cover
Contact Name
Majalah Sainstekes
Contact Email
majalah.sainstekes@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
majalah.sainstekes@yarsi.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian Universitas YARSI, Jl. Letjen Suprapto Kav. 13 Cempaka Putih,Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Sainstekes
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 20856237     EISSN : 26856794     DOI : -
Majalah Sainstekes / Sainstekes Magazine is a peer-reviewed and open access journal that focuses and promotes the results of research in medicine, economics, law, psychology and technology.
Arjuna Subject : -
Articles 118 Documents
Metode Penugasan Membaca Dalam Al-Quran Surat Al-Alaq 1-5 Ma'sum, Ali; Hafidhuddin, Didin; Alim, Akhmad
Majalah Sainstekes Vol. 11 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v11i1.4123

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji perintah membaca dalam surat Al- Alaq 1-5 sebagai metode penugasan membaca dalam pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang bersifat studi pustaka. Data penelitian dianalisis dengan metode analisis isi. Dari hasil penelitian didapati bahwa tujuan dari penugasan membaca hendaknya bukan hanya sekedar mengembangkan potensi intelektual semata namun harus berorientasi kepada penguatan nilai-nilai ketauhidan. Adapun untuk objek bacaan dalam penugasan membaca hendaknya tidak terbatas pada teks tertulis seperti buku saja. Objek bacaan dapat berupa fenomena atau proses kejadian dan pertumbuhan. Selain itu, penugasan membaca hendaknya diberikan secara berulang-ulang agar siswa mendapati pemahaman dan penguatan makna dari apa yang dibaca. Dari penugasan membaca yang berdasarkan pada surat Al-Alaq 1-5 diharapkan akan mengantarkan siswa kepada ilmu pengetahuan dan menjadikan mereka patuh dan tunduk kepada Allah.
Uji Antidiabetes Bunga Telang (Clitoria ternatea) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Cempaka Putih Jakarta Pusat Laginta Revilosa Zilmi; Weni, Linda; Arifandi, Firman
Majalah Sainstekes Vol. 11 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v11i1.4416

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Aktivitas sebagai antidiabetes dimiliki oleh bunga telang yang bekerja dengan berbagai mekanisme untuk menurunkan kadar glukosa darah, salah satunya dengan merangsang sekresi insulin pada sel b-pankreas, memaksimalkan penyerapan glukosa, dan mencegah pembentukan Advanced Glycation End Products (AGEs). Rancangan penelitian bersifat tru-experimental dengan jenis rancangan berupa pretest-posttest control group design. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer berupa hasl pengukuran kadar Glukosa Darah Puasa (GDP) responden sebelum dan sesudah dilakukan intervensi rebusan bunga telang (Clitoria ternatea). Penelitian ini dilakukan pada 5 kelompok, yaitu kelompok 1 dengan pemberian dosis 1 gram bunga telang/250 mL air, kelompok 2 dengan pemberian dosis 3 gram bunga telang/250 mL air, kelompok 3 dengan pemberian 5 gram bunga telang/250 mL air, kelompok 4 dengan pemberian metformin, dan kelompok 5 sebagai kelompok kontrol. Data diolah dengan menggunakan metode analisis One-way ANOVA dan diikuti oleh uji Post Hoc Tukey HSD. Berdasarkan uji Post Hoc Tukey HSD dari penelitian ini didapatkan bahwa pemberian dosis 5 gram bunga telang dalam 250 mL air merupakan dosis yang memberikan penurunan rata-rata kadar GDP yang signifikan (p=0,000; p<0,05) dibanding kelompok lain.
Diameter Tubulus Seminiferus Dan Tebal Epitel Seminiferus Tikus Jantan (Rattus Norvegicus) Galur Sprague Dawley Setelah Pemberian Ekstrak Aloe Vera Purwaningsih, Endang; Samsul Mustofa; Kuslestari
Majalah Sainstekes Vol. 11 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v11i1.4447

Abstract

Tanaman Aloe vera sering digunakan sebagai bahan baku kosmetik dan sebagai bahan berbagai produk kecantikan serta kesehatan. Pemberian Aloe vera dapat meningkatkan kualitas sepermatozoa dan tidak mempengaruhi berat testis. Perkembangan spermatozoa terjadi di dalam tubulus seminiferus testis. Perubahan diameter tubulus seminiferus dan tebal epitel seminiferus dapat mempengaruhi jumlah sel-sel spermatogenik. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pemberian Aloe vera terhadap diameter tubulus seminiferus dan tebal epitel seminiferus tikus galur Spraque Dawley. Metode penelitian adalah eksperimental murni. Penelitian terdiri atas 4 kelompok tikus, yaitu kelompok kontrol (K) dan 3 kelompok perlakuan ekstrak Aloe vera (P1, dosis 150 mg/kgBB; P2, dosis 200 mg/kgBB, dan P3, dosis 250 mg/kgBB). Subyek penelitian selanjutnya di terminasi, dieksisi dan ditimbang testisnya, kemudian dilakukan preparasi histologi dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin. Hasil penelitian menunjukkan rata -rata diameter tubulus seminiferus dari masing-masing kelompok K, P1, P2 dan P3 adalah sebesar 310,003 ± 22,214 µM.; 285,717 ± 7,543 µM, 268,743 ± 19,619 µM, dan 247,303 ±  64,906 µM. Sedangkan tebal epitel seminiferus  setelah perlakuan masing-masing kelompok K, P1, P2 dan P3 adalah sebesar 91,022 ± 3,251 µM; 75,645  ± 4,632 µM;  79,143 ± 2,703 µM, dan 68,560 ± 15,101 µM. Disimpulkan bahwa pemberian Aloe vera dosis 150 -250 mg/kkBB selama satu siklus epitel seminiferus berpengaruh terhadap tebal epitel seminiferus dan tidak berpengaruh terhadap diameter tubulus seminiferus
Empati pada Mahasiswa Tahap Akademik dan Profesi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas YARSI: Studi Kualitatif Ardinansyah, Agus; Pratiwi Yulina Sari, Angelia; Nosi Prastiyani, Nurhidayati; Atmaji, Moch; Hatta, Ridhayani
Majalah Sainstekes Vol. 11 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v11i1.4489

Abstract

Empati dalam komunikasi efektif merupakan kompetensi penting yang harus dikuasai oleh mahasiswa kedokteran gigi sebagai calon dokter gigi yang akan berinteraksi dengan pasien. Kemampuan empati yang tinggi dibutuhkan dalam membangun sebuah komunikasi efektif, sehingga empati menjadi hal yang perlu diajarkan pada mahasiswa Kedokteran Gigi tahap akademik maupun profesi. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi pembelajaran empati pada mahasiswa tahap akademik dan profesi FKG Universitas YARSI. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan desain fenomenologi. Data diperoleh dengan menggunakan metode Focus Group Discussion pada 32 responden. Faktor yang memengaruhi pembelajaran empati pada mahasiswa tahap akademik adalah faktor diri sendiri (semangat), faktor pembelajaran (pembelajaran kelompok dan tekanan belajar) dan faktor lingkungan sekitar (hubungan interpersonal dan stres). Faktor yang memengaruhi pembelajaran empati pada mahasiswa tahap profesi adalah faktor diri sendiri (stres), faktor pasien (sikap pasien, sosioekonomi pasien, keragaman dan tingkat keparahan penyakit pasien serta pembayaran perawatan pasien) dan faktor lingkungan sekitar (pengaruh orang lain dan lingkungan kerja). Empati pada mahasiswa tahap akademik dan profesi dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang dapat berdampak pada penerapan profesionalisme.
Evaluasi Pelaksanaan Clinical Skills Laboratory berbasis Pembelajaran Jarak Jauh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas YARSI Hatta, Ridhayani; Ardinansyah, Agus
Majalah Sainstekes Vol. 11 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v11i2.2540

Abstract

Background: During the COVID-19 pandemic, all Faculty of Dentistry in Indonesia conducted online theoretical learning. However, the clinical skills learning could not be implemented because it is hampered by limited facilities and infrastructure. Faculty of Dentistry, Universitas YARSI tries to develop a method of implementing a distance learning-based skills laboratory so that the activities can still be carried out. Objective: This study aimed to evaluate the implementation of a distance learning-based clinical skills laboratory (CSL), Faculty of Dentistry, Universitas YARSI. Methods: The research was conducted with a descriptive observational and cross-sectional study design on all undergraduate students of the Faculty of Dentistry, Universitas YARSI who took part in distance learning-based CSL, by filling out a modified questionnaire. Results: The preparation, implementation, lecturers, and instructors of the distance learning-based CSL have been carried out well and are an alternative to face-to-face learning, students also did not experience significant obstacles in their learning process. Conclusion: The implementation of distance learning-based CSL, Faculty of Dentistry, Universitas YARSI can be an option for skills lab that cannot be done face-to-face, by maximizing all methods used, learning objectives can still be achieved.
Peran Trait Mindfulness terhadap Regulasi Emosi pada Remaja Panti Asuhan Ulfah, Uthami; Fourianalistyawati, Endang
Majalah Sainstekes Vol. 11 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v11i2.3914

Abstract

Remaja yang tinggal di panti asuhan mengalami prevalensi permasalahan tinggi terhadap gangguan emosi seperti kepribadian yang inferior, pasif, apatis, menarik diri, mudah putus asa, penuh dengan ketakutan dan kecemasan. Disamping itu, remaja panti asuhan menunjukkan perilaku yang negatif, takut melakukan kontak dengan orang lain, lebih suka sendirian, menunjukkan rasa bermusuhan, lebih egosentrisme. Masalah emosi itu cukup mendominasi dalam hal perkembangan remaja panti asuhan. Oleh karena itu remaja panti asuhan diharapkan mampu meregulasi emosi dalam kehidupannya. Salah satu cara untuk meregulasi emosi dengan baik adalah dengan trait mindfulness. Dalam hal ini tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran trait mindfulness terhadap regulasi emosi pada remaja Panti Asuhan. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan Mindful Attention Awareness Scale (MAAS) untuk mengukur trait mindfulness dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) untuk mengukur regulasi emosi. Subjek penelitian ini sebanyak 68 remaja yang tinggal di panti asuhan Jabodetabek dengan rentang usia 11-20 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan peran yang signifikan dari trait mindfulness terhadap regulasi emosi cognitive reappraisal (R=0.074 dengan nilai sig. 0.025<0.05). sementara itu tidak terdapat peran yang signifikan dari trait mindfulness terhadap regulasi emosi exppressive suppression (R=0.037 dengan nilai sig. 0.117> 0.05).
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Kesadaran Kebiasaan Buruk Merokok sebagai Risiko Terjadinya Kanker Rongga Mulut Pada Pasien RSGM YARSI dan Tinjauannya dalam Islam Surachmin, Audiawati; Shinta Dewi; Nurfianti; Siti Nur Riani; Ahmad Ronal
Majalah Sainstekes Vol. 11 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v11i2.4358

Abstract

Pengetahuan bertujuan untuk mencari kebenaran ilmiah yang sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Kesadaran diri secara global memiliki arti menemukan jati diri dengan cara mendidik. Menurut penelitian lain, terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kesadaran akan kanker rongga mulut. Salah satu predisposisi kanker rongga mulut adalah merokok. Tidak disebutkan hukum merokok dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits yang menyebabkan munculnya perbedaan pendapat ulama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kesadaran pasien RSGM YARSI mengenai kebiasaan buruk merokok sebagai risiko terjadinya kanker rongga mulut. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jenis penilitian deskriptif. Responden merupakan pasien RSGM YARSI dengan total 107 responden yang terdiri dari 62 laki-laki dan 45 perempuan. Data analisis menggunakan uji univariat dan uji kendall’s tau-b. Responden yang terlibat adalah pasien perokok sebanyak 58 responden dan pasien bukan perokok sebanyak 49 responden. Pasien perokok memiliki hubungan antara pengetahuan dan kesadaran dengan hasil uji kendall tau-b didapat nilai p-value = 0,000 (p<0,05) sedangkan pasien bukan perokok tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan kesadaran dengan hasil uji kendall tau-b didapat nilai p-value = 0,874 (p<0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap kesadaran diri mengenai kebiasaan buruk merokok sebagai risiko terjadinya kanker rongga mulut pada pasien RSGM YARSI. Pengetahuan dan kesadaran yang baik pada pasien merupakan upaya menjaga kesehatan jiwa (Hifdzun Nafs).
Hubungan Status Gizi dengan Trombositopenia pada Anak Demam Berdarah Dengue di RSUD Kabupaten Bekasi Periode 2022-2023 Andayani, Sri Hastuti; Saputri, Titania Isro Mawar
Majalah Sainstekes Vol. 11 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v11i2.4623

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus and often occurs in tropical and subtropical climates. At the end of 2022, the most cases of DHF occurred on the island of Java and Bekasi City was ranked 3rd highest in Indonesia. Children have a higher risk factor for dengue infection. Several studies have shown a correlation between nutritional status and the incidence of DHF. Children with poor nutritional status are very susceptible to dengue virus infection due to low cellular immunity. Meanwhile, excessive nutritional status can affect the severity of DHF. One of the body's responses to DHF is thrombocytopenia which is related to the severity of DHF. DHF sufferers who experience a decrease in platelet levels to <100,000 cells/mm3 have a higher risk of developing grade III DHF and Dengue Shock Syndrome. This study used an analytical observational study with a cross-sectional approach conducted on pediatric DHF patients who were treated at the Bekasi Regency Hospital between January 2022-December 2023, and had complete medical records with data in the form of height, weight, diagnosis, and platelet levels from day 5 to day 7. There were 159 DHF patients and 59 children met the inclusion criteria, with more males than females, and the highest age was 17 years. Most of the study population had normal nutritional status. The highest degree of thrombocytopenia was in the moderate category. The results of the analysis of the relationship between nutritional status and thrombocytopenia levels obtained p> 0.05. This study concludes that there is no relationship between nutritional status and thrombocytopenia in children with DHF.
Peran Kelekatan Dengan Orang Tua Terhadap Kesehatan Spiritual Mahasiswa Perantau Suku Bugis Di Jakarta Aprianti, Aisyah; Aliah Bagus Purwakania Hasan; Yuliana Mukti Rahmawati
Majalah Sainstekes Vol. 11 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v11i2.4678

Abstract

Mahasiswa rantau menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan berat di tempat perantauannya yang dapat mempengaruhi kesehatannya secara menyeluruh. Tidak terkecuali pada suku Bugis yang dikenal dengan keteguhan dan tekad kuat untuk mencapai tujuan meskipun menghadapi berbagai tantangan kehidupan dalam perantauan. Karakteristik tersebut menuntut mahasiswa Bugis untuk selalu tangguh di perantauan, yang membutuhkan kesehatan spiritual sebagai landasan untuk menemukan kekuatan, harapan, dan ketenangan batin dalam menghadapi tantangan kehidupan. Peran orang tua menjadi penting dalam memenuhi kebutuhan spiritualitas anak karena memiliki ikatan emosional yang erat dan dianggap membangun model pola interaksi dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peran kelekatan dengan orang tua dalam mempengaruhi kesehatan spiritual mahasiswa rantau Bugis di Jakarta, serta seberapa besar perannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 107 mahasiswa rantau suku Bugis di Jakarta anggota (PMBM) (Mage= 21.7; SD = 1.76, Laki-laki=73). Kesehatan spiritual diukur menggunakan adaptasi instrumen skala kesehatan spiritual yang dikembangkan oleh Nafaz, Hasan, & Rahmawati dan kelekatan dengan orang tua diukur menggunakan adaptasi instrumen Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) yang telah digunakan oleh Idriyani. Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan peran signifikan antara kelekatan dengan orang tua dan kesehatan spiritual mahasiswa Bugis, dengan nilai t hitung 6,618 dan signifikansi 0,00 (<0,05). Kelekatan dengan orang tua menyumbang 29,4% terhadap kesehatan spiritual, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kelekatan dengan orang tua memiliki kontribusi dalam membangun kesehatan spiritual yang dimiliki oleh mahasiswa rantau Bugis. Penelitian ini menggaris bawahi urgensi orang tua untuk menjaga interaksinya dengan mahasiswa dalam menghadapi tantangan di tingkat universitas utamanya pada mahasiswa rantau.
Meningkatkan Gaya Hidup Sehat Pekerja Melalui Spiritualitas dan Kohesivitas Keluarga Shafa Safira Aulia Putri; Althriyani; Melok Roro Kinanthi; Febriani, Zulfa
Majalah Sainstekes Vol. 11 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v11i2.4691

Abstract

Non-communicable diseases are emerging among the working-age population in Jakarta during early productive years. This trend may be attributed to a lack of attention to healthy lifestyles and the dynamics of social relationships. This study aimed to determine the significant roles of spirituality and family cohesiveness in the dimensions of a healthy lifestyle, including nutrition, physical activity, stress management, spiritual growth, interpersonal relationships, and health responsibility. The research was correlational in design, with a sample of 195 workers in Jakarta (M = 26.29 years) recruited through convenience sampling. Data were collected using the Health Promoting Lifestyle Profile-II, the Brief Measurement of Religiosity-Spirituality Scale, and the Brief Family Relationship Scale, and were analyzed using multiple regression techniques. The results showed that, simultaneously, spirituality and family cohesiveness significantly contributed to spiritual growth (R2 = 29%; F (2,192) = 39,152; p < ,001), interpersonal relationship (R2 = 26,3%; F (2,192) = 34,183; p < ,001), dimensi stress management (R2 = 16,7%; F (2,192) = 19,194; p < ,05), dan nutrition (R2 = 4,6%; F (2,192) = 4,645; p < ,05). These findings suggest that promoting healthy lifestyles among workers in Jakarta may benefit from an approach that integrates spirituality and family cohesiveness values

Page 11 of 12 | Total Record : 118