cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Analisis Linguistik Forensik terhadap Penggunaan Bahasa dalam Kelas Bahasa Indonesia: Dampak Kekuasaan dan Hierarki pada Interaksi Guru dan Siswa Mujianto, Gigit; Iswatiningsih, Daroe; Setiawan, Arif
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5541

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi mengidentifikasi bagaimana bahasa digunakan untuk mempertahankan atau mengubah hierarki sosial yang ada dalam pendidikan. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis dan analisis percakapan, penelitian ini mengkaji bagaimana kekuasaan dan hierarki memengaruhi interaksi antara guru dan siswa, yang merupakan aspek penting dalam dinamika pendidikan tetapi sering diabaikan dalam penelitian linguistik forensik yang lebih fokus pada konteks hukum atau kejahatan verbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuasaan dan hierarki antara guru dan siswa di kelas nampak sebagai kontrol yang dimiliki guru dalam proses pembelajaran di kelas tercermin dari cara interaksi guru melalui struktur kalimat dan tindak tutur yang digunakan guru, serta pola giliran berbicara sesuai konteks sebagai indikator dominasi guru atau partisipasi siswa. Hal ini membawa dampak pada keterlibatan siswa dalam pembelajaran, yang mendorong keterlibatan aktif dan refleksi mendalam.
Pengembangan Digital Storytelling pada Pembelajaran Cerpen Peserta Didik Fase D SMA di Muaro Jambi Maymunah, Ummi; Harjono, Hary Soedarto; Yusra D
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5548

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan digital storytelling yang diterapkan pada peserta didik kelas XI dalam pembelajaran cerpen. Deskripsi tersebut mencakup validasi, kepraktisan, serta keberhasilan penggunaan digital storytelling dalam pembelajaran. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman peserta didik pada materi cerpen lewat digital storytelling. Penelitian ini merupakan jenis R&D (Research and Development) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation and Evaluation), yang telah dimodifikasi oleh Robert Maribe Branch (2009). Produk yang dihasilkan adalah video digital storytelling dan modul ajar pendukung yang telah divalidasi oleh ahli. Hasil validasi ahli materi sebesar 96%, validasi ahli media 81,6% dan validasi ahli kurikulum 95% dengan tingkat validitasnya yaitu sangat valid. Hasil kepraktisan oleh ahli praktisi sebesar 80% dengan tingkat validitas yaitu valid dan tingkat kepraktisan dari peserta didik sebesar 92% yang artinya sangat valid. Digital storytelling dinyatakan berhasil dikembangkan dengan baik setelah evaluasi submasif terlaksana. Hasil evaluasi submasif tersebut berupa penugasan peserta didik. Hasil perolehan nilai akhir penugasan peserta didik tersebut memuaskan dengan nilai A dan B.
Tindak Tutur Asertif Tenaga Kesehatan dalam Membangun Hubungan Baik dengan Pasien di Rumah Sakit Sumarni, Sumarni; Johar Amir; Nensilianti, Nensilianti; Usman, Usman
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wujud tindak tutur asertif yang digunakan oleh tenaga kesehatan dalam membangun hubungan baik dengan pasien di rumah sakit. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap tenaga kesehatan dan pasien di RSUD dr. La Palaloi, Kabupaten Maros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur asertif yang dominan digunakan mencakup bentuk deklaratif, interogatif, dan imperatif. Tuturan deklaratif terdiri atas deklaratif bermakna penjelasan keadaan, nasihat, perkiraan, pertentangan, dan penegasan. Tuturan imperatif terdiri atas imperatif bermakna desakan dan anjuran. Tuturan interogatif terdiri atas interogatif bermakna menyatakan, memberitahukan, menyarankan, mengeluh, dan meminta tindakan. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa tindak tutur asertif yang digunakan tenaga kesehatan berperan penting dalam membangun kepercayaan dan meningkatkan kenyamanan pasien selama proses pelayanan. Tuturan deklaratif yang berisi penjelasan kondisi pasien membantu mengurangi kecemasan pasien dan keluarganya. Tuturan interogatif yang mengarah pada permintaan informasi dan saran menunjukkan kepedulian tenaga kesehatan terhadap kondisi pasien, sehingga pasien merasa lebih diperhatikan. Sementara itu, tuturan imperatif yang bersifat anjuran dan desakan sering digunakan dalam konteks pemberian instruksi medis atau anjuran kepatuhan terhadap pengobatan. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam kajian pragmatik, khususnya dalam memahami peran tindak tutur asertif dalam interaksi medis. Secara praktis, temuan ini dapat menjadi acuan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dengan pasien, sehingga dapat memperbaiki hubungan interpersonal dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit.
Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Meningkatkan Keterampilan Literasi Siswa Kelas X SMAN 1 Pangkep Nur Azira Azis; Salam, Salam; Nensilianti, Nensilianti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5551

Abstract

Artikel ini membahas tentang pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema "Suara Demokrasi" dalam upaya meningkatkan keterampilan literasi baca dan tulis siswa kelas X. P5 bertujuan untuk mengembangkan karakter siswa melalui pembelajaran yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila, dengan fokus pada penguatan keterampilan literasi sebagai bagian integral dari pendidikan. Penelitian ini mengamati bagaimana kegiatan eksplorasi, penulisan esai, simulasi pemilu, dan presentasi kampanye dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca teks yang kompleks, menganalisis informasi, serta menulis esai dan materi persuasif. Selain itu, siswa juga lebih aktif dalam berdiskusi, berpikir kritis, dan menyusun argumen secara terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa P5 dengan tema "Suara Demokrasi" efektif dalam meningkatkan keterampilan literasi baca dan tulis, serta memperkuat pemahaman siswa terhadap konsep demokrasi dan hak suara. Oleh karena itu, penerapan P5 dapat menjadi salah satu metode yang efektif dalam meningkatkan kualitas literasi di sekolah menengah.
"Belenggu Emas" sebagai Pergulatan Identitas Perempuan dalam Konteks Kolonial: Analisis Sara Mills Dewi Ulfah; Anwar Efendi; Hartono, Hartono
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi perempuan dalam konteks kolonial menggunakan Analisis Wacana Kritis (AWK) Sara Mills. Selama ini identitas perempuan terjebak dalam narasi patriarkal dan norma-norma gender yang mengekang. Fokus penelitian ini yaitu 1) mengkaji cara perempuan digambarkan, baik sebagai subjek dan objek penceritaan dalam teks. 2)mengkaji cara penceritaan penulis kepada pembaca yang mempengaruhi konstruksi identitas perempuan dalam teks. Data dan sumber data dalam penelitian ini berupa kosa kata, klausa atau kalimat, yang berkaitan dengan identitas perempuan, norma-norma gender, dan konteks sosial politik masa kolonial yang ada dalam cerpen Belenggu Emas karya Iksana Banu. Penelitian ini juga akan melibatkan kajian literatur untuk memahami konteks historis dan teori gender yang relevan untuk mendalami konsep gender dan wacana. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu, 1) kondensasi data, 2) penyajian data, 2) penarikan kesimpulan atau verifiaksi. Hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan digambarkan sebagai subjek sekaligus objek penceritaan. Dalam cerpen yang diteliti menunjukkan, 1) perempuan mengalami dualitas identitas mengakibatkan konflik internal dan ekternal sehingga perempuan sering terjebak dalam narasi patriarkal. 2) Adanya gerakan untuk menciptakan ruang bagi diri mereka sendiri dan kelompoknya dengan pendidikan dan keterampilan. 3) Adanya keberanian untuk menolak hierarki kekuasaan yang menciptakan ketidaksetaraan. Selain itu, dalam penelitian ini penulis juga berusaha untuk memberi kesadaran kepada pembaca mengenai tantangan-tangangan yang dihadapi perempuan dalam memperjuangkan kesetaraan di masa kolonial dan saat ini. Dengan demikian melalui penelitian ini, masyarakat lebih peka terhadap isu gender serta dapat membuka ruang bagi kebijakan yang lebih sensitif gender
Representasi Isu Lingkungan dalam Dongeng P5 Mengusir Mesin Raksasa Karya Rama Aji: Kajian Ekokritik Greg Garrard Zahrah Aulia Nabila; Nina Queena Hadi Putri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5572

Abstract

dongeng Mengusir Mesin Raksasa karya Rama Aji menggunakan pendekatan ekokritik Greg Garrard, yang mencakup enam aspek utama: Pencemaran (pollution), Hutan Belantara (wilderness), Bencana (apocalypse), Perumahan/Tempat tinggal (dwelling), Binatang (Animals), dan Bumi (earth). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, yakni membaca dan mencatat bagian-bagian teks yang mencerminkan isu-isu lingkungan. Hasil penelitian menemukan 11 data yang mencerminkan enam aspek ekokritik dalam narasi dan dialog yang mengemukakan dampak eksploitasi lingkungan, seperti pencemaran suara dan udara, kerusakan hutan, serta bencana ekologis berupa kelaparan dan kehilangan habitat. Dongeng ini juga menggambarkan perlawanan hewan-hewan terhadap mesin-mesin raksasa sebagai simbol perlawanan alam terhadap eksploitasi manusia.
Model Quantum Writing Dibantu Media Aplikasi Canva dalam Pembelajaran Menulis Cerita Pendek Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Ciawi Kabupaten Tasikmalaya Ridwan Sidiq; Usep Kuswari; Dedi Koswara
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5597

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui adanya perbedaan hasil kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ciawi Tasikmalaya menggunakan model Quantum Writing dibantu media aplikasi Canva dengan pembelajaran yang tidak menggunakan model Quantum Writing dibantu media aplikasi Canva (2) Mengetahui pengaruh model Quantum Writing dibantu media aplikasi Canva pada kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ciawi Tasikmalaya. Latar belakang adanya penelitian ini yaitu menurunnya motivasi siswa, keterbatasan ide atau materi pada cerita, serta kurangnya kemampuan dalam mengolah cerita. Hal ini menunjukkan perlu adanya eksplorasi dan implementasi pembelajaran inovatif yang bisa meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerita pendek. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ciawi Kabupaten Tasikmalaya serta fokus pada kelas IX.9. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik yang digunakan pada penelitian ini yaitu observasi dan tes (pretest dan posttest). Hasil dari penelitian ini yaitu: 1) Hasil belajar siswa dalam kemampuan menulis cerita pendek sebelum menerapkan model Quantum Writing dibantu media aplikasi Canva yaitu rendah dengan rata-rata nilai 52,54; 2) Hasil belajar siswa pada kemampuan menulis cerita pendek setelah penerapan model Quantum Writing dibantu media aplikasi Canva hasilnya tinggi dengan nilai rata-rata 85,79 3) Berdasar pada uji hipotesis, hasil yang diperoleh yaitu nilai sig. (2-tailed) 0,00 < 0.05, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Dari hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh model pembelajaran Quantum Writing dibantu media aplikasi Canva pada kemampuan menulis cerita pendek, dengan terbukti adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa dalam menulis cerita pendek sebelum dan setelah menggunakan model pembelajaran Quantum Writing dibantu media aplikasi Canva.
The Student's Perspective Concerning the Regional Language Maintenance at Universitas Kristen Indonesia Tambunsaribu, Gunawan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5602

Abstract

The researcher aims to examine the perspectives of Universitas Kristen Indonesia students who come from outside Jakarta regarding maintaining their regional languages. The researcher wants to determine which regional languages of the islands are included as the top 10 regional languages best known by Indonesian Christian University students. He also wants to know the activities conducted by the students to maintain or maintain their regional languages when they live in Jakarta. The researcher uses a qualitative method with a descriptive approach. The research uses interviews as the technique to obtain data. The respondents in this research were the students from the Universitas Kristen Indonesia who came from different islands and archipelago. The respondents were 20 students, who came from 5 islands and 4 archipelagos in Indonesia, namely Sumatra Island, Java Island, Kalimantan Island, Sulawesi Island, Papua Island, Riau Islands, Bangka Belitung Islands, Nusa Tenggara Islands, Maluku Island. Based on the findings, it is found that one of the factors why the students who came from outside Jakarta still speak their regional language is because they join some communities in which the members are from the same villages and use the same regional language as they do.
Eksplorasi Lanskap Linguistik: Potret Keberlangsungan Bahasa Lokal dalam Modernitas Area Wisata di Manokwari Riyan Febriansyah; Teguh Santoso; Achmad Zeyhudan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5605

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keberadaan bahasa-bahasa lokal di ruang publik area wisata Kota Manokwari dalam kerangka studi lanskap linguistik, Papua Barat. Seiring dengan perkembangan modernitas dan peningkatan sektor pariwisata, penggunaan bahasa di ruang publik mengalami perubahan yang signifikan. Studi ini berfokus pada distribusi bahasa di berbagai media publik seperti papan nama, spanduk, dan tanda peringatan untuk memahami kontestasi antara bahasa lokal (Hatam), bahasa nasional (Bahasa Indonesia), dan bahasa global (Bahasa Inggris). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi partisipatif dan dokumentasi fotografi, penelitian ini menemukan bahwa Bahasa Indonesia mendominasi lanskap linguistik di area wisata, sementara Bahasa Hatam cenderung terpinggirkan dan hanya bertahan dalam konteks tertentu seperti tanda peringatan atau larangan. Bahasa Inggris mulai muncul dalam beberapa elemen informasi wisata, menunjukkan adanya pengaruh globalisasi dalam sektor pariwisata. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa bahasa memiliki peran penting dalam menegaskan identitas budaya suatu daerah. Namun, keberlangsungan Bahasa Hatam di Manokwari menghadapi tantangan besar karena dominasi Bahasa Indonesia dan meningkatnya penggunaan Bahasa Inggris. Untuk menjaga eksistensi bahasa lokal, diperlukan kebijakan strategis dalam pelestarian bahasa, termasuk peningkatan visibilitas Bahasa Hatam di ruang publik wisata.
Analisis Kontrastif Infiksasi Bahasa Tombulu dan Bahasa Indonesia: Sebuah Tinjauan Morfosintaksis Imbang, Djeinnie; Korompis, Ferry Lourens Sampel; Pua, Christo; Palit, Anatje; Mogi, Amelia Cindy
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5606

Abstract

Morfosintaksis adalah salah satu cabang linguistik yang memadukan antara morfologi dan sintaksis dalam suatu struktur bahasa. Salah satu yang dipelajari adalah afiksasi yang keberadaannya dapat mengubah struktur kalimat. Dalam rangka menambah bahan pembelajaran bahasa untuk pemertahanan bahasa daerah, penelitian ini mengkaji infiksasi, salah satu jenis afiksasi pada bahasa Minahasa dialek Tombulu yang kemudian dikontraskan dengan bahasa Indonesia dari sudut pandang morfosintaksis. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbandingan infiksasi bahasa Tombulu dan infiksasi bahasa Indonesia melalui pendekatan morfosintaksis. Studi ini mengambil pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengambilan data berupa wawancara, observasi dan studi pustaka kemudian dianalisis dengan teknik Pilah. Model ini menggabungkan metode dasar, teknik Pilah Unsur Penentu (PUP), dengan metode lanjutan, teknik Hubung Banding (HB) dan teknik Hubung Banding Menyamakan Hal Pokok (HBSP). Hasil yang ditemukan adalah dialek Tombulu mengalami cukup kaya akan proses infiksasi (14 kata menggunakan infiks -in-, 5 kata menggunakan infiks -um-, dan 9 kata menggunakan infiks -im-) dibandingkan bahasa Indonesia (3 kata dengan infiks -in-, 2 kata dengan infiks -el-, 3 kata dengan infiks -em-, dan 1 kata dengan infiks -er-) dan proses infiksasi memiliki pengaruh sintaksis lebih signifikan dibanding infiks dalam bahasa Indonesia.