cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
PROPERTI PSIKOMETRI STRUKTUR INTELIGENSI IST SUBTES VERBAL (SATZERGAENZUNG, WORTAUSWAHL, DAN ANALOGIEN) BERBAHASA INDONESIA Medianta Tarigan; Fadillah Fadillah
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.9623.2021

Abstract

Intelligence as one of the individual abilities that is widely used in everyday life has been extensively studied and measured using psychological measurement tools. One of them is the Intelligenz Structure Test (IST). However, at this time IST has leakage through discussions made by many parties. Moreover, the process of IST adaptation to the Indonesian version which tends to translate each word allegedly results in a bias of meaning that can affect the validity of this measurement tools. Therefore, this study is aimed to evaluating the current quality of IST by testing the feasibility of the Indonesian version of IST items for verbal ability, namely SE (Satzergaenzung), WA (Wortauswahl), and AN (Analogien). Item Response Theory (IRT) is used as a research method. The data were collected from 2.064 participants who live in Bandung. The results of the analysis revealed that the SE, WA, and AN subtest are still valid. Based on 60 items analyzed, 71.67% of the items have good quality, i.e. 43 of the 60 items have estimation of discriminant (a) parameter is acceptable. In addition, based on the fit item statistics it was also known that 78.33% of significant items followed the IRT model. Furthermore, based on statistics of item fit, it is also known that 78.33% of items fit the IRT model. This shows that the Indonesian version of IST is still valid to be used particularly in measuring verbal comprehension (V) through 3 subtests (SE, WA, and AN). However, it is necessary to revise the items that have been infected with DIF, in which 25% of items were declared to have a gender bias. Inteligensi sebagai salah satu kemampuan individu yang banyak berperan dalam kehidupan sehari-hari telah banyak diteliti dan diukur menggunakan alat ukur psikologi. Salah satunya adalah Intelligenz Struktur Test (IST). Namun, saat ini IST telah mengalami kebocoran melalui pembahasan yang dibuat oleh banyak pihak. Selain itu, proses adaptasi IST ke bahasa Indonesia yang cenderung menerjemahkan setiap kata secara langsung diduga mengakibatkan terjadinya bias makna yang dapat mempengaruhi keabsahan alat ukur ini. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk mengevaluasi kualitas terkini IST dengan menguji kelayakan butir soal IST Bahasa Indonesia untuk kemampuan verbal, yaitu SE (Satzergaenzung), WA (Wortauswahl), dan AN (Analogien). Item Response Theory (IRT) digunakan sebagai metode penelitian ini. Data penelitian ini diperoleh dari 2.064 partisipan yang berdomisili di kota Bandung. Adapun penelitian ini menunjukkan hasil bahwa subtes SE, WA, dan AN masih tergolong valid. Berdasarkan 60 item yang dianalisis, 71,67% item memiliki kualitas yang cukup baik, yaitu 43 dari 60 item memiliki estimasi daya beda yang dapat diterima. Selain itu, berdasarkan statistik item fit juga diketahui 78,33% item signifikan mengikuti model IRT. Hal ini menunjukkan bahwa IST Bahasa Indonesia masih valid untuk digunakan terutama dalam mengukur verbal comprehension (V) melalui 3 subtes (SE, WA, dan AN). Namun, perlu dilakukan revisi terhadap item soal yang terjangkit DIF, di mana 25% butir soal dinyatakan mempunyai bias jenis kelamin.
INTERVENSI RASA BERSYUKUR UNTUK MENINGKATKAN HARGA DIRI REMAJA DI SMP X Novia Sri Parindu Purba; Riana Sahrani; Heni Mularsih
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i1.7638.2020

Abstract

Low self-esteem is also associated with poverty, it is necessary to have an effort to accept the conditions of life first. One of the simple characteristics of the acceptance effort is gratitude. Gratitude is a strong predictor to increase hope and happiness in adolescents who experience poverty. This research was designed as experimental group in X secondary school. The group was consisted of 6 respondents without a control group. The design of this study was a quasi-experimental (one group pretest-posttest) using the Rosenberg Self-esteem scale (RSSE) with a reliability coefficient of 0.88. The implementation of the gratitude intervention was designed using an intervention module from the aspect of the Indonesian grateful scale (SBI) and it was neither just a list of words of gratitude nor gratefulness. This gratitude intervention is done by inviting participants to focus on positive aspects of life, exploring positive emotions by recalculating the blessings of life that have been received from God and others. To sum up, these findings provide new findings in the use of gratitude intervention that focuses on the divine aspect. The results of this study indicate that there are significant differences in respondent's self-esteem before and after administration of the gratitude intervention, with self-esteem (RSSE) (Asymp. Sig. (2-tailed) = 0.042, p <0.05). This discussion focuses on the implications generated for Gratitude literature which are adapted to Indonesian cultural values. Harga diri yang rendah juga terkait dengan kemiskinan, maka diperlukan adanya usaha penerimaan kondisi kehidupannya terlebih dahulu. Salah satu karakteristik sederhana sebagai upaya penerimaan tersebut yakni dengan rasa bersyukur. Rasa bersyukur merupakan prediktor yang kuat untuk meningkatkan harapan dan kebahagiaan pada remaja yang mengalami kondisi miskin sekalipun. Penelitian ini diberikan kepada satu kelompok eksperimen yang terdiri dari 6 responden tanpa adanya kelompok kontrol di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) terbuka X di Jakarta Utara. Desain penelitian ini merupakan quasi eksperimen (one group pretest-posttest) dengan menggunakan Rosenberg Self-esteem scale (RSSE) dengan hasil koefisien reliabilitas sebesar 0.88. Pelaksanaan pelatihan rasa bersyukur ini dirancang dengan menggunakan modul intervensi dari aspek skala bersyukur Indonesia (SBI) dan bukan hanya sekedar daftar ucapan rasa bersyukur atau terimakasih. Pelatihan kebersyukuran ini dilakukan dengan mengajak partisipan untuk fokus terhadap aspek positif dalam hidup, mengeksplorasi emosi positif dengan menghitung kembali berkah kehidupan yang telah diterima dari Tuhan dan orang lain. Singkatnya, temuan ini memberikan temuan baru dalam penggunaan intervensi rasa bersyukur yang berfokus pada aspek keTuhanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada harga diri responden sebelum dan sesudah pemberian pelatihan kebersyukuran, dengan nilai self-esteem (RSSE) (Asymp. Sig. (2-tailed) = 0.042, p< 0.05 Diskusi ini berfokus pada implikasi yang dihasilkan untuk literature bersyukur yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya Indonesia.
PENGGUNAAN TERAPI MUSIK UNTUK MENURUNKAN KELELAHAN AKIBAT PENGOBATAN PADA PASIEN KANKER SERVIKS: STUDI KASUS Fitriana Ega Rachmawati; Monty P. Satiadarma; Arlends Chris
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.9857.2021

Abstract

Treatment of cervical cancer patients can cause casualties in these patients. The fatigue felt by the individual can affect the quality of life of the patient. Music therapy is an alternative therapy that cervical cancer patients can give to help reduce the feelings felt by the patient. The music therapy that is given does not aim to cure the patient, but as a tool to treat the patient's feelings as a result. Music therapy is therapeutic, it can provide emotional and spiritual support. So that it can reduce fatigue due to treatment. The reduction in fatigue and fatigue by the patient can help him in the process of further healing. This study is a quasi-experimental study with a pretest-post test model given to cervical cancer patients. The music used was a type of Baroque, namely Pachelbel and J. S. Bach. The choice of this type of music is because it can provide a relaxing effect on the patient. This study also used a measuring tool in the form of Cancer Therapy Functional Assessment: Fatigue (FACIT-F) to see the level of improvement in patients. Other tools used are GSR2 and a heart rate measuring device, to see a graph of the patient's perceived relationship. This study has the results that Baroque type music therapy can help eliminate cervical cancer patients who are undergoing treatment, although not in the long term. The music that the patient listens can help the patient feel relaxed and calm, so that after listening to music the patient can rest and forget the pain even if only temporarily. Pengobatan yang dijalani pasien kanker serviks dapat menimbulkan kelelahan pada pasien tersebut. Kelelahan yang dirasakan oleh individu dapat memengaruhi kualitas hidup dari pasien. Terapi musik adalah salah satu terapi alternatif yang dapat diberikan kepada pasien kanker serviks untuk membantu menurunkan kelelahan yang dirasakan oleh pasien. Terapi musik yang diberikan tidak bertujuan untuk menyembuhkan pasien, tetapi sebagai alat bantu untuk menurunkan kelelahan yang dirasakan oleh pasien akibat pengobatan yang dijalaninya. Terapi musik yang bersifat terapeutik, dapat memberikan dukungan secara emosional dan spiritual. Sehingga dapat mengurangkan rasa lelah akibat pengobatan. Menurunnya rasa lelah yang dialami oleh pasien tersebut dapat membantunya dalam proses penyembuhan yang lebih lanjut. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experiment dengan model pretest-post test yang diberikan kepada pasien kanker serviks. Musik yang digunakan adalah jenis Baroque yaitu Pachelbel dan J. S. Bach. Pemilihan jenis musik ini karena dapat memberikan efek relaksasi pada pasien. Penelitian ini juga menggunakan alat ukur berupa Functional Assessment of Cancer Therapy: Fatigue (FACIT-F) untuk melihat tingkat kelelahan pada pasien. Alat bantu lainnya yang digunakan adalah GSR2 dan alat ukur detak jantung, untuk melihat grafik relaksasi yang dirasakan oleh pasien. Penelitian ini memiliki hasil bahwa terapi musik jenis Baroque dapat membantu menghilangkan kelelahan pada pasien kanker serviks yang sedang menjalani pengobatan walaupun bukan dalam jangka panjang.  Musik yang didengarkan oleh pasien dapat membantu pasien merasa rileks dan tenang, sehingga setelah selesai mendengarkan musik pasien dapat beristirahat dan melupakan rasa sakitnya walaupun hanya sementara.  
PERAN MODERASI MINDFULNESS DALAM HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENGGUNAAN INSTAGRAM DAN KESEPIAN PADA DEWASA MUDA Tyas Apti Salsabila; Riana Sahrani
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.10932.2021

Abstract

Loneliness is a feeling of emptiness that a person feels as a result of a lack of intimacy with others. The development of social media technology is also one of the factors that affect a person's loneliness. Results from previous research have shown that the use of social media can make a person lonely. To reduce feelings of loneliness, one must have mindfulness. The purpose of this study was to test the role of mindfulness moderation against the intensity of relationships of Instagram use and loneliness. The research uses non-experimental quantitative methods. Measuring instruments used in this study are UCLA Loneliness scale version 3, Instagram usage intensity measuring instrument, and Kentucky Inventory of Mindfulness Skills. The participants of this study were 544 people who are Indonesian residents aged 20-40 years active users of Instagram.The results of this study show that there is no significant relationship between the intensity of Instagram use and loneliness, so the role of mindfulness moderation cannot be proven.  Kesepian merupakan perasaan hampa yang dirasakan seseorang akibat dari kurangnya keintiman dengan orang lain. Perkembangan teknologi sosial media juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rasa kesepian seseorang. Hasil dari penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan sosial media dapat menyebabkan seseorang menjadi kesepian. Untuk mengurangi perasaan kesepian, seseorang harus memiliki kesadaran dan sikap mindfulness. Tujuan penelitian ini adalah ingin menguji peran moderasi mindfulness terhadap hubungan intensitas penggunaan Instagram dan kesepian. Penelitian menggunakan metode kuantitatif non-eksperimental. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah UCLA Loneliness scale version 3, alat ukur intensitas penggunaan Instagram, dan Kentucky Inventory of Mindfulness Skills. Partisipan penelitian ini sebanyak 544 orang yang merupakan penduduk Indonesia berusia 20-40 tahun pengguna aktif Instagram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara intensitas penggunaan Instagram dan kesepian, sehingga peran moderasi mindfulness tidak dapat dibuktikan.
SELF-PERCEPTION OF ACADEMIC ABILITY SISWA SMA DI MASA PANDEMIK COVID-19: FAKTOR APA YANG MEMPREDIKSI? Riska Umami Lia Sari; Raja Oloan Tumanggor; P. Tommy Y. S Suyasa
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.12096.2021

Abstract

Self-perception of academic ability is outlook that students have about their abilities in terms of learning activities or in completing school assignments. One of the reasons for the importance of self-perception of academic ability is to be a factor that can motivate students in learning activities. This study aims to determine whether self-perception of academic ability is predicted by the role of student burnout and student engagement. This study was conducted using convenience sampling on high school students during the Covid-19 Pandemic. The number of participants was 96 Tangerang City Senior High School students, aged 16 to 18 years. This study uses the School Attitude Assessment Survey-Revised to measure self-perception of academic ability, the Burnout Inventory to measure student burnout and the Utrecht Work Engagement Scale-9 to measure student engagement. Based on the test results using the multiple regression method, it was found that self-perception of academic ability was predicted significantly by student burnout (β = -0.242) and student engagement (β = 0.564). With the results of this study, it is hoped that educators can anticipate learning activities to foster student engagement. With higher student engagement, students' self-perception of academic ability will be more positive. For students, the results of this study are expected as initial information to be more aware of the burnout conditions experienced. Burnout conditions can predict students' view of academic ability to be negative. Self-perception of academic ability merupakan pandangan yang dimiliki siswa mengenai kemampuan dalam hal kegiatan belajar atau dalam menyelesaikan tugas – tugas sekolah. Salah satu alasan pentingnya self-perception of academic ability yaitu menjadi faktor yang dapat memotivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah self-perception of academic ability diprediksi oleh peran student burnout dan student engagement. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan convenience sampling pada siswa SMA di Masa Pandemik Covid-19. Jumlah partisipan sebesar 96 siswa SMA Kota Tangerang, berusia 16 hingga 18 tahun. Menggunakan alat ukur School Attitude Assessment Survey-Revised untuk mengukur self-perception of academic ability, alat ukur Maslach Burnout Inventory untuk mengukur student burnout dan untuk alat ukur Utrecht Work Engagement  Scale-9 digunakan untuk mengukur student engagement. Berdasarkan hasil uji dengan menggunakan metode regresi berganda didapatkan hasil bahwa self-perception of academic ability diprediksi secara signifikan oleh student burnout (β = -0.242) dan student engagement (β = 0.564). Dengan hasil penelitian ini diharapkan para pendidik dapat mengantisipasi dalam kegiatan belajar untuk menumbuhkan student engagement. Dengan student engagement yang semakin tinggi, self-perception of academic ability pada siswa akan semakin positif. Bagi siswa hasil penelitian ini diharapkan sebagai informasi awal agar lebih waspada terhadap kondisi burnout yang dialami. Kondisi burnout dapat memprediksi pandangan siswa terhadap kemampuan akademik menjadi negatif.
GOAL ORIENTATION ATLET DI MASA PANDEMI COVID-19 Sitti Fathimah Herdarina Darsim; Retno Hanggarani Ninin
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.12816.2021

Abstract

Goal orientation is a motivational orientation that can affect the way individuals pursue their goals and competencies in achieving those goals. Goal orientation is one of the psychological aspects that can have an impact due to the current pandemic situation. Athletes must do independent training, even though they are in preparation for the championship. This study aims to know the athletes goal orientation during the Covid-19 pandemic. This study uses a qualitative approach. Participants have the following criteria: (1) Athletes who play an active role in one sport for at least 5 years and (2) are facing the impact of the Covid-19 pandemic in the form of having to do independent training. Participants in this study amounted to 3 people with the details of 1 taekwondo athlete, 1 jujitsu athlete, and 1 fencing athlete. Data is collected by interview technique. The finding fact is divided into several categories and labeled with special terms. After that, the facts found were interpreted. The results showed that the goal orientation in three subjects is dominated by Mastery Goal Orientation (MGO). They try to develop skills and competencies to compete via the internet by their own initiative. Moreover, one of the athletes, Y showed Performance Approach Goal Orientation (PAPGO), an extrinsic motivation to get an appraisal or avoid punishment from the coach. Goal orientation merupakan orientasi motivasi yang dapat mempengaruhi cara individu dalam mengejar tujuan dan kompetensi mereka dalam mencapai tujuan tersebut. Goal orientation menjadi salah satu aspek psikologis yang dapat terdampak akibat situasi pandemi saat ini. Para atlet harus melakukan latihan mandiri, padahal mereka sedang dalam persiapan untuk menghadapi kejuaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran goal orientation atlet di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Partisipan memiliki kriteria: (1) Atlet yang berperan aktif pada satu cabang olahraga selama minimal 5 tahun dan (2) sedang menghadapi dampak pandemi Covid-19 dalam bentuk keharusan melakukan latihan mandiri. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 3 orang dengan rincian 1 orang atlet taekwondo, 1 orang atlet jujitsu, dan 1 orang atlet anggar. Pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara. Fakta temuan dibagi ke dalam beberapa kategori dan dilabeli dengan istilah khusus. Setelah itu, fakta yang ditemukan dimaknai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa goal orientation pada ketiga subjek didominasi oleh Mastery Goal Orientation (MGO). Mereka berusaha mengembangkan keterampilan dan kompetensi untuk bertanding melalui melalui internet dengan inisiatif sendiri. Selain itu, ditemukan Performance Approach Goal Orientation (PAPGO) pada seorang subjek yang mengorientasikan latihannya untuk mendapatkan penilaian atau menghindari hukuman dari pelatih.
PERAN PERCEIVED STRESS DAN SELF-EFFICACY TERHADAP TEACHER BURNOUT GURU TK PADA MASA PANDEMI COVID-19 Supi Catur Nadyastuti; Heni Mularsih (Almh); Sri Tiatri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.12097.2021

Abstract

This study aims to determine whether there is a role for perceived stress and self-efficacy on kindergarten teacher burnout in Jakarta during the Covid-19 pandemic. This research uses a quantitative approach and multiple linear regression analysis. This study uses the MBI-ES (Maslach Burnout Inventory-Educators Survey) measuring instrument developed by Maslach and Jackson (1996) to measure teacher burnout, and the PSS (Perceived Stress Scale) measurement tool developed by Cohen (1983) is used to measure perceived stress. Meanwhile, to measure teachers' self-efficacy against teacher burnout, the GSES (General Self-Efficacy Scale) measurement tool was used which was built following Bandura's social cognitive theory (Bandura, 1997), developed by Schwarzer and Jerusalem, 1995. The subjects of this study were 362 teachers from public and private kindergartens in Jakarta. The results of this study have a very significant relationship between perceived stress and self-efficacy variables on teacher burnout of kindergarten teachers in Jakarta during the Covid-19 pandemic. p = 0.000 (p <0.01). The R square is 0.927 which when proxied (0.927 x 100% = 92.7%) means that the amount of perceived  stress and self-efficacy towards teacher burnout was 92.7% and the remaining 7.3% was influenced by other factors not examined in this study.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peran perceived stress dan self-efficacy terhadap teacher burnout guru TK di Jakarta pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis regresi linear berganda. Menggunakan alat ukur MBI-ES (Maslach Burnout Inventory-Educators Survey) yang dikembangkan oleh Maslach dan Jackson (1996) untuk mengukur teacher burnout, dan alat ukur PSS (Perceived Stress Scale) yang dikembangkan oleh Cohen (1983) untuk pengukuran perceived stress. Sedangkan untuk mengukur self-efficacy terhadap teacher burnout digunakan alat ukur GSES (General Self-Efficacy Scale) yang dibangun mengikuti teori kognitif sosial Bandura (Bandura, 1995), dikembangkan oleh Schwarzer dan Jerusalem (1995). Subjek penelitian ini adalah 362 guru dari TK Negeri dan Swasta di Jakarta. Hasil dari penelitian ini terdapat hubungan yang sangat signifikan antar variabel perceived stress dan self efficacy terhadap teacher burnout guru TK di Jakarta pada masa pandemi Covid-19. Hal tersebut ditunjukkan dengan diperoleh nilai F = 2264,757 dengan p = 0,000 (p<0,05). R square sebesar 0,927 yang apabila dipresentasikan (0,927 x 100% = 92,7%) artinya besar sumbangan perceived stress dan self-efficacy terhadap teacher burnout sebesar 92,7% dan sisanya 7,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. 
PENGARUH KREDIBILITAS SELEBRITI TERHADAP MINAT BELI PRODUK TEH SIAP MINUM PADA DEWASA AWAL Nabilah Umami; Rita Markus Idulfilastri; Meike Kurniawati
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.12880.2021

Abstract

Celebrities, especially those who appointed to promote certain products must have high credibility in order to effectively influence consumer purchase intentions and purchase decisions. Celebrity’s credibility is the ability of celebrities  to convince  consumers and create effective promotions to increase consumer purchases of certain products. Purchase intention is a measurable psychological drive in an individual to determine the possibility of someone buying a product/service. This study aims to examine the effect of celebrity’s credibility on purchase intention for ready-to-drink tea products in early adulthood. This study involves 436 participants consisting of 10 men and 426 women. This research uses quantitative research methods with sampling techniques that are non probability sampling. The measuring instruments used are The Source Credibility Scale (Ohanian, 1990) adapted by Stephanie et. al (2013), Purchase Intention Scale by Osei-frimpong (2019). The results of data analysis used a simple linear regression technique whose regression equation was Celebrity’s Credibility = 3,416 + 0,623 Purchase Intention, R2 = 38,7% with p = 0,000 < 0,05. These results indicate that celebrity’s credibility affects purchase intention with a determination (R2) 38,7. In other words, the celebrity’s credibility influences purchase intention in ready-to-drink tea products for early adulthood. Selebriti, terutama yang ditunjuk untuk mempromosikan produk tertentu harus memiliki kredibilitas yang tinggi agar dapat dengan efektif memengaruhi minat beli konsumen. Kredibilitas selebriti merupakan kemampuan selebriti untuk meyakinkan konsumen dan membuat promosi yang dilakukan efektif untuk meningkatkan pembelian konsumen terhadap produk tertentu. Minat beli adalah dorongan psikologis pada individu yang dapat diukur untuk mengetahui kemungkinan seseorang untuk membeli suatu produk atau jasa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kredibilitas selebriti terhadap minat beli produk teh siap minum pada dewasa awal. Penelitian ini melibatkan 436 partisipan yang terdiri dari 10 laki-laki dan 426 perempuan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik sampling yaitu non probability sampling. Alat ukur yang digunakan adalah The Source Credibility Scale (Ohanian, 1990) yang diadaptasi oleh Stephanie et.al (2013) dan Purchase Intention Scale oleh Osei-frimpong (2019). Hasil analisis data menggunakan teknik regresi linear sederhana yang persamaan regresinya yaitu Kredibilitas Selebriti = 3,416 + 0,623 Minat Beli, R2=38,7% dengan p = 0,000 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa kredibilitas selebriti mempengaruhi minat beli dengan determinasi (R2) sebesar 38,7. Dengan kata lain, kredibilitas selebriti mempengaruhi minat beli produk teh siap minum pada dewasa awal.
STUDI META ANALISIS EFEKTIVITAS CBT UNTUK KECEMASAN PADA GANGGUAN BIPOLAR Ivana Jessline; Monty P. Satiadarma; Rita Markus Idulfilastri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.12203.2021

Abstract

Bipolar affective disorder (bipolar) is a multicomponent disease involving episodes of severe mood disorders, neuropsychological deficits, immunological and physiological changes, and impairments in functioning.In addition to being characterized by episodes of mania, hypomania, depression, and a mixed state of the three, often followed by high rates of comorbidity with other mental illnesses.One of the therapeutic alternatives offered is with psychotherapy with cognitive behavior therapy (CBT). CBT is best form of psychoteraphy choosen that is used to treat anxiety in people with bipolar disorder. Nevertheless, the results obtained are still not consistent and can be generalized. The purpose of this study was to determine the overall difference in anxiety disorders in bipolar patients after being given CBT and the significance effect. The research method is a meta-analysis. The articles used are searched from various databases and selected using PRISMA. The results of the synthesis and processing of data showed that there were differences in symptoms of anxiety disorders after being given CBT and the overall point effect size estimate was 0.89 with p<0.05 indicating a high effect, thus giving a conclusion that CBT was effective for use as a therapy to overcome anxiety in bipolar disorder. Limitations and suggestions for further research, especially control of sampling. Strengths, limitations, and the need for future research are discussed. Gangguan afektif bipolar (bipolar) adalah penyakit multikomponen yang melibatkan episode gangguan mood yang parah, defisit neuropsikologis, perubahan imunologis dan fisiologis, dan gangguan dalam keberfungsian. Selain ditandai dengan adanya episode mania, hipomania, depresi, serta keadaan campuran dari ketiganya, seringkali diikuti oleh tingginya angka komorbiditas dengan penyakit mental lainnya. Salah satu alternatif terapi yang ditawarkan adalah dengan psikoterapi dengan cognitive behavior therapy (CBT). CBT menjadi salah satu pilihan psikoterapi yang digunakan untuk mengatasi kecemasan pada penderita bipolar. Namun demikian, hasil yang didapatkan masih belum konsisten dan dapat digeneralisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara keseluruhan perbedaan gangguan kecemasan pada pasien bipolar setelah diberikan CBT dan seberapa besar efeknya. Metode penelitian adalah meta analisis. Artikel yang digunakan dicari dari berbagai database dan dipilih dengan menggunakan PRISMA. Hasil sintesis dan pengolahan data menunjukan ada perbedaan gejala gangguan kecemasan setelah diberi CBT. Hasil statistik menunjukan signifikansi yang tinggi dan estimasi poin effect size menyeluruh adalah 0,89 dengan signifikansi p<0.05 mengindikasikan efek yang tinggi, sehingga memberi kesimpulan CBT efektif untuk digunakan sebagai terapi mengatasi kecemasan pada bipolar. Keterbatasan dan saran untuk penelitian selanjutnya yaitu control yang dilakukan pada saat melakukan sampling. Kekuatan, keterbatasan, dan kebutuhan untuk penelitian masa depan juga dibahas.
Daftar isi JMISHS vol 5 No 2 Wulan Purnama Sari
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daftar isi JMISHS vol 5 No 2

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue