cover
Contact Name
Hakimatul Mukaromah
Contact Email
hakimatul.m@ft.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
desakota@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Desa-Kota : Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Pemukiman
ISSN : -     EISSN : 26565528     DOI : -
Desa-Kota, adalah jurnal perencanaan wilayah, kota, dan permukiman, yang tujuan utamanya adalah untuk memperdalam pemahaman tentang kondisi perkotaan, perdesaan, dan kewilayahan, serta perubahan dan dinamika yang terjadi di area tersebut, baik dari perspektif empiris, teoretis, maupun kebijakan.
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
Perkembangan Kawasan-kawasan Perkotaan Kecil di Kabupaten Wonogiri dan Potensi Perannya dalam Penguatan Keterkaitan Desa-Kota Rahma Wati, Okta Bashri; Mardiansjah, Fadjar Hari
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.81373.189-207

Abstract

Urbanisasi mendorong perkembangan wilayah perkotaan tidak terbatas pada kawasan metropolitan, tetapi juga mencakup kawasan perkotaan kecil. Indonesia telah mengalami pertumbuhan kawasan perkotaan kecil yang sangat cepat, terutama di wilayah kabupaten-kabupaten di Pulau Jawa. Pertumbuhan kawasan perkotaan kecil tersebut juga terjadi pada Kawasan Subosukawonosraten, yang terbentuk dari perluasan kawasan perkotaan Kota Surakarta sebagai pusatnya. Sebagai bagian dari Subosukawonosraten, Kabupaten Wonogiri juga mengalami pertumbuhan perkotaan yang berimplikasi pada tumbuh dan berkembangnya kawasan-kawasan perkotaan kecil di dalamnya meskipun tidak secepat kabupaten-kabupaten lain yang berbatasan langsung dengan Kota Surakarta. Kawasan perkotaan kecil di Kabupaten Wonogiri terbentuk dari aglomerasi desa perkotaan atau desa-desa yang memiliki karakteristik perkotaan. Keberadaan kawasan perkotaan kecil di Wonogiri berpotensi untuk memiliki peranan strategis dalam penguatan keterkaitan desa-kota. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan kawasan-kawasan perkotaan kecil di wilayah Kabupaten Wonogiri dari tahun 1990 hingga 2019 dan menganalisis potensi peningkatan perannya dalam penguatan keterkaitan desa-kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif, dibantu dengan metode analisis spasial, location quotient dan network analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan perkotaan kecil di Kabupaten Wonogiri mengalami perkembangan penambahan jumlah kawasan perkotaan kecil. Setiap kecamatan memiliki potensi aktivitas utama, yaitu pertanian, industri, dan pariwisata, sehingga berpotensi lebih banyak berperan dalam meningkatkan nilai tambah, daya saing dan/atau akses pasar dari produk kawasan perdesaan, dan sekitarnya. Peran kawasan-kawasan tersebut dapat diperkuat untuk meningkatkan keterkaitan desa-kota dengan menyediakan dan/atau menambahkan jumlah fasilitas pengolahan, pemasaran/ transit serta pelayanan umum, termasuk fasilitas pendidikan pelatihan yang dapat meningkatkan transformasi teknologi dan inovasi pada aktivitas ekonomi.
Tingkat Pelayanan Jalur Pedestrian di Kawasan Wisata Malioboro, Kota Yogyakarta Rahmah, Hifaa Nursabrina; Rahayu, Murtanti Jani; Rini, Erma Fitria Fitria
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.92430.102-111

Abstract

Kawasan Malioboro sebagai kawasan wisata di perkotaan perlu memperhatikan fasilitas yang menjadi daya tarik pariwisata perkotaan. Fasilitas perkotaan yang menjadi perhatian di kawasan Malioboro adalah jalur pedestriannya yang merupakan fasilitas yang penting dalam mendukung integrasi pariwisata kawasan Malioboro. Penataan jalur pedestrian oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui realisasi kebijakan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) pada awal tahun 2022 memberi perubahan signifikan pada jalur pedestrian di kawasan Malioboro. Penelitian ini mengkaji tingkat pelayanan jalur pedestrian dengan memperhatikan enam komponen, yaitu aksesibilitas, daya tarik, keamanan, kenyamanan, inklusivitas, dan kelembagaan dengan indikatornya masing-masing yang didasarkan pada komponen kawasan wisata, ruang publik, dan jalur pedestrian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah jalur pedestrian di kawasan Malioboro sudah dapat melayani dengan baik melalui penilaian tingkat pelayanannya. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui observasi lapangan serta penyebaran kuesioner. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deduktif. Teknik analisis penelitian menggunakan analisis skoring dengan skala Guttman pada tiap indikator penilaian yang datanya dikumpulkan dengan teknik survei data primer melalui observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas, daya tarik, keamanan, kenyamanan, inklusivitas, dan kelembagaan di kawasan menghasilkan tingkat pelayanan jalur pedestrian kawasan wisata Malioboro sangat baik.
Kesesuaian Amenitas di Sekitar Kawasan Stadion Manahan terhadap Prinsip Pariwisata Berkelanjutan Fitrianto, Dito Suryo; Yudana, Galing; Miladan, Nur
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.91171.41-50

Abstract

Stadion Manahan merupakan pusat kawasan pariwisata olahraga yang ada di Kota Surakarta. Dengan adanya pengembangkan Kota Surakarta yang menerapkan prinsip berkelanjutan, maka aspek-aspek di dalam kota juga perlu menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan, termasuk pariwisata. Pariwisata berkelanjutan memiliki beberapa aspek utama yang diperhatikan, yaitu aspek ekonomi, aspek sosial, dan aspek lingkungan. Di sekitar kawasan Stadion Manahan, terdapat berbagai amenitas pendukung seperti penginapan, tempat makan, dan toko cenderamata yang tersebar di sekitar kawasan. Meskipun demikian, belum diketahui mengenai penerapan prinsip-prinsip berkelanjutan pada amenitas tersebut untuk mendukung kawasan Stadion Manahan sebagai kawasan wisata yang berkelanjutan. Dalam rangka untuk mengetahui penerapan prinsip berkelanjutan pada amenitas tersebut, maka dilakukan penelitian terkait daya dukung lingkungan pada bangunan-bangunan amenitas tersebut. Ketentuan yang harus dicapai untuk memiliki daya dukung lingkungan yang baik adalah hasil perhitungan Koefisien Dasar Bangunan berada di bawah 80%. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis skoring untuk menilai kesesuaian kondisi amenitas dengan prinsip berkelanjutan pada tiap-tiap parameter variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amenitas di sekitar kawasan Stadion Manahan memiliki nilai perhitungan Koefisien Dasar Bangunan seluruhnya di bawah 80%. Hal tersebut menunjukkan bahwa amenitas di sekitar kawasan Stadion Manahan telah menerapkan daya dukung lingkungan yang baik dalam rangka mendukung penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan di kawasan Stadion Manahan.
Tingkat Ancaman Multi Bencana Alam di Kabupaten Karanganyar Hantoro, Ryan Daffa; Aliyah, Istijabatul; Istanabi, Tendra
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.78280.184-199

Abstract

Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah mencakup dataran rendah hingga dataran tinggi Gunung Lawu. Keberagaram alam tersebut membawa berbagai ancaman bencana alam. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kabupaten Karanganyar,terdapat lima jenis bencana alam yang pernah terjadi di Kabupaten Karanganyar yaitu tanah longsor, banjir, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta cuaca ekstrim. Salah satu bentuk mitigasi bencana untuk menghadapi berbagai macam ancaman bencana alam di Kabupaten Karanganyar adalah dengan menggunakan pemetaan ancaman multi bencana alam. Pemetaan multi bencana alam dapat menunjukan lokasi kritis tingkat ancaman dari salah satu bencana atau lebih. Pemetaan ancaman multi bencana Kabupaten Karanganyar disusun dengan melakukan serangkaian tahapan yaitu membuat peta ancaman dari masing-masing jenis bencana berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) yang kemudian digabungkan dengan spatial overlay. Metode yang digunakan adalah skoring dan pembobotan serta overlay antar variabel ancaman bencana menggunakan modifikasi rumusan dari Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)Nomor 2 Tahun 2012 untuk mendapatkan bobot setiap ancaman multi bencana Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini menghasilkan bahwa wilayah Kabupaten Karanganyar didominasi oleh ancaman multi bencana alam dengan tingkat sedang dengan luas 49% dari luas total, tingkat tinggi dengan luas 35%, tingkat sangat tinggi dengan luas 9%, tingkat rendah dengan luas  6%, dan tingkat sangat rendah dengan luas r 1% dari luas total.
Perencanaan Ruang Terbuka Hijau Berbasis Ekologi dan Sosial di Kampung 3-4 Ulu Laut, Kota Palembang Muhammad, Fadilla Rachmadani; Pratiwi, Rian Adetiya; Hutriani, Ina Winiastuti
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.79059.112-126

Abstract

Kampung 3-4 Ulu Laut merupakan salah satu pemukiman padat penduduk di Kota Palembang dengan permasalahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tidak memenuhi standar dari kebutuhan ruang terbuka pada kawasan permukiman di area perkotaan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk (1) mengidentifikasi potensi dan permasalahan RTH di daerah permukiman Kampung 3-4 Ulu Laut, (2) menganalisis RTH berdasarkan aspek ekologi dan sosial, dan (3) merencanakan rancangan RTH di Kampung 3-4 Ulu Laut berdasarkan aspek ekologi dan sosial. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif yang digunakan adalah analisis lahan dan SWOT. Metode kuantitatif yang digunakan adalah analisis kesesuaian lahan dan Indeks Hijau Biru Indonesia (IHBI). Berdasarkan hasil yang didapatkan dari perhitungan IHBI, RTH pada tapak mencapai 50% luasan total tapak. Jenis dan luasan tipologi RTH yang ada pada tapak adalah sempadan sungai (1,8 ha), sempadan pejalan kaki (0,6 ha), taman kelurahan (2,1 ha), taman RW (2,1 ha) dan taman RT (0,4 ha). Perencanaan lanskap RTH di tapak dilakukan berdasarkan kebutuhan ruang terbuka sebagai tempat beraktivitas sosial dengan memperhatikan ekologi sebagai ruang perkembangan ekosistem. Rencana pengembangan lanskap mengadaptasi konsep perencanaan kota urban acupuncture dan green links untuk menciptakan RTH sesuai dengan kebutuhan lingkungan dan masyarakat.
Pemenuhan Kebutuhan Fasilitas Lingkungan Kawasan Permukiman Kumuh: Perspektif Teori Maslow di RW 05 & RW 11, Kelurahan Cibangkong Shabrina, Aqilah Syifa; Permana, Chrisna Trie Hadi; Utomo, Rizon Pamardhi
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.77195.1-11

Abstract

Kota Bandung merupakan kota dengan tingkat kekumuhan paling tinggi di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas lingkungan permukiman di RW 05 dan RW 11, Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, dalam memenuhi kebutuhan para penghuni. Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi tingkat kebutuhan yang belum terpenuhi dengan baik karena kondisi fasilitas eksisting yang belum lengkap dan layak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuesioner yang disebar di RW 05 dan RW 11, Kelurahan Cibangkong. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner diinterpretasi berdasarkan hierarki kebutuhan dasar menurut Teori Hierarki Kebutuhan Maslow yang meliputi kebutuhan fisik, keamanan, sosial, harga diri, dan aktualisasi diri. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi berdasarkan kondisi fasilitas lingkungan permukiman eksisting. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh tingkatan kebutuhan, mulai dari kebutuhan fisik hingga aktualisasi diri, belum terpenuhi dengan baik di RW 05 dan RW 11, Kelurahan Cibangkong. Kondisi fasilitas lingkungan permukiman di kedua kawasan tersebut belum lengkap dan layak untuk memenuhi kebutuhan dasar penghuni. Beberapa masalah yang diidentifikasi adalah penyalahgunaan fasilitas, belum tersedianya transportasi umum, keterbatasan ruang publik, serta keterbatasan akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan. Peningkatan fasilitas-fasilitas ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kualitas hidup para penghuni dan memajukan kualitas permukiman secara keseluruhan.
Keragaman Tipe Mitigasi Bencana pada Destinasi Wisata di Kecamatan Ngargoyoso Widyaningrum, Wahyu; Aliyah, Istijabatul; Istanabi, Tendra
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.77445.69-83

Abstract

Bencana apabila tidak dikelola dengan baik akan berdampak negatif pada ekosistem dan kinerja/performa pariwisata. Selama 20 tahun terakhir, banyak pariwisata di Indonesia tercatat pernah terdampak oleh beberapa bencana berskala besar. Hal tersebut memunculkan kebutuhan untuk implementasi mitigasi bencana pada sektor pariwisata sebagai solusi untuk mengatasi bencana yang merupakan salah satu penyebab krisis kepariwisataan. Implementasi mitigasi bencana pada destinasi wisata juga dapat meningkatkan keberlanjutan dan ketahanan pada destinasi wisata serta menciptakan keselamatan wisatawan yang lebih optimal. Implementasi mitigasi bencana sangat beragam karena setiap wilayah, atau dalam konteks ini destinasi wisata, memiliki karakteristik wilayah masing-masing yang mempengaruhi implementasi mitigasi bencana yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaman tipe mitigasi bencana pada destinasi wisata di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deduktif dan induktif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara dan studi literatur yang kemudian diolah dengan teknik analisis deskriptif spasial, analisis deskriptif kualitatif, dan analisis klasifikasi. Dari beragam data mitigasi bencana yang diterapkan pada destinasi wisata di lokasi studi, penelitian ini berhasil mengidentifikasi adanya delapan tipe mitigasi bencana pilihan. Secara lebih detail, delapan tipe mitigasi bencana pilihan tersebut memiliki perbedaan implementasi yang signifikan antara satu tipe dengan tipe lainnya pada destinasi wisata. Perbedaan implementasi setiap tipe mitigasi bencana pilihan tersebut dipengaruhi oleh karakteristik destinasi wisata yang terbentuk dari jenis wisata dan jenis ancaman bencana yang ada pada destinasi wisata. Melalui penelitian ini, delapan tipe mitigasi bencana pilihan tersebut apabila dikaji secara lebih mendalam bisa dikelompokkan berdasarkan tingkat kompleksitas implementasi mitigasi bencana dimana kompleksitas tersebut berakar dari perbedaan kombinasi jenis ancaman bencana yang dihadapi oleh masing-masing tipe.
The Development of Industrial Agglomeration in Industrial Designation Areas and its Impact on Land Use Change (Case Study: Pringsurat Subdistrict and Kranggan Subdistrict, Temanggung Regency) Laila, Fadhilla Nur; Rahayu, Paramita; Widodo, Candraningratri Ekaputri
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.87041.1-15

Abstract

Industrial agglomeration refers to the clustering of industries in a specific region, where they are in close proximity and have interconnections. This phenomenon not only stimulates the growth of industrial activities, but also influences the development of other economic sectors. As industrialization expands, it gradually extends into rural areas that usually have abundant undeveloped land primarily used for agriculture. Consequently, this trend prompts a transition from agricultural to industrial land use. Pringsurat subdistrict and Kranggan subdistrict are located in Temanggung Regency, Central Java Province. Both of these subdistricts are designated as Industrial Designation Areas (KPI) according to the Temanggung Regency Spatial Plan 2011-2031. The plan has implications for the rapid development of large and medium industries. The purpose of this study is to examine the growth of industrial agglomeration in Pringsurat subdistrict and Kranggan subdistrict and their impact on agricultural land conversion. This research was conducted from 2023 to 2024 and utilizing data from 2021 and 2022. The approach of this research is descriptive quantitative and utilizes spatial analysis with Geographic Information Systems (GIS) and descriptive analysis techniques. Based on the results of the analysis, there is an agglomeration of large and medium industries in Pringsurat subdistrict and Kranggan subdistrict. The growth of agglomeration encourages the establishment of new industries and industry linkages. Furthermore, agglomeration growth has led to changes in land use, an increase in the variety of land uses, and an increase in land prices. Results of the analysis also show that there are regulatory changes in the development of industrial agglomeration that will affect to local government decision in the future.
Dampak Industri PT. Semen Indonesia Pabrik Tuban terhadap Kondisi Permukiman di Sekitarnya Sari, Rahma Novita; Astuti, Winny; Suminar, Lintang
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.90054.%p

Abstract

Kabupaten Tuban merupakan salah satu kabupaten di provinsi Jawa Timur yang memiliki kawasan peruntukkan industri berskala internasional, yaitu PT. Semen Indonesia Pabrik Tuban yang berdiri sejak tahun 1994. Pada tahun 2023, industri semen ini memiliki kapasitas produksi mencapai 15 juta ton/hari. Namun, lokasi industri ini tidak sesuai dengan peraturan Menteri Perindustrian Nomor 35 Tahun 2010 tentang Pedoman Teknis Kawasan Industri yang menjelaskan bahwa jarak industri dengan kawasan permukiman minimal 2.000 m untuk menghindari dampak negatif yang akan dirasakan oleh masyarakat sekitar. Pada kenyataannya, lokasi industri semen ini memiliki jarak kurang dari 2.000 m. Kondisi eksisting dan perkembangan industri tersebut tiap tahunnya akan berdampak pada kawasan sekitarnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak apa saja yang ditimbulkan oleh industri semen terhadap kawasan permukiman. Metode penelitian yang digunakan adalah skoring dengan jenis penelitian cross-sectional. Terdapat kelompok target, yaitu kawasan permukiman yang terletak antara radius 0-2.000 m, dan kelompok kontrol, yaitu kawasan permukiman yang terletak antara radius 2000-4000 m. Dari hasil analisis, diketahui bahwa industri semen pabrik Tuban memberikan dampak terhadap kawasan permukiman pada radius 0-2.000 m, baik dampak negatif maupun dampak positif. Industri semen ini memberikan dampak negatif terhadap kondisi lingkungan, kondisi sosial, dan kondisi tata guna lahan. Di sisi lain, dampak positif ditimbulkan industri semen ini terhadap kondisi perekonomian masyarakat sekitarnya.
Daya Hidup pada Solo City Walk Koridor Slamet Riyadi, Kota Surakarta Irfanda, Mohamad Ashraf; Soedwiwahjono, Soedwiwahjono; Pujantiyo, Bambang S
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.80696.59-69

Abstract

Pertumbuhan penduduk perkotaan yang pesat menimbulkan tantangan serius terhadap kualitas ruang publik. Solo City Walk merupakan jalur pedestrian yang terletak di koridor Jalan Slamet Riyadi, Kota Surakarta, yang dibangun dengan tujuan menyediakan ruang publik sebagai ajang interaksi sosial bagi masyarakat dan wisatawan khususnya di koridor Jalan Slamet Riyadi. Selain itu, Solo City Walk merupakan program pemerintah Kota Surakarta dalam mendukung Kota Solo sebagai Kota Layak Huni. Solo City Walk mengalami beberapa permasalahan yang mengurangi tingkat daya hidup pada ruang jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi daya hidup pada ruang jalan Solo City Walk. Kajian daya hidup pada penelitian ini menganalisis tingkat daya hidup dan persebaran daya hidup pada ruang jalan pada Solo City Walk, Koridor Slamet Riyadi, Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling yang diikuti dengan wawancara dan kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi sistemik, behaviour mapping, traffic-counting, dan studi literatur. Data kemudian diolah dengan analisis skoring dan spasial overlay. Temuan penelitian ini adalah tingkat daya hidup pada lokasi studi tergolong tinggi pada pagi dan sore hari. Temuan lainnya adalah persebaran daya hidup pada pagi hari bersifat menyebar merata dengan jumlah mengikuti jenis fungsi bangunan dan skala pelayanan dari bangunan tersebut. Sementara untuk sore hari, persebaran daya hidup yang terkonsentrasi pada aktivitas pokok yang bersifat informal dan fungsi bangunan yang bersifat hiburan sehingga tidak terlalu menyebar seperti saat pagi hari.