cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Pengembangan Media FLIPHTML5 Objek Wisata Sejarah untuk Menunjang Keterampilan Menulis Teks Deskripsi Sulistio Putra, Kukuh Andriawan; Ika Septiana; Sudaryono, Sudaryono
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7329

Abstract

Tujuan penelitian pengembangan ini untuk menghasilkan media fliphtml5 objek wisata sejarah untuk menunjang keterampilan menulis teks deskripsi. Model pengembangan Borg & Gall digunakan dalam penelitian pengembangan ini. Model pengembangan ini terdiri atas delapan tahapan, yaitu analisis kebutuhan awal, pembuatan draf, uji pakar/ahli, revisi draf, uji coba terbatas, FGD (forum group discussion), revisi draf prototype, dan pembuatan laporan pengembangan. Penelitian pengembangan ini menciptakan media fliphtml5 objek wisata sejarah untuk menunjang keterampilan menulis teks deskripsi yang telah disetujui oleh ahli media dan ahli materi. Kemudian diujikan di lapangan untuk mengamati seberapa baik kinerjanya dan bagaimana respons murid terhadapnya. Kajian pengembangan mengarah pada terciptanya media ajar yang dapat digunakan untuk pembelajaran. Media ini memperoleh skor dari ahli media sebesar 94 dari maksimal skor 100 dan skor dari ahli materi sebesar 81 dari maksimal skor 100 dengan kategori layak. Hasil uji lapangan menunjukkan kelayakan media ajar bagi guru, kedua guru memberikan nilai layak terhadap media ajar teks deskripsi. Guru SMP Negeri 1 Slawi memberikan nilai kelayakan media ajar dengan presentase 89%, sedangkan SMP Negeri 5 Satu Atap Bumijawa memberikan nilai 90% pada angket kelayakan media ajar. Hasil respons murid menunjukkan skor rata-rata sebesar 88% dari 30 murid SMP Negeri 1 Slawi dan 94% dari 30 murid SMP Negeri 5 Satu Atap Bumijawa dengan kategori layak. Artinya, media ajar yang dihasilkan dapat digunakan untuk pembelajaran.
The degradation of traditional english book reading habits among teenagers as an impact of digital culture influence Mulyani, Mulyani; Imran, Imran; Muhammad Arif Sanjaya; Nayla Faradilla; Nadhira, Nadhira
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7105

Abstract

This study aims to explicitly determine how digital culture influences and contributes to the degradation of traditional English book reading habits among teenagers in Alue Pineung Village, East Langsa District. The rise of digital media in the era of Industry 5.0 has transformed the way adolescents access information and acquire knowledge. Teenagers have become accustomed to brief, fast-paced digital content, which has gradually displaced the habit of reading physical books. To examine this phenomenon, the study employed a descriptive qualitative method using observations, interviews, and questionnaires as data collection techniques, and the data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings reveal that digital culture has significantly contributed to the decline in teenagers’ interest in reading printed English books. Most respondents prefer digital reading materials because they are more practical, faster to access, and visually appealing. The contribution of this research lies in providing a deeper understanding of how digital exposure reshapes literacy behavior in rural contexts, highlighting the shift from deep, reflective reading to more superficial and instant information consumption. This study offers valuable insight for educators and policymakers to design literacy strategies that balance digital engagement with the preservation of traditional reading practices.
Register dan Pola Pasangan Berdampingan pada Negosiasi Jual Beli Gawai di Facebook Wulan Ramadhani; Jendriadi, Jendriadi; Herpindo, Herpindo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7110

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis bentuk register, makna register, dan pola pasangan berdampingan yang terbentuk dalam negosiasi jual beli gawai di grup Facebook Jual Beli Hp Gadget Jogja Istimewa. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Holmes, Halliday, dan  Schegloff & Sacks untuk menganalisis register dan pola pasangan berdampingan. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis penggunaan register yaitu model Miles & Huberman. Sementara itu, pola pasangan berdampingan dianalisis menggunakan metode padan pragmatis yang diikuti dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP). Hasil penelitian menemukan 29 register yang terdiri dari 9 register selingkung terbatas dan 20 register selingkung terbuka. Register selingkung terbatas didominasi oleh register yang berkaitan dengan spesifikasi gawai. Berbeda halnya dengan register selingkung terbuka yang didominasi oleh register yang berkaitan dengan kondisi gawai. Selanjutnya, untuk pola pasangan berdampingan ditemukan sebanyak 3 pola, yaitu pertanyaan-jawaban, tawaran-penolakan, dan tawaran-penerimaan. Pola pasangan berdampingan didominasi pola pertanyaan-jawaban. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan register menunjukkan adanya pemilihan variasi bahasa yang disesuaikan dengan konteks situasi. Sementara pola pasangan berdampingan menunjukkan struktur percakapan yang terbentuk saat proses negosiasi.
Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) melalui Pemanfaatan Cerita Rakyat Lokal untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Sastra di SMAN 1 Lalolae Suleman, Suleman; Sarmila, Sarmila; Ummu Khusnul Khatimah; Selamet Ridwan; Kadirun, Kadirun; Sarmadan, Sarmadan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar berbasis Project Based Learning (PjBL) dengan memanfaatkan cerita rakyat lokal dalam pembelajaran menulis sastra bagi siswa SMA Negeri 1 Lalolae. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya keterampilan menulis sastra siswa yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang bersifat konvensional, kurangnya inovasi dalam penyajian materi, serta belum optimalnya pemanfaatan potensi budaya lokal sebagai sumber belajar. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini mengadopsi metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg & Gall yang disederhanakan menjadi lima tahap, yaitu: (1) pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba lapangan, dan (5) penyempurnaan serta penyerahan produk. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, analisis dokumen, serta tes menulis sastra sebelum dan sesudah penerapan modul. Produk modul dikembangkan untuk tiga jenjang kelas (X, XI, dan XII) dengan materi sastra yang berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Instrumen penelitian meliputi teks cerita rakyat lokal, modul ajar berbasis PjBL, dan tes keterampilan menulis siswa. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar berbasis PjBL yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas sebesar 93% dan 90 % dari validator guru dan Dosen Unioversitas sembilanbelas November Kolaka, sehingga termasuk kategori sangat layak digunakan dalam pembelajaran. Aspek isi, kebahasaan, penyajian, dan kegrafikaan dinilai sangat baik oleh para ahli. Uji coba lapangan menunjukkan bahwa modul mampu meningkatkan hasil belajar menulis sastra melalui proyek yang kontekstual dan berbasis budaya lokal. Dengan demikian, modul ini tidak hanya efektif meningkatkan keterampilan menulis siswa, tetapi juga berperan sebagai sarana pelestarian budaya lokal dan implementasi Kurikulum Merdeka yang berpusat pada peserta didik.
Membangun Kesadaran Diri (Self-Awareness) Santri Melalui Strategi Menulis CERITA (Cerpen Ekspresif, Reflektif, dan Inspiratif untuk Tawa) Ahmad Nur Hamzah; Pratiwi, Yuni; Suherjanto, Indra
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan kerangka kerja teoretis baru melalui Strategi Menulis CERITA (Cerpen Ekspresif, Reflektif, dan Inspiratif untuk Tawa) guna meningkatkan self-awareness santri. Metode yang digunakan adalah Kajian Konseptual dan Sintesis Teoretis (Conceptual Mapping), menganalisis hubungan antara potensi Terapi Naratif, mekanisme kognitif humor, dan pemanfaatan Generatif AI. Strategi CERITA secara khusus memanfaatkan humor self-deprecation (merendahkan diri sendiri) sebagai mekanisme kognitif adaptif yang secara implisit melatih self-awareness dan self-compassion. Selain itu, proses penulisan diperkuat dengan penggunaan Generatif AI untuk mendukung brainstorming dan eksplorasi ide naratif. Hasil sintesis teoretis ini adalah Strategi CERITA, sebuah kerangka pedagogis inovatif yang menggeser fokus dari sekadar keterampilan berbahasa menjadi alat pengembangan psikososial yang relevan di tengah tuntutan kehidupan pesantren, memberikan ruang bagi santri untuk re-authoring narasi diri secara inspiratif melalui tawa.
Implementasi Aplikasi Canva sebagai Alat Bantu Visual dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar: Tantangan dan Peluang Heni Marfuah; Farida Nugrahani; Mukti Widayati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7271

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses, tantangan, dan peluang implementasi aplikasi Canva sebagai alat bantu visual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SD. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus terpancang. Fokus data mencakup proses, tantangan, dan peluang pembelajaran Bahasa Indonesia yang bersumber dari informan (guru dan siswa kelas V SD Negeri 01 Banjarharjo), observasi aktivitas implementasi Canva, serta dokumen perangkat ajar. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, analisis dokumen, wawancara, tes, serta kuesioner. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling yaitu siswa kelas V SD Negeri 01 Banjarharjo. Teknik validasi data dengan triangulasi metode dan sumber. Teknik analisis data dilakukan dengan model interaktif. Penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi Canva dapat digunakan guru untuk membuat presentasi, video, LKS dan poster serta dapat digunakan secara online (dalam jaringan) maupun tatap muka dalam pembelajaran dengan metode diskusi. Aplikasi canva dapat dimanfaatkan guru dan siswa untuk mendesain produk digital yang dapat diperjualbelikan dan bisa menjadi produk bernilai ekonomis. Tantangan yang dihadapi yaitu internet sekolah kurang stabil, kompetnsi guru dan siswa dalam menggunakan aplikasi canva. Pemanfaatan fitur gratis Canva berkontribusi pada optimalisasi eksplorasi visual yang signifikan. Hal ini secara nyata meningkatkan produktivitas dan kreativitas guru, serta berdampak pada terciptanya pembelajaran siswa yang lebih aktif dan kolaboratif.
Bermain di Era Web 3.0: Kritik terhadap Paradigma Baru Gim Video dalam Kapitalisme Digital Mohammad Alvian Dharma Nararya; Shuri Mariasih Gietty; Himawan Pratama
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7376

Abstract

Tulisan ini mengkaji secara kritis kemunculan gim Play-to-Earn (P2E) dalam kerangka teknologi Web3, dengan berargumen bahwa janji desentralisasi yang dibawa oleh blockchain dan Non-Fungible Token (NFT) justru mereproduksi, bahkan memperkuat, pola-pola eksploitasi kapitalisme tradisional. Model P2E merujuk pada sistem permainan digital yang memungkinkan pemain memperoleh keuntungan finansial dari aktivitas bermain melalui mekanisme ekonomi berbasis token kripto, di mana aset dalam gim memiliki nilai tukar di pasar digital. Sementara itu, blockchain merupakan teknologi pencatatan terdistribusi yang menyimpan data transaksi di banyak komputer (nodes) dan sering diklaim sebagai fondasi desentralisasi digital karena tidak bergantung pada otoritas tunggal. Melalui analisis terhadap infrastruktur Web3 dan studi kasus gim Axie Infinity (2018), tulisan ini menunjukkan bahwa sistem digital yang diklaim membebaskan pengguna dari kontrol terpusat justru memusatkan kekuasaan ekonomi dalam bentuk yang lebih terselubung. Dengan kerangka teori kapitalisme digital dan konsep false needs dari Herbert Marcuse, penelitian ini memperlihatkan bahwa ekonomi P2E mengubah aktivitas bermain menjadi bentuk kerja (playbor) dan menundukkan pemain pada pasar spekulatif yang menguntungkan pengembang dan pemilik modal. Di Asia Tenggara, tempat basis pemain P2E tetap besar meskipun gelembung pasarnya telah pecah, sistem ini mengeksploitasi kondisi sosial-ekonomi yang rentan dengan membingkai ketidakstabilan finansial sebagai peluang. Tulisan ini berargumen bahwa “desentralisasi” dalam Web3 merupakan bentuk sentralisasi terselubung melalui kontrol algoritmik, opasitas infrastruktur, dan privatisasi platform, menunjukkan bahwa Web3 dan gim P2E bukanlah alternatif pasca-kapitalis, melainkan fase baru dari kapitalisme digital yang mengomodifikasi permainan dan mendistribusikan risiko ke bawah sambil mengonsolidasikan keuntungan di atas.
Relevansi dan Dinamika Penggunaan Mantra dan Doa Laut Suku Bajau di Pulau Maratua pada Era Modern Taqdiraa, Taqdiraa; Nina Queena Hadi Putri; Widyatmike Gede Mulawarman; Syaiful Arifin; Bahri Arifin; Ahmad Mubarok
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7385

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi dan dinamika penggunaan mantra serta doa laut Suku Bajau di Pulau Maratua di tengah pengaruh modernisasi, islamisasi, dan perkembangan teknologi. Sebagai komunitas maritim, masyarakat Bajau memaknai mantra dan doa laut sebagai media sakral untuk perlindungan, keselamatan, dan hubungan spiritual dengan laut, namun perubahan sosial menyebabkan pergeseran fungsi dan makna tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnolinguistik melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tetua adat, nelayan, tokoh agama, serta generasi muda. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi teknik dan sumber untuk menjaga validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mantra dan doa mengalami transformasi dari praktik magis menuju praktik religius serta simbol identitas budaya,  penggunaannya kini lebih banyak dijumpai dalam ritual tertentu seperti sedekah laut dan mandi safar dibanding aktivitas melaut sehari-hari. Generasi tua masih memaknai doa sebagai pelindung sakral, sedangkan generasi muda lebih menempatkannya sebagai bagian dari tradisi dan etika bermaritim. Faktor pelestarian meliputi identitas etnis, ritual kolektif, dan dokumentasi akademik, sementara faktor pergeseran mencakup islamisasi, teknologi navigasi modern, dan globalisasi. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi mantra dan doa laut tidak hilang, melainkan bertransformasi menjadi praktik religius-sosial yang meneguhkan identitas Bajau. Pelestarian tradisi memerlukan dokumentasi berkelanjutan, pewarisan antargenerasi, serta integrasi pengetahuan budaya ke dalam pendidikan dan media digital.
Analisis Profetik dalam Cerita Rakyat Kabupaten Lingga Provinsi Kepualuan Riau Nasution, Wulandari Eka Putri; Umaya, Nazla Maharani; Harjito, Harjito
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7396

Abstract

Penelitian ini menganalisis nilai-nilai profetik dalam sembilan cerita rakyat Kabupaten Lingga menggunakan teori Kuntowijoyo. Metode yang diterapkan adalah analisis isi terarah kualitatif dengan data primer dari arsip kebudayaan daerah. Hasil penelitian mengungkapkan tiga pilar nilai profetik: (1) humanisasi melalui sikap saling menghormati dan kepedulian sosial; (2) liberasi dalam perjuangan melawan ketidakadilan; (3) transendensi melalui hubungan spiritual dengan Allah SWT yang diwujudkan dalam doa, tawakal, dan zikir. Temuan kunci penelitian ini adalah model struktural nilai profetik khas masyarakat kepulauan yang menunjukkan adaptasi nilai-nilai universal dalam konteks lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa cerita rakyat Lingga tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter profetik yang relevan untuk membentuk manusia berakhlak, beriman, dan berbudaya di era modern.
Pengaruh Gangguan Berbahasa Cadel /r/ terhadap Aktivitas Komunikasi Ditempat Kerja Salma Lidya; Bibit Suhatmady; Ahmad Mubarok
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh kondisi cadel pada remaja terhadap masa depan dan peluang pekerjaan. Cadel sering dipandang sebagai hambatan dalam komunikasi, terutama ketika seseorang berhadapan dengan situasi formal seperti presentasi, wawancara kerja, atau interaksi profesional lainnya. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan fokus pada satu remaja yang mengalami cadel sejak kecil. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi untuk memahami pengalaman personal, tekanan sosial, serta dampaknya terhadap kepercayaan diri dan perencanaan karier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cadel dapat memengaruhi cara individu menilai dirinya sendiri, keterbatasan dalam memilih bidang pekerjaan tertentu, serta bagaimana lingkungan mempersepsikan kemampuan komunikasinya. Meskipun demikian, dukungan keluarga, latihan artikulasi, serta terapi wicara dapat membantu meningkatkan kualitas bicara dan membangun rasa percaya diri.