cover
Contact Name
Lutfi Sauqi Faznur
Contact Email
lutfisyauki@umj.ac.id
Phone
+628569008300
Journal Mail Official
penaliterasi@umj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Pena Literasi
ISSN : -     EISSN : 26148226     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pena literasi merupakan jurnal nasional yang berbasis penelitian di bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
GEJALA SKIZOFRENIA PADA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL AKU TAK MEMBENCI HUJAN KARYA SRI PUJI HARTINI Rifyanti, Afifah Laila; Israhayu, Eko Sri
Pena Literasi Vol 7, No 2 (2024): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.7.2.138-147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gejala dan faktor penyebab tokoh utama dalam novel Aku Tak Membenci Hujan karya Sri Puji Hartini menggunakan pendekatan psikologi sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif sehingga data penelitiannya meliputi kata, kalimat, kutipan, atau dialog yang berkaitan dengan gejala dan penyebab skizofrenia. Sumber data dari penelitian ini diperoleh dari novel Aku Tak Membenci Hujan karya Sri Puji Hartini dengan 348 halaman cetakan 2023 dan diterbitkan oleh Akad x Skuad. Teknik pengumpulan data adalah baca dan catat dengan cara membaca keseluruhan isi novel, dilanjut pengelompokkan data-data yang mengandung gejala dan penyebab skizofrenia. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teori. Teknik analisis yang dilakukan adalah membaca keseluruhan isi novel secara berulang-ulang, kemudian pengumpulan dan memberi tanda pada kalimat yang mengandung gejala dan faktor skizofrenia. Langkah selanjutnya adalah mengelompokkan data tersebut ke dalam tabel yang disebut kartu data. Langkah terakhir melakukan deskripsi tentang data yang telah ditemukan dan terakhir menarik kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa gejala skizofrenia pada tokoh Karang ditemukan waham atau delusi dua data, halusinasi satu data, anhedonia dua data, afek datar satu data, asosialitas dua data, perilaku aneh dua data sedangkan faktor penyebab skizofrenia tokoh Karang terdapat dua data yang peneliti temukan.
EFEKTIVITAS METODE DISKUSI SEBAGAI PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA SISWA Dzaky, Muhammad Wildan; Ubaidillah, Dimas Aldean; Susanti, Elvi
Pena Literasi Vol 7, No 2 (2024): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.7.2.187-195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas dari metode diskusi terhadap keterampilan berbicara siswa di MTs Manbaul Ulum Ciampea. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa siswa kelas VIII MTs Manbaul Ulum Ciampea. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan metode triangulasi, data dianalisis melalui observasi, tes, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini terdapat dua siklus, siklus pertama siswa diminta untuk membuat kelompok untuk berdiskusi mengenai suatu isu. Hasil dari pengamatan pembelajaran berbicara pada siklus pertama, nilai rata-rata siswa adalah72,25%. Hasil yang dicapai siswa lebih dominan di bawah rata rata, hasil tes yang mencapai nilai di atas 75 ada 7 siswa atau 8,75% yang lulus di atas KKM. Pada siklus kedua, peneliti memberikan dialog serta menyampaikan motivasi agar siswa tidak merasa nervous ketika berbicara di depan orang banyak. Siswa memberikan respon yang baik, hasil dari siklus kedua 80 siswa hasil nilai di atas KKM sebanyak 71 siswa atau 88,75%, nilai rata-rata siswa 78,01%.
MENGGUGAT NORMA KONSUMTIF: REFLEKSI FRUGAL LIVING DALAM CERPEN "RUMAH YANG TERANG" KARYA AHMAD TOHARI Nur Aeni, Alfina Azka; Sofyaningrum, Rosita
Pena Literasi Vol 7, No 2 (2024): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.7.2.148-161

Abstract

 Konsep frugal living muncul di era konsumtif dengan gaya hidup yang serba cepat. Penelitian ini membahas representasi frugal living dalam cerpen “Rumah Yang Terang” karya Ahmad Tohari”. Penelitian ini berupaya menelusuri pesan-pesan kritis terhadap norma konsumtif dan mengeksplorasi implikasi dari refleksi terhadap pandangan dan perilaku konsumtif di masyarakat. Metode dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis isi. Peneliti menyelidiki secara mendalam makna-makna tersembunyi dan pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Tema-tema utama dalam cerpen yang berkaitan dengan frugal living dan norma konsumtif diidentifikasi. Hasil dari penelitian ini antara lain; 1) representasi frugal living dalam perilaku mempertahankan nilai tradisional di tengah penyebaran konsumerisme; 2) refleksi pesan-pesan kritis terhadap norma konsumtif pada sikap, nilai-nilai konsumerisme, dan tradisi; 3) eksplorasi implikasi dari refleksi pandangan dan perilaku konsumtif di masyarakat. Melalui kritik terhadap norma konsumtif dan promosi nilai-nilai kesederhanaan, cerpen ini menjadi inspirasi masyarakat untuk mengubah sikap dan pola konsumsi menuju kehidupan berkesadaran dan berkelanjutan.
ANALISIS KONTRASTIF FONEM BAHASA INDONESIA TERHADAP BAHASA INGGRIS PADA FILM “CAPTAIN MARVEL” DI NETFLIX Maelina, Zahrotul Husna; Devi, Ade Anggraini Kartika
Pena Literasi Vol 7, No 2 (2024): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.7.2.196-206

Abstract

Penelitian ini menganalisis kontrastif fonem antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dalam Film “Captain Marvel” yang tersedia di Netflix. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan perbedaan fonemik antara kedua bahasa tersebut serta dampaknya terhadap proses dubbing dan penerjemahan. Metode yang digunakan adalah analisis fonetik dan fonologis terhadap dialog film dalam dua versi bahasa, yaitu Bahasa Inggris asli dan Bahasa Indonesia hasil dubbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Inggris memiliki inventaris fonem yang lebih kompleks dibandingkan dengan Bahasa Indonesia, khususnya dalam hal jumlah dan variasi fonem vokal serta kehadiran fonem-fonem khusus seperti /θ/ dan /ð/. Dalam proses dubbing, fonem-fonem ini sering disubstitusi dengan fonem yang lebih familiar dalam Bahasa Indonesia, seperti substitusi /θ/ menjadi/t/ dan /ð/ menjadi /d/. Selain itu, konsonan akhir dalam Bahasa Inggris yang kompleks cenderung disederhanakan atau dihilangkan dalam Bahasa Indonesia untuk kemudahan pelafalan dan pemahaman. Adaptasi fonemik ini mempengaruhi aliran dan intonasi dialog dalam versi Bahasa Indonesia. Meskipun penyesuaian ini membantu audiens lokal dalam memahami dialog, beberapa nuansa fonetik dan fonologis dari Bahasa Inggris asli dapat hilang. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan keseimbangan antara akurasi fonetik dan pemahaman audiens dalam proses penerjemahan film. Penelitian ini memberikan wawasan tentang tantangan dan strategi dalam penerjemahan audiovisual, serta kontribusi penting bagi studi linguistik terapan khususnya dalam konteks dubbing dan subtitling film internasional.
NILAI-NILAI DALAM TRADISI RITUAL PERAYAAN PROSESI 12 TAHUNAN TOAPEKONG PADA MASYARAKAT CINA BENTENG Rahman, Irpan Ali; Rahyono, F.X.; Suratminto, Lilie
Pena Literasi Vol 7, No 2 (2024): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.7.2.162-172

Abstract

Salah satu tradisi yang dimiliki etnis Tionghoa atau Cina Benteng di Kota Tangerang adalah  perayaan prosesi 12 tahunan arak-arakan Toapekong. Pada tradisi ini memiliki beberapa  nilai-nilai yang terkadung didalamnya baik pada tataran konsep maupun konteks. Korpus penelitan ini adalah tradisi ritual perayaan 12 tahunan Toapekong  yang dilaksanakan oleh masyarakat Cina Benteng di Kota Tangerang, Banten. Metode penelitian ini adalah kualitatif  deskriptif  yang bersumber dari beberapa teori tentang nilai-nilai  yang terkandung dalam sebuah tradisi.  Selain itu, wawancara langsung pada tokoh Tionghoa Cina Benteng, penelitian ini juga menggunakan studi pustaka sebagai teknik pengambilan data untuk menganalisis dan mengolah data. Tujuan utama penelitian ini adalah mengungkap beberapa nilai-nilai yang terkandung di dalam tradisi ritual perayaan 12 tahunan Toapekong khususnya pada masyarakat Tionghoa Cina Benteng Tangerang. Adapun hasil dari penelitian ini adalah  terungkapnya beberapa nilai-nilai pada tradisi tersebut, yaitu  nilai agama, nilai adat, nilai budaya, dan nilai sosial.
MERETAS BAHASA DALAM NARASI CERPEN ASAP-ASAP ITU TELAH MENGHILANG ANALISIS KRISIS LINGKUNGAN DI INDONESIA Mau'udi, Khasna; Sofyaningrum, Rosita
Pena Literasi Vol 7, No 2 (2024): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.7.2.207-221

Abstract

Penelitian ini terfokus pada analisis bahasa dan narasi dalam pemahaman tentang bagaimana karya sastra dapat memberikan kontribusi pada kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap krisis lingkungan yang dihadapi. Penelitian ini merupakan langkah awal dalam memahami peran bahasa dan sastra dalam menggambarkan krisis lingkungan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana penggunaan bahasa, narasi, karakter, simbolisme, analisis konteks lingkungan, dan analisis krisis lingkungan dalam cerpen “Asap-Asap Itu Telah Menghilang” dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang krisis lingkungan di Indonesia. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis teks yang mendalam untuk memahami cerpen "Asap-asap Itu Telah Menghilang." Langkah-langkah metodologi yang diterapkan mencakup pengumpulan data, analisis teks, dan analisis konteks. Hasil dari penelitian ini antara lain ditemukannya: (1) Analisis Bahasa yang terdiri dari: Diksi, Gaya Bahasa, Simbolisme, dan Elemen-elemen dalam cerpen. (2) Analisis Konteks Lingkungan yang terdiri dari: konteks lingkungan dan risis lingkungan. (3) Analisis Krisis Lingkungan yang terdiri dari: pesan dalam cerpen, perspektif isu lingkungan pada penggambaran perasaan karakter utama, dan pesan implikasi kepada masyarakat tentang isu lingkungan.
PEMBENTUKAN SINGKATAN BAHASA GAUL Adhadi, Nesia Gita; Amalia, Fitri; Susetyo, Agus Milu
Pena Literasi Vol 7, No 2 (2024): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.7.2.120-127

Abstract

Penelitian ini menjelaskan pembentukan singkatan bahasa gaul dalam media sosial Tiktok dan Instagram. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pola pembentukan singkatan pada satu kata, dua kata atau lebih dalam media sosial Tiktok dan Instagram. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pola singkatan satu kata, dua kata atau lebih. Data ini di ambil dari media sosial Tiktok dan Instagram karena platform tersebut merupakan alat komunikasi yang fleksibel untuk kaum remaja dan menjadi tren dalam penyebaran singkatan bahasa gaul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan secara mendalam tentang fenomena singkatan bahasa gaul. Ciri-ciri penelitian ini mendeskripsikan hasil data berupa singkatan bahasa gaul yang ditemukan dalam media sosial dengan melakukan pengamatan dan analisis terhadap penggunaan singkatan tersebut. Teknik dokumentasi yang di gunakan dalam pengumpulan data dengan cara mengumpulkan dan merekam data-data singkatan bahasa gaul yang ditemukan dalam konten media sosial Tiktok dan Instagram. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pola singkatan bahasa gaul pada satu kata, dua kata atau lebih dengan variasi yang beragam. Berdasarkan dari hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pembentukan singkatan bahasa gaul ditemukan dua bentuk pola singkatan yaitu bentuk pola singkatan yang tidak beraturan dan bentuk pola singkatan beraturan yang terbentuk dari pengambilan huruf awal, huruf tengah, atau kombinasi lainnya dari kata aslinya.
EVALUASI ASESMEN SUMATIF DALAM MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS IX Farahdila, Nonika; Wagiran, Wagiran; Naryatmojo, Deby Luriawati
Pena Literasi Vol 7, No 2 (2024): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.7.2.222-231

Abstract

Artikel ilmiah ini membahas penilaian evaluasi sumatif dalam modul pengajaran bahasa Indonesia kelas IX, yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kesesuaian kerangka penilaian yang diuraikan dalam dokumentasi modul ajar. Penelitian ini dilakukan melalui analisis tiga dokumen modul ajar yang bersumber dari berbagai lembaga pendidikan, menggunakan metodologi deskriptif di samping teknik analisis konten. Temuan dari analisis mengungkapkan bahwa tidak satu pun dari tiga modul ajar yang menyertakan komponen penilaian sumatif, yang merupakan aspek penting untuk menentukan sejauh mana siswa telah memenuhi tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Kurangnya penilaian sumatif menandakan bahwa pendidik tidak melengkapi alat evaluasi yang memadai untuk memberikan umpan balik yang menguntungkan bagi kemajuan pendidikan. Lebih lanjut, diamati bahwa tujuan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran termuat dalam dokumen, sedangkan indikator penilaian sumatif tidak ada. Artikel ini menganjurkan agar modul ajar disusun dengan menggabungkan penilaian sumatif , serta mengintegrasikan rubrik penilaian untuk meningkatkan objektivitas dan keabsahan evaluasi. Fokus pada penilaian sumatif dapat menjadi sumber data untuk perbaikan proses pembelajaran secara keseluruhan. Sehingga, perbaikan dalam perencanaan penilaian, terutama mengenai evaluasi sumatif, sangat penting untuk memfasilitasi peningkatan kualitas pendidikan.
FUNGSI WAYANG KULIT LAKON TIRTA PERWITASARI OLEH DALANG KI CAHYO KUNTADI: PERSPEKTIF WILLIAM R. BASCOM Prameswari, Adinda Nirwasita; Prawoto, Eko Cahyo
Pena Literasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.8.1.16-29

Abstract

Wayang kulit merupakan salah satu bentuk seni tradisional yang memiliki nilai budaya tinggi. Lakon Tirta Perwitasari merupakan pertunjukan berisi pesan moral yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan fungsi pada pertunjukan wayang kulit lakon Tirta Perwitasari oleh dalang Ki Cahyo Kuntadi berdasarkan perspektif William R. Bascom. Pendekatan penelitian  yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa transkrip dan terjemahan video pertunjukan wayang kulit lakon Tirta Perwitasari. Sumber data penelitian ini adalah video pertunjukan wayang kulit lakon Tirta Perwitasari yang diunggah pada youtube dalam akun pribadi milik Ki Cahyo Kuntadi bernama KUNTADI Channel pada 13 Juli 2024, yang  telah ditonton kurang lebih sebanyak 75.633 kali dengan durasi 7 jam 27 menit 45 detik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak dan teknik catat. Teknik analisis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Keabsahan data dalam penelitian ini diperoleh melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lakon Tirta Perwitasari memiliki keempat fungsi tersebut. 1) sebagai hiburan, 2) sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga-lembaga kebudayaan, 3) sebagai alat pendidikan bagi anak-anak, dan 4) sebagai alat pemaksa dan pengawas agar norma-norma di dalam masyarakat dapat diterima dan diterapkan dengan baik.
FENOMENA RASISME TERHADAP ETNIS TIONGHOA PADA MEMOAR NGENEST KARYA ERNEST PRAKASA:STRUKTUALISME GENETIK LUCIEN GOLDMANN Haq, Iman Amirul; Rohanda, Rohanda; Ramadhan, Gia
Pena Literasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.8.1.71-83

Abstract

Penelitian ini menganalisis fenomena rasisme terhadap etnis Tionghoa dalam film Ngenest, sebuah memoar karya Ernest Prakasa, dengan menggunakan pendekatan strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Tujuannya adalah untuk mengungkap bagaimana pengalaman pribadi penulis merefleksikan diskriminasi rasial dan identitas etnis dalam masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif terhadap isi memoar tersebut, didukung oleh tinjauan literatur yang berkaitan dengan rasisme dan teori strukturalisme genetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ngenest merepresentasikan rasisme melalui tiga aspek strukturalisme genetik, yaitu fakta manusia, subjek kolektif, dan pandangan dunia. Fakta manusia dibagi menjadi fakta individu, yang menggambarkan pengalaman pribadi Ernest tentang perundungan dan stereotip rasial, dan fakta sosial, yang menggambarkan diskriminasi sistemik terhadap etnis Tionghoa, seperti kebijakan-kebijakan Orde Baru. Subjek kolektif tercermin dari bagaimana pengalaman individu Ernest merepresentasikan perjuangan kolektif etnis Tionghoa dalam menghadapi diskriminasi sosial. Sementara itu, pandangan dunia dalam memoar tersebut mengekspresikan harapan akan kesetaraan dan kritik terhadap Bhinneka Tunggal Ika yang sering kali hanya menjadi slogan tanpa implementasi yang nyata. Penelitian ini hanya membahas tiga aspek dari strukturalisme genetik Goldmann, tanpa mengeksplorasi aspek dialektika pemahaman dan penjelasannya. Kontribusinya terletak pada pengayaan studi sastra tentang rasisme dengan menunjukkan bagaimana pengalaman pribadi dalam sebuah memoar dapat merefleksikan