cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 98 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 3 (2025)" : 98 Documents clear
Representation Social Concern in the Novel Orang Miskin Dilarang Sekolah: Strengthening the Profile of Pancasila Students in Schools Indiyah Purwaningsih; Widayati, Mukti; Nurnaningsih, Nurnaningsih
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6637

Abstract

The purpose of this study is to describe the representation of social concern and how it reinforces the Pancasila Student Profile through the literary narrative of the novel Orang Miskin Dilarang Sekolah by Wiwid Prasetyo. This qualitative research employs a descriptive content analysis method with a literary sociology approach. Data were collected using listening, reading, and note-taking techniques on textual elements—words, phrases, sentences, and quotations—that contain elements of social concern. Data were obtained from the primary source (the novel) and supported by secondary textual references. Sampling was conducted purposively, and data validity was ensured through triangulation of sources and theories, as well as peer review and observer persistence. The data were analyzed through content analysis followed by dialectical techniques to identify interactions between social values and character formation. The findings reveal four main representations of social concern: (1) inequality in access to education, (2) societal indifference toward the poor, (3) individual resistance to social injustice, and (4) family empathy towards children's educational aspirations. These elements significantly contribute to the internalization of Pancasila Student Profile values, including mutual cooperation, independence, social justice, and empathy. The novel thus functions not only as a reflection of social reality but also as a medium to strengthen the values of character education aligned with national ideology.
Representation of Independence in Guru Aini's Novel and Its Implications for Literacy Practices in Schools Sulami, Sri; Widayati, Mukti; Nurnaningsih, Nurnaningsih
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6638

Abstract

Independence is a crucial character trait that needs to be developed in educational settings. This study aims to analyze the representation of independence in Andrea Hirata's novel Guru Aini and examine its practical implications for literacy practices in schools, specifically focusing on students' behavioral and psychological conditions regarding literacy habits. This qualitative descriptive study employed a case study approach based on literary psychology perspective. Data consisted of words, statements, quotations, and sentences containing independence meanings from the 200-page novel Guru Aini published by Pustaka Belitung. Data collection utilized analytical reading and note-taking techniques. Data validity was ensured through source and method triangulation. Content analysis with literary psychology approach was employed, followed by interactive data analysis including data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The study identified three forms of independence representation: (1) Emotional independence - characters' ability to manage feelings without external support; (2) Social independence - adaptation and interaction capabilities in diverse environments; (3) Professional independence - autonomous decision-making in academic and career pursuits. The analysis revealed that literacy habits focusing on independence support students' development of critical thinking, autonomous learning, and responsibility. Literary works can serve as effective media for instilling independence values in students. The implications suggest that incorporating independence-themed literature in school literacy programs can enhance students' character development and learning autonomy.
Ketidaksetaraan Gender dalam Novel My Crazy Feminist Girlfriend Karya Min Ji-Hyoung: Kajian Semiotika Fathiyya, Thahira Vinitharya; Risa Triarisanti; Asma Azizah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6674

Abstract

Penelitian mempunyai latar belakang dari kuatnya sistem patriarki dalam masyarakat Korea Selatan yang berdampak pada ketidaksetaraan gender yang tergambar dalam novel 나의 미친 페미니스트 여자친구 (My Crazy Feminist Girlfriend) karya Min Ji-Hyoung. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengungkap simbol-simbol ketidaksetaraan gender dan bentuk-bentuk ketidakadilan yang dialami oleh tokoh perempuan dalam novel. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes, mencakup analisis denotasi, konotasi, dan mitos, serta didukung oleh teori feminisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 simbol yang mewakili ketidaksetaraan gender meliputi simbol kecantikan dan feminin, kekerasan seksual, dan moralitas ganda. Simbol-simbol tersebut membentuk mitos budaya yang memperkuat ideologi patriarki. Selain itu, ditemukan lima bentuk ketidaksetaraan gender yaitu marginalisasi, subordinasi, stereotip, beban kerja ganda, dan kekerasan, dengan total 28 data yang dianalisis. Penelitian ini memberikan refleksi terhadap realita dalam budaya patriarkal. Penelitian ini diharapkan membuka ruang diskusi mengenai pentingnya keberpihakan terhadap perempuan dan mendukung perjuangan kesetaraan melalui kajian sastra.
Ome TV Application as Media to Practice Speaking Skill: Students’ Perspective Anggini, Nurasiah; Maryati Salmiah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6712

Abstract

This research aims to explore Generation Z students’ perceptions of using the Ome TV application as a digital platform to improve their English-speaking skills. In the era of technological advancement, Ome TV offers real-time video interactions that provide authentic language practice opportunities with native speakers and global users. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews with selected Gen Z participants aged 18–24 who have actively used Ome TV. The findings show that Ome TV offers several advantages, including increased speaking confidence, enhanced vocabulary, improved fluency, and flexibility in time and location, which aligns with the independent and digital-based learning preferences of Generation Z. In addition, the spontaneous nature of conversations encourages learners to apply vocabulary in contextual situations. However, several challenges were also identified, such as unstable internet connections, exposure to inappropriate content, and difficulty understanding different accents. Despite these challenges, most participants viewed the experience positively and considered it a valuable supplement to traditional language learning methods. This study concludes that Ome TV can serve as an effective alternative media to support speaking practice, especially for tech-savvy learners. The results are expected to contribute to the development of more interactive and safe technology-based language learning strategies that meet the expectations of today’s digital generation.
Menulis Cerita Pendek Berbasis Budaya Madura pada Peserta Didik Kelas XI Moh Rizal Ali; Titik Harsiati; Imam Agus Basuki
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6722

Abstract

Pengembangan bahan ajar bertujuan memajukan kecakapan menulis cerita pendek di kelas XI. Bahan ajar dikembangkan menggunakan muatan budaya Madura serta penilaian yang berbentuk assessment as learning. Metode penelitian menggunakan model ADDIE. Uji coba dilakukan di kelas XI dengan jumlah 36 peserta didik. Bahan ajar telah dilakukan uji validasi dengan melibatkan dosen ahli pembelajaran dan praktisi. Hasil validasi oleh ahli pembelajaran memperoleh skor rata-rata 82,86% pada kelayakan isi, 72% kelayakan komponen kebahasaan, 73,33% kelayakan materi, dan 80% pada kelayakan tampilan bahan ajar. Sedangkan dari praktisi pada kelayakan isi mendapatkan skor rata-rata 97%, kelayakan kebahasaan 96%, kelayakan materi 83%, dan kelayakan tampilan 84%. Berdasarkan hasil validasi tersebut maka bahan ajar layak untuk diimplementasikan dalam pembelajaran. Pada hasil uji coba bab I nilai rata-rata pretest 52,75% sedangkan posttest memperoleh skor rata-rata 90,67%. Selanjutnya hasil bab II pada pretest memperoleh rata-rata 60,56% dan posttest memperoleh 87,64%. Terakhir bab III, pada hasil pretest memperoleh skor rata-rata 59,58% dan posttest memperoleh skor rata-rata 85,42%. Berdasarkan hasil tersebut, terindikasi pengaruh penggunaan bahan ajar terhadap pengembangan menulis cerpen pelajar kelas XI.
Segmental English Phonemes In NF’s Rap Song Story: Exploring Type And Rule Abdullah, Bachtiar; Mahmud, Lida Holida
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6727

Abstract

This study aims to identify phonemes’ changing in NF rap song, in terms of the types of phonological rules in vowels and consonants; assimilation, dissimilation, and deletion. Furthermore, this study figures out how these phonological rules are formed. The rap song Story NF is chosen as the object study in terms of research on phoneme analysis in rap song is still limited. This research applied a qualitative approach. This research employs Lass' (1984) theory as the main theory to analyze data. The data found fifty cases which consist of six regressive assimilation, nine progressive assimilation, four fusional assimilation, two dissimilation, and thirty-three deletion processes. They consist of twenty-two aphaeresis, four syncope, and seven apocope. The findings show that progressive assimilation is the most frequently applied process from the assimilation aspect. At the same time, aphaeresis is the most commonly used process in the deletion aspect, highlighting how connected speech is naturally formed to adapt to the rhythm-driven nature of rap music. All of this connected speech occurs because of rapid speech.
Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V SD Negeri 130/VI Sungai Manau III Safitri, Dini; Aprizan, Aprizan; Puput Wahyu Hidayat
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6732

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan membaca pemahaman siswa kelas V SD Negeri 130/VI Sungai Manau III. Siswa mengalami kesulitan dalam menemukan ide pokok, menjawab pertanyaan berdasarkan teks, serta kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses dan hasil keterampilan membaca pemahaman melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas dua pertemuan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas V pada Semester I Tahun Pelajaran 2025/2026. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran mengalami peningkatan. Skor observasi pendidik meningkat dari 68,75% (siklus I pertemuan 1) menjadi 93,75% (siklus II pertemuan 2). Pada aspek peserta didik, kategori “sangat baik” meningkat dari 38,46% menjadi 50%, sementara kategori “kurang” menurun dari 19,23% menjadi 0%. Hasil belajar siswa juga menunjukkan peningkatan, yaitu dari 65,4% siswa yang tuntas pada siklus I menjadi 84,6% pada siklus II. Dengan demikian, penerapan model CIRC terbukti dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa.
Analisis Kemampuan Siswa Menulis Teks Deskripsi Bertemakan Kearifan Lokal Madura Wilda Suci Annuriza; Imam Agus Basuki; Titik Harsiati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan peserta didik dalam menulis teks deskripsi dengan tema kearifan lokal Madura. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan data berupa hasil tulisan peserta didik tingkat Sekolah Menengah Pertama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Analisis data difokuskan pada beberapa indikator penilaian teks deskripsi, yaitu aspek kebahasaan berupa judul dan isi teks, aspek isi berupa identifikasi, deskripsi, dan penutup, serta aspek kearifan lokal Madura berupa penggunaan bahasa dan budaya Madura. Hasil penelitian terhadap 15 peserta didik menunjukkan beragam kategori kemampuan, mulai dari sangat baik, baik, cukup, hingga kurang. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik dalam menulis teks deskripsi bertema kearifan lokal Madura tergolong baik berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh.
Representasi Nilai Budaya Jawa dalam Buku Cerita Anak Dwibahasa: Kajian Simbolisme dan Aspek Kebahasaan pada Buku Terbitan Balai Bahasa Jawa Timur Tahun 2023 Rokhmawati, Zahro; Aal Inderajati; Patricia Elsa Marchelia Wibiasty; Dwika Muzakky Anan Taturia; Nisa Hanum Mufida
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis simbol kearifan lokal dan aspek kebahasaan dalam lima buku cerita anak dwibahasa terbitan Balai Bahasa Jawa Timur tahun 2023, yaitu Nonton Festival Musik Lesung, Seni Jaran Kencak, Ladu Pelangi Noni, Festival Bandeng Kawak, dan Cokelat Saka Lempung. Penelitian menggunakan metode analisis isi kualitatif dengan pendekatan teori simbolisme budaya Clifford Geertz, semiotika Roland Barthes, linguistik budaya Palmer, serta literasi dwibahasa Baker. Data berupa kutipan teks naratif, dialog, dan kosakata kultural yang dianalisis untuk mengungkap makna denotatif dan konotatif simbol, serta fungsi kosakata dalam pelestarian budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap cerita memuat simbol budaya yang mewakili lima dimensi kearifan lokal Jawa: tradisi agraris (lesung), seni pertunjukan (jaran kencak), kuliner keluarga (ladu), perayaan ekonomi pesisir (bandeng kawak), dan inovasi lokal (lempung & cokelat). Simbol tersebut hadir melalui narasi, tokoh, dan latar yang sarat nilai seperti gotong royong, rukun, persaudaraan, kreativitas, dan keberlanjutan. Aspek kebahasaan memperlihatkan pemakaian kosakata kultural dalam bahasa daerah dan padanannya dalam bahasa Indonesia, sehingga berfungsi ganda sebagai sarana preservasi bahasa daerah dan jembatan pemahaman lintas budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa buku cerita anak dwibahasa dapat menjadi media efektif dalam internalisasi nilai budaya dan penguatan literasi multibahasa pada anak.
Representasi Budaya Bima dalam Puisi Karya Siswa Kelas VIII SMP Negeri 5 Kota Bima Mauluddin, Imam; Dwi Sulistyorini; Azizatuz Zahro
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6758

Abstract

Puisi sebagai ekspresi sastra memiliki dalam merepresentasikan identitas budaya, terutama ketika ditulis oleh generasi muda. Namun perhatian terhadap karya puisi siswa tingkat SMP masih tergolong minim, terutama dalam konteks budaya lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menguraikan bentuk-bentuk representasi budaya yang terdapat dalam karya puisi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui analisis isi puisi-puisi yang dikumpulkan, dengan fokus pada penggambaran artefak, tradisi, dan tari lokal Bima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Bima direpresentasikan secara multidimensional dalam puisi siswa. Representasi artefak meliputi masjid tua, uma lengge, alat musik silu, dan paju ro’o ta’a, yang dimaknai sebagai simbol spiritual, historis, fungsional, dan identitas. Dalam kategori tradisi, ditemukan representasi mbolo weki, compo sampari, dan rimpu, yang menggambarkan nilai-nilai musyawarah, kehormatan, dan identitas perempuan Bima yang diwariskan secara turun-temurun. Sementara itu, tari tradisional seperti tari buja kandanda dan Tari Kalero direpresentasikan sebagai ekspresi rasa syukur, keberanian, dan hubungan spiritual dengan leluhur yang menyoroti fungsi tari sebagai media komunikasi dan ekspresi kolektif. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya mengenali unsur budaya Bima secara superfisial, tetapi juga mampu menafsirkan dan mengolahnya dalam bentuk yang kreatif. Kemampuan ini menegaskan bahwa puisi merupakan media yang efektif dalam menanamkan dan memperkuat kesadaran serta identitas budaya lokal di kalangan generasi muda, sekaligus berkontribusi pada pelestarian budaya Bima.

Page 9 of 10 | Total Record : 98