cover
Contact Name
Henny
Contact Email
henny@fe.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmieb@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
ISSN : 25796224     EISSN : 25796232     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi.
Arjuna Subject : -
Articles 443 Documents
KENDALA KEUANGAN DAN SALING KETERGANTUNGAN DALAM KEPUTUSAN KEUANGAN PADA SEKTOR CONSUMER GOODS DI INDONESIA Novethesia, Maya; Sanjaya, Ricky; Margaretha, Farah
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v4i2.7797

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji kendala keuangan dan saling ketergantungan dalam keputusan keuangan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan pada sektor consumer goods yang go public dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2018. Terdapat 24 perusahaan swasta yang dapat diteliti setelah dilakukan purposive sampling. Arus kas sebagai variabel dependen yang diukur dengan pengeluaran modal, perubahan kas, dividen, perubahan hutang jangka pendek dan panjang dan total aset. Investasi, kas, dan hutang sebagai variabel independen yang diukur menggunakan aktiva tetap bersih, kas, hutang jangka pendek dan panjang, perubahan dalam modal kerja, dividen, nilai pasar dan total aset. Sedangkan arus kas perusahaan dan resiko operasional perusahaan sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan metode least square dan uji individu (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa investasi, kas, dan hutang berpengaruh positif terhadap arus kas perusahaan. Implikasi dari penelitian ini bagi manajer keuangan agar perlu memperhatikan jumlah hutang perusahaan karena sangat berpengaruh terhadap arus kas perusahaan. Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan perusahaan pada sektor lain.  This research was conducted to support finance and interdependence in financial decisions. The sample used in this study was companies in the consumer goods sector that went public and were listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2014-2018 period. There are 24 companies that can be issued after purposive sampling. Cash flow as the dependent variable needed with capital, cash changes, dividends, short-term loans and total assets. Investment, cash, and debt as independent variables using fixed bonds, cash, short and long term loans, changes in working capital, dividends, market value and total assets. While the company's cash flow and company operational risk as a moderating variable. This research uses the quadratic method and individual test (t-test). The results of this study prove that investment, cash, and loans are positive towards the company's cash flow. The implications of this study for financial managers need to be considered by the number of companies because they need to be considered for the company's cash flow. For further researchers need to use companies in other sectors.
EFISIENSI TEKNIS BANK DI INDONESIA: KELOMPOK BUKU I-IV Nainggolan, Romauli
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v4i2.7988

Abstract

Efisiensi Bank merupakan salah satu ukuran kinerja bank. Bank harus berusaha mengelola input dan output bank secara optimal. Efisiensi bank yang optimal dapat dilihat dari tingkat efisiensi teknis bank. Penelitian ini bertujuan mengukur efisiensi teknis bank di Indonesia. Penelitian dilakukan pada 38 bank berdasarkan kelompok bank BUKU I-IV periode 2012 – 2018 dengan metode DEAP. Variabel input dan output bank menggunakan pendekatan Intermediasi bank. Variabel input bank yaitu price of fund, price of labor and price of capital. Sedangkan output bank yaitu loans. Pengukuran efisiensi teknis menggunakan DEAP sebagai pengukur efisiensi secara modern. Hasil penelitian metode DEAP dengan model Constant Return to Scale (CRS) menunjukkan bahwa Bank BNI dan bank BCA paling efisiensi secara teknis dibanding bank lainnya dengan efisiensi teknis 100%. Bank kelompok BUKU IV secara umum telah mencapai efisiensi teknis sedangkan Bank kelompok BUKU I-III belum mencapai efisiensi teknis. Pada periode 2018, dalam mencapai efisiensi teknis maka kelompok bank BUKU I-III harus melakukan kebijakan dengan cara mengendurkan atau mengurangi biaya dua input. Kedua input variabel yaitu input price of fund dan price of capital karena kedua input tersebut yang membuat bank belum mencapai efisiensi teknis.  Efficiency of Bank is a measure of bank performance. The banking sector must try to regulate bank inputs and outputs optimally. Optimal efficiency can be seen from the bank's technical efficiency score.. This study aims to measure the technical efficiency of banks in Indonesia. The study was conducted on 38 banks based on the BUKU I-IV, period 2012 - 2018 with the DEAP method. Bank input and output variables use the bank intermediation approach. Bank input variables are price of funds, price of labor and price of capital. Bank output is loans. Measurement of technical efficiency using DEAP as a measure of modern efficiency. The DEAP method research results with the Constant Return to Scale (CRS) model show that BNI Bank and BCA bank are the most technically efficient compared to other banks with 100% technical efficiency. BUKU IV group banks in general have achieved technical efficiency while BUKU I-III group banks have not technical efficiency. In achieving technical efficiency, the BUKU I-III bank group must carry out policies by relaxing or reducing the costs of two inputs. The two variable inputs are input price of funds and price of capital because these two inputs have made the bank not yet reached technical efficiency.
PENGARUH WEBSITE QUALITY, WEBSITE REPUTATION DAN PERCEIVED RISK TERHADAP PURCHASE INTENTION PADA PERUSAHAHAAN E-COMMERCE Jundrio, Harry; Keni, Keni
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v4i2.7802

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris pengaruh kualitas website, reputasi website dan persepsi risiko terhadap minat beli dari pengunjung website atau aplikasi e-commerce. Penelitian ini menggunakan metode sampling non probability dengan teknik convenience sampling. Sampel berjumlah 203 responden yang mayoritas adalah karyawan BUMN, PNS atau swasta. Partial Least Squares – Structural Equation Model (PLS – SEM) digunakan untuk melakukan analisis data dengan menggunakan softwate Smart PLS 3.3.0. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perusahaan telah memiliki kualitas website dan reputasi website yang baik, sehingga kualitas website dan reputasi website memiliki pengaruh positif terhadap minat beli. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa perusahaan dipersepsikan sebagai website/aplikasi dengan risiko netral, sehingga persepsi risiko tidak memiliki pengaruh terhadap minat beli. Penelitian ini menyarankan agar perusahaan mempertahankan dan meningkatkan kualitas website dan reputasi website untuk meningkatkan minat beli pengunjung. Dan dikarenakan perusahaan adalah platform e-commerce yang bekerja sama dengan penjual dan kurir pihak ketiga, maka perusahaan agar menetapkan peraturan yang tegas untuk menjamin potensi risiko yang minimal pada saat transaksi.  The purpose of this research is to investigate the effects of website quality, website reputation and perceived risk on purchase intention towards visitors of e-commerce website or application. This research uses non probability sampling method with convenience sampling technique. The sample number is 203 respondents which mostly are state-owned, public or private sector employees. Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS – SEM) is used to analyze research data by using Smart PLS 3.3.0 software. The findings show the company already has good website quality and good website reputation and therefore website quality and website reputation have positive effects on purchase intention. The findings also show that the website/application is perceived as non risky website/application and therefore perceived risk has no effect on purchase intention. The findings suggest that the company should maintain and enhance its website quality and website reputation in order to increase visitors’ purchase intention. And since the company is an e-commerce platform that has agreements with third-party sellers and courier services, it has to establish rigid standard operating procedures to ensure the minimalization of potential risk during transactions.
DEVELOPING AN INNOVATION MANAGEMENT TEACHING MODEL Yang, Tai-Ho; Lin, Chin-Chiuan
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v4i2.8308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pengajaran manajemen inovasi (IMT) yang mencakup tanggung jawab sosial universitas (USR) dan pembelajaran berbasis masalah (PBL) menggunakan proyek USR yang diselenggarakan oleh penulis selama dua tahun terakhir. Setelah dua tahun dilakukan. Hasil menunjukkan bahwa siswa yang berpartisipasi dalam model IMT dapat meningkatkan motivasi belajar mereka, rasa prestasi, dan rasa hormat. Selanjutnya, beberapa masalah objek regional (kabupaten Guantian) juga dapat diselesaikan setelah melakukan proyek USR.This study aimed to develop an innovation management teaching (IMT) model which included university social responsibility (USR) and problem-based learning (PBL) using a USR project that hosted by the authors during recent two years. After two years performed. Results showed that the students who participate in the IMT model can enhance their learning motivation, sense of accomplishment, and sense of honour. Furthermore, some problems of the regional object (Guantian district) also can be solved after perform the USR project.
THE ROLE OF TECHNOLOGY SAVVINESS IN MUSLIM ONLINE SHOPPING (MOS) Syahrivar, Jhanghiz; Selamat, Frangky; Chairy, Chairy
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v4i2.7865

Abstract

Kemajuan e-commerce dalam satu dekade terakhir telah mengubah cara konsumen Muslim memilih dan membeli produk yang dapat memenuhi gaya hidup mereka. Sejak itu, banyak toko online bermunculan di Indonesia yang menyasar pangsa pasar Muslim yang besar namun terbagi-bagi. Banyak penelitian tentang belanja online berfokus pada fitur toko online untuk menarik calon pelanggan; namun, sepengetahuan kami, belum ada penelitian yang mengaitkan perilaku belanja melalui toko online Muslim (MOS) dengan penguasaan dan pengetahuan terkait teknologi digital. Penelitian ini melibatkan 202 responden Muslim Indonesia yang secara reguler membeli produk Islami melalui platform MOS. Hipotesis diuji menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) melalui perangkat lunak AMOS. Temuan menunjukkan bahwa kecanggihan teknologi secara positif dan signifikan mempengaruhi persepsi keramahan situs web dan bahwasanya Muslim yang cerdas secara teknologi cenderung memilih belanja melalui platform MOS. Kontribusi teoretis maupun implikasi manajerial juga turut dibahas dalam penelitian ini.  The advancement of e-commerce in the last decade has transformed the way Muslim consumers select and purchase products that meet their lifestyles. Ever since, many online shops have emerged in Indonesia targeting Muslim market which is huge but fragmented. Many studies on online shopping have focused on the features of online shops to attract potential customers; however, to our best knowledge, none has linked Muslim Online Shopping (MOS) behaviour with Muslims’ mastery and knowledge of digital technology or called technology-savviness. This study involved 202 Indonesian Muslim respondents who regularly bought Islamic products via MOS platforms. The hypotheses were tested using Structural Equation Modelling (SEM) via AMOS software. The findings suggest that technology savviness positively and significantly influences perceived website friendliness and that Muslims who are technology savvy are more inclined towards MOS. Theoretical contributions as well as managerial implications are discussed in this study.
DETERMINED CONSUMERS ONLINE PURCHASE INTENTION FACTORS BY CONSIDERING RISK AND E-TRUST Hadining, Aulia Fashanah; Haryanti, Salmah Ayu; Munajat, Tazkia Rasyid
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v4i2.8312

Abstract

Niat pembeli adalah salah satu pendorong utama bagi pembeli untuk melakukan transaksi pembayaran dan akhirnya membeli produk atau layanan. Semakin tinggi niat beli, semakin besar keinginan individu untuk membeli barang. Ini juga berlaku untuk pembelian online menggunakan e-commerce. Transaksi pembelian online memiliki karakteristik bahwa tidak ada interaksi fisik antara pembeli, penjual, dan proses pembayaran. Niat pembelian online dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berdasarkan studi sebelumnya, faktor-faktor penting dalam pembelian online adalah faktor pengalaman berbelanja, risiko yang mungkin, dan kepercayaan pada situs web penyedia layanan e-commerce. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dalam niat pembelian online dengan membangun model penelitian. Model dalam penelitian ini adalah kombinasi variabel penelitian dari penelitian sebelumnya. Ada tujuh variabel penelitian dengan sepuluh hipotesis penelitian. Variabel yang digunakan untuk menyusun model penelitian adalah Pengalaman Belanja Online, Kualitas Web, Risiko Produk, Risiko Keuangan, Risiko Privasi, E-Trust, dan Niat Pembelian Online. Tahap selanjutnya dari penelitian ini adalah melakukan survei penelitian dan mengolah hasil data menggunakan SMART PLS 3.0.The buyer's intention is one of the main drivers for a buyer to make payment transactions and end up buying products or services. The higher the purchase intentions, the greater the willingness of the individual to buy the goods. This also applies to online purchases using e-commerce. Online purchase transactions have the characteristic that there is no physical interaction between the buyer, seller, and payment process. The online purchase intention can be influenced by various factors. Based on previous studies, important factors in online purchasing are shopping experience factors, possible risks, and trust in e-commerce service provider websites. This study aims to determine the influential factors in online purchase intention by building a research model. The model in this study is a combination of research variables from previous studies. There are seven research variables with ten research hypotheses. The variables used to compile the research model are Online Shopping Experience, Web Quality, Product Risk, Financial Risk, Privacy Risk, E-Trust, and Online Purchase Intention. The next stage of this research is to conduct a research survey and processing the results of data using SMART PLS 3.0.
DOES AUDITOR INDEPENDENCE, SKEPTICISM, AND PROFESSIONALISM INFLUENCE AUDIT QUALITY? Puspitarani, Putri; Mapuasari, Supeni Anggraeni
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v4i2.7566

Abstract

Riset ini menyajikan bukti empiris faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas audit yang bersumber dari kognisi auditor. Faktor kognisi yang diujikan antara lain independensi, skeptisme, dan profesionalisme. Independensi didefinisikan sebagai kemauan auditor untuk netral dan tidak bias dalam mengambil keputusan. Skeptisme adalah kemauan auditor untuk mempertanyakan dan melakukan prosedur audit tambahan ketika terjadi keraguan dalam penentuan pertimbangan audit. Profesionalisme merepresentasikan pemahaman dan sikap auditor atas hak dan kewajibannya yang diatur oleh organisasi profesi. Untuk menguraikan logika hipotesis, riset ini menggunakan teori disonansi kognitif. Auditor tentu mengalami berbagai dinamika dalam menjalankan tugasnya. Dinamika ini terkadang mengandung ketidaksesuaian antara kognisi yang dimilikinya dengan apa yang ditemukannya. Dalam kondisi tersebut, penelitian ini menduga bahwa auditor yang memiliki rasa independensi yang tinggi akan lebih mampu menghasilkan kualitas audit yang baik. Auditor dengan skeptisme yang semakin tinggi tentu akan mau untuk mengeluarkan upaya tambahan demi meraih kualitas audit yang sesuai. Sementara itu, profesionalisme mampu mendukung kemantapan auditor dalam mengupayakan kualitas audit yang tinggi. Dengan menggunakan metode survei yang disebarkan pada para auditor di kantor akuntan publik di kota jakarta, riset ini menemukan bahwa independensi, skeptisme, dan profesionalisme secara signifikan mendukung persepsi kualitas audit. Ini artinya, kantor akuntan publik dapat mempertimbangkan faktor-faktor ini dalam perumusan kebijakan rekrutmen dan pelatihan.  This research presents empirical evidence of the factors that influence audit quality sourced from auditor cognition. Cognition factors tested included independence, skepticism, and professionalism. Independence is defined as the auditor's willingness to be neutral and not biased in making decisions. Skepticism is the auditor's willingness to question and carry out additional audit procedures when there is doubt in determining audit considerations. Professionalism represents the auditor's understanding and attitude towards his rights and obligations governed by professional organizations. To outline the logic of the hypothesis, this research uses the theory of cognitive dissonance. Auditors naturally experience various dynamics in carrying out their duties. This dynamic sometimes contains a mismatch between the cognition it has and what it finds. Under these conditions, this study suspects that auditors who have a high sense of independence will be better able to produce good audit quality. Auditors with increasing skepticism will certainly want to spend additional effort to achieve appropriate audit quality. Meanwhile, professionalism can support the stability of auditors in seeking high audit quality. Using a survey method distributed to auditors at public accounting firms in Jakarta, this research found that independence, skepticism, and professionalism significantly support the perception of audit quality.
PENGARUH EVENT IMAGE, DESTINATION IMAGE, PAST EXPERIENCE DAN PARTICIPANT SATISFACTION TERHADAP REVISIT INTENTION PADA MARATHON EVENT DI INDONESIA Imanda, Mochammad Reyzan; Anandya, Dudi
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v4i2.8187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Destination Image, Event Image, Past Experience, dan Participant Satisfaction akan mempengaruhi Revisit Intention partisipan aktif pada Marathon Event. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 230, didapatkan dari hasil survei online yang berasal dari finisher Jakarta Marathon Event dalam kurun waktu 2013-2019. Pengolahan data menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM) dengan program AMOS 21. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa efek mediasi variabel Participant Satisfaction antara Destination Image, Event Image, dan Past Experience berpengaruh besar terhadap Revisit Intention. Past Experience memberikan pengaruh signifikan secara langsung terhadap Revisit Intention. Namun, Destination Image dan Event Image tidak memberikan pengaruh signifikan secara langsung terhadap Revisit Intention. Pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota dan Event Organizer sebagai untuk memberikan Past Experience yang baik dibahas bersama dengan pentingnya Participant Satisfaction sebagai pendorong utama pembentukan Revisit Intention.  Purpose of this study to understand how the Destination Image, Event Image, Past Experience, and Participant Satisfaction predict the Revisit Intention of active participants in the Marathon Event. The number of samples used in this study is 230, obtained from the results of an online survey taken from the finisher of the Jakarta Marathon Event between 2013-2019. Data processing using the Structural Equation Modeling (SEM) method with the AMOS 21 program. The results revealed mediation effect of Participant Satisfaction between Destination Image, Event Image, and Past Experience has a significant effect on Revisit Intention. In addition, Past Experience directly has a significant effect on Revisit Intention. However, Destination Image and Event Image has no significant direct effect on Revisit Intention. The importance of collaboration between the City Government and Event Organizer was discussed together along with the importance of Participant Satisfaction as the main driver for the establishment of Revisit Intention.
BUSINESS MODEL CANVAS SEBAGAI ALAT BANTU DALAM MENENTUKAN STRATEGI BISNIS JASA PENYEWAAN MAINAN Widiyanti, Wiwik
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v5i2.11433

Abstract

Javasbabyboo merupakan salah satu usaha jasa penyewaan mainan yang terletak di Kebumen Jawa Tengah. Sasaran pelanggan dari Javasbabyboo saat ini adalah ibu yang mempunyai anak di bawah 5 tahun anak balita, yang mau berhemat, tidak sempat meluangkan waktu untuk memperhatikan perawatan mainan dalam jangka panjang, tidak mempunyai tempat penyimpanan khusus mainan, dan  ingin memberikan variasi permainan kepada anak. Selama pandemi ini omset Javasbabyboo cenderung menurun, hal inilah yang menjadi alasan pada penelitian ini sehingga diharapkan akan mendapatkan strategi bisnis yang baru dengan menggunakan Business Model Canvas (BMC) sebagai alat bantunya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif, dengan menggunakan data primer pada 34 responden dari pelanggan Javasbabybo yang dipilih secara purposive serta data sekunder berupa laporan operasional tahun 2018 – 2020. Penelitian ini diawali dengan mengidentifikasi Business Model Canvas (BMC) yang sedang berjalan, kemudian menganalisa Strenght, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT) dan yang terakhir menentukan BMC perbaikan berdasarkan analisa dari BMC yang sedang berjalan dan analisis SWOT. Diperoleh hasil penelitian bahwa BMC yang sedang berjalan sudah cukup baik, tetapi perlu adanya penambahan item pada BMC perbaikan. Penambahan item tersebut terletak pada produk baru yang disewakan dan diadakan yaitu perlengkapan ibu menyusui dan kreasi event kompetisi permainan untuk anak balita pada value proposition. Penambahan tersebut tentunya berpengaruh pada elemen-elemen yang lain sehingga pada akhirnya akan penambahan sumber penghasilan yaitu disamping dari penyewaan mainan juga dari penyewaan perlengkapan ibu menyusui dan pendaftaran event kompetisi permainan anak balita. Adapun implikasi dari penelitian ini adalah adanya BMC yang sedang berjalan disertai analisa SWOT yang tajam menghasilkan BMC perbaikan yang dapat digunakan oleh pemilik Javasbabyboo sebagai pedoman dalam menentukan kebijakan untuk meningkatkan pendapatan dari usaha ini. Javasbabyboo is a toy rental service business located in Kebumen, Central Java. The current target customers of Javasbabyboo are mothers who have children under 5 years old, who want to save money, don't have time to pay attention to toy care in the long term, don't have a special toy storage area, and want to provide a variety of games for children. During this pandemic, the turnover of Javasbabyboo tends to decrease, this is the reason for this research so that it is hoped that it will get a new business strategy using the Business Model Canvas (BMC) as a tool. This research is included in qualitative research, using primary data on 34 respondents from Javasbabybo customers who were selected purposively as well as secondary data in the form of operational reports for 2018 - 2020. This research begins by identifying the ongoing Business Model Canvas (BMC), then analyzing the Strengths. , Weakness, Opportunity, Threat (SWOT) and finally determine the BMC improvement based on the analysis of the ongoing BMC and SWOT analysis. The results of the research show that the current BMC is quite good, but it is necessary to add items to the improvement BMC. The addition of these items lies in the new products that are rented and held, namely nursing mother equipment and the creation of game competition events for toddlers in the value proposition. These additions certainly affect other elements so that in the end there will be additional sources of income, apart from toy rental, also from rental of equipment for breastfeeding mothers and registration of toddler game competition events. The implication of this research is that there is an ongoing BMC accompanied by a sharp SWOT analysis resulting in improved BMC that can be used by Javasbabyboo owners as a guide in determining policies to increase income from this business..
IMPLEMENTASI SUSTAINABILITY SEBAGAI ALAT PEMASARAN PADA ERA PANDEMI COVID-19 Wella, Six Finish; Chairy, Chairy
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v4i2.8284

Abstract

Kepedulian terhadap lingkungan dan dampak sosialnya terhadap bisnis telah menjadi isu utama di berbagai organisasi saat ini. Pelanggan telah semakin sadar dan menghendaki produk yang ramah lingkungan. Karenanya, banyak perusahaan yang kemudian berusaha memenuhi keinginan konsumen dengan menerapkan sustainability marketing. Namun demikian tidak semua perusahaan peduli dengan isu ini. Beberapa perusahaan menggunakan sustainability marketing sekedar untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. Artikel ini membahas lebih lanjut tentang sustainability marketing, tipe perusahaan dari sisi komitmen dan gaya komunikasinya, dan relevansi sustainability marketing sebagai alat pemasaran dalam situasi bisnis yang tidak pasti karena pandemi Covid-19. Lebih lanjut, Covid-19 telah mengubah perilaku konsumen dalam kaitannya dengan belanja online dan kesadaran akan isu sosial dan lingkungan atas produk yang dikonsumsi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, artikel ini memperlihatkan efektivitas sustainability marketing. Dengan mengadopsi sustainability marketing banyak perusahaan tidak hanya akan berhasil melewati masa sulit karena pandemi Covid-19 namun juga akan memenangkan persaingan di masa depan.  Nowadays, environmental concerns and its social impacts on business have become major issues in most of organizations. Customers have become more aware and demand for more environmentally friendly products from companies. Therefore, many companies have been trying to answer the demand by using sustainability marketing in running the business. However, not all companies are concerned about the issues. Some of them only using green and sustainability concept as a tool to increase their revenue. The object of this research is sustainability marketing. Specifically, this article explores more about sustainability marketing, types of companies in terms of their commitment and communications related to sustainability marketing, and the relevance of sustainability marketing as a marketing tool in this uncertainty situation due to Covid-19 pandemic. The subject of this research is two big companies in Indonesia. Further, Covid-19 pandemic has changed consumer behavior in terms of online buying and awareness of environmental and social issues about products they consume. Using qualitative approach, this article shows the effectiveness of sustainability marketing. By adopting sustainability marketing, many organizations will not only survive the Covid-19 pandemic, but also win further competiton.