cover
Contact Name
Idhoofiyatul Fatin
Contact Email
idhofatin.pbsi@fkip.um-surabaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
stilistika@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 19788800     EISSN : 26141327     DOI : -
Core Subject : Education,
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurnal ini menfokuskan pada publikasi hasil penelitian berupa artikel ilmiah tentang bahasa, sastra dan pengajaran Bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit setiap Januari dan Juli dengan nomor P-ISSN 1978-8800 dan E-ISSN 2614-3127.
Arjuna Subject : -
Articles 444 Documents
Implementasi Metode Cerry Lalaland dalam Pembelajaran Jarak Jauh Eko Heriyanto; Bondan Eko Suratno; Adityo Putro Wicaksono
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i1.9868

Abstract

Implementation of Cerry Lalaland Method in Distance Learning ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan langkah-langkah implementasi Cerry Lalaland sebagai metode alternatif pembelajaran sastra anak dan mengetahui sikap responden terhadap metode tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan skala likert. Hasil penelitian ini adalah Cerry Lalaland dilakukan dengan pengumpulan nursery rhymes dan lagu dolanan Jawa, menganalisis nilai moral, sejarahnya, pembuatan web, implementasi dalam pembelajaran dan pengisian kuesioner. Hasil uji menggunakan skala likert menunjukkan bahwa metode Cerry Lalaland ini berada dalam kategori “Baik” dengan indeks prosentase 68,6%. Dengan demikian, simpulannya adalah bahwa metode cerry lalaland ini baik untuk diimplementasikan pada  pembelajaran sastra anak dalam pembelajaran jarak jauh.  Kata kunci: Sastra anak, nursery rhymes, lagu dolanan jawaABSTRACTThis study aimed to describe the implementation stages of Cerry Lalaland as an alternative method of learning children’s literature and to find out the respondents’ agreement to the method. The method used in this research was descriptive qualitative and quantitative method. Questionnaire was used to collect data and analyze them through likert scale. The results were Cerry Lalaland was carried out by collecting nursery rhymes and lagu dolanan jawa, analyze moral and historical values, create web, implementate in learning and filling out questionnaires. The test results by using the likert scale showed that the Cerry Lalaland method was in the “good” category with a percentage index of 68.6%. The conclusion was cerry laland is a good method to be implemented in distance learning. Keyword: Children’s literature, nursery rhymes, lagu dolanan jawa
Realitas Perjamuan Khong Guan Adalah Realitas Kita Liana Shinta Dewi; M. Daniel Fahmi Rizal; Muhammad Iqbal Khoirunnahya
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i1.10499

Abstract

General Social Construction in Illustration of Perjamuan Khong Guan ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah membahas topik pembicaraan dan permainan bahasa yang ada di dalam kumpulan sajak Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo. Konsep dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah hermeneutika. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengarang memilih topik-topik yang relatable dengan masyarakat, misalnya, religiusitas, keterasingan sosial, dan cinta dan kerinduan.  Terkait bahasa, pemilihan bahasa-bahasa yang sederhana dan kontekstual oleh pengarang justru untuk membuat maknanya mudah dipahami dan bisa dengan mudah direfleksikan kembali oleh masyarakat pembacanya.Kata kunci: Joko Pinurbo, Khong Guan, Hermeneutika, Cinta, ReligiusitasABSTRACTThe aims of this study are discussing the topic converstion and how the language play in the book of poem collection, Perjamuan Khong Guan written by Joko Pinurbo. Concept and method used in this study is hermeneutics.The study shows that the author chose topics that are relatable to society i.e., religiosity, social alienation, and love and longing. From the language perspective, the author chose simple and contextual languages precisely to make the meaning easily to be understood and be reflected by the reader.Keyword: Joko Pinurbo, Khong Guan, Hermeneutics, Love, Religiosity
Realisme Sosial dalam Potret Seorang Komunis Karya Sabar Anantaguna Elis Susilawati; Ismah Rahayu; Akifah Humaira Salsabila; Ahmad Bahtiar
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i1.8706

Abstract

Social Realism in Potret Seorang Komunis by Sabar Anantaguna ABSTRAKPuisi Potret Seorang Komunis karya Sabar Anantaguna telah mendapatkan bentuk dan pengucapan yang tepat sehingga menjadi prestasi yang bagus dalam sastra realisme sosialis karena tidak terlepas dari latar belakang dan ideologi pengarang yang merupakan bagian dari Lekra. Penelitian ini bertujuan untuk membahas prinsip realisme sosial yang menjadi pandangan para pengarang Lekra. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dan teknik interpretatif. Dalam pengolahan data dilakukan tahap pendeskripsian dan penganalisisan. Penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra, teori realisme sosial dan teori struktural. Hasil dari penelitian Realisme Sosial dalam Potret Seorang Komunis Karya sabar Anantaguna terbukti bahwa prinsip realisme sosial yang menjadi pandangan para pengarang Lekra yaitu Lekra memiliki berbagai macam cara yang dilakukan dengan maksud mempertahankan kekuatan komunis, salah satunya melakukan berbagai teror kepada setiap golongan untuk bergabung dengan Lekra. Kata kunci: komunis, puisi, realisme sosial, lekra ABSTRACTThe poem portrait of a communist written by Sabar Anantaguna has obtained the right form and pronunciation. Therefore, it becomes a good achievement in social realism literature because it cannot be separated from the author background and ideology who is part of Lekra This study aims to discuss the social realism principles that becomes the views of the Lekra authors. The method used in this research is descriptif qualitative and note taking techniques. In processing data, the stages of description and data analysis are carried out. This study used sociology literature research, realism social teory and structural teory. The result of the research on social realism in the portrait of a communist by Sabar Anantaguna proves that realism social principle becomes the views of Lekra author, namely Lekra, had various ways that were carried out to maintain communist power, one of which carried out various terrors to every groups in order to join LekraKeyword: communist, poem, social realism, Lekra
Bentuk Konkret Metode Baca -Tulis Berbasis Bahasa Ibu (Contoh Kasus Bahasa Laboya) Muh Akbar Kurniawan; Abdurrahman Shaleh Reliubun; Martina Fandasari
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i1.9161

Abstract

Concrete Form of Reading-Writing Method Based on Mother Tongue (Case Study in Laboya Language) ABSTRAKArtikel ini adalah sebuah refleksi pengalaman penulis selama menjadi fasilitator pendidikan alternatif di Kampung Adat Sodan, Sumba Barat. Penulis melihat bahwa kekayaan linguistik di Sumba Barat tidak menjamin adanya penggunaan bahasa pengantar dan materi ajar berbahasa ibu, khususnya bahasa Laboya. Sekolah formal cenderung menggunakan materi ajar yang bersifat asing, terutama di kelas awal sekolah dasar. Hal ini yang menyebabkan tingginya angka buta huruf di Sumba Barat, adapun faktor lain, yakni kekerasan budaya seperti, harus meninggalkan identitas marapu-nya sebagai kepercayaan lokal jika ingin bersekolah formal. Hasil refleksi tersebut yang melatari penulis menyusun metode baca-tulis berbasis bahasa Laboya. Data penelitian kualitatif ini diperoleh dengan wawancara etnografi dan observasi-aplikasi pengetahuan dalam sebuah praksis. Data yang diperoleh dalam bentuk data kebahasaan berupa kosakata bahasa Laboya kemudian diinput ke dalam FieldWorks, sebuah perangkat lunak dokumentasi data linguistik dan budaya. Data kemudian diklasifikasi berdasarkan pada tipe struktur silabisnya. Hasil penelitian menemukan terdapat 11 bentuk silabis.Kata kunci: materi ajar, baca tulis, bahasa laboyaABSTRACTThis article reflects authors experience as alternative education facilitators in Kampung Adat Sodan, Sumba Barat. The authors observed that linguistic richness in Sumba Barat does not guarantee the use of instruction language and teaching materials in mother tongue, especially Laboya language. Formal school tends to use foreign teaching materials, especially in the early levels of primary school. This phenomenon has led to the high illiteracy rate in Sumba Barat. Another factor is cultural violence, as in the necessity to leave the Marapu identity, as a local belief, to enroll in formal school. This reflection encouraged the authors to compose Laboyan-based reading and writing method. Qualitative data was obtained through ethnographic interview and observation-application in praxis. The obtained data in the form of Laboya lexicons were inputted to FieldWorks, a documentation software for linguistic data and culture. The data was classified based on syllabic structure types. The study found 11 syllabic structures.Keyword: teaching materials, reading and writing, laboya language
Analisis Makna Tanda Ikon, Indeks, dan Simbol Semiotika Charles Sanders Peirce pada Film 2014 Siapa di Atas Presiden? Ursula Dwi Oktaviani; Yudita Susanti; Debora Korining Tyas; Yusuf Olang; Rosita Agustina
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.13017

Abstract

Icon Signed Meaning Analysis, Indexs and Semiotics Symbol in Charles Sanders Peirce in 2014 Siapa di Atas Presiden? Movie ABSTRAKFilm 2014 Siapa di Atas Presiden? bertemakan konflik politik dengan mengangkat latar belakang pemilihan presiden pada tahun 2014 periode 2014-2019. Film ini memberikan gambaran tentang dunia politik. Penelitian ini mengkaji tentang analisis semiotika pada Film 2014 Siapa di Atas Presiden?.  Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan makna tanda dalam film 2014 Siapa di Atas Presiden?, untuk menunjukkan tanda ikon, tanda indeks dan tanda simbol, serta mendeskripsikan makna dari tanda ikon, tanda indeks dan tanda simbol dalam film 2014 Siapa di Atas Presiden?. Penelitian ini menggunakan pendekatan   kualitatif, metode   deskriptif, teknik   pengumpulan   data melalui baca catat dan teknik dokumentasi. Temuan yang diperoleh yaitu: 1) Ikon yang menunjukan adanya hubungan persamaan  antara tanda dengan objek manusia (tokoh dalam novel) dan benda 2) Indeks adalah tanda yang menunjukan hubungan tanda dengan objek bersifat diperkirakan, atau hubungannya menunjukkan sifat hubungan kasual (sebab-akibat), arbitrer dan diperkirakan 3) Makna tanda ikon berdasarkan hubungan tanda dengan objek pada tipe ikon maka hubungan tanda dan objek dalam gambar  yaitu  sama  antara gambar dan tanda ikon.Kata kunci: Semiotika; Film 2014 Siapa di Atas Presiden?ABSTRACT2014 siapa di atas presiden? movie has political conflict theme by taking the background of the 2014 presidential election in 2014-2019 period. This movie provides an overview of the politics world. This study examines the semiotic analysis in the 2014 siapa di atas presiden? movie. The purpose of this study is to describe the meaning of the sign in the 2014 siapa di atas presiden? movie, in order to show icon sign, index sign and symbols, and also to describe the meaning of icon sign, index sign and symbols in the 2014 siapa di atas presiden? movie. This research used a qualitative descriptive method, data collection techniques were through reading notes and technical documentation.  Based  on  research  results as follows: 1) Icons that show a similar relationship between signs and human objects (characters in novels and objects, 2) Index is a sign that revealed the relationship between signs and objects is predictable or the relationship shows the nature of casual (cause and effect), arbitrary and predictable relationships, 3) Icon sign meaning is based on sign and object relationship in icon type. It is therefore the relationship of sign and object in image is similar to image and icon sign.Keyword: Semiotics, Movie 2014 Siapa di Atas Presiden
Analisis Reseptif Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia Muhri Muhri; Ana Yuliati
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.12795

Abstract

Receptive Analysis Of Angkatan 2000 in Indonesian Literature ABSTRAK Angkatan 2000 sebagai bagian dari sejarah sastra pada mulanya ditolak oleh banyak sastrawan. Melalui perjalanan waktu, Angkatan 2000 tercantum dalam beberapa tulisan ilmiah. Dengan latar belakang tersebut, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerimaan Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia dan usia sastrawan dan karya sebagai indikator klasifikasi sejarah sastra. Pada dasarnya penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Data kuantitatif tersebut dideskripsikan sehingga hanya menjadi data awal saja. Sumber data utama berupa satu buku usulan Angkatan dan dua buku dan dua penelitian yang menanggapi. Metode analisis menggunakan metode analisis-deskriptif. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa 1) Angkatan 2000 diterima sebagai bagian dari sejarah sastra indonesia dan 2) inklusi sastrawan dalam angkatan tidak mempertimbangkan usia sastrawan dan karya.Kata kunci: sejarah, sastra, Angkatan ABSTRACT Angkatan 2000 as part of literary history was initially rejected by many writers. After a few year, Angkatan 2000 was listed in several scientific writings. With this background, the purpose of this study is to describe the acceptance of Angkatan 2000 in Indonesian literature and the age of writers and works as a classification indicator of literary history. Basically this research includes quantitative research. The quantitative data are then described. As a result, they are only preliminary data. The main data sources are one book as proposal and two books and two research articles as responses. The descriptive-analytic is used as primary method. Based on the analysis, it can be concluded that 1) Angkatan 2000 is accepted as part of the history of Indonesian literature and 2) the inclusion of writers in the batch did not consider the age of the writers and works Keyword: history, literature, generation 
Persepsi Pembelajaran Membaca Kritis Cerita Anak Melalui Blended Learning Sebagai Implementasi Kebijakan MBKM Zubaedah Wiji Lestari; N Yeffa Afnita Apriliyani; Ahmad Salmun; Anita Kresnawaty
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.11621

Abstract

The Critical Reading Learning Perceptions Using Children Story Through Blended Learning As An Implementation of MBKM ABSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran membaca kritis dengan bahan ajar cerita anak melalui blended learning, dan mengevaluasi persepsi mahasiswa dan stakeholder terhadap pembelajaran membaca kritis cerita anak melalui blended learning sebagai   implementasi   kebijakan MBKM di Perguruan Tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survey. Partisipan adalah 88 mahasiswa semester tiga dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Instrumen yang digunakan adalah ceklist observasi, kuesioner dengan pertanyaan tertutup dan terbuka melalui google form. Analisis dari implementasi membaca kritis bahan ajar yang diberikan dengan blended learning menunjukkan bahwa selama pembelajaran mahasiswa memperoleh pengetahuan baru mengenai cara meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui cerita anak. Dari kuesioner yang diberikan diperoleh informasi bahwa mahasiswa dan stakeholder memberikan respon yang positif dan memberikan opini bahwa membaca kritis dapat dilakukan pada bidang ilmu lain dan dianggap mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dan selanjutnya dapat diimplementasikan saat mengajar membaca pada anak usia dini.Kata kunci: membaca kritis, cerita anak, blended learningABSTRACTThe research is conducted to analyze the implementation of critical reading learning using children story through blended learning and to evaluate stakeholders and students towards critical reading learning through blended learning using children story as the implementation of MBKM in Higher Education. The research uses qualitative approach with survey design. The participants are 88 students from 2 studies program, those are English Education study program and Indonesian Education Study Program. The instruments to collect the data are observation checklist and questionnaire (open-ended and closed-ended) through google-form. The implementation analysis of critical reading of teaching materials provided with blended learning shows that during learning students gain new knowledge about how to improve critical thinking skills through children’s stories. From questionnaire given, information was obtained that students and stakeholders gave positive responses and gave opinions that critical reading can be done in other fields of science, and is considered capable of improving students’ critical thinking skills and can then be implemented when teaching reading to early childhood.Keyword: Critical Reading, Children Story, blended learning
Kesantunan dalam Komentar pada Akun Resmi Instagram Liga Sepak Bola Indonesia dan Inggris Gabriel Aditya Virginio
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.12424

Abstract

Politness Strategies in Comments on Instagram Official Accounts of Indonesian and English Football Leagues ABSTRAKPenelitian berikut melihat kesantunan dalam komentar orang Indonesia dan Inggris dalam konteks sepak bola, serta menganalisis komentar santun melalui bidal kesantunan dalam prinsip kesantunan. Data yang diambil dari komentar dalam 5 unggahan dari setiap akun Instagram liga sepak bola Indonesia dan Inggris. Data didapatkan dari komentar yang ada dalam Instagram yang mengandung prinsip kesantunan. 5 unggahan yang diambil merupakan unggahan pada rentang waktu 30 Maret 2020 sampai dengan 1 April 2020. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan purposive sampling dalam pemerolehan data. Teori yang digunakan untuk meneliti data tersebut adalah teori prinsip kesantunan. Data yang didapatkan merupakan fenomena contoh kasus prinsip kesantunan dalam komentar di liga Indonesia dan dalam komentar liga Inggris. Tidak semua komentar dalam setiap unggahan terindikasi semua bidal kesantunan, ada yang dalam satu unggahan hanya memiliki bidal pujian saja. Namun, ada pula dalam satu unggahan terindikasi dalam keenam bidal kesantunan tersebut.Kata kunci: Lintas Budaya, Prinsip Kesantunan, Sepak Bola, Liga Indonesia, Liga InggrisABSTRACTThe following research examines politeness in Indonesian and English comments in the context of football, and analyzes polite comments through politeness thimbles in the politeness strategies. Data is taken from comments in 5 uploads from every Instagram account of the Indonesian and English football leagues. The data is obtained from comments on Instagram which contain the politeness strategies. The 5 uploads is chosen from posts  from March 30, 2020 to April 1, 2020. This study uses a qualitative method and uses purposive sampling in data collection. The theory used to examine the data is the theory of politeness strategies. The data obtained is a phenomenon of case study in the politeness strategies in comments of the Indonesian league and in the comments of the English league. Not all comments in every posts indicate all politeness thimbles, some in one post only have praise thimbles. However, there are also one post indicated in the six politeness thimbles.Kata kunci: Cross Culture, Politeness Strategies, Football, Indonesian League, English League
Nominalisasi Melalui Proses Afiks pada Proposal Tugas Akhir Mahasiswa Kebidanan Giri Satria Husada Wonogiri Sri Muryati; Muhlis Fajar Wicaksana; Titik Sudiatmi
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.12335

Abstract

The Affixed Nominalization of Final Assigment Proposal Student of Giri Satria Husada Midwifery in Wonogiri  Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan nominalisasi dengan afiksasi dan fungsinya dalam teks proposal tugas akhir mahasiswa kebidanan. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan data berupa kata nominalisasi melalui afiksasi dalam kalimat pada teks proposal tugas akhir mahasiswa kebidanan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik baca dan teknik catat. Adapun  analisis data yang digunakan yakni metode padan  dan metode agih. Hasil penelitian ini adalah (1) nominalisasi yang ditemukan yakni nomina hasil pelekatan afiks pe-, -an, -nya, ke-an, per-an, dan pe-an; nominalisasi yang dihasilkan berasal dari verba, adjektiva, dan konjungsi; (2) fungsi penggunaan nominalisasi yakni: tercipta kepadatan leksikal sehingga terjadi pemadatan informasi, penyajian ide abstrak dengan pengedepanan tema/topik sehingga tulisan bersifat objektif, menghubungkan makna antarkalimat/paragraf sehingga menjadi padu. Kata kunci: Afiksasi, nominalisasi, proposal The aim of this research is to reveal affixed nominalization and its function in final assignment proposal of midwifery student. This research method is a qualitative method with data in the form of nominalization lexical through affixation in the midwifery students final project proposal sentences. The data collection techniques employed in this research are reading and recording techniques. Whereas, the data analysis was conducted by exerting the padan and agih methods. The results of this research are as follows: (1) the affixed nominalization which is found in this research are non-noun words with pe-, -an, -nya, ke-an, per-an, and pe-an; the nominalizations are as result of adjective and conjunction, (2) the utilization of nominalization function are: creating lexical density. It is therefore information can be compressed, presenting abstract idea by prioritizing themes/topics. As a result, the writing can be objective in connecting sentence/paragraph. Thus, it can be coherent. Keyword: Student Literacy Tour, Pantun, Student Awareness, Student Confidence, School Action Research
Kesantunan Berbahasa dalam Film Keluarga Cemara Sutradara Yandy Laurens Sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas Siti Aisah Alawiyah; Sumarno Sumarno; Nur Mei Ningsih
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.12490

Abstract

Politness Strategies in The Keluarga Cemara Movie Directed By Yandy Laurens As Alternative Teaching Materials in High School ABSTRAKBertutur tidak hanya sekadar menggunakan bahasa dalam berkomunikasi, tetapi juga berkaitan dengan kesantunan berbahasa. Kesantunan berbahasa adalah wujud penghormatan dan penghargaan kepada mitra tutur. Apalagi dalam lingkungan pendidikan, kemampuan berbahasa peserta didik harus didukung oleh kecakapan kesantunan berbahasa. Namun, dewasa ini, tingkat penghormatan peserta didik terhadap guru semakin berkurang dengan indikasi peserta didik cenderung berbicara kepada guru layaknya kepada teman sebaya. Dekadensi kesantunan di lingkungan peserta didik menjadi masalah dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk pematuhan prinsip kesantunan berbahasa dalam film Keluarga Cemara sutradara Yandy Laurens.  Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Kesantunan berbahasa yang digunakan sesuai dengan maksim kebijaksanaan, maksim penerimaan, maksim kemurahan, maksim kerendahatian, maksim kecocokan, dan maksim kesimpatian Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, film Keluarga Cemara sutradara Yandy Laurens memenuhi kesantunan berbahasa sebagaimana yang dikemukakan oleh Leech dan dapat dijadikan sebagai alternatif bahan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah menengah atas.Kata kunci: bahan ajar, film “Keluarga Cemara”, kesantunan berbahasa.ABSTRACTSpeaking is not just using language in communication, but also related to politeness strategies. Politeness strategies are forms of respect and appreciation for the speech partner. Moreover, in an educational environment, students' language skills must be supported by politeness strategies skills. However, nowadays, the students level of respect towards teachers is decreasing, with indications that students tend to talk to teachers similar to talk with peers. Decadence of politeness in the students environment is a problem in this study. The purpose of this study was to describe the form of adherence to the politeness strategies in the Keluarga Cemara movie directed by Yandy Laurens. The method which is used is a qualitative research method. The politeness strategies which is applied in this study in accordance with the maxim of wisdom, the maxim of acceptance, the maxim of generosity, the maxim of humility, the maxim of compatibility, and the maxim of sympathy. Based on the results of the research conducted, the Keluarga Cemara movie directed by Yandy Laurens fulfills the politeness strategies as proposed by Leech and can be used as an alternative material for learning Indonesian in high school.Keyword: Politeness Strategies, The “Keluarga Cemara” Movie, Teaching Materials