cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Tindak Tutur dalam Novel “Gadis Kretek” Karya Ratih Kumala: Analisis Semiotik dan Feminis Siwi, Annisa Fadhilla Hartono; Prabawa , Andi Haris
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tindak tutur dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala dengan menggunakan pendekatan semiotik dan feminis, serta relevansinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Fokus penelitian mencakup tindak tutur lokusi, ilokusi (representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif), dan perlokusi yang digunakan oleh tokoh-tokoh dalam novel Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala. Data berupa kutipan dialog yang mengandung tindak tutur diidentifikasi dan dianalisis berdasarkan teori tindak tutur Austin (1962) dan Searle (1971). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak, catat, dan dokumentasi. Teknik simak dilakukan dengan membaca dan menyimak isi novel secara menyeluruh untuk menemukan dialog-dialog yang relevan. Selain itu, pendekatan semiotik digunakan untuk mengidentifikasi tanda-tanda dan simbol dalam dialog yang mencerminkan nilai sosial dan budaya. Pendekatan feminis diterapkan untuk menganalisis bagaimana bahasa dalam novel ini merepresentasikan posisi perempuan dan nilai-nilai gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur dalam novel ini merefleksikan realitas sosial dan budaya, seperti identitas lokal kretek dan kritik terhadap sistem patriarki. Pendekatan semiotik membantu mengungkap makna simbolis dalam dialog, sedangkan pendekatan feminis menyoroti perjuangan tokoh perempuan melawan ketidakadilan gender. Penelitian ini juga memiliki relevansi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama untuk materi teks cerita fiksi di jenjang SMA, yang dapat digunakan untuk melatih kemampuan analisis siswa terhadap jenis tindak tutur dan refleksi nilai sosial-budaya dalam teks sastra. Penelitian ini berkontribusi dalam mengintegrasikan kajian linguistik dengan pendidikan karakter berbasis sastra.
Ma’nene’ Sebagai Ekspresi Liturgis: Memahami Ma’nene’ sebagai Perayaan Liturgis dengan Pendekatan Anamnesis Kristanto, Kristanto; Stepanus Ammai Bungaran
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5413

Abstract

Tulisan ini mengeksplorasi praktik Ma’nene’ yang dilakukan oleh orang Toraja-Kristen. Penelitian ini menempatkan Ma’nene’ sebagai perayaan liturgis melalui pendekatan anamnesis, yaitu pengingatan dan perayaan atas kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun Ma’nene’ sering dianggap problematis dalam konteks kekristenan, pendekatan ini menawarkan integrasi ritus dan etos sebagai ekspresi iman. Dengan metode kualitatif berbasis observasi, wawancara, dan studi pustaka, penelitian menunjukkan bahwa Ma’nene’ menghubungkan dimensi kultural, historis, dan teologis. Dalam perspektif anamnesis, seluruh tahapan ritual Ma’nene’, termasuk pemberian persembahan dan jamuan, adalah perayaan liturgis. Ma’nene’ merefleksikan penghayatan akan kasih Allah dan pemeliharaan-Nya yang tak berkesudahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ma’nene’ dapat menjadi sarana dialog antara iman Kristen dan tradisi ketorajaan, sekaligus menjadi pengingat akan kehadiran Kristus dalam kehidupan komunitas Toraja.
Information Literacy: Writing Scientific Articles In Collegetall Syaputra, Juni; Vismaia S Damaianti; Dadang S Anshori; Andoyo Satromiharjo; Hakiki Elvionika
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5418

Abstract

Students tend to experience difficulties in writing scientific papers due to a low reading and writing literacy culture, less than optimal interaction with texts, students' tendency culture, less than optimal interaction with texts, students' tendency to copy other people's work and then claim it as their work, self-correction that is not carried out, and not knowing the phases in writing scientific work. This problem is based on poor information literacy skills. Information literacy is the most important part of the process of writing a scientific paper. This study aims to describe information literacy in writing scientific articles in tertiary institutions. The method used in this research is the descriptive method. The data used in this study are the obstacles faced by students in writing scientific articles. Data sources of information literacy were obtained by distributing questionnaires to students. The data analysis technique used is to calculate the percentage of problems in writing scientific articles and the sources of information literacy used. The next step is to group the results of the questionnaire into the data tabulation table. The results showed that the problems encountered in writing scientific papers in the form of articles were lack of understanding of how to write works well 63.5%, difficulty developing ideas 98.4%, difficulty writing introductory sections 97.6%, difficulties in conducting discussions 67.2 %. While the results of student information literacy sources were obtained from the Google application 57.2%, 19% were obtained through Google Scholar, 12.8% from books, and 11% from other sources.
Pemertahanan Bahasa Makassar di Kelurahan Bontokio Kabupaten Pangkep Sri Wahyuni; Mantasiah R.; Hajrah, Hajrah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5420

Abstract

Pemertahanan bahasa berkaitan erat dengan identitas budaya, di mana bahasa sering kali menjadi simbol dari identitas suatu komunitas. Oleh karena itu, sosiolinguistik membantu memahami dinamika pemertahanan bahasa, seperti faktor-faktor yang menyebabkan suatu bahasa bisa bertahan atau bahkan terancam punah.peneitian ini di maksudkan untuk memahami dinamika penggunaan Bahasa Makassar di Kelurahan Bontokio, Kabupaten Pangkep, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pemertahanannya.penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang di fokuskan untuk memahami secara mendalam dinamika pemertahanan Bahasa Makassar di Kelurahan Bontokio, Kabupaten Pangkep.penelitian ini menunjukkan bahwa pemertahanan Bahasa Makassar di Kelurahan Bontokio dipengaruhi oleh berbagai faktor signifikan. Pergeseran bahasa lebih cepat terjadi di kalangan generasi muda yang lebih sering menggunakan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga memainkan peran kunci dalam memperkenalkan dan melestarikan Bahasa Makassar,serta tantangan dalam proses pemertahanan Bahasa Makassar di Kelurahan Bontokio terlihat dari pergeseran signifikan dalam penggunaannya, di mana Bahasa Makassar semakin terbatas pada situasi tertentu, seperti acara adat dan tradisional, sementara generasi muda lebih memilih menggunakan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam ranah formal seperti sekolah dan pekerjaan. Ketidakseimbangan penggunaan bahasa antar generasi, minimnya dukungan dari institusi pendidikan dan media, serta tekanan sosial dan modernisasi, semakin memperburuk pelestarian bahasa ini
Media Padlet dalam Pembelajaran Menulis Teks Prosedur pada Siswa Kelas VI SD Metro School Kota Makassar Sudirman, Sudirman; Usman, Usman; Abdul Azis
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan media Padlet dalam meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur pada siswa kelas VI SD Metro School. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen non-equivalent-control-group-design. Populasi penelitian terdiri dari 32 siswa yang diberikan pre-test dan post-test untuk mengukur kemampuan menulis teks prosedur. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai rata-rata post-test (89.94) dibandingkan pre-test (59.67), dengan varians dan standar deviasi yang lebih kecil. Keunggulan Padlet, seperti kolaborasi, fleksibilitas visualisasi, kemudahan umpan balik, dan aksesibilitas, terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Padlet merupakan media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur pada siswa sekolah dasar.
Pierce’s Analysis On The Billboard Advertisement Of G20’s Bali Indonesia 2022 Mahmud, Lida Holida; Annisa Rizki Rustam Emelya Gispa
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5425

Abstract

The purpose of this research is to investigate the semiotics representations that are found at the G20 Bali Bilboard, which are platforms that provide the public with information and support. This study applied Pierce’s theory This study focuses on the symbols, icons, and indexes that are displayed on the billboard for the G20 meeting in Bali. An approach known as qualitative research was utilized for this study, and the results were provided in the form of both visuals and text. Through the use of the images and the wording in the advertisement, analysis was applied to generate a distinct differentiation between symbols, icons, and index. The study found that the meaning of G20’s Bali Billboard advertisement led to invitation to all members of G20 to recover and stronger together after Covid Pandemic, in terms of economics, health, and climate exchange.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Makassar sebagai Sekolah Penggerak Nurul Sulasmiyatningsih; Ramly, Ramly; Salam, Salam
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5428

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Makassar sebagai sekolah penggerak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguraikan proses perencanaan pembelajaran berdiferensiasi yang dilakukan oleh guru, (2) menguraikan proses pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, dan (3) menguraikan proses evaluasi pembelajaran berdiferensiasi di sekolah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi kelas, wawancara dengan guru, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi masih menghadapi berbagai tantangan. Pada tahap perencanaan, asesmen diagnostik digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan, gaya belajar, dan kompetensi siswa, namun tidak semua rencana pembelajaran telah sepenuhnya mengakomodasi keberagaman siswa karena keterbatasan pemahaman guru. Pada tahap pelaksanaan, sebagian guru telah menerapkan diferensiasi dalam konten, proses, dan produk melalui strategi pembelajaran aktif serta pemanfaatan teknologi, sedangkan lainnya masih menggunakan metode yang seragam akibat keterbatasan waktu dan pelatihan. Pada tahap evaluasi, asesmen formatif mulai diterapkan dengan alat digital dan umpan balik konstruktif, tetapi asesmen sumatif masih bersifat standar, membatasi fleksibilitas siswa dalam menunjukkan hasil belajar mereka. Untuk meningkatkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi, diperlukan pelatihan guru yang berkelanjutan, penguatan kolaborasi, serta dukungan kebijakan yang memadai. Sekolah juga perlu melakukan evaluasi dan pendampingan secara berkala agar penerapan berjalan lebih efektif. Penelitian selanjutnya disarankan untuk membandingkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi di sekolah penggerak dan non-penggerak guna mengidentifikasi perbedaan dan tantangan yang dihadapi.
Translanguaging Phenomenon In Bilingual People Based On Gita Savitri Youtube Channel Sunardi, Sunardi; Mursyid Anwar; Muhammad Ahsan Tanpubolon
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5431

Abstract

This study focuses on the functions and concepts of translanguaging contained in Gita Savitri Youtube videos. The aims of this study was to find, classify, and analyze the translanguaging functions contained in Gita Savitri ‘Beropini’ videos. The witer used the theory of Jakobson (2001) to identify and analyze the type of translanguaging functions contained in the videos. In addition, the writer also used Wei theory (2017) to identify and analyze the concepts of translanguaging contained in the videos. The writer used descriptive qualitative method to analyze the data while the data were taken from Gita's utterances in both 'Beropini' videos. From the results of this study, the writer found that there were 29 Gita utterances contained translanguaging functions and translanguaging concepts that have been analyzed by the writer. In both videos, the writer only found 3 of the 6 translanguaging functions, namely expressive function, directive function, and referential function. In addition, the writer also found all the concepts of translanguaging that Wei (2017) stated which are translanguaging space and translanguaging instinct.
Analisis Keterampilan Literasi Informasi Mahasiswa dalam Penulisan Esai Berbasis Ekokritik Mita Domi Fella Henanggil; Cut Nabilla Kesha
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5436

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterampilan literasi informasi mahasiswa dalam penulisan esai dengan tema kritik terhadap lingkungan (ekokritik). Literasi informasi adalah sebuah keterampilan atau kemampuan yang dibutuhkan pada zaman sekarang. Keterampilan literasi informasi yang baik akan memberikan dampak yang besar bagi seseorang dalam menafsirkan sebuah informasi terkait kebenaran informasi tersebut. Jenis penelitian adalah kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa MKU Bahasa Indonesia tahun ajaran 2023/2024. Sampel dalam penelitian ini adalah satu kelas yang dipilih secara random sampling. Indikator yang digunakan dalam menganalisis esai siswa terkait keterampilan literasi informasi dalam penelitian ini berdasarkan Association of College and Research Libraries (ACRL) yang disesuaikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 46.67% yang kurang kompeten, 40% cukup kompeten, 6.6% yang kompeten, dan 6.6% yang sangat kompeten. Berdasarkan hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa mahasiswa belum memiliki keterampilan literasi informasi yang baik terhadap kritik lingkungan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kemampuan siswa dalam menemukan informasi terkait hal tersebut padahal kritik terhadap lingkungan adalah karangan yang seharusnya menarik.
Implementasi Pembelajaran Materi Cerita Pendek Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP di Kabupaten Bondowoso Adlina, Adlina; Moch. Syahri; Didin Widyartono
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai bahan ajar berdasarkan fungsinya, bentuknya, strategi pembelajaran, model dan metode yang digunakan pada pembelajaran materi cerita pendek kelas VIII SMP di Kabupaten Bondowoso. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi mengenai perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembelajaran. Hasil penelitian diperoleh dari angket wawancara guru, kuisioner peserta didik dan pengamatan di kelas. Responden merupakan lima guru bahasa Indonesia dan 152 Peserta didik kelas VIII Fase D SMP dari sekolah yang berbeda di SMP Swasta Kabupaten Bondowoso yaitu yaitu SMP YIMA Islamic School, SMP Katholik Indra Prastha, SMP Islam Terpadu BIC, SMP Muhammadiyah Bondowoso, dan SMP Islam Darul Ihsan. Peneliti menganalisis data dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Implementasi pembelajaran merupakan tahap krusial dalam memastikan tujuan pendidikan tercapai secara efektif dan bermakna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat pembelajaran cerita pendek, selain buku utama dari Kemendikbud, guru juga memilih buku teks pendamping dari penerbit swasta yaitu dari penerbit Tiga Serangkai, Erlangga, dan Intan Pariwara. Lalu terdapat beberapa sekolah yang sudah mulai menggunakan bahan ajar digital dalam pembelajaran di kelas. Bahan ajar digital tersebut berupa power point, barcode dan ¬e-book. Stategi pembelajaran yang dipilih disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran. Selanjutnya, penggunaan bahan ajar materi cerita pendek berdasarkan model dan metode pembelajarannya yaitu model pembelajaran bermasis alam dan model pembelajaran outdoor learning.