cover
Contact Name
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students
Contact Email
jurnal.fkg@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.fkg@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students
ISSN : 26569868     EISSN : 2656985X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students adalah open access journal berbahasa Indonesia, yang menerbitkan artikel penelitian dari para peneliti pemula dan mahasiswa di semua bidang ilmu dan pengembangan dasar kesehatan gigi dan mulut melalui pendekatan interdisipliner dan multidisiplin. Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran dua kali setahun, setiap bulan Februari dan Oktober. Bidang cakupan Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students adalah semua bidang ilmu kedokteran gigi, yaitu biologi oral; ilmu dan teknologi material gigi; bedah mulut dan maksilofasial; ilmu kedokteran gigi anak; ilmu kesehatan gigi masyarakat, epidemiologi, dan ilmu kedokteran gigi pencegahan; konservasi gigi, endodontik, dan kedokteran gigi operatif; periodonsia; prostodonsia; ortodonsia; ilmu penyakit mulut; radiologi kedokteran gigi dan maksilofasial; serta perkembangan dan ilmu kedokteran gigi dari pendekatan ilmu lainnya. Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students mengakomodasi seluruh karya peneliti pemula dan mahasiswa kedokteran gigi untuk menjadi acuan pembelajaran penulisan ilmiah akademisi kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 269 Documents
Uji aktivitas antibakteri ekstrak brokoli (Brassica oleracea var. Italica) terhadap bakteri Streptococcus mutansAntibacterial activity test of broccoli (Brassica oleracea var. Italica) extract towards Streptococcus mutans Suci Auliya; Dewi Elianora; Kornialia Kornialia
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 3, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.057 KB) | DOI: 10.24198/pjdrs.v3i2.23818

Abstract

Pendahuluan: Karies gigi merupakan penyakit yang sering dikeluhkan masyarakat di Indonesia dan penyebabnya multifaktor, salah satunya adalah bakteri yaitu bakteri Streptococcus mutans. Bahan alam dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri, diantaranya brokoli. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak bunga brokoli (Brassica oleracea var. Italica) terhadap bakteri Streptococcus mutans. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris secara in-vitro. Tanaman yang digunakan adalah brokoli segar sebanyak 14 kg yang didapat dari daerah Padang Laweh, Kota Padang Panjang Provinsi Sumatera Barat dan bagian yang digunakan adalah bunga brokoli.  Metode ekstraksi pada penelitian ini dengan teknik maserasi. Ekstrak brokoli dimasukkan ke dalam tabung gelap 2,5 liter dan dituangkan etanol 96% sebanyak 6 liter dan didiamkan selama 5 hari. Konsentrasi ekstrak brokoli yang digunakan adalah 10%, 30 %, 50%, 70%, dan 90% dengan pelarut aquades. Preparat apus bakteri dibuat dengan cara, menaruh satu ose biak pada gelas obyek dan dilakukan pengamatan mikroskop. Pengujian efektivitas antibakteri dengan metode difusi. Pertumbuhan bakteri dan zona hambat yang terbentuk yang ditandai dengan adanya zona bening kemudian ukur dengan electronic digital caliper. Pengujian secara statistik dengan tingkat signifikansi 5% dengan menggunakan aplikasi statistik SPSS 22.0 dengan uji one-way ANOVA. Hasil: Rerata diameter daya hambat diperoleh pada konsentrasi 10% (1,42 mm), 30% (2,73 mm), 50% (5,83 mm), 70% (8,92 mm). Daya hambat tertinggi pada konsentrasi 90% yaitu 11,07 mm. Terdapat perbedaan signifikan terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Simpulan: Semakin tinggi konsentrasi ekstrak brokoli (Brassica oleracea var. Italica) semakin efektif terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.Kata kunci: Diameter penghambatan, ekstrak brokoli, Streptococcus mutans, ABSTRACTIntroduction: Dental caries is a disease often complained in Indonesia with multifactorial causes, one of which is Streptococcus mutans bacteria. Natural remedies can be used as an antibacterial agent, including broccoli. The purpose of this study was to determine the antibacterial effectiveness of broccoli (Brassica oleracea var. Italica) extract towards Streptococcus mutans. Methods: This research was in-vitro experimental laboratory research. The plants used were 14 kg of fresh broccoli obtained from the Padang Laweh area, Padang Panjang City, West Sumatra Province, and the part used was the flowers. The extraction method used was maceration technique. Broccoli extract was put into a 2.5-litre dark tube, and as much as 6 litres of 96% ethanol was poured and allowed to stand for 5 days. The concentration of broccoli extract used was 10%, 30%, 50%, 70%, and 90% with distilled water. Bacterial lear preparation was made by placing a multiply on the glass of the object and observing the microscope; the effectiveness of antibacterial was tested by the diffusion method. Bacterial growth and inhibition zones formed was marked by the presence of clear zones and then measure with an electronic digital calliper. Statistical testing with a significance level of 5% using the statistical application SPSS 22.0 with one-way ANOVA test. Results: The mean diameter of inhibition was obtained at the concentrations of 10% (1.42 mm), 30% (2.73 mm), 50% (5.83 mm), 70% (8.92 mm). The highest inhibitory potential was found at a concentration of 90% (11.07 mm). There was a significant difference in the inhibitory of Streptococcus mutans growth. Conclusion: The higher the concentration of broccoli (Brassica oleracea var. Italica) extract, the more effective the inhibitory of Streptococcus mutans bacteria.Keywords: Inhibitory zone, broccoli extract, Streptococcus mutans,
Tulang alveolar pasca perawatan jembatan ditinjau dari radiografi periapikalAlveolar bone after bridge treatment in terms of periapical radiography Celine Hestiana; Ria Noerianingsih Firman; Deddy Firman
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v4i1.24043

Abstract

Pendahuluan: Radiografi periapikal dapat digunakan untuk mendeteksi tulang alveolar pada perawatan gigi tiruan jembatan. Pembuatan gigi tiruan jembatan harus memenuhi syarat-syarat biologis. Apabila adaptasi marginal buruk, penempatan margin intracrevicular terlalu dalam, permukaan restorasi yang kasar dan restorasi yang overkontur dapat menyebabkan peradangan lokal seperti inflamasi gingiva, peningkatan kedalaman probing dan kehilangan tulang alveolar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana deskripsi tulang alveolar pasca perawatan jembatan di RSGM UNPAD ditinjau dari radiografi periapikal. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan populasi adalah seluruh hasil radiograf periapikal pada pasien sebelum dan sesudah perawatan jembatan posterior yang datang ke RSGM Unpad dan sampel adalah radiograf sebelum dan sesudah perawatan jembatan posterior sebanyak 17 pasien setelah insersi 1 minggu dan 2 pasien setelah insersi 4 minggu. Pengukuran ketinggian tulang alveolar menggunakan Metode Proksimal RABL (Radiographic Alveolar Bone Loss) yang dihitung memakai jangka sorong. Hasil : Kehilangan tulang alveolar setelah insersi 1 minggu pada mesial dan distal yaitu 0,003 mm, setelah insersi 2 minggu 0,007 mm pada mesial dan 0,025 pada distal,setelah insersi 3 minggu 0,025 mm pada mesial dan 0,019 mm pada distal, setelah insersi 4 minggu 0,075 mm mesial dan 0,063 mm distal. Simpulan: Pasca perawatan jembatan, ditinjau dari radiografi periapikal, terdapat kehilangan tulang alveolar ringan berdasarkan metode proksimal RABL.Kata kunci : Gigi tiruan jembatan, radiograf periapikal, tulang alveolar. ABSTRACTIntroduction: Periapical radiography can be used to detect alveolar bone in bridge denture treatment. The making of bridge denture must fulfil biological requirements. Poor marginal adaptation will lead to deeper intracrevicular margin placement, rough surfaces, over contour restoration can cause local inflammation such as gingival inflammation, increased probing depth and alveolar bone loss. The purpose of this research was to know the description of alveolar bone after bridge denture treatment reviewed through periapical radiography. Methods: This research was descriptive with the population of all radiograph periapical treatment of posterior bridge in Universitas Padjadjaran Dental Hospital and the sample was radiograph periapical before and after bridge treatment of as much as 17 patients after 1-week insertion and 2 patients after 4-weeks insertion.  Alveolar bone height measurements was carried out using the RABL (Radiographic Alveolar Bone Loss) proximal method calculated using the Vernier callipers. Results: The results indicated that alveolar bone loss occurred after 1-week insertion on the mesial and distal was 0.003 mm; after 2-weeks insertion was 0.007 mm on the mesial and 0.025 mm on the distal; after 3-weeks insertion was 0.025 mm on the mesial and 0.019 mm on the distal; and after 4-weeks insertion was 0.075 mm on the mesial and 0.063 mm on the distal. Conclusion: Post bridge treatment, in terms of periapical radiography, found a mild alveolar bone loss based on the proximal RABL method.  Keywords: Bridge denture, periapical radiograph, alveolar bone.
Korelasi antara tingkat kecukupan gizi dengan indeks massa tubuh siswa sekolah dasar kelas 4, 5, dan 6Correlation between nutritional adequacy levels with body mass index of elementary school students grades 4, 5, and 6 Dida Akhmad Gurnida; Nanan Nur'aeny; Dzulfikar Djalil Lukmanul Hakim; Fransisca Sri Susilaningsih; Dewi Marhaeni Diah Herawati; Iis Rosita
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v4i1.25763

Abstract

Pendahuluan:  Usia anak merupakan masa yang penting dalam kehidupan manusia dengan ditandai oleh proses tumbuh kembang. Pertumbuhan dan perkembangan anak perlu didukung oleh asupan makanan yang seimbang. Salah satu parameter peisnilaian status gizi adalah indeks massa tubuh (IMT). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalis korelasi antara tingkat asupan dan kecukupan gizi dengan IMT. Metoda: Jenis penelitian analitik observasional dengan desain korelasional dilaksanakan di SDN 1 Tempuran Karawang pada Bulan Oktober 2018. Subjek penelitian adalah siswa kelas 4, 5 dan 6 sebanyak 62 anak yang dilakukan secara konsekutif. Pengumpulan data melalui pengukuran berat badan, tinggi badan dan pengisian form food frequency questionnaire (FFQ). Analisis data dengan uji korelasi pearson product moment Hasil: Kebanyakan subjek adalah siswa perempuan (55%), berusia 11 tahun (45%), IMT normal (47%), tingkat kecukupan energi dan zat gizi defisit tingkat berat (65%). Uji korelasi antara tingkat kecukupan energi, protein, karbohidrat dan lemak dengan IMT menunjukkan korelasi lemah dalam arah negatif dan tidak signifikan yaitu -0,200 (p= 0,120), -0,188 (p=0,143), -0,162 (p=0,209), dan -0,179 (p=0,163) secara berurutan. Simpulan: Tingkat kecukupan gizi yang terdiri dari energi, protein, karbohidrat dan lemak dengan IMT menunjukkan korelasi lemah dalam arah negatif pada siswa kelas 4,5 dan 6.Kata kunci: Indeks massa tubuh, korelasi, siswa sekolah dasar, tingkat kecukupan gizi. ABSTRACTIntroduction: Childhood age is an important period in human life marked by the process of growth and development. Growth and development of children need to be supported by balanced food intake. One parameter for assessing nutritional status is the body mass index (BMI). The purpose of this study was to analyse the correlation between the level of intake and nutritional adequacy with BMI. Method: This study was an observational analytic study with a correlational design carried out at Tempuran 1 Public Elementary School Karawang in October 2018. The research sample consisted of 62 students from grade 4, 5, and 6, taken by consecutive sampling. Data collected through measurements of body weight, height, and filling out the food frequency questionnaire (FFQ) form. Data analysis was performed with the Pearson product-moment correlation test. Results: Female students (55%), aged 11 (45%), normal BMI (47%), the level of energy and nutrient adequacy showed a severe deficit level (65%) and the correlation test between the level of adequacy energy, protein, carbohydrate and fat with BMI showed a weak correlation in a negative direction and not significant, namely -0.200 (p = 0.120); -0.188 (p = 0.143); -0.162 (p = 0.209), and -0.179 (p = 0.163) ) sequentially. Conclusion: The level of nutritional adequacy of grades 4, 5, and 6 elementary students consisting of energy, protein, carbohydrates, and fats shows a weak correlation in a negative direction with BMI.Keywords: Nutrition adequacy level, body mass index, students, elementary school.
Pengalaman karies dan status periodontal pada ibu hamilCaries experience and periodontal status of pregnant women Ajeng Pinanty; Anne Agustina Suwargiani; Sri Susilawati
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v4i1.24847

Abstract

Pendahuluan: Kehamilan dapat menyebabkan perubahan pada beberapa anggota tubuh, termasuk rongga mulut. Kesehatan gigi dan mulut selama masa kehamilan sangat perlu dijaga, agar ibu hamil terhindar dari peningkatan resiko terjadinya karies dan penyakit periodontal. Upaya ini akan menghindari terjadinya resiko yang menyebabkan prematur dan kelahiran berat bayi lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman karies dan status periodontal ibu hamil agar dapat melakukan perawatan dan pencegahan dini. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan teknik survei. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang datang dan sedang memeriksakan kehamilannya ke poli KIA Puskesmas Sukajadi Bandung. Pengambilan responden menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 65 ibu hamil di Puskesmas Sukajadi Bandung. Pengalaman karies diukur dengan indeks DMFT, status periodontal dengan Community Periodontal Index (CPI). Hasil: Indeks DMF-T ibu hamil sebesar 6,82. Hasil CPI yaitu periodontal sehat 3,08%, perdarahan gusi 1,54%, terdapat kalkulus 26,15%, poket 4–5 mm 63,08%, poket  ≥ 6 mm 6%. Simpulan: Pengalaman karies pada ibu hamil termasuk pada kriteria rendah, sedangkan status jaringan periodontal yang paling banyak ditemui pada ibu hamil di Puskesmas Sukajadi yaitu terdapat poket 4-5 mm.Kata kunci: Ibu hamil, indeks CPI, indeks DMFT, Puskesmas. ABSTRACTIntroduction: Pregnancy can cause changes in the body, including the oral cavity. Dental and oral health during pregnancy is essential to reduce the risk of caries and periodontal disease. This effort is expected to prevent the risk of premature birth and low birth-weight babies. This study was aimed to determine the caries experience and periodontal status of pregnant women to obtain early treatment and prevention. Methods: Descriptive method using a survey technique was used in this study. The population of this study were all pregnant women who came and checked their pregnancy to the Maternal and Child Health Centre of Sukajadi Community Health Centre Bandung. A total sample of 65 pregnant women at Sukajadi Community Health Centre Bandung was obtained through purposive sampling. The caries experience and periodontal status was measured using the DMFT index and Community Periodontal Index (CPI), respectively. Results: Pregnant women showed DMF-T index of 6.82, the CPI state showed healthy periodontal status with 3.08% of gingival bleeding, 1.54% of calculus, 26.15% of 4-5 mm pocket, and 63.08% of ≥ 6 mm pocket. Conclusion: Caries experience in pregnant women at the Sukajadi Community Health Centre is categorised as low. At the same time, the presence of 4-5 mm pockets is most commonly found in the periodontal status of pregnant women.Keywords: Pregnant women, CPI index, DMFT index, Community Health Centre.
Kepuasan pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) terhadap kualitas dua fasilitas pelayanan kesehatan gigiSatisfaction of Healthcare and Social Security Agency patients on the quality of two dental health services Popy Anggia; Satria Yandi; Intan Batura Endo Mahata; Elen Anggraini
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v4i1.25718

Abstract

Pendahuluan: Layanan kesehatan adalah salah satu hak yang diperlukan bagi masyarakat, sehingga perlu disediakan dan diatur oleh pemerintah. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) adalah badan pemerintah yang berfungsi untuk mengatur program kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia. Salah satu indikator untuk mengevaluasi kualitas layanan kesehatan adalah menentukan kepuasan pasien terhadap kualitas layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepuasan pasien BPJS Kesehatan terhadap kualitas layanan kesehatan gigi di Poli Gigi pada Klinik Zamrud dan Klinik Asyifa Medika Padang. Metode: Desain penelitian adalah cross-sectional dengan populasi pasien BPJS Kesehatan yang memenuhi kriteria inklusi, dan mengunjungi klinik selama Februari 2018. Kuesioner digunakan sebagai alat pengumpulan data. Analisis data univariat disajikan dalam diagram dan tabel. Analisis data bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square dengan nilai signifikansi α=0,05. Hasil: Hasil analisis di Klinik Zamrud menunjukkan bahwa dimensi tampilan fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati (p=0,182) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pasien BPJS Kesehatan. Variabel tampilan fisik (p = 0,226) dan jaminan (p=0,118) tidak mempengaruhi kepuasan pasien; variabel kehandalan (p=0,048), daya tanggap (p=0,003), dan empati (p=0,007), mempengaruhi secara signifikan terhadap kepuasan pasien BPJS Kesehatan. Conclusions: Tidak terdapat hubungan antara kepuasan pasien BPJS di klinik pratama Zamrud dengan tampilan fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati dan tidak terdapat hubungan antara tingkat kepuasan pasien BPJS di klinik Assyifa Medika terhadap dimensi pelayanan di poli gigi yaitu tampilan fisik dan jaminan, namun terdapat hubungan pada dimensi  kehandalan, daya tanggap, dan empati.Kata kunci: Kualitas pelayanan, kepuasan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan). ABSTRACTIntroduction: Health services is one of the necessary rights for society, needs to be provided and arranged by the government. Healthcare and Social Security Agency (BPJS Kesehatan) is a government body that functioned to organise health programs for all Indonesians. One indicator to evaluate the quality of health service is to determine the satisfaction of patient on the quality of health services.  This study was aimed to identify the satisfaction of Healthcare and Social Security Agency patients on the quality of dental health service at Dental Polyclinic of Zamrud and Asyifa Medika Clinic Padang. Methods: The research design was cross-sectional with the population of Healthcare and Social Security Agency patient who met the inclusion criteria, and visited the clinic during February 2018. A questionnaire was used for data collection tool. Univariate data analysis was presented with diagrams and tables. Bivariate data analysis was performed using the chi-square test with a significance value of α = 0.05. Results: The results of the analysis in Zamrud Clinic showed a dimension of tangibility, reliability, responsibility, assurance, and empathy (p = 0.182) not affected significantly to the satisfaction of Healthcare and Social Security Agency patients. Variable of tangibility (p = 0.226) and assurance (p = 0.118) was not affected the patients’ satisfaction; variable of reliability (p = 0.048), responsibility (p = 0.003), and empathy (p = 0.007), however, were affected significantly towards the Healthcare and Social Security Agency patients’ satisfaction. Conclusion: There is no relationship between the Healthcare and Social Security Agency patients’ satisfaction in the Zamrud Pratama clinic with tangibility, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Also, there is no relationship between the level of Healthcare and Social Security Agency patients’ satisfaction in Assyifa Medika clinics to the dimensions of service at the dental clinic, such as tangibility and assurance. Still, there is a relationship to the dimensions of reliability, responsibility, and empathy. Keywords: Service quality, satisfaction, Healthcare and Social Security Agency.
Pengukuran kekerasan karbonat apatit dengan penguat zirkonia sebagai aplikasi implan gigiHardness evaluation of carbonate apatite reinforced with zirconia as a dental implant Atia Nurul Sidiqa; Asih Rahaju; Titis Trilarasati; Meutia Khoirunnisa
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v4i1.25710

Abstract

Pendahuluan: Karbonat apatit adalah material keramik yang memiliki karakteristik menyerupai struktur tulang  dan dapat meningkatkan konsentrasi ion kalsium dan fosfat yang dibutuhkan untuk pembentukan tulang yang baru. Sifat karbonat apatit yang memiliki kelemahan, yaitu bentuk dan ukuran pori-pori tidak teratur serta tidak saling berhubungan satu sama lain. Kelemahan karbonat apatit tersebut dapat diatasi dengan penambahan bahan keramik lainnya, yaitu zirkonia yang memiliki sifat biokompatibilitas dan mekanik yang baik yang akan meningkatkan nilai kekerasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan zirkonia pada nilai kekerasan karbonat apatit sebagai material dasar implan gigi. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimental murni dengan total 24 sampel yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol, karbonat apatit murni (n=6); kelompok A karbonat apatit dengan penambahan 10% berat zirkonia (n=6); kelompok B karbonat apatit dengan penambahan 20% berat zirkonia (n=6); dan kelompok C karbonat apatit dengan penambahan 30% berat zirkonia (n=6). Nilai kekerasan masing masing kelompok diuji menggunakan alat vickers hardness tester dengan satuan VHN. Data dianalisis menggunakan statistik One Way Anova. Hasil: Pengukuran nilai kekerasan yang didapatkan adalah 209,98±87,70 VHN pada kelompok campuran karbonat apatit-zirkonia 30%, 154,14±43,58 VHN pada kelompok campuran karbonat apatit-zirkonia 20% dan  140,57±62,01 VHN pada kelompok karbonat apatit-zirkonia 10%. Berdasarkan tes Tukey pada penelitian ini terdapat perbedaan bermakna antara nilai kekerasan kelompok kontrol dengan kelompok C (campuran karbonat apatit-zirkonia 30%) dengan nilai p 0,003 (p<0.05) Simpulan: Semakin tinggi persentasi zirkonia yang ditambahan pada karbonat apatit maka semakin tinggi pula nilai kekerasan karbonat apatit-zirkonia yang diperoleh.Kata kunci: Implan keramik , karbonat apatit, kekerasan, zirconia. ABSTRACTIntroduction: Carbonate apatite is a ceramic implant material with similar characteristics with bone and able to increase the concentration of calcium ion and phosphate required for the formation of new bone. However, carbonate apatite has the weaknesses that the shape and size of the pores are irregular and does not relate to each other. The weakness of carbonate apatite can be overcome by the addition of different ceramic materials such as zirconia that has good biocompatibility and mechanical properties that could increase the hardness of the material. The purpose of this study was to determine the effect of zirconia on the hardness of carbonate apatite as dental implants application. Methods: This study was a pure experimental with a total of 24 samples divided into 4 groups. Carbonate apatite and zirconia (0-30 weight%) were mixed homogeneously. The hardness value was tested using Vickers hardness tester with VHN as a unit . The statistical data were treated by analysis of variance. Results: The results showed that the increasing of zirconia concentration could enhance the hardness of the material. The hardness obtained were 209.98 ± 87.70 VHN in the 30% carbonate apatite-zirconia, 154,14 ± 43,58 VHN in 20% carbonate apatite-zirconia, and 140.57 ± 62.01 VHN in 10% carbonate apatite-zirconia. There was a significant difference between the hardness value of the control group and the 30% carbonate apatite-zirconia group, with the p-value of 0.003 (p < 0.05) based on analysis of variance (ANOVA) in the Tukey test for all pairs. Conclusion: The higher the percentage of zirconia added to carbonate apatite, the higher the hardness value of carbonate apatite-zirconia obtained. Keywords: Ceramic implant, carbonate apatite, hardness, zirconia.
Ambang pengecapan rasa asin pada wanita perokokSalty taste threshold in smoking women Muhammad Farhan; Sri Tjahajawati; Nani Murniati
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v4i1.24819

Abstract

Pendahuluan: Efek negatif panas asap dan kandungan rokok bagi perokok terjadi pada organ sensorik yang menyebabkan menurunnya fungsi pengecapan yang ditandai dengan peningkatan ambang pengecapan. Rokok membuat organ pengecapan atau taste buds berkontak dengan senyawa kimia yang terdapat dalam rokok dan cenderung membuat kemampuan taste buds menurun. Tujuan penelitian mengetahui ambang pengecapan rasa asin pada wanita perokok. Metode: Jenis penelitian deskriptif. Data yang diperoleh merupakan data sekunder dari penelitian Riset Fundamental Unpad (RFU) dimana pengambilan sampel pada penelitian data primer sebanyak 44 wanita perokok dan 91 wanita non perokok. Data objektif ambang pengecapan rasa asin diperoleh dengan meneteskan larutan NaCl pada permukaan lidah dengan berbagai konsentrasi. Data subjek lainnya diperoleh dari pengisian kuisioner. Hasil: Rata-rata ambang pengecapan rasa asin pada wanita perokok 0,025 M(> 0,01 M), ambang pengecapan rasa asin pada wanita non-perokok 0,023 M(>0,01 M), nilai ambang pengecapan rasa asin dengan konsumsi 10 batang rokok per hari selama 2-5 tahun dan lebih dari 6 tahun masing-masing 0,027 M dan 0,024 M. Rata-rata nilai ambang pengecapan rasa asin dengan konsumsi 20 batang rokok per hari selama 2-5 tahun dan lebih dari 6 tahun masing-masing 0,023 M dan 0,024 M. Rata-rata nilai ambang pengecapan rasa asin dengan konsumsi 25 batang rokok per hari selama lebih dari 6 tahun sebesar 0,03 M. Simpulan: Ambang pengecapan rasa asin pada wanita perokok dari nilai ambang normal.Kata kunci: Ambang pengecapan, rasa asin, wanita perokok. ABSTRACTIntroduction: The negative effect of cigarette smoke heat and its composition towards sensory organ includes decreasing taste sensibility that is indicated by an increase in the tasting threshold; thus, the function of taste decreases. Cigarettes causes taste buds to contact with chemical compounds composed in it and tends to caused insensitivity of taste buds. The objective of this study was to investigate the salty taste threshold in smoking women. Methods: The study was conducted by a descriptive method. The data obtained were secondary data from Universitas Padjadjaran Fundamental Research (RFU) consisted of 44 primary smokers and 91 non-smokers. The objective data of the salty taste tasting was obtained by dripping NaCl solution on the surface of the tongue with various concentrations. Other data subjects were obtained from filling out questionnaires. Results: The average salty taste threshold value obtained from smoking women was 0.025 M (> 0.01 M), and of non-smoking women was 0.023 M (> 0.01 M). The salty taste threshold value of women who consumed ten cigarettes per day for 2-5 years and more than 6 years were 0.027 M and 0.024 M, respectively. The average salty taste threshold value of women who consumed 20 cigarettes per day for 2-5 years and more than 6 years were 0.023 M and 0.024 M, respectively. The average salty taste threshold value of women who consumed 25 cigarettes per day for more than 6 years was 0.03 M. Conclusion: The salty taste threshold in smoking women had a higher tendency than normal.Keywords: Taste threshold, salty taste, smoking women.
Uji daya antibakteri semen karbonat apatit terhadap Streptococcus mutansAntimicrobial Effect of Carbonate Apatite Cement Againts Streptococcus Mutans Myrna Nurlatifah Zakaria; Astrin Meita Nurfauziah; Indah Puti Rahmayani Sabiri; Arief Cahyanto
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 3, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v3i2.24767

Abstract

Semen karbonat apatit merupakan bahan biokeramik yang dapat menstimulasi perbaikan jaringan termineralisasi. Semen ini memiliki pH basa sehingga dapat bersifat antimikroba. Streptococcus mutans merupakan bakteri yang sering ditemukan pada infeksi endodontik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya antimikroba semen karbonat apatit khususnya terhadap Streptococcus mutans. Subjek pada penelitian ini terdiri dari 8 subjek semen karbonat apatit dengan 2 rasio bubuk/cairan berbeda, yaitu 0,5 dan 0,8 serta semen kalsium hidroksida sebagai kontrol. Penelitian dilakukan dengan metode sumuran difusi agar Kirby Bauer yang menggunakan medium agar Mueller Hilton dengan menghitung diameter zona hambat pertumbuhan Streptococcus mutans pada interval waktu 1, 3, dan 5 hari. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dan statistik menggunakan One-Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahawa semen karbonat apatit memiliki daya antibakteri pada interval waktu 1, 3, dan 5 hari, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) antar kelompok semen karbonat apatit  dengan rasio bubuk/cairan 0,5 dengan 0,8. Kesimpulan penelitian ini adalah semen karbonat apatit memiliki daya antimikroba terhadap Streptococcus mutans, namun daya antibakteri kalsium hidroksida lebih besar dibandingkan semen karbonat apatit.
Tingkat pengetahuan dan sumber informasi mengenai lesi ulserasi mulut pada siswa sekolah dasarLevel of knowledge and sources of information regarding oral ulcerations in elementary school students Harmonisa Sheilla Witadiana; Indah Suasani Wahyuni; Nanan Nuráeny
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v4i1.25655

Abstract

Pendahuluan: Lesi ulserasi mulut, atau sariawan, adalah lesi berbentuk cekung berbatas jelas dan berwarna putih kekuningan di mukosa mulut yang terasa sakit. Kondisi ini sering ditemukan pada anak-anak, sehingga pengetahuan tentang lesi ulserasi mulut perlu dimiliki. Tingkat pengetahuan seseorang mengenai lesi ulserasi mulut salah satunya dipengaruhi oleh informasi yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan anak-anak siswa Sekolah Dasar dan sumber informasi mengenai lesi ulserasi mulut. Metode: Jenis penelitian deskriptif cross sectional. Alat ukur penelitian berupa kuesioner yang sudah valid dan reliabel, terdiri atas 12 pertanyaan mengenai pengetahuan dan enam pertanyaan sumber informasi tentang lesi ulserasi mulut. Sampel yang digunakan berjumlah 323 siswa kelas V SD, dengan teknik purposive sampling. Hasil: Sejumlah 51.08% siswa memiliki pengetahuan yang baik, 46.75% siswa pada tingkat pengetahuan sedang, serta 2.17% memiliki pengetahuan yang buruk mengenai lesi ulserasi mulut. Sumber informasi tentang lesi ulserasi mulut diperoleh sebagian besar dari televisi (55.72%) atau sekolah (54.48%). Siswa yang memiliki pengalaman pribadi pernah mengalami sariawan sejumlah 92.56%, sedangkan sumber cerita mengenai pengalaman sariawan paling banyak dari keluarga, sebesar 68.73%. Simpulan: Tingkat pengetahuan sebagian besar siswa adalah baik dan sedang dan sumber informasi mengenai lesi ulserasi mulut pada siswa sekolah dasar sebagian besar adalah dari televisi dan sekolah informasi mengenai pengalaman sariawan paling banyak dari keluarga.Kata kunci: Lesi ulserasi rongga mulut, sumber informasi, tingkat pengetahuan. ABSTRACTIntroduction: Oral ulcerations are painful, concave-shaped with clear border and yellowish-white lesions in the oral mucosa. This condition is often found in children; therefore, knowledge regarding this matter is needed. Children's level of knowledge about oral ulcerations is influenced by the source of information obtained. This study described the oral ulcerations knowledge in elementary school students in Jatinangor Subdistrict, Sumedang, Indonesia, and related-sources of information. Methods: This research was descriptive with a cross-sectional approach. The instrument of the study was a valid and reliable questionnaire that was consisted of twelve knowledge questions and six questions about sources of information concerning oral ulcerations. The sample used was 323 fifth grade elementary school students, with a purposive sampling technique. Results: As much as 51.08% of students had good knowledge, 46.75% of students at a moderate level of knowledge, and 2.17% had poor knowledge about oral ulcerations. Sources of information about oral ulcerations were obtained mostly from television (55.72%) or schools (54.48%). Students with personal experience of oral ulcerations were 92.56%, while 68.73% answered that the source of information about the oral ulcerations experience mostly came from the family. Conclusion: The level of knowledge of most students is good and moderate, and the source of information regarding oral ulceration lesions in primary school students is mostly from television and information schools about the most thrush experiences from families.Keywords: Knowledge level, information source, oral ulceration lesions.  
Status kesehatan gigi dan tindakan menyikat gigi pada murid taman kanak-kanakOral health status and brushing teeth practices of kindergarten students Lelly Andayasari; Wibowo Wibowo
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v4i1.25720

Abstract

Pendahuluan: Status kesehatan gigi ditentukan oleh adanya gigi karies, gigi yang hilang dan ditumpat. Kesehatan gigi dan mulut masih menjadi masalah di dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi status kesehatan gigi anak taman kanak-kanak dan tindakan menyikat gigi anak taman kanak kanak. Metode: Jenis penelitian cross-sectional. Penelitian dilakukan di 24 taman kanak-kanak (TK) di Provinsi Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Status kesehatan gigi diperoleh dari 564 anak berusia 3-6 tahun. Pemeriksaan kesehatan gigi menggunakan alat diagnostik steril yang dilakukan oleh dokter gigi. Data karakteristik dan perilaku menyikat gigi ditanyakan kepada orang tua dengan menggunakan kuesioner yang sudah diujicobakan. Analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil analisa disajikan dalam bentuk persentase. Hasil: Indeks def-t tertinggi di Kabupaten Serang (8,83), dan terendah adalah 4,97 di Kota Yogyakarta Sebagian besar anak mengalami karies gigi yaitu sebanyak 88,1%. Jumlah rata-rata karies gigi lebih banyak daripada gigi yang dicabut dan ditumpat. Kebiasaan menyikat gigi yang benar masih sangat rendah 2,8%. Simpulan: Status kesehatan gigi anak taman kanak-kanak sebagian besar dalam kategori buruk dan tindakan menyikat gigi yang benar masih sangat rendah.Kata kunci: Karies, menyikat gigi, anak, def-t. ABSTRACTIntroduction: Oral health status is determined by the presence of dental caries, missing and filled teeth. Oral health is still a problem in the world. The purpose of this study was to identify the oral health status of a kindergarten child and the toothbrushing practice in kindergarten students. Methods: A cross-sectional study was conducted in 24 kindergartens in Banten and Special Region of Yogyakarta provinces. The oral health status was obtained from 564 children aged 3-6 years old—oral health examination using a sterile diagnostic tool conducted by a dentist. Data on the characteristics and behaviour of toothbrushing practices were asked to the parents using a priorly tested questionnaire—data analysis was performed using SPSS software. The analysis results were presented in percentage. Results: The highest def-t index was found in Serang Regency (8.83), and the lowest (4.97) was found in Yogyakarta City. Majority of the children experienced dental caries, which was found in 88.1% of all respondents. The average number of dental caries was higher than the extracted and filled teeth. Proper toothbrushing habits were still very low, at 2.8%. Conclusion: The oral health status of kindergarten students are mostly found in the bad category, and correct toothbrushing practice is still very low.Keywords: Caries, brushing teeth, children, def-t.

Page 7 of 27 | Total Record : 269