cover
Contact Name
Muhammad Ali Adriansyah
Contact Email
ali.adriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikostudia@fisip.unmul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Psikostudia : Jurnal Psikologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23022582     EISSN : 26570963     DOI : -
PSIKOSTUDIA : JURNAL PSIKOLOGI is a peer-reviewed journal which is published by Universitas Mulawarman, East Kalimantan publishes biannually in June and December. This Journal publishes current original research on psychology sciences using an interdisciplinary perspective, especially within Organitational and Industrial Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, and Experimental Psychology Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Emotion Regulation Training Based on Cognitive Behavioral Therapy to Reduce Anxiety Levels in Adolescent Afifah, Nursita; Boediman, Lia Mawarsari
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i4.16743

Abstract

Untreated anxiety may cause various problems in teenagers, such as difficulty in daily activities, social relationship problems, lack of academic performance, and other more complex problems. This research was a quasi-experimental research with a one-group pretest-posttest design that aims to examine the effect of emotion regulation training based on Cognitive Behavior Therapy (CBT) in reducing adolescent anxiety levels. The participants consisted of 5 female adolescents (13-14 years) who had moderate to severe anxiety and emotion dysregulation problems. Training is carried out in 5 sessions of 1-1.5 hours. Difficulties in Emotion Regulation Scale Short Form (DERS-SF) and Depression Anxiety Stress Scales (DASS 21) were used to measure the level of emotion dysregulation and anxiety before, after, and 3 weeks after the training. The results showed decreased emotion dysregulation (26.9%-30.5%) and anxiety (17.1%-42.8%) among participants. Emotion regulation training based on CBT was effective in increasing the ability to manage emotions and reducing anxiety levels in adolescents. This training can be considered as a group intervention method to overcome anxiety problems in adolescents. Masalah kecemasan yang tidak ditangani berpotensi menimbulkan berbagai hambatan pada remaja, seperti kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, masalah dalam relasi sosial, kurangnya performa akademik dan berbagai persoalan lain yang lebih kompleks. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan one-group pretest-posttest design yang bertujuan menguji efektivitas pelatihan regulasi emosi berbasis Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam menurunkan tingkat kecemasan pada remaja. Partisipan penelitian ini adalah 5 orang remaja perempuan (13-14 tahun) yang memiliki masalah kecemasan dan disregulasi emosi tingkat sedang hingga berat. Pelatihan dilakukan dalam 5 sesi dengan durasi 1-1,5 jam pada tiap pertemuan. Pengukuran dilakukan dengan Difficulties in Emotion Regulation Scale Short Form (DERS-SF) dan Depression Anxiety Stress Scales (DASS 21) untuk mengetahui perubahan tingkat disregulasi emosi dan kecemasan sebelum, setelah dan 3 pekan setelah pelatihan dilaksanakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan disregulasi emosi (26,9%-30,5%) dan kecemasan (17,1%-42,8%) pada partisipan. Pelatihan regulasi emosi berbasis CBT efektif meningkatkan kemampuan mengelola emosi dan menurunkan tingkat kecemasan pada remaja. Pelatihan ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu metode intervensi kelompok guna mengatasi masalah kecemasan pada remaja.
Treatment of Depression in Children Through Expressive Writing Therapy Hafizah, Nurul; Sulistyarini, Indahria
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i4.16156

Abstract

Depression in children is a psychological problem that is often ignored and left untreated. This condition can have an impact on children's decreased desire to eat, loss of interest in children and cognitive impairment that can disturb the development of children. This study aims to determine the effectiveness of expressive writing therapy on reducing the intensity of depression in children. This study uses a research design, namely single-case research. The subject in this study was a 12-year-old girl who experienced symptoms of depression as measured using the Children Depression Inventory (CDI). The diagnosis was given after assessing the subject in the form of interviews, observations and comprehensive psychological tests. The researcher determines the baseline related to the subject's psychological condition in determining the intervention. The results showed that there was a decrease in the intensity of the main symptoms of depression in the subject, then there were changes in thoughts, feelings and behavior in the subject before and after the intervention of expressive writing therapy on the subject. Depresi pada anak merupakan salah satu permasalahan psikologis yang sering diabaikan dan sering tidak diobati. Kondisi ini dapat berdampak kepada penurunan nafsu makan pada anak, kehilangan ketertarikan pada anak hingga adanya penurunan kognitif yang dapat mengganggu proses perkembangan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi menulis ekspresif terhadap penurunan intensitas depresi pada anak. Penelitian ini menggunakan desain penelitian yaitu single-case research. Subjek dalam penelitian ini merupakan seorang anak perempuan berusia 12 tahun yang mengalami gejala depresi yang diukur dengan menggunakan Children Depression Inventory (CDI). Diagnosis diberikan setelah dilakukan asesmen kepada subjek berupa wawancara, observasi dan tes psikologi secara komprehensif. Peneliti menentukan baseline terkait kondisi psikologis subjek dalam menentukan intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan intensitas gejala utama depresipada subjek dan terjadi perubahan secara pikiran, perasaan dan perilaku pada subjek pra serta pasca intervensi expressive writing therapy pada subjek.
Mental Health Literacy Training for Surabaya Hebat Cadres to Improve Psychological Wellbeing of the Elderly Ainin, Qurrotu; Amelia Arbi, Dian Kartika
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Volume 13, Issue 4, Desember 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i4.16523

Abstract

The program aims to improve the welfare of the elderly and prevent the elderly from experiencing mental health problems through mental health literacy training to elderly posyandu cadres to help and assist the elderly to detect psychological disorders so that the elderly can immediately seek help to get the right treatment independently or through professional assistance. This study used an experimental approach with a one-group pretest posttest design. The research subjects were Surabaya Hebat cadres who were also members of the Karang Werdha Amanah RW 07 Pucang Sewu Surabaya elderly community, totaling 12 people. The results of cognitive mental health literacy questionnaire analysis using paired sample t analysis through the SPSS 25 application showed a significance value of 0.009 (p
HAV Matrix: Employee Development in PT. X based on Potential Review Assessment Putri, Nadia Shafira; Mastuti, Endah
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i1.14981

Abstract

The individual assessment potential review was conducted as part of talent management activities to obtain a comprehensive understanding of the individual’s potential and to identify competencies that require improvement. In addition to providing psychological measures to map employee profiles, the organization also considered performance evaluation results. The tool used in this assessment was the HAV Matrix. The subject of this study was an employee of PT. X. This research employed two data collection methods: psychological testing tools and interviews. At the end of the process, counseling sessions were conducted to provide developmental suggestions tailored to the individual’s needs through counseling programs, aiming to enable the individual to perform optimally. The research findings indicated that the subject falls into the "current star" category in the HAV Matrix analysis, which means the subject is classified as a high performer with moderate potential. This finding confirms that the subject is a promising candidate for the position of Purchasing Section Head but requires further development in certain areas. Penelitian asesmen individu potential review dilakukan sebagai bagian dari kegiatan talent management untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang potensi yang dimiliki oleh individu serta mengidentifikasi kompetensi yang perlu ditingkatkan. Selain menyediakan pengukuran psikologis untuk memetakan profil karyawan, organisasi juga mempertimbangkan hasil evaluasi kinerja. Tools yang digunakan dalam asesmen ini adalah HAV Matriks. Subjek pada penelitian ini adalah 1 orang karyawan PT. X. Penelitian ini menggunakan dua metode pengumpulan data, yaitu alat tes psikologi dan wawancara. Pada akhir kegiatan dilakukan konseling untuk memberikan saran pengembangan yang diperlukan untuk kebutuhan pengembangan SDM melalui program konseling agar individu dapat bekerja dengan optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek termasuk dalam kategori “current star” dalam analisis HAV matriks, yaitu subjek berada pada rentang high performer dan moderate potential. Hal tersebut membuktikan bahwa subjek termasuk kader potensial untuk menduduki jabatan kasie purchasing namun membutuhkan beberapa pengembangan.
Adult Attachment in Early Adulthood with Divorced Parents Nezia, Amara; Dimala, Cempaka Putrie; Aisha, Dinda
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i1.14828

Abstract

Individuals from divorced families have a higher risk compared to those from intact families when entering adulthood. These individuals tend to feel less secure in forming attachments with others during early adulthood. This study aims to examine the adult attachment patterns of early adults with divorced parents in Karawang Regency. This descriptive quantitative research involves 100 early adults in Karawang, using non-probability sampling. Data collection was conducted through an online questionnaire distribution. Adult attachment was measured using the Revised Adult Attachment Scale (RAAS) with a Likert scale from 1 to 5. The results show that the dominant attachment type is anxiety attachment, held by 51% of early adults with divorced parents, followed by depend on attachment (26%) and close attachment (23%). Hypothesis testing reveals no significant differences between gender and attachment patterns, but there are significant differences between the age groups of 20-25 years (transition from adolescence to adulthood) and 26-40 years (early adulthood), as well as between the age at which parents divorced, specifically early childhood (2-6 years) and late childhood (7-12 years). No significant differences were found based on relationship status (dating, engaged, or married). These findings suggest that anxiety attachment patterns are more prevalent in individuals who experienced parental divorce at a younger age, and both age and parental divorce experiences influence early adulthood attachment patterns. Individu yang berasal dari keluarga yang bercerai memiliki resiko yang lebih besar dibanding individu dengan keluarga yang utuh ketika memasuki usia dewasa. Individu tersebut memiliki kecenderungan untuk merasa kurang aman dalam menjalin kelekatan dengan orang lain di saat dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran adult attachment pada dewasa awal dengan orang tua yang bercerai di Kabupaten Karawang. Penelitian kuantitatif deskriptif ini melibatkan 100 dewasa awal di Karawang dengan menggunakan non-probability sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan penyebaran kuesioner secara daring. Pengukuran adult attachment menggunakan Revised Adult Attachment Scale (RAAS) dengan skala Likert 1 hingga 5. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tipe anxiety attachment dominan dimiliki oleh dewasa awal dengan orang tua yang bercerai, dengan persentase sebesar 51%, diikuti dengan depend on attachment (26%) dan close attachment (23%). Uji hipotesis menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara jenis kelamin terhadap pola kelekatan, namun terdapat perbedaan signifikan antara kelompok usia 20-25 tahun (masa transisi remaja menuju dewasa) dan 26-40 tahun (dewasa awal), serta antara usia ketika orang tua bercerai, yakni masa kanak-kanak awal (2-6 tahun) dan masa kanak-kanak akhir (7-12 tahun). Tidak ditemukan perbedaan signifikan berdasarkan status hubungan (berpacaran, tunangan, atau menikah). Temuan ini menunjukkan bahwa pola anxiety attachment lebih tinggi pada individu yang mengalami perceraian orang tua pada usia lebih muda, dan usia serta pengalaman perceraian orang tua mempengaruhi pola kelekatan dewasa awal.
Application of Cognitive Theory in Science Independent Learning for Grade 5 Students of SDN 1 Sukasada Prabaswari Putri, Made Diah; Suarni, Ni Ketut; Margunayasa, I Gede
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i1.14414

Abstract

This research was conducted as a response to the problem of the lack of focus of grade 5 students at Sukasada 1 State Elementary School in learning science. This research aims to overcome this problem by applying cognitive theory in independent science learning. The research subjects consisted of 5th grade students who were divided into two groups, namely the experimental group and the control group, using a purposive random sampling technique. Data regarding science learning ability was collected using the test method, and data analysis was carried out using the Polled Variance T test to test the homogeneity of data variance. The results showed that the application of cognitive theory in independent science learning significantly increased students' understanding and focus on learning compared to the control group. These findings confirm the effectiveness of cognitive theory in increasing students' learning independence and contributing to the development of more optimal learning strategies, both in curriculum preparation and the application of learning methods that can improve the quality of science learning in elementary schools. Penelitian ini dilakukan sebagai respons terhadap permasalahan kurangnya fokus siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri 1 Sukasada dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menerapkan teori kognitif dalam pembelajaran mandiri IPA. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas 5 yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, menggunakan teknik purposive random sampling. Data mengenai kemampuan pembelajaran IPA dikumpulkan melalui metode tes, dan analisis data dilakukan menggunakan uji T Polled Varians untuk menguji homogenitas varians data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori kognitif dalam pembelajaran mandiri IPA secara signifikan meningkatkan pemahaman dan fokus belajar siswa dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini menegaskan efektivitas teori kognitif dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa serta memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang lebih optimal, baik dalam penyusunan kurikulum maupun penerapan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di Sekolah Dasar.
Facing Academic Stress: The Role of Hardiness and the Moderating Effect of Social Support in Psychology Students Purba, Agita Nova; Nauly, Meutia; Hadiati, Lita
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Volume 14, Issue 1, Maret 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i1.16062

Abstract

Master's degree students in professional psychology are vulnerable to experiencing constraints and obstacles during their educational journey, which can lead to the emergence of academic stress. This study aims to investigate the role of social support in moderating the relationship between hardiness and academic stress among master's degree students in professional psychology. Accidental sampling, which is a nonprobability sampling technique, is used in the sampling method. The participants consisted of 225 master's degree students in professional psychology in Indonesia who were currently enrolled in the Praktik Kerja Profesi Psikologi (PKPP) and/or Thesis. The research instruments utilized three scales: the academic stress scale, the hardiness scale, and the social support scale. The data were analyzed using moderation regression analysis. The findings of the study indicate that (1) there is an influence of hardiness on academic stress among master's degree students in Professional Psychology, (2) there is an influence of social support on academic stress among master’s degree students in Professional Psychology, and (3) Social support weakens the influence of the relationship between hardiness and academic stress on students of Master Psychology Professions. Mahasiswa Magister Psikologi Profesi rentan mengalami kendala dan hambatan selama proses menempuh pendidikan yang dapat mengakibatkan munculnya stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peran dukungan sosial dalam memoderasi hardiness terhadap stres akademik pada mahasiswa Magister Psikologi Profesi. Accidental sampling, yang merupakan teknik nonprobability sampling, digunakan dalam metode pengambilan sampel. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 225 mahasiswa Magister Psikologi Profesi di Indonesia yang sedang mengikuti mata kuliah Praktik Kerja Profesi Psikologi (PKPP) dan/atau Tesis. Alat ukur penelitian menggunakan tiga skala yaitu skala stres akademik, skala hardiness dan skala dukungan sosial. Teknik Analisa data yang digunakan yaitu analisis regresi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat pengaruh hardiness terhadap stres akademik pada mahasiswa Magister Psikologi Profesi, (2) Terdapat pengaruh dukungan sosial terhadap stres akademik pada mahasiswa Magister Psikologi Profesi, dan (3) Dukungan sosial memperlemah pengaruh antara hubungan hardiness terhadap stres akademik pada mahasiswa Magister Psikologi Profesi.
Analysis of the Application of Edward Thordinke's Behavioristic Theory in increasing interest in learning science for Grade 6 students Ningrum, Maharani Ayu; Suarni, Ni Ketut; Margunayasa, I Gede
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Volume 14, Issue 1, Maret 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i1.14416

Abstract

This research was conducted in response to the challenges and low interest in learning from grade 6 elementary school students in science learning. The purpose of this study is to overcome the low interest in learning grade 6 students in science learning by applying behavioristic theory by Edward Thorndike. This study also aims to overcome the low interest in learning grade 6 students in learning Mathematics by using behavioristic theory in the context of science learning. Grade 6 students were divided into two groups, namely the experimental group and the control group, using the Purposive Random Sampling Technique. Science learning ability data were collected through the test method, and data analysis was performed using the Polled Variance T test due to the homogeneity of the data variance. The results showed a significant difference in science learning ability between the group that applied the Behavioristic of Edward ThorndikeTheory and the control group. The findings of this study have important implications in designing effective learning strategies in the future, focusing on curriculum development and learning approaches that can increase students' understanding and interest in learning. This research also makes a significant contribution in efforts to improve the quality of science learning in elementary schools, both conceptually and applicatively. Penelitian ini dilakukan sebagai respons terhadap tantangan dan minat belajar yang rendah dari siswa kelas 6 Sekolah Dasar dalam pembelajaran IPA. Tujuan penelitian ini adalah mengatasi rendahnya minat belajar siswa kelas 6 dalam pembelajaran IPA dengan menerapkan teori behavioristik oleh Edward Thorndike. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengatasi rendahnya minat belajar siswa kelas 6 dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan teori behavioristik dalam konteks pembelajaran IPA. Siswa kelas 6 dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan menggunakan Teknik Purposive Random Sampling. Data kemampuan pembelajaran IPA dikumpulkan melalui metode tes, dan analisis data dilakukan menggunakan uji T Polled Varians karena homogenitas varians data. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam kemampuan pembelajaran IPA antara kelompok yang menerapkan Teori Behavioristik oleh Edward Thorndikedan kelompok kontrol. Temuan penelitian ini memiliki implikasi penting dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif di masa depan, dengan fokus pada pengembangan kurikulum dan pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa. Penelitian ini juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran IPA di Sekolah Dasar, baik secara konseptual maupun aplikatif.
The Sandwiched Young Adults: How Do They Cope with Stress? Amalina, Annisa'i Salma Nur; Abidin, Zainal
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i1.16632

Abstract

This study aims to describe the coping strategies of sandwich generation individuals. The sandwich generation is defined as adult individuals who are responsible for being caregivers for their nuclear family and their aging parents. Individuals in early adulthood can also bear the role of the sandwich generation. Challenges faced by the individual sandwich generation related to their condition can have a negative impact on their psychological condition, including stress. This study uses phenomenological qualitative methods to gather the coping strategies of the sandwich generation individuals, especially those in early adulthood (ranging from 18 years to 39 years). Data are collected by phone interviews, conducted in a semi-structured manner. The analysis technique used in this research is thematic analysis. The results obtained from this study shows that each subject displayed various forms of coping strategies, including active coping, planning, suppression of competing activities, seeking social support for instrumental reasons, seeking social support for emotional reasons, positive reinterpretation and growth, acceptance, turning to religion, and focusing on and venting of emotions. Penelitian ini bertujuan untuk menggali gambaran strategi koping individu generasi sandwich. Individu generasi sandwich yakni individu dewasa yang telah berkeluarga dan merawat keluarga intinya, sekaligus bertanggung jawab untuk merawat orang tua atau mertua yang telah menua. Kondisi generasi sandwich juga dapat dialami oleh individu usia dewasa awal yang baru merintis kehidupan berkeluarga. Tantangan sebagai individu generasi sandwich yang dapat berdampak negatif terhadap kondisi psikologis individu, termasuk stres. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi untuk mendapatkan gambaran strategi koping individu generasi sandwich, khususnya yang berusia dewasa awal (mulai dari 18 tahun hingga 39 tahun). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara melalui telepon secara semi-terstruktur. Data kemudian dianalisis secara tematik sehingga didapatkan gambaran bentuk-bentuk strategi koping yang dilakukan oleh individu generasi sandwich usia dewasa awal. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini, strategi koping yang dilakukan individu mencakup active coping, planning, suppression of competing activities, seeking social support for instrumental reasons, seeking social support for emotional reasons, positive reinterpretation and growth, acceptance, turning to religion, dan focusing on and venting of emotions.
Emotional Dynamics and Communication: Their Influence on Husbands' Sexual Satisfaction with Working Wives Ayu Yuliasari, Monica; Raharjo, Trubus
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i1.19061

Abstract

The increasing number of working wives created new dynamics in marital life, particularly in emotional aspects and communication, which could affect husbands' sexual satisfaction. The dual role of wives as workers and partners in the household posed challenges in maintaining a balance between work demands and personal relationships. This study aimed to analyze the influence of emotion regulation and interpersonal communication on the sexual satisfaction of husbands with working wives. The research employed a quantitative approach with a correlational design. Participants consisted of husbands with working wives, selected using purposive sampling. Data were collected using emotion regulation scales, interpersonal communication scales, and sexual satisfaction scales. Data analysis was conducted using multiple linear regression techniques to examine the relationships between variables. The results indicated that emotion regulation and interpersonal communication had a significant relationship with husbands' sexual satisfaction. Interpersonal communication had a greater influence than emotion regulation in explaining variations in sexual satisfaction. These findings provided implications for psychological interventions and marital counseling by emphasizing the importance of communication skills in enhancing relationship quality. Training in interpersonal communication and emotional management could be an effective strategy in maintaining marital satisfaction, particularly for couples where the wife was employed. Peningkatan jumlah istri yang bekerja menciptakan dinamika baru dalam kehidupan pernikahan terutama dalam aspek emosional dan komunikasi yang dapat memengaruhi kepuasan seksual suami. Peran ganda istri sebagai pekerja dan pasangan dalam rumah tangga menimbulkan tantangan dalam menjaga keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan hubungan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh regulasi emosi dan komunikasi interpersonal terhadap kepuasan seksual suami yang memiliki istri bekerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan terdiri dari suami yang memiliki istri bekerja dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala regulasi emosi skala komunikasi interpersonal dan skala kepuasan seksual. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linear berganda untuk melihat hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi dan komunikasi interpersonal memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan seksual suami. Komunikasi interpersonal memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan regulasi emosi dalam menjelaskan variasi kepuasan seksual. Temuan ini memberikan implikasi bagi intervensi psikologis dan konseling pernikahan dengan menekankan pentingnya keterampilan komunikasi dalam meningkatkan kualitas hubungan pasangan. Pelatihan komunikasi interpersonal dan pengelolaan emosi dapat menjadi strategi efektif dalam menjaga kepuasan dalam pernikahan terutama bagi pasangan dengan istri bekerja.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 4 (2025): Volume 14, Issue 4, Desember 2025 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14, Issue 3, September 2025 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14, Issue 2, Juni 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14, Issue 1, Maret 2025 Vol 14, No 4 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 3 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Volume 13, Issue 4, Desember 2024 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13, Issue 3, September 2024 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13, Issue 2, Juni 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13, Issue 1, Maret 2024 Vol 13, No 4 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 3 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 4 (2023): Volume 12, Issue 4, December 2023 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12, Issue 2, Juni 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12, Issue 1, Maret 2023 Vol 12, No 4 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11, Issue 3, September 2022 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11, Issue 2, June 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11, Issue 1, March 2022 Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 2 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 3 (2021): Volume 10, Issue 3, November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10, Issue 2, Juli 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10, Issue 1, Maret 2021 Vol 10, No 3 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 3 (2020): Volume 9, Issue 3, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Issue 2, Juli 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9, Issue 1, Maret 2020 Vol 9, No 3 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 2 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Issue 2, December 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Issue 1, June 2019 Vol 8, No 2 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Issue 2, December 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Issue 1, June 2018 Vol 7, No 2 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 1 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Issue 2, December 2017 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Issue 1, June 2017 Vol 6, No 2 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Issue 2, December 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5, Issue 1, June 2016 Vol 5, No 2 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 1 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Issue 2, December 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4, Issue 1, June 2015 Vol 4, No 2 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 1 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Issue 2, Desember 2014 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Issue 1, June 2014 Vol 3, No 2 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Issue 1, June 2013 Vol 2, No 2 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 1 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Issue 2, December 2012 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Issue 1, Juni 2012 Vol 1, No 2 (2012): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2012): Psikostudia : Jurnal Psikologi More Issue