cover
Contact Name
Harry Noviardi
Contact Email
harry.noviardi@gmail.com
Phone
+622518323819
Journal Mail Official
lppm@sttif.ac.id
Editorial Address
Jl. Kumbang No.23, Bogor, Jawa Barat, 16151
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
ISSN : 25026011     EISSN : 26864487     DOI : https://doi.org/10.47219/ath
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmamedika dikelola oleh Lembag Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor. Frekuensi penerbitan jurnal sebanyak 2 kali dalam satu tahun pada bulan Juni dan Desember. Kategori tulisan berupa hasil penelitian dari peneliti maupun akademisi dalam bidang Kimia Bahan Alam, Analisis Farmasi, Farmakologi dan Toksikologi, Kimia Medicinal, Biologi Molekular dan Bioteknologi, Farmakoterapi, Farmasi Klinis, Farmasetika dan Teknologi Farmasi, Biologi Farmasi, Manajemen Farmasi, Farmakoekonomi.
Articles 202 Documents
EVALUASI KESESUAIAN PENYIMPANAN SEDIAAN FARMASI BERDASARKAN STANDAR KEFARMASIAN PUSKESMAS DAN KONSEP SYARIAH ISLAM DI PUSKESMAS PANDANARAN Nindita Sari Nastiti; Sofa Alya Soraya; Vica Puspitasari
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.431

Abstract

Puskesmas adalah suatu unit pelaksanaan teknis dinas kesehatan kabupaten atau kota yang bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja tertentu. Salah satu alur pengelolaan sediaan farmasi dalam menejemen logistik adalah fungsi penyimpanan. Menurut ajaran islam kegiatan penyimpanan obat seharusnya harus diperhatikan terkait obat yang halal dan obat yang belum mendapatkan sertifikasi halal, hal ini dilakukan dengan tujuan agar meminimalisir tercampurnya zat yang berpotensi dapat mengkontaminasi pada saat penyimpanannya tercampur sehingga sebaiknya diatur dengan baik dan digolongkan sesuai kehalalannya. Tujuan dari penelitian ini adalah evaluasi kesesuaian penyimpanan sediaan farmasi berdasarkan standar kefarmasian puskesmas dan konsep syariah islam di Puskesmas Pandanaran. Metode observasional, dengan jenis penelitian deskriptif analitik, melalui pendekatan cross sectional, Sumber data yang dipakai dalam penelitian adalah lembar observasi yang dibuat dalam bentuk checklist. Hasil penelitian hasil kesesuaian dengan standar didapatkan dengan dua variabel kesesuaian pada pengaturan ruang penyimpanan obat didapatkan 95% yang artinya memiliki kesesuaian tinggi dan untuk variabel persyaratan sistem penyimpanan obat didapatkan hasil 88,24% yang artinya kesesuaian tinggi sedangkan hasil kesesuaian penyimpanan dengan syariah islam didapatkan hasil 20% yang artinya memiliki kesesuaian buruk.
IDENTIFIKASI SENYAWA JENIS FLAVONOID EKSTRAK AIR SARANG SEMUT (MYRMECODIA PENDANS) DAN AKTIVITAS ANTIPROLIFERASI TERHADAP SEL LINE A549 Nina Imaniar; Antonius Padua Ratu
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v11i1.438

Abstract

Sarang semut adalah tanaman epifit yang secara empiris sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tanaman obat untuk mengobati penyakit seperti nyeri dan demam. Studi literatur menyatakan bahwa ekstrak air sarang semut mengandung senyawa bioaktif flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai agen biologis untuk pengobatan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa flavonoid pada ekstrak air sarang semut serta mengevaluasi aktivitas antiproliferasinya terhadap sel line A549. Identifikasi awal senyawa flavonoid dilakukan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan konfirmasi golongan senyawa dilakukan menggunakan pereaksi geser UV-Vis. Identifikasi kandidat senyawa secara lebih spesifik dilakukan menggunakan Liquid Chromatography-High Resolution Mass Spectrometry (LC-HRMS). Hasil analisis KLT menunjukkan adanya bercak dominan dengan nilai Rf sekitar 0,38 yang mengindikasikan keberadaan senyawa golongan flavonoid. Analisis LC-HRMS menunjukkan adanya beberapa kandidat senyawa flavonoid, di antaranya epigallocatechin, epicatechin, daidzein, quercetin, taxifolin,5,4'-dihydroxy-3,3'-dimethoxy-6,7-ethylenedioxyflavone. Hasil MTT assay menunjukkan bahwa ekstrak air sarang semut memiliki aktivitas antiproliferasi terhadap sel A549 secara dose-dependent, dengan persentase inhibisi tertinggi sebesar 65,60% pada konsentrasi 1000 ppm, sedangkan konsentrasi 125 ppm telah menghasilkan inhibisi sebesar 50,89%. Perhitungan nilai IC50 menggunakan metode interpolasi linear menunjukkan nilai sebesar 120,9 ppm.  Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak air sarang semut berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif dengan aktivitas antiproliferasi terhadap sel kanker paru A549.
MOLEKULAR DOCKING KONDROITIN SULFAT DAN ASAM HIALURONAT YANG TERKADUNG DALAM EGGSHELL MEMBRANE BERPOTENSI MENGHAMBAT MMP13 SECARA INSLICO Noviar Antoni; Deni Rahmat; Pamian Siregar; Sri Widyastuti
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.448

Abstract

Matriks metalloproteinase-13 (MMP-13) adalah MMP utama yang terlibat dalam degradasi tulang rawan melalui kemampuan khususnya membelah kolagen tipe II. MMP13 sebagai target yang menarik dalam remodeling Jaringan ikat dan menghambat enzim MMP13 untuk pengobatan Osteoarthritis (OA). Namun, detailnya Mekanisme molekuler dalam inisiasi dan progresi OA masih sulit dipahami. Data RISKESDAS 2019 menunjukan penderita osteoatrhitis prevalensinya terus meningkat sebesar 55 juta jiwa (24,7%) Oleh karena itu diperlukan strategi untuk menghambat MMP-13. Tujuan tinjauan Insilico ini adalah untuk mengidentifikasi MMP-13 sebagai target untuk pengembangan inhibitor di dunia pengobatan OA. Limbah Eggshell Membrane (ESM) mengandung protein berserat dalam Multicomponent system (seperti kolagen tipe 1) dan glikosaminoglikan alami (misalnya dermatan sulfat, Kondroitin Sulfat dan Asam Hialuronat). ESM Berpotensi sebagai inhibitor aktivitas MMP13. Hasil penambatan molekuler terhadap protein MMP13 menunjukkan terdapat dua senyawa dalam ESM yaitu Kondroitin Sulfat dan Asam Hialuronat, memiliki Rerank Score (skor Docking) lebih negatif dari ligan native 1UA_309, 2-[(4-methylbenzyl) sulfanyl]-3,5,6,7-tetrahydro-4H-cyclopenta[d]pyrimidin-4-one (MBSTCP) merupakan inhibitor MMP13. Berdasarkan temuan ini kedua senyawa tersebut berpotensi dapat berperan sebagai inhibitor MMP13 yang lebih baik dibandingkan dengan ligan native 1UA_309(MBSTCP). Hasil prediksi toksisitas menggunakan pkCSM menunjukkan Kondroitin Sulfat dan Asam Hialuronat tidak berpotensi bersifat toksik. Diperlukan penelitian lebih lanjut secara In vitro dan In vivo terkait mekanisme kerja ESM sebagai multicomponent system dan parameter ADMET senyawa dalam ESM.
PENGARUH UKURAN HOST CAMPURAN AVICEL PH 101 DAN LAKTOSA TERHADAP MUTU FISIK DAN DISOLUSI TABLET CAMPURAN INTERAKTIF GLIMEPIRID Ilham Kuncahyo; Aliya Faiza Amalia; Agus Gunawan; Raden Roro Sri Wulandari
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.451

Abstract

Permasalahan utama pembuatan tablet obat dosis kecil adalah homogenitas. Campuran interaktif merupakan salah satu teknik pembuatan untuk mengatasi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh ukuran host terhadap mutu fisik dan disolusi tablet campuran interaktif glimepirid. Glimepirid merupakan obat kelas II dalam Sistem Klasifikasi Biofarmasi (BCS) yaitu mempunyai permeabilitas tinggi tetapi kelarutan rendah. Campuran interaktif menggunakan zat aktif micronized yang melekat pada host yang merupakan komponen pembawa berukuran lebih besar untuk keseragaman kandungan tablet, mengurangi risiko segregasi, dan mempercepat proses disolusi. Penelitian menggunakan ukuran host yang berbeda yaitu F1 dengan 18/40 mesh, F2 20/40 mesh dan F3 30/40 mesh. Host dibuat dengan mencampurkan Avicel PH 101 dan laktosa (1:1) dan digranulasi dengan pengikat PVP. Ketiga formula dikompresi menggunakan metode kempa langsung dan diuji mutu fisik tablet meliputi : kerapuhan, kekerasan, waktu hancur, dan disolusi. Hasil analisis varian (one-way ANOVA) menunjukkan bahwa ukuran host secara signifikan mempengaruhi mutu fisik tablet. Formula 3 dengan ukuran host 30/40 mesh menghasilkan tablet campuran interaktif glimepirid yang lebih keras, mengurangi kerapuhan, serta mempercepat laju disolusi dibandingkan formula 1 (18/40 mesh) dan formula 2 (20/40 mesh).
UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN JAWER KOTOK (Coleus atropurpureus L. Benth) SECARA IN VITRO F.X. Haryanto Susanto; Aqidatun Naffiah Choirunniza; Dara Loviana Subagyo; Michael Resta Surya Yanuar
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.469

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh akumulasi radikal bebas berlebih dalam tubuh. Radikal bebas yang bersifat reaktif terhadap sel dan jaringan menyebabkan penurunan fungsi secara bertahap. Kurangnya jumlah antioksidan endogen untuk menetralkan radikal bebas mendorong perlunya ada tambahan antioksidan eksogen. Jawer kotok (Coleus atropurpureus L. Benth), terutama dalam hal ini pada bagian daun diketahui berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Tujuan dilaksanakannya studi ini untuk mengevaluasi kinerja antioksidan ekstrak etanol daun jawer kotok secara in vitro menggunakan metode peredaman radikal bebas dengan DPPH dan kpasitas antioksidan dengan FRAP. Ekstraksi dilakukan melalui metode maserasi dengan perbandingan pelarut dan sampel adalah 3 : 1 untuk memperoleh rendemen ekstrak yang kemudian diuji aktivitas antioksidannya. Hasil uji DPPH menggambarkan bahwa ekstrak dikategorikan memiliki aktivitas antioksidan tinggi dengan nilai IC50 > 60 ppm. Uji FRAP menunjukkan nilai rata-rata 160,043 mg AAE/g ekstrak, yang mengindikasikan kapasitas reduksi yang baik. Dengan demikian, ekstrak etanol daun jawer kotok potensial dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan alami berdasarkan evaluasi uji DPPH dan FRAP yang diperoleh.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SELIGI (Phyllanthus buxifolius (BLUME) MULL. ARG) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidemidis ATCC 12228 Mega Ayu Kusniawati; Indah Ana Resti; Hani Oktariana; Made Laksmi Meiliana
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.496

Abstract

Infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus epidermidis menjadi permasalahan serius karena kemampuannya membentuk biofilm dan meningkatkan resistensi terhadap antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun seligi (Phyllanthus buxifolius) terhadap pertumbuhan Staphylococcus epidermidis serta menentukan konsentrasi ekstrak yang paling efektif. Daun seligi diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pengujian dilakukan terhadap lima kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (klindamisin 5%), serta ekstrak etanol daun seligi dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 75% dalam media nutrient agar. Uji dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan, dan pengukuran diameter zona hambat dilakukan menggunakan jangka sorong. Data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan uji Post Hoc LSD. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun seligi pada semua konsentrasi memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Konsentrasi 75% menunjukkan zona hambat paling besar dengan rata-rata 7,53 mm dan sebanding dengan kontrol positif. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak etanol daun seligi memiliki potensi sebagai agen antibakteri alami.
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN OLEH APOTEKER DI PUSKESMAS X TANGERANG SELATAN Debi Susanti; Pipit Mutiasih; Gina Aulia; Andriyani Rahmah Fahriati
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.498

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mencegah, serta mengatasi masalah terkait obat dan kesehatan. Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan, pendekatan pelayanan kefarmasian perlu bergeser dari yang berfokus pada obat (drug oriented) menjadi berorientasi pada pasien (patient oriented). Oleh karena itu, apoteker dituntut untuk terus meningkatkan kompetensinya agar mampu memberikan pelayanan yang menyeluruh dan berkesinambungan. Kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam bidang kefarmasian, sangat menentukan kepuasan pasien, yang didefinisikan sebagai tingkat kepuasan yang dirasakan setelah membandingkan harapan dengan kenyataan layanan yang diterima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian oleh apoteker di Puskesmas X Tangerang Selatan. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional), dilakukan pada tanggal 27 Mei hingga 29 Juni 2024, menggunakan kuesioner terhadap 334 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Tingkat kepuasan diukur berdasarkan lima dimensi, yaitu kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti fisik. Data dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan SPSS. Hasil menunjukkan tingkat kepuasan pada kehandalan sebesar 78,81%, ketanggapan 80,67%, jaminan 82,91%, empati 81,90%, dan bukti fisik 78,71%. Secara keseluruhan, tingkat kepuasan terhadap pelayanan kefarmasian oleh apoteker mencapai 80,35% dan termasuk dalam kategori sangat puas. Sementara itu, hasil uji hubungan antara karakteristik pasien dan tingkat kepuasan menunjukkan nilai P > 0,05, yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan. Kesimpulannya, pasien merasa sangat puas dengan pelayanan kefarmasian yang diberikan oleh apoteker di Puskesmas X Tangerang Selatan
EVALUASI PENGADAAN OBAT BERDASARKAN KINERJA PELAYANAN PEDAGANG BESAR FARMASI (PBF) DI APOTEK SUKAHATI CIBINONG TAHUN 2023 Neilli Apolina CCI; Zita Hayati
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.541

Abstract

Pedagang Besar Farmasi (PBF) merupakan penyalur sediaan farmasi ke fasilitas pelayanan kesehatan. Kekosongan dan keterlambatan dapat menyebabkan tidak tersedianya sediaan farmasi sehingga dapat menghambat pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengadaan obat dan evaluasi pengadaan obat berdasarkan kinerja pelayanan PBF, mengetahui kesesuaian jenis pesanan, jumlah pesanan dan lead time berdasarkan Service Level Supplier dan mengetahui faktor penyebabnya. Sifat penelitian deskriptif dengan metode mengumpulkan data sekunder cara retrospektif, mengumpulkan dari surat pesanan serta faktur. Hasil penelitian menunjukan proses pengadaan dilakukan melalui PBF resmi setiap selasa dan jumat, evaluasi pengadaan berdasarkan Service Level Supplier terhadap jenis pesanan berkisar antara 76% - 93%, jumlah pesanan berkisar antara 60% - 92%, dan terhadap lead time 60% - 95%. Diperoleh hasil 5 PBF dengan kinerja baik ( 83% - 88%) dan 5 PBF dengan kinerja tidak baik (67%- 80%.). Evaluasi pengadaan obat berdasarkan kinerja pelayanan PBF belum semua baik menurut Service Level Supplier yang ditetapkan.
PENAPISAN VIRTUAL SENYAWA PROPOLIS LEBAH Tetragonula sp. SEBAGAI KANDIDAT HEPATOPROTEKTOR MELALUI PENDEKATAN MOLEKULAR DOCKING TERHADAP ENZIM ALANINE AMINOTRANSFERASE DAN ASPARTATE AMINOTRANSFERASE Adimas Dwi Tyassandi; Paula Mariana Kustiawan; Putri Hawa Syaifie
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v11i1.585

Abstract

Hati merupakan organ utama yang berperan dalam menjaga homeostasis tubuh, khususnya dalam proses detoksifikasi dan metabolisme. Kerusakan hati yang dipicu oleh paparan xenobiotik dan stres oksidatif umumnya ditandai dengan peningkatan kadar enzim alanine aminotransferase (ALT) dan aspartate aminotransferase (AST). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi hepatoprotektif senyawa bioaktif dari propolis lebah kelulut (Tetragonula sp.) melalui pendekatan penapisan virtual berbasis molecular docking. Sebanyak delapan senyawa dipilih berdasarkan studi literatur dan didocking terhadap target protein ALT (PDB ID: 3IHJ) dan AST (PDB ID: 1YAA) menggunakan AutoDock Vina yang terintegrasi dalam PyRx, dengan visualisasi struktur dilakukan menggunakan BIOVIA Discovery Studio. Validasi metode dilakukan melalui redocking dengan nilai root mean square deviation (RMSD) < 2 Å yang menunjukkan keandalan metode docking yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kuwanon T memiliki afinitas pengikatan tertinggi terhadap AST (-7,2 kkal/mol) dan ALT (-5,8 kkal/mol), dibandingkan dengan senyawa pembanding silibinin (-7,0 dan -5,0 kkal/mol). Perbedaan energi ikatan yang relatif kecil (<1 kkal/mol) mencerminkan profil afinitas yang sebanding antar ligan, yang didukung oleh kesesuaian interaksi dengan residu asam amino kunci pada situs pengikatan. Temuan ini menunjukkan bahwa Kuwanon T berpotensi sebagai kandidat awal agen hepatoprotektor. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan dasar komputasional dalam pengembangan senyawa turunan propolis, serta mendukung kajian lanjutan melalui uji in vitro, in vivo, dan analisis farmakokinetik untuk aplikasi terapeutik di masa mendatang.
ANALISIS ZAT BESI DAN VITAMIN C SERBUK LIOFILISASI UMBI BIT (Beta vulgaris L) KOMBINASI BUAH APEL HIJAU (Malus sylvestris Mill) sindi suryamin; Cindy Junita Romli; Nuzul Gyanata Adiwisastra; La Ode Muhammad Anwar; Marselina; Salma Hilmy Rusydi Hashim
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan zat besi dan evaluasi standar serbuk umbi bit (Beta vulgaris L) dan apel hijau (Malus sylvestris Mill) dalam meningkatkan kadar hemoglobin sebagai upaya penanganan anemia, serta menentukan konsentrasi optimal dari kombinasi tersebut. Proses pengeringan dilakukan dengan metode freeze drying untuk mempertahankan stabilitas senyawa aktif. Hasil serbuk umbi bit dan apel hijau masing-masing dari 5 kg bahan menghasilkan 153 g dan 386,8 g serbuk. Uji fitokimia menunjukkan bahwa kedua serbuk mengandung alkaloid, flavonoid, glikosida, dan polifenol yang berperan dalam penyerapan zat besi dan pembentukan hemoglobin. Uji organoleptik memperlihatkan bahwa serbuk memiliki ciri fisik dan aroma yang khas serta stabil. Hasil uji pH, homogenitas, susut pengeringan, kadar air, dan kadar abu menunjukkan bahwa serbuk memenuhi standar yang berlaku. Uji kadar zat besi dengan spektrofotometri serapan atom menunjukkan regresi linear (R² = 1) dengan kadar tertinggi pada konsentrasi 2 ppm. Uji kadar vitamin C menggunakan spektrofotometri UV-Vis juga menunjukkan hubungan linear kuat (R² = 0,9674) pada serbuk apel hijau, umbi bit, dan kombinasinya pada konsentrasi 20 ppm. Kombinasi serbuk umbi bit mengandung zat besi sebesar 48,392 mg/20 g, sedangkan apel hijau mengandung vitamin C sebesar 61,4052 mg/10 g yang berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin. Kesimpulannya, kombinasi serbuk umbi bit dan apel hijau berpotensi dikembangkan sebagai sediaan nutrasetikal untuk penanggulangan anemia. Namun, efektivitasnya belum dapat dipastikan karena penelitian ini belum menyertakan data uji biologis sehingga diperlukan penelitian lanjutan, termasuk uji in vivo dan in vitro.