cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses" : 20 Documents clear
Exploring English Reading Barriers: A Teacher’s Perspective from a Remote Elementary School Jessica Angeline De Eloisa Tobing; Dedi, Dedi; Harmita sari
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/gxpx9v67

Abstract

Reading instruction in English at the elementary school level plays a crucial role in academic development, particularly for students in remote areas. This study aims to explore the reading challenges faced by students learning English at a remote elementary school in Taiwan, based on the perspectives of the foreign English teacher (FET). The focus of this research is to identify the barriers affecting students' reading abilities and to find teaching strategies that can overcome these challenges. This study employs a qualitative descriptive approach, with the subjects being English teachers at an elementary school in a remote area. Data were collected through semi-structured interviews with a foreign English teacher (FET) and analyzed using the data condensation, data display, and conclusion verification methods.  The results indicate that key challenges include low motivation, limited vocabulary, first language interference, curriculum gaps, and limited exposure to native English contexts. Beyond identifying barriers, this study contributes to the field of TEFL in under-resourced areas by proposing a localized pedagogical framework that aligns curriculum expectations with students' developmental readiness. It offers significant implications for policymakers regarding the necessity of early-grade exposure and provides educators with evidence-based strategies to bridge the home-school disconnect through enhanced family engagement and structured phonetic instruction.        
Deiksis sebagai Representasi Sifat Dark Triad dalam Buku Kumpulan Cerpen Gres Karya Putu Wijaya Gigih Caesar Wahyu P; Roekhan, Roekhan; Azizatuz Zahro’
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/za5jy204

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan deiksis dalam kumpulan cerpen Gres karya Putu Wijaya untuk merepresentasikan sifat Dark Triad (narsisme, machiavellianisme, psikopati). Tujuan penelitian ini adalah 1.) mendeskripsikan ragam deiksis yang merepresentasikan sifat Dark Triad dalam buku kumpulan cerpen Gres karya Putu Wijaya, 2.) mendeskripsikan penggunaan deiksis  yang merepresentasikan sifat Dark Triad dalam buku kumpulan cerpen Gres karya Putu Wijaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis dialog untuk menganalisis data berupa deiksis. Teknik dokumentasi meliputi pemilihan buku cerpen karya Putu Wijaya yang relevan, digitalisasi teks cerpen yang sudah dipilih, identifikasi penggunaan deiksis yang mencerminkan sifat Dark Triad, serta analisis data berupa ragam dan penggunaan deiksis pada dialog antar tokoh dalam cerpen. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 4 ragam deiksis yang menggambarkan sifat dark triad pada buku kumpulan cerpen Gres. Data berjumlah 28 data deiksis: persona (23 data), sosial (3 data), temporal (1 data), dan spasial (1 data). Deiksis persona menjadi ragam deiksis yang paling sering muncul dalam penelitian kali ini dengan jumlah 23 data, sedangkan sifat machiavelianisme yang digambarkan dalam deiksis menjadi sifat yang paling menonjol dalam penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa deiksis tidak hanya berfungsi dalam ujaran, tetapi juga mencerminkan sifat dan karakter tokoh dalam sastra.
Dinamika Kekerasan Fisik dan Psikis dalam Serial Wetv Cinta Mati: Analisis Psikologi Trauma Cathy Caruth Sella Adinda Putri; Yermia Nugroho Agung Wibowo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/mhvsq156

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi dinamika kekerasan fisik dan psikis serta dampaknya terhadap trauma tokoh dalam serial WeTV Cinta Mati karya Danial Rifki. Menggunakan pendekatan psikologi sastra, penelitian ini mengintegrasikan kerangka teori Judith Herman untuk membedah pola dinamika kekerasan dan Cathy Caruth untuk mengidentifikasi manifestasi serta dampak trauma. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data episode 10A-10B. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, simak, dan catat dengan pengkodean, serta divalidasi melalui wawancara semi-terstruktur bersama penonton muda dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pola kekerasan interpersonal bermanifestasi dalam bentuk kekerasan fisik dan psikis sistematis yang menciptakan keterikatan patologis; (2) identifikasi trauma pada tokoh pelaku mengungkap adanya pengalaman yang tidak terklaim (unclaimed experience); (3) dampak trauma psikologis tokoh korban muncul sebagai fenomena yang tertunda melalui gejala kilas balik, dan ledakan emosional. Studi ini menyimpulkan bahwa serial Cinta Mati secara akurat merepresentasikan kompleksitas trauma sebagai proses kejiwaan yang berkelanjutan, mempertegas pentingnya literasi kesehatan mental dalam konsumsi karya audiovisual yang berbeda dan aktual, sekaligus menjawab kebutuhan akan perluasan objek kajian sastra dalam konteks media baru.  
Strategi Integrasi Kearifan Lokal melalui Media Digital Canva dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Anzar, Anzar; Amal Akbar; Sri Rahmadani Syarif
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/ew4c1x95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi integrasi kearifan lokal melalui media digital Canva dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Penelitian ini didasari pentingnya pelestarian identitas budaya, penguatan pendidikan karakter, serta peningkatan literasi digital melalui pemanfaatan media pembelajaran yang kreatif dan interaktif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang baik mengenai urgensi kearifan lokal dalam pembelajaran, serta menilai Canva sebagai media yang efektif, mudah diakses, dan relevan dengan karakteristik siswa. Strategi integrasi yang ditemukan meliputi: (1) penyajian cerita rakyat Pangkep dalam bentuk e-poster, (2) visualisasi peribahasa Bugis-Makassar dalam infografis interaktif, dan (3) pengembangan puisi siswa bertema laut, perahu pinisi, dan budaya lokal dengan dukungan visualisasi Canva. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan Canva mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman terhadap nilai budaya lokal, serta mengembangkan kreativitas, literasi digital, dan keterampilan kolaboratif. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal melalui media digital menjadi strategi yang efektif untuk menghadirkan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang kontekstual, menarik, dan bermakna.
Ekofeminisme pada Novel Raifa dalam Dekapan Selembu: Representasi Nilai Pendidikan Lingkungan dan Agency Perempuan Tasya Putri; Juanda, Juanda; Asia, Asia
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/xvzg3x45

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi nilai pendidikan lingkungan dan agency peremuan dalam novel Raifa dalam Dekapan Selembu karya Boy Abdaz dengan menggunakan perspektif ekofeminisme Vandana Shiva. Sumber data penelitian ini berasal dari novel Dekapan Selembu karya Raifa. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik membaca intensif terhadap novel, dokumentasi, serta pencatatan kutipan yang relevan dengan rumusan masalah penelitian. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data melalui proses selecting, focusing, abstracting, serta simplifying dan transforming untuk memperoleh pemaknaan yang sistematis terhadap data penelitian. Nilai pendidikan lingkungan dianalisis melalui kerangka UNESCO, yang mencakup kesadaran lingkungan, pengetahuan lingkungan, sikap terhadap lingkungan, keterampilan lingkungan, dan partisipasi lingkungan. Sementara itu, agency perempuan ditelaah dalam aspek kondisi lingkungan, ilmu dan alam, pengetahuan lokal, hutan dan pohon super, keanekaragaman lingkungan, dan pemulihan sumber daya alam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa novel Raifa dalam Dekapan Selembu merepresentasikan nilai pendidikan lingkungan sekaligus agency perempuan melalui hubungan tokoh perempuan dengan alam yang ditampilkan dalam alur, karakter, dan simbol ekologis. Perempuan digambarkan sebagai aktor utama dalam menjaga dan memulihkan lingkungan melalui kesadaran ekologis, kepemimpinan, serta pemanfaatan pengetahuan lokal yang memperkuat praktik pelestarian alam. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis bagi kajian sastra Indonesia dengan menghadirkan analisis terpadu antara ekologis, gender, dan pendidikan lingkungan.
Menjajaki Relevansi Folklor dengan Toponimi Lima Desa Kawasan Situs Adipati Panjer sebagai Pemertahanan Konstruksi Sejarah Lisan : Kajian Linguistik Antropologis Eliesa Ratih Anggraeni; Daru Winarti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/qcy6ey10

Abstract

Penelitian ini membahas toponimi di kawasan Situs Adipati Panjer, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, yang berkaitan dengan folklor tentang peperangan antara Adipati Panjer dan Gendam Semaradana. Kajian ini bertujuan mengungkap makna dan fungsi penamaan lima desa di kawasan tersebut yaitu Gondang, Kenep, Kayunan, Jarak, dan Kalasan berdasarkan perspektif linguistik antropologis dan semiotika Ferdinand de Saussure, serta klasifikasi makna toponimi menurut Sudaryat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik triangulasi data yang melibatkan wawancara mendalam dengan juru kunci dan kepala desa, observasi lapangan, serta studi literatur terhadap naskah Babad Khadiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penamaan lima desa di sekitar Situs Adipati Panjer merefleksikan nilai-nilai historis, geografis, dan budaya masyarakat setempat yang berakar pada folklor. Temuan dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa konsep arbitraritas bahasa yang dikemukakan Ferdinand de Saussure berlaku pada penamaan desa yang berasal dari latar belakang folklor, seperti desa Gondang mempunyai makna referensial kebo ghondangen, desa Kenep mempunyai makna nginep, desa Kayunan mempunyai makna ayun, desa Jarak mempunyai makna pohon jarak, desa Kalasan mempunyai makna alas. Berdasarkan klasifikasi makna toponimi Sudaryat dikelompokkan menjadi tiga yaitu, Desa Gondang dan Kayunan menunjukkan aspek kebudayaan, Kenep menunjukkan aspek kemasyarakatan, sedangkan Jarak dan Kalasan merepresentasikan aspek perwujudan atau alam. Dengan demikian, toponimi di kawasan Situs Adipati Panjer tidak hanya berfungsi sebagai penanda geografis, tetapi juga sebagai sistem tanda budaya yang menyimpan sejarah lisan di Kabupaten Kediri dan pemertahanan identitas daerah.
Faktor Alih Kode dan Campur Kode dalam Youtube Channel Keluarga Bacil Hana Tri Wardani; Linda Eka Pradita; Hari Wahyono
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/ewphnf28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk serta faktor penyebab terjadinya alih kode dan campur kode dalam vlog YouTube Keluarga Bacil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis isi (content analysis). Data penelitian berupa tuturan lisan yang terdapat dalam satu video vlog Keluarga Bacil yang dipilih secara purposive sampling karena mengandung fenomena kebahasaan yang kaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan pencatatan dengan cara menonton video secara berulang, mentranskripsikan tuturan, serta mengklasifikasikan data sesuai kategori alih kode dan campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam video vlog yang dianalisis terdapat fenomena alih kode dan campur kode. Bentuk alih kode yang ditemukan adalah alih kode eksternal, yaitu peralihan bahasa dari bahasa Indonesia ke bahasa Thailand serta dari bahasa Inggris ke bahasa Thailand. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan empat data alih kode eksternal, yang terdiri atas dua data alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Thailand dan dua data alih kode dari bahasa Inggris ke bahasa Thailand. Alih kode tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor lawan tutur, kehadiran orang ketiga, perubahan topik pembicaraan, dan tujuan membangkitkan humor. Selain itu, penelitian ini juga menemukan sebelas data campur kode yang meliputi penyisipan kata, frasa, perulangan kata, klausa, baster, dan idiom yang berasal dari bahasa Inggris dan bahasa Thailand. Faktor penyebab terjadinya campur kode meliputi faktor sikap penutur (attitude type) dan faktor kebahasaan (linguistic type). Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian sosiolinguistik dengan menunjukkan dinamika penggunaan bahasa dalam media digital, khususnya vlog keluarga, sebagai refleksi interaksi sosial masyarakat multibahasa.
Needs Analysis for the Development of Teaching Materials for Writing Speech Texts in Grade VIII of Junior High Schools/Islamic Junior High Schools Dinil Arifah; Charlina, Charlina; Hasnah Faizah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/ng6gv314

Abstract

This study aims to analyze the needs for developing instructional materials for teaching speech text writing to eighth-grade students in junior high schools (SMP/MTs). It focuses on identifying the gaps between existing materials and the actual needs of teachers and students to support effective and contextual speech-writing instruction. A descriptive qualitative method was employed through classroom observation, questionnaires, and document analysis involving Indonesian language teachers and eighth-grade students at MTs Baituddin Petapahan. The findings reveal a significant gap between the availability and the necessity of instructional resources, with 90% of teachers and 78% of students indicating the need for specialized materials, while only 25% of schools provide them. Existing materials were considered inadequate in terms of varied examples, language clarity, step-by-step guidance, and interactive exercises. Moreover, 83% of students reported difficulty understanding the content, and 72% noted insufficient practice opportunities. Although the visual design was rated moderately attractive, the materials lacked contextual relevance and substantive quality. In conclusion, the development of innovative, context-based materials that are visually appealing, structured, and enriched with diverse exercises is urgently required to improve students’ speech-writing skills. This study contributes theoretically by enriching the body of research on needs analysis in writing instruction, particularly in the context of speech text writing at the junior high school level, and practically by providing empirical evidence that can serve as a foundation for developing contextual, model-based, and learner-centered teaching materials. Recommendations include creating model-based instructional resources that incorporate local cultural values, authentic examples, and interactive digital media to enhance student engagement and instructional effectiveness.
Legenda Jaka Tarub Hipogram Webtoon '7 Wonders': Alih Wahana Naratif dalam Media Digital Refisa Ananda; Syafruddin, Syafruddin; Farel Olva Zuve; Murni Maulina; Nunung Supratmi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/s1fjx287

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji alih wahana naratif legenda Jaka Tarub sebagai hipogram dalam webtoon 7 Wonders. Data penelitian ini bersumber dari Webtoon 7 Wonders karya Metalu dan Legenda Jaka Tarub karya W. L. Olthof, yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan intertekstual dan teori hipogram Riffaterre. Temuan penelitian menunjukkan bahwa webtoon tersebut secara efektif merupakan turunan dari legenda Jaka Tarub dengan mempertahankan elemen naratif inti sekaligus memodernisasi karakter dan simbol melalui teknik ekspansi dan konversi. Meskipun terjadi peralihan dari sastra lisan tradisional ke media digital, adaptasi ini berhasil mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, seperti lagu Lingsir Wengi dan wedhang uwuh, sehingga tetap relevan bagi audiens kontemporer. Pembaca memberikan respons positif dan merasakan kebanggaan budaya, serta mengakui karya tersebut sebagai cara inovatif untuk melestarikan cerita rakyat Indonesia. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya platform digital sebagai sarana yang berharga untuk pelestarian budaya guna memastikan narasi tradisional tetap relevan dan diminati oleh generasi muda.
Dekonstruksi Budaya Jawa melalui Kegiatan Selapanan Quran Ahad Wage di Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu Semarang: Kajian Etnografi Komunikasi Elisa, Veny; Agus Subiyanto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/b3e00r18

Abstract

Selapanan Quran Ahad Wage menjadi salah satu bagian kegiatan formal pondok pesantren Kyai Galang Sewu Semarang yang masih tetap eksis hingga kini sejak pesantren tersebut berdiri. Selapanan Ahad Wage berkaitan erat dengan salah satu filsafat Jawa yang menggambarkan perilaku masyarakat yaitu nerimo ing pandhum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi yang ada dalam kegiatan rutinan Selapanan Quran Ahad Wage serta model dekontruksi budaya Jawa yang tercermin melalui kegiatan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan observasi partisipan, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan jenis komunikasi dalam Selapanan Quranan Ahad Wage yang terdiri jenis komunikasi verbal dan non verbal. Pola komunikasi yang digunakan dalam Selapanan ini adalah pola komunikasi satu arah yang melibatkan Kiai sebagai speaker dan santri sebagai audience. Model dekonstruksi budaya Jawa yang tercermin dari kegiatan Selapanan Quran Ahad Wage adalah kegiatan yang bersifat paksaan minimal, dengan tujuan agar hasil yang dimaksud dapat berjalan maksimal

Page 1 of 2 | Total Record : 20