cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Analisis Gaya Bahasa dan Kedalaman Makna Terjemahan Novel Al-Ajnīḥah Al-Mutakassirah: Studi Komparatif antara Terjemahan Ahli dan Terjemahan Quillbot Yuke Pitaloka Putri; Syihabuddin, Syihabuddin; Farhan Fuadi; Rinaldi Supriadi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7427

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif gaya bahasa dan kedalaman makna dalam terjemahan novel Al-Ajnīḥah Al-Mutakassirah karya Kahlil Gibran antara terjemahan ahli (Sapardi Djoko Damono) dan AI (Quillbot). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan komparatif. Data penelitian berupa lima belas data yang dipilih secara purposive, mencakup gaya bahasa metafora, simile, dan personifikasi, serta dimensi kedalaman makna. Dari keseluruhan data, tiga data yang mewakili masing-masing kategori dianalisis secara mendalam untuk memperlihatkan perbedaan makna dan efek puitis antara kedua versi terjemahan. Analisis dilakukan berdasarkan teori dynamic equivalence Nida dan Taber (1982) dan semantik Leech (2014), dengan penilaian dua pakar menggunakan skala Likert (Likert, 1932). Hasil menunjukkan bahwa terjemahan manusia lebih unggul dalam mempertahankan nilai puitis, simbolik, dan spiritual, sedangkan terjemahan AI cenderung literal dan kehilangan lapisan makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjemahan ahli lebih mampu mempertahankan penggunaan gaya bahasa dan kedalaman makna dibandingkan terjemahan Quillbot. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat pemahaman mengenai perbedaan terjemahan ahli dan terjemahan Quillbot.
Pembelajaran Menulis Teks Berita dengan Model Problem Based Learning sebagai Penguatan Karakter Bernalar Kritis Rohani, Yuliah; Farida Nugrahani; Nurnaningsih, Nurnaningsih
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7444

Abstract

Penguatan karakter bernalar kritis siswa diupayakan melalui pembelajaran menulis teks berita dengan model pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan, kendala, dan solusi model PBL pada pembelajaran menulis teks berita sebagai penguat karakter bernalar kritis pada siswa kelas V SD Negeri 01 Tegalgede Karanganyar. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data berupa informasi dan dokumen terkait penerapan, kendala, dan solusi pembelajaran menulis teks berita yang diperoleh dari narasumber, proses pembelajaran, dan dokumen. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen, dengan validitas triangulasi teknik dan member check. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tiga tahap utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL mendorong siswa aktif mencari solusi, berdiskusi, mengembangkan argumen logis, serta membangun karakter bernalar kritis dalam penyusunan teks berita. Kendala yang ditemukan meliputi kurangnya literasi siswa, penggunaan kaidah bahasa yang belum tepat, ketidaksesuaian materi dengan Capaian Pembelajaran, dan kesulitan siswa dalam menyimpulkan inti berita. Solusi yang diterapkan mencakup pemanfaatan media audiovisual, penguatan kaidah penulisan, pengkajian ulang Capaian Pembelajaran, serta pemberian tugas dan latihan tambahan secara rutin. Model PBL tetap memberi dampak positif bagi keterampilan menulis teks berita selama kendala dikelola, sehingga guru disarankan menggunakan tema pembelajaran yang lebih variatif dan memberikan pelatihan analisis informasi secara kritis. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi optimalisasi penerapan PBL dalam pembelajaran menulis di sekolah dasar.
Potensi Novel Remaja Jenjang D dan E dalam Laman Sistem Perbukuan Digital untuk Mendukung Kampanye Anti-Perundungan Muslimin, Muslimin; Ari Ambarwati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7336

Abstract

Perundungan di kalangan remaja menuntut pemanfaatan media literasi yang tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga membangun empati dan sikap prososial. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi novel remaja jenjang D dan E pada laman Sistem Perbukuan Digital (SIBI) sebagai media pendukung kampanye anti-perundungan berbasis narasi empatik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis tematik melalui sintesis lintas teks terhadap sepuluh novel remaja, terdiri atas lima novel jenjang D dan lima novel jenjang E. Analisis difokuskan pada dimensi empati, transformasi peran sosial dari bystander pasif menjadi pembela aktif, serta mekanisme solidaritas dalam penyelesaian konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel jenjang D menekankan empati kognitif dan kesetiakawanan dalam relasi sosial sederhana, sedangkan novel jenjang E menampilkan empati yang lebih kompleks, kesadaran struktural, dan keberanian moral kolektif. Selain itu, penyelesaian konflik pada kedua jenjang didominasi pendekatan restitutif. Temuan ini menegaskan bahwa novel digital SIBI berpotensi strategis sebagai media transformatif dalam kampanye anti-perundungan dan pendidikan karakter di sekolah.
Ketidaksantunan Berbahasa dalam Interaksi Netizen dan Grok AI pada Platform X: Kajian Pragmatik Nurfitri, Renadini; Miftahulkhairah Anwar; Siti Drivoka Sulistyaningrum
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi ketidaksantunan berbahasa dalam interaksi netizen dengan kecerdasan buatan Grok AI pada platform X. Berlandaskan kerangka model ketidaksantunan Culpeper (2017) dan teori semiotik Roland Barthes (1972), penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi. Data penelitian berupa tweet yang memuat interaksi netizen dengan Grok dianalisis berdasarkan lima jenis strategi ketidaksantunan: ketidaksantunan tanpa basa-basi (bald on-record impoliteness), ketidaksantunan positif (positive impoliteness), ketidaksantunan negatif (negative impoliteness), sarkasme atau kesantunan palsu (sarcasm or mock politeness), dan penghilangan kesantunan (withholding politeness). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ketidaksantunan tanpa basa-basi menjadi bentuk yang paling banyak muncul (42%), diikuti oleh strategi ketidaksantunan negatif (38%), ketidaksantunan sarkasme atau kesantunan palsu (8%), serta ketidaksantunan positif (6%). Selain memperkaya cakupan dari kajian pragmatik, hasil penelitian ini dapat juga dijadikan sebagai acuan bagi pengembang dalam mengevaluasi respons ketidaksantunan yang dihasilkan Grok AI agar tetap mempertahankan nila-nilai etika ketika berinteraksi dengan penggunanya.
Bagaimana Catatan Jendela menjadi Praktik Self-Regulated Learning dalam Membangun Kemandiran dan Kolaborasi Mahasiswa Mandarin? Sholeha, Siti; Artanti, Yeni; Widyastuti, Susana
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7366

Abstract

Pembelajaran bahasa Mandarin di Indonesia masih menghadapi tantangan berupa rendahnya keterlibatan mahasiswa, minimnya aktivitas mencatat, dan kesulitan memahami materi. Kondisi ini menuntut strategi pembelajaran yang tidak hanya interaktif, tetapi juga mendukung self-regulated learning (SRL) untuk menumbuhkan kemandirian belajar sekaligus kolaborasi, sejalan dengan arah kebijakan kurikulum nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis data sekunder dari skripsi terdahulu, dianalisis melalui model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber untuk menjamin validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi catatan jendela efektif dalam menumbuhkan motivasi, memperkuat pemahaman kognitif, meningkatkan literasi akademik, serta mendorong kolaborasi mahasiswa melalui diskusi dan kerja kelompok. Namun, aspek refleksi dan monitoring metakognitif masih relatif lemah, sehingga kemandirian belajar mahasiswa berkembang lebih dominan pada ranah kognitif dan afektif. Temuan ini menegaskan bahwa catatan jendela relevan sebagai strategi pembelajaran yang mendukung kebijakan pembelajaran mendalam, sekaligus memperkaya kajian teoretis tentang SRL dan memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan desain pembelajaran bahasa asing non-alfabetis di Indonesia. Dengan demikian, strategi ini dapat dipandang bukan hanya sebagai teknik mencatat, tetapi juga sebagai pendekatan pedagogis yang menjawab kompleksitas pembelajaran abad ke-21.
The Implementation of a Local Wisdom-Based English Learning Model to Improve Students’ English Proficiency at SDN 11 Mengkendek Tana Toraja Viktor Siumarlata; Rachel, Rachel; Matius Tandikombong; Selviana Songgo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7372

Abstract

This study investigated the effectiveness of a local wisdom-based English learning model in enhancing the English proficiency of fifth-grade students at SDN 11 Mengkendek, Tana Toraja, Indonesia. The model integrates Torajan cultural values into English instruction to provide students with meaningful and contextually relevant learning experiences. Employing a quantitative experimental design with a one-group pretest–posttest approach, the study involved 23 participants selected through cluster sampling. Data were collected using an English proficiency test measuring vocabulary and sentence structure, while data analysis was conducted using PSPP software. Statistical analyses included descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, the Wilcoxon Signed-Rank Test, and the calculation of effect size (r). Results revealed a significant improvement in students’ posttest scores (Z = −4.02, p = 0.000), with a very large effect size (r = 0.84), indicating that the model had a substantial pedagogical impact. The findings affirm that embedding local culture such as the Torajan values of kasianggaran, kasiuluran, and kasialamasean into English learning fosters stronger engagement, comprehension, and cultural identity. This study supports the principles of Contextual Teaching and Learning (CTL) and highlights the importance of culturally responsive pedagogy in improving English education within Indonesia’s multicultural settings.
The Use of Local Tourism Pictures as Learning Media to Enhance Students’ Motivation and English Vocabulary Mastery Sallata, Yizrel Nani; Siumarlata, Viktor; Selvina Songlo; Alfiani Romanita Taruk
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7374

Abstract

This study investigates the effect of using local tourism pictures as English learning media on students’ vocabulary mastery and learning motivation at the elementary level. The research was motivated by the persistent challenges Indonesian learners face in understanding, memorizing, and retaining English vocabulary, which often leads to low motivation and limited engagement. A quantitative one-group pretest–posttest design was employed, involving 21 fifth-grade students from UPT SDN 14 Mengkendek, South Sulawesi. Vocabulary and motivation data were collected through pre- and post-tests and analyzed using paired-sample t-tests. Results revealed significant improvements in both vocabulary mastery (M = 52.62 to 72.14, p < .001) and learning motivation (M = 44.81 to 53.10, p < .001). These findings suggest that the use of local tourism images—such as Torajan landmarks—effectively supports vocabulary retention and fosters a stronger emotional connection to learning materials. The integration of culturally relevant visual media aligns with the principles of Contextual Teaching and Learning (CTL) and Self-Determination Theory, showing that when students learn through familiar, locally grounded visuals, they become more motivated and engaged. Overall, the findings contribute to English language education for young learners by providing empirical evidence that culturally relevant, contextual, and visual materials enhance learners’ engagement, comprehension, and motivation, and by offering practical pedagogical insights for teachers in designing culturally responsive and meaningful English learning materials at the primary school level.
Literasi Visual Orang Dewasa dalam Konteks Sastra: Sebuah Tinjauan Pustaka Annisa Dhea Nurbaity; Eva Leiliyanti; Novi Anoegrajekti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7401

Abstract

Membaca visual menjadi keterampilan penting di abad ke-21 yang menekankan informasi visual. Oleh karena itu, diperlukan adanya literasi visual untuk dapat berpikir kritis, kreatif, dan reflektif dalam menafsirkan makna visual, khususnya pada sastra. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis kajian literatur mengenai literasi visual dalam konteks sastra untuk melihat proses pemaknaan dan perkembangan kognitif pembaca. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan  data penelitian berupa artikel jurnal dan buku akademik yang relevan dengan topik literasi visual, multimodalitas,, persepsi, dan sastra yang dipublikasikan dalam tiga puluh tahun terakhir. Hasil sintesis menunjukkan bahwa literasi visual dalam sastra berfungsi sebagai kognitif-interpretatif yang memungkinkan pembaca dewasa mengintegrasikan unsur visual dan verbal, mengaitkannya dengan pengalaman emosional, dan membangun makna secara kritis. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dengan memperluas kajian literasi visual pada sastra dari perspekrif orang dewasa. Penelitian ini juga dapat menjadi landasan pembelajaran sastra berbasis multimodalitas.
The Implementation of Local Wisdom-Based Diorama Media to Improve Students’ English Vocabulary at SDN 7 Sesean Tandikombong, Matius; Nehru Pasoloran Pongsapan; Eimylyn, Eimylyn; Mima Izak
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7407

Abstract

This study used quantitative approach and aims to assess the effectiveness of Local Wisdom-Based Diorama picture as a media in enhancing English vocabulary among students at SDN 7 Sesean. The study's population consists of 36 fifth-grade students, from which a sample was selected using the cluster sampling technique, involving two classes. Given that a quasi-experimental design was employed, participants were divided into a control group and an experimental group, with Class V.A serving as the experimental group and Class V.B as the control group, each containing 18 students. Data collection was conducted through a written test, specifically a multiple-choice format. The findings indicate that the use of local wisdom-based diorama media effectively improves English vocabulary for students at SDN 7 Sesean, with a significance value of Sig. 0.000 < 0.05, demonstrating a very significant difference between the two groups' means. The mean difference calculated was 20.278.
Adverbs Of Verbs In The Kaili Language, Ledo Dialect: A Study Of Structure And Semantics Rizki, Rizki; Mohammad Tahir; Syamsuddin, Syamsuddin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7415

Abstract

This study aims to examine the structure and semantic aspects of verbal adverbs in in the Kaili language, Ledo dialect (BKDL). Verbal adverbs are syntactic elements that function to limit, clarify, or emphasize the meaning of verbs in speech. This study is in the field of morphosyntax and regional language semantics. This study uses a qualitative descriptive approach with observation and conversation as data collection techniques. The analysis was conducted using matching and distributional methods to examine the morphological and syntactic structure, as well as a semantic approach to interpret the lexical and grammatical meanings of BKDL verb adverbs. The results show that morphologically, BKDL verb adverbs are divided into basic forms (monomorphemic) and derivative forms (polymorphemic), which are formed through affixation such as the prefixes {ma-}, {na-}, {mpa-}, {mpo-}, {njam-}, {njuma-}, suffixes {-na}, {-pa}, and confixes {ka-…-na} and reduplication can be pure reduplication (without affixes) or affixed reduplication, either with the addition of prefixes, suffixes, or confixes. The affixed reduplication forms in the BKDL data vary, including: prefix {ma-}/{na-} + basic reduplication (RD); prefix {njuma-} + RD; prefix {mpaka-}/{mpa-} /{mpe-} + RD; RD + suffix {-na}; prefix {ma-} + RD + suffix {-na}; as well as the prefix {ka- } + RD + suffix {-na }. Syntactically, verbal adverbs occupy the left position, right position, and free position in accompanying verbs at the phrase level. Semantically, ten types of meanings were found, namely quality, quantity, limitation, frequency, temporality, manner, negation, necessity, expectation, and uncertainty. This study fills a gap in the study of BKDL verb adverbs, which have not been extensively researched in terms of structure and semantics. These findings contribute to the systematic and scientific preservation and documentation of the richness of regional languages.