cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
PENGARUH MODAL PSIKOLOGIS TERHADAP KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA KARYAWAN DI PT. X Oktavia Layuk, Nelsa; Zamralita; Lie, Daniel
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.26478.2023

Abstract

Munculnya pandemi yaitu Coronavirus Disease 19 (COVID-19) di Indonesia menjadi permasalahan dalam berbagai bidang usaha dan perusahaan, termasuk PT. X yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan serta jasa penyewaan alat berat. Berdasarkan penelitian sebelumnya karyawan yang bekerja di masa pandemi COVID-19 cenderung merasakan emosi negatif. Tetapi hal ini berbeda dengan karyawan di PT. X yang cenderung memiliki emosi positif yang disebut sebagai kesejahteraan subjektif. Salah satu faktor yang berperan dalam mempengaruhi kesejahteraan subjektif yaitu modal psikologis. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dimensi modal psikologis terhadap kesejahteraan subjektif pada karyawan di PT. X. Penelitian ini melibatkan 110 partisipan yang bekerja di PT. X dan pengambilan data dilakukan secara daring dengan menggunakan teknik sampling convenience sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Positive Affect and Negative Affect Schedule (PANAS) yang dikembangkan oleh Watson et al. (1988), Satisfaction With Life Scale (SWLS) yang dikembangkan oleh Diener et al. (1985), dan Psychological Capital Questionnaire-12 (PCQ-12) yang dikembangkan oleh Luthans et al. (2007). Berdasarkan hasil analisis regresi menunjukkan bahwa dimensi self-efficacy berpengaruh terhadap kesejahteraan subjektif sebesar 6.5% (R2 = 0.065, F = 7.517, p = 0.007 < 0.05), dimensi hope berpengaruh terhadap kesejahteraan subjektif sebesar 4.2% (R2 = 0.042, F = 4.691, p = 0.033 < 0.05), dimensi optimism berpengaruh terhadap kesejahteraan subjektif sebesar 9.8% (R2 = 0.098, F = 11.671, p = 0.001), sehingga hipotesis H1, H2, H3 yang diajukan diterima. Sementara, dimensi resilience tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan subjektif sehingga hipotesis H4 ditolak.
KREATIVITAS PADA MAHASISWA: APAKAH DIPENGARUHI OLEH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN CREATIVE SELF-EFFICACY? Pandumpi, Shania Krisan; Tiatri, Sri; Beng, Jap Tji
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.26722.2023

Abstract

Untuk meningkatkan daya saing bangsa, diperlukan pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan individu yangkreatif. Karena itu, menjadi hal yang urgen untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kreativitastersebut. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara penggunaan media sosialdan kreativitas. Namun, penelitian yang mengeksplorasi mengenai mekanisme yang menjelaskan hubungan tersebutmasih terbatas. Creative self-efficacy, atau kepercayaan diri seseorang terkait kapasitasnya untuk menjadi kreatif,dapat menjadi salah satu variabel yang menjelaskan hubungan kedua variabel tersebut. Untuk itu, dilakukan penelitianini yang bertujuan menguji peran creative self-efficacy sebagai mediator dalam peran penggunaan media sosialterhadap kreativitas pada mahasiswa. Metode penelitian ini merupakan kuantitatif non-eksperimental dengan sampel369 mahasiswa perguruan tinggi. Pengambilan data dilakukan dengan metode convenience sampling melaluipenyebaran kuesioner kepada mahasiswa S1 pada suatu fakultas psikologi di Jakarta. Hasil penelitian menunjukkanbahwa penggunaan media sosial berperan positif terhadap kreativitas pada mahasiswa dan dimediasi oleh creativeself-efficacy. Peran mediasi creative self-efficacy bersifat parsial pada peran penggunaan media sosial terhadapkreativitas untuk kegiatan perkuliahan dan bersifat penuh pada ideasi kreatif umum. Disimpulkan bahwa penggunaanmedia sosial untuk memuaskan kebutuhan sosial, kognitif, dan hedonik dapat meningkatkan creative self-efficacy,selanjutnya meningkatkan kreativitas pada mahasiswa. Berdasarkan penelitian ini, disarankan, pengembanganintervensi yang memanfaatkan creative self-efficacy dan penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa untukmeningkatkan kreativitas.
PERAN LITERASI DIGITAL DAN GROWTH MINDSET PADA UJI MODEL PENERIMAAN APLIKASI PEMBELAJARAN KOLABORATIF Suryawidjaja, Vincent; Beng, Jap Tji; Tiatri, Sri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.26741.2023

Abstract

Indonesia akan memasuki masa keemasan pada tahun 2045. Setidaknya terdapat dua hal esensial yang sangat mempengaruhi Indonesia di tahun 2045 yaitu bonus demografi dan kemajuan pesat perkembangan teknologi. Oleh karena itu kualitas tenaga kerja menjadi faktor penting kesuksesan Indonesia di tahun 2045. Untuk mengetahui sejauh mana sebuah teknologi dapat diimplementasikan serta faktor apa saja yang mempengaruhi, diperlukan sebuah model yang komprehensif untuk memotret penerimaan teknologi tersebut sehingga proses transformasi digital dapat dipercepat. Salah satu model penerimaan teknologi yang sudah ada yaitu The Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan model penerimaan Teknologi Digital dalam Pembelajaran Kolaboratif melalui Pendekatan UTAUT pada Siswa Sekolah Dasar dan Menengah di Indonesia dengan mempertimbangkan variabel Literasi Digital dan Growth Mindset. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji model menggunakan SEM-PLS. Partisipan penelitian ini berjumlah 298 siswa di jenjang SD hingga SMA pada sekolah-sekolah di daerah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan signifikansi peran Perfomance Expectancy, Effort Expectancy dan Social Influence terhadap minat siswa menggunakan aplikasi pembelajaran kolaboratif. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa Literasi Digital secara signifikan berkontribusi pada Effort Expectancy siswa sedangkan Growth Mindset berkontribusi signifikan pada Performance Expectancy. Hasil penelitian ini merekomendasikan untuk dapat menyediakan ekosistem pembelajaran kolaboratif yang mengoptimalisasi penggunaan teknologi demi menghasilkan generasi-generasi unggul untuk menyambut Indonesia Emas 2045.
DUKUNGAN GURU, REGULASI DIRI, DAN MODAL PSIKOLOGIS SISWA: MENEMUKAN KUNCI KEBERHASILAN DI SEKOLAH DASAR: Bahasa Indonesia Helda Apriani Lestari; Sri Tiatri; Fransisca Iriani R. Dewi
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.26764.2023

Abstract

Siswa masa kini menghadapi tantangan untuk beradaptasi dengan perubahan pasca pandemi COVID-19. Jumlah anak yang berpartisipasi mengikuti kegiatan sekolah sebagai siswa Sekolah Dasar di Indonesia pada tahun 2022 mengalami penurunan signifikan dibanding jenjang pendidikan lainnya. Hal ini perlu diantisipasi segera agar tidak berdampak pada kualitas lulusan pendidikan Indonesia di masa depan. Sejumlah studi mengkonfirmasi bahwa kemampuan regulasi diri bisa menjadi solusi tepat bagi siswa. Regulasi diri ketika diterapkan pada pembelajaran mengacu pada proses proaktif siswa yang terdiri dari menetapkan tujuan pembelajarannya, memantau kemajuannya secara aktif, dan mengatur kognisi, motivasi, dan perilakunya untuk mencapai tujuan pembelajarannya (Pintrich, 2000). Menurut Connell & Wellborn (1991), dukungan guru adalah perilaku guru sebagai konteks sosial yang mempengaruhi pemenuhan kebutuhan psikologis dasar siswa akan keterkaitan, kompetensi, dan kemandirian. Sementara itu, modal psikologis adalah keadaan perkembangan psikologis positif individu dan ditandai dengan adanya harapan, efikasi, resiliensi, dan optimisme (Luthans, et al., 2007). Penelitian ini memprediksi bahwa ketika siswa merasakan dukungan dari guru, mereka cenderung mengakumulasi sumber daya pribadi dalam bentuk modal psikologis yang kemudian membantu siswa melakukan regulasi diri dengan lebih baik. Partisipan penelitian ini berjumlah 276 siswa kelas 4 sampai 6 Sekolah Dasar X di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner regulasi diri (MSLQ), dukungan guru (TASC) dan modal psikologis (PCQ) yang diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia. Dukungan guru berkontribusi terhadap regulasi diri siswa sebesar 4,6%. Variabel modal psikologis terbukti memediasi sempurna hubungan antara dukungan guru terhadap regulasi diri siswa di Sekolah Dasar X di Jakarta. Kontribusi variabel dukungan guru dan modal psikologis dalam menjelaskan variabel regulasi diri siswa sebesar 24,9%.
APAKAH PSYCHOLOGICAL CAPITAL DAN WORK ENGAGEMENT MEMBENTUK JOB PERFORMANCE KARYAWAN DI ERA SOCIETY 5.0? Gregorio, Keanen; Beng, Jap Tji; Tiatri, Sri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.26770.2023

Abstract

Globalisasi menjadikan tenaga kerja sebagai sebuah komoditas, artinya semua aspek dalam tenaga kerja, baik kemampuan, kognitif, otak, dan otot dapat diperjualbelikan. Pengalaman konsumen menjadi fokus yang utama pada era Society 5.0. Oleh sebab itu, seorang karyawan perlu meningkatkan kinerja pekerjaannya agar dapat memberikan pengalaman konsumen yang terbaik. Demi mempersiapkan karyawan dalam menghadapi era Society 5.0, diperlukan suatu sumber daya pribadi yang baik. Salah satu sumber daya pribadi tersebut adalah psychological capital atau modal psikologis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana modal psikologis dan keterikatan kerja membentuk kinerja pekerjaan karyawan di Era Society 5.0. Dengan mengetahui bagaimana modal psikologis dan kinerja pekerjaan dalam pembentukan kinerja pekerjaan, perusahaan dapat menciptakan program-program yang dapat meningkatkan modal psikologis dan keterikatan kerja sehingga kinerja pekerjaan karyawan dapat ditingkatkan. Metode pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian untuk mengukur variabel modal psikologis, kinerja pekerjaan, dan keterikatan kerja. Ketiga variabel tersebut diukur melalui kuesioner daring yang dibagikan oleh Peneliti. Penelitian ini dilakukan pada karyawan sales di perusahaan yang bersifat for-profit sehingga dapat memberikan perspektif yang berbeda mengenai variabel modal psikologis, kinerja pekerjaan, dan keterikatan kerja pada karyawan. Dalam penelitian ini juga ditambahkan Key Performance Indicator (KPI) agar kinerja pekerjaan yang diukur menjadi lebih objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan positif antara modal psikologis dan keterikatan kerja, begitu juga antara keterikatan kerja dan kinerja pekerjaan.
THE GOOD STUDENTS: PENGARUH SELF-ESTEEM TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS XYZ Michellen, Kyren; Jap, Tji Beng
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i1.26775.2024

Abstract

Tidak banyak penelitian yang meneliti mengenai Organizational Citizenship Behavior dalam konteks mahasiswa sebagai pelaku OCB. Padahal, student OCB atau Organizational Citizenship Behavior pada mahasiswa dapat memberikan dampak positif bagi universitas dan diri mereka sendiri. Dalam menjalankan kuliah sebagai bentuk ‘ujicoba’ sebelum masuk ke dalam dunia kerja, mahasiswa hendaknya mempunyai kepercayaan diri yang tinggi. Mahasiswa dengan self-esteem (SE) yang tinggi diperkirakan memiliki tingkat OCB yang tinggi juga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran SE terhadap OCB pada mahasiswa. Teknik pengambilan data penelitian adalah dengan non-probability sampling dan convenience sampling. Kuesioner disebar di Universitas XYZ di Jakarta dengan bentuk tautan google form. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan uji regresi linier sederhana dan diuji menggunakan aplikasi SPSS. Karakteristik 152 responden adalah mahasiswa atau mahasiswi aktif di Fakultas Psikologi di suatu universitas di Jakarta dan tidak dibatasi oleh suku, ras, maupun agama. Alat ukur yang digunakan adalah hasil adaptasi ke dalam bahasa Indonesia dari Rosenberg’s Self-Esteem Scale (Rosenberg, 1965) untuk variabel self-esteem dengan 4 skala likert. Alat ukur OCB menggunakan hasil adaptasi dari alat ukur OCB Scale for Student Teams (Allison, 2010) ke dalam bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh self-esteem terhadap OCB pada mahasiswa di Universitas XYZ di Jakarta dengan persentase sebesar 25,4%.  
PERAN SELF – EFFICACY TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA PADA MASA PEMBELAJARAN POST COVID–19 DENGAN MOTIVASI SEBAGAI MODERATOR Saputra, Mikhael Adam; Heng, Pamela Hendra; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.26816.2023

Abstract

Pada akhir tahun 2022, Peraturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah resmi dicabut serta memasuki transisi pada masa post COVID–19. Sektor seperti pendidikan perguruan tinggi juga kembali mengalami peralihan, sepert metode belajar mengajar yang kembali secara luar jaringan (luring) atau hybrid, layanan administrasi yang juga kembali secara luring atau hybrid, dan adanya perubahan kurikulum pada sistem pendidikan saat ini. Berbagai perubahan dalam metode belajar mengajar, layanan administrasi, serta kurikulum memberikan dampak terhadap self–efficacy dan motivasi mahasiswa yang berkaitan dengan kepuasan. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat peran self–efficacy terhadap kepuasan mahasiswa pada masa endemi COVID–19 yang dimoderasi dengan motivasi. Penelitian melibatkan 502 responden, dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdiri atas General Self–Efficacy Scale (GSES) (α = 0.667), Course Satisfaction Scale (α = 0.575), dan Academic Motivation Scale (AMS) (α = 0.742). Hasil temuan dalam penelitian ini, didapati korelasi positif antara kepuasan self–efficacy dengan kepuasan mahasiswa (r = 0.455), korelasi positif antara self–efficacy dan motivasi (r = 0.138), serta korelasi positif antara motivasi dan kepuasan mahasiswa (r = 0.216). Didapati juga peran self–efficacy terhadap kepuasan mahasiswa sebesar 29,9% (R² = 0.299) mengalami peningkatan menjadi 32% (R² = 0.320) setelah dilakukan pengujian self–efficacy dengan moderator motivasi. Dapat disimpulkan bahwa motivasi terbukti berperan sebagai moderator dalam penelitian ini.
PERAN QUALITY OF WORK LIFE TERHADAP MOTIVASI KERJA PADA PT XYZ DI TANJUNG PRIOK TAHUN 2023 Tanoto, Malvin; Tji Beng, Jap
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i1.26841.2024

Abstract

Di Indonesia terdapat perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT). PT di Indonesia telah menyumbangkan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Masyarakat yang bekerja tentunya membutuhkan motivasi kerja, selain motivasi kerja, dibutuhkan quality of work life (QWL). Pada PT XYZ yang berlokasi di Jakarta, berdasarkan informasi yang dikumpulkan ditemukan bahwa karyawan yang bekerja namun memiliki jumlah kehadiran yang minim, sering terlambat, dan pekerjaan yang diberikan sering tidak selesai sesuai dengan waktunya. Sebab itulah, penelitian ini bertujuan meneliti berapa signifikansi peran quality of work life terhadap motivasi kerja di PT XYZ. Hipotesis pada studi ini yaitu bahwa ada peran krusial quality of work life (QWL) terhadap motivasi kerja. Pengambilan data didalam penelitian diberlakukan lewat langkah penyebaran kuesioner langsung pada karyawan PT XYZ dengan banyaknya 200 partisipan. Alat ukur yang digunakan adalah Motivation at Work Scale (MAWS) dan Quality of Work Life Scale (QoWLS). Hasil pengumpulan data kemudian dianalisis digunakan metode analisis deskriptif statistik dan regresi linier sederhana di aplikasi SPSS. Hasil studi ditunjukan bahwasannya terdapat peran quality of work life (QWL) yang siginifikan terhadap motivasi kerja sebesar 25,8% dan 74,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.
PERAN STRATEGI KOPING TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS MAHASISWA DALAM MASA PANDEMI COVID-19 Basaria, Debora; Zamralita, Zamralita; Aryani, Fransiska Xaveria
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i1.27161.2024

Abstract

Kondisi kesejahteraan secara psikologis memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, diharapkan dengan kesejahteraan psikologis yang baik dapat tercipta perasaan bahagia dalam menapaki kehidupan dan terbebas dari masalah mental. Diketahui pandemi saat ini sangat berdampak pada kesejahteraan psikologis individu di semua aspek termasuk di aspek pendidikan, khususnya pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran strategi coping terhadap psychological well-being pada mahasiswa pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang berbentuk penelitian korelasional dan non-eksperimental. Teknik pemilihan partisipan dalam penelitian ini yaitu non probability sampling dengan teknik convenience sampling. Partisipan dalam penelitian ini merupakan 307 mahasiswa dengan kriteria partisipan yaitu merupakan individu yang berusia antara 18 sampai 25 tahun, berstatus sebagai mahasiswa aktif, dan berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Teknik pengumpulan data untuk mengukur kedua variabel penelitian yaitu dengan menyebarkan kuesioner. Kuesioner tersebut akan terdiri dari alat ukur Brief COPE dan alat ukur psychological well-being dari Ryff. Berdasarkan hasil pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa strategi coping berpengaruh positif dan signifikan terhadap psychological well-being. Individu yang lebih menggunakan problem focused coping atau emotion focused coping cenderung memiliki psychological well-being yang semakin tinggi. Sebaliknya, individu yang tinggi menggunakan avoidance coping akan memiliki psychological well-being yang semakin rendah.
HUBUNGAN MANAJEMEN WAKTU DENGAN KESEIMBANGAN KEHIDUPAN KERJA PADA MAHASISWA YANG BEKERJA Siu Chian, Lin; Rostiana
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i1.27176.2024

Abstract

ABSTRAK Di kampus tak jarang kita melihat ada mahasiswa yang kuliah dan bekerja. Menjalankan peran sebagai mahasiswa sangatlah tidak mudah. Mahasiswa harus bisa menyeimbangkan kehidupan perkuliahan, pekerjaan dan pribadi atau yang disebut dengan keseimbangan kehidupan-kerja. Namun berdasarkan survei, mahasiswa yang bekerja memiliki keseimbangan kehidupan-kerja yang rendah. Dalam menerapkan keseimbangan kehidupan-kerja, mahasiswa perlu memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif yang berusia 18-22 tahun dan memiliki pekerjaan sebagai freelance/ part time/ magang. Penelitian ini menggunakan Time Management Questionnaire untuk menguji manajemen waktu dan menggunakan work-life balance scale untuk menguji keseimbangan kehidupan-kerja. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 235 orang dan menggunakan uji korelasi pearson dan mendapatkan nilai R sebesar .483 dan nilai P sebesar .000 < 0.05 sehingga dinyatakan bahwa kedua variabel memiliki hubungan korelasi sedang dan positif.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue