cover
Contact Name
Nurdayati
Contact Email
ojsjpp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
muzizatakbarrizki@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian
ISSN : 18581625     EISSN : 26851725     DOI : -
Core Subject : Health,
Objective of JOURNAL OF DEVELOPMENT OF AGRICULTURAL EXTENTION DEVELOPMENT REVIEW: AGRICULTURE REVIEW ISSUES issued with the aim of describing conceptual thoughts or ideas and results of research to participate in developing animal husbandry studies, with open and contributions from various scientific disciplines and approaches that meet at the intersection of research results and critical analysis of contemporary development issues, including research articles, literature studies and other scientific reviews.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 21 No. 1 (2024): Juli" : 10 Documents clear
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Adopsi Petani Terhadap Program Kartu Tani Di Desa Gadu Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati Indrayanti, Temy; Wardoyo, Eko; Farmia, Asih
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi petani terhadap program kartu tani di Desa Gadu Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati. Populasi dalam penelitian ini petani sebanyak 358 petani, dengan ukuran sampel sebesar 72 petani yang terdiri dari 16 petani dari kelompok tani Tani Ngrandu Makmur, 14 petani dari kelompok tani Tani Mulyo dan 42 petani dari kelompok tani Tani Makmur Sampang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan faktorfaktor yang mempengaruhi adopsi petani terhadap program kartu tani di Desa Gadu Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati yaitu umur, peran penyuluh pertanian dan karakteristik inovasi pertanian.
Analisis Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Oleh Empat Lembaga Di Desa Sipora Jaya Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai Priyono, Eko; Tanjung, Hery Bachrizal; Wahyuni, Sri
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimanakah perencanaan penyuluhan pertanian, pelaksanaan penyuluhan pertanian dan evaluasi penyuluhan pertanian yang dilakukan oleh empat lembaga di Desa Sipora Jaya Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai. Penelitian ini meggunakan  metode kualitatif  dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena - fenomena sosial di masyarakat petani melalui data - data yang dikumpulkan dan dianalisa secara mendalam. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut, 1.) Empat lembaga belum menyusun perencanaan penyuluhan pertanian secara lengkap dan  tertulis sesuai dengan pedoman, perencanaan penyuluhan hanya dibuat pada saat akan memberikan materi penyuluhan kepada penerima manfaat sehingga kegiatan penyuluhan tidak memiliki pedoman yang tetap terkecuali lembaga LSM Field yang sudah mempunyai jadwal penyuluhan yang rutin dengan materi yang sudah disepakati sebelumnya. 2.) Pelaksanaan penyuluhan pertanian yang dilakukan oleh lembaga LSM Field bersifat learning by doing atau belajar sambil berbuat, sementara petani maju lebih memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh penerima manfaatnya, sementara lembaga panti KAUM lebih ke praktek langsung dilahan dan memberikan contoh kepada penerima manfaatnya dan penyuluh pemerintah lebih cenderung ke penyampaian informasi - informasi yang berkaitan dengan inovasi tertentu dari program pemerintah. 3.) Evaluasi pelaksanaan penyuluhan pertanian yang dilakukan oleh empat lembaga hanya dilakukan pada evaluasi materi penyuluhan pertanian, evaluasi belum dilakukan pada program, media dan metode penyuluhan pertanian.
The Relationship of Internal Factors With The Response of Bukit Madu Farmer Women In Making Ginger-Flavored Milk Candy In Madukoro Village, Magelang Regency Zulfikhar, Rosa; Saputra, Yudhi Eka; Wibowo, Haris Tri; Akbarrizki, Muzizat; Winarno, Kodrat
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1191

Abstract

The study was conducted from March 2022 to May 2023 in Madukoro Village, Kajoran District, Magelang Regency with the aim of determining the response of farmer women in making ginger-flavored milk candy and knowing the relationship between internal factors (age, education level, farming experience, number of family members, and income level) with responses in making ginger-flavored milk candy. Sampling of 30 people using saturated sampling technique. Data collection techniques are carried out by means of interviews and observations. The variables observed were age, education level, farming experience, number of family members, and income level and response consisting of aspects of knowledge, attitudes, skills. The data analysis method used was descriptive analysis to determine the response of peasant women, while statistical analysis of spearman rank correlation was used to determine the relationship between the characteristics of peasant women to the response. The results of data analysis showed that the response of peasant women in Madukoro Village in making ginger-flavored milk candy was in the high category. The relationship between age, education level and farming experience with responses of 0.000 (p<0.05), 0.004 (p<0.05), and 0.000 (p<0.5). The age variable was significantly related (P< 0.01) to the response of Bukit Madu peasant women group members in making ginger-flavored goat milk candy. Good responses were dominated by respondents with productive age, high level of education, and long farming experience, the number of family dependents and income level were not related to the response. The effectiveness of counseling indicates that extension activities.
Analisis Pengetahuan Peternak Tentang Deteksi Kebuntingan Sapi Potong Menggunakan Metode Punyakoti dan Asam Sulfat (H2SO4) Kurniawan, Wahyu; Utami, Kartika Budi; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1194

Abstract

Deteksi kebuntingan sapi potong sangat penting dilaksanakan untuk mengetahui status kebuntingan pada sapi potong dan dapat mengidentifikasi keberhasilan inseminasi buatan yang dilaksanakan. Pengetahuan peternak di Desa Jajar tentang deteksi kebuntingan masih sangat terbatas sehingga perlu dilaksanakan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan peternak tentang deteksi kebuntingan menggunakan metode punyakoti dan asam sulfat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengisian kuisioner dan wawancara kepada 43 peternak sapi potong di Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tingkat pendidikan, akses terhadap teknologi informasi, media penyuluhan, dan metode penyuluhan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan peternak karena memiliki nilai signifikasi <0,05, sedangkan faktor umur, pengalaman beternak, partisipasi petani, dan sifat inovasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan peternak karena memiliki nilai signifikasi >0,05.
Dukungan Kelembagaan Pertanian bagi Petani Millenial di Era Disrupsi Pertanian Cerdas (Smart Farming) (Kajian Keberlanjutan Pembangunan Pertanian di Provinsi Jawa Tengah) Makmun, Lutfan; Kameo, Daniel Daud; Sunaryanto, Lasmono Tri; Mubarokah, Wida Wahidah
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1195

Abstract

Dukungan kelembagaan pertanian bagi petani millenial di era disrupsi pertanian cerdas (smart farming) sangat menentukan keberlanjutan pembangunan pertanian. Tujuan penelitian antara lain : 1) menganalisis dukungan kelembagaan pertanian bagi petani millenial di era disrupsi pertanian cerdas (smart farming); 2) menyusun rekomendasi perbaikan dukungan kelembagaan pertanian untuk keberlanjutan pembangunan pertanian era disrupsi pertanian cerdas. Penelitian dirancang mengunakan metode/ prosedur survei berpendekatan kuantitatif, didukung oleh data kualitatif explanatory. Penelitian dilakukan 6 bulan dari bulan Maret - Agustus 2023.Sampel penelitian adalah petani millenial usia 17-39 tahun dari 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah berjumlah 216, pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif, menggunakan uji analisis Structural Equation Modelling (SEM) dengan software IBM AMOS. Pengujian model keseluruhan (overal/fit) dilakukan uji validitas, reliabilitas, normalitas, outlier dan analisis pengaruh. Hasil analisis pengaruh model akhir, rata-rata signifikansi 0,02 sehingga dikatakan berpengaruh karena nilai signifikansi <0,05. Berdasarkan hasil analisis dukungan kelembagaan pertanian bagi petani millenial di era disrupsi pertanian cerdas (smart farming) disimpulkan, dukungan kelembagaan pertanian kepada petani millenial (X2) memperoleh nilai rata – rata 2.74 masuk dalam kategori tidak/ belum baik. Keberlanjutan pertanian meliputi keberlanjutan : ekonomi (Z1), keberlanjutan sosial (Z2), ketahanan lingkungan (Z3) rata – rata keberlanjutan pembangunan pertanian sebesar 2.74 masuk kategori kurang/ rendah (less sustainable). Rekomendasi perbaikan dukungan kelembagaan pertanian untuk keberlanjutan pembangunan pertanian antara lain : 1) optimalisasi kelembagaan petani yang dimiliki petani melalui penguatan kemampuan merencanakan, mengorganisir anggota; kemampuan melaksanakan kegiatan; pengendalian; pelaporan; pengembangan kepemimpinan kelompok tani; 2) optimalisasi kelembagaan swasta dan swadaya masyarakat dapat dilakukan dengan meningkatkan fungsi selain sebagai pemasok sarana produksi pertanian dan pemasar hasil panen petani millenial juga sebagai pelopor keberlanjuan pembangunan pertanian khususnya aspek keberlanjutan lingkungan.
Model Pendampingan Generasi Millennial Sektor Pertanian Berkelanjutan melalui Optimalisasi Pemberdayaan Asset Social Movement menghadapi Era Pertanian Cerdas Digital 4.0 (Digital Smart Farming 4.0) Nurdayati, Nurdayati; Sudarmanto, Bambang; Mubarokah, Wida Wahidah; Purwono, Edi; Makmun, Lutfan; Akbarrizki, Muzizat -
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1196

Abstract

Pendampingan generasi millennial sektor pertanian berkelanjutan melalui optimalisasi pemberdayaan asset social movement menghadapi era pertanian cerdas digital 4.0 (digital smart farming 4.0) merupakan salah isu strategis saat ini. Tujuan utama penelitian : menganalisis dan membangun model pendampingan generasi millennial sektor pertanian menghadapi era pertanian cerdas digital 4.0 (digital smart farming 4.0) yang ideal. Pendekatan penelitian mengunakan multimetode triangulasi atau metode campuran dengan strategi sekuensial kuantitatif – kualitatif. Analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan software IBM AMOS. Pengujian model keseluruhan (overal/fit) dilakukan uji validitas, reliabilitas, normalitas, outlier dan analisis pengaruh. Hasil analisis pengaruh model akhir, rata-rata signifikansi 0,02 (berpengaruh) karena nilai signifikansi <0,05. Kontribusi variable bebas terhadap tidak bebas dengan R square 0,924, kontribusi variable Y terhadap Z sebesar 92,4%. Penelitian dilakukan 6 bulan (Maret - Agustus 2023). Sampel penelitian adalah petani millennial usia 17-39 tahun dari 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah berjumlah 216, pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian : Nilai rata – rata pemberdayaan asset pergerakan sosial/ social movement pada aspek kemampuan petani millennial berupa: kompetensi teknis, kompetensi manajerial, kompetensi sosial sebesar 2.77 (tidak/belum baik). Nilai rata – rata sub sistem pertanian 2.79 (tidak/belum baik). Nilai rata – rata teknologi smart farming 2.75 (tidak/ belum baik). Nilai rata – rata keberlanjutan pembangunan pertanian 2.74 masuk kategori kurang/ rendah (less sustainable). Model perbaikan pendampingan generasi millennial agar ideal dan optimal dapat dilakukan dengan : 1) peningkatan kemampuan berupa: kompetensi teknis, manajerial, sosial melalui penyuluhan, pelatihan dan  memperbanyak pengalaman lapangan  dalam hal pemilihan  komoditas yang tepat dan penerapan manajemen standar operasional usaha yang baik; 2) sinergisitas sub sistem  agribisnis dari hulu hingga hilir oleh petani millennial dan stakeholder terkait sehingga tercipta efiesiensi usaha; 3) penerapan teknologi smart farming oleh petani millennial terutama pada proses produksi, pasca panen/ pengolahan hasil dan promosi dan pemasaran; 3) peningkatan kesadaran dalam menerapkan keseimbangan ekonomi, sosial dan lingkungan dituangkan dalam Skenario business as usual (BAU) dan strategi bisnis.
Analisis Kompetensi Petani Millennial dalam Mendukung Keberlanjutan Usaha (Studi Kemampuan Teknis, Manajerial dan Sosial Petani Millennial di Jawa Tengah) Sudarmanto, Bambang Sudarmanto; Nurdayati, Nurdayati; Mubarokah, Wida Wahidah; Purwono, Edi; Akbarrizki, Muzizat; Makmun, Lutfan
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1199

Abstract

Kompetensi petani millennial meliputi kompetensi teknis, manajerial dan sosial memiliki peran strategis dalam keberlanjutan usaha. Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui gambaran umum wilayah penelitian dan karakteristik responden penelitian; 2) menganalisis dan menyusun rekomendasi peningkatan kompetensi petani millennial dalam mendukung keberlanjutan usaha dari aspek kemampuan teknis, manajerial dan sosial. Penelitian mengunakan metode/ prosedur survei dengan pendekatan kuantitatif, didukung data kualitatif explanatory. Penelitian dilakukan 6 bulan (Maret - Agustus 2023). Sampel penelitian adalah petani millennial usia 17-39 tahun dari 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah berjumlah 216, pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan software IBM AMOS. Pengujian model keseluruhan (overal/fit) dilakukan uji validitas, reliabilitas, normalitas, outlier dan analisis pengaruh. Hasil analisis pengaruh model akhir, rata-rata signifikan 0,02 (nilai signifikansi <0,05). Hasil analisis penelitian, kompetensi petani millennial (X1) mencakup: kompetensi teknis, manajerial, sosial dalam kategori sedang (2.77). Keberlanjutan usaha (Z) meliputi keberlanjutan ekonomi (profit), sosial (people), lingkungan (planet) masuk kategori sedang sebesar (2.91) atau quite sustainable. Rekomendasi untuk meningkatkan keberlanjutan usaha dapat dengan menerapkan prinsip sinergitas kompetensi yang baik untuk keberlanjutan usaha berbasis people, profit, dan plane dalam perencanaan hingga pelaksanaan usaha tani. Peningkatan kompetensi dapat dilakukan melalui peningkatan kompetensi teknis berupa: peningkatan kemampuan pemilihan komoditas berorientasi jangka panjang, kemampuan inovasi usaha/ budidaya dengan penerapan smart farming, peningkatan kemampuan pasca panen dan pemasaran. Peningkatan kompetensi manajerial berupa: kemampuan merencanakan usaha, mengelola sumberdaya dan usaha, mengelola jejaring kemitraan, mengelola konflik, mengelola modal usaha. Kemampuan sosial berupa: kemampuan mengembangkan pendidikan dan latihan, mengembangkan organisasi, mengembangkan kelompok, mengembangkan kerjasama sosial/ corporate social responsibility (CSR).
Motilitas dan Abnormalitas Sperma Post Thawing Pejantan Brian dan Osmond di Kabupaten Magelang Sunardi, Sunardi; Purwono, Edi; Riyadi, Riyadi; Wuryandari, Dwi; Rahmawati, Via Fitri
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1207

Abstract

Lambatnya pertumbuhan populasi sapi dan kerbau dalam negeri umumnya dikarenakan manajemen reproduksi ternak yang belum optimal sehingga perlu dilakukan evalusi dari pelaksanaan kegiatan manajemen reproduksi tersebut. Salah satu teknologi peningkatan populasi sapi adalah dengan Inseminasi Buatan (IB). Bahan yang digunakan untuk melaksanakan IB diperlukan straw atau semen beku yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat motilitas dan abnormalitas sperma post thawing pejantan Brian dan Osmond. Penelitian dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan, dimulai pada 28 September sampai dengan 28 November 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan sampel straw (semen beku)  sebanyak 20 straw yang berasal dari 2 (dua) jenis pejantan yang berbeda yaitu  10 straw (semen beku) pejantan Brian, dan 10 straw (semen beku) pejantan Osmond yang diproduksi oleh BIB Ungaran. Variabel yang diamati antara lain motilitas, abnormalitas spermatozoa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa motilitas sperma post thawing pejantan Brian lebih tinggi dari Osmond, dan abnormalitas Osmond lebih tinggi dibandingkan pejantan Brian.
Penggunaan Flushing Vitamin E Minyak Biji Bunga Matahari (Helianthus Annuus L.) terhadap Masa Involusi Uterus dan Kualitas Estrus Kambing Sapera Kusuma, Yudiani Rina; Sunarsih, Sunarsih; Hastuttiningsih, Widhi
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1210

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh flushing vitamin E menggunakan minyak biji bunga matahari (Helianthus annuus L.) terhadap masa involusi uterus dan kualitas estrus kambing Sapera. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Semesta Farm, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Analisis data menggunakan Analisis Of Varians (ANOVA) dengan uji lanjut Duncan Muttiple  Range Test  (DMRT) untuk data parametrik, dan untuk data non-parametrik menggunakan uji Kruskal Wallis Test dengan uji lanjut Mann Whitney U Test. Sampel penelitian menggunakan ternak kambing Sapera sebanyak 12 ekor kambing betina dengan umur kebuntingan 4 sampai 5 bulan. Perlakuan terdiri dari: P0 (tanpa pemberian minyak biji bunga matahari), P1 (3 ml) minyak biji bunga matahari, P2 (6 ml) minyak biji bunga matahari, dan P3 (9 ml) minyak biji bunga matahari. Variabel yang diamati meliputi masa involusi uterus dan kualitas estrus (suhu vagina, warna vulva, dan lendir vulva). Hasil penelitian diketahui bahwa minyak biji bunga matahari berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap masa involusi uterus dan berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap suhu vagina dan warna vulva, serta tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap lendir vulva. Hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan terbaik pada P2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian minyak biji bunga matahari sebagai flushing vitamin E memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap masa involusi uterus dan kualitas estrus (suhu vagina dan warna vulva) kambing Sapera.
Persepsi Peternak pada Budidaya Maggot (Larva) Black Soldier Fly Untuk Pakan Itik Petelur di Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang Akbarrizki, Muzizat; Suharti, Suharti; Ayu Shearen, Ratu Shima; Zulfikhar, Rosa; Andanawari, Suci
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik peternak (umur peternak, tingkat pendidikan dan pengalaman beternak) Pada Budidaya Maggot (Larva) Black Soldier Fly Untuk Pakan Ternak Itik Petelur. Penelitian dilaksanakan pada pada Maret - Mei 2023 di Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peternak itik di Desa Deyangan, Variabel penelitian terdiri dari variabel independent (bebas) berupa karakteristik peternak atau faktor internal yang mempengaruhi persepsi seperti umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak. variabel dependent (terikat) yaitu persepsi peternak. Desain penelitian yang digunakan adalah One Shot Case Study. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling yaitu sebanyak 30 peternak. Pengumpulan data dengan pengisian kuisioner melalui teknik wawancara, observasi dan pencatatan. Teknik analisis data secara deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peternak itik pada budidaya maggot (larva) black soldier fly untuk pakan itik petelur berada pada kategori Setuju dengan rata-rata 53,33% . Secara simultan budidaya maggot (larva) black soldier fly berpengaruh sangat nyata 0,000 (P<0,01). Secara parsial umur (0,010) berpengaruh nyata (P<0,05), tingkat pendidikan (0,00) berpengaruh sangat nyata (P<0,01), sedangkan pengalaman beternak (0,359) tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap persepsi peternak pada budidaya maggot untuk pakan itik petelur.

Page 1 of 1 | Total Record : 10