cover
Contact Name
Yufitri Mayasari
Contact Email
yufitrimayasrai@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yufitrimayasari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JITEKGI Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi
ISSN : 16933079     EISSN : 26218356     DOI : -
Core Subject : Health,
Bidang ilmu Kedokteran Gigi yang disajikan dalam jurnal ini adalah meliputi Ilmu Konservasi Gigi, Periodontologi, Ortodontik, Ilmu Penyakit Mulut, Prostodontia, Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Ilmu Bedah Mulut, Ilmu kesehatan Gigi Masyarakat & Pencegahan, serta bidang ilmu penunjang Kedokteran Gigi seperti Radiologi Dental, Biologi Oral, Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi, juga bidang ilmu kesehatan umum lain. Jurnal ini terbit berkala dua kali setahun (di bulan Mei dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
PERUBAHAN POSISI JARINGAN LUNAK PADA MALOKLUSI KLAS II DENGAN PENCABUTAN 2 PREMOLAR PERTAMA ATAS (ANALISA SEFALOMETRI) Soesanto, Paulus Maulana Soesilo
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v20i2.4013

Abstract

Latar belakang: Maloklusi kelas II Angle adalah kelainan dengan profil yang cembung. Perawatan dengan pencabutan premolar pertama akan menyebabkan perubahan jaringan lunak wajah secara estetik yang lebih baik. Prevalensi maloklusi klas 2 memiliki nilai  41,6 % menurut  Wustha, 25 %  menurut Widya, dan 36,2 5% menurut Prabhakar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui efek pencabutan premolar pertama pada perawatan ortodonti cekat terhadap posisi jaringan lunak penderita maloklusi kelas II Angle. Metode: Jenis penelitian diskripsi komparatif. Sampel penelitian adalah data pasien tahun 2010 – 2020 di Klinik Dents Smile Jakarta. Sampel dibagi 2 kelompok, yaitu kelompok maloklusi kelas II Angle disetai protrusi bimaksiler sebelum perawatan ortodonti cekat (sebelum pencabutan empat premolar pertama) dan kelompok setelah dilakukan perawatan ortodonti cekat (setelah pencabutan empat premolar pertama). Hasil pengukuran foto sefalometri lateral diolah dengan  program SPSS kemudian dianalisis. Data diuji dengan tes Kolmogorov Sminov untuk melihat distribusi data, dilanjutkan dengan uji beda (Independent t dan Mann Whiettey) untuk melihat perbedaan antar kelompok. Hasil: Hasil uji Kolmogorov Smirnov pengukuran sefalometri pada semua kelompok mempunyai nilai p 0,05. Uji statistik yang dilakukan adalah uji Independent t. Hasil uji perbedaan sudut NSnPg, Nasolabial dan Labiomental antara kelompok sebelum dan sesudah pencabutan  premolar pertama. Didapatkan nilai p pada sudut NSnPg, nasolabial dan labiomental  0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kelompok sebelum dan sesudah pencabutan premolar pertama pada perawatan ortodonti cekat.Kesimpulan: Terjadi perubahan jaringan lunak pada penderita protrusi bimaksiler setelah perawatan ortodonti cekat dengan pencabutan  premolar pertama dikarenakan sudut NSnPg, nasolabial dan labiomental bertambah besar. Pertambahan besar ini menyebabkan jaringan lunak terutama bibir atas dan bibir bawah terjadi retrusi.
TINGKAT PENGETAHUAN CAREGIVER LANSIA DI PSTW BUDI MULIA JAKARTA TERHADAP RONGGA MULUT LANSIA Ariani, Dwi; Aziza, Thiara Deffa
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v20i2.4429

Abstract

Latar Belakang: Lanjut usia (lansia) merupakan setiap individu yang berusia 60 tahun atau lebih, yang secara fisik terlihat berbeda dengan kelompok usia lainnya. Penuaan merupakan proses alami perubahan jaringan tubuh dan organ yang sangat kompleks yang dialami oleh setiap manusia, termasuk perubahan pada jaringan rongga mulut. Pemeliharaan kebersihan mulut dan gigi mulut merupakan salah satu upaya meningkatkan kesehatan. Lansia cenderung merasa kesulitan dalam melaksanakan kegiatanya sehari-hari secara mandiri sehingga cenderung bergantung pada orang lain seperti pada caregiver. Caregiver adalah seseorang yang melakukan penyediaan kebutuhan dasar dan kebutuhan sehari-hari memberi perhatian, bantuan, pengawasan terhadap orang yang memerlukan bantuan. Tujuan: Menjelaskan tingkat pengetahuan caregiver lansia di PSTW Budi Mulia Jakarta tentang rongga mulut lansia. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling menggunakan kuesioner. Besaran sampel sebanyak 163 orang caregiver. Hasil Penelitian: Mulut kering, dan Kesehatan mulut menunjukkan bahwa caregiver memiliki pengetahuan yang cukup baik, sedangkan pada tema sariawan caregiver memiliki pengetahuan yang relative seimbang. Kesimpulan: Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas caregiver lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia Jakarta memiliki pengetahuan yang baik tentang kehilangan gigi dan kanker mulut.
PERBANDINGAN STABILITAS WARNA RESIN KOMPOSIT NANOHYBRID YANG DIRENDAM DALAM BERBAGAI MACAM OBAT KUMUR Permatasari, Rina; Sabrina, Sabrina
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v20i2.3520

Abstract

Latar Belakang: Resin komposit nanohybrid diketahui dapat mempertahankan sifat estetikanya dalam jangka waktu yang lama. Namun, stabilitas warna resin komposit nanohybrid dapat terganggu akibat penyerapan zat warna yang berasal dari makanan atau obat kumur yang digunakan dalam jangka waktu lama. Terdapat berbagai jenis obat kumur, yaitu obat kumur gold standard Chlorhexidine Gluconate (CHX), beralkohol, dan herbal daun sirih. Bahan dan Metode Penelitian : Sebanyak 30 sampel resin komposit nanohybrid berbentuk cakram (lingkaran) dengan ukuran diameter 10 mm dan tebal 2 mm dibagi secara acak menjadi 3 kelompok yang direndam selama 36 jam dalam obat kumur tidak beralkohol (CHX 0,2%), beralkohol, dan herbal daun sirih. Pengukuran nilai warna menggunakan VITA Easyshade V, Hasil Penelitian : Analisis statistik one-way ANOVA ketiga kelompok obat kumur menjukkan nilai lightness yang tidak signifikan p=0,350 (p0,05), tetapi chroma dan hue signifikan p=0,000 (p0,05),  Pembahasan: Stabilitas warna resin komposit nanohybrid dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu sifat bahan resin komposit (TEGDMA) yang hidrofilik, durasi waktu perendaman, kandungan obat kumur, pH obat kumur, degradasi permukaan resin komposit, reaksi hidrolisis, dan adanya proses difusi serta penyerapan air yang tinggi ke dalam resin komposit,  Kesimpulan : Terdapat perbedaan stabilitas warna resin komposit nanohybrid dengan urutan yang tertinggi yang direndam dalam obat kumur tidak beralkohol (CHX 0,2%), beralkohol, dan terakhir herbal daun sirih.
POTENSI MADU RAMBUTAN MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Candida albicans PADA GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK Yuslianti, Euis Reni; Ardan, Rachman; Arifianti, Isti; Ekaputri, Shaula
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v20i2.3909

Abstract

Latar belakang: gigi tiruan merupakan protesa yang digunakan untuk menggantikan gigi yang hilang. Resin akrilik yang sering dipakai sebagai basis gigi tiruan adalah resin akrilik heat cured. Candida albicans merupakan salah satu mikroorganisme dalam pembentukan plak pada gigi ataupun basis gigi tiruan resin akrilik Bahan pembersih gigi pada umumnya berasal dari bahan kimia dan alami. Bahan alam yang digunakan dalam penelitian ini adalah madu rambutan. Madu merupakan bahan alam yang digunakan sebagai obat tradisional. Tujuan: mengetahui potensi madu rambutan sebagai pembersih gigi tiruan resin akrilik dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Metode: eksperimental laboratorium. Sampel terbuat dari resin akrilik polimerisasi panas dengan ukuran 10x10x1 mm sebanyak 24 buah yang dibagi atas 6 kelompok (madu rambutan konsentrasi 20%, 40%,60%, 80%, kelompok kontrol positif klorheksidin, dan kelompok kontrol negatif akuabides) dengan masing-masing 4 buah sampel. Data dianalisis dengan Kruskall Wallis dan Mann Whitney (p0,05). Hasil: menunjukkan terdapat pengaruh madu rambutan dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans pada resin akrilik(p=0,002) dengan konsentrasi 80%. Kesimpulan: madu rambutan berpotensi sebagai pembersih gigi tiruan resin akrilik karena dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans.
UJI DAYA HAMBAT MINUMAN PROBIOTIK KEFIR TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI AGGREGATIBACTER ACTINOMYCETEMCOMITANS SECARA IN – VITRO Tjiptoningsih, Umi Ghoni; Adiba, Khanza; Awaliyah, Tuti; Firdaus, Ihsan; Jordan, Belly
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v20i2.3246

Abstract

Latar Belakang: Minuman Probiotik Kefir merupakan suatu produk susu fermentasi yang berasaldari bakteri asam laktat dan khamir yang hidup bersama-sama dan saling menguntungkan. Syarat yang harus dimiliki oleh bakteri probiotik kefir adalah kemampuannya menghasilkan substansi antimikroba sehingga mampu menekan pertumbuhan bakteri patogen. Minuman Probiotik juga dapat bermanfaat untuk pencegahan karies salah satunya yaitu susu fermentasi. Tujuan : Menjelaskan pengaruh minuman probiotik kefir terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans. MetodePenelitian: Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris di Lab MiCore RSGM Trisakti.  Besar sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Federer dengan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 54. Sampel yang digunakan adalah minuman probiotik kefir dan populasi menggunakanbakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Uji daya hambat antibakteri yang digunakan adalah metode difusi sumuran. Inkubasi dilakukanselama (1-2) x 24 jam pada suhu 37°C. Pengukuran diameter zona hambat menggunakan jangka sorong dalam satuan milimeter (mm). Analisis data menggunakan uji homogenitas menggunakan uji Levene dan dilanjutkan uji parametrik menggunakan ANOVA dengan posthoc tukey untuk mengetahui perbandingan masing – masing sampel.Hasil Penelitian :Luas rata – rata daya hambat minuman probiotik kefir adalah 0 mm yang menunjukan daya hambat lemah. Uji normalitas Shapiro - Wilk probiotik kefir berdistribusi tidak normal karena hasil dari penelitian adalah 0. engan P value p 0.005 Kesimpulan : Minuman probiotik kefir tidak berpengaruh pada daya hambat bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans
ONE DAY TREATMENT FOR PERIODONTAL PATIENTS: COMBINATION OF GINGIVAL CURETTAGE AND SPLINTING Louisa, Marie; Vincentia, Maria; Fernando, Vincent Aries; Caroline, Caroline
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v20i2.3249

Abstract

Latar Belakang: Periodontitis merupakan keadaan peradangan yang mengakibatkan  kerusakan pada jaringan periodontal dengan tanda-tanda klinis seperti pembentukan poket, resesi gingiva, atau bahkan peningkatan mobilitas gigi yang dapat mengakibatkan kehilangan    gigi secara prematur. Splinting adalah alat yang digunakan untuk melakukan stabilisasi dan imobilisasi gigi yang mengalami kegoyangan. Kuretase adalah salah satu perawatan yang dilakukan untuk menghilangkan faktor penyebab pada poket periodontal yang dalam. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memaparkan 3 laporan kasus yang pada perawatannya menggabungkan kuretase gingiva yang kemudian diikuti dengan perawatan splinting dan untuk perawatannya dilakukan dalam satu hari. Laporan Kasus: Terdapat tiga kasus dengan keluhan terjadi perdarahan saat menyikat gigi dan mobilitas pada gigi. Pada ketiga kasus ini, pasien memiliki kesamaan yaitu terdapat poket periodontal dengan rata-rata kedalaman 4-5 mm dan mobilitas pada gigi. Diagnosis pada ketiga laporan kasus tersebut adalah periodontitis kronis generalis stage IV Grade C. Ketiga kasus penyakit periodontal ini dapat  dilakukan perawatan yaitu kuretase gingiva untuk menghilangkan poket periodontal, kemudian diikuti dengan perawatan splinting untuk imobilisasi dan stabilisasi gigi serta memfasilitasi penyembuhan setelah operasi. Kesimpulan: Ketiga kasus penyakit periodontal ini dapat dilakukan perawatan yaitu kuretase gingiva untuk menghilangkan poket periodontal, kemudian diikuti dengan perawatan splinting untuk menstabilkan serta memfasilitasi penyembuhan setelah operasi.
PERUBAHAN INKLINASI INSISIF ATAS DENGAN PENCABUTAN PREMOLAR PADA PERAWATAN MALOKLUSI KELAS II DIVISI 1 (BERDASARKAN ANALISIS SEFALOMETRI) Suryaprawira, Albert
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v20i2.4026

Abstract

Latar belakang: Pasien dengan kelainan maloklusi kelas II divisi 1 mempunyai keluhan ingin memundurkan posisi gigi insisif atas yang dapat memperbaiki estetik dan penampilan dengan perawatan ortodonti. Pencabutan gigi premolar rahang atas  disarankan dalam kasus maloklusi kelas II divisi 1 untuk mengurangi proklinasi gigi anterior dan membuat bibir menjadi lebih kompeten serta memperbaiki profil  wajah.  Perawatan dapat dilakukan dengan pencabutan gigi premolar rahang atas dan penarikan gigi anterior rahang atas ke posterior atau penarikan gigi kaninus secara segmental kemudian diikuti penarikan empat gigi anterior rahang atas. Maloklusi Kelas II Divisi 1 dengan pencabutan premolar akan berpengaruh terhadap inklinasi gigi insisif atas terhadap bidang maksila yang akan menjadi lebih baik dengan perawatan ortodontik. Bahan dan Metode Peelitian : Jenis penelitian diskripsi perbandingan.  Sampel penelitian adalah data pasien tahun 2010 - 2020 di klinik pribadi, Jakarta.  Sampel dibagi kelompok maloklusi Kelas II Divisi 1 sebelum perawatan ortodonti cekat (sebelum pencabutan) dan setelah perawatan ortodonti cekat (setelah pencabutan).  Data diuji tes Kolmogorov Sminov untuk melihat distribusi data, dilanjutkan dengan uji beda (t berpasangan) untuk melihat perbedaan antar kelompok. Hasil Penelitian : Hasil uji Kolmogorov Smirnov pengukuran sefalometri kelompok sebelum dan sesudah mempunyai nilai p 0,05.  Ini menunjukkan semua kelompok berdistribusi data normal.  Hasil uji t berpasangan sudut inklinasi gigi insisif atas terhadap bidang maksila kelompok sebelum dan sesudah pencabutan didapatkan nilai p 0,05. Maka disimpulkan ada perbedaan bermakna antara kelompok sebelum dan sesudah pencabutan.  Pembahasan : Penelitian ini menunjukan terdapat perubahan inklinasi gigi insisif atas pada pasien dengan Maloklusi Kelas II Divisi 1. Rata-rata inklinasi gigi insisif atas terhadap garis bidang maksila sebelum perawatan ortodonti adalah 0.884 dan setelah perawatan adalah  0.699. Namun adanya beberapa faktor lain yang mungkin dapat mempengaruhi hasil penelitian seperti perbedaan ras subjek penelitian dan faktor lain seperti tarikan otot dan lain-lain perlu mendapat perhatian juga.  Kesimpulan: Pencabutan gigi premolar pada pasien dengan Maloklusi Kelas II Divisi 1 dapat mengakibatkan perubahan pada inklinasi gigi insisif atas terhadap garis bidang maksila ke arah posterior.
GAMBARAN PERUBAHAN LAJU DEGRADASI BIO-OSS COLLAGEN SEBAGAI MATERIAL PENGGANTI TULANG ALVEOLAR Octarina, Octarina; Berliana, Stefhanie; Falatehan, Niko
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v20i2.4055

Abstract

Latar belakang: Perubahan dimensi tulang alveolar setelah pencabutan gigi, baik lebar maupun tinggi dapat mempengaruhi fungsi prostetik dan keberhasilan perawatan implan. Salah satu biomaterial yang telah banyak digunakan secara komersil untuk mengatasi masalah ini adalah Bio-Oss Collagen. Material ini diaplikasikan setelah pencabutan gigi untuk mencegah terjadinya resorpsi tulang alveolar serta merangsang regenerasi pembentukan tulang alveolar yang baru. Bio-Oss Collagen sering dipilih sebagai pengganti tulang karena memiliki biokompatibilitas yang sangat baik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sifat biodegradasi dari material Bio-Oss Collagen untuk menilai efektivitasnya dalam mendukung regenerasi tulang alveolar dan mempertahankan struktur tulang yang optimal. Metode Penelitian: Bio-Oss Collagen ditimbang untuk mendapatkan berat awal. Material kemudian direndam dalam Larutan SBF (Simulated Body Fluid) selama 7 hari. Setelah itu, material tersebut diproses dengan  freeze drying pada suhu -100°C selama 24 jam. Proses penimbangan kembali dilakukan untuk mendapatkan berat akhir material setelah perendaman dan freeze drying. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam waktu 7 hari, Bio-Oss Collagen dapat terdegradasi dengan mudah dan meninggalkan granul demineralized bone freeze-drying. Laju rata-rata biodegrasi dari material Bio-Oss Collagen adalah sebesar 3,66%. Kesimpulan: Laju biodegradasi dari Bio-oss Collagen dengan persentase 3,66% menunjukkan bahwa Bio-Oss Collagen memiliki sifat biokompatibel dan dapat digunakkan sebagai material pengganti tulang alveolar. Kemampuan biodegradasi Bio-Oss Collagen yang efisien dapat memfasilitasi proses regenerasi jaringan tulang dan memperbaiki serta mempertahankan struktur yang optimal.
EFEK PERENDAMAN EKSTRAK KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANII) TERHADAP WARNA PERMUKAAN RESIN AKRILIK HEAT-CURED: STUDI EKSPERIMENTAL Ibrahim, Irsan; Febriani, Mirna; Alawiyah, Tuti; Nurhasanah, Fuji
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 21, No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v21i1.4988

Abstract

Latar Belakang: Resin akrilik merupakan bahan basis gigi tiruan yang sampai saat ini masih digunakan dalam bidang kedokteran gigi karena memiliki kelebihan tidak mengiritasi, tidak larut dan estetik baik. Kekurangan dari resin akrilik yaitu perubahan warna. Kayu manis merupakan bahan alami yang dapat digunakan untuk pengobatan, bumbu masakan dan minuman. Kayu manis ini memiliki kandungan tanin dan memiliki pigmen warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman resin akrilik heat cured dalam ekstrak kayu manis terhadap perubahan warna. Bahan dan Metode: Penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan metode pre-test and post-test control group design. Perlakuan tersebut diberikan untuk melihat perubahan warna pada permukaan resin akrilik, dengan total 27 spesimen berbentuk koin berukuran 15 x 2 mm, yang dibagi menjadi 3 kelompok perendaman selama 3, 5, dan 7 hari. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian ini menunjukan adanya perbedaan perubahan warna hue yang signifikan (p=0,004) yang direndam dalam larutan ekstrak kayu manis selama 3, 5, dan 7 hari. Perendaman dalam larutan kayu manis selama 3, 5, dan 7 hari menunjukan penurunan pH, menyebabkan zat asam (H+)  yang berikatan dengan CH3O-, terlepas dari gugus ester sehinggga mengakibatkan kekasaran permukaan resin akrilik heat-cured meningkat dan terjadinya perubahan warna karena peningkatan absorpsi zat tanin. Kesimpulan: Konsumsi kayu manis yang terus menerus dapat menimbulkan perubahan warna pada permukaan gigi tiruan resin akrilik heat-cured. Perubahan warna resin akrilik ini disebabkan oleh zat warna tanin yang diserap oleh resin akrilik yang bersifat asam melalui porositas dan menyebkan perubahan warna (kecoklatan).
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI KLORHEKSIDIN 2% DAN ESKTRAK GAMBIR TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ENTEROCOCCUS FAECALIS ATCC 29212 Dewiyani, Sari; Paath, Stanny Linda; Alysia, Shahnaz
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 21, No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v21i1.5211

Abstract

Latar Belakang: Kegagalan perawatan endodontik disebabkan oleh persistensi bakteri di dalam saluran akar.  Enterococcus faecalis adalah  bakteri paling dominan  penyebab utama kasus reinfeksi saluran akar.  Ekstrak gambir (Uncaria gambir Roxb) memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antibakteri klorheksidin 2% dan ekstrak gambir (Uncaria gambir Roxb.) terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis ATCC 29212. Bahan dan Metode: Delapan belas sampel yang terbagi menjadi 6 kelompok, yaitu klorheksidin 2% dan ekstrak gambir dengan konsentrasi 1%,2%,3%,4%,5%, dilakukan pengukuran aktivitas antibakteri terhadap bakteri Enterococcus faecalis dengan mengukur diameter terluar zona bening di sekitar kertas cakram. Hasil Penelitian: Klorheksidin 2% dan Ekstrak gambir (Uncaria gambir Roxb)  memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis. Klorheksidin 2%  memiliki aktivitas antibakteri 15,5 mm dan ekstrak gambir yang telah menjadi fraksi n-heksana dengan konsentrasi terbesar, yaitu 5% mempunyai aktivitas antibakteri 9,4 mm, konsentrasi 1% aktivitas antibakterinya 7,8 mm, konsentrasi 2% dengan aktivitas antibakterinya 8,4 mm, konsentrasi 3% dengan aktivitas antibakterinya 8,5 mm, dan konsentrasi 4% dengan aktivitas antibakterinya 8,6 mm, tetapi perbandingan aktivitas antibakteri klorheksidin 2% dan ekstrak gambir (Uncaria gambir Roxb) terhadap bakteri Enterococcus faecalis adalah tidak signifikan (p0.05). Pembahasan: Semakin tinggi konsentrasi ekstrak gambir yang digunakan semakin besar daya hambat bakteri yang dihasilkan. Ekstrak gambir dapat menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis ATCC 29212. Hal ini ditunjukkan dengan adanya zona hambat yang terbentuk Kesimpulan: Klorheksidin 2% memiliki aktivitas  antibakteri lebih tinggi dari ekstrak gambir (Uncaria gambir Roxb) terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis ATCC 29212.