JITEKGI Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi
Bidang ilmu Kedokteran Gigi yang disajikan dalam jurnal ini adalah meliputi Ilmu Konservasi Gigi, Periodontologi, Ortodontik, Ilmu Penyakit Mulut, Prostodontia, Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Ilmu Bedah Mulut, Ilmu kesehatan Gigi Masyarakat & Pencegahan, serta bidang ilmu penunjang Kedokteran Gigi seperti Radiologi Dental, Biologi Oral, Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi, juga bidang ilmu kesehatan umum lain. Jurnal ini terbit berkala dua kali setahun (di bulan Mei dan November).
Articles
186 Documents
IDENTIFIKASI BAKTERI PORPHYROMONAS ENDODONTALIS PADA INFEKSI SALURAN AKAR MELALUI ANALISIS GEN 16S rRNA
Nurani Hayati;
Ihsan Firdaus;
Azyyati Patricia Zikir
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v19i2.2395
Latar belakang: bakteri Porphyromonas endodontalis merupakan bakteri batang, pigmen hitam Gram-negatif yang kehadirannya dalam saluran akar umumnya dikaitkan dengan periodontitis, gingivitis, dan nekrosis pulpa. Bakteribakteri pigmen hitam umumnya sulit didapat dengan metode kulturisasi konvensional dikarenakan kulturisasi dengan kondisi anaerob obligat sangat memakan waktu dan memerlukan kondisi kultur yang rumit. Metode analisis gen 16S rRNA merupakan metode yang digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi bakteri pathogen pada specimen klinis dengan cara menduplikasi DNA dan mengidentifikasi DNA bakteri target. Tujuan: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Porphyromonas endodontalis pada saluran akar terinfeksi secara in vitro dengan menggunakan metode analisis gen 16s rRNA. Metode: spesimen sampel didapat dari pasien RSGM Universitas Trisakti Jakarta yang melakukan perawatan saluran akar dengan diagnosis nekrosis pulpa. Spesimen koloni bakteri yang dicurigai sebagai bakteri pigmen hitam Gram-negatif anaerob disubkultur hingga ditemukan koloni bakteri murni yang berwarna hitam kehijauan atau kecoklatan. Setelah itu diidentifikasi dengan menggunakan polymerase chain reaction (PCR), pengecatan Gram, morfologi koloni dan mikroskopik. Identifikasi PCR dengan kontrol menggunakan bakteri Porphyromonas endodontalis strain ATCC® 35406D-5TM dan primer forward ( 5’-GCT-GCA-GCT-CAA-CTGTAG-TCT-TG-3’) serta primer reverse Porphyromonas endodontalis (5’-TCA-GTG-TCA-GAC-GGA-GCC-TAGTAC-3’). Hasil: hasil amplifikasi divisualisasikan melalui UV-Transluminator. Pemeriksaan elektroforesis DNA pada sampel memperlihatkan pita yang berada sangat mendekati nilai 500 bp yang diduga merupakan bakteri Porphyromonas endodontalis pada saluran akar. Kesimpulan: hasil penelitian memperlihatkan terdapat bakteri Porphyromonas endodontalis di dalam saluran akar spesimen sampel. Metode PCR yang mentargetkan gen 16S rRNA merupakan cara yang efektif dan efisien dalam mengidentifikasi bakteri yang sulit untuk didapatkan melalui metode kulturisasi seperti bakteri pigmen hitam Porphyromonas endodontalis.
HOLISTIC DENTAL CARE PADA ANAK USIA 6 TAHUN
Prasetya, Mia Ayustina;
Rahaswanti, Luh Wayan Ayu;
Oktaviana, Ni Putu Putri Ayu
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v20i1.3090
Pendahuluan: Karies gigi merupakan infeksi jaringan keras gigi yang bersifat kronis. Manajemen karies gigi memerlukan perawatan paripurna yang tidak hanya meliputi perawatan kuratif yang bertujuan untuk mengeliminasi keluhan pasien, namun juga diperlukan tindakan preventif untuk mencegah rekurensi penyakit maupun prosedur rehabilitatif yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi fisiologis gigi didalam rongga mulut sebagai upaya mewujudkan kesehatan rongga mulut yang optimal. Tujuan dari laporan kasus ini untuk mengkaji perawatan holistic dental care pada anak usia 6 tahun.Laporan kasus:Pasien anak perempuan berusia 6 tahun datang ke RSGM Universitas Udayana dengan keluhan gigi geraham banyak yang berlubang dan ingin dilakukan perawatan secara holistik. Perawatan yang dilakukan pada kasus ini meliputi pulpektomi dan restorasi pascaperawatan endodontik menggunakan stainless steel crown (SSC) pada gigi 85 yang didiagnosis pulpitis irreversibel, pulpotomi dan restorasi SSC pada gigi 84 yang didiagnosis pulpitis reversibel, ekstraksi gigi 71 dan 81 yang didiagnosis persistensi serta gigi 51, 61 dan 72 yang mengalami goyang fisiologis, restorasi direk menggunakan glass ionomer cement pada gigi 55, 65, 74 dan 75 yang didiagnosis mengalami pulpitis reversible, fissure sealant pada gigi 26 dan 36 yang didiagnosis pit dan fissure dalam, serta DHE. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pemeriksaan subjektif dan objektif menunjukkan seluruh prosedur perawatan preventif, kuratif, dan rehabilitatif pada kasus ini menunjukkan keberhasilan yang baik
TINGKAT KEPUASAN PASIEN PADA PELAYANAN TELEDENTISTRY DI RSGM YARSI
Aprianto, Dharma Satya;
Puspitasari, Berlian;
Ardinansyah, Agus;
Riani, Siti Nur
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v20i1.3278
Latar belakang: Wabah COVID-19 yang melanda dunia terutama Indonesia semenjak 2 tahun terakhir. Wabah ini telah dianggap sebagai salah satu pandemik terburuk yang mempengaruhi kehidupan manusia. Wabah ini memengaruhi kehidupan manusia terutama pada bidang kedokteran gigi. Penyebaran virus terjadi dari orang ke orang lain melalui droplet saat berbicara, bersin, dan batuk. Tingginya penularan penyakit ini dari droplet menimbulkan kekhawatiran masyarakat dan dokter gigi akan tertularnya virus ini sehingga teledentistry merupakan pilihan yang dapat dilakukan untuk konsultasi jarak jauh. Pelayanan teledentistry salah satunya terdapat di RSGM YARSI. Indikator keberhasilan penggunaan pelayanan teledentistry adalah kepuasan pasien. Kepuasan pasien merupakan hasil penilaian pasien terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien pada pelayanan teledentistry di RSGM YARSI. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Responden pada penelitian ini yaitu 72 pasien di RSGM YARSI. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil: Berdasarkan uji Chi-Square, didapatkan hasil kepuasan pasien pada pelayanan teledentistry tinggi dan berdasarkan variabel pendidikan, komunikasi, dan media terhadap tingkat kepuasan pasien pada pelayanan teledentistry didapatkan hasil signifikan (P0,05). Kesimpulan: Tingkat kepuasan pasien pada pelayanan teledentistry di RSGM YARSI tinggi yaitu sebanyak 97,3% merasa puas dan dari uji chi-square pendidikan, komunikasi, dan media berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien pada pelayanan teledentistry di RSGM YARSI.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEPUASAN HASIL PERAWATAN ORTODONTI PADA MALOKLUSI DENGAN KEMAMPUAN FINANSIAL REMAJA DI KELURAHAN PONDOK PETIR, DEPOK
Soesanto, Paulus Maulana Soesilo;
Ramadanti, Diah Ayu Sri
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v20i1.3451
Latar belakang: maloklusi merupakan suatu penyimpangan pertumbuhan dentofasial, selain mengganggu fungsi pengunyahan, penelanan dan bicara, juga mengganggu keindahan wajah. Pada usia remaja, mereka memiliki keinginan untuk merawat gigi melalui perawatan ortodonti untuk meningkatkan kepercayaan diri dan penampilan gigi. Namun perawatan ortodonti memerlukan biaya yang tidak sedikit sehingga kemampuan finansial menjadi faktor penting dalam menentukan aksesibilitas dan keberlanjutan perawatan tersebut. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kepuasan remaja di kelurahan Pondok Petir, Depok pada hasil pemakaian alat ortodonti untuk perawatan maloklusi, tingkat pengetahuan dan kemampuan finansial terhadap kebutuhan perawatan ortodonti. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode cross-sectional. Desain penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner kepada 153 orang responden remaja di kelurahan Pondok Petir, Depok yang sudah pernah atau belum pernah menggunakan alat ortodonti cekat pada rahang atas dan bawah. Data akan dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil: Pada 72 orang responden dengan tingkat pengetahuan yang baik (47,1%), 21 orang dengan tingkat pengetahuan sedang (13,7%) dan 60 orang dengan tingkat pengetahuan kurang (39,2%). Pada 128 responden (83.7%) menyatakan biaya perawatan ortodonti mahal. Pada 82 responden (53.6%) setuju jika penampilan akan lebih menarik jika menggunakan kawat gigi. Kesimpulan: Remaja di kelurahan Pondok Petir Depok memiliki pengetahuan yang baik tentang perawatan ortodonti serta kepuasan penampilan hasil perawatan maloklusi, namun mempunyai kemampuan finansial yang terbatas.
TINGKAT KECEMASAN ANAK KELAS 4-6 DI SDN 3 KUALA KURUN TERHADAP PERAWATAN GIGI DAN MULUT
Yulising, Lisa;
Lestari, Sri;
Andayani, Lia Hapsari
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v20i1.2632
Latar belakang : Kecemasan dental merupakan suatu bentuk kecemasan sebagai respons terhadap perawatan gigi dan mulut, yang dapat dipicu baik oleh suatu penyebab yang spesifik maupun tanpa alasan tertentu. Kecemasan dental pada anak dapat menyebabkan anak menunda dan menolak perawatan gigi dan mulut. Kecemasan dental pada anak, juga menghambat pekerjaan dokter gigi sehingga perawatan akan tertunda. Penundaan perawatan dapat menyebabkan kesehatan gigi dan mulut bertambah buruk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan dental pada anak kelas 4- 6 SDN 3 Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah selama prosedur perawatan gigi dan mulut. Metode : Studi cross-sectional ini menggunakan metode purposive sampling, dengan total sampel sebanyak 133 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner Children Fear Survey Schedule Dental Subscale (CFSS-DS) dengan skala ukur Likert yang terdiri dari 15 pertanyaan. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 109 responden (81,95%) memiliki tingkat kecemasan ringan dan 24 responden (18,05%) mengalami tingkat kecemasan tingggi terhadap prosedur selama perawatan gigi dan mulut. Berdasarkan jenis kelamin, mayoritas responden perempuan (84%) dan laki-laki (81,03%) mengalami kecemasan dental rendah. Berdasarkan kelas didapatkan bahwa responden kelas IV mengalami kecemasan rendah sebanyak 73,68%, kelas V sebanyak 83,35% dan kelas VI sebanyak 88,64% . Kesimpulan : Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat kecemasan dental rendah.
PERBANDINGAN KEKERASAN PERMUKAAN RESIN KOMPOSIT NANOHYBRID YANG DIRENDAM DALAM BERBAGAI MACAM OBAT KUMUR
Permatasari, Rina;
Alfira, Marsya
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v20i1.3304
Latar belakang: Resin komposit nanohybrid merupakan salah satu bahan restorasi sewarna gigi yang sering digunakan saat ini. Ketahanan jangka panjang resin komposit setelah diaplikasikan di dalam rongga mulut kerap berkaitan dengan kekerasan permukaannya. Namun, berbagai faktor dalam rongga mulut dapat memengaruhi kekerasan permukaan, seperti gaya oklusal, saliva, serta kandungan bahan kimia pada makanan, minuman, maupun produk kebersihan mulut, contohnya obat kumur. Tujuan: Mengetahui perbandingan kekerasan permukaan resin komposit nanohybrid yang direndam dalam berbagai macam obat kumur. Metode penelitian: Tiga puluh buah sampel resin komposit nanohybrid yang berbentuk silindris dengan diameter 8 mm dan tebal 2 mm dibagi secara acak ke dalam tiga kelompok perendaman, yaitu obat kumur beralkohol, obat kumur bebas alkohol, dan obat kumur herbal. Sebelum perendaman, pH semua obat kumur diukur dengan pH meter. Seluruh sampel kemudian direndam selama 36 jam. Pengukuran kekerasan permukaan resin komposit dilakukan sebelum dan setelah perendaman menggunakan Vickers hardness tester. Hasil penelitian: Analisis data menggunakan uji one-way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dengan p=0,000 (p0,05) di antara kelompok perendaman. Kesimpulan: Terdapat penurunan nilai kekerasan permukaan resin komposit nanohybrid yang direndam dalam seluruh kelompok obat kumur. Sampel yang direndam di dalam obat kumur beralkohol memiliki nilai kekerasan terendah, diikuti oleh obat kumur herbal dan obat kumur bebas alkohol.
PERBEDAAN MENGONSUMSI TEH HIJAU DENGAN TEH CHAMOMILE TERHADAP pH SALIVA
Wijani, Iva;
Taher, Pinka;
Oktanauli, Poetry;
Herawati, Margaretha;
Widyastuti, Ratih
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v20i1.3281
Latar belakang: Karies merupakan masalah kesehatan gigi terbesar di Indonesia. Saliva memiliki kapasitas buffer yang dapat menetralkan suasana asam di rongga mulut sehingga dapat mencegah karies. Potential of hydrogen (pH saliva) yang rendah dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri asidogenik yang menyebabkan demineralisasi email gigi, sehingga terjadi karies. Tanaman herbal yang telah terbukti dapat meningkatkan pH saliva diantaranya adalah teh hijau dan teh chamomile. Tujuan: Menjelaskan perbedaan mengonsumsi teh hijau dengan teh chamomile terhadap pH saliva. Metode: Penelitian eksperimental klinis dengan desain penelitian pretest-posttest study. Subjek penelitian berjumlah 30 orang yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok yang mengonsumsi seduhan sediaan kemasan teh hijau, teh chamomile, dan air mineral sebagai kontrol negatif. Pengukuran pH saliva menggunakan pH meter digital yang dilakukan sebelum dan setelah perlakuan pada menit ke-5 dan ke-10. Analisis data dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dilanjutkan dengan uji statistik parametrik yaitu uji One-way ANOVA dan uji Post Hoc Bonferroni melalui program SPSS. Hasil: Peningkatan pH saliva yang bermakna terjadi setelah 5 menit sampai 10 menit mengonsumsi teh hijau dan teh chamomile. Peningkatan pH lebih besar terjadi pada kelompok yang mengonsumsi teh chamomile dibandingkan teh hijau namun perbedaan tersebut tidak bermakna. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan antara mengonsumsi teh hijau dengan teh chamomile terhadap peningkatan pH saliva.
EFEK INFUSED WATER STROBERI (Fragaria x ananassa Duch.) PADA KEKASARAN PERMUKAAN EMAIL
Afinsaputri, Syafira Aisah;
Melaniwati, Melaniwati
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v20i1.2572
Latar Belakang: Infused water merupakan air mineral yang ditambahkan potongan buah-buahan. Salah satu buah yang kerap menjadi bahan infused water adalah buah stroberi (Fragaria x ananassa Duch.) karena kaya akan berbagai nutrisi dan memiliki banyak manfaat. Infused water stroberi mengandung asam yang dapat menyebabkan demineralisasi email sehingga mempengaruhi kekasaran permukaan email gigi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh infused water stroberi terhadap kekasaran permukaan email gigi. Metode: Penelitian eksperimental laboratorium secara in vitro dengan control group pretest-posttest design. Infused water stroberi dibuat menggunakan 200 mL air dan 100 g buah yang didiamkan di dalam lemari pendingin selama 5 jam, kemudian sampel gigi direndam di dalam infused water stroberi selama 3 jam 30 menit setiap harinya untuk 12 hari. Sampel direndam di dalam saliva buatan selama tidak sedang diberi perlakuan, dan akuades berperan sebagai kontrol. Pengujian kekasaran permukaan email gigi dilakukan sebelum dan sesudah perendaman. Analisis data menggunakan uji normalitas metode Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji t berpasangan dan uji t tidak berpasangan karena data terdistribusi normal (p0.05). Hasil: Hasil uji t berpasangan dengan nilai p=0.006 dan uji t tidak berpasangan dengan nilai p=0.045 menunjukkan hasil peningkatan kekasaran permukaan email gigi yang bermakna sesudah direndam di dalam infused water stroberi. Kesimpulan: Infused water stroberi dapat meningkatkan kekasaran permukaan email gigi.
PERBANDINGAN PENURUNAN KEKERASAN PERMUKAAN EMAIL GIGI YANG DIRENDAM DALAM JUS STROBERI, JUS LEMON, DAN JUS NANAS
Dewiyani, Sari;
Alfathia, Nazhifa
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v20i1.3986
Latar belakang: Kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat semakin meningkat, salah satunya dengan rutin mengonsumsi jus buah. Jus buah kemasan memiliki konsentrasi asam tinggi dan jika sering dikonsumsi menyebabkan terjadinya proses demineralisasi email gigi dengan larutnya sebagian atau keseluruhan mineral pada email gigi yang akan menurunkan kekerasannya. Tujuan: Membandingkan penurunan kekerasan permukaan email gigi yang direndam di dalam jus stroberi, jus lemon, dan jus nanas. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan desain pretest dan posttest. Sampel berjumlah 36 gigi premolar, dibagi ke dalam 9 kelompok yaitu kelompok yang direndam dalam jus stroberi, jus lemon dan jus nanas yang masing-masing kelompok direndam selama 5, 10, dan 15 menit. Sebelum dan setelah perendaman dilakukan pengukuran kekerasan permukaan email menggunakan Vickers Micro Hardness Tester Machine. Hasil penelitian: Perendaman gigi dengan jus stroberi, jus lemon, dan jus nanas selama 5, 10, dan 15 menit menghasilkan penurunan rerata kekerasan permukaan email gigi yang signifikan (p0,05). Penurunan kekerasan permukaan email gigi paling tinggi ketika direndam di dalam jus lemon selama 15 menit dan yang paling rendah ketika direndam dalam jus nanas selama 5 menit. Kesimpulan: Penurunan kekerasan permukaan email gigi yang direndam dalam jus lemon paling tinggi dibandingkan jus stroberi dan jus nanas.
PENGARUH GEL EKSTRAK DAUN KARI TERHADAP EPITEL GINGIVA DAN OSTEOKLAS TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI PERIODONTITIS
Saputri, Dewi;
Ismi, Nuzulul;
M. Alibasyah, Zulfan;
Zuhra, Fathiya;
Risky, Gebrina Dimah
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v20i2.3860
Latar Belakang: Periodontitis merupakan penyakit inflamasi pada jaringan pendukung gigi yang disebabkan oleh kelompok bakteri yang mengakibatkan kerusakan progresif ligamen periodontal dan tulang alveolar sehingga terjadi resesi gingiva dan pembentukan poket periodontal. Epitel gingiva merupakan lapisan terluar dari gingiva yang memiliki peran dalam melindungi jaringan dibawahnya dari trauma mekanis, kimiawi dan termal serta invasi mikroba. Kerusakan tulang alveolar ditandai dengan aktivitas sel osteoklas, yaitu sel yang meresorpsi tulang alveolar. Daun Kari (Murraya koenigii) mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin. Senyawa flavonoid dapat menurunkan jumlah sel osteoklas sehingga dapat mengurangi resorpsi tulang. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel ekstrak daun Kari (Murraya koenigii) terhadap ketebalan epitel gingiva dan jumlah sel osteoklas pada tikus Wistar jantan yang diinduksi periodontitis. Metode: penelitian ini bersifat eksperimental laboratoris dengan menginduksi periodontitis pada tikus Wistar jantan selama 21 hari dan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok perlakuan (gel ekstrak daun Kari), kontrol positif (metronidazole) dan kontrol negatif (akuades). Penghitungan ketebalan epitel gingiva dan jumlah sel osteoklas dilakukan dengan menggunakan mikroskop cahaya. Hasil: Analisis data menggunakan one-way Anova memperlihatkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap peningkatan ketebalan gingiva pada semua kelompok dan menggunakan uji Kruskal-Wallis terlihat adanya perbedaan yang signifikan terhadap penurunan jumlah sel osteoklas tikus Wistar jantan yang diinduksi periodontitis pada semua kelompok. Kesimpulan: gel ekstrak daun Kari 10% (Murraya koenigii) memiliki pengaruh terhadap peningkatan ketebalan epitel gingiva dan penurunan jumlah sel osteoklas pada tikus Wistar jantan yang diinduksi periodontitis, tetapi terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kontrol positif.