cover
Contact Name
Laila Uthomah
Contact Email
lailauthomah248@gmail.com
Phone
+622678403140
Journal Mail Official
jurnal.psikologi@ubpkarawang.ac.id
Editorial Address
Jalan Ronggo Waluyo Sirnabaya, Puseurjaya, Kec. Telukjambe Tim., Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41361
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
ISSN : 25281038     EISSN : 25809598     DOI : https://doi.org/10.36805/psikologi
Jurnal Psychopedia Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang is a peer-reviewed scientific journal in psychology published by the faculty of Psychology, UBP Karawang. JPUBP: Jurnal Psychopedia Psikology UBP Karawang contains the results of research with quantitative or qualitative approaches that seek to understand the psychological process of individuals, groups, and communities the psychological process of individuals, groups, and the communities, in the context of psychology.
Articles 186 Documents
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA DEWASA AWAL DENGAN STATUS PENGANGGURAN Salsa Bella Aryana; Suwarti
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 9 No 1 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v9i1.7755

Abstract

Ryff & Singer (2008) mendefinisikan kesejahteraan psikologi sebagai suatu realisasi atas pengembangan potensi pribadi secara utuh. Tujuan dalam studi penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana kesejahteraan psikologis pada dewasa awal dengan status sebagai seorang pengangguran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunkan teknik wawancara. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: pria/wanita yang berstatus pengagguran dan berumur 18-27 tahun (Dewasa Awal). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa subjek pertama dan subjek kedua memiliki kesejahteraan psikologis yang berbeda. Subjek pertama memiliki kesejahteraan psikologis yang kurang baik dan subjek kedua memiliki kesejahteraan psikologis yang baik. Ryff & Singer (2008) define psychological well-being as the realization of the development of complete personal potential. The aim of this research study is to find out the psychological well-being of young adults with the status of being unemployed. The research method used in this research is a descriptive qualitative research method. The data collection technique in this research is using interview techniques. The criteria used in this research are: men/women who are unemployed and aged 18-27 years (Early Adult). The research results concluded that the first subject and the second subject had different psychological well-being. The first subject has poor psychological well-being and the second subject has good psychological well-being
RITME TRANSISI: STRATEGI COPING MAHASISWA MIGRAN MENGHADAPI CULTURE SHOCK Sri Nur Elizah
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 9 No 1 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v9i1.7756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi coping mahasiswa migran dalam menghadapi culture shock di Jepang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan aplikasi Zoom dengan seorang mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan di Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa tersebut mengalami beragam emosi, mulai dari perasaan senang dan tertarik dengan budaya baru hingga perasaan tidak percaya dan stres akibat perbedaan budaya. Strategi coping yang digunakan meliputi confrontive coping, seeking social emotional support, dan seeking informational support. Selain itu, penelitian ini juga mencerminkan tahapan-tahapan dalam teori culture shock, dimulai dari tahap honeymoon, crisis, recovery, adjustment, di mana individu mulai menikmati budaya baru sebagai pengalaman yang menyenangkan. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman mendalam mengenai pengalaman individu yang mengalami culture shock dan strategi coping yang mereka gunakan dalam beradaptasi dengan lingkungan baru This study aims to explore the coping strategies of migrant students in dealing with culture shock in Japan. The research method used was field research with a descriptive qualitative approach. Data was collected through interviews using the Zoom application with an Indonesian student who continued his education in Japan. The results showed that the student experienced a variety of emotions, ranging from feelings of excitement and interest in the new culture to feelings of distrust and stress due to cultural differences. Coping strategies used included confrontive coping, seeking social emotional support, and seeking informational support. In addition, this study also reflects the stages in culture shock theory, starting from the honeymoon stage to the adjustment stage, where individuals begin to enjoy the new culture as a pleasant experience. The results of this study provide an in-depth understanding of the experiences of individuals who experience culture shock and the coping strategies they use in adapting to the new environment.
PERAN ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI ANAK DENGAN GANGGUAN KECEMASAN DI RTB PASURUAN Talitha Nahda Amilia; Muhammad Jamaluddin
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 9 No 1 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v9i1.7757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran orang tua dalam mendampingi anak dengan Gangguan Kecemasan di RTB Pasuruan, dengan fokus pada pola asuh. Gangguan kecemasan merupakan kondisi di mana seseorang mengalami kecemasan dan ketakutan yang intens dan persisten, bahkan terhadap bahaya yang sebenarnya tidak ada atau berlebihan. Hal ini dapat mengganggu kehidupan sehari-hari penderitanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mempelajari lebih dalam tentang gangguan kecemasan. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Triangulasi metode diterapkan untuk memastikan validitas dan kredibilitas data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi anak dengan gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan pada anak dapat diatasi dengan pola asuh yang tepat dan dukungan profesional. Dalam kasus SH, gejala kecemasan yang semakin memburuk perlu ditangani oleh profesional kesehatan mental agar anak dapat pulih dan kembali menjalani hidup normal. This study aims to understand the role of parents in assisting children with Anxienty Disorders in RTB Pasuruan, with a focus on parenting. Anxiety disorders are conditions in which a person experiences intense and persistent anxiety and fear, even of dangers that do not actually exist or are excessive. This can interfere with the daily life of the sufferer. This research uses qualitative methods to learn more about anxiety disorders. The techniques used to collect data were observation, interview, and documentation. Triangulation of methods was applied to ensure the validity and credibility of the data obtained. The results showed that parents have an important role in assisting children with anxiety disorders. Anxiety disorders in children can be overcome with proper parenting and professional support. In the case of SH, worsening anxiety symptoms need to be treated by mental health professionals so that the child can recover and return to living a normal life.
MOTIVASI BERPRESTASI AKADEMIK DAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA PEKERJA Yulyanti Minarsih; Devi Marganing Tyas; Nur Ainy Sadijah
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 9 No 1 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v9i1.8007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi akademik dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang bekerja. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang bekerja di daerah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Bali sebanyak 98 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Kuesioner yang digunakan untuk mengukur motivasi berprestasi akademik merupakan adaptasi dari kuesioner milik Anisyah (2013) yang terdiri dari 36 item dengan reliabilitas sebesar 0,935. Sedangkan untuk mengukur prokrastinasi akademik, kuesioner yang digunakan merupakan adaptasi dari kuesioner milik Arianti (2014) yang terdiri dari 29 item dengan reliabilitas sebesar 0,932. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan korelasi Spearman’s Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara motivasi berprestasi akademik dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang bekerja. dengan koefisien korelasi (rxy) sebesar -0,462 pada tingkat signifikansi 0,01. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat hubungan motivasi berprestasi akademik dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang bekerja termasuk dalam kategori sedang. Kata Kunci: Motivasi Berprestasi Akademik, Prokrastinasi Akademik, Mahasiswa, Bekerja. The purpose of this study is to understand the relationship between academic achievement motivation and academic procrastination for working students. The samples in this study consist of 98 undergraduate students who work in West Java, DKI Jakarta, and Bali. The data were taken by using two questionnaires. Academic achievement motivation variable measured by using the adaptation of the questionnaire that belongs to Anisyah (2013), which is involving 36 items with 0,935 points of reliability. Academic procrastination variable measured by using the adaptation of the questionnaire that belongs to Arianti (2014), which is involving 29 items with 0,932 points of reliability. This study was using The Spearman’s Rank correlations analysis path. The result of this study shows that, there’s negative relation between academic achievement motivation and academic procrastination for working students with -0,462 points of correlation coefficients. The result of this study also shows that the relation between academic achievement motivation and academic procrastination for working students is rated moderate.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA TERHADAP KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF MAHASISWA AKTIF PRODI MANAJEMEN S-1 DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO Nur Hebah Widiani; Nia Anggri Noveni; Pambudi Raharjo; Herdian
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 9 No 2 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v9i2.8307

Abstract

Students with low subjective well-being may experience negative impacts on their academic life, leading to suboptimal performance in their tasks. One important factor in enhancing subjective well-being is peer social support, which refers to encouragement or motivation provided by peers. This study aims to examine the effects of peer social support on the subjective well-being of Management students at Universitas Muhammadiyah Purwokerto. The research employed a quantitative approach with simple regression analysis. The sampling technique used was simple random sampling, involving 286 active undergraduate Management students, as determined by the Issac and Michael table. The instruments used were the Peer Social Support Scale with a reliability coefficient of 0.896 and the Subjective Well-Being Scale with a reliability coefficient of 0.832, with validity assessed through content validity. The results of the study showed a significant effect of peer social support on subjective well-being, with F-value = 70.322, p = 0.000, and R-square = 0.198. This indicates that peer social support contributes 19.8% to subjective well-being. The study concludes that peer social support significantly affects the subjective well-being of active undergraduate Management students at Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Mahasiswa yang memiliki kesejahteraan subjektif yang rendah berakibat pada kehidupan selama masa kuliah. Mahasiswa menjadi tidak optimal dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Salah satu hal yang penting dalam meningkatkan kesejahteraan subjektif adalah dukungan sosial teman sebaya. Dukungan sosial teman sebaya merupakan dorongan atau motivasi yang diberikan dan berasal dari teman sebaya. Tujuan penelitian ini untuk meguji pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap kesejahteraan subjektif mahasiswa Manajemen Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan uji regresi sederhana. Teknik sampling menggunakan simple random sampling kepada mahasiswa aktif prodi Manajemen S-1 dengan jumlah sampel 286 yang diambil melalui tabel Issac dan Michael. Alat ukur yang digunakan adalah skala dukungan sosial teman sebaya dengan nilai α 0,896 dan skala kesejahteraan subjektif dengan nilai α 0,832, validitas alat ukur menggunakan validitas isi. Hasil penelitian ini yaitu terdapat pengaruh signifikan dukungan sosial teman sebaya terhadap kesejahteraan subjektif dengan Fhitung = 70,322 p=0,000 dan Rsquare = 0,198. Hal tersebut menunjukan bahwa dukungan sosial teman sebaya secara simultan dapat memberikan kontribusi pengaruh sebesar 19,8% terhadap kesejahteraan subjektif. Penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yaitu dukungan sosial teman sebaya terhadap kesejahteraan subjektif pada mahasiswa aktif prodi Manajemen S-1 di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
PARENTAL ATTACHMENT STYLE DAN CELEBRITY WORSHIP PADA PENGGEMAR ATLIT BULUTANGKIS INDONESIA Mistety Oktaviana; Karisma Riskinanti
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 9 No 2 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v9i2.8308

Abstract

The sport of badminton in Indonesia is growing, and more and more athletes are making Indonesia proud on the international stage. Fans of badminton athletes are also in the spotlight considering the many negative comments given to other athletes who are opponents of their idols. The form of awe towards an idol is known as celebrity worship. Celebrity worship has three levels of admiration, namely social entertainment, intense personal, and borderline pathological. Individuals with a pathological borderline are usually willing to break the rules for their idol. Much literature states that celebrity worship is related to attachment style. Therefore, this research is interested in examining the relationship between parental attachment style and celebrity worship on badminton athlete fans in Indonesia. This research will be carried out with a quantitative approach with a correlational design. Cabang olahraga bulutangkis di Indonesia semakin berkembang, dan semakin banyak atlet yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Penggemar dari para atlet bulutangkis pun menjadi sorotan mengingat banyaknya komentar negative yang diberikan kepada atlet lain yang menjadi lawan dari idolanya tersebut. Bentuk perasaan kagum terhadap sosok idola disebut sebagai celebrity worship. Celebrity worship memiliki tiga tingkatan level kekaguman, yaitu entertainment social, intense personal, dan borderline pathological. Pada individu dengan borderline pathological biasanya rela untuk melanggar peraturan demi sang idola. Banyaknya literature menyatakan bahwa celebrity worship berhubungan dengan attachment style. Oleh karena itu penelitia tertarik untuk menguji hubungan antara parental attachment style dengan celebrity worship pada penggemar atlet bulutangkis di Indonesia. Penelitian ini akan dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional.
CYBERSEX PADA SEORANG PENGGUNA ROLEPLAY DI MEDIA SOSIAL TWITTER Nadine Fath Tania; Amarilys Andaritidya
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 9 No 2 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v9i2.8309

Abstract

Twitter is one of the social media that is widely used and in demand by social media users. On Twitter social media, there is a phenomenon of users who use the identity of a figure or character as their account or are called roleplayers. However, not a few users display cybersex behavior when playing their accounts. The purpose of this study was to empirically determine the description of cybersex in roleplay users on Twitter social media. This study uses a quantitative descriptive method. The sample in this study was 70 Twitter social media users with roleplay accounts. The sampling used in this study was a nonprobability technique with a purposive sample type and the data analysis technique used was a descriptive statistical technique with the help of the SPSS ver 25 for windows program. Based on the research conducted, it can be seen that cybersex in Twitter users with roleplay accounts is mostly carried out by users with an age range of 21 to 25 with female gender. Twitter merupakan salah satu media sosial yang banyak digunakan dan diminati para pengguna media sosial. Di media sosial Twitter ini muncul fenomena pengguna yang menggunakan identitas tokoh atau karakter sebagai akunnya atau disebut sebagai roleplayer. Namun, tidak sedikit pengguna yang memunculkan perilaku cybersex ketika memainkan akunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara empirik gambaran cybersex pada pengguna roleplay di media sosial Twitter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah pengguna media sosial Twitter dengan akun roleplay berjumlah 70 orang. pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik nonprobability dengan jenis purposive sample serta teknik analisis data yang digunakan adalah teknik statistic deskriptif dengan bantuan program SPSS ver 25 for windows. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat dilihat cybersex pada pengguna Twitter dengan akun roleplay banyak dilakukan pengguna dengan rentang usia 21 sampai dengan 25 dengan jenis kelamin perempuan.
STUDI KASUS DINAMIKA KESEPIAN DALAM PERNIKAHAN JARAK JAUH Salma Zahra; Gisella Arnis Grafiyana; Dyah Astorini Wulandari; Uswatun Hasanah
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 9 No 2 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v9i2.8310

Abstract

The phenomenon of loneliness in long-distance marriages necessitates an exploration of the factors that influence it. This study aims to understand the dynamics of loneliness experienced by couples in long-distance marriages. The context of long-distance marriages in this region presents unique challenges, often marked by emotional, social, and psychological difficulties. The research employs a qualitative methodology with a case study approach, involving observations and in-depth interviews with three participants. The collected data were thematically analyzed to identify key patterns influencing loneliness in long-distance relationships. The findings indicate that social perceptions, gender roles, the interaction between emotional and physical needs, and psychological adaptation to uncertainty play crucial roles in shaping the experience of loneliness in long-distance marriages. The study also reveals that shifts in power dynamics and communication strategies significantly impact the quality of relationships in long-distance marriages. In conclusion, loneliness in long-distance marriages results from a complex interaction of various factors, requiring effective adaptation strategies to maintain relationship quality. This research provides important insights into the understanding of loneliness in long-distance marriages and offers guidance for developing interventions to help couples overcome these challenges. Fenomena kesepian dalam pernikahan jarak jauh menimbulkan kebutuhan untuk mengeksplorasi faktor- faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika kesepian yang dialami oleh pasangan yang menjalani pernikahan jarak jauh. Fenomena pernikahan jarak jauh memberikan konteks khusus, di mana pernikahan jarak jauh seringkali diwarnai oleh tantangan emosional, sosial, dan psikologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang melibatkan observasi dan wawancara mendalam dengan tiga partisipan. Data yang dikumpulkan dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola utama yang mempengaruhi kesepian dalam hubungan jarak jauh. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat lima makna penting mendasari dinamika kesepian dalam pernikahan jarak jauh yaitu merasa tidak dihargai, jenuh, resah, tidak terbuka, dan salah paham. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa persepsi sosial, peran gender, interaksi kebutuhan emosional dan fisik, serta adaptasi psikologis terhadap ketidakpastian memainkan peran penting dalam membentuk pengalaman kesepian dalam pernikahan jarak jauh dan menemukan bahwa pergeseran dinamika kekuatan dan strategi komunikasi berperan signifikan dalam mempengaruhi kualitas hubungan pasangan pernikahan jarak jauh. Kesepian dalam pernikahan jarak jauh merupakan hasil interaksi kompleks antara berbagai faktor yang memerlukan strategi adaptasi yang efektif untuk menjaga kualitas hubungan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang kesepian dalam pernikahan jarak jauh dan menawarkan wawasan bagi pengembangan intervensi yang dapat membantu pasangan mengatasi tantangan tersebut.
PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION YANG DIMEDIASI KOMITMEN ORGANISASI PADA TENAGA KERJA GENERASI Z DI KARAWANG Siti Nur Afipah; Linda Mora; M. Choirul Ibad
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 9 No 2 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v9i2.8311

Abstract

This study aims to determine the mediating role of organizational commitment variables on job satisfaction and turnover intention among Generation Z workers in Karawang. It employs a quantitative method using convenience sampling with a sample size of 349 individuals. Data collection utilized questionnaires distributed directly via Google Forms. Measurement tools included the short-form Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ), the Organizational Commitment Questionnaire (OCQ), and the Turnover Intention Scale (TIS-6). Data analysis was conducted using JASP version 0.16, employing path analysis. Hypothesis testing results indicated that organizational commitment does not mediate the relationship between job satisfaction and turnover intention (p = 0.561 > 0.05). Job satisfaction significantly influences turnover intention (p = 0.008 < 0.05), and organizational commitment significantly influences turnover intention (p = 0.001 < 0.05). However, job satisfaction does not significantly influence organizational commitment (p = 0.558 > 0.05). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mediasi variabel komitmen organisasi terhadap variabel kepuasan kerja dan turnover intention pada tenaga kerja generasi Z di Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan convenience sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 349 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan disebarkan secara langsung menggunakan google formulir. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) versi short-form, skala Organizational Commitment Questionnaire (OCQ), dan Turnover Intention Scale (TIS-6). Data dianalisis menggunakan JASP versi 0.16. Metode analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa komitmen organisasi tidak berperan sebagai mediator pengaruh kepuasan kerja terhadap turnover intention (p = 0,561 > 0,05). Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap turnover intention (p = 0,008 < 0,05) dan komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap turnover intention (p = 0,001 < 0,05). Namun, kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi (p = 0,558 > 0,05).
GENERASI X, Y, Z: SIAPA YANG PALING BAHAGIA DI KARAWANG? Nita Rohayati; Lania Muharsih; Linda Mora
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 9 No 2 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v9i2.8312

Abstract

This study aims to analyze the level of happiness and well-being among three generations, namely Generation X, Y, and Z, in Karawang Regency. The method used is a quantitative survey with the PERMA Profiler instrument to measure the dimensions of well-being based on five main factors: positive emotions, engagement, relationships, meaning, and achievement. The sample of this study consisted of 300 respondents, with 100 respondents each for Generation X, Y, and Z. The results of statistical analysis using ANOVA showed that there was no statistically significant difference in well-being scores between the three generations (p = 0.45). Although Generation X had the highest well-being score, the difference was not large enough to be considered significant. The discussion shows that although there are differences in the average well-being scores, these three generations generally have relatively good well-being and are in the normal function category. The implication is that even though there are no significant differences, policies are still needed that focus more on improving well-being, especially among the younger generation, in terms of mental health, stress management, and healthier social relationships. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebahagiaan dan kesejahteraan di antara tiga generasi, yaitu Generasi X, Y, dan Z, di Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan instrumen PERMA Profiler untuk mengukur dimensi kesejahteraan berdasarkan lima faktor utama: emosi positif, keterlibatan, hubungan, makna, dan pencapaian. Sampel penelitian ini terdiri dari 300 responden, dengan 100 responden masing-masing untuk Generasi X, Y, dan Z. Hasil analisis statistik menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan secara statistik dalam skor kesejahteraan antara ketiga generasi (p = 0,45). Meskipun Generasi X memiliki skor kesejahteraan tertinggi, perbedaan yang ada tidak cukup besar untuk dianggap signifikan. Pembahasan menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan rata-rata skor kesejahteraan, ketiga generasi ini secara umum memiliki kesejahteraan yang relatif baik dan berada dalam kategori fungsi normal. Implikasinya, meskipun tidak ada perbedaan signifikan, tetap diperlukan kebijakan yang lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan, terutama di kalangan generasi muda, dalam hal kesehatan mental, pengelolaan stres, dan hubungan sosial yang lebih sehat.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 (2025): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 10 No. 1 (2025): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 9 No 2 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 9 No. 2 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 9 No 1 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 9 No. 1 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 8 No. 2 (2023): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 8 No 2 (2023): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 8 No 1 (2023): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 7 No 2 (2022): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 7 No. 2 (2022): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 7 No 1 (2022): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 7 No. 1 (2022): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 6 No 2 (2021): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 6 No. 2 (2021): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 6 No 1 (2021): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 6 No. 1 (2021): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 5 No 2 (2020): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 5 No 1 (2020): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 4 No 2 (2019): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 4 No 1 (2019): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 3 No 2 (2018): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 3, No 2 (2018): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 3, No 1 (2018): PSIKOLOGI Vol 3 No 1 (2018): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 2, No 2 (2017): PSIKOLOGI Vol 2 No 2 (2017): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 2, No 1 (2017): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 2 No 1 (2017): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 1 No 2 (2016): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 1, No 2 (2016): Psychopedia Vol 1 No 1 (2016): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 1, No 1 (2016): Psychopedia More Issue