cover
Contact Name
Muhammad Ali Adriansyah
Contact Email
ali.adriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikostudia@fisip.unmul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Psikostudia : Jurnal Psikologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23022582     EISSN : 26570963     DOI : -
PSIKOSTUDIA : JURNAL PSIKOLOGI is a peer-reviewed journal which is published by Universitas Mulawarman, East Kalimantan publishes biannually in June and December. This Journal publishes current original research on psychology sciences using an interdisciplinary perspective, especially within Organitational and Industrial Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, and Experimental Psychology Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
RAISA: Threat or Opportunity for Careers? A Study on Internship Students in Jabodetabek Helen, Helen; Alfyoni, Ghisanie Azahra; Christianto, Anastasia Bernessa; Jess, Sharon; Saraswati, Kiky Dwi Hapsari
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 3 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i3.15299

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI), robots, and automation services (RAISA) show us the advancing technology, however, it also poses the potential of negative impacts that need to be addressed. One such impact is the takeover of career opportunities by RAISA, causing some college students to feel threatened about future prospects. This study analyzes the relationship between RAISA awareness and perceived future career opportunities (PFCO) among internship college students in universities within the Jabodetabek area. The researchers obtained 131 respondents from various universities, comprising 44 male and 87 female. The research data was processed using convenience sampling, utilizing RAISA awareness and PFCO questionnaires distributed online by Google Form. The data analysis revealed a Cronbach's alpha coefficient 0.923 for the RAISA Awareness and 0.819 for PFCO; Kolmogorov-Smirnov test p <0.05 for both indicating non-normal data distribution; and r (131) = +0.293, p <0.05 for the hypothesis test results using the Spearman's Correlation test. Then, it can be concluded that there is a positive and significant correlation between RAISA Awareness and PFCO among internship students in universities within the Jabodetabek area. AI, robot dan otomatisasi layanan (RAISA) menjadi bukti bahwa perkembangan teknologi semakin pesat, bahkan yang perlu diwaspadai adalah potensi dari dampak negatif yang diciptakan oleh kemajuan teknologi. Salah satunya adalah peluang karir yang makin banyak diambil alih oleh RAISA membuat sebagian mahasiswa merasa terancam akan masa depan berkarirnya. Studi ini menganalisis hubungan kesadaran terhadap RAISA dengan peluang karir masa depan pada mahasiswa magang di Jabodetabek. Peneliti mendapatkan 131 responden dari berbagai universitas di Jabodetabek dengan jenis kelamin laki-laki 44 orang dan jenis kelamin perempuan 87 orang. Data penelitian diolah menggunakan convenience sampling, menggunakan kuesioner RAISA awareness dan Perceived Future Career Opportunity (PFCO) yang disebar secara daring menggunakan Google Form. Hasil analisis data diketahui koefisien Cronbach’s Alpha yang diperoleh adalah 0.923 untuk variabel RAISA Awareness dan 0.819 untuk PFCO; Kolmogorov-Smirnov test p<0.05 untuk kedua variabel yang menunjukkan distribusi data tidak normal; dan r(129) = .29, p < .001 untuk hasil uji hipotesis menggunakan metode Spearman’s Correlation test. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif dan signifikan antara RAISA Awareness dengan PFCO pada mahasiswa magang di universitas Jabodetabek.
Training the Assertiveness of Adolescent Victims of Dating Violence Ratnawati, Anita Dewi; Nurhayati, Elli
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 4 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i4.11332

Abstract

Victims who experience dating violence are afraid to reveal what they really think or feel, so they tend to be less assertive. One way that can be used to increase assertive behavior is through assertive training, assertive behavior can be learned because it is a form of behavior and not a personality trait. The long-term goal of this research is to help the ability to behave assertively in adolescent victims of dating violence, so that in the future they can protect themselves from acts of violence that might happen to them. The Pre-Test and Post-Test were given to the participants to measure the participant's assertive behavior. Participants in this group intervention totaled 6 people with the criteria namely young women aged 15-18 years, had experienced dating violence such as verbal and emotional violence (threats, yelled at, harsh words, etc.), physical violence (hitting, pressing, pushing, etc.), sexual violence (unwanted touching, unwanted kissing), and having a low score and moderate in assertive behavior. Based on the research results it can be concluded that there is a significant effect of assertive training on assertive behavior in adolescent victims of dating violence.Korban yang mengalami kekerasan dalam pacaran takut untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya mereka pikirkan atau mereka rasakan, sehingga mereka cenderung tidak asertif. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku asertif yaitu melalui pelatihan asertif, perilaku asertif dapat dipelajari karena merupakan suatu bentuk perilaku dan bukan sifat dari kepribadian. Tujuan jangka panjang dari penelitian ini yaitu untuk membantu kemampuan berperilaku asertif pada remaja korban kekerasan dalam pacaran, agar ke depannya mereka dapat menjaga diri dari tindak kekerasan yang mungkin akan terjadi kepada mereka. Pre-Test dan Post-Test diberikan kepada para peserta untuk mengukur perilaku asertif peserta. Peserta Intervensi kelompok ini berjumlah 6 orang dengan kriteria yakni remaja putri usia 15-18 tahun, pernah mengalami kekerasan dalam pacaran seperti kekerasan verbal dan emosi (ancaman, membentak, perkataan kasar, dll), kekerasan fisik (memukul, mendesak, mendorong, dll), kekerasan seksual (sentuhan yang tidak diinginkan, ciuman yang tidak diinginkan), dan memiliki skor rendah dan sedang dalam berperilaku asertif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari pelatihan asertif terhadap perilaku asertif pada remaja korban kekerasan dalam pacaran.
Identification of Psychological Factors That Cause And How to Handle Suicide in South Korea Based on Psychological Autopsi Febianti, Hasna Nafila; Probowati, Yusti; Elisabeth, Mary Philia
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i1.13925

Abstract

The suicide rate in South Korea is high among OECD countries with a total of 4657 suicides in Incheon city and only 1% participating in psychological autopsies. This article focuses on the psychological factors that cause suicide and the government's efforts to prevent suicide. The purpose of this study is to identify based on psychological factors regarding the causes and ways of handling suicides in South Korea seen based on the results of psychological autopsi. This research was conducted using a qualitative approach using the library research method. The results showed that the highest causes of suicide are mental health problems, physical health, financial problems. The most common methods of suicide are hanging and jumping from a height. The South Korean Government's efforts to reduce suicides The Ministry of Health and Welfare established the Korea Psychological Autopsy Center (Korea Foundation for Suicide Prevention) to establish evidence-based suicide prevention policies. The Korea Foundation for Suicide Prevention developed the Korean Psychological Autopsy Checklist (K-PAC), a semi-structured interview tool, by extracting common questions through a review of domestic and foreign literature and selecting items appropriate to the Korean situation. The implications of this study can be a reference for guidelines for other countries to address and prevent the high number of suicides in other countries, especially Indonesia. In addition, South Korea's preventive measures can be a morning focus for mental health survivors in IndonesiaTingkat bunuh diri di Korea Selatan tergolong tinggi diantara negara OECD yaitu total 4657 orang bunuh diri di kota Incheon dan hanya ada 1% yang berpartisipasi dalam autopsi psikologis. Artikel ini berfokus pada faktor psikologis penyebab terjadinya bunuh diri serta upaya pemerintah dalam mencegah bunuh diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi berdasarkan faktor psikologis mengenai penyebab dan cara penanganan kasus bunuh diri di Korea Selatan yang dilihat berdasarkan hasil autopsi psikologis. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode kajian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan penyebab paling tinggi bunuh diri yaitu masalah kesehatan mental, kesehatan fisik, masalaah keuangan. Metode bunuh diri yang paling sering dilakukan adalah gantung diri dan lompat dari ketinggian. Upaya Pemerintah Korea Selatan untuk mengurangi kasus bunuh diri Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan mendirikan Pusat Autopsi Psikologi Korea (Korea Foundation for Suicide Prevention) untuk menetapkan kebijakan pencegahan bunuh diri berbasis bukti. Yayasan Korea untuk Pencegahan Bunuh Diri mengembangkan Daftar Periksa Autopsi Psikologi Korea (K-PAC), alat wawancara semi-terstruktur, dengan mengekstrak pertanyaan umum melalui tinjauan literatur domestik dan asing dan memilih item yang sesuai dengan situasi Korea. Implikasi penelitian ini dapat menjadi referensi pedoman bagi negara lain untuk mengatasi dan mencegah tingginya kasus bunuh diri  khususnya Indonesia. Selain itu, tindakan preventif yang dilakukan Korea Selatan dapat menjadi fokus pagi para penyintas kesehatan mental di Indonesia.
Description of Self-Esteem in High School Members of the Extracurricular Paskibra Prayoga, Arya Dwi; Nastiti, Dwi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i4.16190

Abstract

This research conducted as a response to the phenomenon of PASKIBRA member vocational/high school students experiencing self-esteem problems. The aim of this research to find out the self-esteem of active Extracurricular Paskibra members in Krian District. The population in this study was high school/vocational school students, members of the active extracurricular Paskibra in Krian District, totaling 103 high school/vocational school students.The sample in this study was 103 samples using a saturated sampling technique, namely where the entire population was sampled. The data collection technique in this research uses a psychological scale, namely the self-esteem scale. The self-esteem scale was adopted from the scale compiled by Utari with reference to aspects according to Coopersmith, namely strength, significance, virtuousness, and competence. In this study, the instrument was declared valid (rit > 0.30) and reliable (Cronbach's Alpha = 0.927) using the JASP program version 0.18. The results show that there are 12 students (12%) with low self-esteem in the PASKIBRA extracurricular member student's self-esteem category, however there are 78 students (76%) showing the medium self-esteem category and 13 students (13%) showing the high self-esteem category. Meanwhile, descriptively, the problem of low self-esteem among female students is higher than that of male students.Penelitian ini dilakukan sebagai respons terhadap fenomena pada siswa SMA/SMK anggota PASKIBRA mengalami permasalahan self-esteem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran harga diri pada anggota Ekstrakurikuler Paskibra aktif Kecamatan Krian. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa SMA/SMK anggota Ekstrakurikuler Paskibra aktif Kecamatan Krian berjumlah 103 siswa SMA/SMK. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 103 sampel dengan menggunakan teknik sampel jenuh, yakni dimana semua jumlah populasi dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik skala psikologi yakni skala harga diri, yang diadopsi dari skala yang dikembangkan oleh Utari dengan merujuk pada aspek-aspek menurut Coopersmith yaitu kekuatan (power), keberartian (significance), kebaikan (virtue), kemampuan (competence). Dalam penelitian ini Instrumen dinyatakan valid (rit > 0,30) dan reliabel (Cronbach’s Alpha = 0,927) dengan menggunakan bantuan program JASP versi 0.18. Hasil menunjukkan harga diri siswa anggota ekstrakurikuler PASKIBRA terdapat 12 siswa (12%) dengan kategori self-esteem rendah, akan tetapi terdapat 78 siswa (76%) menunjukkan kategori harga diri sedang dan 13 siswa (13%) menunjukkan kategori harga diri tinggi. Sementara itu secara deskriptif permasalahan harga diri rendah siswa perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Enhancing Forgiveness in Bullying Victims: The Effectiveness of Self-Compassion Training Using Ho'oponopono Techniques Mutmainna, Nurul; Murdiana, Sitti
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i4.15150

Abstract

Bullying that occurs can affect individual mental health, namely stress, anxiety, difficulty socializing, trauma, depression, withdrawal and even suicide. This causes a feeling of revenge and has not forgiven all the bullying incidents that have occurred. The research design used a pretest-posttest control group design. This study aims to see the effectiveness of self-compassion through the hoponopono technique in increasing forgiveness in individual victims of bullying. Sampling was carried out using accidental sampling, the sample in this study amounted to 16 people who were divided into the experimental group and the control group. The instruments used were the multidimensional peer-victimization scale for participant screening and the heartland forgiveness scale.  The results of data analysis showed that the mean rank in the experimental group was 12.00 while in the control group the mean rank was 5.00. Asymp.Sig value. (1-tailed) of 0.002 indicates that p = 0.002 <0.05 which means that there is a significant difference in the level of forgiveness in the experimental group and the control group. The Wilcoxon test shows that the data values in the control group show the Asymp.Sig value. (2-tailed) shows 0.012 which means the p value <0.05 so that there are differences in the level of forgiveness before and after the hoponopono training. From the results of the data analysis, it can be concluded that self-compassion training through hoponopono can increase forgiveness in victims of bullying. Based on this, hoponopono can be applied in everyday life to increase forgiveness.Perundungan yang terjadi dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental individu yaitu stress, kecemasan, sulit bersosialisasi, trauma, depresi, menarik diri bahkan hingga bunuh diri. Hal tersebut diakibatkan adanya dendam dan belum memaafkan seluruh peristiwa perundungan yang pernah terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas self-compassion melaui teknik hoponopono terhadap peningkatan pemaafan pada individu korban perundungan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Ada pun pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan accidental sampling, sampel pada penelitian ini berjumlah 16 orang yang dibagi kedalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah multidimensional peer-victimization scale untuk skrining partisipan dan heartland forgiveness scale. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki mean rank sebesar 12,00, sedangkan kelompok kontrol hanya 5,00. Nilai Asymp. Sig. (1-tailed) sebesar 0,002 (p = 0,002 < 0,05) menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat pemaafan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji Wilcoxon pada kelompok kontrol menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,012 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan dalam tingkat pemaafan sebelum dan sesudah pelatihan Ho'oponopono. Berdasarkan hasil tersebut, pelatihan self-compassion melalui Ho'oponopono terbukti efektif dalam meningkatkan pemaafan pada korban perundungan. Oleh karena itu, Ho'oponopono dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan memaafkan.
Adaptation of Perceived Parental Autonomy Support (P-PASS) on College Students 18-24 Years Old Alifah, Atri Fathia; Lubis, Fitriani Yustikasari
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i4.16808

Abstract

Emerging adulthood who having a parental support for autonomy and reduced control exerted will show a high self-esteem. In addition, this is also related to his success in academic. Because emerging adulthood is related to college student age. So it is important to be able to measure the parental autonomy support and controlling parents obtained by students in Indonesia. This measurement tool for perceived parental autonomy was developed by Mageau in 2015 and has never been adapted in Indonesia. This study aims to evaluate the validity and reliability of the perceived parental autonomy support measuring instrument in Indonesian. Content validity for this measure uses CVI. Then use CTT to analyze reliability and discrimination items. Participants in this study were 272 students who were collected using accidental sampling technique. The results of the adapted measuring instrument are relevant for measuring the construct, by liberating the three items on the controlling parent dimension, the CVI valuesfor each dimension are 1 and .98, while the reliable values are .93 and .87. In the CFA results, the fit model can be accepted on every dimension.Emerging adulthood yang mendapatkan dukungan otonomi orang tua dan pengurangan kontrol yang diberikan akan menunjukkan self-esteem yang tinggi dan juga berkaitan dengan keberhasilannya di akademik. Dikarenakan usia emerging adulthood berada pada 18-24 tahun yang sebagian besar berprofesi sebagai mahamahasiswa. Maka dari itu, penting untuk dapat mengukur parental autonomy support dan controlling parent yang didapatkan oleh mahasiswa. Alat ukur perceived parental autonomy support ini dikembangkan oleh Mageau tahun 2015 dan belum pernah diadaptasi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi validitas dan reliabilitas alat ukur perceived parental autonomy support dalam bahasa Indonesia. Validitas konten untuk alat ukur ini menggunakan CVI. Kemudian menggunakan CTT untuk menganalisis reliabilitas dan diskriminasi aitem. Partisipan pada penelitian ini yaitu mahamahasiswa sebanyak 272 yang dikumpulkan menggunakan teknik sampling insidental. Hasil alat ukur yang diadaptasi relevan untuk mengukur konstruk, dengan membebaskan tiga item pada dimensi controlling parent didapatkan nilai CVI untuk setiap dimensi yaitu 1 dan .98, sedangkan untuk nilai reliabel yaitu .93 dan .87. Pada hasil CFA, model fit dapat diterima pada setiap dimensi.
Career Decision Making Self-Efficacy: Confidence of Indonesian Professional Psychology Masters Students in Making Career Decisions Lasmini, Hesti Muthia; Abidin, Zainal
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i4.16352

Abstract

This study aims to describe Career Decision Making Self-Efficacy (CDMSE) among master's students in professional psychology programs in Indonesia. The background of this study lies in the various challenges faced by master's students in professional psychology programs as prospective psychologists, such as limited job opportunities, low public awareness of mental health, and study periods that could exceed 4 semesters for this research. Data was collected by using semi-structured interviews technique through case study. Data analysis utilized a thematic analysis based on Crites's five career selection competencies to determine the domains of Career Decision-Making Self-Efficacy from Taylor & Betz (1983), namely accurate self-appraisal, gathering occupational information, goal selection, making plans, and problem-solving. Credibility in this study was established through triangulation and enhancing persistence. The results of this study indicate that the participants possess self-efficacy in accurately describing their capabilities related to their chosen career or major (accurate self-appraisal). However, the process of searching for job information and field of work choosing remains incomplete and superficial (gathering occupational information). This could potentially hinder their confidence in setting career goals (goal selection), making future career plans (making plans), and overcoming obstacles that may impede career decision-making (problem-solving).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang Career Decision Making Self-Efficacy (CDMSE) dari mahasiswa magister Psikologi profesi di Perguruan Tinggi di Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya berbagai tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa magister Psikologi profesi sebagai calon Psikolog, seperti peluang pekerjaan yang kurang memadai, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental, dan lama studi yang dapat mencapai lebih dari 4 semester. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur. Pengolahan data menggunakan analisis tematik yang mengacu pada 5 (lima) Kompetensi Pilihan Karier Crites yang digunakan untuk menentukan domain pada Career Decision Making Self-Efficacy dari Taylor & Betz (1983), yakni accurate self-appraisal, gathering occupational information, goal selection, making plans, dan problem solving. Kredibilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan triangulasi dan meningkatkan ketekunan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa para partisipan sudah memiliki efikasi diri dalam menggambarkan kemampuan diri secara tepat atau akurat terkait dengan karier atau jurusan yang dipilih (accurate self-appraisal). Akan tetapi proses pencarian informasi pekerjaan dan bidang pekerjaan yang akan dipilih masih belum lengkap dan mendalam (gathering occupational information). Hal tersebut diprediksi dapat menghambat mereka untuk memiliki keyakinan bahwa mereka mampu menetapkan tujuan karier (goal selection), membuat perencanaan karier di masa depan (making plans), serta mengatasi masalah terkait hal-hal yang dapat menghambat pengambilan keputusan karier (problem solving).
The Role of Self-Regulation Psychoeducation in Increasing Student Learning Motivation at Madrasah Tsanawiyah Fitri, Qotrun Nada; Hardi Ansyah, Eko
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i4.15310

Abstract

This study aims to see the significance of Self-Regulation Psychoeducation in improving learning motivation in students at MTS Hasyim Asy'ari Gempol, Researchers found a phenomenon that occurred in MTS in the less conducive learning environment during learning, to explore the cause of the problem researchers conducted interviews with 3 students and 3 teachers, from the results of the interviews researchers found problems with learning motivation in students, This study uses a quantitative experimental method with data collection techniques through pretest and posttest questionnaires compiled from a learning motivation scale, respondents in this study were 34 respondents who were selected using purposive sampling techniques based on predetermined criteria. The data analysis technique used the Paired T Test technique which was analyzed using JASP with the results stating that students received self-regulation psychoeducation material well as indicated by an increase with a large change in their learning motivation, it is concluded that Self-Regulation Psychoeducation has an influence in improving learning motivation of students at MTS Hasyim Asy'ari Gempol.Penelitian ini bertujuan untuk melihat signifikasi Psikoedukasi Regulasi Diri dalam meningkatkan motivasi belajar pada siswa di MTS Hasyim Asy’ari Gempol, Peneliti mendapati fenomena yang terjadi pada MTS pada kurang kondusifnya lingkungan pembelajaran pada saat pembelajaran berlangsung, untuk mendalami penyebab permasalahan peneliti melakukan wawancara kepada 3 orang siswa dan 3 orang Bapak dan Ibu Dewan Guru, dari hasil wawancara  peneliti menemukan terjadinya masalah pada motivasi belajar pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan teknik pengambilan data melalui kuesioner pretest dan posttest yang disusun dari skala motivasi belajar, responden pada penelitian ini sejumlah 34 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan. Teknik analisis data menggunakan teknik Uji T yang dianalisis menggunakan JASP dengan hasil yang menyatakan bahwa siswa menerima dengan baik materi psikoedukasi regulasi diri dengan ditunjukkan adanya peningkatan dengan perubahan yang besar pada motivasi belajarnya, hal ini disimpulkan bahwa Psikoedukasi Regulasi diri memberikan pengaruh dalam meningkatkan motivasi belajar siswa MTS Hasyim Asy’ari Gempol.
Development Of an Early Detection Module for Children with Special Needs "Arah Bintang: An Excellent Module to Accompany Little Stars with Special Needs" Ariani, Nyoman Wiraadi Tria; Wiranata, I Gusti Lanang Agung; Suryawan, I Gde; Jayadiningrat, Made Gautama; Ratmini, Ni Gusti Ayu Indra
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i4.16309

Abstract

Teachers in regular schools often face difficulties in early detection of children with special needs, which can hinder the provision of appropriate learning interventions for these children. Interviews indicate that teachers need a simple guide for early detection of children with special needs. Therefore, this study aims to develop a practical and easy-to-understand early detection module for children with special needs, titled "Arah Bintang: An Excellent Module for Accompanying Little Stars with Special Needs." This module is expected to aid in early detection, enable faster intervention, and optimize the development of children with special needs. The study employs a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The analysis stage comprises needs analysis, curriculum analysis, and analysis of characteristics and environment. The design stage involves determining the design of the developed module. The development stage includes data collection from various sources and module illustration creation. The implementation stage involves trials by subject matter experts, media experts, and language experts. Based on the data obtained from expert assessments using the Content Validity Ratio (CVR), the calculation of CVR values for each item instrument for a total of six validators is 0.99, and the Content Validity Index (CVI) is 0.99 (1), indicating that the early detection module is valid. This module is expected to assist in early detection, allow for quicker intervention, and optimize the development of children with special needs.Guru yang bekerja disekolah reguler mengalami kesulitan dalam melakukan deteksi dini pada anak berkebutuhan khusus sehingga hal ini dapat menghambat pemberian intervensi pembelajaran yang tepat pada anak tersebut. Berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa guru membutuhkan panduan yang sederhana untuk deteksi dini anak berkebutuhan khusus. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul deteksi dini anak berkebutuhan khusus yang praktis dan mudah dipahami dengan judul "Arah Bintang: Modul Unggul Menemani Bintang-Bintang Kecil Berkebutuhan Khusus". Modul ini diharapkan dapat membantu deteksi dini, memungkinkan intervensi lebih cepat, dan mengoptimalkan perkembangan anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) model ADDIE, yaitu Analysis (Analisis), Design (Rancangan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Tahap analisis terdiri dari analisis kebutuhan, analisis kurikulum, dan analisis karakteristik dan lingkungan. Tahap perancangan terdiri dari menentukan desain modul yang dikembangkan. Tahap pengembangan terdiri dari pengumpulan data dari berbagai sumber dan pembuatan ilustrasi modul. Tahap implementasi termasuk di dalamnya tahap uji coba oleh ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Berdasarkan data yang diperoleh dari penilaian oleh ahli dengan menggunakan CVR diperoleh perhitungan nilai CVR setiap butir instrumen untuk total enam validator sebesar 0,99 dan nilai CVI sebesar 0,99 (1) sehingga modul deteksi dini dinyatakan valid. Modul ini diharapkan dapat membantu deteksi dini, memungkinkan intervensi lebih cepat, dan mengoptimalkan perkembangan anak berkebutuhan khusus. 
Boosting Early Reading Skills with Alphabet Puzzle Media: The Effectiveness of Positive Reinforcement Mutiarasari, Maghfiroh; Laily, Nadhirotul
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Volume 13, Issue 4, Desember 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i4.17602

Abstract

One of the learning media that can be used to support the development of children's reading skills is letter puzzles. This media is chosen because it can capture children's attention through its varied shapes and colors. The goal is to evaluate the effectiveness of the intervention using letter puzzle media in improving pre-reading skills in preschool-aged children. This study is designed with an experimental approach to assess the effectiveness of the intervention using letter puzzle media in enhancing pre-reading skills in preschool-aged children. The research results show that the implementation of positive reinforcement is proven effective in improving reading skills in early childhood, including through increased learning motivation, self-confidence, and self-regulation. The implications of these findings suggest that providing positive reinforcement not only accelerates the learning process but also builds a foundation of positive character that can support children's future academic and social success.Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendukung perkembangan keterampilan membaca anak sebagai puzzle huruf. Media ini dipilih karena mampu menarik perhatian anak-anak melalui bentuk dan warna yang bervariasi. Tujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi menggunakan media puzzle huruf dalam meningkatkan keterampilan pra-membaca pada anak-anak usia prasekolah. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan eksperimen untuk mengevaluasi efektivitas intervensi menggunakan media puzzle huruf dalam meningkatkan keterampilan pra-membaca pada anak-anak usia prasekolah. Hasil penelitian bahwa penerapan reinforcement positif terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pada anak usia dini, baik melalui peningkatan motivasi belajar, rasa percaya diri, maupun kemampuan pengendalian diri. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa pemberian reinforcement positif tidak hanya mempercepat proses pembelajaran, tetapi juga membangun fondasi karakter positif yang dapat mendukung keberhasilan akademik dan sosial anak di masa mendatang.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 4 (2025): Volume 14, Issue 4, Desember 2025 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14, Issue 3, September 2025 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14, Issue 2, Juni 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14, Issue 1, Maret 2025 Vol 14, No 4 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 3 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Volume 13, Issue 4, Desember 2024 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13, Issue 3, September 2024 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13, Issue 2, Juni 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13, Issue 1, Maret 2024 Vol 13, No 4 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 3 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 4 (2023): Volume 12, Issue 4, December 2023 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12, Issue 2, Juni 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12, Issue 1, Maret 2023 Vol 12, No 4 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11, Issue 3, September 2022 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11, Issue 2, June 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11, Issue 1, March 2022 Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 2 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 3 (2021): Volume 10, Issue 3, November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10, Issue 2, Juli 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10, Issue 1, Maret 2021 Vol 10, No 3 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 3 (2020): Volume 9, Issue 3, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Issue 2, Juli 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9, Issue 1, Maret 2020 Vol 9, No 3 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 2 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Issue 2, December 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Issue 1, June 2019 Vol 8, No 2 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Issue 2, December 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Issue 1, June 2018 Vol 7, No 2 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 1 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Issue 2, December 2017 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Issue 1, June 2017 Vol 6, No 2 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Issue 2, December 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5, Issue 1, June 2016 Vol 5, No 2 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 1 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Issue 2, December 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4, Issue 1, June 2015 Vol 4, No 2 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 1 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Issue 2, Desember 2014 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Issue 1, June 2014 Vol 3, No 2 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Issue 1, June 2013 Vol 2, No 2 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 1 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Issue 2, December 2012 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Issue 1, Juni 2012 Vol 1, No 2 (2012): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2012): Psikostudia : Jurnal Psikologi More Issue