cover
Contact Name
Krishna Purnawan Candra
Contact Email
candra@faperta.unmul.ac.id
Phone
+6281350044920
Journal Mail Official
jtropicalagrifood@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Products Technology, Faculty of Agriculture, Mulawarman University Jl. Tanah Grogot Kampus Gunung Kelua Samarinda - Kalimantan Timur, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Journal of Tropical AgriFood
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 26853590     EISSN : 26853604     DOI : https://doi.org/10.35941/jtaf
Core Subject : Agriculture,
Tropical AgriFood is academic journal for research article and review in the field of agricultural technology including agricultural engineering, postharvest physiology and technology, agricultural product processing technology, food science and technology, biotechnology, nutrition, herbal, and functional food.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 7 Nomor 2, Tahun 2025" : 10 Documents clear
Analysis of performance and roasting quality in a rotary cylinder-type coffee roasting machine Pakaya, Isran Mohamad; Radi, Radi; Purwantana, Bambang; Dharmawan, Agus
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.2.2025.21965.123-132

Abstract

The roasting process significantly impacts coffee's aroma and flavor profile, making it crucial in coffee processing. This study developed a rotating drum coffee roasting machine at laboratory scale with 2.0 - 2.5 kg batch capacity. Heat is provided by an LPG-powered pressure cooker burner. The research aimed to evaluate machine performance and assess roasted coffee quality. The roasting process is classified into light, medium, and dark levels. Tests show roasting temperatures from 192°C to 225°C, with times between 12 and 17 min. Moisture content of roasted coffee ranges from 2% to 7%, lower than SNI-7465:2008 standards. The motor requires 23.34 watts of electrical power to operate. Energy consumption for light and medium roasts is 4708.93 kJ, while dark roast needs 9417.86 kJ. Roasted coffee uniformity exceeds 90% at all roasting levels. The weight loss does not exceed 20%. The performance test results indicate the machine's suitability for small-scale coffee industries or laboratories to improve roasting efficiency. Future improvements should focus on better temperature and time control for enhanced flavor profiling.
Mutu organoleptik pasta ravioli bebas-gluten menggunakan tepung kentang dan edamame sebagai alternatif menu bagi anak penderita autisme Dianovita, Chardina; Gardiarini, Praseptia; Farida, Farida; Rahayu, Enita; Wulandari, Retno
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.2.2025.21749.93-99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik organoleptik hedonik dan mutu hedonik produk pasta ravioli bebas gluten berbasis tepung kentang (TKG) dan tepung edamame (TEM) sebagai alternatif menu bagi anak penderita autisme. Penelitian menggunakan faktor tunggal dengan tiga perlakuan perbandingan antara tepung kentang dan tepung edamame (% TKG : % TEM), yaitu F1, 70 : 30; F2, 50 : 50; F3, 30 : 70. Data organoleptik untuk atribut warna, aroma, rasa, dan tekstur dari 40 panelis dianalisis dengan uji Friedman dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil menunjukkan ravioli yang dihasilkan dari ketiga formula tersebut memperoleh respons organoleptik hedonik dan mutu hedonik berbeda nyata (p < 0,05) untuk semua atribut. Kadar TEM lebih tinggi meningkatkan respons organoleptik hedonik untuk warna dan rasa, namun untuk tekstur, kadar 50% TEM (F2) memberikan respons lebih tinggi dari lainnya (F1, 30% TEM; dan F3, 70% TEM). Hal yang sama berlaku untuk respons organoleptik mutu hedonik, yaitu F2 (50% TEM) menjadi yang tertinggi skornya, kecuali untuk atribut aroma yang skornya berbeda tidak nyata dengan F3. Berdasarkan karakteristik organoleptik hedonik, formula F3 (70% TEM) direkomendasikan untuk pengolahan ravioli bebas gluten karena memperoleh penerimaan dominan untuk warna, rasa dan aroma. Ravioli dari formula F3 mempunyai karakteristik berwarna hijau kekuningan, berasa dan beraroma kentang dan edamame, serta tekstur kenyal.
Pengaruh pemberian tepung Yakon (Smallanthus sonchifolius) terhadap profil glukosa darah pada tikus model diabetes Renowening, Yuniars; Noviati, Titik Dwi; Ridho, Muhammad Rosyid
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.2.2025.23845.142-147

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik dengan prevalensi meningkat dan menimbulkan komplikasi serius. Pengelolaan diabetes tidak hanya mengandalkan terapi farmakologis, tetapi memerlukan pendekatan pangan fungsional. Yakon (Smallanthus sonchifolius) merupakan sumber fruktooligosakarida (FOS), inulin, dan polifenol yang berperan dalam modulasi metabolisme glukosa, sensitivitas insulin, serta perlindungan terhadap stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh tepung yakon terhadap profil glukosa darah pada tikus model diabetes. Desain penelitian menggunakan pre-test and post-test control group dengan 30 tikus Wistar yang dibagi dalam enam kelompok: normal, kontrol negatif, kontrol positif (glibenklamid), dan tiga kelompok perlakuan dengan dosis tepung yakon berbeda. Induksi diabetes dilakukan dengan streptozotocin dan nikotinamid, dilanjutkan intervensi tepung yakon selama 14 hari. Hasil menunjukkan kelompok perlakuan mengalami penurunan nyata kadar glukosa darah puasa dibandingkan kontrol negatif (p<0,05), dengan efek terbesar pada dosis 2 g / kg BB. Pemberian tepung yakon membantu mempertahankan berat badan tikus lebih stabil dibandingkan kontrol negatif. Mekanisme yang mendasari adalah fermentasi FOS menghasilkan short-chain fatty acids (SCFA) serta meningkatkan sekresi GLP-1. Simpulan penelitian ini adalah tepung yakon berpotensi sebagai intervensi nutraseutikal dalam pengelolaan diabetes melitus.
Analisis ketahanan pangan rumah tangga petani berdasarkan proporsi pengeluaran pangan dan kecukupan energi di Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan Bilqis, Melinda; Hendrarini, Hamidah; Atasa, Dita
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.2.2025.21695.100-109

Abstract

Kabupaten Lamongan menunjukkan kondisi belum mencapai tingkat kesejahteraan jika dilihat dari proporsi pengeluaran pangan dan non pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis ketahanan pangan rumah tangga petani di Kecamatan mantup, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan lokasi penelitian adalah Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, jawa Timur, melibatkan 51 responden petani padi. Analisis proporsi pengeluaran pangan dan non pangan merupakan alat analisis yang diterapkan. Aplikasi nutrisurvey digunakan untuk menganalisis tingkat kecukupan energi dan protein. Klasifikasi silang antara pangsa pengeluaran pangan dengan tingkat kecukupan energi digunakan untuk menentukan kategori ketahanan pangan rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi pengeluaran pangan lebih tinggi daripada pengeluaran non pangan, yang menunjukkan bahwa rumah tangga petani di Kecamatan Mantup belum mencapai tingkat kesejahteraan. Rumah tangga petani di Kecamatan Mantup memiliki kondisi ketahanan pangan yang belum merata, terdapat 17 rumah tangga (34%) telah tahan pangan sedangkan 34 rumah tangga petani (64%) belum mencapai ketahanan pangan.
Pemanfaatan bubur kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai pensubstitusi tepung beras ketan dalam pembuatan dodol Alhafiz, Zauhar; Suprapto, Hadi
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.2.2025.18336.148-157

Abstract

Buah naga sering dimanfaatkan dagingnya, sedangkan kulitnya dibuang dan jarang dimanfaatkan. Kulit buah naga masih memiliki beberapa senyawa gizi bermanfaat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan bubur kulit buah naga merah pada pengolahan dodol ketan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan perbandingan tepung ketan (S) dan kulit buah naga merah (N) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 kali ulangan, sehingga didapatkan 20 unit percobaan. Lima perlakuan tersebut yaitu tanpa buah naga (0%), 15% N, 20% N, 25% N, dan 30% N. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan tepung ketan dan kulit buah naga berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar asam lemak bebas, kadar serat kasar, kadar gula total, aktivitas IC50, penilaian organoleptik deskriptif (warna, aroma, rasa dan tekstur) dan penilaian organoleptik mutu hedonik. Hasil terbaik diperoleh dari perlakuan 30% N yang menghasilkan dodol dengan kadar air 15,68%, kadar abu 1,22%, kadar asam lemak bebas 0,05%, kadar serat kasar 3,17%, kadar gula total 10,66%, dan nilai IC50 antioksidan 143,31 ppm. Hasil penilaian organoleptik kesukaan secara keseluruhan terhadap dodol yang dihasilkan adalah suka, dengan karakteristik mutu hedonik berwarna agak cokelat, beraroma agak harum khas kulit buah naga, berasa manis, dan bertekstur kenyal.
Jumlah total bakteri dan identifikasi bakteri Salmonella sp. pada bakso ikan di Pasar Induk Gedebage Kota Bandung Firanida, Sinta; Junianto, Junianto; Rostika, Rita; Rostini, Iis
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.2.2025.20240.110-122

Abstract

Bakso ikan termasuk salah satu produk olahan perikanan yang mudah terkontaminasi mikroorganisme, disebabkan oleh tingginya kadar protein dan kandungan air di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kualitas mikrobiologi bakso ikan yang diperjual belikan di Pasar Induk Gedebage Kota Bandung, dengan melakukan uji jumlah total bakteri menggunakan metode Total Plate Count (TPC) serta mengidentifikasi keberadaan bakteri Salmonella sp. sebagai indikator kontaminasi bakteri patogen. Sebanyak delapan sampel bakso ikan yang terdiri dari produk yang telah dikemas dan produk yang curah diambil dengan metode purposive sampling. Pengujian mikrobiologi dilakukan berdasarkan acuan SNI 2332.3:2015 untuk TPC dan SNI 01-2332.3:2006 untuk identifikasi Salmonella sp. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel memiliki jumlah total bakteri yang melebihi ambang batas maksimum menurut SNI 7266:2017, yaitu 1 × 105 CFU/gram. Rata-rata nilai TPC pada bakso ikan curah tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan bakso ikan kemasan. Selain itu, dua dari delapan sampel diketahui positif mengandung bakteri Salmonella sp. Temuan ini mengindikasikan adanya faktor-faktor yang mengharuskan pengawasan, perbaikan sanitasi, serta edukasi bagi seluruh elemen terkait termasuk pengelola pasar, produsen, distributor, penjual, dan konsumen untuk meningkatkan keamanan produk perikanan di pasar tradisional.
Pengaruh jenis beras, cara masak dan lama penyimpanan terhadap kadar glukosa nasi Sabila, Amanda Rabiyatul; Farpina, Eka; Aina, Ganea Qorry
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.2.2025.22505.158-164

Abstract

Prevalensi diabetes yang meningkat di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur, menyebabkan masyarakat berhati-hati terhadap asupan gula harian, termasuk glukosa dalam nasi. Kadar glukosa nasi dapat berubah tergantung jenis beras, cara memasak, suhu, dan lama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jenis varietas beras (beras putih, merah dan hitam), cara masak (rice cooker dan dandang) dan lama penyimpanan (0, 1, 3, dan 6 jam) terhadap kadar glukosa nasi. Penelitian menggunakan faktorial 3x2x4 dalam Rancangan Acak Lengkap. Data dianalisis dengan ANOVA tiga-arah dan uji Tukey. Hasil menunjukkan bahwa jenis beras, cara masak, dan lama penyimpanan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar glukosa nasi. Interaksi antara jenis beras dan lama penyimpanan memberikan pengaruh nyata terhadap kadar glukosa nasi. Nasi hitam memiliki kadar glukosa terendah. Cara masak dengan dandang menghasilkan kadar gula lebih rendah (5,83%) dibanding rice cooker (6,14%). Lama penyimpanan menurunkan kadar glukosa nasi. Penyimpanan 3-6 jam menurunkan kadar gula 12,28-18,02% untuk beras hitam dan 6,63-14,58% untuk nasi putih. Penelitian merekomendasikan penggunaan beras hitam yang dimasak dengan dandang dan disimpan lebih dari 1 jam untuk penderita diabetes.
Optimasi perbedaan pelarut pada pembuatan nanopartikel air cucian beras untuk bahan dasar face toner sebagai sediaan skincare pembersih wajah penangkal merkuri Sari, Feni Mayang; Karimah, Fathiyah; Saputri, Rindiani Dwi; Muflihah, Muflihah
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.2.2025.20652.133-141

Abstract

Penerapan teknologi nanopartikel air cucian beras dapat mengoptimalisasi penyerapan skincare ke dalam kulit. Limbah air cucian beras sebagai bahan dasar face toner mengandung nutrisi seperti vitamin B, C, E, mineral, pati, dan polifenol. Kandungan polifenol mencapai 390,98 mg / 100 g, memiliki kapasitas antioksidan kuat yang mampu menangkal radikal bebas dan mendukung regenerasi sel. Penelitian ini mendukung pengembangan produk perawatan kulit berbasis bahan alami dan teknologi ramah lingkungan. Metode kimia co-precipitation dengan tiga pelarut berbeda yaitu, NaOH 0,2 N, NH₄OH 0,2 N, dan PEG 6000 0,2 gram sebagai agen pengendap, dipanaskan pada suhu 50°C selama 1 jam. Karakteristik nanopartikel melalui Panjang gelombang maksimum sampel melalui spektrofotometri UV-Vis pada rentang 400-600 nm. Optimasi penyerapan nanopartikel dari air cucian beras terhadap krim wajah yang mengandung merkuri dilakukan menggunakan analisis Atomic Absorption Spectrophotometry untuk mengetahui potensi penurunan kadar merkuri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel air cucian beras 6000 meningkatkan stabilitas dan memperkecil ukuran partikel, sehingga memperluas permukaan aktif dan meningkatkan kemampuan pengikatan ion logam berat. Perlakuan dengan nanopartikel berbasis NH₄OH menunjukkan efektivitas tertinggi dengan penurunan kadar merkuri sebesar 74,9%, diikuti PEG 6000 sebesar 71,3%, dan NaOH sebesar 56,7%. 
Daya terima kulit pie substitusi tepung pisang termodifikasi fisik sebagai alternatif pangan rendah gluten Dalimunthe, Nathasa Khalida; Widiana, Dea Rizki; Puspasari, Kiki; Zukryandry, Zukryandry
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.2.2025.20332.165-172

Abstract

Pisang merupakan komoditas hortikultura terbesar di Provinsi Lampung. Tepung pisang merupakan tepung bebas gluten. Tepung terigu sebagai sumber gluten utama dalam produk makanan perlu disubstitusi dengan bahan alternatif yang aman namun tetap mempertahankan karakteristik fungsional. Tepung pisang termodifikasi fisik mempunyai stabilitas termal baik dan mengurangi daya lengket. Penelitian ini mengkaji penggunaan tepung pisang sebagai substitusi tepung terigu pada kulit pie. Penelitian bertujuan menganalisis karakteristik organoleptik kulit pie dengan tepung terigu komposit yang disubstitusi tepung pisang termodifikasi fisik sebagai alternatif pangan rendah gluten. Desain penelitian adalah true experiment dalam Rancangan Acak Lengkap dengan tiga pengulangan. Terdapat 5 formula (perbandingan tepung pisang termodifikasi fisik (TP) dan tepung terigu TR): TP 10% : TR 90% (P1), TP 20% : TR 80% (P2), TP 30% : TR 70% (P3), TP 40% : TR 60% (P4), TP 50% : TR 50% (P5). Parameter yang diamati adalah respons organoleptik hedonik untuk warna, aroma, rasa, tekstur dan penerimaan keseluruhan. Data dianalisis dengan ANOVA, dilanjutkan uji Duncan pada a 5%. Panelis menyukai kulit pie pada level netral cenderung agak suka dari formula P3 (TP 30% dan TR 70%) dengan skor tertinggi untuk warna, aroma, rasa, dan tekstur. Formula tepung terigu komposit dengan substitusi tepung pisang termodifikasi fisik 30% dapat menjadi bahan baku diversifikasi pangan lokal rendah gluten.
Karakteristik mutu sosis vegetarian jamur sawit (Volvariella volvaceae) dengan penambahan tepung biji durian termodifikasi Widawati, Lina; Putri, Welin Camelia; Prasetya, Andwini
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.2.2025.19764.85-92

Abstract

Sosis merupakan bentuk olahan pangan yang dibuat dari pencampuran daging halus dan tepung atau pati dengan bumbu serta bahan tambahan makanan yang diizinkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakteristik mutu sosis jamur sawit dengan penambahan tepung biji durian termodifikasi. Penelitian ini adalah penelitian faktor tunggal (penambahan tepung biji durian termodifikasi) yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 6 taraf perlakuan, yaitu 15, 30, 45, 60, 75, dan 90 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan porsi tepung biji durian termodifikasi berpengaruh tidak nyata (p > 0,05) terhadap respons organoleptik hedonik untuk warna, aroma dan penilaian keselurahan sosis jamur sawit, namun berpengaruh nyata (p < 0,05) terhadap respons organoleptik hedonik untuk rasa dan tekstur. Menggunakan metode pembobotan aditif, perlakuan yang memberikan respons organoleptik hedonik terbaik adalah penambahan tepung biji durian termodifikasi sebanyak 45 g. Perlakuan tersebut menghasilkan sosis dengan karakteristik sensoris hedonik suka untuk atribut warna, aroma, dan rasa, sedangkan untuk atribut tekstur dan penilaian keseluruhan mendapatkan respons agak suka. Karakteristik kimia sosis jamur sawit tersebut adalah mempunyai kadar air, serat dan protein, berturut-turut 69,73%, 3,25%, dan 10,00%.

Page 1 of 1 | Total Record : 10