cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
PENGARUH BIG FIVE PERSONALITY DAN ENTREPRENEURIAL SELF EFFICACY TERHADAP INTENSI BERWIRAUSAHA Angela; Kurniawati, Meike; Ninawati
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i1.19229.2024

Abstract

Perekonomian Indonesia mengalami penurunan disebabkan pandemi COVID-19, namun tidak demikian dengan startup yang bertumbuh positif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji pengaruh antara big five personality dan ESE  terhadap intensi berwirausaha. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik sampling non-probability sampling yaitu purposive sampling. Subyek dalam penelitian ini melibatkan 392 mahasiswa yang berkuliah di Jabodetabek. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan antara big five personality dan ESE terhadap intensi berwirausaha dengan r = 0.832 dan p = 0.000 < 0.05. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi ESE maka intensi berwirausaha akan semakin tinggi. Berdasarkan analisis regresi pengaruh big five personality dimensi extraversion, dan ESE terhadap intensi wirausaha sebesar 0.876 (R) termasuk kategori sangat kuat. Hasil pengujian regresi antara kepribadian agreeableness, ESE terhadap intensi wirausaha menunjukan F(2,76) = 41.787, p = 0.000 < 0.05. Pengaruh big five personality dimensi agreeableness, dan ESE terhadap intensi wirausaha sebesar 0.724 (R) termasuk kategori kuat. Kontribusi big five personality dimensi agreeableness dan ESE secara bersama-sama terhadap intensi wirausaha sebesar 52,4%. Pengaruh big five personality dimensi conscientiousness, dan ESE terhadap intensi wirausaha sebesar 0.640 (R) termasuk kategori kuat. Kontribusi big five personality dimensi conscientiousness dan ESE secara bersama-sama terhadap intensi wirausaha sebesar 41,0%. Pengaruh big five personality dimensi neuroticism, dan ESE terhadap intensi wirausaha menunjukan F(2, 13) = 2.851, p = 0.094 > 0.05. Artinya pada dimensi neuroticism, dan ESE tidak berpengaruh terhadap intensi wirausaha. Hasil pengujian regresi antara kepribadian openness, ESE terhadap intensi wirausaha menunjukan F(2,142) = 131.870, p = 0.000 < 0.05. Pengaruh dimensi openness, dan ESE terhadap intensi wirausaha sebesar 0.806 (R) termasuk kategori kuat. Kontribusi big five personality dimensi openness dan ESE secara bersama-sama terhadap intensi wirausaha sebesar 65,0%.  
HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DAN FEAR OF MISSING OUT PADA REMAJA PENGGUNA YOUTUBE Soetikno, Naomi; Andreane, Clarita
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.19451.2022

Abstract

Saat ini semakin mudahnya pengaksesan internet dan cepatnya laju media sosial membuat setiap individu di dunia ingin segera mengetahui perkembangan informasi. Fear of missing out (FOMO) atau perasaan takut tertinggal berisiko dialami remaja yang tergolong belum cukup mampu untuk meregulasi diri mereka. FOMO yang mungkin dialami para remaja berisiko membuat remaja  lalai terhadap tanggung jawab, bersikap konsumtif, terpapar oleh konten kejahatan atau pelecehan seksual hingga menurunnya kesehatan mental dan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dengan FOMO pada remaja usia 12 -18 tahun. Metode kuantitatif non-eksperimental dilakukan dengan menyebarkan kuesioner penelitian yaitu Short Self Regulation Questionnaire dan Fear of Missing Out Scale dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Didapatkan data penelitian dari 386 partisipan dan diolah menggunakan teknik Spearman Correlation untuk mengetahui hubungan regulasi diri dan fear of missing out para remaja.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis penelitian diterima, yaitu terdapat hubungan negatif yang signifikan antara regulasi diri dan fear of missing out (r = -0.176 dan nilai p = 0.001 < 0.05) pada remaja. Data tambahan juga menganalisis mengenai perbedaan regulasi diri berdasarkan keaktifan remaja berinteraksi dengan orang tua dan berdasarkan jenis kelamin. Hasil analisis tambahan menunjukkan remaja yang aktif berinteraksi dengan orang tua memiliki regulasi diri yang lebih tinggi dibandingkan remaja yang kurang aktif berinteraksi dengan orang tua dan regulasi diri remaja perempuan lebih baik dibandingkan regulasi diri remaja laki-laki.
Hubungan HUBUNGAN MANAJEMEN WAKTU DAN ACADEMIC BURNOUT MAHASISWA UNIVERSITAS DHYANA PURA YANG BEKERJA Setiawan, I Kadek Erwin; Adhi, Ni Ketut Jeni; Septiarly, Yashinta Levy
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.20304.2022

Abstract

Mahasiswa yang bekerja diharapkan mampu membagi waktu antara berkuliah dengan waktu pada saat bekerja. Namun hal ini tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan, dimana mahasiswa yang bekerja mengalami kendala-kendala pada manajemen waktu yang membuat mereka tidak nyaman. Kendala-kendala tersebut juga berdampak terhadap kondisi dari mahasiswa yang bekerja, dimana kondisi tersebut merupakan kondisi kelelahan akademik (academic burnout). Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan manajemen waktu dan academic burnout mahasiswa Universitas Dhyana Pura yang bekerja. Manajemen waktu diukur dengan skala manajemen waktu mahasiswa yang bekerja. Academic burnout diukur dengan menggunakan skala academic burnout mahasiswa yang bekerja yang telah diuji kesahihan dan keajegannya. Sampel penelitian ini sebanyak 96 mahasiswa Universitas Dhyana Pura yang kuliah sambil bekerja. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai signifikansi (p) <0,01 dan untuk nilai koefisien korelasinya sebesar -0,621. Ini dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara manajemen waktu dan academic burnout dengan arah korelasi bersifat negatif.Semakin tinggi kemampuan manajemen waktu, maka akan semakin rendah tingkat academic burnout mahasiswa, begitu juga sebaliknya.  
HUBUNGAN ANTARA KECANDUAN GAME ONLINE MOBILE LEGENDS DAN KECEMASAN INTERAKSI SOSIAL SISWA SMP XYZ JAKARTA Panatra, Valeria; Tiatri, Sri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i1.21242.2024

Abstract

Game online adalah salah satu bentuk permainan yang terhubung melalui jaringan internet. Game Mobile Legends Online adalah game arena pertempuran multipemain online yang dapat dimainkan di ponsel. Fenomena kecemasan interaksi sosial siswa SMP XYZ Jakarta menjadi dasar penelitian. Kecemasan interaksi sosial muncul dari perasaan tidak nyaman dan malu yang dapat dilihat dengan adanya kekakuan. Tujuan penelitian yang dilakukan berguna untuk mengetahui keterikatan antara kecanduan Game Mobile Legends dan Kecemasan Interaksi Sosial pada siswa-siswi SMP XYZ Jakarta. Penelitian ini masuk kategori non-probability sampling, metode Purpossive Sampling dengan kriteria inklusi. Kuesioner  terdiri dari 21 pertanyaan GAS dan 20 pertanyaan SIAS yang akan disebarkan melalui Google Form, kemudian diolah menggunakan SPSS 26. Hipotesis penelitian ini diterima, terdapat hubungan yang positif antara kecanduan game online mobile legends dan kecemasan interaksi sosial. Orang tua, tenaga pendidik, dan pemangku kewenangan diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terkait kebijakan waktu bermain game, serta memperbanyak waktu untuk berinteraksi terhadap anak lebih intens.
PENGARUH STRES COVID-19 TERHADAP INDIVIDUAL WORK PERFORMANCE PADA TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT SELAMA PANDEMI Hermawan, Aurelio; Zamralita; deborab@fpsi.untar.ac.id
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i1.21983.2023

Abstract

Dalam menangani masalah kesehatan selama masa pandemi, tenaga kesehatan merupakan garda terdepan untuk memberikan layanan kesehatan secara profesional. Tenaga kesehatan yang bekerja lebih berisiko tertular virus COVID-19, penambahan beban dan waktu kerja, dan mengalami stres tinggi karena merawat pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres COVID-19 terhadap individual work performance pada tenaga kesehatan di rumah sakit selama pandemi. Kedua variabel diukur menggunakan alat ukur yang telah diadaptasi di Indonesia. Stres COVID-19 diukur menggunakan COVID Stress Scale (Taylor et al., 2020) dan kinerja diukur menggunakan Individual Work Performance Questionnaire (Koopmans et al., 2014). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Partisipan penelitian berjumlah 220 tenaga kesehatan yang terdiri dari 57 dokter umum, 34 dokter spesialis, 3 dokter gigi, 56 perawat, 29 bidan, serta 41 penunjang medis yang bekerja selama masa pandemi di rumah sakit dan menangani pasien COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh stres COVID-19 terhadap individual work performance pada tenaga kesehatan saat pandemi dengan tingkat signifikansi (Sig) yaitu 0.000 < 0.05. Hasil uji regresi linear sederhana diperoleh persamaan regresi adalah Y= 42.981 - 0.557 X. Dari hasil koefisien determinasi (R Square) diperoleh kontribusi sebesar 0.368. Hal ini diartikan sebagai stres COVID-19 memberikan pengaruh sebesar 36.8% terhadap individual work performance.  
EMOTIONAL EATING SEBAGAI STRATEGI KOPING STRES PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI JAKARTA Anandita Dewi, Ni Made Gita; Satiadarma, Monty P.; Wijaya, Erik
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i1.22053.2023

Abstract

Mahasiswa merupakan salah satu kelompok masyarakat yang tidak terhindar dari stres. Hal ini juga dirasakan oleh mahasiswa tingkat akhir yang memiliki tanggung jawab untuk belajar, menuntaskan beban sks, dan menyelesaikan skripsi atau tugas akhir sebagai salah satu syarat kelulusan. Dalam menjalani tanggung jawab tersebut tentunya tidak terhindar dari kesulitan maupun tantangan yang dapat menimbulkan stres. Cara individu dalam menghadapi dan merespons stres pun berbeda-beda, salah satunya yaitu dengan mengonsumsi makanan secara kurang terkendali sebagai respons terhadap emosi negatif seperti depresi, cemas, marah atau frustasi, stres, dan bosan yang disebut sebagai emotional eating. Perilaku ini dalam jangka panjang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Dengan mempertimbangkan dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh emotional eating, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedua hubungan tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik nonprobability sampling, yaitu convenience sampling dan pengambilan sampel dilakukan secara daring. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 231 mahasiswa dan mahasiswi di perguruan tinggi negeri dan swasta di Jakarta dengan rentang usia 20 - 24 tahun. Adapun alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Perceived Stress Scale (PSS) yang dikembangkan Cohen et al. (1983) dan Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ) yang dikembangkan Van Strien et al. (1986). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara stres dan emotional eating dengan nilai r = .409, p = .000 < .01. Hal ini berarti semakin tinggi stres, maka semakin tinggi pula emotional eating.  
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PEMBELIAN KOMPULSIF PADA REMAJA Winardi, Sharon; Kurniawati, Meike; Permata Sari, Meylisa
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i1.22193.2023

Abstract

Secara faktual, belanja adalah perilaku pembelian yang normal dilakukan tiap individu untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari, tetapi ada perilaku belanja yang tidak normal salah satunya adalah belanja kompulsif atau pembelian kompulsif yang perlu diwaspadai oleh tiap orang. Pembelian kompulsif merupakan aktifitas membeli yang tidak bisa dikontrol, dimana motif dan keinginan atau dorongan akan membeli produk tertentu harus terpenuhi dan terjadi secara berulang demi memenuhi rasa emosi. Pembelian kompulsif di kalangan remaja dapat dipengaruhi oleh penggunaan sosial media. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial terhadap munculnya compulsive buying pada remaja di Indonesia. Penelitian ini menggunakan convenient sampling, dengan meminta partisipan mengisi questionnaire serta peneliti menyebarkan link Google form melalui sosial media. Metode penelitian kuantitatif digunakan terhadap 100 remaja Indonesia (64% perempuan dan 36% laki- laki). Faber dan O'Guinn Compulsive Buying Scale digunakan untuk mengukur variabel pembelian kompulsif. Sedangkan Social Media Engagement Scale for Adolescents (SMES-A) digunakan untuk mengukur variabel penggunaan media sosial. Berdasarkan analisis regresi didapatkan pengaruh penggunaan media sosial terhadap compulsive buying sebesar 48,8% dengan pengaruh positif sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.
KEBAHAGIAAN PADA REMAJA DI DESA TS INDRAMAYU YANG MENGALAMI PERCERAIAN ORANG TUA Nur Syayidah, Naulia; Debora Basaria
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i1.22319.2023

Abstract

Kasus perceraian di Indonesia mengalami peningkatan di tahun 2021. Salah satu daerah yang mengalami peningkatan kasus tersebut adalah Kota Indramayu. Perceraian yang terjadi memberikan dampak bagi remaja yang mengalaminya. Dampak tersebut dapat berpengaruh kepada kebahagiaan remaja setelah perceraian orang tua. Menurut Seligman (2002), kebahagiaan berasal dari identifikasi dan pengembangan kekuatan individu paling mendasar yang digunakan setiap hari. Kebahagiaan memiliki tiga aspek yaitu positive emotion, engagement, dan meaning. Selain itu, kebahagiaan juga dipengaruhi oleh faktor keadaan individu seperti faktor keadaan internal dan faktor keadaan eksternal. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah snowball sampling dengan wawancara mendalam (in-depth interview) kepada tiga subjek berusia 15-18 tahun yang mengalami perceraian orang tua lebih dari tiga tahun dan tinggal di Desa TS. Subjek terdiri dari tiga perempuan dan satu laki-laki yang berada pada tingkat pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hasil penelitian menunjukkan ketiga subjek memiliki ketiga aspek kebahagiaan dalam dirinya dan memiliki faktor keadaan internal serta eksternal setelah orang tua bercerai.
GAMBARAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA INDONESIA TINGKAT SARJANA YANG KULIAH DI TAIWAN Timothy, Jeremy; Idulfilastri, Rita Markus; Wati, Linda
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i1.22381.2023

Abstract

Taiwan menjadi salah satu negara favorit dari mahasiswa Indonesia untuk berkuliah dengan reputasinya yang baik dalam berbagai bidang. Usaha penyesuaian diri berbeda dengan istilah adaptasi, namun beberapa peneliti mengatakan bahwa kedua hal saling berkaitan. Adaptasi merupakan salah satu sudut pandang penyesuaian diri. Namun, di dalam usaha penyesuaian diri mahasiswa Indonesia disana, masih adanya tantangan karena perbedaan budaya dan bahasa menjadi salah satu hambatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan psikologis atau tingkat stres seseorang adalah budaya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran variabel penyesuaian diri pada mahasiswa Indonesia tingkat sarjana yang berkuliah di Taiwan.  penelitian ini dilakukan dengan dasar melihat fenomena yang positif dan negatif yang dirasakan oleh sebagian mahasiswa Indonesia di Taiwan. Definisi penyesuaian diri adalah tujuan yang hendak dicapai oleh individu tersebut sebagai keadaan dirinya dalam usaha mengatasi konflik dan frustasi dalam hal menyelaraskan dirinya dengan lingkungannya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengambilan sampel non-probability sampling. Partisipan penelitian berjumlah 41 partisipan. Alat ukur yang digunakan oleh peneliti adalah milik dari Runyon & Harber (dalam Maulida, 2020). Hasil penelitian menunjukkan penyesuaian diri dan tingkat dimensi- dimensinya berada pada skor tinggi, namun perlu mendapatkan perhatian pada dimensi interpersonal karena sebagai dimensi dengan mean terendah. Untuk penelitian selanjutnya, sebaiknya menggunakan jumlah partisipan yang lebih banyak dan dilakukan pengambilan kesuksesan akademis mahasiswa.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KETERIKATAN KARYAWAN MELALUI MEDIASI THRIVING DAN FLOURISHING Hani, Umi Mahmudah; Rostiana; Idulfilastri, Rita Markus
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karyawan dapat bekerja dengan baik di perusahaan apabila mempunyai keterikatan yang tinggi, oleh karena itu perlu dikaji faktor-faktor yang berperan terhadap pembentukan keterikatan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap keterikatan karyawan melalui mediasi thriving dan flourishing. Budaya organisasi merujuk suatu sistem pengertian bersama oleh anggota organisasi dan membedakan organisasi tersebut dari organisasi lainnya. Keterikatan kerja merupakan keterlibatan, kepuasan dan antusiasme individu dengan pekerjaannya. Thriving adalah perasaan mengalami perkembangan dan kemajuan dalam mengembangkan diri. Flourishing adalah kombinasi antara pengalaman hidup yang berjalan baik, perasaan positif serta mampu berfungsi optimal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non eksperimen dengan jumlah sampel 238 orang, yang pengambilannya ditentukan dengan teknik convenience sampling. Keterikatan karyawan diukur menggunakan Gallup   question 12 survey (Q12 survey), budaya organisasi diukur menggunakan skala budaya organisasi, 36 butir, thriving diukur menggunakan Brief Inventory of Thriving (BIT) sebanyak 10 butir; dan flourishing diukur menggunakan The Flourishing Scale Diener sebanyak 8 butir. Hasil uji hipotesis menunjukkan budaya organisasi memberikan efek langsung kepada keterikatan karyawan, thriving berperan sebagai mediator, namun flourishing tidak terbukti berperan sebagai mediator antara budaya organisasi dengan keterikatan karyawan. Implikasi penelitian ini memperlihatkan karyawan terikat dengan organisasi karena adanya tata nilai dan kebersamaan terutama untuk mengembangkan diri. Namun, kedekatan dan tanggung jawab karyawan tersebut belum membangun perasaan positif karyawan pada organisasinya. Saran penulis untuk penelitian selanjutnya adalah agar dapat meneliti budaya organisasi dan keterikatan karyawan dengan melibatkan level manajerial sehingga didapat hasil yang lebih lengkap dan maksimal.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue