cover
Contact Name
Wahyudi Rahmat
Contact Email
wahyudirahmat24@gmail.com
Phone
+6285664494180
Journal Mail Official
wahyudirahmat24@gmail.com
Editorial Address
Jl. Daksinapati Barat 4, RT.11/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26854147     DOI : https://doi.org/10.26499/bahasa
Focuses on publishing the original research articles, review articles from contributors, and the current issues related to language and literature education, linguistics and literature.
Articles 160 Documents
Implementasi Pembelajaran Teaching at the Right Level pada Kurikulum Merdeka di MAS Muhammadiyah Cambajawaya Auliyah, Tazkiyah
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1312

Abstract

The purpose of this study is to describe how the initial assessment, planning, implementation and challenges faced by teachers to implement learning in accordance with teaching at the right level in the merdeka curriculum at Madrasah Aliyah Swasta Muhammadiyah Cambajawaya Kab. Gowa. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Research data are in the form of observation, interviews, and documentation. The data analysis technique is carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing while still ensuring data validity through triangulation of techniques and sources. The results showed that teaching at the right level learning begins with an initial assessment to map students' abilities into three groups, namely high, medium and low. Planning is arranged flexibly according to the mapping results, with different learner worksheets for each group. Learning implementation adjusts the approach to each ability level, ranging from intensive guidance to independent learning. Challenges faced include ability heterogeneity, limited resources, lack of training, limited learning time, and lack of collaboration between teachers. This research provides practical implications for teachers in developing Indonesian learning strategies that are more effective and in accordance with the needs and potential of students. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan asesmen awal, perencanaan, dan pelaksanaan, serta tantangan yang dihadapi guru dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan teaching at the right level pada kurikulum merdeka di Madrasah Aliyah Swasta Muhammadiyah Cambajawaya Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian berupa hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan tetap menjamin keabsahan data melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran teaching at the right level diawali dengan asesmen awal untuk memetakan kemampuan peserta didik ke dalam tiga kelompok, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Perencanaan disusun secara fleksibel sesuai hasil pemetaan, dengan lembar kerja peserta didik yang berbeda untuk tiap kelompok. Pelaksanaan pembelajaran menyesuaikan pendekatan terhadap masing-masing tingkat kemampuan, mulai dari bimbingan intensif hingga pembelajaran mandiri.Tantangan yang dihadapi meliputi heterogenitas kemampuan, keterbatasan sumber daya, minimnya pelatihan, waktu pembelajaran yang terbatas, dan kurangnya kolaborasi antar guru. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan serta potensi peserta didik.
Pan & M. Kosicki’s Framing Analysis: Death of Al-Jazeera Journalist in Gaza Istifarin, Afianti; Basid, Abdul
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1228

Abstract

Framing is the framing of a media in constructing and broadcasting news in society. The objectives of this research are: (1) Syntactic study of news coverage of the death of Al-Jazeera journalists in Gaza; (2) Script of news coverage of the death of Al-Jazeera journalists in Gaza; (3) Thematic coverage of the death of journalists in Gaza; (4) Rhetorical coverage of news coverage of the death of journalists in Gaza. This research uses a qualitative method whose data comes from two news texts from the BBC and CNN Arabic. This data was collected through reading and note-taking techniques and analyzed using Milles & Huberman's analysis style. The results of this study found several important things related to the news coverage of the death of Al-Jazeera journalists in Gaza: (1) the syntactic structure in the news coverage emphasizes the humanitarian aspect and the impact of the conflict, (2) news scripts often highlight the importance of press freedom and journalists' security, (3) the thematic of journalists' deaths in Gaza is often associated with human rights and security issues in conflict zones, (4) rhetorical techniques are used to evoke empathy and emphasize the important role of journalists. This research offers a new perspective on the effective and impactful delivery of news coverage of journalist deaths and how such coverage can raise awareness and gain widespread support for the protection of journalists. Abstrak Framing merupakan pembingkaian suatu media dalam mengkonstruksi dan menyiarkan berita di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Kajian sintaksis liputan berita kematian wartawan Al-Jazeera di Gaza; (2) Naskah liputan berita kematian wartawan Al-Jazeera di Gaza; (3) Liputan tematik kematian wartawan di Gaza; (4) Liputan retoris liputan berita kematian wartawan di Gaza. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang datanya bersumber dari dua teks berita BBC dan CNN Arabic. Data ini dikumpulkan melalui teknik baca dan catat serta dianalisis menggunakan gaya analisis Milles & Huberman. Hasil penelitian ini menemukan beberapa hal penting terkait pemberitaan kematian jurnalis Al-Jazeera di Gaza: (1) struktur sintaksis dalam pemberitaan tersebut menekankan pada aspek kemanusiaan dan dampak konflik, (2) naskah berita sering menonjolkan pentingnya kebebasan pers dan keamanan jurnalis, (3) tema kematian jurnalis di Gaza sering dikaitkan dengan isu hak asasi manusia dan keamanan di zona konflik, (4) teknik retorika digunakan untuk membangkitkan empati dan menekankan peran penting jurnalis.
Keefektifan Strategi Rekayasa Teks dalam Pembelajaran Menulis Laporan Ilmiah Siswa Kelas XII SMK Negeri 7 Bone Marwah, Marwah; Nensilianti, Nensilianti; Dalle, Ambo
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1232

Abstract

This study aims to describe the effectiveness of text engineering strategies, modeling strategies, and the differences between text engineering strategies and modeling strategies in learning to write scientific reports for grade XII students of SMKN 7 Bone. This study uses a quantitative approach. The data collection technique is in the form of a test to write scientific reports. The results of the study show that text engineering strategies are effectively used in learning to write students' scientific reports. The results of the t-test showed that the score was 18,058 > a value of 2,093 with a value of sig. (2-tailed) of 0.000 < 0.05 so that H1 is accepted. The mean value of students' text engineering strategies before treatment was 48.75 with the low category, after treatment increased to 82.05 in the high category. Effective modeling strategies are used in learning to write scientific reports. The results of the t-test showed that the score was 23,614 > a score of 2,093 with a sig value. (2-tailed) of 0.000 < 0.05 so that H1 is accepted. The mean value of students' modeling strategies before treatment was 44.85 with the low category, after treatment increased to 84.05 with the high category. There was no significant difference between the two classes in learning to write scientific reports after being treated. Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keefektifan strategi rekayasa teks, strategi modeling, dan perbedaan antara strategi rekayasa teks dan strategi modeling dalam pembelajaran menulis laporan ilmiah siswa kelas XII SMKN 7 Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan datanya berupa tes menulis laporan ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan strategi rekayasa teks efektif digunakan dalam pembelajaran menulis laporan ilmiah siswa. Hasil uji t-test menunjukkan bahwa nilai  sebesar 18.058 > nilai  sebesar 2.093 dengan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H1 diterima. Nilai mean strategi rekayasa teks siswa sebelum perlakuan adalah 48,75 dengan kategori rendah, setelah perlakuan meningkat menjadi 82,05 kategori tinggi. Strategi modeling efektif digunakan dalam pembelajaran menulis laporan ilmiah. Hasil uji t-test menunjukkan bahwa nilai  sebesar 23.614 > nilai  sebesar 2.093 dengan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H1 diterima. Nilai mean strategi modeling siswa sebelum perlakuan adalah 44,85 dengan kategori rendah, setelah perlakuan meningkat menjadi 84,05 dengan kategori tinggi. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas dalam pembelajaran menulis laporan ilmiah setelah diberi perlakuan.
Perbandingan Pembelajaran Berdiferensiasi dan Nondiferensiasi Terhadap Keterampilan Menulis Puisi Peserta Didik Kelas X SMAN 1 Maros Haris, Nur Hasriawanda Ummy
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1301

Abstract

This study aims to describe the comparison between differentiated and non-differentiated instruction on the learning outcomes of poetry writing skills of Class X students at SMAN 1 Maros. This study employed a quantitative approach using an experimental method.  The sample consisted of Class X.1 students as the differentiated instruction group and Class X.2 students as the non-differentiated instruction group. Data collection was carried out through poetry writing tests (pretest and posttest). The data were analyzed using normality test, homogeneity test, and paired sample t-test. The results of the study showed that differentiated instruction had a more significant effect on improving poetry writing skills compared to non-differentiated instruction. This was evident from the higher average posttest scores in the experimental class compared to the control class. Furthermore, statistical test results indicated that the t-value was greater than the t-table value, which signified a significant difference between the two instructional models.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbandingan pembelajaran berdiferensiasi dan nondiferensiasi terhadap hasil belajar keterampilan menulis puisi peserta didik kelas X SMAN 1 Maros. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X.1 sebagai kelas pembelajaran berdiferensiasi dan kelas X.2 sebagai kelas nondiferensiasi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes menulis puisi (pretest dan posttest). Data dianalisis dengan uji normalitas, homogenitas, dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan menulis puisi dibandingkan dengan pembelajaran nondiferensiasi. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata hasil posttest pada kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Selain itu, hasil uji statistik menunjukkan bahwa thitung > ttabel, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara kedua model pembelajaran.
Pengaruh Metode Montessori dan Metode SAS dalam Peningkatan Keterampilan Membaca Permulaan: Studi Eksperimental di SDIT Azzahrah Gowa Ibrahim, Rahmatia; Saleh, Muhammad
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1237

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the Montessori method with movable alphabet media and the SAS method with word cards in improving early reading skills among first-grade students at SDIT Azzahrah Gowa. The research design used was a quasi-experimental design with two experimental groups. The first group used the Montessori method with movable alphabet media, while the second group used the SAS method with word cards. Data were collected through pretest and posttest assessments, which measured early reading skills, including letter recognition, letter sounds, word reading, phonological awareness, and sentence reading. The data were analyzed using descriptive statistics to calculate means, standard deviations, and data distribution, and independent t-tests were used to examine significant differences between the two experimental groups. The results of the study indicated that the Montessori method was more effective than the SAS method. The Montessori group showed a significant improvement with an average posttest score of 89.67, while the SAS group achieved an average posttest score of 82.73. A comparison of pretest and posttest results revealed that both methods had a significant impact on students' reading skills, but the Montessori method produced more stable and consistent results. These findings suggest that the multisensory learning approach used in the Montessori method was more effective in improving early reading skills compared to the more structured SAS method. This study contributes to the development of more effective early reading teaching methods in elementary education.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektifan metode Montessori dengan media alfabet bergerak dan metode SAS dengan kartu kata dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas 1 SDIT Azzahrah Gowa. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan dua kelompok eksperimen. Kelompok pertama menggunakan metode Montessori dengan media alfabet bergerak, sementara kelompok kedua menggunakan metode SAS dengan kartu kata. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pretest dan posttest yang mengukur kemampuan membaca permulaan, termasuk pengenalan huruf, bunyi huruf, membaca kata, kesadaran fonologis, dan membaca kalimat. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan rata-rata, standar deviasi, dan distribusi data, serta uji t-sampel independen untuk menguji perbedaan signifikan antara kedua kelompok eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Montessori lebih efektif dibandingkan dengan metode SAS. Kelompok Montessori mengalami peningkatan yang signifikan dengan rata-rata skor posttest 89,67, sedangkan kelompok SAS memperoleh rata-rata skor 82,73. Perbandingan hasil pretest dan posttest menunjukkan bahwa kedua metode tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan membaca siswa, namun metode Montessori memberikan dampak yang lebih stabil dan konsisten. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran multisensori yang diterapkan dalam metode Montessori mampu meningkatkan kemampuan membaca permulaan lebih baik dibandingkan dengan metode yang lebih terstruktur seperti SAS. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan metode pembelajaran membaca yang lebih efektif di tingkat pendidikan dasar.
Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Kolom Komentar pada Postingan Akun Instagram Youtuber Atta Halilintar Sueb, Sueb; Fitriani, Arin
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1247

Abstract

This study aims to describe adherence and violations to the principles of language politeness, and the functions of politeness in netizen comments on the captions of YouTuber Atta Halilintar Instagram posts. Employing a qualitative approach with a descriptive method, the data were obtained from written netizen comments collected through observation and note taking techniques. The findings indicate that adherence to politeness principles is reflected in the application of the maxims of wisdom, generosity, praise, humility, agreement, and sympathy. Violations are evident through the use of harsh vocabulary, innuendo, prejudice, and refusal to provide support or approval. Furthermore, the functions of politeness identified in netizen comments include expressing statements, posing questions, giving commands, apologizing, and offering criticism. This research is expected to contribute to a better understanding of language politeness forms, promoting more appropriate and considerate communication practices in social media interactions.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa, serta fungsi kesantunan berbahasa dalam komentar warganet pada caption postingan akun Instagram youtuber Atta Halilintar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kalimat tertulis dari komentar warganet yang diambil dari caption postingan Instagram Atta Halilintar yang dikumpulkan melalui teknik simak, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pematuhan prinsip kesantunan berbahasa meliputi penggunaan maksim kearifan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesepakatan, dan kesimpatian. Pelanggaran prinsip kesantunan terjadi dalam bentuk penggunaan kosakata kasar, sindiran, prasangka buruk, serta ketidaksediaan memberi dukungan atau persetujuan. Adapun fungsi kesantunan dalam komentar warganet meliputi fungsi menyatakan, menanyakan, memerintah, meminta maaf, dan mengkritik. Diharapkan penelitian ini dapat membantu warganet dalam memahami bentuk kebahasaan sehingga dapat digunakan dengan baik.
Decoding Digital Dystopia: Simulacra, Hyperreality, and Control in The Matrix Franchise Film Series as A Critique of Contemporary Society Langoday, Yohanes Redan; Amir, Johar; Agussalim Aj, Andi
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1227

Abstract

This study analyzes the representation of digital dystopia in The Matrix film series through Jean Baudrillard’s simulacra theory and Tom Moylan’s critical dystopia framework. Using qualitative analysis of key scenes and dialogues, the research traces the evolution of control mechanisms from physical oppression to psychological and biological manipulation. The franchise progresses through four stages of simulacra: reflection of reality (counterfeit), concealment (production), autonomous simulation, and hyperreality. Findings reveal how digital capitalism weaponizes narratives, eroding critical consciousness through algorithmic curation, deepfakes, and neuromarketing. While the films offer a robust critique of Western technocapitalism, their Eurocentric lens may overlook non-Western manifestations of digital authoritarianism, such as China’s Social Credit System. The study highlights real-world parallels, including social media’s role in polarization and AI’s capacity to hijack emotional networks. Practical implications call for algorithmic transparency, ethical AI governance, and critical digital literacy. Future research should explore dystopian narratives from the Global South to decentralize the discourse and address localized forms of digital oppression.Abstrak Penelitian ini menganalisis representasi distopia digital dalam serial film The Matrix melalui teori simulacra Jean Baudrillard dan kerangka distopia kritis Tom Moylan. Dengan analisis kualitatif terhadap adegan dan dialog kunci, penelitian ini melacak evolusi mekanisme kontrol dari penindasan fisik ke manipulasi psikologis dan biologis. Serial ini mengalami perkembangan melalui empat tahap simulacra: refleksi realitas (palsu), penyembunyian (produksi), simulasi otonom, dan hiperrealitas. Temuan mengungkapkan bagaimana kapitalisme digital mempersenjatai narasi, mengikis kesadaran kritis melalui kurasi algoritmik, deepfake, dan neuromarketing. Meski film ini memberikan kritik tajam terhadap teknokapitalisme Barat, sudut pandang Eurosentrisnya mungkin mengabaikan manifestasi otoritarianisme digital di luar Barat, seperti Sistem Kredit Sosial di Tiongkok. Studi ini menekankan paralel dunia nyata, termasuk peran media sosial dalam polarisasi dan kemampuan AI membajak jaringan emosional. Implikasi praktis menyerukan transparansi algoritma, tata kelola AI etis, dan literasi digital kritis. Penelitian lanjutan perlu mengeksplorasi narasi distopia dari Global Selatan untuk mendesentralisasi wacana dan mengatasi bentuk-bentuk penindasan digital yang terlokalisasi.
Representasi Nilai Formal dalam Debat Calon Presiden di Media Sosial Youtube: Model Norman Fairglough Syamsuddin, Fathanah; Jufri, Jufri; Syamsudduha, Syamsudduha
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1300

Abstract

The purpose of this study is to uncover the representation of words in presidential debates on YouTube social media reviewed from experiential, relational, and expressive values. This research is a qualitative research with a descriptive approach. The source of the data is in the form of the results of the presidential debate text on YouTube social media. Data analysis techniques are carried out through the stages of data identification, description, data analysis, and conclusion drawing while maintaining the validity of the data through triangulation of techniques and sources. The results of the study show that based on Norman Fairclough's analysis, presidential debates on YouTube reflect experiential, relational, and expressive values. Experiential values show the construction of social reality through the choice of words that are ideological and persuasive. Relational values can be seen from language strategies that build power relations, solidarity, and the social position of candidates. Expressive values reflect attitudes, judgments, and ideological alignment to form self-image and emotional support.Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap representasi kata dalam debat capres di media sosial YouTube ditinjau dari nilai eksperiensial, relasional, dan ekspresif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data berupa hasil teks debat capres di media sosial YouTube. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan identifikasi data, deskripsi, analisis data, dan penarikan kesimpulan dengan tetap menjaga keabsahan data melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis Norman Fairclough, debat capres di YouTube mencerminkan nilai-nilai eksperiensial, relasional, dan ekspresif. Nilai-nilai eksperiensial menunjukkan konstruksi realitas sosial melalui pilihan kata-kata yang bersifat ideologis dan persuasif. Nilai-nilai relasional terlihat dari strategi bahasa yang membangun hubungan kekuasaan, solidaritas, dan posisi sosial kandidat. Nilai-nilai ekspresif mencerminkan sikap, penilaian, dan keberpihakan ideologis untuk membentuk citra diri dan dukungan emosional.
Pembelajaran Pidato di Era Multiliterasi Digital Kartadireja, Welly Nores; Sastromiharjo, Andoyo; Lisnawati, Iis
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1177

Abstract

This study aims to understand the impact of technology integration in the digital multiliteracy era on the strategies, processes, and outcomes of speech learning in the Department of Indonesian Language Education, FKIP, Siliwangi University. The method used is a qualitative case study with purposive sampling technique. Data were obtained through observation, in-depth interviews, and document analysis. Data analysis was carried out interactively through reduction, presentation, and conclusion drawing.The results showed that the application of digital technology significantly improved speech learning strategies. Students become more active, creative, and communicative in composing and delivering speeches through online platforms. Students' digital literacy increased, marked by the ability to understand digital content, adapt speeches to audiences, and utilize online media. Lecturers also find it easy to be flexible, provide feedback, and utilize digital resources. Digital multiliteracies proved effective in supporting the development of speech learning in higher education. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak integrasi teknologi di era multiliterasi digital terhadap strategi, proses, dan hasil pembelajaran pidato di Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Siliwangi. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi digital secara signifikan meningkatkan strategi pembelajaran pidato. Mahasiswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan komunikatif dalam menyusun serta menyampaikan pidato melalui platform online. Literasi digital mahasiswa meningkat, ditandai dengan kemampuan memahami konten digital, menyesuaikan pidato dengan audiens, dan memanfaatkan media daring. Dosen juga merasakan kemudahan dalam fleksibilitas, pemberian umpan balik, dan pemanfaatan sumber daya digital. Multiliterasi digital terbukti efektif mendukung pengembangan pembelajaran pidato di perguruan tinggi.
Pengaruh Model Pembelajaran Cognitive Academic Language Learning Approach Terhadap Minat Membaca Cerita Pendek di Kelas V SD Setiartin, Titin; Rachman, Ichsan Fauzi; Maryani, Sri
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1176

Abstract

This research explains and explains the application of the Cognitive Academic Language Learning Approach (CALLA) learning model in appreciative reading learning in fifth-grade elementary school. The research uses experiments using quasi-experimental methods. The research controls one variable in the form of matching. Randomized Pretest-Posttest Comparison Group Design, research design using a non-equivalent pre-test and post-test design using the Kolmogorov Smirnov Test. T-test value (calculated t) of two paired samples for the Experiment Class variable (All classes) with the Control Class variable (Karanganyar I). If Sig. (2-tailed) < 0.05, the Sig value is obtained. (2-tailed) = 0.431, meaning the two samples are significantly different. The results of the research show that the CALLA model has a positive effect on increasing the metacognitive, cognitive, and social/affective competencies of 5th-grade elementary school students. The two variables are significantly different through the self-evaluation test. From the two paired sample t-test calculations for the Experiment Class variable (All classes) and the Control Class variable (Karanganyar I), the Sig value was obtained. (2-tailed) = 0.016, meaning the two samples are significantly different. The CALLA learning model is effective in improving the ability to read short stories in reading learning in fifth-grade elementary school.Abstrak Penelitian ini menjelaskan, dan memaparkan penerapan model pembelajaran Cognitive Academic Language Learning Approach (CALLA) dalam pembelajaran membaca apresiatif di kelas V SD. Penelitian menggunakan eksperimen dengan menggunakan metode eksperimen kuasi. Penelitian mengontrol satu variabel  dalam bentuk matching. Desain Kelompok Pembanding Prates-Pascates Beracak, desain penelitian menggunakan desain nonekuivalen prates dan pascates dengan menggunakan Kolmogorov Smirnov Test. Nilai Uji-t (t hitung) dua sampel berpasangan untuk variabel Kelas Eksperimen (Seluruh kelas) dengan variabel Kelas Kontrol (Karanganyar I). Jika Sig. (2-tailed) < 0,05 diperoleh hasil nilai Sig. (2-tailed) = 0,431, berarti kedua sampel tersebut berbeda secara signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CALLA berpengaruh positif terhadap peningkatan kompetensi metakognitif, kognitif, dan sosial/afektif siswa kelas kelas 5 SD. Secara signifikan kedua variabel berbeda melalui tes evaluasi diri. Dari perhitungan Uji-t dua sampel berpasangan untuk variabel Kelas Eksperimen (Seluruh kelas) dengan variabel Kelas Kontrol (Karanganyar I) diperoleh hasil nilai Sig. (2-tailed) = 0,016, berarti kedua sampel tersebut berbeda secara signifikan. Model pembelajaran CALLA efektif meningkatkan kemampuan membaca cerita pendek dalam pembelajaran membaca di kelas V SD.