cover
Contact Name
Kiftian Hady Prasetya
Contact Email
kiftian@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pbsi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Basataka (JBT)
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 26213826     EISSN : 26215977     DOI : -
Core Subject : Education,
Fokus dan cakupan Jurnal BASATAKA adalah penelitian dalam bidang Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia. The focus and scope of BASATAKA Journal is research in the fields of Education, Language, and Indonesian Literature.
Arjuna Subject : -
Articles 506 Documents
IMPLEMENTASI LITERASI ICT DALAM PEMBELAJARAN DI SD NEGRI 212 PALEMBANG Eka Prihartini; Elda Yuniar; FIlda Suci Lestari; Kustin Rahayu; Ayu Amelia; Marlena Marlena
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1168

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran literasi ICT di SDN 212 Palembang serta mengidentifikasi kendala dan strategi yang dilakukan sekolah dalam mengoptimalkan pembelajaran berbasis teknologi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan siswa kelas VI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran literasi ICT telah diterapkan dengan memanfaatkan media digital seperti PowerPoint, YouTube, Canva, Google Form, dan Quizizz. Penerapan ini meningkatkan motivasi, partisipasi, dan pemahaman siswa terhadap materi secara interaktif dan kontekstual. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana prasarana, jaringan internet yang belum stabil, serta kompetensi digital guru yang belum merata. Upaya yang dilakukan sekolah antara lain pelatihan ICT bagi guru, pemanfaatan perangkat secara bergiliran, dan kerja sama dengan komite sekolah dalam pengadaan fasilitas tambahan. Secara keseluruhan, pembelajaran literasi ICT di SDN 212 Palembang berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan membentuk karakter digital siswa, sehingga dapat menjadi model pengembangan sekolah dasar berbasis teknologi di era pendidikan abad ke-21.
FENOMENA NEOLOGISME JENIS BORROWING DALAM KONTEN TIKTOK TAHUN 2025 Maitsa Apria Huwaida; Lalita Melasarianti Melasarianti; M. Riyanton
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1169

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan bahasa asing dalam konten TikTok yang sering kali tidak dipahami secara utuh oleh pengguna sehingga berpotensi menimbulkan pergeseran makna dalam komunikasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk serta makna neologisme jenis pinjaman yang muncul dalam konten TikTok tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak dan catat terhadap video, caption, dan komentar pada konten TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 14 data neologisme jenis pinjaman yang seluruhnya berasal dari bahasa Inggris. Neologisme tersebut mengalami proses adaptasi makna sesuai dengan konteks penggunaan di media sosial, seperti pergeseran makna, perluasan makna, dan penggunaan bernuansa sarkas atau humor. Neologisme pinjaman tersebut dimanfaatkan sebagai sarana ekspresi identitas, kedekatan sosial, serta strategi komunikasi yang bersifat kreatif dan informal. Temuan ini menunjukkan bahwa TikTok berperan sebagai ruang produktif dalam pembentukan kosakata baru sekaligus mencerminkan dinamika perkembangan bahasa Indonesia di tengah pengaruh globalisasi dan budaya digital.
MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF PADA LIRIK LAGU ALBUM HITAM PUTIH KARYA FEBY PUTRI (KAJIAN SEMANTIK) Rahma Ramdani; Dyah Wijayawati; Vera Krisnawati
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1171

Abstract

Lagu merupakan salah satu media penyampaian pesan karena liriknya dapat membangkitkan serta memengaruhi emosional pendengar. Oleh karena itu, makna dalam lirik lagu menjadi aspek penting untuk dikaji melalui pendekatan semantik, khususnya makna denotatif dan konotatif. Namun, kajian yang secara khusus membahas kedua makna tersebut pada lirik lagu, terutama karya musik kontemporer Indonesia masih terbatas, termasuk pada album Hitam Putih karya Feby Putri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna denotatif dan konotatif dalam lirik lagu album Hitam Putih karya Feby Putri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Sumber data terdapat tiga lagu, yaitu Dunia, Semoga Ada Waktu Luang, dan Tangan-tangan Ucap Perpisahan sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat bermakna denotatif dan konotatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode simak dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan metode analisis interaktif Miles dan Huberman sedangkan keabsahan datanya diuji melalui triangulasi teori berdasarkan Chaer (2013) dan teori pendukung lainnya. Hasil penelitian menemukan 19 data yang terdiri atas 5 makna denotatif dan 14 makna konotatif. Temuan tersebut menunjukkan dominasi makna konotatif. Makna denotatif merujuk pada tindakan atau keadaan konkret, sedangkan makna konotatif mengandung nilai rasa, baik positif maupun negatif, seperti kesedihan, kegelisahan, harapan, optimisme, keteguhan, dan penguatan diri.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM VIDEO ANIMASI EHLIJA Mhd. Berly; Hasnah Faizah; Tria Putri Mustika
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1173

Abstract

Penelitian ini mengkaji implikatur percakapan dalam video animasi EhLija episode “My Circle My Second Home” sebagai sumber data utama (unggah 15 Mei 2023, durasi ±61 menit). Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi jenis-jenis implikatur percakapan dan menganalisis pematuhan serta pelanggaran prinsip kerja sama Grice dalam dialog tokoh. Metode penelitian bersifat kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatis; data dikumpulkan melalui teknik simak, catat, dan transkripsi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman (reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan). Temuan utama menunjukkan dominasi pematuhan terhadap maksim kualitas dan relevansi sehingga tutur berfungsi memelihara kohesi dan solidaritas kelompok remaja. Pelanggaran maksim muncul namun bersifat fungsional mis. ejekan, ironi, dan pengurangan informasi yang dipakai sebagai strategi pengelolaan konflik, proteksi interpersonal, dan penguatan solidaritas internal. Implikatur muncul dalam variasi umum, khusus, kuat, dan lemah, masing-masing memiliki fungsi pragmatis dalam pengaturan afektif dan koordinasi praktis. Penelitian menegaskan peran bahasa remaja sebagai alat manajemen sosial-afektif dan merekomendasikan pemanfaatan temuan untuk pengembangan literasi komunikasi dalam pendidikan serta intervensi konseling.
NOMINA DEVERBAL DALAM BUKU "BICARA ITU ADA SENINYA" KARYA OH SU HYANG Nani Indriyani; Dyah Wijayawati; Vera Krisnawati
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1174

Abstract

Nomina deverbal sebagai hasil proses afiksasi memiliki peran penting dalam pembentukan makna gramatikal dan penyampaian gagasan dalam bahasa Indonesia. Dalam buku Bicara itu Ada Seninya karya Oh Su Hyang, penggunaan nomina deverbal mencerminkan realisasi afiksasi dalam konteks wacana nonfiksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk serta makna afiks pembentuk nomina deverbal dalam buku Bicara itu Ada Seninya karya Oh Su Hyang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode padan intralingual. Data dikumpulkan melalui metode simak bebas libat cakap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prefiks {pe-}, {peN-}, {pen-}, dan {peng-} merupakan afiks paling produktif dan umumnya membentuk nomina bermakna ‘pelaku’ atau ‘profesi’. Prefiks {per-} muncul dalam jumlah terbatas dan membentuk nomina yang berkaitan dengan ‘tindakan’. Sufiks {-an} produktif membentuk nomina bermakna ‘hasil, cara, tempat, atau bentuk abstrak’, sedangkan konfiks {per-/-an}, {pe-/-an}, dan {pel-/-an} membentuk nomina yang menyatakan ‘hal, proses, atau hasil’. Secara keseluruhan, afiks-afiks tersebut membentuk pola pembentukan nomina deverbal dan menunjukkan variasi makna sesuai konteks penggunaannya, sehingga memperjelas fungsi afiksasi dalam pembentukan makna pada teks nonfiksi.
ANALISIS KEBUTUHAN MODUL KONTEKSTUAL BERMUATAN NILAI KARAKTER KELAS XI AKL SMK DI PURWOKERTO Irvan Azis Prasetya; Lalita Melasarianti; Bivit Anggoro Prasetyo Nugroho
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1176

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kebutuhan peserta didik dan pendidik pada pembelajaran teks prosedur kelas XI AKL SMK di Purwokerto. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui tahap analisis model ADDIE dengan teknik observasi, wawancara, dan angket. Hasil angket menunjukkan bahwa 99,4% peserta didik menilai modul penting dan memudahkan pembelajaran, 94,2% membutuhkan materi yang kontekstual, serta 98,1% menyetujui integrasi nilai karakter dalam pembelajaran. Temuan tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar yang digunakan saat ini belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan peserta didik sesuai kejuruan maupun penguatan nilai karakter. Data penelitian menegaskan bahwa pembelajaran teks prosedur memerlukan bahan ajar yang relevan, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik SMK. Simpulan penelitian ini menyatakan perlunya pengembangan modul kontekstual bermuatan karakter sebagai alternatif bahan ajar untuk meningkatkan efektivitas dan kebermaknaan pembelajaran sesuai yang dibutuhkan dunia kerja.
HUMANISME DALAM E-SUPERVISI (HYBRID) (INTEGRASI TEKNOLOGI & NILAI KARAKTER) Yuliana Yuliana; Sabran Sabran; Sri Susmiyati
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1178

Abstract

Penelitian tinjauan literatur ini menganalisis integrasi teknologi canggih dan nilai-nilai humanistik dalam pelaksanaan supervisi pendidikan, khususnya melalui model e-supervisi hibrida. Dalam konteks Society 5.0, transformasi pendidikan menuntut penyeimbangan antara efisiensi teknologi digital seperti kecerdasan buatan (AI) dan E-Supervisi dengan pelestarian nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan pengembangan karakter guru. Hasil temuan menunjukkan bahwa penerapan e-supervisi hibrida secara signifikan meningkatkan sistem pengawasan. Model ini menggabungkan alat digital untuk feedback waktu nyata dan bimbingan yang dipersonalisasi dengan pendekatan humanistik, kolaboratif, dan partisipatif. Hal ini tidak hanya meningkatkan literasi digital dan kompetensi profesional guru, tetapi juga mencegah dampak diawasi oleh mesin yang dapat mengurangi otonomi dan motivasi. Peran kepemimpinan humanistik dari kepala sekolah dan pengawas sangat penting dalam menyeimbangkan efisiensi teknologi dengan empati, komunikasi, dan penumbuhan karakter. Integrasi yang seimbang ini memperkuat iklim kerja kolaboratif, meningkatkan hubungan guru-siswa, dan pada akhirnya, mutu pembelajaran, terutama dalam konteks pendidikan yang menekankan dimensi spiritual dan moral. Secara konseptual, model ini menawarkan kerangka kerja holistik yang memprioritaskan etika digital danpengembangan karakter guru. Penelitian ini merekomendasikan studi kuantitatif lebih lanjut untuk menilai dampak jangka panjang model e-supervisi hibrida berbasis humanisme terhadap kinerja guru dan efektivitas pembelajaran secara lebih luas.
KRITIK SOSIOLOGIS DALAM PUISI "HIDUP TETAP BERJALAN DAN KITA TELAH LUPA ALASANNYA" KARYA IBE S. PALOGAI MENGGUNAKAN PENDEKATAN EKSPRESIF Nurhidayati Nurhidayati; Risna Wulandari Idris; Nadia Arsalina; Putri Salisa; Elmustian Rahman
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1179

Abstract

Penelitian ini membahas bentuk kritik sosial yang disampaikan dalam antologi puisi Hidup Tetap Berjalan dan Kita Telah Lupa Alasannya karya Ibe S. Palogai dengan menggunakan pendekatan ekspresif. Fokus penelitian adalah menelaah bagaimana penyair mengekspresikan emosi, pengalaman subjektif, dan refleksi pribadi melalui kata, bait, dan citraan untuk menyampaikan kritik sosial. Data penelitian terdiri dari 19 puisi yang mengandung kritik sosial, yang dianalisis menggunakan pendekatan ekspresif untuk menangkap pengalaman emosional penyair terkait isu sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, konsumerisme, dan politik. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyair mengekspresikan perasaan frustrasi, cemas, kecewa, marah, dan keterasingan melalui citraan keseharian, finansial, serta kebijakan publik, sehingga puisi berfungsi tidak hanya sebagai karya estetis, tetapi juga sebagai media kritik sosial dan refleksi moral. Kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan pada ekspresi emosional penyair sebagai sarana memahami kritik sosial, yang memberikan perspektif berbeda dibandingkan analisis tematik atau struktural sebelumnya. Berdasarkan temuan, disarankan agar pendekatan ekspresif digunakan sebagai metode analisis sastra untuk mengungkap makna subjektif dan kritik sosial dalam karya sastra lainnya. Implikasi penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan refleksi dalam pendidikan, literasi sosial, dan pengembangan kesadaran kritis terhadap isu-isu sosial yang relevan.
MANAJEMEN INOVASI LAYANAN BIMBINGAN KONSELING BERBASIS APLIKASI MOBILE UNTUK PENGUATAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS SISWA Muhammad Aulia Rahman; Akhmad Ramli; Bahrani Bahrani; Muhlis Muhlis; Siti Hardyanti
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1180

Abstract

Transformasi digital dalam dunia pendidikan mendorong perlunya inovasi dalam layanan bimbingan dan konseling (BK) untuk menjawab tantangan kesejahteraan psikologis siswa di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi manajemen inovasi layanan BK berbasis aplikasi mobile sebagai pendekatan sistemik dalam meningkatkan aksesibilitas, efektivitas, dan keberlanjutan dukungan psikologis di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis kualitatif deskriptif terhadap model manajemen inovasi, desain teknologi edukatif, serta pendekatan psikologis berbasis digital. Data dikumpulkan melalui telaah pustaka dari jurnal nasional dan internasional yang relevan, serta observasi terhadap implementasi aplikasi BK di beberapa institusi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teknologi mobile dalam layanan BK berpotensi memperkuat resiliensi siswa, menurunkan tingkat stres akademik, dan meningkatkan kualitas hubungan sosial. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan aplikasi BK yang kontekstual, kolaboratif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari kebijakan pendidikan berbasis kesejahteraan psikologis.
BENTUK-BENTUK TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM PROGRAM OBROLAN WARUNG TARSUN RRI PURWOKERTO EPISODE "DIMULAINYA PENDIDIKAN DI SEKOLAH RAKYAT BANYUMAS" Mei Diana Aulia; Etin Pujihastuti; Nia Ulfa Martha
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1183

Abstract

Perkembangan media digital menjadikan podcast sebagai ruang komunikasi publik yang strategis dalam menyampaikan kebijakan kepada masyarakat. Namun, tanpa pemahaman terhadap strategi bahasa yang digunakan, komunikasi kebijakan berpotensi menimbulkan salah tafsir dan kuranganya penerimaan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tindak tutur ilokusi dalam program Obrolan Warung Tarsun episode “Dimulainya Pendidikan di Sekolah Rakyat Banyumas” dan mengungkap makna komunikasi publik dalam penyampaian kebijakan pendidikan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode simak bebas libat cakap (SLBC). Sumber data dalam penelitian ini, yaitu program Obrolan Warung Tarsun episode “Dimulainya Pendidikan di Sekolah Rakyat Banyumas” di kanal YouTube RRI Purwokerto. Data penelitian ini berupa tuturan partisipan dalam program tersebut dan digunakan untuk mencapai tujuan penelitiann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kategori ilokusi, yaitu asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif muncul dalam interaksi penutur. Secara keseluruhan, asertif menjadi bentuk yang paling dominan karena digunakan untuk menyampaikan informasi dan menjelaskan konteks kebijakan. Direktif muncul untuk meminta klarifikasi dan memberi anjuran, sementara komisif menandai komitmen, serta dukungan institusional. Ekspresif terlihat melalui ungkapan syukur, empati, dan permintaan maaf, sedangkan deklaratif tampak dalam pernyataan resmi yang menetapkan perubahan jenjang dan struktur sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi kebijakan dalam program tersebut tidak hanya informatif, tetapi juga melibatkan unsur arahan, komitmen, dan ekspresi emosional, sehingga menggambarkan dinamika pragmatik yang kompleks dalam ruang publik digital.