cover
Contact Name
Hedrikson Marnes Ander
Contact Email
pppm.polnustar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pppm.polnustar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kepulauan sangihe,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Tatengkorang
ISSN : 25958905     EISSN : 2655285X     DOI : 10.54484
Tulisan yang diangkat dari hasil pengabdian masyarakat dibidang perikanan dan kebaharian, kesehatan, teknik komputer dan komunikasi.
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
PELATIHAN MEDIA PEMBELEJARAN ONLINE BERBASIS OPEN SOURCE di SMPN 3 MANGANITU Silangen, Miske; Sakur, Stendy Budi Hartono
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v7i2.462

Abstract

Situasi Pandemi covid-19 yang terus berkepanjangan berdampak pada dunia pendidikan. Situasi tersebut mampu mengubah kebiasaan manusia dalam beraktifitas. Salah satunya adalah mengubah proses belajar mengajar dari offline menjadi online. Dalam melakukan proses belajar mengajar secara online, maka harus dibarengi dengan pengetahuan akan teknologi inofmasi. Bagi sebagian orang, belajar secara online merupakan suatu hal yang baru sehingga banyak hal yang harus dipelajari dan dikuasai baik dari segi penggunaan perangkat teknologi informasi maupun aplikasi yang digunakan. Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan bahwa mitra mengalami kendala dalam melakukan pembelajaran secara online, mulai dari kendala jaringan, media pembelajaran yang digunakan, bahkan kepememilikan perangkat teknologi informasi berupa smartphone atau laptop. Selain itu terbatasnya pengetahuan tentang jenis aplikasi open source dan cara menggunakannya. Berdasarkan masalah tersebut tim pengabdian kepada masyarakat Politeknik Negeri Nusa Utara melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan pelatihan tentang bagaimana memanfaatkan perngkat teknologi informasi dan aplikasi pendukung lainnya dalam meunjang proses pembelajaran secara online kepada siswa, guru dan staf. Hasil kegiatan ini mitra mampu menggunakan aplikasi google meet baik bertindak sebagai host maupun sebagai peserta. Selain itu mitra langsung melakukan praktik tentang bagaimana membagikan materi kepada peserta. Aplikasi penunjang lainnya yaitu WhatssApp yang digunakan dalam membagikan link di group masing-masing kelas sehingga guru tidak perlu membagikan link tersebut kepada setiap siswa tetapi dikirim sekali saja yaitu di grup kelas sehingga dapat menghemat waktu. Semua kegiatan bisa diikuti dan dilakukan dengan baik, sehingga pihak Sekolah SMPN 3 Manganitu merasakan manfaat dan keuntungan dari pelatihan tersebut yang dapat membantu terlaksanakanya pembelajaran secara online. The prolonged Covid-19 pandemic has had an impact on the world of education. This situation can change human habits in activities. One way is to change the teaching and learning process from offline to online. Carrying out the teaching and learning process online must be accompanied by knowledge of information technology. For some people, online learning is something new, so many things must be learned and mastered both in terms of the use of information technology devices and the applications used. Based on the results of a survey that has been conducted, partners experience problems in conducting online learning, starting from network constraints, the learning media used, and even ownership of information technology devices in the form of smartphones or laptops. In addition, limited knowledge about the types of open-source applications and how to use them. Based on this problem the community service team at the Nusa Utara State Polytechnic conducted community service to provide training on how to utilize information technology devices and other supporting applications in supporting the online learning process for students, teachers, and staff. As a result of this activity partners can use the Google Meet application both as hosts and as participants. In addition, partners directly practice how to distribute the material to participants. Another supporting application is WhatssApp which is used to share links in each class group so that the teacher does not need to share the link with each student but is sent only once, namely in the class group so that it can save time. All activities can be followed and carried out properly so that the SMPN 3 Manganitu School will feel the benefits and advantages of the training which can help carry out online learning.
PEMBERDAYAAN KELUARGA DAN PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN DALAM MENINGKATKAN KEBERSIHAN DIRI ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANGANITU Pangandaheng, Nansy Delia; Medea, Gitalia
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v7i2.534

Abstract

Penderita gangguan jiwa sering mengalami gangguan kebersihan diri seperti mandi, menggosok gigi, BAB dan BAK pada tempatnya. Keluarga sangat berperan penting dalam memenuhi kebutuhan perawatan penderita gangguan jiwa sehingga penderita mampu melakukan aktivitas kebersihan diri secara mandiri. Tujuan PKMS ini yaitu melatih keluarga merawat dan memandirikan pasien gangguan jiwa dalam melakukan aktivitas dan latihan seperti: mandi, berpakaian, menyisir rambut, menggunting kuku, mencuci tangan, melatih pasien toileting dengan benar. Tim pengabdi melakukan kunjungan rumah didampingi oleh pemegang program kesehatan jiwa dari Puskesmas Manganitu Kegiatan ini berjalan dengan baik melibatkan 8 orang pasien gangguan jiwa. Hasil yang diperoleh pada hari pertama delapan pasien dibantu oleh keluarga dan tim pengabdi, setelah hari kedua enam pasien dapat melakukan perawatan diri secara mandiri tetapi dua pasien masih belum bisa melakukan perawatan secara mandiri seperti memakai baju dan menggosok gigi. Dukungan keluarga akan terus membawa dampak yang baik kepada ODGJ dalam mempertahankan kebersihan diri. People with mental disorders often experience problems with personal hygiene, such as bathing, brushing their teeth, defecating and urinating properly. The family plays a very important role in meeting the care needs of people with mental disorders so that sufferers are able to carry out personal hygiene activities independently. The aim of this PKMS is to train families to care for and be independent of mental patients in carrying out activities and exercises such as: bathing, dressing, combing hair, cutting nails, washing hands, training patients to toilet properly. The service team conducted a home visit accompanied by mental health program holders from the Manganitu Health Center. This activity went well involving 8 mental patients. The results obtained on the first day eight patients were assisted by their families and service team, after the second day six patients were able to carry out self-care independently but two patients were still unable to carry out self-care such as wearing clothes and brushing their teeth. Family support will continue to have a good impact on ODGJ in maintaining personal hygiene
PERILAKU SEHAT DAN BERSIH PENGHUNI PANTI YAYASAN CINTA KASIH IBU TERESA SURABAYA Pratiwi Hermiyanti; Lembunai Tat Alberta; Darjati; Wisnu Istanto; Mujayanto; Khambali; Demes Nurmayanti; Hadi Suryono; Fitri Rokhmalia; Rachmaniyah; Iva Rustanti; Marlik; Putri Arida Ipmawati; Budi Yulianto
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v7i2.585

Abstract

Panti Yayasan Cinta Kasih (YCK) Ibu Teresa adalah salah satu panti berlokasi di Surabaya Barat yang merawat anak dan bayi serta orang tua lanjut usia yang membutuhkan perawatan dan pendidikan keluarga. Bantuan dari masyarakat sekitar terkait pangan sudah memenuhi kebutuhan di Panti YCK Ibu Teresa, namun pendidikan dasar kesehatan belum sepenuhnya diperoleh secara berkala bagi warga panti ini. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pengetahuan serta perilaku yang mendukung pendidikan dasar kesehatan pada anak dan orang tua lanjut usia. Metode pelaksanaan yang dilakukan berupa penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta penyuluhan cara menyikat gigi yang benar. Hasil pengabdian masyarakat penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan cara sikat gigi yang benar diikuti secara menyeluruh oleh warga YCK Ibu Teresa dan antusias dalam memberikan pertanyaan terkait materi yang diberikan. Diharapkan dalam waktu periodik dilakukan pengabdian masyarakat sejenis serta pelayanan kesehatan lainnya untuk merawat kesehatan warga YCK Ibu Teresa Surabaya. Yayasan Cinta Kasih (YCK) Ibu Teresa Orphanage is one of the orphanages located in West Surabaya that cares for children and babies as well as elderly parents who need family care and education. Assistance from the surrounding community regarding food has met the needs of the YCK Ibu Teresa Orphanage, but basic health education has not been yet fully provided on a regular basis for the residents of this orphanage. The purpose of this community service is to provide knowledge and behavior that supports basic health education for children and elderly parents. The implementation method used is in the form of counseling on Clean and Healthy Behavior (PHBS) as well as counseling on how to brush teeth properly. The results of the community service counseling on Clean and Healthy Behavior and the correct way to brush teeth were followed thoroughly by YCK Ibu Teresa residents, and enthusiastically ask questions related to the material presented. It is hoped that in the periodic time similar community service and other health services will be carried out to care health of YCK Ibu Teresa residents, Surabaya
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT PESISIR CEGAH KOMPLIKASI PENYAKIT DEGENERATIF DAN PINTAR P3K LAUT DI KAMPUNG KALASUGE KECAMATAN TABUKAN UTARA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE tuwohingide, yanli everson; Gobel, Iswanto
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v7i2.607

Abstract

Kampung Kalasuge terletak diwilayah Tabukan Utara Pulau Sangihe berjarak sekitar 25 km dari kota Tahuna dengan posisi kampung berada di tepi pantai dan mayoritas penduduk berprofesi sebagai Nelayan. Masalah kesehatan yang diidentifikasi yakni kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penanganan P3K dilaut dan tingginya angka Penyakit Degeneratif berupa Hipertensi dan Diabetes Militus yang berdampak pada potensi komplikasi berupa Penyakit Jantung Koroner yang merupakan pembunuh nomor 1 di Indonesia. Sehubungan dengan hal diatas tim pengabdi telah melakukan Pengabdian Kepada masyarakat pada tanggal 16 mei 2023, dalam bentuk skreaning penyakit degenerative serta dilanjutkan dengan pemberian materi tentang pencegahan komplikasi penyakit degenerative dan tindakan p3k dilaut yang telah diikuti oleh 30 peserta. Hasil yang ditemukan dalam skreaning yakni 76 Persen mengalami peningkatan kadar asam urat sementara dalam workshop didapatkan peningkatan pengetahuan sebanyak 43 Persen. Kegiatan ini telah dipublikasikan dalam media elektronik Sulut News.com serta ringkasan kegiatan dalam bentuk video. Kesimpulan dalam kegiatan ini yakni terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat serta komitmen dari seluruh elemen yang ada dikampung untuk melaksanakan pola hidup sehat. Kalasuge Village is located in North Tabukan area of ​​Sangihe Island, approximatelly 25 km from Tahuna town, with the position of the village being on the beach and the majority of the population working as fishermen. The health problems identified were the lack of public knowledge about how handling first aid at sea and the high rate of Degenerative Diseases as well as Hypertension and Diabetes Militus which have an impact on potential complications in the form of coronary heart disease which is the number 1 killer in Indonesia. Based on that, the community service team was conducted the event on May 16, 2023. That particular event started with the screening of 30 participants about the degenerative disesase and followed by health education about the prevention of complications of degenerative diseases and how to provide the first aid. The results of the screening showed that 76 Percent participants experienced an increase in uric acid levels. After the workshop, test result showed the knowledge of the participants were increased 43 Percent. This event has published in the electronic media North Sulawesi News.com also in youtube chanel of Polnustar. The conclusion in this activity is that there is an increase in community knowledge and commitment from all elements in the village to implement a healthy lifestyle.
PELATIHAN “PEKA BERAKSI” GUNA TERWUJUDNYA “REMAJA MELEK KESEHATAN DAN SOFT SKILL” PADA KELOMPOK REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANOMUUT DAN BENGKOL KOTA MANADO Simak, Valen Fridolin; Meo, Maria Lupita Nena
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v7i2.608

Abstract

Berkembangnya teknologi di saat ini sangat mempengaruhi pola perilaku dari remaja tersebut. Hal ini dibuktikan dengan terus meningkatnya masalah kesehatan remaja seperti perilaku seksual menyimpang, kebiasaan merokok, alkohol. Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi usia remaja dikarenakan usia remaja mendominasi seluruh agregat usia dengan jumlah penduduk terbanyak dan usia remaja juga merupakan penerus bangsa yang perlu dipersiapkan dari segi kesehatannya. Puskesmas sebagai target mitra yang dipilih adalah puskesmas Ranomuut dan Bengkol. Kedua mitra ini dipilih dikarenakan berada di pusat Kota Manado yang memiliki masalah yang kompleks berkaitan dengan kesehatan remaja. Permasalahan mitra yang dijumpai adalah minimnya keterjangkauan remaja untuk mencapai layanan kesehatan, minimnya pengetahuan berkaitan dengan Kesehatan reproduksi dan perilaku menyimpang pada usia remaja. Oleh karena itu melalui program kemitraan masyarakat PKM ini menawarkan solusi terkait dengan implementasi pelatihan “PEKA BERAKSI” PEndidikan Kesehatan, Kontrol orang tuA, pemBERdayaAn, Keterampilan NegosiaSI sehingga remaja dapat sadar akan kondisi kesehatannya dan juga latihan peningkatan terhadap kemampuan Soft Skill. Kegiatan PKM yang dilakukan berupa pendidikan kesehatan, pemberdayaan serta keterampilan. Proses kegiatan ini berlangsung selama 3 kali pertemuan dengan metode bervariasi yaitu ceramah, demonstrasi dan praktik. Hasil dari kegiatan ini terdapat perubahan signifikan pada pengetahuan dan sikap serta keterampilan remaja yang dapat dipraktikkan dengan baik. Oleh karena itu melalui kegiatan ini diharapkan remaja lebih peduli akan kondisi kesehatannya sehingga mampu memutus rantai keterlibatan remaja dengan perilaku seksual berisiko. The development of technology in the current era greatly influences the behavior patterns of adolescents. This is evidenced by the increasing health problems among adolescents, such as deviant sexual behavior, smoking habits, and alcohol consumption. This condition is a particular concern for the adolescent age group, as adolescents dominate the entire population with the largest number of people and they are also the future of the nation that needs to be prepared in terms of their health. The chosen target partners for this partnership program are the Ranomuut and Bengkol health centers. These partners were selected because they are located in the center of Manado City, which has complex health-related issues among adolescents. The issues encountered with these partners include the limited accessibility of adolescents to health services, lack of knowledge related to reproductive health, and deviant behavior among adolescents. Therefore, through this Community Partnership Program PKM, a solution is offered related to the implementation of the "PEKA BERAKSI" training program Health Education, Parental Control, Empowerment, and Negotiation Skills, so that adolescents can become aware of their health conditions and also improve their Soft Skills. The PKM activities consist of Health Education, empowerment, and soft skill training. This activity will take place over 3 meetings with various methods such as lectures, demonstrations, and practice. The results of this activity show significant changes in the knowledge, attitudes, and skills of adolescents that can be applied effectively. Therefore, it is expected that through this activity, adolescents will become more concerned about their health conditions and be able to break the chain of adolescents' involvement in risky sexual behaviors.
PKMS EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI PROMOSI KESEHATAN DI SMP NEGERI I KENDAHE KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Tatangindatu, Maryati Agustina; Umboh, Melanthon Jn; Rambi, Christien A
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v8i1.468

Abstract

Pengaruh semakin mudahnya paparan media audio-visual dapat diakses justru memancing remaja untuk melakukan kebiasaan-kebiaasaan yang tidak sehat. Hal ini membuat remaja memiliki kebiasaan berperilaku seksual berisiko tinggi. Kebiasaan tersebut dapat disebabkan oleh kebanyakan remaja belum memiliki ataupun kurang pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Tujuan pengabdian ini yaitu meningkatkan kesehatan reproduksi pada remaja melalui edukasi kesehatan reproduksi melalui promosi kesehatan di SMP Negeri I Kendahe Kabupaten Kepulauan Sangihe. Metode yang digunakan dengan memberikan penyuluhan kesehatan secara langsung. Adapun jumlah peserta sebanyak 24 peserta. Hasil validasi sebelum diberikan penyuluhan didapati peserta tidak ada yang mampu menjawab apa itu kesehatan reproduksi. Pemberian penyuluhan dilaksanakan selama 45 menit. Peserta sangat antusias ketika diberikan kesempatan untuk bertanya. Setelah selesai tanya jawab, tim melakukan validasi kembali pemahaman peserta tentang kesehatan reproduksi dan didapati peserta mampu menjawab pertanyaan yang diberikan. Dapat disimpulkan setelah dilakukan kegiatan PKMS Edukasi Kesehatan Reproduksi Melalui Promosi Kesehatan Di SMP Negeri I Kendahe Kabupaten Kepulauan Sangihe didapati terjadi peningkatan pemahaman sasaran tentang kesehatan reproduksi dari yang sebelumnya tidak tahu The effect of increasingly accessible exposure to audio-visual media actually provokes teenagers to adopt unhealthy habits. This makes teenagers have high-risk sexual behavior habits. This habit can be caused by most teenagers not having or lacking knowledge about reproductive health. The aim of this service is to improve reproductive health in adolescents through reproductive health education through health promotion at SMP Negeri I Kendahe, Sangihe Islands Regency. The method used is to provide direct health education. The number of participants was 24 participants. Validation results before being given counseling found that none of the participants were able to answer what reproductive health is. The counseling was given for 45 minutes. Participants were very enthusiastic when given the opportunity to ask questions. After completing the questions and answers, the team revalidated the participants' understanding of reproductive health and found that the participants were able to answer the questions given. It can be concluded that after carrying out the PKMS Reproductive Health Education through Health Promotion activities at SMP Negeri I Kendahe, Sangihe Islands Regency, it was found that there was an increase in the target's understanding of reproductive health from those who previously did not know
UPAYA PENINGKATAN PENCAPAIAN VAKSIN COVID-19 PADA ANAK USIA 6-11 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SILOAM KECAMATAN TAMAKO Surudani, Conny Juliana; Makahaghi, Yenny; Pangandaheng, Nansy; Sawello, Yesie B.
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v8i2.537

Abstract

The increase in Covid 19 in Indonesia, the government is trying to reduce the death rate by preventing the transmission process. In addition to health promotion such as the 3M movement, namely washing hands, wearing masks, and maintaining distance, the provision of COVID-19 vaccination is expected to be one of the effective efforts in reducing the transmission rate. This PKMS aims to increase parental knowledge about the COVID 19 vaccine. The community service team visited the homes of children aged 6-11 years and had never been vaccinated against COVID-19 in the Siloam Tamako Health Center Work Area. There were 27 children who had been vaccinated against COVID 19. While 5 children were not vaccinated because they did not get permission from both parents. The community service team provided health education to parents who had less knowledge and refused their children to be vaccinated against COVID 19. The results of the evaluation showed that parents understood and were willing to take their children to the Siloam Health Center to get the COVID 19 vaccine. Meningkatnya Covid 19 di Indonesia pemerintah berupaya untuk menurunkan angka kematian dengan cara mencegah proses penularan. Disamping promosi Kesehatan seperti upaya gerakan 3M yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, pemberian vaksinasi COVID-19 diharapkan menjadi salah satu upaya efektif dalam menurunkan angka penularannya. PKMS ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua tentang vaksin COVID 19. Tim pengabdian melakukan kunjungan ke rumah-rumah anak usia 6-11 tahun dan belum pernah divaksin COVID-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Siloam Tamako. Terdapat 27 anak yang sudah divaksin COVID 19. Sedangkan 5 anak yang tidak divaksin karena tidak mendapatkan ijin dari kedua orang tua. Tim pengabdi melakukan penyuluhan kesehatan pada orang tua yang memiliki pengetahuan kurang serta menolak anak mereka untuk divaksin COVID 19. Hasil evaluasi orang tua memahami dan bersedia untuk membawa anak-anak ke Puskesmas Siloam untuk mendapatkan vaksin COVID 19
PEMBINAAN KADER PHBS PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN INPRES ENEMAWIRA KECAMATAN TABUKAN UTARA Kasaluhe, Meityn; Pramardika, Dhito Dwi; Sambeka, Yana; Tanod, Wendy Alexander; Cahyono, Eko
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v8i2.543

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in schools now feels even more crucial considering that children will soon return to school during the new normal of the corona virus pandemic. The benefit of PHBS in schools is to create a clean and healthy environment. Community service activities were carried out for students of SDN Inpres Enemawira, Tabukan Utara District, Sangihe Islands Regency. The purpose of implementing this activity is to increase students' knowledge about PHBS at school, especially during the adaptation period of new habits in preventing transmission of COVID-19. The flow of implementing community service activities consists of several steps, namely: (1) exploration and initial survey, (2) determination of implementation, (3) implementation, and (4) evaluation. The implementation of community service has a positive impact on students, namely increasing knowledge about PHBS and students being able to independently practice various indicators of PHBS at school. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah kini terasa semakin krusial mengingat anak-anak akan segera kembali bersekolah di masa new normal pandemi virus corona. Manfaat PHBS di sekolah adalah menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada siswa SDN Inpres Enemawira Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang PHBS di sekolah terutama pada masa adaptasi kebiasaan baru dalam mencegah penularan COVID-19. Alur pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari beberapa Langkah, yaitu: (1) penjajakan dan survei awal, (2) penetapan pelaksanaan, (3) pelaksanaan, dan (4) evaluasi. Pelaksanaan pengabdian masyarakat memberikan dampak positif bagi siswa yakni peningkatan pengetahuan tentang PHBS dan siswa mampu secara mandiri mempraktikkan berbagai indikator PHBS di sekolah.
Edukasi Penerapan EDUKASI PENERAPAN SISTEM RANTAI DINGIN PADA NELAYAN DAN PEKERJA MITRA DI PELABUHAN PERIKANAN PERINTIS DAGHO, KEPULAUAN SANGIHE, SULAWESI UTARA Tanod, Wendy; Ansar, Novalina Maya Sari; Rieuwpassa, Frets Jonas; Palawe, Jaka Frianto Putra; Cahyono, Eko
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v8i1.546

Abstract

Kampung Dagho merupakan sentra Perikanan di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kampung Dagho terdapat sarana dan prasarana berupa Pelabuhan Perikanan Perintis dan dua perusahaan penanganan ikan beku, yakni PT. Jassendo Santosa Mandiri dan PT. Perikanan Indonesia Persero. Hasil survei awal diperoleh informasi masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan nelayan dan pekerja di Pelabuhan Perikanan Perintis dalam penanganan ikan melalui sistem rantai dingin. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya penerapan sistem rantai dingin pada ikan hasil tangkapan masyarakat nelayan dan pekerja di Pelabuhan Perikanan Perintis Dagho. Metode pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus meliputi penjajakan, identifikasi masalah, penetapan pelaksanaan kegiatan, penyusunan materi dan instrument penyuluhan, pemberian materi, dan evaluasi. Materi penyuluhan yang diberikan, yaitu 1. faktor penyebab kemunduran mutu ikan; 2. penerapan sistem rantai dingin pada penanganan ikan, dan 3. pentingnya sanitasi dan hygiene pada proses penanganan ikan. Dari kegiatan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan nelayan dan pekerja tentang pentingnya penerapan sistem rantai dingin dan sanitasi hygiene selama proses distribusi ikan dari kapal hingga pada saat proses produksi. Sinergitas antara pemerintah, perusahaan dan akademisi sangat penting dilakukan secara berkala untuk mengedukasi para nelayan dan pekerja khususnya yang beraktivitas di Pelabuhan Perikanan Perintis Dahgo. Dagho village is a fishery center in the Sangihe Islands Regency. Dagho village has facilities and infrastructure from a Pioneer Fishery Port and two frozen fish handling companies, namely PT. Jassendo Santosa Mandiri and PT. Perikanan Indonesia Persero. The initial survey results revealed that the knowledge and skills of fishermen and workers at the Pioneer Fishery Port still needed to be improved in handling fish through the cold chain system. This Stimulus Community Partnership Program activity aims to provide information on the importance of applying the cold chain system to fish caught by fishing communities and Dagho Pioneer Fishing Port workers. Implementing the Stimulus Community Partnership Program includes assessment, problem identification, determination of activity implementation, preparation of extension materials and instruments, provision of materials, and evaluation. The counseling materials provided were: 1. the factors causing the deterioration of fish quality; 2. application of cold chain systems in fish handling; and 3. the importance of sanitation and hygiene in the fish handling process. The activities of the Stimulus Community Partnership Program have increased fishermen's and workers' knowledge about the importance of implementing a cold chain system and sanitation hygiene during the fish distribution from ships to the production process. The synergy between the government, companies, and academics must be carried out regularly to educate fishermen and workers, especially those active in the Dahgo Pioneer Fishing Port.
PKMS PEMBERANTASAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU UNTUK PENDERITA TUBERKULOSIS PARU BERESIKO DI KECAMATAN MANGANITU Tinungki, Yeanneke Liesbeth; Kalengkongan, Detty Jeane
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v8i1.550

Abstract

Tuberculosis (TBC) atau TB paru merupakan sejenis penyakit, infeksi yang diakibatkan Mycobacterium tuberculosis, bakteri ini adalah bakteri yang sangat tahan asam sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk mengobatinya. Kecamatan Manganitu merupakan 1 (satu) Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang memiliki angka kejadian TB paru yang sangat tinggi. Penduduk dengan status pendidikan rendah cenderung memiliki masalah kesehatan terutama pencegahan TB Paru. Tujuan kegiatan PKMS ini adalah untuk mengurangi angka penderita penyakit TB paru, terciptanya perbaikan tata nilai masyarakat dari aspek kesehatan. PKMS dilaksanakan mulai akhir bulan Mei 2022 sampai dengan bulan November 2022 di wilayah Puskesmas Manganitu dengan 8 orang pasien. Metode pelaksanaan dibagi 3 tahap yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil pelaksanaan ditahap persiapan adalah penyusunan program kerja, persiapan informasi, persiapan sarana prasarana dan koordinasi. Hasil PKMS ditahap pelaksanaan adalah pencarian pasien atau skrining, pemeriksaan sputum di laboratorium, pemberian obat OAT, evaluasi pengobatan setelah 2 bulan pemberian dan penyuluhan kesehatan serta pemberian makanan tinggi gizi. Hasil PKMS ditahap evaluasi adalah melakukan evaluasi secara formatif dan sumatif. Kesimpulan PKMS ini Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat Stimulus ini berlangsung dengan baik karena kerjasama yang baik dengan pasien, petugas Puskesmas, dokter dan keluarga Pasien Tuberculosis (TB) or pulmonary TB is a disease, an infection caused by Mycobacterium tuberculosis, this bacterium is a very acid-resistant bacteria that takes a long time to treat. Manganitu District is 1 (one) District in Sangihe Archipelago District which has a very high incidence of pulmonary TB. Residents with low educational status tend to have health problems, especially prevention of pulmonary tuberculosis. The aim of this PKMS activity is to reduce the number of people with pulmonary TB, to create improvements in community values ​​from the health aspect. PKMS was carried out from the end of May 2022 to November 2022 in the Manganitu Health Center area with 8 patients. The implementation method is divided into 3 stages, namely the preparation stage, the implementation stage and the evaluation stage. The results of the implementation in the preparation stage are the preparation of work programs, preparation of information, preparation of infrastructure and coordination. The results of PKMS in the implementation phase are patient search or screening, sputum examination in the laboratory, administration of OAT drugs, evaluation of treatment after 2 months of administration and health education and provision of high-nutrition food. The results of PKMS in the evaluation stage are conducting formative and summative evaluations. The conclusion of this PKMS is that the Implementation of Stimulus Community Service is going well because of good cooperation with patients, Health Center staff, doctors and the patient's family