cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 24433918     EISSN : 25804766     DOI : -
Jurnal Membaca memuat hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
KAJIAN PRAGMATIK BAHASA IKLAN DAN PEMANFAATANNYA BAGI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Aditya Pratama
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v6i1.10617

Abstract

The rapid development of communication needs have enabled language also experienced significant developments in terms of delivery.Language is not only conveyed face-to-face, but language containing certain information is conveyed through the mass media.One example of information delivery through mass media, is advertising. Advertising is used to convey a message to manufacturers about a particular product or service with the aim of influencing the public so that they are interested in buying the products or services offered.These ads form the image of the advertised product. In the creation of advertisements, manufacturers try to convey a message to consumers in the form of a meaningful symbol, namely language.However, so far the language used as a means of communication in advertising has its own meaning, so that some people will not directly understand the meaning of the advertisement.This can be influenced by the form of advertising design expressed in various ways in order to achieve the target to be targeted.Based on this, the use of varied advertising language is interesting to research.By utilizing the development of pragmatic science, this paper seeks to describe the use of advertising language and its implementation as teaching materials for writing in high school.
MODEL ANALISIS PEMBUKTIAN PIDANA HOAKS DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA DI INDONESIA Bachari, Andika Dutha
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v5i2.8775

Abstract

Maraknya Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong Dalam Dua tahun terakhir meningkat tajam.  Data yang dirilis oleh Direktorat Tindak Pidana Siber penanganan kasus penyebaran pemberitahuan dan/atau berita bohong meningkat tajam, sekitar 2609 kasus dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 624 kasus.  Dalam satu tahun terjadi peningkatan sebesar 418%.  Kepolisian Republik Indonesia sangat berkomitmen untuk melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku penyebaran berita bohong (fake news).karena hoax news yang tersebar viral menuntut ongkos sosial yang sangat mahal  dengan logika itu, Polri telah menetapkan penanganan rtindak pidana penyebaran bohong sebagai prioritas di setiap tahun. Dalam praktik penanganan perkara penyebaran pemberitahuan bohoong, ya, POLRI mutlak membutuhkan ahli bahasa didalam proses penyidikan yang dilakukannya karena pada umumnya barang bukti uang diajukan kepada polisi berupa data kebahasaan, baik lisan maupuun tulisan  untuk mengungkap dengan jelas apakah suatu perkara yang dilaporkan dengan aduan penyebaran berita bohong yang diprosesberdasarkan  sistem peradilan pidana di Indonesia sebagaimana diamanatkan Pasal 184 KUHAP mengatur ketentuntuan bahwa penyidik berhak memanggil ahli di dalam prposes penyidikan agar perkara yang tengah ditangani menjadi terang dan tertangkap pelakunya  dengan memperhatikan persoalan seperti yang telah dikemukakan. Kajian ini akan  berupaya untuk mengembangkan model pembuktian rindak pidana penyebaran berita bohong berbasis teori pragmatik, khususnya teori yang digagas oleh Austin (1962); Recanati (1986). Sementara itu,  Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode deskriptif dengan desain pengembangan model, konsep, prosedur dan/atau langkah-langkah yang  dapat digunakan untuk membuktikan ada tidaknya unsur pidana dalam pemberitahuan/ berita bohong yang disampaikan oleh seseorang dalam peristiwa komunikasi tertentu (Speech event )  hasil analisis menunjukkan bahwa dalam menganalisis data kebahasaan yang dijadikan sebagai barang bukti terjadinya tindak pidana penyebaran berita bohong, seorang ahli bahasa yang ditugaskan yuntuk memberikan penjelasan kepada penyidik sudah semestinya  harus menenempatkan barang bukti  yang menjadi barang bukti terjadinya tindak pidana penyebaran hoax (kalimat/tuturan) sebagai unit analisis yang termasuk  sebagai tuturan konstatif,yaitu tuturan yang tidak berdimensiu tindakan(Verifikasi kebenaran informasi dalam barang bukti dapat dilihat melalui analisis aspek fonologi, morfologi, dan semantik.
PANDANGAN DAN SIKAP PEREMPUAN TERHADAP TOKOH PEREMPUAN Ade Husnul Mawadah; Dase Erwin Juansah; Ade Anggraini Kartika Devi
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v6i1.11145

Abstract

Dari beberapa film adaptasi, film Bumi Manusia menyita batin dan emosi perempuan karena novel tersebut mengangkat perjuangan seorang perempuan bernama Nyai Ontosoroh dalam mempertahankan harga dirinya sebagai perempuan pribumi (Indonesia) yang berada di lingkungan penjajah (Belanda). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memerikan pandangan dan sikap perempuan terhadap tokoh perempuan dalam film Bumi Manusia, sutradara Hanung Bramantyo. Metode yang digunakan ialah metode estetika resepsi dengan pendekatan eksperimental. Adapun data penelitiannya adalah 42 tanggapan penonton perempuan yang telah menonton film adaptasi novel Bumi Manusia Sutradara Hanung Bramantyo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penonton perempuan memiliki sensitivitas yang cermat dalam merespon tokoh perempuan dalam film Bumi Manusia.  Respons tersebut meliputi 1) tokoh perempuan yang paling berperan dalam menyuarakan persamaan hak, yakni 95,2 responden bersepakat jika Nyai Ontorosoh yang paling berperan dalam bersuara tentang persamaan hak perempuan. 2) Tokoh perempuan yang disukai, yakni 85,7% responden menyukai tokoh Nyai Ontorosoh. 3) Sikap Nyai Ontorosoh sebagai ibu dalam memperjuangkan hak asuh anaknya, yakni 97,6% responden menjawab setuju terhadap sikap tokoh Nyai Ontorosoh dalam memperjuangkan hak asuh anaknya (Annelies).  4) Pandangan atas kawin campur pribumi dan Belanda, yakni  61,9% responden setuju dengan praktik kawin campur antara Belanda dan Pribumi. 5) Sikap yang dipilih dalam memperjuangkan cinta, yakni  71,4% memilih jawaban melawan dengan berbagai cara untuk memperjuangkan cinta Annelies. 6) Keadilan yang diterima Nyai Ontorosoh, yakni sebanyak 88,1% responden beranggapan bahwa tokoh Nyai Ontorosoh tidak mendapatkan keadilan. 7) Pandangan atas praktik pergundikan di era kolonial, yakni  92,9% responden  tidak setuju terhadap praktik pergundikan . 8) Tokoh perempuan yang dipilih, yakni 61,9% memilih menjadi Annelies. 9) Sosok pendukung perjuangan Nyai Ontorosoh, yakni  88,1% responden beranggapan Nyai Ontorosoh dibantu  oleh orang lain dalam memperjuangkan kedudukannya sebagai perempuan pribumi. 10) Akhir perjuangan Nyai Ontorosoh, yakni sebanyak 64,3% menganggap perjuangan Nyai Ontorosoh tidak berhasil. Dari beberapa film adaptasi, film Bumi Manusia menyita batin dan emosi perempuan karena novel tersebut mengangkat perjuangan seorang perempuan bernama Nyai Ontosoroh dalam mempertahankan harga dirinya sebagai perempuan pribumi (Indonesia) yang berada di lingkungan penjajah (Belanda). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memerikan pandangan dan sikap perempuan terhadap tokoh perempuan dalam film Bumi Manusia, sutradara Hanung Bramantyo. Metode yang digunakan ialah metode estetika resepsi dengan pendekatan eksperimental. Adapun data penelitiannya adalah 42 tanggapan penonton perempuan yang telah menonton film adaptasi novel Bumi Manusia Sutradara Hanung Bramantyo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penonton perempuan memiliki sensitivitas yang cermat dalam merespon tokoh perempuan dalam film Bumi Manusia.  Respons tersebut meliputi 1) tokoh perempuan yang paling berperan dalam menyuarakan persamaan hak, yakni 95,2 responden bersepakat jika Nyai Ontorosoh yang paling berperan dalam bersuara tentang persamaan hak perempuan. 2) Tokoh perempuan yang disukai, yakni 85,7% responden menyukai tokoh Nyai Ontorosoh. 3) Sikap Nyai Ontorosoh sebagai ibu dalam memperjuangkan hak asuh anaknya, yakni 97,6% responden menjawab setuju terhadap sikap tokoh Nyai Ontorosoh dalam memperjuangkan hak asuh anaknya (Annelies).  4) Pandangan atas kawin campur pribumi dan Belanda, yakni  61,9% responden setuju dengan praktik kawin campur antara Belanda dan Pribumi. 5) Sikap yang dipilih dalam memperjuangkan cinta, yakni  71,4% memilih jawaban melawan dengan berbagai cara untuk memperjuangkan cinta Annelies. 6) Keadilan yang diterima Nyai Ontorosoh, yakni sebanyak 88,1% responden beranggapan bahwa tokoh Nyai Ontorosoh tidak mendapatkan keadilan. 7) Pandangan atas praktik pergundikan di era kolonial, yakni  92,9% responden  tidak setuju terhadap praktik pergundikan . 8) Tokoh perempuan yang dipilih, yakni 61,9% memilih menjadi Annelies. 9) Sosok pendukung perjuangan Nyai Ontorosoh, yakni  88,1% responden beranggapan Nyai Ontorosoh dibantu  oleh orang lain dalam memperjuangkan kedudukannya sebagai perempuan pribumi. 10) Akhir perjuangan Nyai Ontorosoh, yakni sebanyak 64,3% menganggap perjuangan Nyai Ontorosoh tidak berhasil. 
PELANGGARAN KESANTUNAN BERBAHASA DALAM DIALOG INTERAKTIF MATA NAJWA TRANS 7 EPISODE RAGU-RAGU PERPU Ariyani, Ni Wayan Eka
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v5i2.8189

Abstract

A resource person invited to a TV program should use good and polite language. However, there are still some speakers who use language that is not exemplary by the community. This study attempts to examine violations of politeness in language in an interactive dialogue Mata Najwa Trans 7episode Ragu-Ragu Perpu. This study aims to describe the shape and purpose of speech participants in violating language politeness. This research is a qualitative descriptive study. Data collection is done by listening and note-taking. The results of this study indicate that: (1) there is a violation of the maxim of praise, humility, agreement, generosity, and sympathy in interactive dialogue Mata Najwa Trans 7 episode Ragu-Ragu Perpu; 2) the violation is committed with the intention of defending the opinion of the speaker, opposing the opinion of the speech partner, boasting of the speaker, insinuating, criticizing, and cornering the speech partner. Therefore, the resource persons should be able to use good and polite language so as not to hurt the feelings of the speech partner.
MAKNA SIMBOLIS DALAM NOVEL LAYAR TERKEMBANG Hanafi Hanafi; Akhmad Baihaqi
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v6i1.10703

Abstract

This study is aiming to investigate (1) the symbolic meaning of the protagonist in Sutan Takdir Alisyahbana's novel of Layar Terkembang; (2) the symbolic meaning of the title of Layar Terkembang novel; and (3) the difference between the symbolic meaning of the former Layar Terkembang novel and its current one. This study used qualitative method.  The results of this study prove that the figure of Maria is a symbolic meaning of past traditional Indonesian culture; meanwhile, the figure of Tuti is a symbolic meaning of modern Indonesian culture, sophisticated to Western-style, dynamic industrialization, and high emancipation. Then, the title of Layar Terkembang is a symbol of efforts to develop intellectualism, industrialization, individuality, science and technology, and information and communication to sophisticated systems. The study also proves that the former Layar Terkembang used to be based on the spirit for Indonesian independence; now is based on the spirit to develop the country in various fields.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS ICT MATA KULIAH APRESIASI & KAJIAN DRAMA INDONESIA UPAYA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA MASA PANDEMI COVID-19 Farid Ibnu Wahid; Ilmi Solihat
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v6i2.13092

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development), yaitu pengembangan bahan ajar berbasis teknologi informasi pada mata kuliah Struktur Apresiasi Drama Indonesia di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan materi pembelajaran berbasis TIK mata kuliah Apresiasi dan Drama Indonesia untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa jurusan pendidikan bahasa Indonesia FKIP UNTIRTA pada masa pandemi Covid-19. Fokus penelitian adalah mengembangkan materi dengan menggunakan TIK yaitu berupa video pembelajaran dengan menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang telah dibuat enam tahap; potensi dan masalah, pengumpulan informasi, desain produk, validasi desain, revisi produk, dan uji coba produk (uji coba terbatas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahan Ajar Berbasis TIK menurut Ahli Media menyatakan 79% (Cukup), Ahli Materi 87,13% (Sangat Layak), dan Ahli Bahasa 76% (Layak), dengan rata-rata 80,71% (Layak).
SASTRA ANAK UNTUK TRANSFORMASI SOSIAL Abdul Rosyad; Arip Senjaya
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v6i2.13066

Abstract

Penelitian ini berangkat dari masalah-masalah sosial yang tengah dihadapi dan sastra menurut para ahli yang kami gunakan merupakan salah satu solusi untuk mengamankan “manusia masa depan” sehingga lebih baik dari kondisi manusia-manusia sekarang. Dengan membaca sumber-sumber teori pendidikan karakter dan pendidikan untuk transformasi sosial dari sumber-sumber pendidikan seni dan pendidikan sastra, dapatlah dijalin masalah yang dihadapi Barat dan Timur (dalam hal ini Indonesia). Metode penelitian ini analisis teori dan merefleksikan teori-teori tersebut terhadap pandangan-pandangan para peneliti di Indonesia yang kami pilih dari beragam artikel jurnal.
KOMPENTENSI GURU DALAM MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA PEMBELAJARAN SASTRA Ratu Anggia Intan Monica
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v6i2.11450

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan kompetensi guru dalam suatu pembelajaran yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kondisi pembelajaran sastra saat ini harus mendapat perhatian lebih baik di masyarakat maupun di sekolah sebagai sarana pembelajaran sastra. Begitupun penggunaan media pembelajaran sastra bagi guru di sekolah dasar. Hal penting yang harus diperhatikan oleh guru yaitu keterampilan dalam menggunakan media pembelajaran. Dengan adanya media, guru akan lebih mudah memberi pembelajaran sastra.  Adapun media pembelajaran yang dapat di aplikasikan guru dalam pembelajaran sastra yaitu media lagu, media visual, media video, dan media alam.  
EVALUASI PROGRAM MODEL CIPP PADA PROSES PEMBELAJARAN MKU BAHASA INDONESIA Yuliarti Yuliarti; Erwin Salpa Riansi; Achmad Sultoni; Suhailee Sohnui; Sumarwati Sumarwati
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v6i2.13005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi model CIPP (Contexs, Input, Prosess, Product) yang diterapkan di UNTIRTA, mengevaluasi hasil belajar mahasiswa pada MKU Bahasa Indonesia dan mendeskripsikan keefektifan pembelajaran MKU Bahasa Indonesia menggunakan evaluasi model CIPP di UNTIRTA. Efektif atau tidak dalam pembelajaran ditunjukkan dari hasil ketercapaian pembelajaran dibandingkan dengan pembelajaran sebelumnya. Jenis Penelitian ini menggunakan kualitatif, untuk mencapai hasil pembelajaran yang efektif evaluasi model CIPP perlu dilakukan. Sumber data penelitian yaitu dosen MKU Bahasa Indonesia, wakil bidang kurikulum, serta Ketua prodi. Observasi, wawancara dan dokumentasi merupakan metode pengumpulan data yang digunakan. Hasil observasi dianalisis secara kuantitatif, sedangkan data dari dokumentasi dan wawancara dianalisis kualitatif deskriptif. Berdasarkan data dalam penelitian ini dihasilkan penelitian evaluasi CIPP dalam pembelajaran MKU Bahasa Indonesia telah memenuhi syarat pelaksanaan dan pembelajaran cukup efektif.
MAKNA MIMPI DALAM CERPEN PEREMPUAN PATAH HATI YANG KEMBALI MENEMUKAN CINTA MELALUI MIMPI DALAM KAJIAN SEMIOTIKA Ricky Sukandar; Burhan Sidik
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v6i2.11160

Abstract

Makna Mimpi dalam Cerpen Perempuan Patah Hati Yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi Dalam Kajian Semiotika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur cerpen Perempuan Patah Hati Yang menemukan Cinta Melalui Mimpi dengan teori semiotika, yaitu mengkaji penanda dan petanda dalam cerpen tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keingintahuan memaknai cerpen-cerpen Eka Kurniawan yang sarat makna dan tanda, yang cerpen-cepernnya kadang absurd dan surealis, kususnya tentang makna mimpi melalui tafsir semiotika. Penelitian ini adalah penelitian deskripsi analitis. Data penelitian ini adalah teks cerpen perempuan patah hati yang kembali menemukan cinta melalui mimpi karya eka kurniawan dalam kumpulan cerpen Perempuan patah hati yang kembali menemukan cinta melalui mimpi. Cerpen tersebut menceritakan seorang perempuan yang gagal menikah kemudian dia dihantui mimpi tentang seorang pria yang mencintainya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik baca dan teknik catat. Hasil penelitian berupa data-data yang terkait simbolisasi menurut peirce yaitu berupa ikon, indeks dan simbol yang terdapat dalam cerpen tersebut. Ikon adalah tanda dalam pandangan Charles Sanders Peirce yang mewakili cerminan atau kesamaan pada objeknya kemudian Indeks adalah tanda yang mewakili hubungan sebab akibat sedangkan Simbol adalah tanda yang memiliki ikatan konvensional dalam teori semiotika Charles Sanders Peirce. Berdasarkan analisis dan pembahasan hasil penelitian cerpen Eka Kurniawan terdapat ikon berupa ikon tempat, yaitu Pangandaran.  Terdapat indeks berupa indeks mimpi, yaitu pemuda yang berlalri di pantai, selanjutnya terdapat simbol berupa simbol anjing dan simbol pantai.

Page 11 of 21 | Total Record : 207