cover
Contact Name
Harry Noviardi
Contact Email
harry.noviardi@gmail.com
Phone
+622518323819
Journal Mail Official
lppm@sttif.ac.id
Editorial Address
Jl. Kumbang No.23, Bogor, Jawa Barat, 16151
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
ISSN : 25026011     EISSN : 26864487     DOI : https://doi.org/10.47219/ath
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmamedika dikelola oleh Lembag Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor. Frekuensi penerbitan jurnal sebanyak 2 kali dalam satu tahun pada bulan Juni dan Desember. Kategori tulisan berupa hasil penelitian dari peneliti maupun akademisi dalam bidang Kimia Bahan Alam, Analisis Farmasi, Farmakologi dan Toksikologi, Kimia Medicinal, Biologi Molekular dan Bioteknologi, Farmakoterapi, Farmasi Klinis, Farmasetika dan Teknologi Farmasi, Biologi Farmasi, Manajemen Farmasi, Farmakoekonomi.
Articles 202 Documents
FORMULASI DAN EVALUASI TABLET EFFERVESCENT UMBI BIT (Beta vulgaris L) DENGAN KOMBINASI APEL HIJAU (Malus sylvestris Mill) Triya Aryani Putri; Ilyas Ramadani Sidiq; Sindi Suryamin; Nuzul Gyanata Adiwisastra; La Ode Muhammad Anwar; Widya Lestari Pratama
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.590

Abstract

Tablet effervescent merupakan salah satu bentuk sediaan yang praktis digunakan dan dapat meningkatkan kepatuhan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan menstandarisasi tablet effervescent kombinasi umbi bit (Beta vulgaris L.) dan apel hijau (Malus sylvestris Mill.) sebagai suplemen alami. Tiga formula dikembangkan dengan variasi konsentrasi dan dievaluasi melalui uji sifat fisik granul (laju alir, sudut diam, kompresibilitas, dan susut pengeringan) serta uji mutu tablet (keseragaman bobot, ukuran, kekerasan, kerapuhan, waktu larut, dan pH). Selain itu, dilakukan uji organoleptik dan hedonik untuk menilai penerimaan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi sebagian besar parameter mutu fisik sesuai Farmakope Indonesia, meskipun nilai sudut diam masih perlu dioptimalkan. Formula III menampilkan karakteristik terbaik, dengan laju alir 22,29 g/detik (kategori baik), sudut diam 82,4° (kategori buruk), kompresibilitas 3,18% (baik), serta susut pengeringan terendah sebesar 4,95%. Evaluasi tablet Formula III menunjukkan keseragaman ukuran dengan ketebalan 0,626 cm dan diameter 1,113 cm, serta bobot rata-rata 2,998 g tanpa penyimpangan. Nilai kerapuhan sangat rendah (0,03%), kekerasan 7,1 kg sesuai standar ideal (4–10 kg), waktu larut 4 menit 33 detik memenuhi syarat ?5 menit, dan pH 5 berada dalam rentang aman (4,0–6,8). Dari segi organoleptik, Formula III memiliki warna ungu kemerahan lebih terang, aroma khas umbi bit, serta rasa segar hasil kombinasi umbi bit dan apel hijau yang seimbang. Berdasarkan penelitian ini, Formula III merupakan formula paling optimal karena memenuhi standar mutu fisik tablet effervescent dan diterima secara sensori, sehingga dapat direkomendasikan sebagai formulasi terbaik.
PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA METODE DDD PADA PASIEN RAWAT INAP DI PAVILIUN DEWASA RS X (JANUARI–JUNI 2024) Indah Tripujiati; Luluk Latifah
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.592

Abstract

Penggunaan antibiotika secara tepat merupakan aspek krusial dalam upaya menekan peningkatan resistensi antimikroba di fasilitas pelayanan kesehatan. Studi ini bertujuan mengevaluasi besaran konsumsi antibiotik menggunakan indikator Defined Daily Dose (DDD) per 100 patient-days pada pasien rawat inap di Paviliun Dewasa RS X selama Januari–Juni 2024, serta mengidentifikasi distribusi antibiotik berdasarkan klasifikasi AWaRe (Access, Watch, Reserve) sebagai bagian dari implementasi program Antimicrobial Stewardship (AMS). Penelitian menggunakan rancangan observasional retrospektif terhadap 419 rekam medis pasien yang menerima terapi antibiotik. Penghitungan DDD/100 patient-days mengikuti pedoman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2015. Hasil menunjukkan total penggunaan antibiotik sebesar 904,76 DDD dengan total patient-days 1220,15, sehingga diperoleh nilai DDD/100 patient-days sebesar 74,14. Antibiotik kelompok Watch menjadi yang paling banyak digunakan, dengan ceftriaxone injeksi 1 g sebagai agen dengan konsumsi tertinggi (33,30 DDD/100 patient-days), sementara gentamycin injeksi 80 mg/2 mL merupakan yang terendah (0,04 DDD/100 patient-days). Nilai DDD/100 patient-days tersebut mengindikasikan intensitas penggunaan antibiotik yang perlu dicermati, meskipun interpretasinya tetap harus mempertimbangkan kondisi masing-masing rumah sakit karena belum tersedia standar pembanding nasional. Penelitian ini memiliki keterbatasan berupa ketergantungan pada kelengkapan data rekam medis dan belum mengevaluasi kesesuaian terapi terhadap pedoman klinis. Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan strategi AMS untuk mengoptimalkan penggunaan antibiotik dan mengurangi risiko resistensi antimikroba di RS X.
OPTIMASI CARBOPOL DAN CMC-NA PADA GEL TABIR SURYA EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS MENGGUNAKAN SIMPLEX LATTICE DESIGN Dwi Saryanti; Arfi Delasafira; Muhammad Sa'ad
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v11i1.595

Abstract

Paparan sinar matahari yang berkepanjangan berdampak buruk pada kulit, meningkatkan risiko eritema, sengatan matahari, dan berpotensi kanker kulit akibat radiasi UV-B yang berbahaya. Flavonoid, fenol, dan tanin dalam kulit jeruk nipis dapat berfungsi sebagai agen tabir surya alami, karena kemampuannya untuk mengurangi intensitas paparan UV. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi agen pembentuk gel yang ideal dengan mengevaluasi kombinasi karbopol dan CMC-Na dalam formulasi gel ekstrak etanol kulit jeruk nipis (EKJN) untuk digunakan sebagai tabir surya. Pembuatan EKJN dilakukan melalui proses maserasi dengan etanol 70% sebagai pelarut. Optimasi karbopol dan CMC-Na dilakukan dengan menggunakan pendekatan Simplex Lattice Design, dengan pH, viskositas, daya rekat, dan daya sebar sebagai faktor respons dalam formulasi. Formula terbaik dievaluasi efektivitas tabir suryanya dengan spektrofotometer UV-Vis, dan daya tahan gel optimal diperiksa melalui siklus beku-cair (freeze thaw). Hasil optimasi menunjukkan kombinasi optimal carbopol:CMC-Na adalah 0,5g: 4,5g. Gel yang dihasilkan berwarna kuning kecokelatan, berbau khas jeruk nipis, homogen dengan pH 6,36 ± 0,15, daya sebarr 7,30 ± 0,05 cm, daya lekat 7,27 ± 0,15 detik dan nilai viskositas 250,33 ± 1,52 dPa.s. Nilai SPF 29,75 ± 0,40 dikategorikan sebagai perlindungan sedang. Uji stabilitas freeze-thaw cyling selama 6 siklus menunjukkan sediaan gel tetap stabil selama penyimpanan. Gel EKJN dengan formulasi yang optimum berpotensi sebagai tabirr surya yang efektif dan stabil.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN HANDBODY LOTION ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomoea Batatas) Mochamad Fajar Deliaz; Sahara Mulia Lestari Lubis; Reski Mulia
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.596

Abstract

Kerusakan kulit akibat radikal bebas dapat dicegah dengan antioksidan. Daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas) mengandung senyawa antioksidan yang diformulasikan dalam handbody lotion empat formula yaitu F0 (0%), F1 (3%), F2 (4%), F3 (5%) dan F4 sebagai kontrol positif (Marina UV White E Collagen Asta Body Lotion). Evaluasi menunjukkan semua formula stabil secara organoleptik dan homogen, pH 6,1–7,6, viskositas 11.750–17.000 cPs, daya sebar 5,4–6,63 cm, dan daya lekat 6,77–9,32 detik, tanpa iritasi. Uji hedonik menunjukkan F0 paling disukai, sedangkan aktivitas antioksidan meningkat seiring konsentrasi ekstrak. Aktivitas antioksidan menggunakan metode uji antioksidan (DPPH) menunjukkan bahwa F3 (5%) memiliki IC50 82,02 ppm (kuat). Dengan demikian, F3 merupakan formulasi terbaik dari segi mutu fisik dan aktivitas antioksidan.
PENETAPAN KADAR ASAM TOTAL DAN GULA TOTAL PADA FORMULASI MINUMAN FERMENTASI KOMBUCHA SIMPLISIA BUAH KUPA (Syzygium polycephalum) Novriyanti Lubis; Atris Sutrisna; Effan Cahyati Junaedi
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v11i1.606

Abstract

Kombucha merupakan minuman fermentasi yang dihasilkan melalui aktivitas kultur simbiotik bakteri dan khamir yang dikenal sebagai SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). Proses fermentasi kombucha umumnya berlangsung selama 7–14 hari dan menghasilkan berbagai senyawa metabolit yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan. Buah kupa (Syzygium polycephalum) termasuk tanaman dari genus Syzygium yang dilaporkan memiliki kandungan senyawa bioaktif, terutama antioksidan, namun pemanfaatannya masih relatif terbatas. Oleh karena itu, dilakukan inovasi pengembangan minuman kombucha dengan penambahan simplisia buah kupa sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan nilai pemanfaatannya dengan lama fermentasi 14 hari. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar asam total dan gula total pada minuman kombucha yang diformulasikan dengan simplisia buah kupa (Syzygium polycephalum). Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa kadar asam total pada kombucha simplisia buah kupa sebesar 3,10%, sedangkan kadar gula total yang diperoleh adalah sebesar 354,16 ppm.
PENERAPAN APLIKASI ANDROID UNTUK MENINGKATKAN KEAMANAN DAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT PASIEN DIABETES DI KLINIK PRATAMA Mutawalli Sjahid Latief; Febri Hidayat
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.613

Abstract

Ketidakpatuhan pengobatan dan kejadian hipoglikemia merupakan hambatan signifikan dalam mencapai hasil terapi optimal pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2). Pendekatan mobile health berpotensi memperkuat pengelolaan mandiri pasien, khususnya di layanan primer. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas aplikasi Android "Gulik" terhadap kepatuhan pengobatan, kendali glikemik, dan keamanan terapi pada pasien DMT2, serta mengidentifikasi faktor psikososial yang memengaruhi kepatuhan. Randomized controlled trial dilakukan di salah satu klinik pratama di Jakarta (Juli-September 2025), melibatkan 72 pasien PROLANIS yang dibagi secara acak ke dalam kelompok intervensi ("Gulik" + perawatan rutin) atau kelompok kontrol (perawatan rutin). Hasil penelitian menunjukkan kelompok intervensi mencapai tingkat kepatuhan tinggi yang jauh lebih besar dibandingkan kontrol (83% vs 42%; p=0,001), dengan peluang patuh dua kali lipat lebih tinggi (RR=2,00; 95% CI 1,32–3,02). Penurunan kadar HbA1c yang lebih besar teramati pada kelompok intervensi (?0,8% vs ?0,3%; p=0,001). Selain itu, intervensi secara signifikan menurunkan risiko hipoglikemia (RR=0,30; p=0,032), dengan penurunan insiden sebesar ?14% dibandingkan peningkatan +3% pada kelompok kontrol (p=0,017). Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa aplikasi meningkatkan peluang kepatuhan hingga tujuh kali lipat (OR=7,00). Faktor positif seperti keyakinan terhadap penyakit, dukungan sosial, dan motivasi diri meningkatkan kepatuhan, sedangkan kekhawatiran obat dan distres psikologis menghambatnya. Skor System Usability Scale (SUS) sebesar 79 mengindikasikan kegunaan yang baik. Kesimpulannya, aplikasi mobile health "Gulik" secara efektif meningkatkan kepatuhan, kendali glikemik, dan keamanan pada pasien DMT2, serta menegaskan peran penting faktor psikologis.
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI CRISPR-CAS9 DALAM TERAPI PENYAKIT ANEMIA SEL SABIT PADA MANUSIA - A REVIU Nenden Latipah; Elizabeth Novi Kusumaningrum
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.624

Abstract

Belum adanya terapi yang menjanjikan atas penyembuhan penyakit genetik anemia sel sabit (Sickle Cell Disease/SCD) yang disebabkan oleh mutasi gen, dan bila dimungkinkan terdapat teknologi penyembuhannya maka juga akan terkendala oleh akses untuk memanfaatkan teknologi tersebut dan besarnya biaya yang harus ditanggung oleh penderita. Salah satu solusi yang menawarkan harapan baru adalah dengan terapi berbasis teknologi CRISPR-Cas9. Tujuan penulisan ini untuk mendiskripsikan hal-hal penting berkaitan dengan terapi penyakit anemia sel sabit mulai dari batasan penyakit anemia, riwayat penelitiannya, mekanisme kerja CRISPR-Cas9 hingga tantangan implementasi CRISPR-Cas9 dalam penyembuhan penyakit anemia sel sabit. Selain itu, juga mengukur capaian teknologi CRISPR-Cas9 dalam terapi penyakit anemia sel sabit. Kajian ini menggunakan metode tinjauan pustaka melalui penelusuran artikel ilmiah bersumber dari PubMed, Scopus, Google Scholar, dan publikasi lainnya yang relevan dengan konteks terapi penyakit sel sabit khususnya artikel publikasi tahun 2015-2023. Hasil penulisan menunjukkan bahwa beberapa hal penting berkaitan dengan terapi penyakit anemia sel sabit telah disajikan secara rinci yang mencakup bahasan tentang: batasan dan ragam penyakit anemia, riwayat penelitiannya, mekanisme kerja CRISPR-Cas9, mekanisme perbaikan DNA, perkembangan teknologi CRISPR-Cas9, pengembangan varian Cas9 dan aplikasinya, strategi terapi CRISPR-Cas9, dan tantangan implementasi teknologi CRISPR-Cas9 terhadap penyembuhan penyakit anemia sel sabit (SCD). Kesimpulannya dari capaian teknologi CRISPR-Cas9 dalam terapi penyakit anemia sel sabit telah mampu melakukan pengeditan genom dengan menggunakan sel punca darah, yang perbaikan DNA nya dilakukan melalui jalur NHEJ. Kondisi ini ditunjukkan oleh hasil uji klinis seperti OTQ923 yang mampu meningkatkan kadar hemoglobin janin (HbF).
EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK KRITERIA 4T PADA PASIEN ISPA DI TIGA RUMAH SAKIT JAWA BARAT Ariyanti Kusuma Dewi; Andi Ahriansyah; Tyssa Mariyana
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.626

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi yang paling sering ditemukan di Indonesia dengan prevalensi mencapai 42,51% di wilayah Jawa Barat pada tahun 2022. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan peningkatan resistensi antimikroba secara global. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien ISPA di tiga rumah sakit di Jawa Barat berdasarkan kriteria 4T yaitu tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat interval serta durasi. Penelitian menggunakan desain observasi retrospektif multi-senter terhadap 272 pasien ISPA yang terdiri dari 177 anak dan 95 dewasa, dengan data dikumpulkan dari rekam medis elektronik dan manual sesuai pedoman nasional dan standar internasional yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan tingkat rasionalitas yang tinggi dengan tepat indikasi 89,34%, tepat obat 87,87%, tepat dosis 100%, tepat interval 100%, dan tepat durasi 100%, sehingga rasionalitas keseluruhan penggunaan antibiotik mencapai 87,87%, jauh melebihi rata-rata nasional sebesar 62,4%. Penggunaan antibiotik spektrum luas seperti cefixime dan ceftriaxone mendominasi pada anak-anak, meskipun pedoman merekomendasikan amoxicillin sebagai pilihan utama untuk kasus ISPA non-komplikasi. Rasionalitas penggunaan antibiotik pada anak lebih tinggi dibandingkan dewasa rawat jalan (?97% vs 61,33%, p<0,001). Temuan penelitian ini mendukung prioritas National Action Plan on Antimicrobial Resistance (2024-2029) dalam memperkuat program antimicrobial stewardship khususnya pada layanan primer dewasa melalui pre-authorization, audit-feedback, dan electronic Decision Support System berbasis klasifikasi AWaRe.
PENGARUH KONSELING TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RS KEN SARAS SEPTEMBER - OKTOBER 2025 Nindita Sari Nastiti; Salsabila Syifa Puspiyawibowo; Patricia Sanggita
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v11i1.629

Abstract

Meningkatnya kejadian resistensi antibiotik menjadi ancaman serius bagi keberhasilan terapi infeksi di seluruh dunia. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap masalah ini adalah rendahnya kepatuhan pasien dalam menggunakan antibiotik sesuai anjuran. Sebagai tenaga kesehatan yang berperan dalam pelayanan kefarmasian, apoteker dapat membantu meningkatkan kepatuhan pasien melalui konseling dan pemberian informasi obat yang tepat. Tujuan dari studi ini guna mengetahui pengaruh konseling terhadap kepatuhan penggunaan antibiotik pada pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi RS Ken Saras. Metode penelitian eksperimental dengan pengambilan data nonequivalent control group posttest-only design. Purposive sampling (penentuan sampel dengan berdasarkan kriteria tertentu) diterapkan guna mengambil sampel penelitian dan didapat sejumlah 60 pasien sebagai sampelnya, dengan masing-masing kelompok kontrol serta eksperimen sejumlah 30 pasien. Pengumpulan data menggunakan pill count. Analisis data menggunakan SPSS versi 26 dengan dilakukan perhitungan pill count serta pengujian Independent Sample T-test. Hasil temuan berdasar perhitungan pill count memperlihatkan pada kelompok kontrol pasien yang mendapatkan obat antibiotik memiliki kepatuhan terhadap penggunaan antibiotik sebesar 20%, sedangkan pada kelompok eksperimen tingkat kepatuhan terhadap penggunaan antibiotik sebesar 93,3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling apoteker terbukti mempengaruhi kepatuhan penggunaan antibiotik pada pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi RS Ken Saras dengan diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05.  
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT PASIEN HIPERKOLESTROLEMIA DI RUMAH SAKIT ISLAM SITI KHADIJAH PALEMBANG Trirahmi Hardiyanti; Putri Adelia Maharani; Nurul Annisa
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v11i1.637

Abstract

Hiperkolesterolemia adalah kondisi tidak menular di mana kadar kolesterol darah melebihi batas normal = 200 mg/dl. Ketidaktepatan memakai obat hiperkoleterolemia dapat meningkatkan risiko efek samping serta kegagalan dalam terapi. Dua faktor penting yang memengaruhi ketepatan penggunaan obat adalah pengetahuan dan sikap pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan pengetahuan dan sikap dengan ketepatan penggunaan obat pada pasien hiperkolesterolemia di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang. Desain studi ini adalah cross-sectional dengan pengambilan sampel total sampling sebanyak 70 pasien yang sedang menjalani pengobatan. Data diperoleh melalui kuesioner terstruktur yang mengukur pengetahuan, sikap, serta ketepatan penggunaan obat, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square guna menguji hubungan antarvariabel. Sebanyak 34 responden (48,6%) memiliki pengetahuan cukup, 34 responden (48,6%) sikap cukup, serta 51 responden (72,9%) tidak tepat dalam penggunaan obat. Analisis bivariat menunjukkan nilai signifikansi pengetahuan (p=0,005) dan sikap (p=0,001), sementara analisis multivariat mengindikasikan pengetahuan sebagai variabel paling dominan (p=0,033), yang berarti lebih berhubungan dengan ketepatan penggunaan obat hiperkolesterolemia dibanding sikap.