cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Sandera Israel dan Palestina dalam Pemberitaan CNN dari Perspektif Fairclough Sherina, Putri; Mardiah, Zaqiatul
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4403

Abstract

Konflik Israel-Palestina merupakan salah satu konflik paling kompleks dan berkepanjangan yang sering menjadi sorotan media internasional. Penelitian ini akan mengungkap bagaimana CNN sebagai platform berita yang mewakili pers Barat (Amerika) menggambarkan Palestina melalui pemberitaan tentang situasi sandera dari pihak Israel dan pihak Palestina. Adapun Palestina yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah khusus pada organisasi yang ada di dalamnya, yaitu Hamas. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 berita mengenai situasi warga Palestina yang disandera oleh Israel dan 10 berita mengenai situasi warga Israel yang disandera oleh Palestina dalam jangka waktu delapan bulan sejak serangan udara Pasukan Hamas ke Israel pada tanggal 7 Oktober 2023 hingga bulan Mei 2024. Kemudian data dianalisis menggunakan analisis wacana kritis Fairclough dimensi mikrostruktural dengan bantuan korpus Sketch Engine. Melalui analisis kohesi dan koherensi, tata bahasa, dan leksikal, terlihat bahwa CNN cenderung berpihak pada Israel dengan membingkai Hamas sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan dan ancaman dalam konflik tersebut.
Etnografi Komunikasi Ritual Brokohan Sapi di Desa Sendangwungu Kabupaten Blora Nuradita, Rizki Dwi; Subiyanto, Agus
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi dan makna tradisi brokohan sapi di Desa Sendangwungu Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blor. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi dan makna tuturan dalam tradisi brokohan sapi di Desa Sendangwungu Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora. Data penelitian ini merupakan data sekunder, yaitu video ritual brokohan sapi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara dengan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan etnografi komunikasi, yaitu metode yang menggambarkan fenomena budaya secara sistematis dan rinci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ritual brokohan sapi di Desa Sendangwungu, Kabupaten Blora merupakan ekspresi syukur masyarakat suku Jawa atas kelahiran anak sapi yang dianggap membawa rejeki dan berkah. Dalam brokohan sapi terdapat rangkaian prosesi beserta tuturan yang dituturkan oleh pemandu ritual. Pada tuturan prosesi ritual ini, terdapat istilah 'raja kaya’ yang merujuk pada konsep kemakmuran yang ditandai dengan kepemilikan hewan ternak, seperti sapi, yang berdasarkan sejarah masyarakat Jawa dipandang sebagai aset penting dan sumber kekayaan.
Problematika Komunikasi Pemelajar BIPA dan Mitra Bahasa dalam Pelaksanaan Tutorial Program BIPA UM 2022 Diella Rosa; Gatut Susanto; Imam Suyitno
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4408

Abstract

Suatu proses komunikasi dapat dikatakan berhasil ketika mitra tutur dapat memahami pesan yang disampaikan oleh penutur. Namun, dalam proses komunikasi, dimungkinkan pula adanya gangguan komunikasi yang menyebabkan terhambatnya keberhasilan komunikasi. Dalam pembelajaran bahasa kedua atau bahasa lanjutan, pemelajar seringkali menemui berbagai problematika komunikasi. Problematika komunikasi yang terjadi dalam pelaksanaan tutorial dapat terjadi dari aspek kebahasaan maupun nonkebahasaan. Pada penelitian ini, pemelajar dan mitra bahasa yang diteliti berasal dari program-program BIPA UM tahun 2022, yaitu program In-Country dan program Critical Language Scholarship (CLS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (case study). Sumber data dalam penelitian kualitatif ini merupakan 15 narasumber, partisipan, atau informan yang berasal dari mitra bahasa program In-Country 2022 dan CLS 2022. Berdasarkan hasil analisis penelitian, ditemukan empat problematika aspek kebahasaan dan tiga problematika aspek nonkebahasaan. Problematika aspek kebahasaan berupa 1) keterbatasan kosakata, 2) ketidaktepatan penggunaan aspek leksikal, 3) ketidaktepatan penggunaan aspek gramatikal, dan 4) kesalahan pelafalan. Problematika aspek nonkebahasaan berupa 1) kondisi fisik, 2) gegar budaya (shock culture), dan 3) lingkungan.
Pemberontakan Tokoh Kiran terhadap Dogma Agama dalam Novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! Karya Dahlan Fadilah, Nurmilah; Bastian Zulyeno
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4427

Abstract

Perasaan absurditas dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! (2023) karya Muhidin M. Dahlan dialami oleh tokoh Kiran akibat kegagalannya untuk mendekatan diri kepada Tuhan dengan mengikuti organisasi Islam. Penelitian ini berfokus untuk mengungkapkan perwujudan absurditas yang dialami oleh tokoh Kiran dan pemberontakan tokoh Kiran terhadap dogma agama. Tujuan utama dari penelitian ini untuk mengidentifikasi pemberontakan yang dilakukan tokoh kiran untuk mendapatkan kebebasan atas batinnya yang terkurung dalam kenyataan yang tidak sesuai dengan kesempurnaan yang diidamkan. Melalui pendekatan kualitatif dengan kajian absurditas Camus, penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis dengan teknik pengumpulan data simak, baca, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perwujudan absurditas tokoh Kiran berupa perasaan kegagalan, penderitaan, keterasingan, pertentangan, kecemasan. Tokoh Kiran untuk mendapatkan kebebasan atas batinnya yang terkurung dalam kenyataan yang tidak sesuai dengan kesempurnaan yang diidamkan dengan melakukan pemberontakan metafisik dan historis. Dalam pemberontakan metafisik mengarah pada tindakan tokoh Kiran untuk menentang kondisi hidupnya dengan penolakan terhadap takdir dan pengingkaran moral. Sedangkan, pemberontakan historis mengarah pada penggantian nilai-nilai agama dengan nilai-nilai yang sesuai dengan penalarannya, sehingga tokoh Kiran melenyapkan keyakinannya terhadap Tuhan
Analysis Digital Track of Hate Speech on Instagram Using a Forensic Linguistic Katuuk, Nadia Novernia Cristy; Wantasen, Isnawaty Lydia; Imbang, Djeinnie
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4439

Abstract

This research investigates the phenomenon of hate speech on social media with data obtained from comments on Instagram posts by Gibran Rakabuming Raka, a public figure and politician who is currently the elected vice president. The study employs a qualitative descriptive method with the observation method and utilizes forensic linguistic theory in investigating hate speech comments. It analyzes five examples of hate speech found in the comment section of his private Instagram account @gibran_rakabuming. The data includes five forms of hate speech on Instagram, covering (1) insulting hate speech, (2) provocative hate speech, (3) inciting hate speech, (4) spreading false news hate speech, and (5) defamation hate speech. These findings underscore the importance of awareness in commenting on social media to avoid hate speech and the need for effective prevention measures to mitigate its negative impact on social media platforms. It highlights the importance of awareness and collective efforts to create a safer and more inclusive digital environment. This research contributes to understanding the dynamics of hate speech in the realm of social media.
Gender Representation In The English Textbook: “My Next Words” For Fourth-Grade Students Karsena, Reviana Azzahra; Ellisa Indriyani Putri Handayani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4443

Abstract

This study was aimed to investigate gender representation in an English Textbook entitled Student’s Book My Next Words for Elementary School which published by The Republic of Indonesia’s Ministry of Education and Culture in 2021 and students opinion related gender equality. This study used a qualitative research with content analysis design. Porecca’ (1984) framework was adopted for analyzing the female and male representation in the English textbook: omission (the ratio of females to males) in texts and illustrations, firstness, occupational visibility, noun, masculine generic construction, and adjective. The result of gender omission is not too high with the average ratio of females to male 1:1.03. For social dominance was not found in the textbook. The result of this study from the variants of firstness, occupation, noun, and masculine generic for males are varier than for females. Some stereotypes were found such as cooking for females’ activity and the breadwinner role for males. A limitation of the study is this research focuses on one textbook only. Thus, this study can’t be generalized. For this purpose, another study with a larger sample would be required a deeper analysis of the picture of the EFL textbook.
Perilaku Berbahasa Selingkung terhadap Pemerolehan Leksikon Anak Usia 18 sampai 22 Bulan Akhiruddin, Akhiruddin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.4444

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku berbahasa selingkung terhadap pemerolehan leksikon anak usia 18 sampai 22 bulan. Penelitian ini difokuskan pada pemerolehan bahasa pertama anak usia 18 bulan sampai 22 bulan yakni Nizar Balin Ramadan yang diperoleh secara langsung. Penelitian ini menggunakan desain longitudinal/cross-sectional yakni observasional natural dan terkontrol yang dijabarkan secara deskriptif. Hasil peneliti disimpulkan bahwa temuan perilaku berbahasa selingkung anak yakni bahasa daerah dipengaruhi faktor lingkungan sosio-geografis. Dalam hal ini, anak lebih dominan menggunakan leksikon bahasa Indonesia walaupun anak terpengaruh dengan perilaku berbahasa selingkungnya yang menggunakan bahasa daerah dan pembiasaan orang-orang di sekitarnya.
Analisis Hasil Penerjemahan Peribahasa Budaya Bahasa Perancis ke dalam Bahasa Indonesia Pada Situs Mondly.com Syaidina, Amanda Putri; Dudung Gumilar; Rika Widawati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alasan-alasan hasil penerjemahan yang kurang berterima dari peribahasa budaya bahasa Perancis ke dalam bahasa Indonesia pada situs mondly.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian terdiri dari 20 peribahasa bahasa Perancis dalam web mondly.com sebagai bahasa sumber (Bsu) dan bahasa Indonesia sebagai bahasa sasaran (Bsa). Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif ditinjau dari, ideologi penerjemahan menurut Venuti, dan prosedur teknik penerjemahan modulasi menurut Vinay & Dalbernet, dan kata berkategori budaya menurut Peter Newmark. Hasil analisis menunjukan terdapat 12 kata berkategori budaya yakni 4 data ekologi, 5 data kategori budaya material, serta 3 data kategori organisasi sosial. Teknik modulasi yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan peribahasa budaya pada situs tersebut adalah modulasi eksplikatif, negasi kebalikan, abstrak, mengganti simbolik, ruang waktu, bagian untuk bagian lainnya, interval dan batasan, serta modulasi istilah yang dibalik. Ideologi yang diusung penerjemah adalah foreignisasi dan domestikasi, akan tetapi penerjemah lebih banyak menggunakan ideologi foreignisasi untuk menerjemahkan peribahasa tersebut sehingga berdasarkan analisis data diatas hasil penerjemahan peribahasa budaya bahasa Perancis ke dalam bahasa Indonesia pada situs mondly.com dikatakan tidak berterima karena penerjemah terlalu berorientasi pada bahasa sumber, sehingga makna, nuansa, dan konteks budaya tidak disesuaikan dengan kebutuhan dan pemahaman pembaca dalam Bsa.
Strategi Guru dalam Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar Lutma Ranta Allolinggi; Sefrin S. Tangkearung; Sri Astuti Pasauran; Feprianti Alexander; Monika Rante Allo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4448

Abstract

Kurikulum merdeka belajar merupakan langkah pemerintah untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter profil pelajar pancasila. Penanaman pendidikan karakter dapat dilaksanakan dengan mengintregasikan budaya kearifan lokal yang terdapat di dalam sebuah komunitas masyarakat tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) berbasis kearifan lokal di UPT SDN 3 Sangalla Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh guru dalam penerapan P5 di UPT SDN 3 Sangalla Utara yaitu; 1) pembelajaran berbasis proyek, 2) kegiatan diskusi dan refleksi, 3) pemanfaatan teknologi, dan 4) kolaborasi dengan masyarakat lokal.
Analisis Penerjemahan Takarir Kata Kerja (Être Dan Avoir) Bahasa Perancis Ke Dalam Bahasa Indonesia pada Film Netflix “J'ai Perdu Mon Corps” Sumardi, Alya Alvi Riani; Dadang Sunendar; Dudung Gumilar
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4449

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan penggunaan serta penerapan teknik reduksi dalam kata kerja "être" dan "avoir"; serta (2) menganalisis tingkat keberterimaan dari hasil terjemahan dalam film tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data dengan metode simak bebas libat cakap dan teknik catat. Teori yang diadopsi adalah teori penerjemahan yang mencakup ideologi, metode, teknik, dan kualitas keberterimaan. Ideologi yang dianut dalam penelitian ini adalah foreignisasi dan domestikasi menurut Venuti (1995). Metode yang diterapkan adalah adaptasi (saduran) berdasarkan Newmark (1988). Teknik terjemahan yang digunakan, khususnya reduksi, mengacu pada Molina dan Albir (2002). Kualitas keberterimaan penerjemahan merujuk pada konsep yang diuraikan oleh Nababan (2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata kerja "être" sering digunakan untuk menyatakan kondisi atau identitas, dengan être principal muncul dominan dalam konteks domestikasi, sedangkan être auxiliaire juga sering diterapkan dan diterjemahkan dengan tepat. Kata kerja "avoir" digunakan untuk menunjukkan kepemilikan atau pengalaman, dengan avoir principal juga dominan dalam konteks domestikasi, sedangkan avoir auxiliaire sering diterjemahkan kurang akurat. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya pemahaman mendalam tentang perbedaan antara verbe principal dan verbe auxiliaire bagi siswa bahasa Perancis untuk membangun kalimat yang lebih akurat dan nuansa dalam komunikasi