cover
Contact Name
Lutfi Sauqi Faznur
Contact Email
lutfisyauki@umj.ac.id
Phone
+628569008300
Journal Mail Official
penaliterasi@umj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Pena Literasi
ISSN : -     EISSN : 26148226     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pena literasi merupakan jurnal nasional yang berbasis penelitian di bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 152 Documents
INTERPRETATIF SIMBOLIK KEBUDAYAAN MASYARAKAT BELU DALAM NOVEL MATA DI TANAH MELUS KARYA OKKY MADASARI Afifah Ayu Lathifah; Dicky Rachmat Pauji
Pena Literasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.9.1.42-56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan simbol-simbol budaya yang tecermin dalam rencana-rencana, resep-resep, aturan-aturan, dan instruksi-instruksi kebudayaan masyarakat Belu dalam novel Mata di Tanah Melus karya Okky Madasari. Penelitian ini mengaplikasikan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan interpretatif serta mengombinasikan teori interpretatif simbolik Clifford Geertz dan pendekatan antropologi sastra. Sumber data berasal dari novel yang telah disebutkan dan data penelitian berupa unit-unit teks dalam novel. Pengumpulan data menggunakan metode simak dan catat, serta analisis data menggunakan teknik hermeneutika Paul Ricoeur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa movel ini memuat simbol-simbol kebudayaan masyarakayt Belu, seperti hewan ternak, Bei Nai, Laka Lorak, uang ganti rugi, serta berbagai upacara dan ritual yang dikonstruksi melalui empat konsep mekanisme kontrol Geertz. Simbol-simbol tersebut merefleksikan cara pandang dalam memaknai hidup melalui sistem nilai yang menjadi pedoman sekaligus identitas budaya mereka. Penelitian ini berkontribusi dalam upaya pelestarian budaya lokal melalui edukasi dan literasi budaya serta memperkuat representasi budaya Nusantara dalam sastra anak Indonesia.
KLASIFIKASI EMOSI TOKOH DALAM NOVEL DI TANAH LADA KARYA ZIGGY ZEZSYAZEOVIENNAZABRIZKIE: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA Leandra Putri Yunanti; Nisrina Rona Nabilah
Pena Literasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.9.1.27-42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan mendeskripsikan berbagai bentuk emosi yang muncul pada tokoh-tokoh dalam novel Di Tanah Lada karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif dengan mengombinasikan teori David Krech dan pendekatan psikologi sastra. Sumber data berasal dari novel yang telah disebutkan dan data penelitian berupa unit teks dalam novel. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik menyimak, membaca, dan mencatat, sementara teknik analisis data memanfaatkan analisis interaktif pola Miles dan Huberman. Hasil Temuan ini mengungkap empat klasifikasi emosi yang teridentifikasi dalam novel tersebut. Pertama, emosi dasar yang mencakup senang, marah, takut, dan sedih. Kedua, emosi yang dipicu oleh stimulasi sensorik yang mencakup sakit, jijik, dan kenikmatan. Ketiga, emosi yang berhubungan dengan penilaian diri yang mencakup bangga, malu, bersalah, dan menyesal, namun kategori sukses dan gagal tidak ditemukan dalam jenis emosi ini. keempat, emosi yang berhubungan dengan orang lain yang mencakup cinta dan benci. Selain itu, pengarang berhasil menghadirkan potret kehidupan yang realistis dan menyentuh melalui penggambaran emosi tersebut. Penelitian ini membuktikan bahwa kajian psikologi sastra, khususnya penggunaan teori emosi Krech, relevan untuk memahami dinamika perasaan dan perilaku tokoh dalam karya sastra.
ANALISIS FUNGSI IMPLIKATUR DALAM PROGRAM HUMOR MAIN HAKIM SENDIRI DENGAN BINTANG TAMU CAK LONTONG: KAJIAN PRAGMATIK Vina Utami Aprilia; Etin Pujihastuti; Nur Indah Sholikhati
Pena Literasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.9.1.13-26

Abstract

Main Hakim Sendiri merupakan sebuah program humor yang menyuguhkan humor dengan berlatar ruang sidang dan episode-episode yang berbeda dengan bintang tamu yang berbeda pula. Salah satu bintang tamu yang dihadirkan dalam program Main Hakim Sendiri adalah Cak Lontong. Tujuan dari penelitian yang dilakukan yaitu untuk memaparkan fungsi-fungsi implikatur yang terdapat dalam tuturan para komedian berdasarkan teori Searle. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak. Sumber data yang digunakan adalah kanal YouTube @Mainhakimsendirinet. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 10 data yang masing-masing memiliki fungsi beserta bentuk implikatur. fungsi implikatur dengan masing-masing rincian: (1) fungsi implikatur asertif menyatakan dan menegaskan; (2) fungsi implikatur ekspresif mengeluh, mengkritik, memuji, meminta maaf, menyalahkan, dan mengharapkan; (3) fungsi direktif memerintah dan bertanya; (4) fungsi implikatur deklaratif memutuskan; dan (5) fungsi implikatur komisif menawarkan dengan fungsi implikatur yang dominan adalah fungsi implikatur ekspresif. Dengan demikian, fungsi implikatur dapat digunakan untuk memahami makna-makna tersirat dan menjadi salah satu unsur dalam terciptanya sebuah humor.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MULTIMODAL BERBASIS (VISUAL, AUDITORY, KINESTHETIC) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI PESERTA DIDIK KELAS X Nanda Putri Pratama; Sinta Rosalina; Roni Nugraha Syafroni
Pena Literasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.9.1.1-12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran multimodal berbasis VAK (Visual, Auditory, Kinesthetic) dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi peserta didik. Hal ini dilatarbelakangi pada kenyataan bahwa keterampilan menulis puisi masih tergolong rendah karena peserta didik cenderung mengalami kesulitan dalam menuangkan ide, gagasan, pikiran dan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang terstruktur dan bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain pretest-posttest control group. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis puisi yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis data menunjukkan nilai rata-rata pretest kelas eksperimen adalah 52,65 dan meningkat menjadi 81,48 pada posttest. Sedangkan pada kelas kontrol, nilai rata-rata pretest adalah 46,40 dan meningkat menjadi 71,17 pada posttest. Sementara itu, hasil analisis uji-t independent sampel test pada data N-Gain, diperoleh nilai signifikansi pada kolom sig. (2-tailed) sebesar 0,028. Sesuai dengan kriteria penerimaan hipotesis, dapat dikatakan bahwa nilai tersebut lebih kecil dari 0,05, artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Hipotesis alternatif diterima, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran multimodal berbasis VAK terhadap peningkatan keterampilan menulis puisi peserta didik. Model pembelajaran multimodal berbasis VAK cukup efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi, model ini membantu peserta didik dalam menyalurkan ide dan perasaan secara lebih kreatif karena pembelajaran mengakomodasi tiga gaya belajar utama, yaitu visual, auditory, dan kinesthetic. Kata kunci: Menulis puisi, Model pembelajaran Multimodal, Visual, Auditory, Kinesthetic.
RESEPSI PEMBACA TERHADAP SERI KECIL-KECIL PUNYA KARYA DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA DAN TULIS Miranda Putri Madina Lubis; Kurnia Rachmawati; Dicky Rachmat Pauji
Pena Literasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.9.1.146-155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resepsi pembaca terhadap seri Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) serta peranannya dalam menumbuhkan minat baca dan tulis. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya budaya literasi di Indonesia serta fenomena KKPK sebagai bacaan anak yang populer dan dekat dengan pengalaman pembacanya. Penelitian ini menggunakan teori Resepsi Sastra dan Kritik Sastra Pragmatik untuk menganalisis bagaimana pembaca memaknai teks dan dampaknya terhadap motivasi literasi. Metode yang digunakan adalah metode campuran dengan desain konvergen melalui kuesioner daring berbentuk pertanyaan terbuka dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaca memberikan resepsi positif terhadap KKPK, terutama karena kedekatan cerita dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, KKPK terbukti berkontribusi dalam meningkatkan minat membaca sekaligus memotivasi sebagian pembaca untuk menulis.
ANALISIS STRUKTUR, KONTEKS PENUTURAN, DAN PROSES PENCIPTAAN PADA TRADISI LISAN BULÈNG Puja Maulidina; David Setiadi; Asep Firdaus
Pena Literasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.9.1.57-65

Abstract

Karya sastra merupakan hasil kreativitas manusia sebagai makhluk sosial dan berkembang dalam kelompok masyarakat. Dalam konteks sastra lisan, karya sastra hadir sebagai representasi nilai, pandangan hidup, serta pengalaman kolektif yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satunya tradisi lisan Bulèng sebagai bentuk ekspresi yang berkembang di tengah masyarakat Betawi dan masih dipertahankan. Penelitian ini mengkaji tradisi lisan Bulèng yang dipentaskan oleh Suaeb Mahbub di Rumah Si Pitung dengan judul Aki Tirem. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan analisis struktural dan pendekatan etnografi untuk mendeskripsikan struktur teks, konteks penuturan, dan proses penciptaan tradisi lisan Bulèng. Penelitian ini dilakukan di Marunda Kepu, Cillincing, Kota Jakarta Utara., sebagai wilayah yang masih mempertahankan tradisi lisan Bulèng. Teknik pengumpulan data meliputi studi pustaka, wawancara, perekaman, serta pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur teks tradisi lisan Bulèng terdiri atas unsur tema, latar, alur, tokoh dan penokohan yang saling berkaitan. Selain itu, konteks penuturan tradisi lisan Bulèng dipengaruhi oleh situasi pertunjukan, peran penutur, serta kondisi sosial dan budaya masyarakat Betawi (Marunda) yang menjadi latar berlangsungnya pertunjukan. Kemudian, proses penciptaan tradisi lisan Bulèng bukanlah sebagai tindakan individual melainkan sebagai hasil dari proses kolektif yang berlangsung secara turun-temurun. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian sastra lisan, khususnya dalam upaya pendokumentasian dan pemahaman tradisi lisan Bulèng.
REPRESENTASI LIRIK LAGU “MELOMPAT LEBIH TINGGI” DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER: KAJIAN SEMIOTIKA Hayuvia Hanida Purista; Farida Nugrahani
Pena Literasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.9.1.66-80

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya kajian yang menghubungkan makna semiotika lirik lagu populer dengan pendidikan karakter. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana representasi makna dalam lirik lagu “Melompat Lebih Tinggi” karya Sheila On 7 serta relevansinya terhadap nilai-nilai pendidikan karakter saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam lirik lagu dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, serta mengidentifikasi keterkaitannya dengan nilai Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak-catat terhadap lirik lagu tersebut sebagai sumber data. Analisis dilakukan melalui klasifikasi makna denotasi, konotasi, dan mitos, kemudian dikaitkan dengan nilai karakter. Keabsahan data diperkuat melalui expert judgement lalu di analisis interaktif dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotasi lirik lagu menggambarkan kebersamaan, perjuangan, dan dukungan emosional. Pada tingkat konotasi, lagu “Melompar Lebih Tinggi” merepresentasikan optimisme, solidaritas, resiliensi, dan harapan. Pada tingkat mitos, lagu “Melompat Lebih Tinggi” membangun ideologi humanisme dan romantisisme modern tentang pentingnya relasi sosial dalam membentuk identitas dan keberhasilan. Dalam lagu “Melompat Lebih Tinggi” ditemukan lima nilai utama pendidikan karakter, yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas, dengan nilai gotong royong sebagai aspek dominan. Dengan demikian, lagu ini berfungsi tidak hanya sebagai karya hiburan, tetapi juga sebagai media edukatif dalam penguatan pendidikan karakter
PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL TOKO KUE SUDUT KOTA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR APRESIASI SASTRA DI SMA Nida Rufaida; Sumartini
Pena Literasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.9.1.81-95

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis perkembangan kepribadian tokoh utama dalam novel Toko Kue Sudut Kota karya Caroline Puspojudo dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra, khususnya teori perkembangan psikososial Erik Erikson pada tahap identitas versus kebingungan peran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembentukan identitas diri tokoh utama serta mengkaji relevansi novel tersebut sebagai alternatif bahan ajar apresiasi sastra di SMA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa baca dan catat. Sumber data penelitian ini adalah novel Toko Kue Sudut Kota yang diterbitkan oleh Skuad tahun 2025, sedangkan data berupa kutipan narasi, dialog, atau monolog yang menunjukkan dinamika perkembangan psikososial tokoh utama. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama mengalami krisis identitas akibat tekanan keluarga dan lingkungan sosial, kemudian secara bertahap memasuki fase pencarian jati diri melalui interaksi sosial, pengembangan minat, dan penguatan kepercayaan diri, hingga akhirnya mampu membentuk identitas diri yang lebih matang dan positif. Selain itu, novel ini dinilai layak dijadikan alternatif bahan ajar apresiasi sastra karena memenuhi aspek kebahasaan yang komunikatif dan mudah dipahami, aspek psikologis yang sesuai dengan perkembangan remaja SMA, serta aspek latar belakang budaya yang dekat dengan kehidupan peserta didik sehingga mendukung pembentukan karakter dan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental.
PERSEPSI PEMELAJAR BIPA TERHADAP EFEKTIVITAS METODE LANGSUNG (DIRECT METHOD) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Khaerunnisa Khaerunnisa; Andini; Zalwa Ayu Sabilah; Atika Puspitasari
Pena Literasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.9.1.118-132

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi pemelajar BIPA tentang seberapa efektif penerapan Metode Langsung (Direct Method) dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Metode langsung menekankan komunikasi verbal dan penggunaan bahasa Indonesia secara langsung tanpa perantara bahasa asal pemelajar. Penelitian ini melibatkan pemelajar BIPA di tingkat pemula dari berbagai latar belakang budaya dan bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk mengetahui seberapa efektif Metode Langsung (Direct Method) dalam meningkatkan keterampilan berbicara, mendengar, membaca, menulis, dan pemahaman kosakata bahasa Indonesia. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi kelas dan wawancara terstruktur. Menurut hasil penelitian, sebagian besar pemelajar menanggapi metode langsung dengan baik. Mereka percaya bahwa metode ini membantu meningkatkan kepercayaan diri berbicara, memperluas kosakata, dan lebih memahami konteks budaya Indonesia. Namun faktor-faktor seperti latar belakang bahasa ibu, motivasi belajar, dan durasi paparan bahasa Indonesia juga memengaruhi persepsi terhadap efektivitas metode ini. Penelitian ini menemukan bahwa Metode Langsung (Direct Method) membangun keterampilan komunikasi aktif dengan baik, tetapi perlu dikombinasikan dengan metode lain untuk mengatasi keterbatasan, terutama dalam penguasaan kosakata dan tata bahasa. Hasil penelitian ini menunjukan secara menyeluruh bahwa Metode Langsung (Direct Method) dapat meningkatkan hasil dalam pemahaman dan berbicara bahasa Indonesia. Hasil tersebut bahkan lebih efisien ketika digabungkan dengan metode pengajaran lain yang sesuai dengan kebutuhan pemelajar. Dengan penggabungan yang sesuai dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan memotivasi pemelajar dalam memahami bahasa Indonesia secara menyeluruh. Penelitian ini memberikan kontribusi penting untuk membangun strategi pembelajaran BIPA yang kreatif dan aplikatif untuk memenuhi kebutuhan pemelajar BIPA.
STRUKTUR NARATIF DALAM NOVEL “LAUT BERCERITA” KARYA LEILA S. CHUDORI Dominika Emi; Saptiana Sulastri; Aurelia Artika Sumarni; Maria Monika Beo; Yesi Partika Sari
Pena Literasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.9.1.96-103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur naratif dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori dengan menggunakan pendekatan strukturalisme. Karya sastra sebagai representasi kehidupan manusia tidak hanya menyajikan cerita, tetapi juga mengandung nilai sosial, budaya, dan kemanusiaan yang disampaikan melalui unsur-unsur intrinsik. Novel ini dipilih karena memiliki keunikan dalam teknik penceritaan serta mengangkat peristiwa sejarah yang sarat makna kemanusiaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berfokus pada pemahaman dan penafsiran makna teks secara mendalam. Data penelitian berupa kutipan-kutipan yang berkaitan dengan unsur alur, tokoh, dan latar, yang dikumpulkan melalui teknik baca dan catat. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menafsirkan keterkaitan antarunsur intrinsik dalam membangun struktur cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur naratif dalam novel ini dibangun melalui hubungan yang erat antara alur yang tidak linear, tokoh yang memiliki karakter kuat, serta latar yang mendukung suasana dan konflik cerita. Penggunaan dua sudut pandang penceritaan turut memperkuat kedalaman emosional dan pemaknaan peristiwa. Dengan demikian, struktur naratif dalam novel ini tidak hanya membentuk keutuhan cerita, tetapi juga menyampaikan pesan sosial dan kemanusiaan secara mendalam kepada pembaca. Kata kunci: Struktur naratif, strukturalisme, alur, tokoh, latar