cover
Contact Name
Jurnal Crystal
Contact Email
crystaljurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
crystaljurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ikan Tongkol No. 22 Kertosari, Banyuwangi
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya
ISSN : -     EISSN : 26857065     DOI : https://doi.org/10.36526/jc
Jurnal crystal merupakan jurnal yang diterbitkan oleh program studi kimia Universitas PGRI Banyuwangi. Jurnal ini memuat dan menerbitkan jurnal yang sesuai dengan bidang ilmu kimia murni dan terapannya yang terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan maret dan september. adapun penerbitan jurnal didasari dengan komitmen pada kelayakan penulisan artikel ilmiah, prosedur dan format penulisan, dan kontinuitas publikasi.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
SKRINING POTENSI EKSTRAK KULIT JANTUNG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca Linn.) SEBAGAI ZAT ANTIBAKTERI Rahmah, Vindi Annisa; Kurniawan, Agung; Rizki, Widya Twiny; Lestari, Siti Marwah; Khutami, Chindiana
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 7 No. 2 (2025): Literasi Artikel Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v7i2.6086

Abstract

Abstract Indonesian Food and Drug Authority or BPOM no longer recommends the use of synthetic preservatives due to their toxic properties and potential carcinogenic risks. One of the natural ingredients that is potential as a natural preservative is the peel of kepok banana blossom (Musa paradisiaca Linn.), which is known to contain secondary metabolites with microbial activity, including steroids, terpenoids, saponins, tanning, alkaloid, flavonoids, and phenols. This study aim to determine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) in Staphylococcus aureus bacteria. The peel extract of kepok banana blossom (Musa paradisiaca Linn.) was obtained by maceration with a mixture of 96% ethanol: 3% Citric Acid (85:15) solvent. Concentration of extract varied from 12.5%; 25%; 50%; until 100%, it is used for antibacterial activity test in which aquadest as a negative control and Chloramphenicol as a positive control. The Minimum Inhibitory Concentration (MIC) test was conducted using the liquid macrodilution method and the Minimum Bactericidal Concentration (MBC) test was conducted using the spread method. The Minimum Inhibitory Concentration (MIC) value was obtained at a concentration of 50% and the Minimum Bactericidal Concentration (MBC) value was obtained at a concentration of 100%. The peel extract of Kepok banana blossom (Musa paradisiaca Linn.) with a concentration of 50% was able to inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria and with a concentration of 100% was able to kill Staphylococcus aureus bacteria. Keywords: kepok banana blossom peel extract, natural preservatives, antibacterial acitivity test Abstrak Badan Obat dan Makanan atau BPOM telah menyarankan untuk menghindari penggunaan bahan pengawet sintesis karena cenderung toksi dan karsinogenik. Salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai pengawet alami yaitu kulit jantung pisang kepok (Musa paradisiaca Linn.), yang diketahui mengandung metabolit sekunder yang berfungsi sebagai senyawa antimikroba diantaranya steroid, terpenoid, saponin, tanin, alkaloid, flavonoid dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) pada bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak kulit jantung pisang (Musa paradisiaca Linn.) diperoleh dengan cara maserasi dengan pelarut yang terdiri dari campuran etanol 96% : Asam Sitrat 3% (85:15). Variasi konsentrasi ekstrak dibuat untuk pengujian aktivitas antibakteri dari 12,5%; 25%; 50%; hingga 100%, aquades sebagai kontrol negatif dan Kloramfenikol sebagai kontrol positif. Uji Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dilakukan dengan metode makrodilusi cair dan uji Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) dilakukan dengan metode sebar (spread). Nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) didapatkan pada konsentrasi 50% dan nilai Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) didapatkan pada konsentrasi 100%. Berdasarkan hasil penelitian ini, ekstrak kulit jantung pisang (Musa paradisiaca Linn.) dengan konsentrasi 50% diketahui mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan dengan konsentrasi 100% mampu membunuh bakteri Staphylococcus aureus. Keywords: ekstrak kulit jantung pisang, pengawet alami, uji aktivitas antibakteri
EKSPLORASI ZAT WARNA ALAMI DARI TUMBUHAN LOKAL MENGGUNAKAN TEKNIK DECOCTION DAN APLIKASINYA PADA KAIN KATUN Setyaningsih, Sri; Indri Susanti; Siska Ayu Wulandari; Binar Ayu Dewanti
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 7 No. 2 (2025): Literasi Artikel Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v7i2.6109

Abstract

Industri tekstil merupakan salah satu penyumbang utama pencemaran lingkungan, terutama akibat penggunaan zat warna sintetis yang bersifat toksik dan tidak dapat terurai secara hayati. Sebagai alternatif, zat warna alami yang berasal dari bahan nabati menawarkan solusi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi warna dari delapan sumber tanaman lokal, yaitu Tectona grandis (daun jati), Psidium guajava (daun jambu biji), Mangifera indica (daun mangga), Carica papaya (daun pepaya), Vitex pinnata (kulit kayu mauni), Cocos nucifera (sabut kelapa), dan Morinda citrifolia (akar mengkudu) saat diaplikasikan pada kain katun tanpa penggunaan mordant. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui eksperimen laboratorium yang melibatkan tahapan persiapan, ekstraksi menggunakan metode dekoksi, dan aplikasi langsung zat warna pada kain katun. Observasi dilakukan terhadap karakteristik visual warna yang dihasilkan serta hubungannya dengan kandungan fitokimia masing-masing bahan tumbuhan, seperti flavonoid, tanin, antosianin, dan senyawa fenolik. Hasil penelitian menunjukkan intensitas dan variasi warna yang beragam pada kain katun, yang mengindikasikan potensi beberapa spesies tumbuhan untuk dikembangkan sebagai pewarna tekstil alami. Studi ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan awal teknologi pewarnaan berbasis hayati lokal yang selaras dengan prinsip tekstil ramah lingkungan dan kimia hijau.
RORANO: KOMBINASI EKSTRAK DAUN INSULIN (COSTUS IGNEUS), KUNYIT (CURCUMA LONGA L.), DAN BIJI PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Tuara, Zulkifli; Fitriana Ibrahim; Rizky Gusti Pratiwi; Nur Fita Adistianingsih Naser; Feni Sari Afriani
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 7 No. 2 (2025): Literasi Artikel Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v7i2.6114

Abstract

Senyawa reaktif yang memiliki elektron tidak berpasangan dikenal sebagai radikal bebas. Stres oksidatif, yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan dianggap sebagai faktor penyebab sejumlah penyakit degeneratif, termasuk diabetes melitus, kanker, gangguan kardiovaskular, dan kondisi neurodegeneratif, dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan antioksidan selama proses metabolisme. Zat bioaktif dengan efek farmakologis, termasuk aktivitas antioksidan alami, telah ditemukan dalam ekstrak daun insulin ( Costus Igneus ), kunyit ( Curcuma longa L. ) dan biji pala ( Myristica fragrans Houtt ). Untuk menilai kemampuan antioksidan dari ekstrak individu dan campuran yang dibuat menggunakan formula A dan B, tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung nilai IC 50. Untuk mengukur aktivitas antioksidan, digunakan teknik 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Daun insulin, kunyit, dan biji pala menghasilkan ekstrak etanol dengan rendemen masing-masing 25,2%, 29,6%, dan 29,2%. Semua ekstrak mengandung senyawa fenolik, flavonoid, dan alkaloid, berdasarkan skrining fitokimia. Formula A dan formula B menunjukkan nilai IC50 masing -masing 113,98 µg/mL dan 108,74 µg/mL, sedangkan nilai IC50 untuk daun insulin, kunyit, dan biji pala masing-masing adalah 106,96 µg/mL, 117,90 µg/mL, dan 108,14 µg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat variasi yang signifikan antara nilai IC50 masing- masing ekstrak dan campurannya. Oleh karena itu, penelitian tambahan harus dilakukan untuk memeriksa potensi efek sinergis terkait dengan regenerasi antioksidan, mekanisme pembersihan ekstrak radikal radikal, dan stabilitas serta ketersediaan bahan aktif hayati.
PEMISAHAN GLISERIDA-GLISERIDA SISA DARI ASAM LEMAK HASIL LIPOLISIS Dinda Rizka Fadhillah; Astri Nur Istyami; Sry Wahyuni
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 7 No. 2 (2025): Literasi Artikel Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v7i2.6132

Abstract

Produksi asam-asam lemak hasil lipolisis minyak sawit dapat diperoleh diatas 60%. Proses pemisahan gliserida-gliserida sisa dari asam-asam lemak hasil lipolisis harus dikembangkan untuk mendukung paket teknologi penyediaan asam-asam lemak dalam industri oleokimia dan juga dalam pembuatan ester metil asam-asam lemak. Ekstraksi dengan pelarut merupakan proses pemisahan yang tepat untuk memisahkan gliserida sisa dari asam-asam lemak karena gliserida memiliki titik didih yang sangat tinggi. Pelarut yang digunakan adalah diklorometan, dietil eter campuran diklorometan-dietil eter, dan asetonitril. Ekstraksi dioperasikan pada suhu 40-45oC selama 15-30 menit dan diaduk dengan putaran sebesar 150-200 rpm. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ekstraksi hasil lipolisis pelarut diklorometan-dietil eter tak menunjukkan hasil-hasil yang memuaskan. Hasil yang paling bagus menghasilkan angka asam ekstrak dan rafinat 131,8 dan 172,7 mg KOH/g sampel. Dari hasil penelitian yang diperoleh, penggunaan asetonitril dipandang paling layak untuk ditelusuri lebih lanjut dengan angka asam ekstrak dan rafinat sebesar 157,5 dan 62,6 mg KOH/g sampel.
PHYTOCHEMICAL PROFILE AND ANTIOXIDANT POTENTIAL OF ETHANOL EXTRACT FROM GATAL LEAVES (Laportea Decumana) OF MALUKU Simra, Semuel; Nikmans Hattu; Jolantje Latupeirissa
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 7 No. 2 (2025): Literasi Artikel Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v7i2.6137

Abstract

Abstract This study aimed to evaluate the phytochemical profile and antioxidant activity of ethanol extract from Gatal leaves (Laportea decumana) sourced from Maluku. Dried leaf powder was extracted with 96% ethanol over three cycles of 24 hours, followed by concentration using a rotary evaporator. Qualitative phytochemical screening confirmed the presence of phenols, flavonoids, alkaloids, tannins, and terpenoids, while saponins and steroids were not detected. Phenols and flavonoids were identified as the dominant bioactive compounds responsible for strong antioxidant properties. Antioxidant activity was assessed using the DPPH assay, yielding an IC₅₀ value of 55.31 ppm slightly higher than the positive control, vitamin C (IC₅₀ = 47.20 ppm) indicating potent free radical scavenging ability. These findings confirm that the ethanol extract of Gatal leaves is rich in bioactive phytochemicals, particularly antioxidants, and holds significant potential as a natural raw material for the development of herbal or nutraceutical products.
CATALYTIC HYDROTHERMAL LIQUEFACTION OF BOTRYOCOCCUS BRAUNII: ENHANCING BIO-CRUDE OIL YIELD AND QUALITY Said Hanief; Laras Prasakti; Arief Budiman
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 7 No. 2 (2025): Literasi Artikel Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v7i2.6139

Abstract

Indonesia's high population density has led to a rapidly growing energy demand. In response, the government is compelled to increase energy production. However, the scarcity of natural resources in the country has prompted the development of alternative energy sources, particularly biomass. Advances in biomass conversion technology have now reached the third generation, which offers the benefit of not competing with food supply. Among the most promising third-generation biomass sources is microalgae. One effective method for converting microalgae into bio-oil is catalytic hydrothermal liquefaction (HTL). This technique enhances both the yield and quality of bio-oil, potentially making its properties comparable to those of crude oil. The present study investigates the influence of catalyst addition in the HTL process on the characteristics of the resulting bio-crude oil. Experiments were conducted using a batch reactor with a silica-alumina catalyst, at different temperatures (200°C, 225°C, and 250°C) and catalyst loadings (4%, 5%, and 6%). The catalytic HTL process produced four distinct product phases: bio-oil, aqueous phase, gas, and solid residue. Analysis using Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS) revealed that the highest hydrocarbon content nearly 40% was obtained with the addition of 6% catalyst. Additionally, increasing catalyst loading was found to improve bio-oil quality.
PEMBUATAN Dye (Zat Warna) BERBAHAN DASAR KUBIS MERAH (Brassica Oleracea L.) DENGAN METODE MASERASI Wardah Nabila Putri; Sherly Kasuma Warda Ningsih
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 7 No. 2 (2025): Literasi Artikel Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v7i2.6149

Abstract

DSSC fabrication using expensive and difficult to obtain synthetic dye sensitizers can be overcome by utilizing natural dyes from red cabbage. Dye or dye functions as a compound that absorbs sunlight. This study aims to explore the characteristics of anthocyanin pigments extracted from natural materials, namely red cabbage (Brassica Oleracea) as a dye-sensitizer in Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) type solar cells. Anthocyanin pigments were chosen because of their ability to absorb light in a broad spectrum, their environmentally friendly nature, and their abundant availability in nature. Pigment extraction was carried out using 70% ethanol solvent and characterization was carried out using Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) and UV-Visible (UV-Vis). The results of the FTIR analysis showed anthocyanin. UV-Vis analysis showed an absorption peak at a wavelength of 323 nm. The results of this study indicate that anthocyanin pigments from natural materials have the potential as effective and environmentally friendly dye-sensitizers in the development of DSSC
INOVASI PEMBUATAN DAN ANALISA MUTU PRODUK NUTRACEUTICAL FOOD BUAH NAGA MERAH (Hylocereus Polyrhizus) DENGAN METODE OVEN DRYER : Inovasi Nutraceutical Food Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Nur Maa'idah, Ulfa; Nahnu Anshorudin; Zalfa’ Regita Destinia
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 7 No. 2 (2025): Literasi Artikel Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v7i2.6159

Abstract

Pembuatan produk nutraceutical buah naga merah (Hylocereus Polyrhizus) dengan metode oven dryer dengan pengeringan pada suhu optimal untuk mempertahankan kandungan nutrisi dan antioksidan yang dimilikinya. Metode ini dipilih karena efisiensi dalam menguapkan air, tanpa merusak komponen aktif buah naga merah (Hylocereus Polyrhizus), sehingga diharapkan dapat menghasilkan produk dengan kualitas mutu tinggi yang memenuhi syarat kadar air, kandungan vitamin dan mineral. Proses pembuatan nutraceutical ini, dilakukan dengan tahapan trial and error sampai produk yang dihasilkan layak konsumsi . Kemudian setelah mendapatkan teknik dan suhu yang sinkron dengan waktu pemanasan, maka produk tersebut di buat dalam jumlah yang cukup untuk melalui uji hedonic sebagai evaluasi organoleptis, yang meliputi penerimaan pada bentuk, warna,bau dan rasa. Analisa mutu dilakukan untuk mengetahui produk akhir memenuhi standar nutraceutical dengan fokus pada stabilitas organoleptis (warna, rasa), dan yang paling penting kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Metode yang digunakan pda penelitian ini yaitu random sampling, yang meliputi 4 uji mutu SNI 01-3710-1995. Hasil dari ke-empat uji tersebut adalah : 1) Uji Organoleptis, warna kecoklatan, rasa buah naga, bau seperti kismis, 2) Uji kadar air, diperoleh hasil kadar air 12,181 %, dan dinyatakan memenuhi syarat maks 31% 3) Uji Bahan Tambahan Makanan : Pemanis, Pewarna, dan Pengawet dinyatakan negatif dan dinyatakan memenuhi syarat, 4) Uji Cemaran Mikroba (Eschericia coli) diperoleh nilai rata-rata 3 APM/g, dinyatakan memenuhi syarat SNI (Maks 3 APM/g) 5. Uji lainnya terhadap produk ini ada empat, adalah 1) Uji pH, dilakukan untuk mengetahui pH produk yaitu rata-rata pH 5,3, sebagai tahap awal untuk mengetahui ketahanan produk terhadap cemaran mikroba dan jamur. 2) Uji Kadar Vitamin C diperoleh dengan nilai rata-rata 0,08% 3) Uji Kadar Karbohidrat, dengan perhitungan gula total diperoleh kadar rata-rata 20,0% 4) Uji Skrining Fitokimia diperoleh hasil Flavonoid (Positif), Tanin (Positif), Alkaloid (Positif), Terpenoid (Negatif), Saponin (Negatif). Dari hasil keseluruhan uji yang sudah dilakukan pada produk buah naga merah kering, dapat disimpulkan bahwa : 1) Produk ini memenuhi empat persyaratan uji mutu SNI 01-3710-1995 2) Dari tahapan proses pembuatan produk yang dibuat, dan dari hasil uji mutu tambahan, dapat dinyatakan bahwa produk tersebut masih memiliki kandungan vitamin, zat gizi makronutrien (karbohidrat) dan antioksidan dari hasil uji skrining fitokimia, sebagai salah satu syarat dinyatakan layak di nyatakan sebagai produk “Nutraceutical Food”
ADSORBSI PEROKSIDA MINYAK JELANTAH DENGAN HIDROKSIAPATIT ASAL TULANG AYAM: PENGARUH ALKALINITAS AKTIVATOR Nurfiansyah, Nurfiansyah; Srinanda Israwati
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 7 No. 2 (2025): Literasi Artikel Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v7i2.6185

Abstract

Peroksida merupakan senyawa reaktif yang umumnya terbentuk pada minyak jelantah akibat interaksi antara minyak goreng dan oksigen selama proses pemanasan. Hidroksiapatit yang berasal dari tulang ayam memiliki potensi signifikan untuk menghilangkan peroksida karena struktur berporinya serta adanya gugus aktif yang melimpah yang mampu mengikat molekul peroksida. Kapasitas adsorpsi hidroksiapatit berbasis tulang ayam dapat ditingkatkan melalui penghilangan hambatan pada struktur porinya. Dalam penelitian ini, natrium hidroksida (NaOH) digunakan sebagai aktivator kimia dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% (b/v). Nilai peroksida ditentukan sesuai dengan prosedur yang tercantum dalam SNI 2902:2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi NaOH optimal adalah 15%, yang menghasilkan kapasitas adsorpsi tertinggi sebesar 19,7820%.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN HIDROLISAT PROTEIN TULANG IKAN SELAR BENTONG (Selar Crumenophthalmus) HASIL HIDROLISIS ENZIM PAPAIN Hadji, Fitri; Botutihe, Deasy N.; Najmah, Najmah; Bialangi, Nurhayati; Kunusa, Wiwin Rewini
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 7 No. 2 (2025): Literasi Artikel Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v7i2.6186

Abstract

Ikan selar bentong (Selar crumenophthalmus) merupakan salah satu ikan pelagis kecil yang banyak terdapat di perairan Gorontalo dan memiliki nilai ekonomis penting. Hasil perikanan samping berupa tulang ikan masih jarang dimanfaatkan, meskipun kandungan proteinnya cukup tinggi dan berpotensi menghasilkan produk bernilai fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi hidrolisat protein tulang ikan selar bentong serta mengaktifkan aktivitas antioksidannya. Hidrolisis dilakukan menggunakan enzim papain dengan konsentrasi 2%, 4%, dan 6% selama 4 jam pada kondisi optimal. Parameter yang dianalisis meliputi kadar protein, derajat hidrolisis, uji kualitatif asam amino, serta aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein tulang ikan meningkat dari 10,47% pada kondisi mentah menjadi 33,19% pada konsentrasi enzim 2%, 35,08% pada konsentrasi 4%, dan 37,35% pada konsentrasi 6%. Nilai derajat hidrolisis juga meningkat dengan penambahan enzim, dengan nilai tertinggi 83,16% pada konsentrasi 6%. Aktivitas antioksidan terbaik ditunjukkan pada konsentrasi enzim 6% dengan nilai IC50 sebesar 0,98 mg/mL, mendekati vitamin C (0,12 mg/mL). Simpulan dari penelitian ini adalah hidrolisat protein tulang ikan selar bentong berpotensi sebagai sumber antioksidan alami yang dapat diterapkan dalam pengembangan fungsional pangan maupun suplemen kesehatan. Kata kunci : ikan selar bentong, protein hidrolisat, papain, antioksidan, ABTS

Page 11 of 13 | Total Record : 122