cover
Contact Name
Wahyudi Rahmat
Contact Email
wahyudirahmat24@gmail.com
Phone
+6285664494180
Journal Mail Official
wahyudirahmat24@gmail.com
Editorial Address
Jl. Daksinapati Barat 4, RT.11/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26854147     DOI : https://doi.org/10.26499/bahasa
Focuses on publishing the original research articles, review articles from contributors, and the current issues related to language and literature education, linguistics and literature.
Articles 160 Documents
Nilai Religius dalam Novel Air Mata Tuhan Karya Aguk Irawan dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Teks Ulasan di SMA Muiz, Nita Qonita; Kamiludin, Udin; Nuryanto, Tato
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2023): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v5i2.713

Abstract

The research objective is to describe the religious values of the main character in the novel Tear Mata Dewa; and describe the use of the religious values of the main character in the novel Tears of God in learning to read novels in class XII SMK. The data in this research are religious values in the novel Air Mata Dewa. The data collection technique uses the reading and note-taking method. The instrument used in this research was data cards. The data analysis technique in this research uses content analysis techniques. The results of the analysis of the novel Tears of God are 3 religious values, namely: faith values, moral values, and worship values. The value of aqidah discusses love for Allah SWT and draw closer to Allah SWT to receive infinite goodness and grace. Apart from that, the value of Aqidah also explores knowledge and religion. Moral values discuss trusting in Allah SWT, doing good to fellow humans to gain peace of mind, and training oneself to be patient in facing problems. The value of worship discusses prayer and prayers to strengthen faith, receive protection from Allah SWT, and life solutions to every problem in this world and the hereafter. Furthermore, the results of the analysis made use of the novel Tears of God by Aguk Irawan as a learning module adapted to the Basic Competencies (KD) in SMA/SMK class XII. AbstrakTujuan penelitian mendeskripsikan nilai-nilai religius tokoh utama dalam novel Air Mata Tuhan; mendeskripsikan pemanfaatan nilai-nilai religius tokoh utama dalam novel Air Mata Tuhan pada pembelajaran membaca novel kelas XII SMK. Data pada penelitian ini ialah nilai-nilai religius dalam novel Air Mata Tuhan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode baca dan catat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kartu data. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis isi.  Hasil analisis novel Air Mata Tuhan memiliki tiga nilai religi yaitu: nilai akidah, nilai akhlak, dan nilai ibadah. Nilai akidah membahas tentang cinta kepada Allah SWT dan mendekatkan diri kepada Allah SWTagar mendapat kebaikan dan anugerah yang tak terhingga. Selain itu, nilai aqidah juga mendalami tentang ketauhidan terhadap agama. Nilai akhlak membahas tentang bertawakal kepada Allah SWT, berbuat baik kepada sesama manusia agar mendapatkan ketenangan jiwa serta melatih diri untuk bersabar dalam menghadapi masalah. Nilai ibadah membahas tentang berdoa dan shalat agar mengokohkan keimanan, mendapat penjagaan dari Allah SWT dan solusi hidup dari setiap masalah dalam kehidupan dunia dan akhirat. Selanjutnya, hasil analisis dibuat pemanfaatan novel Air Mata Tuhan karya Aguk Irawan sebagai modul pembelajaran yang disesuaikan dengan Kompetensi Dasar (KD) yang ada di SMA/ SMK kelas XII.
Posisi Bahasa Jawa Jembersebagai Alat Komunikasi pada Masyarakat Banyumasan: Tinjauan Bourdieu di Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember Sulihtyaningrum, Eli; Eddyono, Aryo Subarkah
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 1 (2024): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v6i1.958

Abstract

This research investigates the phenomenon of language competition between Megelen (a dialect of Javanese spoken in Banyumas) and Jemberan (a dialect of Javanese spoken in Jember) within the context of communication among multi-ethnic communities in the village of Jatimulyo. The aim is to understand the dominance of Jemberan Javanese and the reasons behind its usage in communication among the Banyumas community. A qualitative approach is adopted, employing Bourdieu's framework of social practice logic (agent-habitus-mode-field), with observations conducted in family settings, neighborhoods, and public spaces. Data is gathered through triangulation of sources including observations, interviews, and document reviews. Data analysis follows Miles and Huberman's qualitative analysis method (reduction, presentation, and drawing conclusions/verification). The findings indicate that Jemberan Javanese dominates as a communication tool due to its symbolic power, although Banyumas Javanese dialects are maintained as distinctions within family and neighborhood contexts. These findings support the view that Bourdieu's framework of social practice logic is dynamic and relevant for analyzing cultural phenomena such as shifts in language use. AbstrakPenelitian ini membahas fenomena persaingan bahasa antara bahasa Megelen (bahasa Jawa dialek Banyumasan) dan bahasa Jawa dialek Jember dalam konteks komunikasi masyarakat multi-etnis di desa Jatimulyo. Tujuannya adalah untuk memahami dominasi penggunaan bahasa Jawa dialek Jember dan alasan di baliknya dalam komunikasi masyarakat Banyumasan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan mengadopsi kerangka logika praktik sosial Bourdieu (agen-habitus-moda-ranah), di mana observasi dilakukan pada ranah keluarga, rukun tetangga, dan ruang publik. Data diperoleh melalui triangulasi sumber yang melibatkan hasil observasi, wawancara, dan penelusuran dokumen. Analisis data menggunakan metode analisis kualitatif Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan/verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Jawa dialek Jember mendominasi sebagai alat komunikasi karena kekuatan simbolik yang dimilikinya, meskipun bahasa Jawa dialek Banyumasan tetap dipertahankan sebagai distingsi dalam ranah keluarga dan tetangga. Temuan ini mendukung pandangan bahwa kerangka logika praktik sosial Bourdieu dapat dinamis dan relevan untuk menganalisis fenomena budaya seperti perubahan dalam penggunaan bahasa.
Strategi Pengajaran BIPA untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Jayantini, I Gusti Agung Sri Rwa
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2024): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v6i2.1065

Abstract

This study seeks to identify two significant aspects of BIPA (Indonesian for Foreign Speakers) teaching, namely: (i) the factors influencing motivation as an effort to sustain and achieve learning success in BIPA and (ii) teaching and learning strategies that can be applied to enhance both internal and external motivation. A systematic literature review was conducted following several steps. Data collection involved (1) defining keywords, (2) identifying and evaluating academic literature, and (3) determining key findings and grouping them according to the focus of this paper. The analysis was carried out through descriptive and thematic reviews based on the identified keywords. The literature review findings highlight two main points. First, there are several factors influencing motivation that teachers and learners can leverage to improve learning achievements, both internal and external. Second, the learning strategies that can be implemented to enhance motivation include creative approaches by BIPA teachers, such as: (i) contextual learning using cultural and gastronomic approaches as integral parts of maintaining learners' motivation, (ii) interactive teaching methods utilizing various media, such as comics and online interactive platforms like Zoompolls, Worldwall Games, Mentimeter, and Padlet, and (iii) innovative learning based on Information and Communication Technology (ICT).AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dua aspek penting dalam pengajaran BIPA, yaitu (i) faktor-faktor yang memengaruhi motivasi sebagai upaya untuk bertahan dan mencapai prestasi belajar BIPA dan (ii) strategi belajar mengajar yang dapat diterapkan untuk meningkatkan dua jenis motivasi, baik internal dan eksternal. Kajian literatur sistematis (systematic literature review) diterapkan dengan beberapa langkah. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu (1) menetapkan kata kunci, (2) pustaka berupa hasil penelitian ilmiah, dan (3) menetapkan sejumlah temuan penting dan membuat klasifikasi sesuai dengan fokus makalah ini. Analisis dilakukan dengan melakukan telaah deskriptif beserta tematik sesuai kata kunci yang telah diidentifikasi. Hasil kajian pustaka menunjukkan dua hal utama. Pertama, ada sejumlah faktor yang memengaruhi motivasi yang dapat digunakan pengajar dan pemelajar untuk meningkatkan prestasi belajar, baik internal dan eksternal. Kedua, strategi belajar yang dapat diterapkan untuk meningkatkan motivasi adalah kreativitas guru BIPA yaitu (i) pembelajaran kontekstual yang menggunakan pendekatan kultural serta gastronomi sebagai bagian integratif menjaga motivasi pemelajar, (ii) metode pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan sejumlah media, yaitu komik dan media interaktif online seperti Zoompols, Worldwall Games, Mentimeter, Padlet, dan (iii) pembelajaran inovatif berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Gaya Bahasa Sarkasme dalam Debat Capres 2024 Firmansyah, Arif; Raihani, Shofia Fauziah; Rijkiansyah, Asep Alga Faula; Mulyani, Hani; Imeldasari, Imeldasari; Vatahhayatia, Nova Aldhita; Mulyani, Sri; Malik, Miftahul
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2024): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v6i2.967

Abstract

This research aims to analyze the sarcasm language style used in the 2024 presidential candidate debate, with a focus on the speeches and interactions between the candidates. This research uses a case study method with a close observation technique which involves the process of observing and recording information directly from the data source, namely the 2024 presidential candidate debate video obtained from the YouTube site @KPURepublikIndonesia to identify and classify the style of sarcasm used in the presidential candidate debate. The results of the analysis show that there is one style of propositional sarcasm, one style of illocutionary sarcasm, one style of prefix sarcasm, and one style of lexical sarcasm. With the presence of sarcasm in the 2024 presidential debate, the audience's perception and reaction to this strategy tends to be skeptical. The majority of respondents considered the use of sarcasm to be less important and had the potential to create a less constructive discussion atmosphere. Although a small number consider it important, most do not place much emphasis on the strategy.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa sarkasme yang digunakan dalam debat calon presiden (capres) tahun 2024, dengan fokus pada pidato dan interaksi antara kandidat. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan teknik simak catat yang melibatkan proses mengamati dan mencatat informasi secara langsung dari sumber data, yaitu video debat capres 2024 yang didapat dari situs youtube @KPURepublikIndonesia untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan gaya bahasa sarkasme yang digunakan dalam debat capres. Hasil analisis menunjukkan terdapat satu gaya bahasa sarkasme proposisi, satu gaya bahasa sarkasme ilokusi, satu gaya bahasa sarkasme prefiks, dan satu gaya bahasa sarkasme leksikal. Dengan adanya gaya bahasa sarkasme di dalam debat capres 2024 persepsi dan reaksi penonton terhadap strategi ini cenderung skeptis. Mayoritas responden menilai penggunaan sarkasme kurang penting dan berpotensi menciptakan suasana diskusi yang kurang konstruktif. Meskipun sebagian kecil melihatnya sebagai penting, mayoritas tidak memberikan penekanan besar pada strategi tersebut.
Distribusi Fonem Vokal Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas 1 Sekolah Dasar Rakhmat, Muhammad; Alhariri, Sopia; Annursiah, Sena; Nurhasanah, Heti; Rahmatillah, Yulia; Wachyudin, Wachyudin
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2024): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v6i2.970

Abstract

This study contains research on the analysis of the distribution of vowel phonemes in the reading material of grade 1 elementary school textbooks. The research is based on the rampant language errors in the field of pronunciation. These errors are caused by ignorance of good and correct pronunciation. So this research aims to introduce the pronunciation through the distribution of vowel phonemes in a word in the smallest community environment, namely schools. The phoneme distribution analysis in this study uses the theory of phonetic transcription, vowel classification, and distribution of Indonesian phonemes. The method used is descriptive qualitative. The results of the analysis show that the reading material in the textbook contains ten phonological symbols in the form of [a, i, ?, u, U, e, ?, ?, o, ?]. The ten symbols are pronounced in different ways based on the sound organs they use. The vowel phoneme that always appears in the reading material is the sound [a] which dominates the appearance at the beginning of the word, the middle of the word, and the end of the word.AbstrakPenelitian ini berisikan analisis distribusi fonem vokal dalam bahan bacaan buku teks kelas 1 Sekolah Dasar. Penelitian ini didasari oleh maraknya kesalahan berbahasa dalam bidang pelafalan. Kesalahan tersebut disebabkan oleh ketidaktahuan mengenai cara pelafalan yang baik dan benar. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan cara pelafalan melalui pendistribusian fonem vokal dalam suatu kata di lingkungan masyarakat terkecil yaitu sekolah . Analisis distribusi fonem pada penelitian ini menggunakan teori transkripsi fonetik, klasifikasi vokal, dan distribusi fonem bahasa Indonesia. Metode yang digunakan berupa kualitatif deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahan bacaan dalam buku teks tersebut terdapat sepuluh lambang fonologi berupa [a, i, ?, u, U, e, ?, ?, o, ?]. Dari sepuluh lambang tersebut dilafalkan dengan cara yang berbeda berdasarkan pada organ bunyi yang digunakannya. Fonem vokal yang selalu muncul dalam bahan bacaan tersebut ialah bunyi [a] yang mendominasi kemunculan pada awal kata, tengah kata, dan akhir kata.
Leveled Storybook: A Supplementary Material for Teaching BIPA to Primary School Students Ni Ketut, Apriliyani
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2024): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v6i2.1047

Abstract

Bahasa Indonesia subject in Green School Bali is taught as a foreign language and integrated with a thematic approach. Based on the observation, storybooks are rarely utilized as learning materials for BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) due to the limited availability of resources that meet students' needs. This study aims to design leveled storybook as supplementary teaching materials for BIPA instruction at the primary school level. The research method follows the design and development framework proposed by Richey and Klein, encompassing four main stages: analysis, design, development, and evaluation. Based on the analysis using Candiasa's formula, the developed leveled storybook was categorized as a good quality. The quality evaluation of the storybook was conducted through user judgment, which serves as a limitation of this study. The leveled storybook is expected to serve as effective learning materials to support the teaching of Indonesian as a foreign language at the primary school level.AbstrakPembelajaran bahasa Indonesia di Green School Bali diajarkan sebagai bahasa asing dan diintegrasikan dengan pendekatan tematik. Hasil observasi menunjukkan bahwa buku cerita masih jarang dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran BIPA karena keterbatasan sumber bacaan yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk merancang buku cerita berjenjang sebagai bahan ajar pendukung dalam mengajar BIPA kepada siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah desain penelitian dan pengembangan berdasarkan model Richey dan Klein, yang mencakup empat langkah utama: analisis, desain, pengembangan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan rumus dari Candiasa, produk buku cerita berjenjang yang dikembangkan dinilai berkualitas baik. Penilaian kualitas buku cerita ini dilakukan melalui user judgment, yang menjadi batasan dalam penelitian ini. Buku cerita berjenjang ini diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran untuk mendukung pengajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa asing di tingkat sekolah dasar.
Kajian Semiotik pada Poster Politik Calon Presiden dan Wakil Presiden 2024 di Ciayumajakuning Mujtaba, Sultan Tirta; Itaristanti, Itaristanti; Nurpadillah, Veni; Sueb, Sueb
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2024): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v6i2.1086

Abstract

The aim of this research is to describe the meaning of signifiers and signifieds on political posters for the 2024 presidential and vice presidential candidates in Ciayumajakuning. This type of research is qualitative. The data source for this research is 38 posters of 2024 presidential and vice presidential candidates spread across Ciayumajakuning. Data collection was carried out using documentation techniques, followed by listening and note-taking techniques. The advanced technique used is the skillful free-involved listening technique. Meanwhile, the instrument used in this research uses data cards. Meanwhile, the data analysis technique in this research uses translational equivalent and referential equivalent techniques. The results of this research obtained ten meanings. These meanings are: 1) prohibition on daydreaming and immediately taking real action; 2) program for the welfare of the Indonesian people, 3) invitation to vote; 4) hope to obtain sustenance more easily; 5) principles of state building; 6) support for candidate pairs; 7) ideas for advancing Indonesia; 8) readiness of potential leaders; 9) characteristics of potential leaders; and 10) advanced Indonesian leaders. With this research, it is hoped that the public can understand the meaning related to political posters for presidential and vice presidential candidates. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna penanda dan petanda pada poster politik calon presiden dan wakil presiden 2024 di Ciayumajakuning. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah 38 poster calon presiden dan wakil presiden 2024 yang tersebar di Ciayumajakuning. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, dilanjutkan dengan teknik simak dan catat. Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap. Sementara itu, teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik padan translasional dan padan referensial. Hasil penelitian ini diperoleh sepuluh makna. Adapun makna-makna tersebut yaitu 1) larangan berangan-angan segera lakukan tindakan yang nyata; 2) program mensejahterakan rakyat Indonesia, 3) ajakan memilih; 4) harapan untuk mendapatkan rezeki dengan lebih mudah; 5) prinsip membangun negara; 6) dukungan kepada paslon; 7) gagasan memajukan Indonesia; 8) kesiapan calon pemimpin; 9) sifat calon pemimpin; dan 10) pemimpin Indonesia maju. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan masyarakat dapat memahami makna terkait poster politik calon Presiden dan Wakil Presiden.
Identitas Diri Tokoh Utama dalam Novel Iyan Bukan Anak Tengah Karya Armaraher Wahyuni, Sri; Ramly, Ramly; Mayong, Mayong
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1248

Abstract

This study aims to describe three main aspects: (1) the identity crisis experienced by the character Iyan at the stage of searching for her identity, (2) the factors that influence the formation of her identity, and (3) the internal and external conflicts she faces. This study uses a qualitative method. The data in this study are in the form of words, phrases, clauses, or excerpts from the novel Iyan Bukan Anak Tengah by Armaraher in the form of narratives, dialogues and monologues. The research collection technique was collected through documentation, reading and taking notes. The data analysis technique in this study was to read carefully and repeatedly the novel Iyan Bukan Anak Tengah by Armaraher, identify data related to the identity of the main character in the novel Iyan Bukan Anak Tengah, record research problem data, test the validity of the data with two techniques, namely perseverance and observation. Iyan's identity search process reflects the struggle of adolescents in finding their identity amidst family and environmental pressures. This study emphasizes the importance of family support in forming a strong self-identity and the relevance of Erikson's theory in understanding the psychological dynamics of fictional characters. The results of the study indicate that Iyan experiences an identity crisis due to her role as the middle child in a family that lacks emotional attention. Iyan's internal conflicts include feelings of inferiority, disappointment, and lack of support from his family, while his external conflicts involve unfair treatment from his parents and siblings. The main factors that influence the formation of Iyan's identity include his family environment, social pressure, and his life experiences as a middle child who is often neglected.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tiga aspek utama: (1) krisis identitas yang dialami tokoh Iyan pada tahap pencarian jati diri, (2) faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan identitas dirinya, dan (3) konflik internal serta eksternal yang dihadapinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa, atau kalimat penggalan dalam novel iyan bukan anak tengah karya Armaraher yang berbentuk narasi, dialog dan monolog. Teknik pengumpualn  penelitian ini dikumpulkan melalui dokumentasi, membaca dan mencatat. Teknik analisis data pada penelitian ini membaca secara cermat dan berulang-ulang novel iyan bukan anak tengah karya armaraher,mengidentifikasi data yang berhubungan dengan identitas diri tokoh utama dalam novel iyan bukan anak tengah, mencatat data permasalahan penelitian, menguji keabsahan data dengan dua teknik yaitu ketekunan dan pengamatan.  Proses pencarian identitas Iyan mencerminkan perjuangan remaja dalam menemukan jati diri mereka di tengah tekanan keluarga dan lingkungan. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan keluarga dalam membentuk identitas diri yang kuat serta relevansi teori Erikson dalam memahami dinamika psikologis tokoh fiksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Iyan mengalami krisis identitas akibat perannya sebagai anak tengah dalam keluarga yang kurang memberikan perhatian emosional. Konflik internal Iyan mencakup perasaan rendah diri, kecewa, dan kurangnya dukungan dari keluarga, sementara konflik eksternalnya melibatkan ketidakadilan perlakuan dari orang tua dan saudara-saudaranya. Faktor utama yang memengaruhi pembentukan identitas Iyan meliputi lingkungan keluarga, tekanan sosial, dan pengalaman hidupnya sebagai anak tengah yang sering diabaikan.
Pentas Wayang Topeng Tengger sebagai Refleksi Nilai-Nilai Sosial Masyarakat Tengger Nisa, Nadia Khairun; Sukmawan, Sony
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1268

Abstract

This study aims to examine the values of affection, responsibility, and harmony reflected in the Tengger Masked Puppet performance. This research employs a qualitative method with a content analysis design on performing arts texts. Data was collected through field observations, interviews, Tengger Masked Puppet performance video reviews, and document studies. The informants in this study included dukun pandhita (shamans), dalang (puppeteers), wiyaga (gamelan players), sinden (female singers), and members of the community.   The results of the study indicate that the social values of the Tengger community are manifested in various aspects of Tengger Masked Puppet performance. The value of affection is reflected in interpersonal relationships, the value of responsibility in adherence to rules and commands, and the value of harmony in tolerance and cooperation. Tengger Masked Puppet performance is able to reflect the social values of the community because the art form has grown from within the community, thus it is not surprising that Tengger Masked Puppet performance portrays the life of the Tengger community, from its social conditions to its history. In conclusion, Tengger Masked Puppet performance reflects the valuable social values of the Tengger community, which are relevant to cultural preservation. These traditional values, maintained over centuries, significantly contribute to Indonesia's cultural diversity. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai kasih sayang, tanggung jawab, dan keserasian yang tercermin dalam pergelaran Wayang Topeng Tengger (WTT). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain analisis isi pada teks seni pertunjukan. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, simak video pertunjukan WTT, dan studi dokumen. Adapun kriteria informan adalah dukun pandhita, dalang, wiyaga, sinden, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sosial masyarakat Tengger termanifestasi dalam berbagai aspek WTT. Nilai kasih sayang tercermin dalam hubungan antar manusia, nilai tanggung jawab tercermin dalam kepatuhan terhadap aturan dan perintah, dan nilai keserasian tercermin dalam toleransi dan kerja sama. WTT mampu merefleksikan nilai-nilai sosial masyarakat karena kesenian tersebut tumbuh ditengah-tengah masyarakat sehingga tak heran jika WTT menggambarkan kehidupan masyarakat Tengger dari keadaan sosial sampai sejarahnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah WTT merefleksikan nilai-nilai sosial masyarakat Tengger yang berharga dan relevan untuk pelestarian budaya. Nilai-nilai tradisional yang telah terjaga selama berabad-abad memberikan kontribusi yang signifikan bagi keberagaman budaya Indonesia.
Kuasa dan Wacana: Mengurai Ideologi Politik Pemberitaan Tentang “Peringatan Darurat” pada Detiknetwork Rohmatulloh, Muhammad Taufiqur; Setiawati, Eti
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1229

Abstract

This study analyzes the construction of discourse and political ideology in the reporting of "Emergency Warning" by Detik Network using Fairclough's critical discourse analysis. Primary data was obtained from Detik Network's news related to “Peringatan Darurat”. The secondary data comes from literature sources regarding Fairclough's critical discourse analysis. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, verification and using a triangulation strategy. The results show that Detik Network shapes public opinion through critical nuanced vocabulary, text representations that emphasize DPR-MK tensions, and discursive practices that strengthen the government's stability narrative. Sociocultural analysis reveals the ideological conflict between participatory democracy and dominant authority (DPR-government). Detik tends to reduce public demands as a temporary phenomenon and obscure structural problems such as oligarchy in the revision of the Pilkada Law. The findings emphasize the importance of media literacy to criticize news bias, media transparency in complex political issues, and the need for further research on the role of the media in democratic dynamics. Practical implications emphasize media accountability in presenting political information objectively. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis konstruksi wacana dan ideologi politik dalam pemberitaan "Peringatan Darurat" oleh Detik Network menggunakan analisis wacana kritis Fairclough. Data primer diperoleh dari berita Detik Network terkait "Peringatan Darurat". Adapun data sekunder berasal dari sumber literatur mengenai analisis wacana kritis Fairclough. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi serta menggunakan strategi triangulasi. Hasil menunjukkan Detik Network membentuk opini publik melalui kosakata bernuansa kritis, representasi teks yang menegaskan ketegangan DPR-MK, serta praktik diskursif yang menguatkan narasi stabilitas pemerintah. Analisis sosiokultural mengungkap konflik ideologis antara demokrasi partisipatif dan otoritas dominan (DPR-pemerintah). Detik cenderung mereduksi tuntutan publik sebagai fenomena temporer dan mengaburkan masalah struktural seperti oligarki dalam revisi UU Pilkada. Temuan menegaskan pentingnya literasi media untuk mengkritisi bias pemberitaan, transparansi media dalam isu politik kompleks, serta perlunya penelitian lanjutan tentang peran media dalam dinamika demokrasi. Implikasi praktis menekankan akuntabilitas media dalam menyajikan informasi politik secara objektif.