cover
Contact Name
Novianty Tuhumury
Contact Email
tritonmsp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
tritonmsp@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura Jl. Mr. Chr. Soplanit, Kampus - Poka, Ambon
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
TRITON : Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Published by Universitas Pattimura
Core Subject : Social,
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan is a scholarly refereed research journal which accepts scientific article based on research and reviews including: 1. Management of Aquatic Resources 2. Management of Aquatic Environment 3. Management of Coastal and Sea 4. Economic of Aquatic Resources 5. Planning and development of Coastal, Sea and Small Islands The article should fulfill science criteria and original manuscript which has previously unpublished. Each article will evaluate by relevant peer reviewers before published.
Articles 118 Documents
VARIASI SPASIAL DAN TEMPORAL PARAMETER FISIKA DAN KIMIA PERAIRAN DANAU PASCATAMBANG, DANAU BELIBIS, KALIMANTAN BARAT Anzani, Yunita Magrima; Rahayu, Sri
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 20 No 1 (2024): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol20issue1page62-72

Abstract

Belibis Lake is a post-mining lake or Pit Lake that is currently used as a tourist area, but there has been no study of information on the physical and chemical characteristics of its waters. Therefore, the purpose of this study is to spatially and temporally analyze the physical and chemical parameters of waters in Belibis Lake. The research was conducted in June-August 2023. Sampling was carried out at 4 observation stations. Water samples were taken using a water vandorn sampler on the surface of the water. Temperature, pH, and DO were measured in situ, while BOD and mercury were measured ex situ. Spatially, it was found that the highest temperature, pH, and BOD parameters were at St-04. While brightness and DO were highest in St-01. Based on the results of the anova test, the brightness parameter is significantly different. Temporally, the highest temperature and pH were in July, while brightness, DO, and BOD parameters were high in June. The parameters that were measured to be significantly different temporally were water temperature and BOD. The parameters of temperature, pH, DO, and dissolved Hg in the lake still meet the water quality standards of PP No. 22 of 2021, category class II. But not for BOD, this is due to the input of organic matter into the lake from tourism activities and previous mining activities. ABSTRAK Danau Belibis merupakan danau pascatambang yang saat ini digunakan sebagai area wisata, namun belum ada kajian tentang informasi karakteristik fisika dan kimia perairannya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis secara spasial dan temporal parameter fisika dan kimia perairan di Danau Belibis. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2023. Pengambilan sampel dilakukan pada 4 stasiun pengamatan. Sampel air diambil dengan menggunakan water vandorn sampler pada permukaan perairan. Suhu, pH, dan DO diukur secara in situ, sedangkan BOD dan merkuri secara ex situ. Secara spasial didapatkan bahwa parameter suhu, pH, dan BOD tertinggi berada pada St-04. Sedangkan kecerahan dan DO tertinggi pada St-01. Berdasarkan hasil uji anova, parameter kecerahan berbeda nyata secara signifikan. Secara temporal suhu dan pH tertinggi yaitu pada bulan Juli, untuk parameter kecerahan, DO, dan BOD tinggi pada bulan Juni. Parameter yang terukur berbeda nyata secara signifikan secara temporal adalah suhu perairan dan BOD. Parameter suhu, pH, DO, dan Hg terlarut pada danau masih memenuhi nilai baku mutu perairan PP No. 22 Tahun 2021, kategori kelas II. Namun tidak untuk BOD, hal ini dikarenakan input bahan organik ke danau yang berasal dari aktivitas wisata dan aktivitas pertambangan sebelumnya. Kata Kunci: Danau, kualitas air, merkuri, pertambangan, Pit Lake
EFISIENSI PERIKANAN TUNA HAND LINE DI DUSUN PARIGI WAHAI MALUKU TENGAH Moniharapon, Revelto Dergo; Hiariey, Johanis; Bawole, Dionisius
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 20 No 1 (2024): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol20issue1page1-15

Abstract

Tuna is one of the leading commodities in the fisheries sector in Maluku Province. The contribution of tuna production is mostly sourced from small-scale hand line tuna fishers scattered in several regions in Maluku including Parigi hamlet, Wahai Village, North Seram District, Central Maluku Regency. One of the problems faced by small-scale tuna fishers is the inefficient use of input variables such as investment, total costs (fixed costs and variable costs) and working hours to get outputs, namely production and income that can improve the welfare of fishermen. The purpose of this study was to determine the level of efficiency of the hand line tuna management business in Parigi Hamlet, Wahai Village. The research was conducted in June-August 2023. The data collection method used purposive sampling through observation and interviews (survey) with a total of 50 respondents of hand line tuna fishermen. Data were analyzed descriptively quantitatively by calculating efficiency using the DEA method. The results of the analysis as many as 34 DMUs have an efficiency value of more than 90%. Based on output oriented analysis for 16 DMUs with inefficient categories, it is necessary to increase profits and production to meet DMU improvement targets. While the results of input-oriented analysis, it is necessary to reduce investment, total costs and working hours. The results of DEA analysis show that 68% of fishing businesses are efficient and 32% are quite efficient. ABSTRAK Tuna merupakan salah satu komoditas unggulan sektor perikanan di Provinsi Maluku. Kontribusi produksi tuna sebagian besar bersumber dari nelayan tuna hand line skala kecil yang tersebar pada beberapa wilayah di Maluku termasuk dusun Parigi Desa Wahai Kecamatan Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah. Salah satu masalah yang dihadapi nelayan tuna skala kecil yakni penggunaan variabel input yang belum efisien seperti investasi, biaya total (biaya tetap dan biaya variabel) serta jam kerja untuk mendapatkan output yaitu produksi maupun pendapatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efisiensi usaha pengelolaan tuna hand line di Dusun Parigi Desa Wahai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2023. Metode pengumpulan data menggunakan purposive samplingmelalui observasi dan wawancara (survei) dengan jumlah responden sebanyak 50 nelayan tuna hand line. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung efisiensi menggunakan metode DEA. Hasil analisis sebanyak 34 DMU memiliki nilai efisiensi lebih dari 90%. Berdasarkan analisis output oriented untuk 16 DMU dengan kategori kurang efisien perlu dilakukan penambahan keuntungan dan produksi untuk memenuhi target perbaikan DMU. Sedangkan hasil analisis input oriented, perlu dilakukan pengurangan investasi, biaya total dan jam kerja. Hasil analisis DEA menunjukan usaha nelayan yang efisien sebanyak 68% dan cukup efisien sebanyak 32%. Kata Kunci: DEA, efisiensi, hand line, nelayan tuna, Parigi Wahai Maluku Tengah
KONDISI KOMUNITAS MANGROVE DI PESISIR PANTAI NAMAEA NEGERI PELAUW, KABUPATEN MALUKU TENGAH Tuapattinaja, Maureen Alise; Pentury, Reinhardus; Ayal, Frederik Willem; Abrahamsz, James; Pietersz, Janson Hans
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 20 No 1 (2024): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol20issue1page44-53

Abstract

The mangrove community on the coastal coast of Namaea has a vital role in maintaining and protecting coastal areas. It can improve the surrounding community economically, so mangrove potential and current conditions need to be studied. This research aims to determine the condition of the mangrove community. The Stratified Random Sampling method collected data on mangrove potential and density, while the Simple Hemispherical Photography method collected data on mangrove canopy cover. The Image J application was used to analyze further assistance regarding the percentage of mangrove cover. Seventeen mangroves were found, with 4 types having the highest important values index ​​at each observation station. The overall condition of the percentage of mangrove cover is still classified as dense, and the overall condition of mangrove density is classified as moderate. ABSTRAK Komunitas mangrove di pesisir pantai Namaea memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga dan melindungi wilayah pesisir serta dapat memberikan peningkatan perekonomian bagi masyarakat sekitar, sehingga potensi dan kondisi mangrove saat ini perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi komunitas mangrove. Metode Stratified Random Sampling digunakan untuk pengambilan data potensi dan kerapatan mangrove, sedangkan metode Hemispherical Photography Sederhana digunakan untuk pengambilan data tutupan kanopi mangrove. Dalam proses analisis lanjutan terkait persentase tutupan mangrove digunakan bantuan aplikasi Image J. Ditemukan 17 jenis mangrove dengan 4 jenis mangrove yang memiliki indeks nilai penting tertinggi pada setiap stasiun pengamatan. Kondisi persentase tutupan mangrove secara keseluruhan masih tergolong padat dan kondisi kerapatan mangrove secara keseluruhan tergolong sedang. Kata Kunci: Mangrove; kondisi; Hemispherical; Image J; Namaea
AKTIVITAS ANTIBAKTERI ECO ENZYME TERHADAP BAKTERI YANG DIISOLASI DARI RUMPUT LAUT TERINFEKSI ICE-ICE Tuhumury, Novianty C; Sahetapy, Jacqueline M F; Matakupan, Jolen; Rijoly, Stefanno M A
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 20 No 1 (2024): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol20issue1page54-61

Abstract

Eco enzyme is the result of fruit peel fermentation mixed with brown sugar water. Eco enzyme contains acetic acid that can inhibit the growth of bacteria, including bacteria isolated from seaweed infected with ice-ice disease. The purpose of this study was to analyze the antibacterial activity of eco enzyme to inhibit bacteria isolated from seaweed infected with ice-ice. This research was conducted in July-November 2023. The inhibition test was conducted at the BPBL Ambon Testing Laboratory, while the phytochemical test was conducted at the Herbal Materia Medica Laboratory in Batu, Malang. Eco enzyme was made at the Aquatic Resource Management Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Science, Pattimura University for three months. The method for antibacterial test of eco enzyme used disc diffusion method. There are four types of bacteria that have been isolated from ice-ice infected seaweed, namely Vibrio alginolyticus, Vibrio fluvalis, Vibrio cholerae, and Aeromonas cavie. There are four concentrations of eco enzyme used to inhibit the growth of isolated bacteria, namely 25%, 50%, 75% and 100%. Phytochemical test results showed that the eco enzyme solution contained phenol of 319.0921 mg GA/g, total flavonoids of 133.5000 mg Q/g, total tannins of 224.6916 mg ET/g, and IC50 value on DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) method of 290.9558 ppm. Based on the results of the inhibition test, the greater the concentration of eco enzyme, the greater the inhibition zone produced. Inhibition zone with moderate category was found in bacteria V. alginolticus and A. cavie with 100% concentration, while others were included in the weak category. ABSTRAK Eco enzyme merupakan hasil fermentasi kulit buah dicampur dengan gula merah air. Eco enzyme mengandung asam asetat yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri, antara lain bakteri yang diisolasi dari rumput laut yang terinfeksi penyakit ice-ice. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis aktivitas antibakteri eco enzyme untuk menghambat bakteri yang diisolasi dari rumput laut terinfeksi ice-ice. Penelitian ini dilakukan pada Juli-November 2023. Uji hambat dilakukan di Laboratorium Penguji BPBL Ambon, sedangkan untuk uji fitokimia dilakukan di Laboratorium Herbal Materia Medica Batu, Malang. Eco enzyme dibuat di Laboratorium MSP FPIK UNPATTI selama tiga bulan. Metode untuk uji antibakteri eco enzyme menggunakan metode difusi cakram. Terdapat empat jenis bakteri yang telah diisolasi dari rumput laut terinfeksi ice-ice yaitu Vibrio alginolyticus, Vibrio fluvalis, Vibrio cholerae, dan Aeromonas cavie. Terdapat empat konsentrasi eco enzyme yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri isolasi yaitu 25%, 50%, 75% dan 100%. Hasil uji fitokimia menunjukan bahwa larutan eco enzyme mengandung Fenol sebesar 319,0921 mg GA/g, total Flavonoid sebesar 133,5000 mg Q/g, total Tanin sebesar 224,6916 mg ET/g, dan nilai IC50 pada metode DPPH (1,1-diphenil-2-picrylhydrazil) sebesar 290,9558 ppm. Berdasarkan hasil uji hambat diperoleh semakin besar konsentrasi eco enzyme maka semakin besar pula zona hambat yang dihasilkan. Zona hambat dengan kategori sedang ditemukan pada bakteri V. alginolticus dan A. cavie dengan konsentrasi 100%, sedangkan lainnya termasuk dalam kategori lemah. Kata Kunci: Eco enzyme, antibakteri, fitokimia, rumput laut, ice-ice
BIOLOGI POPULASI IKAN LAYANG PUTIH (Decapterus macrosoma) YANG DIDARATKAN DI DESA WAAI, MALUKU TENGAH Soukotta, Imanuel V T; Moniharapon, Domey L; Supusepa, Junita; Tuapetel, Friesland
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 20 No 2 (2024): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol20issue2page88-97

Abstract

Intensified utilization of scad fish and frequent catches of immature fish have disrupted the recruitment of young fish in the wild. This study aims to analyze the length-weight relationship and growth patterns of scad fish. Data were collected at the Fish Auction Place (FAP) of Waai Port, Central Maluku, from February to April 2024. Scad fish samples were measured for length and weight and analyzed using linear regression and multiple analysis to determine the length-weight relationship, with Von Bertalanffy analysis used to examine growth patterns. The study found a coefficient value (b) of 2.6017, indicating that the fish's length growth is faster than its weight increase, showing negatively allometric growth. The growth coefficient (K) is 0.061613 per year, with an asymptotic length of 37.44 cm. The (t0) value, indicating the age when fish length is close to zero, is 0.43 years. These findings suggest that scad fish from this population grow more in length than in weight. This has implications for fisheries management, which must regulate scad fish capture and utilization to prevent disrupting the recruitment and growth of young fish populations. Sustainable management practices are essential to maintain scad fish stocks and the balance of aquatic ecosystems in the region. ABSTRAK Peningkatan upaya pemanfaatan ikan layang yang intensif dan hasil tangkapannya lebih sering terdiri dari ikan-ikan yang belum mencapai ukuran matang gonad pertama kali, menyebabkan terganggunya proses rekruitmen ikan-ikan muda di alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang-berat serta pola pertumbuhan ikan layang dari populasi tersebut. Pengumpulan data dilakukan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Waai, Maluku Tengah, selama periode Februari hingga April 2024. Sampel ikan layang yang didaratkan diukur panjang dan beratnya, kemudian dianalisis menggunakan metode regresi linier serta analisis berganda untuk mengkaji hubungan panjang-berat, serta menggunakan analisis Von Bertalanffy untuk memeriksa pola pertumbuhan ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien (b) sebesar 2,6017, yang mengindikasikan pertumbuhan panjang ikan lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan beratnya atau pertumbuhan alometrik negatif. Selain itu, ditemukan bahwa koefisien pertumbuhan (K) adalah 0,061613 per tahun dengan panjang asimtotik mencapai 37,44 cm. Nilai (t0), yang menunjukkan usia pada saat panjang ikan mendekati nol, adalah 0,43 tahun. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ikan layang dari populasi yang diteliti mengalami pertumbuhan panjang yang lebih dominan dibandingkan dengan peningkatan beratnya. Kondisi ini dapat berdampak pada strategi manajemen perikanan yang perlu memperhatikan pengaturan penangkapan dan pemanfaatan ikan layang agar tidak mengganggu proses rekruitmen dan pertumbuhan populasi ikan muda di alam. Pengelolaan yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk memastikan kelestarian stok ikan layang serta keseimbangan ekosistem perairan di wilayah tersebut. Kata Kunci: Ikan layang, perairan Waai, alometrik, von Bertalanffy, pengelolaan.
KARAKTERISTIK STOMATA DAN BENTUK-BENTUK AKTIVITAS PEMANFAATAN MANGROVE SEBAGAI DASAR PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE DI PERAIRAN DESA WAIHERU DAN DESA LEAHARI Simatauw, Annielisye; Tupan, Charlotha I; Mamesah, Juliaeta A B
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 20 No 2 (2024): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol20issue2page165-178

Abstract

Mangrove stomata play an important role in the process of photosynthesis and transpiration. Environmental pressure on mangrove forests results in a decrease in the function and important role of mangrove stomata for the environment. The purpose of this study was to analyze the density, number, type and distribution of mangrove leaf stomata; analyze the effect of temperature, salinity, pH, DO and light intensity parameters on the density, number of types and distribution of stomata; identify forms of mangrove ecosystem utilization activities; and formulate mangrove ecosystem management strategies in the waters of Waiheru Village and Leahari Village. This research took place in February-May 2024 in the waters of Waiheru Village and Leahari Village. The methods used were observation and interview methods. Mangrove leaves were analyzed at the Pattimura University Masela Block Support Integrated Laboratory, while the forms of use and management directions were analyzed descriptively qualitatively. The results showed that the stomatal density of the three species was in the high category. Anomocytic stomata type and scattered stomata distribution in the three species. Water parameters in the waters of Waiheru Village and Leahari Village are 31℃ and 32℃ for temperature, 20‰ and 21‰ for salinity, 8.3 and 8.1 for pH, 1.88 and 6.07 mg/l for DO. Water quality parameters affect stomatal density but not the pH parameter. Community activities in Waiheru Village were identified in the form of building tourist attractions, selling mangrove seedlings, mooring boats, marine fish farming and fishing. Activities in Leahari Village include mooring boats, bameti and fishing. Formulated 8 directions for mangrove ecosystem management in Waiheru Village, and 6 directions for mangrove ecosystem management in Leahari Village. ABSTRAK Stomata mangrove berperan penting dalam proses fotosintesis dan transpirasi. Tekanan lingkungan terhadap hutan mangrove mengakibatkan penurunan fungsi dan peran penting stomata mangrove bagi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kerapatan, jumlah, tipe dan distribusi stomata daun mangrove; menganalisis pengaruh parameter suhu, salinitas, pH, DO dan intensitas cahaya terhadap kerapatan, jumlah tipe dan distribusi stomata; mengidentifikasi bentuk-bentuk aktivitas pemanfaatan ekosistem mangrove; dan merumuskan strategi pengelolaan ekosistem mangrove di Perairan Desa Waiheru dan Desa Leahari. Penelitian ini berlangsung pada Februari-Mei 2024 di perairan Desa Waiheru dan Desa Leahari. Metode yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara. Daun mangrove dianalisa di Laboratoriuim Terpadu Pendukung Blok Masela Universitas Pattimura, sedangkan bentuk-bentuk pemanfaatan dan arahan pengelolaan dianalisa secara deskriptif kualitiatif. Hasil penelitian menunjukkan kerapatan stomata ketiga spesies termasuk dalam kategori tinggi. Tipe stomata anomositik dan distribusi stomata yang tersebar pada ketiga spesies. Parameter perairan di Perairan Desa Waiheru dan Desa Leahari masing-masing yaitu untuk suhu 31 dan 32 , nilai salinitas 20‰ dan 21‰, nilai pH 8,3 dan 8,1, nilai DO 1,88 dan 6,07 mg/l. Parameter kualitas perairan mempengaruhi kerapatan stomata namun tidak untuk parameter pH. Teridentifikasi aktivitas masyarakat di Desa Waiheru berupa membangun tempat wisata, menjual bibit mangrove, menambat perahu, budidaya ikan laut dan penangkapan ikan. Aktivitas di Desa Leahari berupa menambat perahu, bameti dan penangkapan ikan. Dirumuskan 8 arahan pengelolaan ekosistem mangrove di Desa Waiheru, dan 6 arahan pengelolaan ekosistem mangrove di Desa Leahari. Kata Kunci: Stomata, mangrove, pemanfaatan, Desa Waiheru, Desa Leahari
STRATEGI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT BERBASIS MASYARAKAT HUKUM ADAT DI DESA JABULENGA, KABUPATEN KEPULAUAN ARU Siarukin, Wilhelmina N E; Lopulalan, Yoisye; Nanlohy, Hellen
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 20 No 2 (2024): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol20issue2page155-164

Abstract

Coastal and marine resources based on indigenous law communities in the Aru Islands Regency have existed for a long time. Fulfilling the needs of the community's life and excessive resource extraction has resulted in the declining potential of coastal and marine resources in Jabulenga Village. This research aims to analyze the characteristics of indigenous people in Jabulenga Village, analyze the role of indigenous institutions in coastal resource management in Jabulenga Village, and recommend strategies for coastal resource management in Jabulenga Village based on indigenous people. The data collection techniques used in this research were observation, interview and questionnaire. The data that has been collected is then analyzed using the qualitative descriptive method. Resource management strategies were analyzed using the DPSIR analysis method. The results showed that Jabulenga Village applies indigenous law in the form of sasi to preserve coastal and marine resources such as sea cucumber sasi. Jabulenga Village has a indigenous institution that runs sasi, namely the Aru Ursia Urlima Indigenous Institution. The results of the interview obtained that there has been a decrease in resource potential both in size and number of sasied biota. This occurred because of the weak role of indigenous institutions to impose sanctions on people who violate sasi rules. Based on the results of the analysis, six management strategies were obtained that can be used by indigenous institutions as well as the community together to preserve coastal and marine resources in Jabulenga Village. ABSTRAK Sumberdaya pesisir dan laut berbasis masyarakat hukum adat di Kabupaten Kepulauan Aru sudah ada sejak dahulu. Pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat serta pengambilan sumberdaya yang berlebihan mengakibatkan semakin menurunnya potensi sumberdaya pesisir dan laut di Desa Jabulenga. Penelitian ini bertujuan untuk menganasilis karakteristik masyarakat hukum adat Desa Jabulenga, menganalisis peran kelembagaan adat dalam pengelolaan sumberdaya pesisir di Desa Jabulenga, serta merekomendasikan strategi pengelolaan sumberdaya pesisir di Desa Jabulenga berbasis masyarakat hukum adat. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan kuisioner. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan metode deksriptif kualitatif. Strategi pengelolaan sumberdaya dianalisis dengan menggunakan metode analisis DPSIR. Hasil penelitian menunjukan Desa Jabulenga menerapkan hukum adat berupa sasi untuk melestarikan sumberdaya pesisir dan laut seperti sasi teripang. Desa Jabulenga memiliki kelembagaan adat yang menjalankan sasi yaitu Kelembagaan Adat Aru Ursia Urlima. Hasil wawancara diperoleh bahwa telah terjadi penurunan potensi sumberdaya baik ukuran maupun jumlah biota yang disasi. Hal ini terjadi karena lemahnya peran lembaga adat untuk memberikan sanksi terhadap masyarakat yang melanggar aturan sasi. Berdasarkan hasil analisa diperoleh enam strategi pengelolaan yang dapat digunakan oleh lembaga adat juga masyarakat secara bersama-sama untuk melestarikan sumberdaya pesisir dan laut di Desa Jabulenga. Kata Kunci: Masyarakat adat, kelembagaan, sasi, sumberdaya, Jabulenga
STRATEGI PENGEMBANGAN TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) DOBO DI KABUPATEN KEPULAUAN ARU Abrahamsz, James; Lainata, Monalisa C; Tetelepta, Johannes M S; Pattikawa, Jesaja A; Tuapetel, Friesland
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 20 No 2 (2024): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol20issue2page113-122

Abstract

The Dobo Fish Auction Place in Aru Islands Regency, is the center of fishermen's activities with good opportunities and prospects if properly utilized, it will make a great contribution to the welfare of fishermen and to the Regional Government. In its implementation, the role of institutions is very important in the management of TPI Dobo. The purpose of this study is to analyze the institutional management of TPI Dobo, as well as provide recommendations for management direction in managing TPI Dobo in Aru Islands Regency so that it is sustainable. This research was carried out from January to May 2024 at TPI Dobo, Aru Islands Regency. The data in this study was collected by observation, interview, and documentation methods. The analysis method used is qualitative descriptive using the management function theory. The results of the analysis on the indicators of planning, organizing, implementation and supervision are not optimal yet, and there are 3 strategies out of 8 strategies that are prioritized as management directions of the Fish Auction Place in Dobo, Aru Islands Regency. ABSTRAK Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Dobo di Kabupaten Kepulauan Aru, merupakan sentral kegiatan nelayan dengan peluang dan prospek yang baik. Apabila dimanfaatkan dengan semestinya maka TPI ini akan memberikan kontribusi yang besar bagi kesejahteraan nelayan maupun kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru. Dalam pelaksanaannya, peran kelembagaan sangat penting dalam pengelolaan TPI Dobo. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen kelembagaan TPI Dobo, serta memberikan rekomendasi arahan pengelolaan dalam mengelola TPI Dobo di Kabupaten Kepulauan Aru agar berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari-Mei 2024 di TPI Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif menggunakan teori fungsi manajemen. Hasil analisa pada indikator perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan tergolong belum optimal, serta terdapat 3 strategi dari 8 strategi yang merupakan prioritas sebagai arahan pengelolaan TPI Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru. Kata Kunci: TPI, kelembagaan, pengelolaan, Dobo, Kepulauan Aru
KAJIAN KOMPOSISI DAN KEPADATAN SAMPAH PESISIR KOTA DOBO, KABUPATEN KEPULAUAN ARU, MALUKU Koritelu, Johanis A; Selanno, Debby A J; Tupan, Charlotha I
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 20 No 2 (2024): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol20issue2page146-154

Abstract

Household activities, trade, fisheries and industrial activities cause negative impacts on the sustainability of the coastal environment. The negative impact that occurs is the problem of coastal waste, which has now become a global problem. Waste has an impact on the environment, economy and human health. The impact of this waste is also felt on the coast of Dobo City, Aru Islands Regency, Maluku. This study aims to analyze the composition and density of coastal waste, and provide technical direction for waste management in Dobo City. This research was conducted in April-June 2024, precisely on the coast of RT 006/004, Siwalima Village, Aru Islands District, Aru Islands Regency. Waste data collection was carried out using the line transect method parallel to the coastline and referring to the marine debris monitoring guidelines issued by the Indonesian Ministry of Environment and Forestry. The waste that has been obtained is then sorted by type and weighed to obtain the weight of the waste. Data analysis used NOAA standard classification and marine debris monitoring guidelines. The results showed that the types of waste consisted of plastic and rubber waste, metal, glass, wood and its derivatives, and clothing and its derivatives. Meanwhile, the highest waste composition in the research location is plastic and rubber at 55% with a density value of 16.12 types/m2. The lowest composition is glass waste at 2% with a density value of 0.04 species/m. Plastic waste still dominates the overall waste obtained as a result of the consumption of food and beverages and other goods in plastic packaging. There are six technical directions that can be recommended to overcome the waste problem in Dobo City. ABSTRAK Aktivitas rumah tangga, perdagangan, perikanan dan kegiatan industri menyebabkan dampak negatif bagi kelestarian lingkungan pesisir pantai. Dampak negatif yang terjadi yaitu masalah sampah pesisir yang saat ini telah menjadi permasalahan global. Sampah menimbulkan dampak bagi lingkungan, ekonomi serta kesehatan manusia. Dampak sampah ini juga dirasakan di pesisir pantai Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi dan kepadatan sampah pesisir, serta memberikan arahan teknis pengelolaan sampah di Kota Dobo. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Juni 2024 tepatnya di pesisir pantai RT 006/004, Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru. Pengambilan data sampah dilakukan dengan metode line transek sejajar garis pantai serta merujuk pada pedoman pemantauan sampah laut yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia. Sampah yang telah diperoleh kemudian dipilah berdasarkan jenisnya dan ditimbang untuk memperoleh berat sampah. Analisis data menggunakan klasifikasi standar NOAA dan pedoman pemantauan sampah laut. Hasil penelitian menunjukan jenis sampah terdiri dari sampah plastik dan karet, logam, kaca, kayu dan turunannya, serta pakaian dan turunannya. Sementara itu, komposisi sampah tertinggi pada lokasi penelitian adalah plastik dan karet sebesar 55% dengan nilai kepadatan 16,12 jenis/m2. Komposisi terendah adalah sampah kaca sebesar 2% dengan nilai kepadatan 0,04 jenis/m. Sampah jenis plastik memang masih mendoåminasi keseluruhan sampah yang diperoleh akibat dari konsumsi makanan serta minuman dan barang lainnya dalam kemasan plastik. Terdapat enam arahan teknis yang dapat direkomendasikan untuk mengatasi permasalahan sampah di Kota Dobo. Kata Kunci: Sampah, pesisir dan laut, plastik, logam, Dobo
FAKTOR FISIKA DAN KIMIA PERAIRAN YANG MENDUKUNG PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT DI DUSUN WAEL KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Masihin, Andre; Huliselan, Niette V; Pello, Frederika S
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 20 No 2 (2024): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol20issue2page123-133

Abstract

Maluku waters have the potential to be developed for seaweed cultivation because they are qualified with good water quality. Good water quality for seaweed cultivation includes clear water, free from pollution, bottom waters that are dominated by a mixture of coral and sand which are the main requirements in the development of seaweed aquaculture. The waters of Wael Hamlet have the potential for the development of seaweed cultivation, but the high level of human activity in utilizing the waters of Wael Hamlet results in polluting and degrading water quality. This study aims to measure the quality of seaweed cultivation waters in Wael Hamlet. This research was conducted in the seaweed cultivation area of Wael Hamlet, West Seram Regency in July-August 2023 for 45 days. The method used in this study is descriptive quantitative using 5 sampling points of observation for 7 repetitions in the observation area of Dusun Wael. The results showed water quality parameters include temperature ranging from 21-33oC, salinity 30-34 ppt, brightness 3-6 m, DO 3.62-7.34 mg/l, pH 7.25-7.31, phosphate 0-0.15 mg/l, nitrate 0-0.01 mg/l. Based on the results of the study, water quality parameters are still in accordance with quality standards for the growth and development of seaweed cultivation in Wael Hamlet. ABTSRAK Perairan Maluku memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk usaha budidaya rumput laut karena memenuhi syarat dengan kualitas air yang baik. Kualitas air yang baik untuk budidaya rumput laut meliputi air yang jernih, bebas dari pencemaran, dasar perairan yang didominasi campuran batu karang dan pasir yang merupakan syarat utama dalam pengembangan usaha budidaya rumput laut. Perairan Dusun Wael berpotensi untuk pengembangan budidaya rumput laut, namun tingginya aktivitas manusia dalam memanfaatkan perairan Dusun Wael berakibat mencemari dan menurunkan kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas perairan budidaya rumput laut Dusun Wael. Penelitian ini dilakukan pada area budidaya rumput laut Dusun Wael, Kabupaten Seram Bagian Barat pada bulan Juli-Agustus 2023 selama 45 hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan 5 titik sampling pengamatan selama 7 kali pengulangan pada daerah pengamatan Dusun Wael. Hasil penelitian menunjukan parameter kualitas air meliputi suhu berkisar 21-33oC, salinitas 30-34 ppt, kecerahan 3-6 m, DO 3,62-7,34 mg/l, pH 7.25-7.31, fosfat 0-0.15 mg/l, nitrat 0-0.01 mg/l. Berdasarkan hasil penelitian, parameter kualitas perairan masih sesuai baku mutu untuk pertumbuhan serta pengembangan budidaya rumput laut di Dusun Wael. Kata Kunci: Kualitas perairan, budidaya, rumput laut, fisik kimia, Dusun Wael

Page 10 of 12 | Total Record : 118