cover
Contact Name
Hakimatul Mukaromah
Contact Email
hakimatul.m@ft.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
desakota@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Desa-Kota : Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Pemukiman
ISSN : -     EISSN : 26565528     DOI : -
Desa-Kota, adalah jurnal perencanaan wilayah, kota, dan permukiman, yang tujuan utamanya adalah untuk memperdalam pemahaman tentang kondisi perkotaan, perdesaan, dan kewilayahan, serta perubahan dan dinamika yang terjadi di area tersebut, baik dari perspektif empiris, teoretis, maupun kebijakan.
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
Kesesuaian Karakteristik Rusunawa-rusunawa di Kecamatan Cakung Jakarta Timur terhadap Preferensi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Isanjaya, Alfanto Kurneryo; Astuti, Winny; Andini, Isti
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.90918.26-40

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Jakarta sebagai ibu kota negara menyebabkan meningkatnya permintaan lahan untuk tempat tinggal, sementara ketersediaan lahan terbatas dan mahal. Hal ini menjadikan sulit bagi penduduk yang berpenghasilan rendah untuk memiliki hunian yang layak dan menyebabkan banyaknya permukiman kumuh yang tidak sehat. Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Provinsi Jakarta membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian karakteristik Rusunawa-rusunawa di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur terhadap preferensi MBR. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan mengumpulkan data melalui survei dan wawancara terhadap penghuni empat Rusunawa di Cakung, Jakarta Timur, yaitu Rusunawa Rawa Bebek, Rusunawa Cakung Barat, Rusunawa Pinus Elok, dan Rusunawa Penggilingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik Rusunawa-rusunawa di Cakung secara keseluruhan sesuai dengan preferensi MBR, dengan rata-rata persentase kesesuaian sebesar 97%. Aksesibilitas dan keamanan mendapat nilai sempurna, sementara kenyamanan dan fasilitas juga mendapat nilai tinggi meskipun terdapat sedikit perbedaan dengan preferensi MBR. Di sisi lain, harga sewa menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan, yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik Rusunawa-rusunawa di Cakung telah berhasil memenuhi kebutuhan dan preferensi MBR dalam banyak aspek penting meskipun perlu evaluasi kebijakan harga untuk memastikan kesesuaian dapat maksimal.
Evaluasi Kualitas Fisik dan Nonfisik pada Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) (Studi Kasus Taman Adipura Kencana Kabupaten Kudus) Shadrina, Salsabila Nur; Rahayu, Murtanti Jani; Pujantiyo, Bambang S.
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.78175.123-137

Abstract

Program Kota Layak Anak (KLA) telah menjadi salah satu program prioritas pemerintah sejak tahun 2010. Salah satu hal penting yang dapat dilakukan untuk mengimplementasikan KLA yaitu dengan penyediaan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA). RBRA merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memiliki desain modern dengan konsep ramah anak dan didukung oleh berbagai fasilitas di dalamnya. Diantara beberapa taman kota di Kabupaten Kudus, hanya Taman Adipura Kencana yang terverifikasi sejak tahun 2019 untuk masuk ke dalam kategori RBRA di Kabupaten Kudus. Namun, terdapat beberapa masalah yang ditemukan di Taman Adipura Kencana seperti kelengkapan fasilitas dan kondisi fisik taman yang kemudian menjadikan kesesuaian dari konsep RBRA tersebut berkurang. Selain itu, perhatian perlu diberikan pada faktor keamanan, keselamatan, aksesibilitas, kesehatan, keindahan, dan kenyamanan dalam perancangan agar kegiatan belajar dan bermain di Taman Adipura Kencana dapat berjalan efektif. Penelitan ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deduktif, teknik analisis statistika deskriptif, dan analisis skoring. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Taman Adipura Kencana secara keseluruhan merupakan taman ramah anak yang menyenangkan dan nyaman tetapi masih ada beberapa faktor yang belum dipertimbangkan dalam perancangan taman ini. Kondisi tersebut tentu mengharuskan pemerintah/stakeholder untuk berupaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas taman yang masih diperlukan agar dapat sesuai dengan konsep RBRA.
Penerapan Konsep Green City pada Taman Kota (Studi Kasus: Taman Kota Blang Padang, Kota Banda Aceh) Fitria, Amalia; Yudana, Galing; Suminar, Lintang
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.84771.98-110

Abstract

Konsep green city menerapkan konsep ramah lingkungan yang menitikberatkan pembangunan hijau perkotaan. Kota Banda Aceh merupakan salah satu kota yang menerapkan konsep green city di Indonesia. Penerapan green city di Kota Banda Aceh sudah diterapkan sejak tahun 2011 dan tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Banda Aceh tahun 2009-2029. Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan salah satu indikator penting dalam penerapan konsep green city. DI Kota Banda Aceh, RTH dengan jenis taman kota mengalami peningkatan yang lebih tinggi dari jenis RTH lainnya, dimana terdapat 68 taman kota di Kota Banda Aceh. Penelitian ini berfokus pada Taman Kota Blang Padang dikarenakan merupakan taman terluas di Kota Banda Aceh tetapi muncul pertanyaan apakah penyediaan Taman Kota Blang Padang sudah sesuai dengan penerapan konsep green city. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui penerapan konsep green city pada Taman Kota Blang Padang dan kesesuaian terhadap Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang(ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nomor 14 tahun 2022 yang mengatur tentang penyediaan RTH. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis skoring, analisis pembobotan,dan analisis kesesuaian. Penelitian ini menggunakan variabel, yaitu: (1) vegetasi; (2) fasilitas taman; (3) energi terbarukan; (4) pengelolaan air; (5) pengelolaan sampah; (6) komunitas hijau; dan (7) transportasi ramah lingkungan. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bahwa Taman Kota Blang Padang memiliki tingkat kesesuaian sebesar 54,76% yang tergolong dalam kategori cukup sesuai sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat kesesuaian Taman Kota Blang Padang belum maksimal berdasarkan penerapan konsep green city.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Kawasan Industri menggunakan Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Kendal Nabila, Faizal Fahrun; Juhadi, Juhadi; Hardati, Puji; Aji, Ananto
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.93048.%p

Abstract

Kabupaten Kendal merupakan salah satu kabupaten dengan pembangunan yang paling masif di provinsi Jawa Tengah. Pembangunan industri banyak terjadi di Kabupaten Kendal, khususnya pada wilayah yang berbatasan dengan Kota Semarang. Perkembangan industri di Kabupaten Kendal ditandai dengan adanya pembangunan Kawasan Industri Kendal (KIK) yang berkembang sejak 2016. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kesesuaian lahan peruntukan kawasan industri dan melakukan klasifikasi kesesuaian lahan yang akan didiskusikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kendal Tahun 2011-2031. Penelitian ini menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengidentifikasi kesesuaian lahan kawasan industri dengan menggunakan lima parameter, yaitu penggunaan lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, jarak terhadap sungai, serta jarak terhadap jalan utama. Penelitian ini menunjukkan tiga kelas kesesuaian lahan yang didistribusi ke dalam luasan lahan sangat sesuai sebesar 12,55%, cukup sesuai sebesar 63,79% dan tidak sesuai sebesar 23,66%. Sementara itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa empat kecamatan yang masuk ke dalam wilayah pengembangan ekonomi menurut RTRW daerah yang meliputi Kecamatan Kaliwungu, Brangsong, Kendal dan Patebon masuk ke dalam klasifikasi cukup sesuai. Hal tersebut dikarenakan lokasi yang cukup strategis dari variabel kesesuaian lahan untuk kawasan industri terutama penggunaan lahan dan aksesibilitas.
Aksesibilitas Ruang Publik bagi Penyandang Disabilitas di Kawasan Alun-Alun Demak Sari, Adityas Purnama; Miladan, Nur; Pujantiyo, Bambang Slamet
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.84978.%p

Abstract

Ruang publik merupakan area yang digunakan secara bersama-sama untuk menjalankan berbagai aktivitas fungsional yang seharusnya dapat dinikmati dan ramah bagi semua kalangan, termasuk kalangan penyandang disabilitas. Aksesibilitas menuju ruang publik bagi para penyandang disabilitas menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan agar penyandang disabilitas mendapatkan kemudahan dan tidak lagi menghadapi hambatan saat melakukan aktivitas di ruang publik. Kabupaten Demak memiliki visi Kabupaten Demak 2021-2026, yaitu peningkatan keberdayaan, perlindungan dan rehabilitasi sosial pada bantuan sosial untuk masyarakat penyandang disabilitas. Oleh karena itu, Kabupaten Demak direncanakan ramah disabilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kesesuaian aksesibilitas pada ruang publik bagi penyandang disabilitas di kawasan Alun-alun Demak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis skoring dan deskriptif untuk menghitung nilai aksesibilitas pada kawasan. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, kuesioner, dan studi literatur. Tingkat aksesibilitas dalam penelitian ini dilihat dari kemudahan akses dan moda transportasi bagi responden yang merupakan penyandang disabilitas fisik dan sensorik. Hasil temuan penelitian memperlihatkan bahwa masih terdapat kekurangan untuk pemenuhan kebutuhan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, seperti ketidaktersediaan jalur pejalan kaki yang cukup lebar, serta ketidaktersediaan akses fisik, seperti tidak tersedia tempat parkir dan jalur pemandu bagi tunanetra.
Pola dan Pemodelan Prediksi Perubahan Penggunaan Lahan di Kabupaten Sleman Sebagai Wilayah Peri-Urban Kamal, Mohammad Rizqi Safirul; Satria, Reyvaldi Aji; Pasha, Fabian Gusti; Way, Basillia
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.86128.44-58

Abstract

Sebagai wilayah peri-urban, Kabupaten Sleman memiliki perubahan penggunaan lahan yang dinamis. Oleh karena itu, diperlukan penelitian terkait dengan pola perubahan penggunaan lahan yang terjadi serta upaya keberlanjutannya untuk mengawal Rencana Tata Ruang. Penelitian ini melakukan pemodelan prediksi penggunaan lahan dengan menggunakan model Artificial Neural Network dan Cellular Automata Simulation yang digunakan untuk menghasilkan prediksi penggunaan lahan pada tahun 2041 yang kemudian didiskusikan terhadap Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 13 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sleman Tahun 2021-2041. Hasil penelitian ini menunjukkan pola perubahan penggunaan lahan dari tahun 2011 hingga tahun 2016 bertipe radial/terpusat. Pemodelan prediksi menggunakan data penggunaan lahan tahun 2011, 2016, dan 2021 serta variabel bebas seperti jalan dan bangunan dan uji akurasi Kappa menunjukkan nilai correctness sebesar 91,77% yang dapat diklasifikasikan “bagus sekali sehingga dari data tersebut dapat dilakukan pemodelan prediksi penggunaan lahan tahun 2041. Analisis model terhadap RTRW Kabupaten Sleman Tahun 2021-2041 menunjukkan peningkatan penggunaan lahan permukiman sejalan dengan tujuan dalam salah satu pencapaian utama dalam penataan ruang, yakni pengembangan kawasan permukiman. Namun, peningkatan tersebut masih belum signifikan apabila dibandingkan dengan prediksi penggunaan lahan ladang. Hasil penelitian ini dapat dijadikan evaluasi lebih lanjut bagi pemerintah dalam pengawasan alih fungsi dari penggunaan lahan khususnya pada cakupan wilayah yang menunjukkan indikasi pola perubahan penggunaan lahan secara radial. Selain itu, perlunya dilakukan upaya pengendalian alih fungsi lahan guna pengawalan dari rencana tata ruang yang diharapkan dapat tercapai sesuai dengan RTRW) Kabupaten Sleman Tahun 2021-2041.
Penentuan Kawasan Potensial Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Kerapatan Vegetasi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Indeks Kenyamanan Temperature Humidity Index (THI) di Kota Bandar Lampung Rilansari, Valendya; Rahmah, Chania; Rajabi, M. Farhan; Saputra, M. Gilang Dwi
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.97376.140-148

Abstract

Permasalahan aspek lingkungan dalam penataan ruang hingga saat ini masih menjadi isu utama pada lingkup perencanaan kota. Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi salah satu indikator dari aspek lingkungan yang masih sulit untuk dipenuhi seluruh kota di Indonesia, termasuk di kota yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu Kota Bandar Lampung. Penyediaan RTH merupakan salah satu strategi perencanaan untuk menyeimbangkan ekosistem kota serta mengatasi kerusakan ekologi dari berbagai kegiatan manusia yang jika diabaikan dapat mengakibatkan gangguan terhadap kenyamanan pada lingkungan perkotaan. Luas RTH Kota Bandar Lampung seluas 7,73% dari luas kawasan kota, angka yang masih jauh dari standar minimal RTH, yaitu sebesar 30% dari keseluruhan luas kota menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menentukan kawasan potensial RTH di Kota Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan, yaitu kuantitatif secara spasial dengan mengetahui kerapatan vegetasi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan indeks kenyamanan Temperature Humidity Index (THI). Penelitian ini merekomendasikan pengelolaan kawasan potensial RTH yang ada. Data dan informasi dalam penelitian ini diperoleh dari pengolahan data citra satelit Sentinel-2 yang dianalisis secara geospasial guna menghasilkan rekomendasi terhadap pengelolaan kawasan potensial RTH yang ada.
Identifikasi Pemetaan Spasial Matriks Asal Tujuan terhadap Sebaran Covid-19 di Kota Surakarta Putri, Almira Nur Aryani; Miladan, Nur; Yudana, Galing
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.77198.60-68

Abstract

Bencana pada umumnya menimbulkan dampak korban jiwa, dampak psikologis, dan kerugian lainnya. Peristiwa yang telah terjadi di hampir seluruh bagian dunia beberapa tahun lalu adalah pandemi Covid-19. Pada konteks Indonesia, berdasarkan data statistik Pemerintah Jawa Tengah, terdapat tiga kabupaten/kota yang dinyatakan sebagai daerah dengan penyebaran Covid-19 tertinggi pada tahun 2021, salah satunya adalah Kota Surakarta dengan 36.369 kasus. Berbagai pembatasan sosial bagi masyarakat memberikan pengaruh bagi pergerakan perjalanan penduduk yang terjadi selama ini. Pola perjalanan pada dasarnya terbentuk dari masing-masing wilayah yang memiliki aneka ragam bentuk kegiatan yang ada di tiap zona tersebut dan pada akhirnya akan membentuk suatu matriks asal tujuan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh matriks asal tujuan terhadap sebaran Covid-19 di Kota Surakarta. Penelitian dilakukan menggunakan teknik analisis pemetaan spasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan Kernel Density. Hasil pada pemetaan matriks menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat melakukan perjalanan pada daerah dengan sebaran kasus tinggi, yaitu pergerakan secara internal pada kawasan Kota Surakarta dan berfokus pada tengah kawasan. Hasil penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa diperlukan adanya peningkatan peran dan pemahaman antar pemangku kepentingan agar terdapat sinergi antara berbagai pihak terkait dalam menangani kejadian luar biasa, baik dalam kasus pandemi Covid-19 maupun bencana lainnya.
Skema Land Value Capture sebagai Alternatif Pembiayaan Penanganan Permukiman Kumuh (Studi Kasus: Kelurahan Kaligawe, Kota Semarang) Pasha, Arga Hijrian; Setyono, Jawoto Sih
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.109422.1-14

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan urbanisasi di Kota Semarang mendorong meluasnya kawasan permukiman kumuh, sementara kapasitas fiskal pemerintah daerah dalam penyediaan perumahan layak huni masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Land Value Capture (LVC) sebagai alternatif pembiayaan penanganan permukiman kumuh di Kelurahan Kaligawe, Kota Semarang. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan analisis regulasi, sistem kelembagaan, serta perhitungan nilai lahan dan skema sewa berbasis Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai lahan di Kelurahan Kaligawe meningkat rata-rata 10,2% per tahun dalam sepuluh tahun terakhir. Proyeksi NJOP tahun 2027 sebesar ±Rp2,24 juta/m² memungkinkan penerapan instrumen development-based berupa sewa lahan melalui pembentukan badan usaha kerja sama pemerintah dan swasta. Skema tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar Rp2,9 miliar per tahun yang dapat digunakan untuk pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) serta pembiayaan infrastruktur lanjutan. Secara regulatif, model ini kompatibel dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Semarang dan ketentuan pemanfaatan Barang Milik Negara/Daerah, meskipun pada saat penelitian dilakukan belum terdapat regulasi nasional yang secara khusus mengatur LVC. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan regulasi nasional yang mengatur prinsip dan mekanisme LVC, serta Peraturan Wali Kota yang mengatur tata kelola sewa lahan, subsidi silang unit, dan pengalokasian pendapatan secara khusus untuk penanganan kumuh. Kelurahan Kaligawe dapat dijadikan proyek percontohan implementasi LVC yang berkelanjutan dan replikatif.
Analisis Ketergantungan Kota Bangkinang sebagai Kota Kecil terhadap Kota Pekanbaru Sebagai Kota Induk di Kawasan Metropolitan Pekansikawan (Pekanbaru, Siak, Kampar, dan Pelalawan) Palensa, Yusri Ihza; Marsoyo, Agam
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.80046.171-183

Abstract

Kawasan Pekansikawan sebagai kawasan metropolitan terdiri dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Pelalawan. Pada kawasan Pekansikawan, terdapat Kota Pekanbaru sebagai inti dan beberapa kota-kota kecil salah satunya adalah Kota Bangkinang sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Kabupaten Kampar. Perkembangan kota satelit akan sangat bergantung terhadap kota induknya sehingga ketergantungan kota kecil akan menyebabkan terjadinya perpindahan penduduk dari kota kecil menuju kota besar sehingga akan menimbulkan berbagai permasalahan di wilayah asal dan wilayah tujuan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk serta peringkat ketergantungan masyarakat Kota Bangkinang terhadap Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deduktif kuantitatif dan kualitatif, dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif menggunakan scoring. Hasil penelitian menemukan bahwa bentuk ketergantungan Kota Bangkinang terhadap Kota Pekanbaru berupa ketergantungan satu arah (nonfeedback dependent) terhadap kesehatan tingkat lanjut, pendidikan tinggi, industri konstruksi, dan sektor otomotif di Kota Pekanbaru. Pada fasilitas kesehatan, Kota Bangkinang memiliki peringkat ketergantungan sebesar 18,90% pasien dirujuk ke Pekanbaru. Pada fasilitas pendidikan tinggi, Kota Bangkinang memiliki peringkat ketergantungan sebesar 53% siswa melanjutkan pendidikan tinggi di Pekanbaru. Pada sektor industri dan jasa konstruksi, Kota Bangkinang memiliki peringkat ketergantungan tertinggi dibandingkan wilayah lainnya dengan jumlah pelanggan 65 dalam 1 tahun. Pada sektor otomotif, Kota Bangkinang memiliki jumlah pelanggan sebanyak 59 pelanggan/tahun dan nilai kemandirian 72 tertinggi kedua setelah Perawang dan di atas Kota Kerinci.

Page 11 of 16 | Total Record : 157