cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Pemertahanan Kearifan Lingkungan dalam Novel Indonesia Arisa, Arisa; Muhammad Arafah; Andi Srimularahma
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merepresentasikan pemertahanan kearifan lingkungan dalam novel Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan teknik dokumen dan studi pustaka melalui tiga tahapan (1) pembacaan terhadap novel; (2) menandai kutipan yang terpilih sebagai data dan; (3) melakukan pencacatan serta inventaris data yang dianggap sesuai dengan fokus penelitian. Untuk menganalisis data, cara yang dilakukan (1) mereduksi data; (2) menyajikan data, dan (3) melakukan penarikan simpulan. Dalam penelitian ini, data adalah kutipan yang terdapat dalm novel Indonesia. Sedangkan sumber data penelitian terdiri atas novel Api Awan Asap (2015) karya Korrie Layun Rampan, Partikel (2012) karya Dee Lestari, dan Novel Tanah Tabu (2009) karya Aninditas S. Thayf. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini (1) sikap hormat manusia terhadap alam, memberikan ruang bagi seluruh mahkluk untuk hidup, tumbuh, dan berkembang secara alamiah sesuai kodrat penciptaannya; (2) sikap tidak merugikan alam dengan cara dikeramatkan, disakralkan, dan tidak menebang pohon sembarangan; (3) sikap tanggung jawab terhadap alam ditunjukkan dengan mengingatkan, melarang, dan menghukum siapa saja yang merusak ekosistem; (4) sikap hidup sederhana dan selaras dengan alam dengan memanfaatkan alam sesuai kebutuhan, tidak rakus, dan melakukan eksploitasi secara besar-besaran; (5) kasih sayang; dan (6) kepedulian terhadap alam.
Tindak Tutur Direktif dalam Film Induk Gajah the Series Season 2 Wahyuni, Hilmi; Martutik, Martutik; Susanto, Gatut
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk tindak tutur direktif dan mendeskripsikan fungsinya melalui teori yang dikemukakan oleh Searle dalam dialog film Induk Gajah the Series Season 2. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini berupa tuturan pada dialog yang diucapkan oleh tokoh yang ada dalam film Induk Gajah the Series Season 2 (2024). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui teknik simak dan catat. Penelitian menemukan 8 bentuk tindak tutur direktif dalam dialog film, yaitu perintah, suruhan, anjuran, larangan, nasihat, saran, harapan, dan desakan. Terdapat 19 tuturan yang mewakili berbagai bentuk tindak tutur direktif, yang melibatkan karakter-karakter seperti Ira, Marsel, Om Rahan, Tante Mona, Mamak Uli, dan lain-lain. Selanjutnya, dalam pembahasan, peneliti mendeskripsikan fungsi dari bentuk tindak tutur direktif dan ditemukan bentuk direktif yang paling banyak digunakan dalam film ini adalah direktif perintah sedangkan yang paling sedikit adalah direktif nasihat.
Leksikon Fauna dalam Peribahasa Banjar Kalimantan Selatan dalam Perspektif Ekologi Linguistik Agustina, Lili; Isna Kasmilawati; Nana Suciati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5043

Abstract

Masyarakat Banjar memiliki potensi alam yang melimpah. Hal ini terlihat dari beragamnya fauna yang terdapat di Kalimantan Selatan. Dengan hal ini menunjukan bahwa masyarakat Banjar kaya akan leksikon fauna. Bahasa Banjar sebagai salah satu kekayaan budaya Banjar saat ini mulai tergerus dengan perkembangan zaman. Banyaknya kosakata yang terancam hilang, punah dan tidak digunakan lagi oleh masyarakat Banjar. Kosakata yang terancam hilang dan punah adalah leksikon fauna. Hal ini berimplikasi bahwa bahasa yang terancam punah berkaitan dengan keterancaman spesias yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendokumentasikan keragaman leksikon fauna sebagai kekayaan alam Kalimantan Selatan dalam peribahasa Banjar Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif karena penelitian ini akan memberikan informasi mengenai leksikon fauna dalam peribahasa Banjar Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan model analisis bahasa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa leksikon fauna yang ditemukan dalam peribahasa Banjar, yakni iwak, ular, minjangan, macan, halilipan, hadupan, hulat, buhaya, siput, burung, hundang, warik, cacing, itik, kuduk, lalat, kalambuai, landak, harimau, kucing, naga, hadangan, kararawai, tungai, dan hayam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam mempertahankan Bahasa Banjar Kalimantan Selatan dengan menggunakan perspektif ekologi dan linguistik. Oleh sebab itu, dengan adanya penelitian ini dapat mempertahankan kosakata bahasa Banjar dari keterancaman dan kepunahan khususnya leksikon fauna.
Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Kotak Waktu Karya Pudjangga Lama Vani Arnelita; Sukirno, Sukirno; Arju Susanto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5052

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan konflik batin tokoh utama dalam novel Kotak Waktu karya Pudjangga Lama. Penelitian konflik batin ini berfokus pada tokoh utama yang bernama Taka. Taka dalam novel Kotak Waktu mengalami konflik batin emosional yang cukup kompleks. Dengan menggunakan teori kebutuhan bertingkat Abraham Maslow, kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan kasih sayang dan rasa cinta, kebutuhan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini tertulis pada dialog dan monolog dalam novel Kotak Waktu karya Pudjangga Lama. Dari hasil penelitian ini Taka memenuhi kelima kebutuhan bertingkat seperti kebutuhan fisiologis ada 2 data, kebutuhan rasa aman datanya 3, kebutuhan kasih sayang dan rasa cinta datanya 3, kebutuhan harga diri datanya 3 dan kebutuhan aktualisasi diri datanya 3. Kebutuhan bertingkat berkontribusi pada perkembangan tokoh Taka, kebutuhan ini berpengaruh pada fisik, emosional, hubungan sosial dan perjalanan hidupnya. Penelitian ini menunjukkan kebutuhan bertingkat Abraham Maslow memahami dinamika psikologis dalam konflik batin.
Aspek Hidrologis serta Falsafah dalam Babasan dan Paribasa Sunda, Kajian Struktur dan Leksikosemantik Kurniasih, Nia; Sudaryat, Yayat
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5057

Abstract

Artikel ini membahas aspek hidrologis dan falsafah yang terkandung dalam beberapa babasan dan paribasa Sunda, dengan fokus pada kajian struktur dan leksiko semantik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis ungkapan-ungkapan yang berhubungan dengan unsur hidrologi seperti air, sungai, hujan, dan danau dalam bahasa Sunda, beserta falsafahnya dalam kehidupan, serta bagaimana makna tersebut diungkapkan secara leksikal dan semantis dalam kebudayaan Sunda. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis struktur dan makna dari babasan dan paribasa yang berhubungan dengan hidrologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis struktur gramatikalnya ditemukan; dua pola struktur babasan yang terbentuk dari kata majemuk, dua pola struktur babasan yang terbentuk dari frasa. Dan terdapat dua pola struktur paribasa yang terdiri dari kalimat tunggal (satu klausa), satu pola struktur paribasa yang terdiri dari kalimat majemuk bertingkat (dua klausa), serta dua pola struktur paribasa yang terdiri dari kalimat majemuk setara (dua klausa). Dari hasil analisis leksikal semantiknya ditemukan tujuh babasan yang mengandung keterkaitan dengan aspek hidrologis secara tidak langsung, tiga babasan yang mengandung keterkaitan dengan aspek hidrologis secara langsung. Serta ditemukan tiga paribasa yang mengandung keterkaitan dengan aspek hidrologis secara tidak langsung dan tujuh paribasa yang mengandung keterkaitan dengan aspek hidrologis secara langsung. Unsur hidrologis dalam babasan dan paribasa Sunda tidak hanya mencerminkan kondisi geografis dan lingkungan masyarakat Sunda, tetapi juga memiliki nilai filosofis yang mendalam tentang kehidupan dan keseimbangan alam. Dengan demikian, babasan dan paribasa tersebut menjadi bagian penting dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Aceh as The Role Model of Democratic Management Success: Critical Discourses Analysis Chairuddin, Chairuddin; Manugeren, M; Suhadi, Jumino
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5059

Abstract

This study analyzes the news narrative “Aceh Tak Masuk Daerah Rawan Pilkada Serentak, Lima Provinsi Memiliki Potensi Tinggi” using Van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA) model to explore Aceh’s portrayal as a role model of democratic success. The research aims to uncover how this narrative influences perceptions of Aceh’s stability among local and national audiences, particularly in contrast to its historical association with conflict. This study adopts a qualitative approach, employing Van Dijk’s CDA framework, which consists of three dimensions: textual analysis, social cognition, and sociopolitical context. The data were collected through a textual analysis of media discourse and audience surveys involving 47 respondents (37 from Aceh and 10 from outside Aceh). The textual analysis focuses on the structural composition of the news, while the audience survey examines how different groups perceive the narrative. The results indicate that 72.73% of local respondents express pride in Aceh’s depiction as a safe and stable region, yet 43.24% remain neutral about its relevance to current realities. Among national respondents, 100% perceive the narrative positively, with 50% strongly agreeing that Aceh serves as a model for democratic management. These findings demonstrate that media discourse effectively challenges stereotypes and promotes a positive image of Aceh, particularly to national audiences. However, local acceptance requires narratives grounded in authentic experiences. This study contributes to discourse analysis by showing how positive discourse can transform public perception, highlighting its potential to promote post-conflict regions as examples of democratic success.
Representasi Konflik Sosial Dalam Novel “Bagaimana Cara Mengurangi Berat Badan” Karya Amalia Yunus (Kajian Sosiologi Sastra) Paramita Candra Dewi; Sugiarti, Sugiarti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik sosial yang tercermin dalam novel Bagaimana Cara Mengurangi Berat Badan karya Amalia Yunus, dengan pendekatan psikologi sastra dan sosiologi sastra. Fokus utama penelitian ini adalah perjuangan psikologis dan sosial yang dialami oleh tokoh utama akibat obesitas, serta dampak dari tekanan sosial yang memaksakan standar kecantikan fisik yang tidak realistis. Melalui teori sosiologi sastra Alan Swingewood, novel ini dianalisis sebagai cerminan ketegangan antara individu dan struktur sosial yang lebih besar, di mana tokoh utama merasa terasingkan dari masyarakat dan dirinya sendiri. Konflik internal, seperti perasaan malu dan rendah diri, serta konflik eksternal, seperti tekanan dari keluarga dan masyarakat, diungkapkan sebagai respons terhadap diskriminasi sosial yang masih ada. Selain itu, pendekatan psikologi sastra, khususnya teori Sigmund Freud, digunakan untuk menganalisis mekanisme pertahanan diri yang muncul, seperti represi dan sublimasi, yang berperan dalam proses pencarian identitas dan penerimaan diri tokoh utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa novel ini tidak hanya menggambarkan perjuangan individu dalam menghadapi tekanan sosial, tetapi juga memberikan kritik terhadap norma-norma sosial yang membatasi kebebasan dan penerimaan diri, serta mengungkapkan dampak psikologis yang timbul akibat ketidakmampuan untuk memenuhi harapan sosial.
Korelasi antara Kompetensi Diksi Kemaritiman dengan Performansi Menulis Teks pada Mahasiswa Politeknik Pelayaran Makassar Syahriaty, Syahriaty; Mantasiah R.; Juanda, Juanda
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara kompetensi diksi kemaritiman dengan performansi penulisan teks pada mahasiswa Politeknik Pelayaran Makassar. Kompetensi diksi merupakan elemen penting dalam penguasaan keterampilan menulis, terutama dalam konteks pendidikan vokasi seperti Politeknik Pelayaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui tes kompetensi diksi dan penilaian performansi penulisan teks, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kompetensi diksi kemaritiman dan performansi penulisan teks dengan nilai koefisien korelasi (Pearson's r) sebesar 0,869. Nilai p-value<0,001 mengindikasikan bahwa hubungan ini signifikan pada tingkat kepercayaan 99,9% (p < 0,001). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kompetensi diksi kemaritiman seorang mahasiswa, semakin baik pula performansi mahasiswa dalam menulis teks berbasis konteks kemaritiman. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguasaan diksi kemaritiman secara langsung berkontribusi terhadap kualitas tulisan mahasiswa, terutama dalam aspek struktur, penggunaan bukti, dan keakuratan bahasa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pembelajaran diksi berbasis konteks kemaritiman sebagai bagian integral dari pengembangan kemampuan literasi mahasiswa vokasional.
Development of E-Module for Writing Negotiation Texts Assisted by Flipbooks for Grade XI High School Students Fijri Astuti, Tia; Chalina, Chalina; Mangatur Sinaga
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5076

Abstract

Learning to write negotiation texts is an essential skill that students must master. This research aims to develop an e-module for writing negotiation texts through flipbook media based on contextual learning and to evaluate its effectiveness on students' learning interest and outcomes in class XI of high school. The research method used is Research and Development (RnD). The sample consists of 72 students divided into two classes: an experimental class using the e-module and a control class employing conventional teaching methods. The analysis technique applied in this study refers to the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). This approach ensures that each phase of the module development is conducted systematically and planned. The results of hypothesis testing indicate that the e-module for writing negotiation texts assisted by flipbook media significantly improves students' interest and learning outcomes. The average learning outcomes of students in the experimental class show much higher scores compared to the control class. The discussion reveals that the developed e-module is not only effective in enhancing students' writing skills but also successfully boosts their learning interest. Feedback from expert validation and the practicality test results support the sustainability of using the e-module as an innovative learning aid.
Kritik Sosial dalam Lagu Grup Band Feast: Kajian Teori M.A.K. Halliday Arras Reka Widoty; Yarno, Yarno; Suher, Suher
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis simbol-simbol kritik sosial yang terkandung dalam lirik lagu-lagu grup band Feast seperti pendidikan, moral, politik dan sebagainya yang menjadi salah satu faktor kritik sosial. Teori yang digunakan adalah semiotika sosial M.A.K. Halliday dan Gilin. Dalam teori semiotika sosial, bahasa dianggap sebagai sistem tanda yang dipengaruhi oleh konteks sosial, politik, dan budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif terhadap lirik-lirik lagu karya Feast. Sumber data penelitian adalah lirik lagu “Politrik”, “Apa Kata Bapak”, dan “Kelelawar” karya grup band Feast. Teknik analisis data menggunakan konsep fungsi bahasa, yakni metafungsi utama: (1) ideational, (2) interpersonal, dan (3) tekstual. Metafungsi ideational berkaitan dengan cara bahasa merepresentasikan pengalaman dunia nyata melalui konstruksi makna, metafungsi interpersonal melibatkan bagaimana membangun hubungan sosial dan menyampaikan sikap atau perasaan, sementara metafungsi tektual mengatur bagaimana pesan itu disusun dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Feast menggunakan metafora, ironi, dan berbagai simbol lainnya untuk menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan sosial, kesenjangan ekonomi, serta isu politik.