cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Efektivitas Penggunaan Media Buku Cerita Bergambar Interaktif terhadap Keterampilan Membaca Pemahaman dan Kemampuan Mengkomunikasikan Bacaan Siswa Kelas IV SD Negeri 016 Sepaku Indriyani Khoirum Nisa; Handratno, Handratno; M. Bambang Edi Siswanto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media buku cerita bergambar interaktif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dan kemampuan mengomunikasikan bacaan siswa sekolah dasar. Permasalahan awal menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan memahami ide pokok, informasi rinci, dan alur cerita, serta belum mampu menyampaikan kembali isi bacaan secara runtut dan ekspresif. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pretest–posttest tanpa kelompok kontrol, melibatkan 25 siswa kelas IV SD Negeri 016 Sepaku. Instrumen penelitian terdiri atas tes membaca pemahaman dan rubrik penilaian kemampuan mengomunikasikan bacaan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan pada kedua kemampuan setelah penggunaan media interaktif. Nilai rata-rata membaca pemahaman meningkat dari 58,40 menjadi 82,60, sedangkan kemampuan mengomunikasikan bacaan meningkat dari 55,20 menjadi 80,40. Uji t berpasangan memperkuat hasil tersebut dengan nilai t-hitung 12,87 untuk membaca pemahaman dan 13,54 untuk kemampuan mengomunikasikan bacaan, serta nilai p < 0,05 pada kedua variabel. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan buku cerita bergambar interaktif berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan literasi siswa. Secara keseluruhan, media buku cerita bergambar interaktif terbukti efektif sebagai sarana pembelajaran yang mampu memperkuat pemahaman teks sekaligus meningkatkan kemampuan verbal siswa dalam menyampaikan kembali isi bacaan. Media ini dapat menjadi alternatif pembelajaran inovatif bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran literasi di sekolah dasar.
Nilai Maskulinitas dalam Simbolisme Gerak Jepin Cangkah Pedang: Ekspresi Identitas Lelaki Melayu Pontianak Imma Fretisari; Deni Slamet; Peri Rakhmadi; Nurbaiti, Nurbaiti; Mega Cantik Putri Aditya
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7697

Abstract

Penelitian ini membahas nilai-nilai maskulinitas dalam Jepin Cangkah Pedang sebagai representasi identitas lelaki Melayu Pontianak. Kajian ini berangkat dari fenomena pergeseran makna maskulinitas akibat modernisasi dan globalisasi budaya yang menimbulkan stereotip terhadap peran laki-laki dalam seni tari. Penelitian bertujuan untuk menganalisis simbolisme gerak dalam Jepin Cangkah Pedang serta memahami bagaimana nilai-nilai maskulinitas diwujudkan dan dipertahankan dalam konteks sosial budaya masyarakat Melayu. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap pencipta, penggiat seni, serta akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jepin Cangkah Pedang memanifestasikan nilai maskulinitas melalui keseimbangan antara kekuatan dan kendali diri yang terepresentasi dalam gerak berpola silat dan penggunaan properti pedang serta cangkah. Tarian ini memuat lima nilai utama: keberanian, kehormatan, kendali diri, kepemimpinan, dan kebijaksanaan. Kelima nilai tersebut menegaskan peran lelaki Melayu sebagai penjaga marwah, pelindung komunitas, dan penegak etika sosial. Melalui struktur gerak yang terukur, disiplin tubuh, dan koordinasi ritmis, tarian ini berfungsi sebagai media pendidikan budaya yang menanamkan tanggung jawab moral dan kesadaran sosial. Secara kultural, Jepin Cangkah Pedang berperan sebagai ruang resistensi terhadap pergeseran nilai gender modern sekaligus sarana pelestarian identitas maskulin Melayu Pontianak. Tarian ini memperlihatkan bahwa kelelakian bukan ekspresi kekuasaan, tetapi wujud keseimbangan antara tenaga, kebijaksanaan, dan kehormatan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan budaya.
Differentiated Instruction Based on Lesson Study to Improve Critical Thinking and Collaborative Skills in EFL Class Sulaiman, Rizkariani; Umar Mansyur; Hilal Surahmatullah; Elena Tikhonova
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7699

Abstract

This classroom action research aimed to investigate how differentiated Instruction using Lesson Study enhances students’ critical thinking and teamwork skills in learning English. The study took place in class 8.2 at UPT SPF SMP Negeri 23 Makassar, Indonesia, during the 2025/2026 school year, involving 37 eighth-grade students. Two cycles of Lesson Study-based action research (Plan-Do-See and Re-Plan-Do-See) were carried out, focusing on teaching the simple past tense, recount texts, and modals expressing ability or inability. Instruction was tailored based on students’ readiness, interests, and learning styles (visual, auditory, kinesthetics). Data collection included rubrics for critical thinking and collaboration, classroom observations, and field notes. Quantitative results showed consistent growth in students’ critical thinking. The average score increased from 2.3 (Sufficient) before the intervention to 2.8 (Good) after Cycle I and to 3.3 (Very Good) after Cycle II (scale 1–4). The percentage of students meeting the mastery criterion (score ≥ 3.0) rose from 13.5% to 54.1% and then to 81.1%. Collaboration skills also improved, with the average score rising from 2.5 (Sufficient) to 3.0 (Good) and 3.4 (Very Good), with a shift from most students in the Sufficient category to most in the Good–Very Good categories. Qualitative data revealed changes from one-student-dominant group work and brief, unsupported answers to more shared participation, clearer roles, reasoned arguments, and reflective group discussions. These findings suggest that differentiated instruction within a Lesson Study cycle effectively promotes critical thinking and collaboration in junior high school EFL classes and aligns with the goals of the Kurikulum Merdeka and 21st-century skills.
Relasi Bahasa dan Kekuasaan dalam Surat Panggilan Penyidik terhadap Saksi Anak; Kajian Semantik Pragmatik Made Dewi Candraningsih; Dadang Sudana; Mahardhika Zifana
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahasa dalam surat panggilan penyidik kepada anak sebagai saksi/korban untuk mengungkap fungsi performatifnya dalam membangun kewajiban hukum dan relasi kuasa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dalam kerangka linguistik forensik dengan menganalisis secara semantik (leksikal, gramatikal, proposisional) dan pragmatik (tindak tutur, implikatur, presuposisi). Hasil penelitian menunjukkan secara semantik surat panggilan membangun medan makna kewajiban–pelanggaran–sanksi melalui pilihan leksikal deontik, struktur gramatikal direktif yang bersifat impersonal, serta proposisi normatif yang mengaitkan ketidakpatuhan dengan konsekuensi pidana. Secara pragmatik, dokumen tersebut merealisasikan tindak tutur direktif–deklaratif, menghasilkan implikatur koersif berupa ancaman sanksi, dan memuat presuposisi bahwa penerima memiliki kompetensi hukum setara dengan orang dewasa. Temuan ini mengungkap adanya ketidaksesuian antara konstruksi bahasa dalam surat panggilan dengan prinsip child-friendly justice yang menekankan kepentingan terbaik bagi anak dan perlindungan dari tekanan. Studi ini berkontribusi pada pengembangan linguistik forensik sekaligus memberikan dasar normatif bagi perancangan bahasa dokumen hukum yang lebih manusiawi dan berkeadilan bagi anak.
IRF AI Integration in a Public Speaking Class: Classroom Discourse and AI Feedback Using a Hugging Face Space Rusdiah, Rusdiah; Sulaiman, Rizkariani; Husnul Mujaddidah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7719

Abstract

This study investigates how the Initiation Response Feedback (IRF) pattern, integrated with an AI-based feedback tool, supports public speaking instruction in an English as a Foreign Language (EFL) context. It examines (1) how IRF patterns emerge in classroom interaction, (2) how IRF contributes to feedback effectiveness and students’ public speaking performance, and (3) how an AI tool, AI Feedback Presentation, a Gradio application deployed on Hugging Face Spaces is positioned within the feedback ecosystem and students’ academic literacy. The research adopts a qualitative classroom discourse analysis design. Participants were 19 third semester students enrolled in a Public Speaking course in an English Literature program at a private university in Makassar, Indonesia. Data were collected through participant observation, audio video recordings, verbatim transcripts of four key meetings, and pilot logs from the AI Feedback Presentation application. The four meetings focused on polite (dis)agreement, formal presentation structure and peer feedback, discussions on empathy, plastic use, AI and academic honesty, and modeling of expert speeches. Data were analyzed by segmenting IRF sequences, coding feedback types, and developing themes related to public speaking skills and AI use. Findings show that IRF is consistently employed to scaffold students’ spoken production from short responses to structured, polite opinions and formal presentations. The combination of IRF with recasts, metalinguistic explanations, elaborative feedback, and affective support enhances students’ awareness of politeness, speech organization, and delivery (eye contact, intonation, body language). The AI Feedback Presentation tool provides automatic transcription and simple performance metrics, which function as triggers for reflection rather than grading mechanisms. Students perceive AI as a useful assistant for grammar and idea generation, while also recognizing risks to academic honesty. The study proposes an IRF AI framework in which human and AI feedback are complementary in public speaking instruction.
Pemetaan Kesulitan Guru dalam Mengembangkan Keterampilan Membaca pada Lintas Fase Kurikulum Merdeka di SDS Islam Darus Syifa Sakinah, Syifa Nur; Maulana, Farid Rizqi; Wardana, Deni
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7726

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan kesulitan yang dialami guru dalam mengembangkan keterampilan membaca siswa pada tiga fase perkembangan literasi di sekolah dasar, yaitu Fase A, B, dan C. Berbagai tantangan yang dihadapi guru menunjukkan bahwa kemampuan dan kebutuhan membaca siswa berkembang secara berbeda pada setiap fasenya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan enam guru dan dua belas siswa melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan tujuh kategori utama kesulitan guru, yaitu perbedaan kemampuan membaca siswa, motivasi membaca yang masih rendah, keterbatasan media pendukung, lemahnya pemahaman bacaan, minimnya keterlibatan orang tua, kecenderungan pembelajaran yang masih teacher-centered, serta kesulitan siswa dalam memahami makna bahasa dan sastra. Temuan ini menunjukkan bahwa guru perlu menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan perkembangan literasi siswa pada setiap fase. Pada tahap awal, guru dapat memanfaatkan media visual konkret untuk membantu siswa memahami simbol dan makna dasar dalam bacaan. Pada fase menengah, strategi pembelajaran difokuskan pada pendampingan membaca untuk memperkuat pemahaman teks melalui diskusi terarah dan pembimbingan intensif. Sementara itu, pada fase lanjut, pendekatan analitis diterapkan bagi siswa yang masih mengalami hambatan dalam keterampilan membaca, seperti melalui latihan pengenalan ide pokok, struktur teks, dan penalaran kritis. Upaya tersebut dalam membantu kegiatan membaca siswa dapat berlangsung lebih optimal.
Pemanfaatan Novel Bagaimana Cara Mengurangi Berat Badan sebagai Bahan Ajar di SMP Paramita Candra Dewi; Ribut Wahyu Eriyanti; Arif Budi Wurianto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7735

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi makna sosial dan nilai karakter dalam novel Bagaimana Cara Mengurangi Berat Badan karya Amalia Yunus serta mengkaji potensinya sebagai bahan ajar sastra di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Novel ini dipilih karena merepresentasikan persoalan remaja yang dekat dengan realitas kehidupan siswa, khususnya stigma tubuh, tekanan sosial, dan pencarian penerimaan diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Sumber data primer berupa teks novel, sedangkan data sekunder meliputi buku teori sastra, teori transaksional membaca, teori pendidikan karakter, serta penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan dengan memanfaatkan teori transaksional membaca Louise M. Rosenblatt dan teori pendidikan karakter Thomas Lickona.Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel merepresentasikan makna sosial melalui konflik sosial dan konflik intrapersonal tokoh utama yang bersumber dari konstruksi sosial mengenai tubuh ideal. Konflik tersebut mencerminkan relasi individu dengan tekanan norma masyarakat modern dan berdampak pada kondisi psikologis tokoh. Selain itu, novel ini memuat nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, disiplin diri, ketekunan, empati, dan kepercayaan diri yang berkembang secara bertahap melalui pengalaman tokoh. Dari sisi pedagogis, novel ini memiliki potensi kuat sebagai bahan ajar sastra di SMP karena mampu memfasilitasi pembelajaran yang reflektif, kontekstual, dan berbasis pengalaman siswa. Dengan demikian, novel Bagaimana Cara Mengurangi Berat Badan layak dimanfaatkan sebagai bahan ajar untuk mendukung pengembangan literasi, kesadaran sosial, dan pendidikan karakter dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP.
Kesalahan Penggunaan Kala dalam Karangan Mahasiswa Bahasa Jerman Level B1 Maulero, Rount; Cholsy, Hayatul
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7736

Abstract

Penguasaan kala merupakan kompetensi fundamental dalam menyusun narasi yang koheren, namun seringkali menjadi kendala signifikan bagi pembelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan penggunaan kala bahasa Jerman dan menganalisis faktor penyebabnya. Data yang digunakan adalah frasa, klausa, dan kalimat dalam karangan bahasa Jerman mahasiswa pada level B1 Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Malang tahun 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis kesalahan (error analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang terjadi bersifat sistematis dan dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori utama. Kesalahan kala lampau menjadi bagian yang paling mendominasi, hal ini dikarenakan kompleksitas kala lampau bahasa Jerman yang terdiri dari tiga bagian yaitu plusquamperfekt, präteritum, dan perfekt. Data berupa 20 karangan mahasiswa dianalisis menggunakan pendekatan analisis kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan penggunaan kala bersifat sistematis dan mencakup 17 jenis kesalahan yang diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama, yaitu kala lampau, kala kini, dan kala depan. Faktor penyebab utama teridentifikasi sebagai interferensi bahasa ibu (Bahasa Indonesia) yang tidak berbasis kala, kompleksitas intralingual dari sistem kala Jerman itu sendiri, dan faktor pedagogis di dalam perkuliahan. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pengembangan strategi pengajaran yang lebih menekankan pada analisis kontrastif dan praktik kontekstual untuk membantu mahasiswa menjembatani kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan aplikasi praktis dalam produksi tulisan.
Teachers Implementation of Deep Learning in ELT: An Activity Theory Perspective Putra, Marcellino Eka; Sani, Najmi Laila; Sabrina, Sabrina; Nugraha, Dadan; Haryanti, Haryanti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7766

Abstract

The objective of this study is to seek the challenges experienced by English teachers in applying deep learning, focusing on their classroom experiences and perceptions using the activity theory as a  framework that focuses on its concepts of contradiction, boundary objects, and boundary crossing. This study used a semi-structure interview to understand the three participants' experiences as teachers in implementing Deep Learning in the classroom practices. Key challenges to their implementation came in the form: limited understanding, workload and time constraints, implementation barrier, limited administrative preparation, curriculum adaptation gap, and government requirement. However, the participants were able to overcome the challenges that arose by treating it as a connecting tool to connect their teaching methods. These findings raise important theoretical and practical issues related to strategies for overcoming challenges encountered in implementing deep learning, as implemented by the participants by institutional support and teachers training, implementation experience, facility support, and fellow teachers support. One of the connections is understanding how teachers manage the challenges they encounter by connecting their various activity systems as objects to overcome the obstacles that occur in the deep learning implementation system they use in the classroom.
Exploring Javanese Accent Influence: University Students' Perceptions, Motivation, and Coping Strategies in English Pronunciation Rahmadini, Athifah Oktavia; Meryanti, Meryanti; Chairunnisa, Silvina; Neneng Sunengsih
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7768

Abstract

The influence of Javanese accents on the pronunciation of English by Indonesia students is still limited. Therefore, the purpose of this research is to investigate how Javanese accents influence students' pronunciation of English and to understand their perceptions of the challenges they face in improving their pronunciation. We employed a qualitative method, utilizing semi-structured interviews, with approximately eight students from various universities in Indonesia who speak Javanese as their mother tongue participating. The collected data will be analyzed by topic to find different patterns and topics related to the influence of accents on English pronunciation. The expected result of this research is to provide a deeper understanding of how Javanese accents influence students ' pronunciation of English, especially in phonetic aspects. The results of this research are also expected to make a significant contribution to pronunciation teaching strategies, enabling teachers to more effectively address the common difficulties faced by students from a Javanese background.