cover
Contact Name
Lilin Rosyanti
Contact Email
jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi.ac.id
Phone
(0401) 3190492
Journal Mail Official
edoffice@myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral A.H Nasution No.G-14, Anduonohu, Kambu, Kec. Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93231, Phone (0401) 3190492
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Health Information : Jurnal Penelitian
ISSN : 20850840     EISSN : 26225905     DOI : 10.36990/hijp
Core Subject : Health,
Health Information : Jurnal Penelitian adalah jurnal kesehatan yang bersifat mandiri, amanah, rasional, akuntabel dan global yang berisi hasil penelitian dengan metode kuantitatif dan kualitatif.
Articles 664 Documents
Stres Mempengaruhi Efikasi Diri Ibu Menyusui Neonatus Sakit yang Dirawat di Ruang Perawatan Neonatus Sulupadang, Prishilla; Waluyanti, Fajar Tri; Allenidekania, Allenidekania
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 14 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v14i2.477

Abstract

Breastfeeding is still an obstacle for some mothers who have sick neonates who are receiving treatment at the hospital. Breastfeeding self-efficacy is related to the duration of breastfeeding which has an impact on the mother's success in breastfeeding at least exclusively. The purpose of this study was to identify factors related to breastfeeding self-efficacy in mothers of sick neonatal care room. This study used a cross-sectional design, 88 respondents were recruited using a consecutive sampling method, using a questionnaire that had been tested for validity first, namely the Breastfeeding self-efficacy scale short form (BSE-SF) and Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) questionnaires, husband's support, family support, and friend support. The results of the Chi square analysis showed that there was no relationship between breastfeeding self-efficacy in mothers with maternal age, mother's education, family income, experience of breastfeeding mothers, experiences of others breastfeeding their babies, health education support, husband support, family support, and friend support with p value > 0.05, but it was found that stress factors were associated with breastfeeding self-efficacy in mothers with sick neonates (p=<0.01). Stress is a factor associated with breastfeeding self-efficacy in mothers with sick neonates.
Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Website untuk Memudahkan Praktik Laboratorium bagi Mahasiswa Ilmu Keperawatan Nurfantri, Nurfantri; Saranani, Muhaimin; Wijayati, Fitri
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 14 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v14i2.482

Abstract

Penggunaan modul dalam praktik laboratorium bagi mahasiswa Ilmu Keperawatan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam pendidikan tinggi, karena menitik berartkan pada kemampuan yang berorientasi pada tindakan prosedural, keterampilan teknis tersebut 60% nya diperoleh melalui pembelajaran praktikum. Penelitian ini bertujuan untuk membuat mengembangkan modul pembelajaran praktik laboratorium berbasis website dengan metode Research and Development (R&D) melalui 3 tahap utama, analisis, desain dan pengembangan. Modul yang dikembangkan diujicobakan di Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari. Sejumlah 40 responden yang mengikuti uji coba modul berbasis website. Hasil analisis fungsional menunjukkan adanya kebutuhan pengembangan modul praktikum berbasis website dengan pengguna aplikasi Laboran, Dosen, dan Mahasiswa. Berdasarkan uji kelayakan, modul berbasis website memenuhi aspek fungsional ISO/IEC 9126 dan persentase pengujian usability sebesar 81,65 %.
Hubungan Umur, Jenis Kelamin, dan Pendidikan Formal dengan Klaster Gejala pada Pasien Kanker Kepala dan Leher: Penelitian Observasional Sari, Wyssie Ika; Purwanza, Sena Wahyu
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 14 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v14i2.494

Abstract

Persamaan gejala umum dialami oleh pasien kanker, namun prevalensi dan tingkat keparahannya dapat berbeda. Prevalensi dan tingkat keparahan gejala dalam klaster mempengaruhi semakin baik atau memperburuk keseluruhan pengalaman tanda dan gejalanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan umur, jenis kelamin, dan pendidikan formal terhadap klasterisasi gejala pada pasien kanker kepala dan leher. Metode studi ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pemilihan sampel menggunakan kriteria inklusi didiagnosis kanker kepala dan leher tanpa metastasis ke otak, rentan umur 18-70 tahun, mampu kooperatif dan baik dalam berkomunikasi, dan sampling menggunakan metode consecutive sampling pada 111 pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi Semarang. Analisis data statistik menggunakan metode Spearman Rho. Hasil studi memperlihatkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna dari variabel jenis kelamin terhadap klaster gejala gastrointestinal dengan signifikansi p<0,05. Umur dan pendidikan formal tidak berhubungan dengan klasterisasi gejala kanker kepala dan leher. Sedangkan tingkat keparahan dari gejala yang dialami berbeda berdasarkan jenis kelami, perempuan lebih mengalami keparahan dibandingkan laki-laki. Identifikasi yang baik tentang umur, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan dapat membantu perawatan gejala kanker kepala dan leher yang lebih baik.
Praktik Pemberian Makan Prelakteal di Daerah Urban dan Rural Indonesia: studi data Survei Dasar Kesehatan Indonesia 2017 Purwanti, Rachma; Rahadiyanti, Ayu; Kurniawati, Dewi Marfu'ah; Irawan, Galuh Chandra
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 14 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v14i2.495

Abstract

Based on WHO data, globally, the achievement of exclusive breastfeeding is still relatively low (<50%). Pre-lacteal feeding is a challenge for the success of exclusive breastfeeding. This study aims to analyze the relationship between residence in rural and urban areas with the practice of pre-lacteal feeding and the type of pre-lacteal food given. The study use secondary data from Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS)-2017 with a cencus block sample frame from the results of the 2010 population cencus. The variables studied were the subject's residence (rural-urban), pre-lacteal feeding, and the type of pre-lacteal food given. The subjects of this study were 8841 subjects. Data analysis carried out included univariate and bivariate analysis. There was no relationship between residence in rural/urban areas and the practice of pre-lacteal feeding (p>0.05). There was a relationship between residency in rural/urban areas and the type of pre-lacteal food given, namely milk other than breast milk, plain water, sugar water, formula milk, honey, coffee, and other fluids (p<0.001; p=0.003; p<0.001 ; p<0.001; p<0.001; p=0.011; p<0.001). Water, sugar water, honey, and coffee are pre-lacteal foods frequently given in rural areas. Milk other than breast milk and formula milk is pre-lacteal food frequently given in urban areas. Residency in rural/urban areas is not related to pre-lacteal feeding practices but is related to the type of pre-lacteal food given. Suggestion: it is necessary to conduct a national study to analyze the factors related to the types of pre-lacteal food given in rural and urban areas.
Eksplorasi Pengalaman Hidup Pasca COVID-19 di Flores Nusa Tenggara Timur Eka, Angelina Roida; Danal, Paskaliana Hilpriska; Dewi, Caludia Fariday; Bebok, Christin Florentin Meinarty
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 14 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v14i2.501

Abstract

Pandemi COVID-19 mempengaruhi para penyintasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman hidup penyintas COVID-19 di Flores Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah fenomenologi terhadap 10 penyintas COVID-19 dalam rentan usia berusia 19-39 tahun yang mengalami COVID-19 maksimal 6 bulan saat pengumpulan data. Pengumpulan data menggunakan metode semi terstruktur dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi dengan perangkat lunak ATLAS.ti. Hasil penelitian didapatkan 19 kode, 7 sub tema dan 3 tema dengan tema-tema utama yaitu hidup dalam bayang-bayang COVID-19, beban psikososial karena menularkan COVID-19, dan status vaksinasi meningkatkan kepercayaan diri. Terdapat berbagai implikasi dalam kaitannya dengan psikosisial yang dapat dikaji lebih dalam oleh penelitian lanjutan.
Edukasi dengan Media Video Animasi Fisiologi Menyusui Terhadap Persepsi Produksi Asi pada Ibu Nifas yang Dirawat Di Rumah Sakit Nurjanah, Siti; Wulandari, Retno; Pratiwi, Erinda Nur; Prasetyo, Budi
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 14 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v14i2.562

Abstract

Persepsi ibu terkait kecukupan ASI yang rendah merupakan alasan paling umum untuk penghentian menyusui dini segera masa nifas dan sampai 6 bulan. Pengenalan awal formula bayi akan mengakibatkan penurunan produksi ASI, yang pada gilirannya mengganggu proses menyusui. Edukasi menggunakan video animasi dinilai lebih efektif untuk mengubah persepsi ibu menyusui. Tujuan penelitian untuk menganalisis Pengaruh Edukasi Video Animasi Fisiologi Menyusui Terhadap Persepsi Produksi ASI Pada Ibu Nifas Di RSUD Karanganyar. Metode penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2022 di RSUD Karanganyar. Desain studi menggunakan rancangan quasi eksperiment design dengan model nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini seluruh ibu nifas di RSUD Karanganyar. Sampel penelitian sejumlah 66 ibu nifas. Sebelum dilakukan pemberian edukasi menggunakan video animasi fisiologi menyusui, dilakukan pretest dan setelah intervensi dilakukan postest. Analisis data menggunakan uji T berpasangan dan uji T tidak berpasangan. Hasil analisis menggunakan T-Test untuk mengetahui pengaruh edukasi video animasi fisiologi menyusui terhadap persepsi produksi ASI didapatkan nilai p 0,000 (p<0,05) artinya ada Edukasi Video Animasi Fisiologi Menyusui Terhadap Persepsi Produksi ASI Pada Ibu Nifas. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh Edukasi Video Animasi Fisiologi Menyusui Terhadap Persepsi Produksi ASI Pada Ibu Nifas.
Laporan Kasus Serial : Penderita Appendisitis Pada Anak Dengan Gejala Menyerupai Gastroenteritis Akut Di RS Swasta Tipe C, Kota Tangerang 2018-2020 Hasan, Fahad
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Appendicitis is one of the acute abdominal emergency cases in children requiring surgery. The age group is most often found in pre-school age or above. In general, appendicitis is not associated with gastroenteritis, but we found some cases of atypical appendicitis with predominant symptoms of diarrhea, nausea and vomiting. In contrast to adults, the pathogenesis of appendicitis in children is known to be associated with terminal ileal lymphoid hyperplasia, so it is theoretically possible that appendicitis can occur as a sequela after gastroenteritis. The younger the child, the more difficult it is to take a history and evaluate the results of a physical examination. In some cases, the dominant symptom may be diarrhea, severe nausea and vomiting so that the patient is delayed in getting proper treatment because it is considered as gastroenteritis. Delay in diagnosing appendicitis will cause complications such as peri-appendicular abscess, peritonitis and sepsis. The misdiagnosis rate in children aged 2-12 years is about 28-57% and is almost 100% in children younger than 2 years. The purpose of this study was to obtain data on the characteristics of patients with appendicitis accompanied by symptoms of gastroenteritis such as nausea, vomiting and diarrhea in children aged 0-14 years. This study is a review of case series reports using patient medical record data at a type C private hospital in Tangerang City in the 2018-2020 period. Found 4 cases of appendicitis with atypical symptoms resembling gastroenteritis in the form of vomiting and diarrhea > 10 times per day. The four patients came to the ER with two of them being treated by pediatricians first. These two patients received surgical intervention > 24 hours after being admitted with surgical findings of perforated appendicitis accompanied by intra-abdominal pus contamination. The length of stay of the four patients > 3 days. Atypical symptoms of appendicitis that resemble gastroenteritis in children can cause delays in making a diagnosis so that there is a risk of complications of appendicitis. Every clinician should suspect the possibility of appendicitis when he sees a pediatric patient with symptoms of gastroenteritis accompanied by accompanying findings including abdominal pain that gets worse or worsens after 24 hours despite medical therapy.
Status Kadar Antibodi Spike Receptor Binding Domain setelah Vaksinasi Kedua menggunakan Vaksin Inaktivasi Fajrunni'mah, Rizana; Purwanti, Angki; Khasanah, Furaida; Setiawan, Budi
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 14 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v14i2.636

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang berlangsung cukup cepat dan menyebar ke berbagai negara dalam waktu singkat. Vaksinasi merupakan salah satu upaya menanggulangi pandemi COVID-19. Salah satu jenis vaksin yang saat ini digunakan adalah vaksin dengan jenis inaktivasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar antibodi setelah vaksinasi kedua menggunakan jenis vaksin inaktivasi sebelum diberikan vaksinasi lanjutan ketiga, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian menggunakan metode observasional yang berlokasi di Poltekkes Kemenkes Jakarta III selama Februari 2022, jumlah sampel sebanyak 33 orang. Pengukuran kadar antibodi S-RBD (receptor binding domain) SARS-CoV-2 kuantitatif menggunakan metode ECLIA dengan alat Cobas e-411. Setelah penelitian, kadar antibodi 100% reaktif dengan rentang yang bervariasi, kelompok tinggi (>250 U/mL) sebanyak 84,8%, menengah (117-250 U/mL) sebanyak 6,1%, dan rendah (<117 U/mL) sebanyak 9,1%. Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar antibodi (p=0,046). Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, usia, jarak waktu setelah vaksin kedua, riwayat COVID-19, dan riwayat komorbid dengan kadar antibodi. Vaksin COVID-19 jenis inaktivasi menginduksi respons antibodi kuat yang masih bertahan sebelum dilakukannya vaksinasi lanjutan ketiga.
Perbedaan Efektivitas Pemberian Jus Tomat Dan Jus Mentimun Dalam Penurunan Tekanan Darah Ibu Hamil Yang Mengalami Hipertensi Nur Sitiyaroh
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 11 No 2 (2019): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v11i2.666

Abstract

Latar Belakang : Seseorang yang mengalami tekanan darah tinggi pada ibu hami sangat beresiko salah startegi penurunan dan tekanan darah tinggi yaitu pemberian jus tomat dan jus mentimunh. Tujuan Penelitian : Mengetahui Perbedaan Efektivitas Pemberian Jus Tomat Dan Jus Mentimun Dalam Penurunan hipertensi pada ibu hamil Di Puskesmas Neglasari Tangerang Tahun 2020 Metode Penelitian : Penelitian ini dilakukan secara eksperimen two group pre test dan post test design dengan pendekatan kuantitaif. Sampel penelitian ini yaitu total populasi berjumlah 30 ibu hamil yang mengalami hipertensi pada bulan Maret dan April 2020 secara accidental sampling. waktu penelitian dilakukan Maret sampai Agustus 2020 Hasil Penelitian : Hasil analisa univariat yaitu. Rata – rata sebelum dan sesudah pemberian jus tomat mean rank yaitu sebelum dengan nilai 20,67 dan sesudah dengan nilai 10,33 dan rata – rata sebelum dan sesudah pemberian jus mentimun yaitu sebelum dengan nilai 22,33 dan sesudah dengan nilai 8,67. Hasil analisa uji beda di dapatkan 0,021 yang mana p- value < 0,05 yang dapat disimpulkan adanya perbedaan antara pemberian jus tomat dengan jus mentimun dan hasil yang paling efektif terdapat pada pemberian jus mentimun. Kesimpulan dan Saran : pihak kesehatan khususnya Bidan untuk memberikan edukasi dalam penanganan penurunan tekanan darah secara non farmakologik khususnya konsumsi jus tomat dan jus mentimun.
Efektivitas Pendampingan Suami dan Pijat Punggung Terhadap Kecemasan Saat Persalinan Pada Ibu Melahirkan Kala I Nur Sitiyaroh
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 12 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v12i1.667

Abstract

Latar Belakang. Biasanya menjelang persalinan di tandai dengan adanya tingkat stress dan rasa cemas akan di rasakan semakin meningkat yang di sebabkan ibu bersalin akan berpikir apakan kondisi bayi dalam keadaan sehat atau sebaliknya Tujuan Penelitian : Mengetahui Efektivitas Pendampingan Suami dan Pijat Punggung Terhadap Kecemasan Saat Persalinan Pada Ibu Melahirkan Kala I di PMB Acih Suarsih, S.SiT., M.Kes Metode Penelitian : Penelitian ini dilakukan secara quasy eksperimen one group pre test dan post test design dengan pendekatan kuantitaif. Sampel penelitian ini yaitu total populasi berjumlah 15 responden ibu melahirkan di PMB Acih Saursih secara accidental sampling. waktu penelitian dilakukan September sampai November 2020. Hasil Penelitian : Hasil analisa univariat karakteristik ibu bersalin sebelum di lakukan pendampingan suami dan pijat punggung di dapatkan hasil kecemasan mayoritas terdapat pada kecemasan tingkat sedang sebanyak 10 dari 15 responden ( 66,67%) dan karakteristik ibu bersalin sesudah di lakukan pendampingan suami dan pijat punggung di dapatkan hasil mayoritas tingkat kecemasan sebanyak 12 dari 15 responden (80%) Pada hasil uji beda ( T-Test) di dapatkan hasil Sig (2 tailed) yaitu 0,000 yang dapat di simpulkan adanya perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan pendampingan suami dan pijat punggung terhadap kecemasan saat persalinan pada ibu melahirkan kala I. Kesimpulan dan Saran : pihak kesehatan khususnya Bidan untuk menurunkan tingkat kecemasan pada ibu bersalin dengan pendampingan suami dan pijat punggung.