cover
Contact Name
Hakimatul Mukaromah
Contact Email
hakimatul.m@ft.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
desakota@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Desa-Kota : Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Pemukiman
ISSN : -     EISSN : 26565528     DOI : -
Desa-Kota, adalah jurnal perencanaan wilayah, kota, dan permukiman, yang tujuan utamanya adalah untuk memperdalam pemahaman tentang kondisi perkotaan, perdesaan, dan kewilayahan, serta perubahan dan dinamika yang terjadi di area tersebut, baik dari perspektif empiris, teoretis, maupun kebijakan.
Arjuna Subject : -
Articles 110 Documents
Tingkat Perubahan Pergerakan Siswa pada Penerapan Sistem Zonasi Sekolah (Studi Kasus SMA Negeri 1 dan 2 Purwokerto) Rahma Putri Nabiilah; Isti Andini; Bambang Slamet Pujantiyo
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.91347.68-80

Abstract

Sistem zonasi sekolah yang telah ditetapkan sebagai kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah negeri hadir sebagai salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi disparitas pendidikan di Indonesia. Kebijakan ini dilaksanakan melalui seleksi calon peserta didik baru dengan mengutamakan jarak rumah siswa menuju sekolah sehingga dapat memperkecil jangkauan layanan sekolah sekaligus memastikan siswa yang seharusnya terlayani sarana pendidikan mampu mengakses layanan tersebut. Hadirnya sistem zonasi sekolah mengubah distribusi daerah asal siswa sehingga mengubah pergerakan siswa, dan dalam skala kumulatif berpotensi mengubah kinerja jalan perkotaan. SMAN 1 dan SMAN 2 Purwokerto terletak di pusat pendidikan area perkotaan Purwokerto dan merupakan sekolah dengan cakupan jangkauan layanan yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keterkaitan sistem zonasi sekolah terhadap tingkat perubahan pergerakan siswa. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis statistika deskriptif dan analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa pasca penerapan sistem zonasi di SMAN 1 dan SMAN 2 Purwokerto, jangkauan layanan sekolah mengecil dengan selisih sebesar 2,32 km. Jumlah perubahan pergerakan siswa didominasi kategori “sedang” dan rata-rata penurunan pergerakan siswa yang terjadi di kawasan penelitian mencapai 22,84%. Penurunan pergerakan siswa yang terjadi sebanding dengan penurunan angka kemacetan pada 6 ruas dari 12 ruas jalan di kawasan, yang artinya kinerja jalan pada kawasan semakin optimal.
Konsep Communicative City sebagai Upaya Menjembatani Kesenjangan Digital Fadhillah Azhar
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.81891.%p

Abstract

Perwujudan Smart City secara umum masih dilakukan secara top down, dimana Smart City dimulai dari peran pemerintah dalam penyediaan infrastruktur. Faktanya, ketersediaan infrastruktur ini belum diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sehingga tujuan implementasi Smart City belum dapat tercapai secara berkelanjutan. Dampak yang tidak terhindarkan dari perkembangan teknologi ini adalah munculnya kesenjangan digital. Salah satu konsep yang dapat diaplikasikan pada tahap awal pengembangan Smart City dalam menjembatani kesenjangan digital adalah konsep Communicative City. Konsep ini memberikan gambaran bagaimana sistem komunikasi yang ideal di masyarakat dapat mendukung keberlanjutan implementasi perencanaan dalam suatu wilayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan reviu berbasis literatur (literature review) untuk mengeksplorasi bagaimana aspek-aspek Communicative City dapat menjembatani kesenjangan digital dalam penerapan konsep Smart City. Metodologi ini melibatkan kajian terhadap berbagai literatur yang relevan, baik dari penelitian terdahulu maupun teori-teori pendukung, guna mengidentifikasi dan menganalisis lima aspek utama dari Communicative City yang berpotensi mengurangi kesenjangan digital, terutama dalam akses immaterial. Dari hasil kajian ini, diharapkan fokus implementasi Smart City bukan hanya dapat dimaksimalkan pada peningkatan akses material saja, tetapi juga pada peningkatan sistem komunikasi melalui konsep Communicative City untuk mewujudkan implementasi Smart City yang berkelanjutan. Manfaat perwujudan Smart City perlu dapat dirasakan oleh masyarakat secara berkeadilan.
Hubungan Derajat Kejenuhan Lalu Lintas terhadap Tingkat Persebaran Kasus Konfirmasi Covid-19 di Kota Yogyakarta Brilianita Puspaningtyas Wibowo; Nur Miladan; Tendra Istanabi
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.91107.15-25

Abstract

Bencana adalah suatu peristiwa alam yang ekstrem dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi hidup, harta benda, dan aktivitas manusia. Kota Yogyakarta memiliki kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tinggi sebanyak 33.887 jiwa selama tahun 2022. Kenaikan kasus ini tidak hanya disebabkan oleh kontak langsung seperti bersin dan sentuhan fisik, tetapi juga oleh penularan tidak langsung. Salah satu bentuk penularan tidak langsung terkait dengan Derajat Kejenuhan Jalan. Jaringan jalan berpotensi memiliki peran dalam penyebaran Covid-19 karena jalan yang efisien memungkinkan adanya pergerakan penduduk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan derajat kejenuhan lalu lintas terhadap tingkat persebaran Covid-19 di Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan menggunakan teknik analisis pemetaan spasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan overlay dan analisis korelasi linear. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara derajat kejenuhan lalu lintas pada ruas jalan yang memiliki kejenuhan yang tinggi dengan tingkat kasus konfirmasi Covid-19. Adanya kekhawatiran akan penularan virus berdampak pada perubahan pola transportasi yaitu meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi. Masyarakat Kota Yogyakarta yang sebelumnya menggunakan angkutan umum beralih menggunakan kendaraan pribadi yang dapat meningkatkan kemacetan sehingga berdampak pada kejenuhan lalu lintas di ruas jalan setiap kelurahan. Penelitian ini mengidentifikasikan diperlukannya peran pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menangani bencana non alam dalam kasus pandemi Covid-19 maupun bencana lainnya.
Tingkat Kesiapan Mitigasi Bencana Tsunami di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul Dita Prihastiwi; Galing Yudana; Nur Miladan
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.83092.%p

Abstract

Kecamatan Kretek merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bantul yang memiliki potensi bahaya bencana tsunami dilihat dari faktor geomorfologi karena terletak di pesisir selatan Pulau Jawa dan dilewati dua pusat gempa aktif yaitu subduksi lempeng Indo - Eurasia serta sesar Opak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesiapan mitigasi bencana tsunami di Kecamatan Kreterk untuk mengetahui tingkat kesiapan kawasan penelitian terhadap bencana. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan teknik analisis skoring. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi komponen mitigasi struktural yang terdiri dari sarana prasarana mitigasi bencana tsunami dan komponen nonstruktural yang terdiri dari ketersediaan kebijakan, rencana, program, peran pemerintah dan instansi serta keterlibatan masyarakat dalam upaya mitigasi bencana tsunami. Hasil penilaian menunjukkan tingkat kesiapan mitigasi bencana tsunami di kawasan penelitian berada pada kategori cukup siap yang berarti secara umum sudah terdapat komponen mitigasi bencana tsunami di kawasan namun belum memenuhi standar yang ditetapkan.
Analisis Faktor Penyebab Perkembangan Permukiman di Kawasan Peri-Urban Kecamatan Baki Berdasarkan Persepsi Stakeholder Arya Perdana Nusantara; Winny Astuti; Lintang Suminar
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.90707.112-124

Abstract

Perkembangan permukiman di kawasan peri-urban merupakan fenomena yang terjadi seiring perkembangan suatu kota yang sudah tidak cukup memenuhi kebutuhan penggunaan lahan warganya. Kebutuhan lahan yang semakin meningkat menyebabkan perkembangan permukiman meluas menuju kawasan peri-urban. Kawasan peri-urban Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, merupakan kawasan yang terdampak ekspansi perkotaan Kota Surakarta yang telah terlalu padat. Kecamatan Baki memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang lebih tinggi dibandingkan kawasan peri-urban Kota Surakarta lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor utama penyebab perkembangan permukiman di kawasan peri-urban Kecamatan Baki. Faktor-faktor penyebab perkembangan permukiman di kawasan peri-urban berdasarkan penelitian terdahulu yaitu faktor aksesibilitas, faktor demografi, faktor konversi penggunaan lahan, faktor kebijakan penggunaan lahan, serta faktor sarana penunjang perumahan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis geospasial dengan menggunakan data sekunder serta dipadukan analisis Analytical Hierarchy Process (AHP) yaitu menggunakan data primer yang diperoleh melalui kuesioner terhadap stakeholder. Analisis overlay peta dilakukan dengan cara tumpang tindih beberapa peta untuk mendapatkan informasi terkait faktor penyebab perkembangan permukiman di kawasan peri-urban Kecamatan Baki. Selanjutnya, analisis AHP dilakukan dengan menghitung bobot tertinggi dari hasil kuesioner untuk kemudian dilakukan pemeringkatan guna mendapatkan faktor utama penyebab perkembangan permukiman di kawasan peri-urban Kecamatan Baki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tahun 2003 hingga 2023, perkembangan permukiman di kawasan peri-urban Kecamatan Baki mengalami perluasan 72 ha. Hasil penelitian juga menunjukkan pemeringkatan faktor utama penyebab perkembangan permukiman yaitu faktor kebijakan penggunaan lahan, faktor persebaran sarana pendidikan, faktor persebaran jalan, faktor sarana perbelanjaan, dan faktor sarana kesehatan.
Arahan Perencanaan Kawasan Wisata Alam Desa Padusan, Kabupaten Mojokerto Febrina Nur Rahmi Briliana; Nunung Nuring Hayati; Ratih Novi Listyawati
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.78456.68-81

Abstract

Desa Padusan merupakan salah satu desa di Kabupaten Mojokerto yang direncanakan sebagai kawasan wisata alam unggulan. Perencanaan Desa Padusan tercantum pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Mojokerto Tahun 2012–2032 sehingga kegiatan atau upaya perencanaan pariwisata harus berpedoman pada RTRW tersebut. Upaya mewujudkan Desa Padusan sebagai kawasan wisata alam unggulan Mojokerto ini tentunya memerlukan peran serta berbagai pihak, baik pengelola maupun pengunjung yang datang. Pengelola ini terbagi menjadi dua, yaitu pihak Dinas Kebudayaan, Pemuda Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Mojokerto serta masyarakat yang memiliki andil dalam perencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan perencanaan yang tepat untuk prioritas pengembangan Kawasan Wisata Alam Desa Padusan. Prioritas pengembangan tersebut meliputi tempat duduk, toilet/MCK, pos kesehatan, penanda dan penunjuk arah, serta ketanggapan pengelola. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis triangulasi. Tahapan analisis dimulai dengan mengumpulkan data, baik sekunder maupun primer, yang kemudian data tersebut diolah dengan metode analisis sehingga dihasilkan arahan perencanaan sebagai hasil akhir dari penelitian. Dari data primer berupa komponen 5A pariwisata (attraction, accessibility, ancillary service, amenities, dan activities), dirumuskan arahan perencanaan dengan meninjau kajian pustaka. Perbedaan kondisi eksisting dengan standar dalam teori dan kebijakan menjadi dasar penyusunan arahan perencanaan. Hasil dari penelitian ini adalan arahan pengembangan Kawasan Wisata Alam Desa Padusan yang tepat, berupa peningkatan kualitas dan kuantitas tempat duduk, penyediaan toilet sesuai standar, penyediaan poliklinik wisata 24 jam yang dilengkapi alat kesehatan dan tenaga ahli kesehatan, desain penanda dan penunjuk arah yang menarik dan jelas, serta peningkatan kerjasama antara pengelola.
Ekspresi Modal Sosial Berbasis Kepedulian Lingkungan dalam Pengelolaan Bank Sampah Guyub Rukun Dusun Madugondo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul Tendra Istanabi; Nur Miladan; Lintang Suminar; Rizon Pamardhi Utomo
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.78165.101-111

Abstract

Pengelolaan bank sampah memiliki potensi menjadi kelembagaan di tingkat lingkungan permukiman yang fokus dalam mengelola permasalahan sampah. Salah satu kunci dalam pengelolaan bank sampah adalah kepemilikan modal sosial. Bank sampah mampu menjadi katalisator modal sosial berbasis kepedulian lingkungan. Bank Sampah Guyub Rukun Dusun Madugondo adalah salah satu rintisan bank sampah di Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul yang masih berjuang dalam pengembangan. Bank sampah Guyub Rukun Dusun Madugondo masih memiliki berbagai keterbatasan baik dari sumberdaya manusia maupun sarana dalam menunjang pengelolaan sampah. Namun demikian, Bank Sampah Guyub Rukun Dusun Madugondo dinilai memiliki modal sosial yang cukup sehingga dapat tetap beroperasi walaupun terdapat banyak keterbatasan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di bank sampah tersebut dengan tujuan untuk membantu mengatasi permasalahan pengelolaan bank sampah dengan pendekatan modal sosial berbasis kepedulian lingkungan. Bentuk kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam kerangka pikir mengembangkan komponen modal sosial yaitu kepercayaan, norma, dan jaringan. Bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan meliputi studi banding, Focus Group Discussion (FGD), dan bantuan sarana. Hasil dari kegiatan ini yaitu mendorong penguatan modal sosial melalui implementasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada ekspresi modal sosial yang meiputi kepercayan, norma, dan jaringan.
Front Matter Hakimatul Mukaromah
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identifikasi Upaya Konservasi Sungai Berbasis Masyarakat di Kampung Iklim Gajah Putih, Karangasem, Laweyan, Surakarta Afiya Salma Dzahabiyya; Paramita Rahayu; Kusumastuti Kusumastuti
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.78764.29-43

Abstract

Kampung Iklim Gajah Putih Karangasem berbatasan langsung dengan Sungai Gajah Putih yang sempat berada dalam status tercemar sedang jika mengacu pada data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta. Pencemaran ini disebabkan oleh limbah rumah tangga yang dipicu oleh adanya Tempat Penampungan Sementara (TPS) samapah Baturan yang terletak tepat di sebelah Sungai Gajah Putih. Pencemaran tersebut berdampak hingga ke permukiman warga karena bau yang menyengat dan imbas asap pembakaran sampah. Telah dilakukan berbagai upaya untuk mengendalikan kualitas sungai, yang juga didorong oleh adanya Program Kampung Iklim di Kampung Gajah Putih. Program Kampung Iklim membutuhkan partisipasi dari masyarakat dalam pelaksanaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja upaya konservasi sungai yang telah dilakukan di Kampung Gajah Putih serta untuk mengetahui bagaimana peran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung dan melaksanakan upaya konservasi sungai tersebut. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan teknik analisis statistika deskriptif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, kuesioner, dan wawancara terstruktur kepada masyarakat dan pemangku kepentingan yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya konservasi sungai yang telah dilaksanakan memunculkan banyak manfaat dan dampak positif bagi masyarakat. Selain itu, diketahui pula bahwa faktor kesadaran masyarakat, partisipasi dari seluruh pemangku kepentingan, dan peran aktor lokal sangat penting dalam keberhasilan dan keberlanjutan kegiatan upaya konservasi sungai pada Kampung Iklim Gajah Putih.
Kesesuaian Penerapan Prinsip Berjalan Kaki dan Bersepeda pada Kawasan TOD Istora Senayan Jakarta Alya Nur Adzania; Soedwiwahjono Soedwiwahjono; Candraningratri Ekaputri Widodo
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.76990.176-188

Abstract

Jakarta memiliki kegiatan mobilitas yang tinggi dan sebagai upaya dalam memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat, pemerintah mulai menerapkan konsep TOD dalam pembangunan kawasan perkotaan. Transit-Oriented Development (TOD) adalah sebuah konsep yang mengarahkan perpaduan antara pembangunan yang padat dan ramah pejalan kaki sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan sistem transportasi yang berkelanjutan. PT. MRT Jakarta sebagai operator utama pengelola kawasan Transit-Oriented Development membangun Stasiun Istora Mandiri dan Stasiun Senayan dengan konsep TOD. Konsep TOD menekankan pada penggunaan moda transportasi umum yang berbasis berjalan kaki dan bersepeda dalam melakukan pergerakan pada kawasan. Kegiatan berjalan kaki dan bersepeda dapat menciptakan lingkungan hidup perkotaan yang lebih sehat dan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan dalam menerapkan konsep TOD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penerapan prinsip TOD, yaitu berjalan kaki dan bersepeda di kawasan TOD Istora Senayan Jakarta. Jenis penelitian adalah kuantitatif yang menjabarkan variabel menjadi kriteria-kriteria terukur dengan menggunakan teknik analisis skoring dan deskriptif. Analisis skoring akan memberikan nilai 3 untuk kriteria yang sesuai, nilai 2 untuk kriteria yang kurang sesuai, dan nilai 1 untuk kriteria yang tidak sesuai. Variabel dalam penelitian meliputi jalur pedestrian, penyeberangan jalan, muka bangunan dan muka blok yang aktif, jalur sepeda, parkir sepeda, dan akses sepeda. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa kawasan TOD Istora Senayan telah memiliki nilai kesesuaian sebesar 97% dari seluruh kriteria dalam prinsip berjalan kaki dan bersepeda. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kawasan TOD Istora Senayan telah sesuai terhadap prinsip  berjalan kaki dan bersepeda. Satu-satunya kriteria yang mendapatkan hasil hampir sesuai adalah mengenai ketersediaan fasilitas penunjang jalur pedestrian. Hal ini disebabkan karena belum seluruh jalur pedestrian yang ada di Kawasan TOD Istora Senayan dilengkapi dengan bangku dan tempat sampah sebagai fasilitas penunjang jalur pedestrian.

Page 11 of 11 | Total Record : 110