cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Makna Simbolik dalam Folklor Nusantara: Studi Semiotika pada Tradisi Rudat di Daerah Karangasem-Bali Muklina Faizah; Moh. Syamsul Ma’arif; Ali Manshur
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5731

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran tradisi Rudat di Karangasem, Bali, sebagai bentuk resistensi budaya terhadap globalisasi dan homogenisasi budaya. Rudat, seni tari tradisional bernuansa Islam, tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga sebagai simbol perlawanan terhadap dominasi budaya asing yang mengancam identitas lokal. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengungkap makna dibalik simbol-simbol tari tradisional yang jarang sekali mendapat perhatian halayak umum . Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode semiotika kultural, penelitian ini menganalisis data dari wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, pimpinan dan pemain Rudat, serta melalui observasi langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen-elemen dalam Rudat, seperti gerakan, musik, kostum, dan atribut, memiliki peran penting dalam menjaga nilai tradisional. Wawancara dengan tokoh seni dan masyarakat mengungkapkan bahwa Rudat tidak hanya memperkuat identitas komunitas Karangasem, tetapi juga menjadi alat perlawanan terhadap pengaruh budaya luar yang bertentangan dengan nilai-nilai lokal. Selain itu, Rudat berfungsi sebagai sarana edukasi dan sosialisasi nilai moral serta spiritual, yang membantu memperkuat kohesi sosial. Dengan demikian, Rudat bukan sekadar warisan budaya yang perlu dilestarikan, tetapi juga menjadi alat penting dalam mempertahankan identitas budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi.
Implementasi Teori Konektivisme dalam Pengajaran BIPA di Era Digital: Systematic Literature Review Purwanto, Nanang; Nurul Murtadho; Radeni Sukma Indra Dewi; Shirly Rizki Kusumaningrum
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi teori konektivisme dalam pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di era digital. Metode yang digunakan adalah Tinjauan Pustaka Sistematis, dengan menganalisis empat belas artikel yang diterbitkan antara 2014 hingga 2025 dan memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan analisis terhadap 14 artikel, ditemukan bahwa implementasi konektivisme dalam pengajaran BIPA di era digital paling banyak diwujudkan melalui penggunaan Zoom (64%), Google Classroom/ LMS (36%), media sosial (WhatsApp, Instagram, YouTube) (36%), dan aplikasi interaktif (Wordwall, Gboard, Edpuzzle) (43%). Seluruh artikel (100%) menunjukkan prinsip konektivisme berupa menghubungkan simpul informasi, diikuti oleh menjaga koneksi digital (93%) dan pengetahuan tersebar dalam teknologi (79%). Tantangan utama yang muncul meliputi keterbatasan akses teknologi dan jaringan (86%), rendahnya literasi digital (71%), dan resistensi pedagogis dari pengajar terhadap pembelajaran daring (43%). Temuan ini menegaskan bahwa implementasi konektivisme dalam pengajaran BIPA memiliki potensi besar dalam meningkatkan keterlibatan pembelajar, namun memerlukan dukungan sistemik dan strategi pedagogis yang tepat. Penelitian ini berkontribusi dalam merumuskan rekomendasi pembelajaran BIPA berbasis konektivisme yang lebih efektif dan kontekstual di era digital.
Analisis Tingkatan Literasi Siswa Sekolah Dasar di Tembilahan Indragiri Hilir Latif, Latif; Febrina Dafit; Putri Octa Hadiyanti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5742

Abstract

Penelitian dengan judul Analisis Tingkatan Literasi Siswa Sekolah Dasar di Tembilahan Indragiri Hilir bertujuan mendeskripsikan tingkatan literasi yang dicapai siswa/i SDN 009 Tembilahan. Penelitian ini penting mengingat belum adanya profil terkait tingkat literasi siswa di sekolah. Metode yang digunakan dalam enelitian ini yaitu kualitatif dengan menggunakan strategi studi kasus. Analisis Data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, klasifikasi dan penarikan simpulan. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan traingulasi Teknik dan menggunakan bantuan skala penilaian secara deskriptif. Hasil penelitian dapat dideskripsikan bahwa tingkat literasi performatif, fungsional, dan informasional sangat dipahami siswa. Pada tingkatan performative dari 27 siswa terdata 20 atau 74% siswa sangat baik literasi performatif, 5 atau 18% siswa baik literasi performatif dan 2 atau 7,41% siswa tidak baik literasi performative. Pada tingkat fungsional terdata 22 atau 81% siswa sangat baik literasi fungsional dan 7 atau 25% siswa baik literasi fungsional. Pada tingkat informasional terdata 15 atau 55% siswa sangat baik literasi informasional, 10 atau 37% siswa baik literasi informasional dan 2 atau 7,41% siswa tidak baik literasi informatif. Pada tingkatan epistemic terdata 10 atau 37% siswa sangat baik literasi epistemic, 12 atau 44% siswa baik literasi epistemik dan 5 atau 18% siswa tidak baik literasi epistemic
Challenges Faced by Generation Z Learners in Using Video Tasks to Enhance English Speaking Skills through the TPACK Approach Jati, Anida Fadhilah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5743

Abstract

The purpose of this study is to explore the challenges faced by Generation Z students in utilizing video-based tasks to enhance their English-Speaking skills through the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework. Generation Z, born between 1997 and 2012, has grown up surrounded by digital technology, which makes them highly familiar with digital tools but also presents challenges when traditional teaching methods fail to align with their tech-driven learning preferences. This study aims to identify the barriers these students encounter when using video-based tasks in language learning, particularly in terms of technology, pedagogy, and content integration. The research was conducted with 30 English Literature students at a private university in Bekasi, Indonesia. A narrative inquiry methodology was used, involving semi-structured interviews, observations, and document analysis, which were analyzed thematically using a multiple case study approach. The findings reveal key challenges such as limited access to technology, time management difficulties, and psychological barriers like embarrassment or lack of confidence when speaking on camera. Despite these challenges, the study highlights that, with appropriate support and integration of the TPACK framework, video-based tasks significantly improve students' speaking proficiency and creativity. This research underscores the importance of considering both technological and psychological factors to optimize language learning experiences for Generation Z students.
Students' Reception of Social Phenomena in Tere Liye's Novels Fathiyah, Fathiyah; Anshari, Anshari; Juanda, Juanda
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5746

Abstract

This study aims to identify the influence of implicit readers in the novel Bandit-Bandit Berkelas by Tere Liye on students' interpretation of social phenomena, explore how students fill the gaps in the text, and analyze the process of meaning actualization based on Wolfgang Iser's literary reception theory (1978). The method used was a mixed method involving 54 students of Makassar State University of Indonesian Language and Literature department. Data were obtained through closed questionnaires with Likert scale analysis and open questionnaires with thematic analysis. The results showed that the novel had a significant impact in shaping students' interpretations of social phenomena, particularly organized crime and corruption. The implicit reader in the novel encourages students to be more critical of social injustice. Text gaps allow students to actively fill in the narrative gaps through imagination and personal experience, enriching their understanding of the storyline and characters. In addition, the process of meaning actualization takes place continuously after the reading is completed, showing that the novel is not only an entertainment, but also a tool of reflection on complex social structures. This research confirms that literary works can be an effective medium in raising students' social awareness and critical thinking.
Linguistic Landscape in Bandung Geology Museum Kuraesin, Uning
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5747

Abstract

Landscape linguistics (LL) is one of the disciplines that studies the use of language in public spaces. This study will discuss the use of language in information that describes objects as historical relics in the Bandung Geological Museum from the perspective of LL and provide answers to questions about what language is used in information in the Bandung Geological Museum, what the use of these languages ​​is like in terms of size, and how the configuration of the placement of these languages ​​is positionally. The Geological Museum is a museum that presents various information about aspects of the earth and is the only museum in Indonesia. The Geological Museum is one of the educational tourism destinations in Bandung City, West Java. The Geological Museum is located at Jalan Diponegoro Number 57, Cihaur Geulis, Cibeunying Kaler District, Bandung City. This study uses a qualitative descriptive method. A study based on an approach to the focus and phenomena analyzed by emphasizing the description of the language used, and the function of the linguistic landscape in the description of each object in the Geological Museum. The results of this study show that the linguistic landscape used in this museum is four language variations, namely Indonesian, English, Latin, and Dutch. These languages ​​are written monolingually with 1 (one) sign, bilingual Indonesian-English variation 17 (seventeen) signs, and multilingual 2 (two) language signs. The size of the language signs used for the names of stones using Indonesian is larger. This aims to make the name easy to read and striking, so that it can be distinguished from other languages ​​and information.
Analisis Bahasa Isyarat (Shuwa) dalam Anime Gangsta Karya Kohshe Nadila Fitriyani Santoso; Masrokhah, Yuni
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahasa isyarat (shuwa) yang terdapat dalam anime Gangsta karya Kohshe berdasarkan jenis dan maknanya menurut teori segitiga semantik Odgen dan Richard. Metode analisis yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu dengan memberikan gambaran yang jelas mengenai keadaan atau situasi dalam setiap adegan yang terdapat gerak isyarat dalam anime Gangsta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah desk study atau studi dokumen yang dilakukan dalam tiga tahap yaitu mengumpulkan data-data terkait bahasa isyarat yang ditemukan dalam anime Gangsta. Setelah itu melakukan analisis mengenai jenis shuwa dan makna berdasarkan teori segitiga semantik odgen dan Richard dan terakhir menarik Kesimpulan dari hasil analisis. Teknik analisis yang di gunakan adalah Simak catat dimana data yang menjadi fokus penelitian ini adalah bahasa isyarat dalam anime ‘’Gangta’’. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya empat dari lima jenis shuwa menurut Nakano pada anime Gangsta episode 1-12. Yaitu Hyoujou (表情), shigusa (仕草), teburi /temane (手振り /手まね ) dan atama no hataraki (頭の働き) Dari 49 shuwa tersebut sebagian besar merupakan teburi /temane (手振り /手まね ) dengan total 41 data , kemudian Hyoujou (表情) dengan 6 data, shigusa (仕草) dengan 5 data dan atama no hataraki (頭の働き) dengan 3 data. Serta adanya beberapa bahasa isyarat (shuwa) yang bermakna perintah, permintaan, persetujuan, penolakan, angka, pertanyaan, sikap, pengulangan, hari, saran dan ungkapan terima kasih. Dari semua shuwa tersebut ,ditemukan ada beberapa shuwa yang memiliki makna yang sama namun gerakannya berbeda .Adapula shuwa dengan gerakan yang sama namun maknanya berbeda tergantung konteksnya.
Efektivitas Teknik Shadowing Berbantuan Web “PodcastFrancaisFacile” sebagai Media Pembelajaran Menyimak Tingkat A1 Naomi Theodora Simanjuntak; Yadi Mulyadi; Ariessa Racmadhany
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5753

Abstract

Kemampuan menyimak merupakan keterampilan dasar dalam pembelajaran bahasa asing, termasuk bahasa Prancis. Namun, mahasiswa tingkat pemula (A1) sering menghadapi kesulitan dalam memahami percakapan bahasa Prancis akibat perbedaan fonetik antara tulisan dan pengucapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas teknik shadowing berbantuan web PodcastFrancaisFacile dalam meningkatkan keterampilan menyimak mahasiswa tingkat A1. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest, yang melibatkan 20 mahasiswa tingkat A1 sebagai partisipan. Data diperoleh melalui tes menyimak (pre-test dan post-test) serta angket persepsi mahasiswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata dari 64,5 pada pretest menjadi 95,0 pada posttest, dengan selisih sebesar 30,5 poin. Standar deviasi tetap sama, yaitu 1,60, yang menunjukkan bahwa peningkatan nilai terjadi secara merata di antara seluruh peserta. Uji paired sample t-test menghasilkan nilai t-hitung sebesar -7,255 dengan derajat kebebasan (df) 19, dan nilai p < 0,001. Karena p-value lebih kecil dari 0,05, maka Ho ditolak, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara nilai pretest dan posttest. Hal ini menunjukkan bahwa teknik shadowing berbantuan PodcastFrancaisFacile efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak mahasiswa tingkat A1. Selain itu, hasil angket menunjukkan bahwa 95% mahasiswa sangat setuju bahwa teknik shadowing membantu dalam memahami kosakata dan tata bahasa, memperbaiki pelafalan, serta meningkatkan akurasi dan kecepatan pemahaman. Sebanyak 90–95% mahasiswa juga menilai media pembelajaran ini menarik, relevan, dan meningkatkan motivasi belajar mereka secara keseluruhan.
Kebutuhan Bahan Pengembangan Instrumen Tes Membaca untuk Pemelajar BIPA di Bali Maulina, Murni; Dewi Prajnaparamitha Amandangi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kebutuhan materi, bahan, dan kompetensi yang diperlukan dalam mengembangkan instrumen tes membaca bagi pemelajar BIPA di Bali yang memiliki tujuan komunikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pemelajar BIPA di dua lembaga penyelenggara BIPA di Bali. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemelajar BIPA lebih tertarik pada bahan bacaan bertopik budaya lokal, khususnya budaya Bali, yang disajikan dalam bentuk teks atau pesan sederhana. Temuan ini mengindikasikan bahwa topik budaya lokal yang dikemas dalam bentuk bacaan komunikatif dapat dijadikan dasar dalam pengembangan instrumen tes membaca bagi pemelajar BIPA dengan tujuan komunikasi.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Sesuai Kurikulum Merdeka di SMK Negeri 2 Gowa Rini Amriani; Johar Amir; Nensilianti, Nensilianti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5760

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Sesuai Kurikulum Merdeka di SMK Negeri 2 Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancangan, pelaksanaan, asesmen, serta tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru Bahasa Indonesia kelas X SMK Negeri 2 Gowa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi dimulai dengan tahap perancangan dengan melakukan pemetaan kebutuhan belajar peserta didik melalui asesmen diagnostik. Pelaksanaan pembelajaran diferensiasi diterapkan pada aspek konten, proses, dan produk, dengan menyesuaikan gaya belajar, minat, dan tingkat kesiapan peserta didik. Pada aspek asesmen, guru menyesuaikan bentuk penilaian dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi memiliki potensi besar dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik, namun memerlukan dukungan lebih lanjut berupa pelatihan, pendampingan, dan kebijakan yang mendukung fleksibilitas pembelajaran. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran yang adaptif dan inklusif, khususnya di tingkat pendidikan menengah kejuruan.