cover
Contact Name
Laila Uthomah
Contact Email
lailauthomah248@gmail.com
Phone
+622678403140
Journal Mail Official
jurnal.psikologi@ubpkarawang.ac.id
Editorial Address
Jalan Ronggo Waluyo Sirnabaya, Puseurjaya, Kec. Telukjambe Tim., Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41361
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
ISSN : 25281038     EISSN : 25809598     DOI : https://doi.org/10.36805/psikologi
Jurnal Psychopedia Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang is a peer-reviewed scientific journal in psychology published by the faculty of Psychology, UBP Karawang. JPUBP: Jurnal Psychopedia Psikology UBP Karawang contains the results of research with quantitative or qualitative approaches that seek to understand the psychological process of individuals, groups, and communities the psychological process of individuals, groups, and the communities, in the context of psychology.
Articles 191 Documents
MENULIS CATATAN HARIAN SEBAGAI METODE EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN REGULASI EMOSI MAHASISWA Hafnidar; Mawaddah; Natasya; Aqillah Anastasya; Monika Berutu
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 10 No. 1 (2025): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v10i1.10477

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of journaling in improving emotion regulation among university students. Students often face academic pressures that trigger stress, anxiety, and frustration, requiring adaptive emotion management strategies. This research employed an experimental design using a pretest-posttest control group approach. Twenty students were randomly assigned into two groups: an experimental group that journaled daily for one week and a control group that did not engage in the activity. The results indicated that the experimental group showed a significant improvement in emotion regulation abilities compared to the control group, as evidenced by the Wilcoxon test (Asymp. Sig. = 0.005). However, the Mann-Whitney U test revealed no statistically significant difference between the experimental and control groups (Asymp. Sig. = 0.427), likely due to the small sample size and the short duration of the intervention. These findings demonstrate that journaling can help individuals understand and manage their emotions. Therefore, journaling can serve as a simple yet beneficial strategy for students to cope with academic stress and enhance their emotional well-being. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas menulis catatan harian dalam meningkatkan regulasi emosi pada mahasiswa. Mahasiswa sering menghadapi tekanan akademik yang memicu stres, kecemasan, dan frustrasi, sehingga membutuhkan strategi pengelolaan emosi yang adaptif. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Sebanyak 20 mahasiswa dibagi secara acak menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menulis catatan harian selama satu minggu dan kelompok kontrol yang tidak melakukan aktivitas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan pada kemampuan regulasi emosi dibandingkan kelompok kontrol, seperti yang ditunjukkan oleh hasil uji Wilcoxon (Asymp. Sig. = 0,005). Namun, uji Mann-Whitney U menunjukkan bahwa perbedaan antara kelompok eksperimen dan kontrol tidak signifikan secara statistik (Asymp. Sig. = 0,427), yang kemungkinan disebabkan oleh ukuran sampel yang kecil dan durasi intervensi yang singkat. Temuan ini membuktikan bahwa menulis catatan harian dapat membantu individu memahami dan mengelola emosi mereka. Dengan demikian, menulis catatan harian dapat menjadi strategi sederhana yang bermanfaat untuk membantu mahasiswa mengatasi tekanan akademik dan meningkatkan kesehatan emosional mereka.
PENGARUH PEMBERIAN ES KRIM COKLAT TERHADAP KEBAHAGIAAN Mukhammad Ibnu Syifa
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 10 No. 2 (2025): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/e6wm2w10

Abstract

This study aims to examine the effect of giving chocolate ice cream on the level of happiness in female college students. The research method used was pre-experiment with one-group pretest-posttest design. The participants in this study were 11 female students selected from the Faculty of Psychology, Muhammadiyah Purwokerto University. Happiness score data were collected using a happiness scale before and after treatment in the form of one serving of chocolate ice cream. Data analysis using the Wilcoxon Signed-Rank Test and obtained a P value of (0.325>0.05), meaning that there is no difference in happiness scores before (pre-test) and after (post-test) treatment. Thus the results showed no effect of giving chocolate ice cream on happiness. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian es krim coklat terhadap tingkat kebahagiaan pada mahasiswi perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Partisipan dalam penelitian ini adalah 11 mahasiswi perempuan yang dipilih dari Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Data skor kebahagiaan dikumpulkan menggunakan skala kebahagiaan sebelum dan sesudah pemberian perlakuan berupa satu porsi es krim coklat. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank Test dan diperoleh nilai P sebesar (0,325>0,05), artinya tidak terdapat perbedaan skor kebahagiaan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) perlakuan. Dengan demikian hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh pemberian es krim coklat terhadap kebahagiaan.
PENGARUH KEGIATAN KKN TERHADAP KESEJAHTERAAN MENTAL MAHASISWA Imas Indah Mutiara; Tarpan Suparman; Haryanti Mustika
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 10 No. 2 (2025): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/cj5vx524

Abstract

This study aims to examine the influence of the Community Service Program (KKN) on students’ mental well-being. A descriptive qualitative method was applied using observation and questionnaires administered to 23 student participants in Mekarbuana Village. The findings reveal significant changes in students’ emotional and psychological aspects, where initial feelings of worry, anxiety, and nervousness shifted to confidence, enthusiasm, and motivation after participation. A total of 100% of respondents reported changes in their mindset, and 95.65% stated that they had specific experiences that affected their emotions, either positively or stressfully. Furthermore, active involvement in project implementation, positive social interactions both within the group and with the community, and demonstrated leadership strengthened students’ adaptability and resilience. These results highlight that KKN contributes not only to community engagement but also to enhancing mental well-being, character building, and social awareness among students. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh program Kuliah Kerja Nyata (KKN) terhadap kesejahteraan mental mahasiswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengamatan dan kuesioner kepada 23 mahasiswa peserta KKN di Desa Mekarbuana. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam aspek emosi dan psikologis mahasiswa, di mana perasaan khawatir, cemas, dan gugup sebelum kegiatan bergeser menjadi lebih percaya diri, antusias, dan bersemangat setelah kegiatan. Sebanyak 100% responden melaporkan adanya perubahan pola pikir dan 95,65% menyatakan pengalaman tertentu yang memengaruhi perasaan mereka, baik positif maupun penuh tekanan. Selain itu, keterlibatan dalam program kerja, interaksi sosial antaranggota maupun dengan masyarakat, serta sikap kepemimpinan yang ditunjukkan memperkuat peran mahasiswa sebagai individu yang adaptif dan resilien. Temuan ini menegaskan bahwa KKN berkontribusi bukan hanya pada pengabdian masyarakat, tetapi juga pada penguatan mental, pembentukan karakter, dan peningkatan kesadaran sosial mahasiswa.
PEMETAAN PERKEMBANGAN PSIKOLOGI ISLAM MELALUI ANALISIS BIBLIOMETRIK: TREN, KOLABORASI, DAN ARAH PENELITIAN GLOBAL Maturidi; Arifin Zain; Zanzibar; Reda Yani; Zirlia Anggraini
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 10 No. 2 (2025): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/5vekxy72

Abstract

Islamic psychology has emerged as a spiritual-based alternative to Western psychological approaches. This study aims to analyze the academic significance of this field, map its publication trends, and identify future research implications. Using bibliometric analysis, 907 articles were retrieved from the Scopus database (as of September 13, 2025) and analyzed via VOSviewer through co-authorship, co-citation, and keyword co-occurrence. Findings show a significant surge in publications since 2010, peaking in 2024. Research is dominated by authors from the United States, Iran, and Indonesia, with major contributions from institutions like Tehran University of Medical Sciences. Keyword clusters reveal thematic focuses on mental health, education, family dynamics, and Islamic ethics. This study confirms that Islamic psychology is an evolving interdisciplinary field that successfully integrates modern theory with religious values, offering vital implications for mental health services, education, and public policy.. Psikologi Islam berkembang sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat Muslim akan pendekatan psikologis yang mengintegrasikan nilai agama dengan dimensi spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi akademik, memetakan distribusi publikasi, serta mengidentifikasi implikasi penelitian di masa depan. Menggunakan metode analisis bibliometrik pada basis data Scopus per 13 September 2025, ditemukan 907 artikel relevan yang kemudian dianalisis melalui perangkat lunak VOSviewer. Hasil pemetaan menunjukkan peningkatan signifikan publikasi sejak 2010 dengan puncak pada tahun 2024. Kontribusi riset didominasi oleh Amerika Serikat, Iran, dan Indonesia, dengan institusi utama seperti Tehran University of Medical Sciences. Klaster tematik yang ditemukan mencakup bidang kesehatan mental, pendidikan, dinamika keluarga, dan etika Islam. Temuan ini menegaskan bahwa Psikologi Islam merupakan bidang interdisipliner yang terus berkembang dengan implikasi praktis yang kuat dalam penyusunan kebijakan publik, layanan kesehatan mental, dan sistem pendidikan yang selaras dengan nilai-nilai Islam..
PERBEDAAN SELF-DISCLOSURE ANTARA KELUARGA DAN TEMAN SEBAYA PADA MAHASISWA IAIN LHOKSEUMAWE Desi Alistiansi; Nurul Hikmah; Desy Murni Lasari
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 10 No. 2 (2025): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/3vab4h87

Abstract

Self-disclosure plays a crucial role in building healthy and deep interpersonal relationships, both within the context of family and friendship. Openness fosters trust, self-understanding, and supports mental health. This study aims to determine the differences in self-disclosure between family and peer groups in college students. Conversely, a lack of self-disclosure can lead to isolation, misunderstandings, communication barriers, and even a decline in mental health. This study used a quantitative method with a comparative causal approach, namely comparison or difference. The sample consisted of 86 active college students selected using random sampling. The research instrument used was a self-disclosure scale, distinguishing the topics discussed. The data were analyzed using the Mann-Whitney U-Test because the data were not normally distributed. The results of the study showed that first, the picture of self-disclosure between family and peers in students at the Faculty of Ushuluddin Adab and Da'wah IAIN Lhokseumawe was both in the moderate category, with a percentage of 71% self-disclosure in family and 78% self-disclosure in peers. Second, there was a significant difference in self-disclosure between family and peers in students. Based on the results of the study, the highest self-disclosure occurred in peers with an average of 99.11 compared to self-disclosure in families with an average of 73.89. Differences in self-disclosure as seen in the aspects of accuracy and honesty were seen in peers and the aspect of closeness was seen in families. Self-disclosure memiliki peran penting untuk membangun hubungan interpersonal yang sehat dan mendalam baik dalam konteks keluarga maupun pertemanan, melalui keterbukaan menumbuhkan kepercayaan, memahami diri sendiri serta mendukung kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan self-disclosure antara keluarga dan teman sebaya pada mahasiswa. Sebaliknya ketiadaan self-disclosure dapat menyebabkan isolasi, kesalahpahaman, hambatan komunikasi bahkan menurunnya kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis kausal komperatif yaitu perbandingan atau perbedaan. Sampel penelitian sebanyak 86 mahasiswa aktif yang dipilih secara random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala self-disclosure dengan membedakan subjek pembahasan. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U-Test karena data tidak berdistribusi secara normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama gambaran self-disclosure antara keluarga dan teman sebaya pada mahasiswa di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Lhokseumawe sama-sama berada pada kategori sedang, dengan presentase sebesar 71% self-disclosure pada keluarga dan 78% self-disclosure pada teman sebaya. Kedua terdapat perbedaan yang signifikan self-disclosure antara keluarga dan teman sebaya pada mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian self-disclosure tertinggi terjadi pada teman sebaya dengan rerata 99,11 dari pada self-disclosure pada keluarga dengan rerata 73,89. Perbedaan melakukan self-disclosure seperti terlihat pada aspek ketepatan dan kejujuran terlihat pada teman sebaya dan aspek kedekatan terlihat pada keluarga.
IGNORANCE IS BLISS: DOOMSCROLLING TERHADAP MENTAL WELL-BEING PENGGUNA INSTAGRAM M. Choirul Ibad; Dinda Aisha; Puspa Rahayu Utami Rahman
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 10 No. 2 (2025): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/xqxm3z34

Abstract

Not everything is necessarily worth knowing. This assumption refers to the phrase “ignorance is bliss.” This article examines the influence of social media information on mental health and explores the types of information that contribute to its deterioration. A mixed-methods approach was employed, utilizing a sequential explanatory strategy with Doomscrolling and Mental Well-Being scales as measurement tools. The findings demonstrate a significant effect of doomscrolling behavior on mental well-being. In other words, certain information on social media can negatively impact individuals’ mental health. Such information includes difficulties in job seeking, layoffs, political instability, reports of corruption, poverty, inequality, war, and natural disasters. Tidak semua hal sebaiknya perlu kita ketahui. Dasar asumsi ini merujuk pada istilah "ignorance is bliss". Artikel ini menguji pengaruh antara informasi di media sosial yang berdampak pada Kesehatan mental serta mengungkap apa saja bentuk informasi yang membuat Kesehatan mental memburuk. menggunakan pendekatan mix method dengan Strategi eksplanatoris sekuensial dengan alat ukur Doomscrolling dan Mental Well-Being. Hasil penelitian membuktikan ada pengaruh antara perilaku Doomscrolling Terhadap Mental Well-Being. Dengan kata lain, ada sebagian informasi di sosial media yang dapat membuat sebagian orang tidak sehat secara mental. Dalam temuan ini beberapa bentuk informasinya seperti fenomena susahnya mencari kerja, pemutusan hubungan kerja, situasi politik, berita pejabat korupsi, kemiskinan, ketimpangan, perang dan bencana.
PERAN MINDFULNESS DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL POSITIF (POSITIVE MENTAL HEALTH) PADA REMAJA Dhea Ayla Cinta Arfanindivka; Fahrul Rozi
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 11 No. 1 (2026): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/c5wzth37

Abstract

Adolescence is a critical developmental period marked by high vulnerability to mental health issues, with global data indicating significant emotional and behavioral disturbances among this demographic. While Positive Mental Health (PMH) is essential for optimal psychosocial functioning, identifying effective psychological resources to foster PMH remains a priority. This study investigates the relationship between mindfulness, a state of non-judgmental present-moment awareness, and positive mental health in adolescents. A quantitative cross-sectional design was employed, involving 207 adolescents aged 16–24 years selected through accidental sampling. Data were collected using the Mindfulness Attention Awareness Scale (MAAS) and the Positive Mental Health Scale (PMH-Scale). Data analysis was conducted using Pearson product-moment correlation. The demographic analysis revealed a predominant female participation (65.2%). The correlation analysis demonstrated a significant positive relationship between mindfulness and positive mental health. Mindfulness serves as a significant, albeit modest, psychological predictor of positive mental health in adolescents. Cultivating mindfulness can enhance emotional, psychological, and social well-being, suggesting its viability as a preventative psychological intervention in adolescent mental health programs. Masa remaja merupakan periode perkembangan kritis yang ditandai dengan kerentanan tinggi terhadap masalah kesehatan mental. Data global menunjukkan tingginya prevalensi gangguan emosional dan perilaku pada demografi ini. Meskipun kesehatan mental positif (Positive Mental Health/PMH) sangat esensial bagi fungsi psikososial yang optimal, upaya mengidentifikasi sumber daya psikologis yang efektif untuk menumbuhkan PMH masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara mindfulness dengan kesehatan mental positif pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain potong-lintang kuantitatif yang melibatkan 207 remaja berusia 16–24 tahun, direkrut melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Mindfulness Attention Awareness Scale (MAAS) dan Positive Mental Health Scale (PMH-Scale). Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson product-moment. Mayoritas partisipan dalam penelitian ini adalah perempuan (65,2%). Hasil analisis korelasi membuktikan adanya hubungan positif yang signifikan secara statistik antara mindfulness dan kesehatan mental positif. Mindfulness berperan sebagai prediktor psikologis yang signifikan terhadap kesehatan mental positif pada remaja. Menumbuhkan mindfulness dapat memfasilitasi peningkatan kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial, menjadikannya intervensi preventif yang potensial dalam program kesehatan mental remaja.
PENGARUH KONTROL DIRI DAN KELEKATAN ORANG TUA TERHADAP KENAKALAN REMAJA DI KARAWANG Nafisah Ghaliyati Firsanah; Puspa Rahayu Utami Rahman; Yulyanti Minarsih
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 11 No. 1 (2026): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/8cvz7e17

Abstract

Juvenile delinquency is a social problem influenced by internal and external factors. This study aimed to examine the effect of self-control, mother attachment, and father attachment on juvenile delinquency among adolescents in Karawang. This research used a quantitative approach with a multiple linear regression design. The participants were 385 adolescents aged 15–18 years residing in Karawang, selected using convenience sampling. Data were collected using the Brief Self-Control Scale (BSCS), Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA), and Subtypes of Antisocial Behavior Questionnaire (SABQ). Data analysis was conducted using assumption tests, multiple linear regression analysis, partial tests, simultaneous tests, and coefficient of determination. The results showed that self-control had a significant negative effect on juvenile delinquency, indicating that higher self-control was associated with lower delinquency tendencies. Mother attachment also had a significant negative effect on juvenile delinquency, while father attachment did not show a significant partial effect. Simultaneously, self-control, mother attachment, and father attachment significantly affected juvenile delinquency with a contribution of 75.6%. These findings indicate the importance of strengthening adolescents’ self-control and improving positive emotional relationships between parents and adolescents as preventive efforts against juvenile delinquency. Kenakalan remaja merupakan permasalahan sosial yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontrol diri, kelekatan ibu, dan kelekatan ayah terhadap kenakalan remaja di Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi linear berganda. Subjek penelitian berjumlah 385 remaja berusia 15–18 tahun yang berdomisili di Karawang dan dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Brief Self-Control Scale (BSCS), Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA), dan Subtypes of Antisocial Behavior Questionnaire (SABQ). Analisis data dilakukan melalui uji asumsi, regresi linear berganda, uji parsial, uji simultan, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kenakalan remaja, sehingga semakin tinggi kontrol diri maka semakin rendah kecenderungan kenakalan remaja. Kelekatan ibu juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kenakalan remaja, sedangkan kelekatan ayah tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial. Secara simultan, kontrol diri, kelekatan ibu, dan kelekatan ayah berpengaruh signifikan terhadap kenakalan remaja dengan kontribusi sebesar 75,6%. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan kontrol diri serta penguatan hubungan emosional yang positif antara orang tua dan remaja sebagai upaya pencegahan kenakalan remaja.
PENGARUH CAREER ADAPTABILITY TERHADAP SUBJECTIVE CAREER SUCCESS DENGAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA GURU TAMAN KANAK-KANAK ANGGOTA IKATAN GURU RAUDHATUL ATHFAL KABUPATEN BANYUMAS Mukhammad Ibnu Syifa; Ugung Dwi Ario Wibowo; Retno Dwiyanti; Imam Faisal Hamzah
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 11 No. 1 (2026): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jx5dfd55

Abstract

This study aimed to examine the effects of career adaptability and perceived organizational support on subjective career success, as well as to analyze the moderating role of perceived organizational support in the relationship between career adaptability and subjective career success among kindergarten teachers who are members of the Raudhatul Athfal Teachers Association (Ikatan Guru Raudhatul Athfal/IGRA) in Banyumas Regency. This study employed a quantitative explanatory research design. The sample consisted of 104 teachers selected through simple random sampling from a population of 568 teachers. Data were collected online using the Subjective Career Success Inventory (SCSI), Career Adapt-Abilities Scale (CAAS), and Survey of Perceived Organizational Support (SPOS), and were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS version 4. The results showed that: (1) career adaptability had a positive and significant effect on subjective career success (p < 0.001; f² = 0.971); (2) perceived organizational support had a positive and significant effect on subjective career success (p = 0.030; f² = 0.041); and (3) perceived organizational support did not significantly moderate the relationship between career adaptability and subjective career success (p = 0.221; f² = 0.016). This study concludes that subjective career success among kindergarten teachers who are members of IGRA in Banyumas Regency is primarily self-driven, being determined by individuals' internal psychological capacities rather than by external workplace conditions. The implications of this study highlight the importance of formulating policies and work programs within the IGRA organization that focus on strengthening teachers' internal psychological aspects, particularly the dimension of career adaptability, as well as the necessity for teachers to raise self-awareness in independently enhancing their career adaptability capacity. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh career adaptability dan perceived organizational support terhadap subjective career success, serta menganalisis peran perceived organizational support sebagai variabel moderasi pada Guru Taman Kanak-kanak anggota Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksplanasi. Sampel penelitian terdiri dari 104 guru yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari total populasi 568 guru. Pengumpulan data dilakukan secara online melalui skala SCSI, CAAS, dan SPOS, kemudian dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan perangkat lunak SmartPLS versi 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Career adaptability berpengaruh positif dan signifikan terhadap subjective career success (P-value = 0.000; f2 = 0.971). 2) Perceived organizational support berpengaruh positif dan signifikan terhadap subjective career success (P-value = 0.030; f2 = 0.041). 3) Perceived organizational support tidak terbukti memoderasi pengaruh career adaptability terhadap subjective career success (P-value = 0.221; f2 = 0.016). Penelitian ini menyimpulkan bahwa subjective career success pada guru TK anggota IGRA Kabupaten Banyumas bersifat self-driven yang dikendalikan oleh kapasitas psikologis internal individu, bukan hasil pengkondisian lingkungan kerja eksternal.  Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya perumusan kebijakan dan program kerja organisasi IGRA yang berfokus pada penguatan aspek psikologis internal guru, khususnya dimensi career adaptability, serta pentingnya kesadaran guru untuk meningkatkan kapasitas adaptabilitas kariernya secara mandiri.
UJI COBA TES POTENSI AKADEMIK MAHASISWA: ASSEMBLY TEST COGNITIVE Siti Nurhaliza; Salsabila Abdullah; Tarisa Fahriah; Dhiya Rachma Kintani; Ima Halimatusa’diah
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 11 No. 1 (2026): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/g9g8z019

Abstract

Academic potential tests are psychological assessment tools used to identify an individual’s cognitive abilities in order to predict their chances of success in higher education. Generally, academic potential tests in Indonesia consist of three ability subtests: verbal, quantitative, and reasoning. The purpose of this study was to construct and test the item analysis of an academic potential test for students in the Faculty of Psychology at Buana Perjuangan Karawang, class of 2022, in order to obtain an instrument that meets psychometric criteria and is suitable for use a measure of students’ academic ability. The result of this study indicate that the majority of test items possess satisfactory discriminant validity, with 20 items effectively distinguishing respondents’ ability levels among the 26 participants. The study employed a descriptive quantitative design using incidental sampling. Analysis of the instrument’s difficulty revealed that it was dominated by ideal items with p-values ranging from 0.31 to 0.70. Additionally, 19 items demonstrated good distractor effectiveness because Xdis < Xbar or had values ≥ 0.025, and the Spearman-Brown reliability coefficient reached 0.90. These values indicate a very high level of internal concictency, exceeding the minimum acceptable reliability threshold of 0.70. Academic potential tests are psychological assessment tools used to identify an individual’s Tes potensi akademik merupakan alat ukur psikologis yang dimanfaatkan untuk mengidentifikasi kemampuan kognitif individu dalam memperkirakan peluang keberhasilan dalam belajar di perguruan tinggi. Umumnya tes potensi akademik di Indonesia terdiri dari tiga subtes kemampuan, yaitu terdiri dari subtes verbal, kuantitatif, serta penalaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkonstruksi serta menguji analisis aitem tes potensi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang angkatan 2022 sehingga diperoleh instrumen yang memenuhi kriteria psikometrik dan layak digunakan sebagai alat ukur kemampuan akademik mahasiswa. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas butir soal memiliki kualitas daya diskriminasi yang memuaskan, di mana ada 20 aitem yang dapat membedakan tingkat kemampuan responden secara baik pada 26 partisipan. Kemudian desain penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif dengan teknik sampling insidental. Dari hasil analisis kesukaran instrumen ini didominasi dengan aitem ideal dengan nilai p berada pada rentang 0,31 hingga 0,70 dan sebanyak 19 aitem efektivitas distraktor kategori baik karena Xdis < Xbar atau nilai ≥ 0,025 serta memiliki nilai koefisien reliabilitas Spearman-Brown yang mencapai angka 0,90. Nilai tersebut menunjukkan tingkat konsistensi internal yang sangat tinggi dari batas minimal reliabilitas yang diterima sebesar 0,70.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 1 (2026): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 10 No. 2 (2025): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 10 No. 1 (2025): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 9 No. 2 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 9 No 2 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 9 No 1 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 9 No. 1 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 8 No 2 (2023): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 8 No. 2 (2023): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 8 No 1 (2023): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 7 No 2 (2022): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 7 No. 2 (2022): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 7 No 1 (2022): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 7 No. 1 (2022): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 6 No 2 (2021): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 6 No. 2 (2021): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 6 No. 1 (2021): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 6 No 1 (2021): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 5 No 2 (2020): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 5 No 1 (2020): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 4 No 2 (2019): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 4 No 1 (2019): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 3 No 2 (2018): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 3, No 2 (2018): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 3, No 1 (2018): PSIKOLOGI Vol 3 No 1 (2018): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 2, No 2 (2017): PSIKOLOGI Vol 2 No 2 (2017): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 2 No 1 (2017): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 2, No 1 (2017): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 1, No 2 (2016): Psychopedia Vol 1 No 2 (2016): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 1 No 1 (2016): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 1, No 1 (2016): Psychopedia More Issue