Sa’idiyyah dengan jumlah 5 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Teknik analisisdata dalam penelitianinireduksidata, penyajiandata/display,dan penarik kesimpulan atau verfikasi data.Pembelajaran daring untuk menumbuhkan kreativtas anak usia dini  melalui kegiatan bermain pasir kinetik berjalan dengan baik dan mendapatkan respon yang baik dari anak. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kreativitas anak usia dini dengan kegiatan bermain pasir kinetik. 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue