cover
Contact Name
Roma Irawan
Contact Email
romairawan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
romairawan@fik.unp.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang Jl. Prof. Hamka, Air Tawar, Padang 25131
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Performa Olahraga
ISSN : 25286102     EISSN : 2714660X     DOI : https://doi.org/10.24036/po
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Performa Olahraga adalah publikasi online dan cetak yang berisi artikel ilmiah bidang ilmu kepelatihan, manajemen olahraga, filsafat, pedagogi, fisiologi, biomekanika, psikologi, dan sosiologi olahraga. Terbit dua kali setahun edisi Januari-Juni dan edisi Juli-Desember. Jurnal berisi naskah hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian teori, atau aplikasi Iptek Kepelatihan olahraga.
Articles 162 Documents
Pendidikan Jasmani Mengembangkan Karakter Siswa Aldiansah, Rizal; Fauzi, Rizal Ahmad; Ayudia, Trisa; Kurnia, Muhammad Arbi; Suryani, Karina; Hamzah, Retria Mazni; Fadhilah, muhammad Yasin
Performa Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Performa Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpo721019

Abstract

Penelitian ini membahas peran sosiologi pendidikan dalam pengembangan karakter dan keterampilan sosial siswa melalui pendidikan jasmani di sekolah dasar. Dengan mengkaji interaksi sosial yang terjadi dalam konteks pendidikan jasmani, penelitian ini menunjukkan bahwa kurangnya latihan fisik dapat berdampak negatif pada sikap, karakter, dan prestasi akademik siswa. Melalui wawancara dengan guru pendidikan jasmani, ditemukan bahwa pendidikan jasmani tidak hanya berfokus pada aktivitas fisik, tetapi juga berkontribusi pada perkembangan sosial dan emosional siswa. Aktivitas luar ruangan yang melibatkan kolaborasi dan komunikasi antar siswa menjadi kunci dalam meningkatkan keterampilan sosial mereka. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan jasmani sebagai sarana untuk membentuk karakter yang baik dan keterampilan sosial yang diperlukan untuk kehidupan di masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam merancang kurikulum yang lebih efektif dalam mendukung perkembangan holistik siswa.
Hubungan Profil Sosioekonomi Orang Tua dan Pola Pikir Pengeluaran dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa di SD Negeri 2 Ngawonggo Al-Harits, Ahnaf Hammam; Anugrah Nur Warthadi; Muhad Fatoni
Performa Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Performa Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpo737019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara status sosioekonomi orang tua dan pola pikir pengeluaran konsumtif anak dengan tingkat kebugaran jasmani siswa SD N 2 Ngawonggo yang berjumlah 41 siswa, terdiri dari kelas 5 dengan jumlah 20 siswa, kelas 6 dengan jumlah 21 siswa. Masalah yang diangkat adalah kemungkinan adanya perbedaan signifikan dalam kebugaran jasmani siswa yang berasal dari latar belakang sosioekonomi yang berbeda. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif korelasi, dengan pengumpulan data melalui tes kebugaran jasmani dan angket kuisoner yang difokuskan pada sosioekonomi orang tua dan pola pikir pengeluaran siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa berada pada kategori sedang, dengan nilai rata-rata siswa laki-laki 51.76 sedikit lebih baik dibandingkan siswa perempuan yang nilai rata-rata nya 47.83. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan positif antara sosioekonomi orang tua dan tingkat kebugaran jasmani siswa, meskipun pengaruhnya tergolong rendah, dengan nilai hubungan siswa laki-laki memiliki nilai R=511 dan R square adalah 0.261 menunjukan 26.1% variasi antara Tingkat kebugaran dan variabel independent, dan perempuan memiliki nilai R=388 dan, R square adalah 0.150 menunjukan 14.9% variasi antara Tingkat kebugaran dan variabel independent. Kesimpulannya, penulis merekomendasikan agar sekolah mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler yang fokus pada aktivitas fisik. Kegiatan ini menjadi salah satu solusi penting, karena memberikan kesempatan bagi siswa untuk bergerak lebih banyak dan mengurangi perilaku sedentari selama di sekolah. Oleh karena itu, guru dan pihak sekolah diharapkan dapat merancang program-program yang konsisten untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam aktivitas fisik. Selain itu, peran orang tua juga sangat penting dalam mendukung upaya ini. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua/wali murid diperlukan untuk mendorong peningkatan kebugaran siswa. Sinergi yang terjalin dengan baik akan memastikan siswa mendapatkan dukungan yang memadai untuk mengembangkan gaya hidup sehat dan aktif.
Faktor yang Mempengaruhi Cedera dan Pencegahannya pada Klub Bulutangkis PB. Nesia Lamongan Umma, Adelia Hafidhotul; Fikri, Muhammad Dzul; Kafrawi, Fatkur Rohman; Nugraha, Testa Adi
Performa Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Performa Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpo747019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cedera yang sering terjadi, faktor penyebabnya, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan cedera pada atlet bulutangkis di klub PB. Nesia Lamongan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, angket, dan dokumentasi pada 21 atlet berusia 8-23 tahun. Hasil penelitian menunjukkan cedera yang paling sering terjadi adalah memar (90,48%), lecet (85,71%), dan kram otot (76,19%), sementara cedera yang jarang terjadi meliputi dislokasi jari (9,52%) dan lutut (23,81%). Faktor utama penyebab cedera adalah kurangnya pemanasan (90,48%), kondisi lapangan yang licin (85,71%), dan kurangnya konsentrasi atlet (71,43%). Untuk pencegahan, pemanasan yang memadai dan perencanaan latihan yang terstruktur sangat penting. Dalam penanganan cedera, istirahat total (95,24%) dan pemberian es (85,71%) adalah langkah yang paling sering dilakukan, namun beberapa langkah penting lainnya masih kurang diterapkan. Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi mengenai pemanasan yang benar dan penanganan cedera yang komprehensif untuk meminimalkan risiko cedera. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa cedera yang paling sering dialami atlet PB. Nesia Lamongan adalah memar pada kaki, yang disebabkan oleh faktor internal seperti kurangnya pemanasan dan kondisi fisik yang tidak optimal, serta faktor eksternal seperti lapangan buruk dan sepatu yang tidak sesuai. Dislokasi jari jarang terjadi berkat teknik yang benar.
The Role of Sports in Enhancing Social Skills Among Elementary Students Mudayat, Mudayat
Performa Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Performa Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpo752019

Abstract

Social skills are a key component of a child’s development both personally and academically, as they enable them to communicate, cooperate, and resolve conflicts. The advancement of these skills through education has differing approaches, but participation in sports is widely accepted to promote social relations and collaboration. Nevertheless, there is little scientific research on the degree to which organised sports activities facilitate social skills development in children. Therefore, the purpose of this study was to evaluate the impact of sports participation on the social skills of elementary students by measuring their communication, teamwork, conflict resolution, and leadership skills. A quasi-experimental approach was implemented with 70 elementary school students, half of whom participated in structured sports activities while the other half did not. Group 1 was the experimental class that actively participated in the organised sports while group 2 served as the control class. Information was gathered through self-report questionnaires, observational checklists, and peer interaction evaluation. To identify significant differences between two sets of measurements made before and after interventions, a paired t-test was performed. The results showed that learners in the experimental group had greater improvements in communication (+1.2 points, p = 0.003), teamwork (+1.5 points, p = 0.002), and conflict resolution (+1.1 points, p = 0.004) than the control group which had no improvements (p > 0.05). The observational data also revealed that the sports participants showed higher involvement, leadership, and teamwork. These results imply that organised sports can be used as an important tool to enhance social skills among elementary school students.
Profil VO2 Max Mahasiswa TPB pada Awal Perkuliahan di Institut Teknologi Sumatera Aryatama, Bagus; Shodiq, Burhaan; Safei, Imam; Tarigan, Boy
Performa Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Performa Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil tingkat VO2 Max pada mahasiswa Tahap Persiapan Bersama (TPB) di Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Pengambilan data dilakukan melalui tes lari multi tahap (Bleep Test). Subjek penelitian terdiri dari 200 mahasiswa TPB ITERA berusia 19 tahun. Analisis data dilakukan dengan teknik persentase untuk menggambarkan distribusi tingkat VO2 Max.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa TPB ITERA putri tidak ada yang masuk dalam kategori "Sangat Baik Sekali", "Baik Sekali", maupun "Baik". Hanya 1% yang berada dalam kategori "Sedang", sedangkan 22% tergolong "Kurang" dan mayoritas, yaitu 77%, masuk dalam kategori "Kurang Sekali". Sementara itu, mahasiswa TPB ITERA putra juga menunjukkan pola yang serupa, dengan 0% pada kategori "Sangat Baik Sekali", "Baik Sekali", dan "Baik". Sebanyak 10% berada dalam kategori "Sedang", 9% dalam kategori "Kurang", dan mayoritas, yaitu 81%, masuk dalam kategori "Kurang Sekali". Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa secara umum, baik mahasiswa TPB putra maupun putri memiliki tingkat VO2 Max yang tergolong rendah, dengan mayoritas berada dalam kategori "Kurang" dan "Kurang Sekali". Oleh karena itu, diperlukan program pembinaan lebih lanjut guna meningkatkan kebugaran mahasiswa sehingga mereka dapat mencapai tingkat VO2 Max yang lebih baik, minimal dalam kategori "Sedang".
The Effectiveness of Dumbbell Training on Volleyball Overhead Service Ability Saman, Abdul; Asshagab, Muhtar; Marsuna; Angriawan, Tri
Performa Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Performa Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to explore the effectiveness of dumbbell training on the ability to serve over the top of the volleyball game. The population in this study consisted of 30 students from SMA Negeri 6 Kendari. Sampling was done through a total sampling technique, which resulted in a sample of 30 people. The research instrument was the upper service ability test, the training method used was dumbbells. By applying statistical analysis, the t-test was carried out using SPSS version 25 software, it was revealed that there was a positive influence between arm muscle strength and upper service ability, with a value (t count) of 2.218 and a value that had a significant level of 0.000 <0.05. It was proven that there was a percentage increase of 20.05% in the pre-test and post-test after doing arm muscle strength training. These results mean the effectiveness of dumbbell training on the ability to serve over the top of the volleyball game.
Pengembangan Model Latihan Speed 40 Meter Untuk Meningkatkan Hasil Lompat Jauh Rahmat, Budi; Endrawan, I Bagus; Sukmawati, Noviria; Hardiyono, Bayu
Performa Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Performa Olahraga (IN Press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan lompat jauh sangat bergantung pada kecepatan sprint sebelum tolakan, yang merupakan faktor kunci dalam mencapai jarak lompatan yang optimal. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menguji efektivitas model latihan yang dirancang untuk meningkatkan kecepatan, daya ledak otot, kekuatan otot tungkai, dan kelincahan atlet. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Belitang sebagai partisipan, dengan jumlah sampel sebanyak 20 siswa untuk uji coba skala kecil dan 40 siswa untuk uji coba skala besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Data dikumpulkan melalui lembar tes, kuesioner, observasi, dan wawancara, serta dianalisis untuk menilai efektivitas model latihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model latihan yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan kecepatan dan daya ledak otot siswa. Uji validasi oleh para ahli menunjukkan bahwa model ini memenuhi kriteria efektivitas, dengan rata-rata penilaian berkisar antara 3.8 hingga 4.0. Model latihan kecepatan 40 meter yang dikembangkan dalam penelitian ini telah terbukti valid dan efektif dalam meningkatkan performa lompat jauh siswa. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menguji dampak jangka panjang dari model ini dan untuk melakukan penyempurnaan berdasarkan umpan balik dari evaluasi.
Metode Latihan Short Interval Training Dan Long Interval Training Terhadap Daya Tahan Aerobik Atlet U-14 Prastio, Dwi Seva; Satria, M. Haris; Hardiyono, Bayu; Muslimin
Performa Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Performa Olahraga (IN Press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya tahan aerobik merupakan faktor krusial dalam performa atlet muda, khususnya pada kelompok usia U-14. Pengembangan daya tahan aerobik yang efektif dapat meningkatkan kemampuan atlet dalam berkompetisi dan mengurangi risiko cedera. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengevaluasi dan membandingkan efektivitas Short Interval Training (SIT) dan Long Interval Training (LIT) dalam meningkatkan daya tahan aerobik pada atlet muda. Metode Penelitian menggunakan Penelitian eksperimental two-group pre-test post-test design. Sampel penelitian berjumlah 30 atlet U-14 Sekolah Sepak Bola Oku Timur dipilih melalui purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu Kelompok Short Interval Training dan Long Interval Training, Pengukuran data dilakukan melalui Multistage Fitness Test sebelum dan sesudah intervensi latihan selama 6 minggu untuk mengukur daya tahan aerobik. Analisis Data menggunakan uji Paired Sample t-Test dan Independent Sample t-Test. Hasil Penelitian Kedua metode latihan menunjukkan peningkatan daya tahan aerobik yang signifikan secara statistik (p<0.001). Namun, kelompok SIT menunjukkan peningkatan yang lebih besar dibandingkan kelompok LIT. Mean Difference 1.36 vs 0.83. Kelompok SIT juga menunjukkan distribusi data yang normal, sementara kelompok LIT tidak normal. Simpulan perbedaan respons individu dalam kelompok LIT perlu dipertimbangkan dalam perencanaan program pelatihan. Saran untuk penelitian selanjutnya, diperlukan eksplorasi lebih lanjut terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi respons individu terhadap SIT dan LIT, termasuk faktor genetik, tingkat kebugaran awal, dan pola adaptasi fisiologis jangka panjang.
Minat Dan Motivasi Peserta Didik Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga Sulaidi, Sulaidi; Melianty, Selvi; M. Haris; Sukmawati, Noviria
Performa Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Performa Olahraga (IN Press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler olahraga memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan fisik, mental, serta keterampilan sosial peserta didik. Faktor internal dan eksternal mempengaruhi minat dan motivasi siswa dalam memilih ektrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor internal minat, kepuasan diri, self-efficacy dan faktor eksternal dukungan sosial, lingkungan sekolah terhadap minat dan motivasi siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler olahraga. Metode penelitian menggunakan metode mix methods dengan desain concurrent embedded, di mana data kuantitatif dikumpulkan terlebih dahulu menggunakan angket, kemudian diperkuat dengan data kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sampel penelitian terdiri dari 20 peserta didik di SD Negeri 2 Selat Penuguan, Kabupaten Banyuasin. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki motivasi yang baik dalam mengikuti ekstrakurikuler olahraga. Kendala utama ditemukan, meliputi kurangnya dukungan orang tua, keterbatasan fasilitas, serta benturan dengan jadwal akademik. Solusi yang diusulkan meliputi peningkatan dukungan orang tua, penyediaan fasilitas yang lebih memadai, serta variasi pilihan olahraga sesuai minat siswa. Simpulan faktor internal dan eksternal berperan signifikan dalam membentuk minat dan motivasi siswa. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan lingkungan sangat diperlukan untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam ekstrakurikuler olahraga.
Gamification in Physical Education Learning: A Strategy to Increase Student Participation at Universitas Terbuka Mudayat, Mudayat
Performa Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Performa Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study seeks to evaluate how gamification affects student motivation, engagement, and learning in an online Physical Education course at Universitas Terbuka. A sample of 40 out of 240 students enrolled in the 4th semester of the program was drawn using purposive sampling. The participants responded to a 12-item acknowledgment scale measuring four aspects of gamification: motivational aspects of games, participation and engagement, skills, and overall learning experiences. Based on the analysis of the data collected, findings point out that gamification positively affects student motivation and participation. A significant number of students (92.5%) agreed that new activities based on games made learning processes more enjoyable, and 90% of students said that gamification lessened the boredom encountered in online learning. Although underperforming students were able to increase their understanding of theoretical concepts taught in class, there was a lack of improvement in the performance of some students who were active in independent physical skill practice with only 75% agreeing that the tasks fostered the development of independent physical skills. Most of the students supported the continuation of gamification in the Physical Education course and 95% wanted the inclusion of more game-oriented learning in future lessons. The results indicate that although gamification increases motivation and participation, other strategies are needed to develop practical skills in the context of online Physical Education classes.