cover
Contact Name
Hakimatul Mukaromah
Contact Email
hakimatul.m@ft.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
desakota@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Desa-Kota : Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Pemukiman
ISSN : -     EISSN : 26565528     DOI : -
Desa-Kota, adalah jurnal perencanaan wilayah, kota, dan permukiman, yang tujuan utamanya adalah untuk memperdalam pemahaman tentang kondisi perkotaan, perdesaan, dan kewilayahan, serta perubahan dan dinamika yang terjadi di area tersebut, baik dari perspektif empiris, teoretis, maupun kebijakan.
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
Globally Connected Fake Eyelash Industry in Relation to the Increase of Local Income per Capita (Case of Kutasari, Purbalingga Regency) Seto, Galih Nur; Andini, Isti; Mukaromah, Hakimatul
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.88275.16-28

Abstract

The impact of the global economy on foreign investment in various locations has a profound influence on the growth of local industries, including the fake eyelash industry, thereby stimulating local economic development. The emergence of local industries also brings about changes in the economic structure of local communities. This study aims to determine the extent to which local industries contribute to the rise in per capita income within these communities. To achieve this objective, the research initially identifies the characteristics of the industry and subsequently examines their impact on per capita income growth. The results demonstrate that the industry exhibits favorable conditions in terms of workforce, products, and relationships. Moreover, the industry has a high likelihood of positively influencing the increase in per capita income of local communities. In conclusion, local industries play a significant role in bolstering per capita income and even enhancing other aspects related to the community's quality of life.
Pengaruh Sosio-Demografi Masyarakat terhadap Akses Sanitasi di Kediri, Indonesia Sofiyah, Evi Siti; Suhardono, Sapta; Sari, Mega Mutiara; Suryawan, I Wayan Koko
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.83375.162-174

Abstract

Di Kota Kediri, kondisi sosio-ekonomi yang beragam berpengaruh signifikan terhadap akses layanan sanitasi dan sering kali terkait dengan tantangan di kawasan yang berpenduduk padat dan kurang mampu secara ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak faktor-faktor sosio-demografi terhadap penggunaan tangki septik dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Menggunakan data sekunder yang diolah melalui model regresi linier berganda, penelitian ini meneliti hubungan antara lama sekolah, kondisi ekonomi, dan metode pengelolaan air limbah oleh penduduk. Variabel yang digunakan meliputi durasi pendidikan (X1), kondisi ekonomi (X2), serta metode pembuangan air limbah ke perairan terbuka atau ke dalam tanah (X3 dan X4). Temuan menunjukkan bahwa panjang pendidikan, status ekonomi, dan metode pembuangan signifikan mempengaruhi keputusan menggunakan tangki septik atau IPAL. Hasil penelitian ini menekankan perlunya Pemerintah Kota Kediri untuk meningkatkan infrastruktur sanitasi sebagai komponen krusial dalam pengembangan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan publik. Dianjurkan penerapan analisis biaya-manfaat secara sistematis untuk membenarkan alokasi dana terhadap peningkatan sanitasi.
Identifikasi Karakteristik Kawasan Permukiman Pesisir dalam Menghadapi Bencana Banjir Rob di Pantai Utara Kota Pekalongan Husna, Tsabita Aqila; Astuti, Winny; Andini, Isti
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.83737.70-88

Abstract

Kebertahanan permukiman pesisir merupakan kapasitas adaptasi yang dimiliki kawasan permukiman di wilayah pesisir. Kebertahanan pada permukiman pesisir menjadi pertimbangan dalam merencanakan pembangunan di suatu wilayah pesisir yang terkena dampak perubahan iklim. Kawasan permukiman di pesisir Kota Pekalongan yang berlokasi di pantai utara pulau Jawa ditetapkan menjadi salah satu kawasan minapolitan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan karena memiliki potensi sumber daya kelautan dan sarana prasarana penunjang wilayah pesisir yang memadai. Namun demikian, kawasan permukiman pesisir Kota Pekalongan menjadi salah satu kota di pesisir yang kerap mengalami bencana banjir rob setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kebertahanan permukiman pesisir terhadap bencana banjir rob. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan, kuesioner, wawancara, dan studi literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kebertahanan permukiman pesisir terhadap bencana banjir rob di pantai utara Kota Pekalongan memiliki klasifikasi kebertahanan tingkat sedang. Nilai klasifikasi kebertahanan tingkat sedang dapat diartikan bahwa karakteristik pada kawasan permukiman pesisir di pantai utara Kota Pekalongan belum sepenuhnya memenuhi kriteria dari beberapa indikator.
Studi Perbandingan Struktur Spasial Kota-Kota Terbelah Sungai: Kota Tenggarong, Kota Samarinda, Kota Tanjung Redeb, dan Kota Tanjung Selor Fitrianto, Agus; Purwanto, Edi; Harsritantogun, Bangun Indrakusumo Radityo
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.80952.90-101

Abstract

Kota-kota di Kalimantan yang berkembang di sepanjang sungai sering menunjukkan karakter morfologi yang terbelah, ditandai dengan ketimpangan spasial antara dua sisi sungai. Ketidakseimbangan ini berdampak pada keterhubungan aktivitas, distribusi layanan publik, dan struktur ruang kota secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif terhadap struktur spasial empat kota sungai di Kalimantan, yaitu Kota Samarinda, Kota Tenggarong, Kota Tanjung Redeb, dan Kota Tanjung Selor. Analisis dilakukan dengan menggunakan enam indikator, yakni asal pertumbuhan, kepadatan penduduk, pola spasial, tata guna lahan, jaringan jalan, dan hierarki kota. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif dengan teknik analisis spasial berbasis citra satelit, interpretasi dokumen RTRW, serta observasi lapangan untuk validasi kondisi eksisting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat kota memiliki kesamaan dalam orientasi awal pertumbuhan dari garis air tetapi mengalami perbedaan signifikan dalam pola ekspansi dan konfigurasi spasial. Kota Samarinda menunjukkan morfologi kota yang lebih kompak dan terkoneksi secara hierarkis, sedangkan Kota Tanjung Selor dan Kota Tenggarong menunjukkan dominasi aktivitas pada satu sisi sungai dengan konektivitas terbatas. Perbedaan ini berkaitan erat dengan faktor historis, peran sungai sebagai batas atau penghubung, dan kehadiran infrastruktur pengikat seperti jembatan atau simpul transportasi. Penelitian ini menjawab kekosongan studi spasial komparatif pada kota-kota sungai menengah di Indonesia dan menawarkan pendekatan pembacaan morfologi yang mengintegrasikan aspek sejarah, ekologi, dan konektivitas spasial. Temuan ini penting sebagai masukan bagi perencanaan kota sungai yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.
Kajian Perbandingan Daya Serap Karbon Ruang Terbuka Hijau Eksisting dan Rencana di Jalan Tol Jagorawi (STA KM 3.800–26.500) Rachmadita, Sri Oka; Ramadhani, Anindita; Sitawati, Anita; Taki, Herika
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.112117.106-118

Abstract

Salah satu strategi mitigasi perubahan iklim untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, yang merupakan penyebab perubahan iklim, adalah perencanaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) berbasis carbon capture. Perencanaan RTH berbasis carbon capture dilakukan melalui penanaman vegetasi yang berdaya serap CO2 tinggi melalui permodelan lanskap yang berwawasan ke depan untuk keberlanjutan lingkungan dan konsisten dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 13: Aksi Iklim. Berbeda dengan studi terdahulu yang umumnya menitikberatkan RTH jalan tol pada aspek estetika, penelitian ini menawarkan pendekatan baru yang berpotensi mengurangi emisi karbon di jalan tol. Integrasi penyerapan karbon ke dalam perencanaan RTH dapat memberikan manfaat mitigasi yang terukur secara karbon melalui desain lanskap. Studi ini bertujuan untuk merancang RTH Jalan Tol Jagorawi (STA KM 3.800–26.500) yang memaksimalkan kapasitas penyerapan CO₂. Metode analisis yang digunakan dalam studi ini terdiri dari tiga tahap, yaitu (1) perencanaan tata tanaman untuk memenuhi fungsi estetika dan ekologis, dengan menekankan pada daya serap CO2, (2) perhitungan kapasitas daya serap CO2 oleh tanaman eksisting dan rencana, dan (3) estimasi emisi CO2 dari kendaraan dalam area studi. Rencana yang diusulkan mencakup penanaman 20.383 pohon, dengan perkiraan kapasitas penyerapan sebesar 211.142,46 kg CO₂ per hari atau naik 2,48 kali dari kapasitas penyerapan CO2 dengan tanaman eksisting. Kesimpulan dari studi ini yaitu bahwa perencanaan RTH di wilayah studi berpotensi mengurangi emisi CO₂ yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor secara signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa pengembangan RTH dapat berfungsi estetika sekaligus ekologis, dan menjadi strategi mitigasi yang efektif untuk perubahan iklim dengan tetap memprioritaskan aspek keselamatan jalan
Analisis Interaksi Spasial Antarwilayah di Kabupaten Sidoarjo: Identifikasi Pusat Pertumbuhan Ekonomi dan Dampaknya terhadap Ketimpangan Rohmah, Nur Afiyatur; Fitrianto, Achmad Room
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.76207.1-13

Abstract

Daerah dengan tingkat fasilitas tinggi akan mampu mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi wilayahnya menjadi lebih baik. Di sisi lain, daerah dengan tingkat fasilitas yang kurang memadai akan lebih banyak berinteraksi dengan wilayah lain untuk mencukupi kebutuhannya. Apabila kemampuan daerah dalam hal interaksi tersebut lemah, maka akan terjadi ketimpangan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi spasial antarkecamatan di Kabupaten Sidoarjo dan mengidentifikasi kecamatan yang potensial sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidoarjo tahun 2021. Metode Skalogram dan Indeks Sentralitas digunakan untuk mengidentifikasi kecamatan yang potensial sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Hasilnya menunjukkan bahwa kecamatan dengan fasilitas publik yang lebih baik cenderung memiliki nilai sentralitas yang lebih tinggi, dan beberapa kecamatan di utara Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi lebih besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan wilayah perkotaan, diantaranya termasuk faktor lokasi dan pertumbuhan penduduk. Studi menunjukkan bahwa kenaikan jumlah penduduk dapat mempengaruhi pendapatan daerah dan pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah, meskipun dampaknya dapat berbeda-beda tergantung pada kondisi lokal. Kabupaten Sidoarjo sebagai wilayah peri-urban mengalami pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh efek pertumbuhan ekonomi dari wilayah sekitarnya yang disebut spread effect. Meskipun demikian, peningkatan perekonomian juga dapat menyebabkan ketimpangan ekonomi yang tercermin dalam peningkatan Rasio Gini. 
Kriteria Permukiman berdasarkan Aspek Keberlanjutan di Kawasan Kumuh Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu Fitriani, Marita Infia; Utoyo, Bambang; Persada, Citra
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.84615.%p

Abstract

Kecamatan Pringsewu merupakan kecamatan dengan luasan kumuh paling tinggi di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Pringsewu Nomor B/361/KPTS/D.03/2022 tentang Penetapan Lokasi Permukiman Kumuh di Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kriteria permukiman di kawasan kumuh Kecamatan Pringsewu berdasarkan aspek keberlanjutan, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil pada kriteria sosial menyatakan bahwa indikator kepadatan bangunan, status kepemilikan bangunan, dan fasilitas pendidikan sudah baik, sedangkan indikator tingkat pendidikan dan partisipasi masyarakat perlu ditingkatkan agar penanganan kumuh lebih mudah dilaksanakan untuk menuju permukiman dan perumahan yang berkelanjutan. Kriteria ekonomi yang perlu diperbaiki adalah indikator tingkat pendapatan penduduk dan pemanfaatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar penduduk dapat lebih produktif dalam usahanya. Indikator pada kriteria lingkungan yang perlu diperbaiki lebih lanjut adalah kondisi persampahan, air minum, jalan lingkungan, dan drainase sehingga permukiman dapat terhindar dari kekumuhan dan mendorong permukiman menjadi permukiman layak huni dan berkelanjutan. Kriteria kelembagaan di Kecamatan Pringsewu sudah cukup baik, hanya indikator penerapan sanksi dan peran kelompok masyarakat perlu ditingkatkan. Perlu adanya penerapan sanksi tertulis dalam pemeliharaan lingkungan agar masyarakat tidak lagi sewenang-wenang dalam menggunakan fasilitas sosial dan fasilitas umum karena sejauh ini sanksi yang berlaku hanya verbal reprimand untuk masyarakat.
Kajian Daya Serap Ruang Terbuka Hijau Koridor Jalan Tol Jagorawi dalam Menurunkan Emisi CO2 dari Kendaraan Yahya, Wisely; Sitawati, Anita; Fitri, Rini; Andajani, Rezkia Dewi; Siswanto, Aji Nugra
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.93910.1-13

Abstract

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030. Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki fungsi ekologis untuk menangkap karbon dioksida (CO2) melalui penyerapan alami oleh vegetasi. Namun, perencanaan lanskap jalan tol di Indonesia masih menekankan aspek ekonomi terkait efisiensi biaya pembangunan dan pemeliharaan jalan tol. Aspek konservasi lingkungan dan ekosistem diperlukan dalam pengembangan RTH, diantaranya dalam hal menyerap emisi CO2. Tujuan penelitian ini adalah menilai kemampuan RTH dalam menyerap emisi karbon (CO2) dari kendaraan yang melintas pada Jalan Tol Jagorawi. Penelitian ini menggunakan data primer berupa observasi jenis dan jumlah vegetasi eksisting pada koridor Jalan Tol Jagorawi dan data rata-rata lalu lintas harian kendaraan yang melintas pada Jalan Tol Jagorawi. Data sekunder digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik fisik wilayah penelitian. Penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan perhitungan emisi dari kendaraan bermotor serta daya serap CO2 dari berbagai jenis vegetasi. Pada wilayah penelitian saat ini terdapat 9.590 vegetasi dari 24 spesies, sehingga total CO2 yang diserap oleh vegetasi pada wilayah penelitian mencapai 56.393,397 kg/hari. Total emisi CO2 yang dihasilkan dari 235.328 kendaraan yang melintasi wilayah penelitian mencapai 416.435 kg/hari. Dibandingkan dengan total emisi CO2 kendaraan yang melintasi area penelitian, RTH pada koridor Jalan Tol Jagorawi saat ini hanya menyerap 13,54% dari total emisi kendaraan bermotor. Penelitian ini mengindikasikan belum optimalnya RTH eksisting pada Jalan Tol Jagorawi dalam menyerap emisi CO2. Penelitian ini menunjukkan pentingnya perencanaan RTH pada koridor jalan tol yang mengedepankan fungsi ekologis sebagai upaya mewujudkan penurunan GRK dari transportasi darat dan berkontribusi pada penurunan GRK nasional.
Kesesuaian Penggunaan Lahan Pesisir Kota Pangkalpinang terhadap Risiko Banjir Rob Hariyra, Salsabilita; Miladan, Nur; Yudana, Galing
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.90933.55-67

Abstract

Kota Pangkalpinang merupakan kota pesisir yang secara geografis berbatasan langsung dengan Selat Karimata dan Laut Cina Selatan. Letaknya yang berbatasan langsung dengan lautan membuat Kota Pangkalpinang memiliki potensi risiko banjir rob. Fakta menunjukkan adanya peningkatan kejadian banjir rob beberapa tahun terakhir akibat adanya perubahan iklim yang menyebabkan meningkatnya air laut. Kondisi tersebut menimbulkan ancaman bagi aktivitas guna lahan khususnya di pesisir Kota Pangkalpinang. Dengan adanya fenomena tersebut, perlu adanya kajian risiko bencana banjir rob untuk dilihat bagaimana kesesuaiannya dengan penggunaan lahan di Kota Pangkalpinang. Dengan menggunakan pendekatan deduktif dan teknik analisis skoring dan spatial overlay, akan dihasilkan zona risiko banjir rob dengan klasifikasi rendah hingga tinggi dan akan dilihat bagaimana kesesuaiannya dengan penggunaan lahan eksisting. Penelitian ini juga memberikan gambaran seberapa besar ketidaksesuaian penggunaan lahan di Kota Pangkalpinang dan saran bagi pihak terkait untuk melakukan pengendalian penggunaan lahan pada kawasan yang memiliki ketidaksesuaian penggunaan lahan.
Peri-urbanisasi dan Perubahan Struktur Ruang Perkotaan di Kawasan Solo Baru Wibowo, Binandhita Rizky Genta; Rahayu, Paramita; Kusumastuti, Kusumastuti
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.76288.26-41

Abstract

Solo Baru merupakan kawasan fungsional yang secara administratif berada di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Perkembangan Solo Baru merupakan proses pemekaran dari Kota Surakarta ke wilayah peri-urbannya. Pembangunan Solo Baru digagas oleh developer yang dipengaruhi oleh keterbatasan lahan di Kota Surakarta. Rencana pengembangan Solo Baru sebagai kota satelit dimulai sejak tahun 1980. Solo Baru kemudian berkembang sebagai pusat bisnis ditandai dengan tumbuhnya aktivitas perdagangan jasa seperti supermarket, hotel, mal, dan aktivitas ekonomi lainnya, yang kemudian membentuk suatu konsentrasi kegiatan baru yang mengarah pada perubahan struktur ruang di kawasan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perubahan struktur ruang perkotaan pada proses peri-urbanisasi di Solo Baru. Penelitian ini menggunakan data time series yang terdiri dari tiga titik tahun data yaitu tahun 2000, 2011, dan 2020.  Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif menggunakan teknik analisis statistika deskriptif, dan analisis spasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan proses peri-urbanisasi di Solo Baru menyebabkan perubahan secara fisik maupun nonfisik yang merubah struktur ruang di kawasan. Struktur ruang di kawasan Solo Baru menunjukkan perubahan sejak tahun 2000-2020 meskipun pada dasarnya berbentuk pusat kegiatan banyak. Pada tahun 2000, model struktur ruang di kawasan Solo Baru berbentuk noncentered yang terdiri dari pusat-pusat kecil yang saling berhubungan satu sama lain. Pada tahun 2011, model struktur ruang di kawasan Solo Baru berubah menjadi memiliki satu pusat utama dan beberapa subpusat pelayanan. Pada tahun 2020, satu pusat utama tersebut semakin berkembang, diikuti oleh adanya beberapa pusat dan subpusat pelayanan yang saling terhubung satu sama lain. Selain itu, pengaruh aksesibilitas kawasan Solo Baru dengan Kota Surakarta terlihat mempengaruhi terbentuknya pusat dominan tersebut.